• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II STRUKTUR TUBUH SERANGGA DAN FUNGSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II STRUKTUR TUBUH SERANGGA DAN FUNGSI"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Gadjah Mada

BAB II

STRUKTUR TUBUH SERANGGA DAN FUNGSI

Suatu pengetahuan tentang struktur tubuh serangga adalah penting untuk membedakan antara serangga satu dengan yang lain maupun dengan binatang yang lain. Pengetahuan ini juga penting untuk mengetahui bagaimana serangga berfungsi, hidup dan bergerak dalam suatu lingkungan.

Pada bab ini akan dibahas 4 (empat) sub bab, yaitu (1) Struktur eksterna dan fungsi, (2) Struktur interna dan fungsi, (3) Pertumbuhan dan perkembangan serangga dan (4) Ciri-ciri penyesuaian diri pada serangga. Tujuan lnstruksional Khusus (TIK) bab ini adalah : setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa akan dapat memahami dan menjelaskan struktur tubuh serangga dan fungsinya yang meliputi struktur eksterna dan fungsi, struktur interna dan fungsi, pertumbuhan dan perkembangan serangga, dan ciri-ciri penyesuaian diri pada serangga.

A. Struktur Eksterna dan Fungsi

Serangga-serangga memperlihatkan suatu diversitas yang besar dalam bentuknya. Oleh karena itu adalah penting untuk menggunakan suatu model yang umum dalam mendeskripsikan struktur tubuh serangga (Gambar 1). Serangga dewasa secara normal mernpunyai tiga daerah tubuh yang berbeda, yaitu kepala (caput), dada (thorax) dan abdomen.

Pada kepala terdapat alat mulut dan sejumlah organ indera, yaitu antenna, palpus dan mata. Dada merupakan bagian tengah tubuh serangga dan pada bagian ini terdapat kaki-kaki dan sayap-sayap (bila ada). Abdomen merupakan bagian tubuh posterior yang terdiri atas ruas-ruas dan terdapat tympanum dan alat genetalia.

Kepala

Kepala merupakan bangunan anterior yang menyerupai kapsul, padanya terdapat mata, antena dan alat mulut. Bentuk kepala bervariasi yang sangat berkaitan dengan bagaimana serangga makan. Serangga-serangga dengan alat mulut pengunyah secara normal memiliki kepala yang sangat besar, yang lurus ke arah bawah. Serangga dengan alat mulut pencucuk-pengisap mempunyai kepala yang kecil yang bervariasi dalam kenampakan maupun letaknya.

(2)

Universitas Gadjah Mada

Mata

Sebagian besar serangga dewasa dan banyak nimfa rnempunyai sepasang mata majemuk dan tiga ocelli (ocellus = mata sederhana). Mata majemuk adalah kompleks dan berubah-ubah atau bervariasi. Secara urnum, mata majemuk ini adalah besar dan terletak secara dorsolateral (bagian atas samping) pada kepala. Masing-masing mata majemuk tersusun oleh suatu unit indera individual yang disebut ommatidia (um). Jurnlah ommatidia bervariasi, misalnya satu pada beberapa semut, sampai 30.000 atau Iebih pada lalat, kumbang dan capung. Masing-masing ommatidium terdiri atas satu Iensa dan sel-sel perasa. Ommatidium secara tunggal hanya dapat merasakan sebagian kecil dan Iingkungan, namun demikian suatu bayangan (imajinasi) gambar dari semua ommatidia memberikan pandangan mozaik dari Iingkungan serangga. Sistem ini dapat merasakan getaran yang lebih cepat apabila dibandingkan dengan mata manusia.

Sebagian besar serangga dewasa dan nimfa mempunyai mata sederhana, disebut ocelli (us), terletak pada bagian dorsal kepala. Jumlah ocelli pada masing-masing serangga bervariasi dari 0 - 3 (tidak ada sampai tiga). Fungsi ocelli belum seluruhnya diketahui. Mata ini tidak penting sebagai pembantu imajinasi tetapi sensitif terhadap cahaya (gelap/ terang) dan bertindak sebagai organ stimulasi dalam reaksinya terhadap perubahan-perubahan utama pada iluminasi.

Organ visual yang lain adalah stemma, yang hanya dijumpai pada larva-larva dengan metamorfosis sempurna. Stemmata (jamak) secara normal dijumpai dalam kelompok tunggal dari 1 - 6 stemma pada kedua sisi kepala. Struktur dan fungsi stemmata adalah di antara ocelli dorsal yang sensitif terhadap cahaya dan ommatidium yang membentuk bayangan. Larva dengan stemmata memiliki persepsi bentuk yang lemah namun demikian gerakan kepala dan sisi ke sisi memberikan suatu persepsi yang lebih rinci.

Antenna

Semua serangga dewasa dan nimfa kecuali Protura memiliki sepasang antenna yang terletak pada bagian anterior kepala, dekat dengan mata majemuk, narnun demikian pada beberapa serangga misal pada bentuk larva, antenna sangat tereduksi. Fungsi utama antenna adalah indera (sensory). Berbagai tipe-tipe rambut kecil (sensilla) yang terletak pada antenna bertindak sebagai rangsangan fisik (tactile), pembau, suhu, kelembaban dan penerima suara. Antenna sering memainkan suatu bagian yang penting pada proses birahi (mating) pada banyak serangga, sebagai

(3)

contoh antenna yang menyerupai sisir pada ngengat (moth) jantan, merasakan bau (feromon) yang dipancarkan oleh ngengat betina pada species yang sama. Dimorfisme seksual pada antenna adalah umum, antenna serangga jantan sering lebih kompleks rumit dibandingkan yang betina.

Antenna secara umum digunakan sebagai suatu ciri taksonomi dalam identifikasi serangga karena variasi yang dapat dibedakan dalam ukurannya maupun

Tipe-tipe antenna yang paling umum dapat dibedakan menjadi 12 bentuk (Gambar 2), yaitu filiform, setaceus, moniliform, clavatus, serratus, capitatus, geniculatus, lamellatus, pectinatus, anistatus, stylatus dan plumose.

Alat mulut

Suatu pengetahuan dasar tentang tipe alat mulut adalah penting sebab ia menunjukkan tipe makanan dan kerusakan yang disebabkan oleh serangga dala lingkungan. Adalah juga sangat penting untuk mengenal tipe alat mulut karena mereka cukup bervariasi dan selalu digunakan dala

umumnya dibedakan menjadi dua tipe utama, yaitu pengunyah dan pencucuk pengisap.

Alat mulut pengunyah

Ada anggapan kesamaan pada struktur alat mulut di antara serangga serangga dengan alat

hubungannya, misalnya Lipan (Centipedes) dan symph

contoh antenna yang menyerupai sisir pada ngengat (moth) jantan, merasakan bau (feromon) yang dipancarkan oleh ngengat betina pada species yang sama. Dimorfisme ksual pada antenna adalah umum, antenna serangga jantan sering lebih kompleks

it dibandingkan yang betina.

Antenna secara umum digunakan sebagai suatu ciri taksonomi dalam identifikasi asi yang dapat dibedakan dalam ukurannya maupun bentuknya. tipe antenna yang paling umum dapat dibedakan menjadi 12 bentuk (Gambar 2), iform, setaceus, moniliform, clavatus, serratus, capitatus, geniculatus, lamellatus, pectinatus, anistatus, stylatus dan plumose.

Suatu pengetahuan dasar tentang tipe alat mulut adalah penting sebab ia menunjukkan tipe makanan dan kerusakan yang disebabkan oleh serangga dala lingkungan. Adalah juga sangat penting untuk mengenal tipe alat mulut karena mereka

n selalu digunakan dalam klasifikasi serangga. Alat mulut pada umumnya dibedakan menjadi dua tipe utama, yaitu pengunyah dan pencucuk

Ada anggapan kesamaan pada struktur alat mulut di antara serangga serangga dengan alat mulut pengunyah dan Arthropoda yang sangat erat hubungannya, misalnya Lipan (Centipedes) dan symphildis. Alat mulut pengunyah contoh antenna yang menyerupai sisir pada ngengat (moth) jantan, merasakan bau (feromon) yang dipancarkan oleh ngengat betina pada species yang sama. Dimorfisme ksual pada antenna adalah umum, antenna serangga jantan sering lebih kompleks/ Antenna secara umum digunakan sebagai suatu ciri taksonomi dalam identifikasi bentuknya. tipe antenna yang paling umum dapat dibedakan menjadi 12 bentuk (Gambar 2), iform, setaceus, moniliform, clavatus, serratus, capitatus, geniculatus,

Suatu pengetahuan dasar tentang tipe alat mulut adalah penting sebab ia menunjukkan tipe makanan dan kerusakan yang disebabkan oleh serangga dalam lingkungan. Adalah juga sangat penting untuk mengenal tipe alat mulut karena mereka asifikasi serangga. Alat mulut pada umumnya dibedakan menjadi dua tipe utama, yaitu pengunyah dan

pencucuk-Ada anggapan kesamaan pada struktur alat mulut di antara serangga-mulut pengunyah dan Arthropoda yang sangat erat

(4)

Universitas Gadjah Mada terdapat pada ordo-ordo serangga yang primitif, secara umum misalnya Orthoptera (belalang, kecoa) dan Thysanura (kutu buku). Secara umum dapat diterima bahwa semua tipe alat mulut serangga yang lain berkembang dari alat mulut pengunyah. Belalang dan larva Lepidoptera merupakan contoh yang umum untuk serangga-serangga dengan alat mulut pengunyah. Alat-alat mulut pengunyah secara normal dikenal dengan mandibula yang sangat tersklerotisasi dan bergerak secara lateral. Serangga-serangga dengan alat mulut pengunyah, menggigit dan mengunyah makanannya.

Alat mulut pengunyah (Gambar 3) secara umum terdiri atas labium, mandibula, maxilla, labium dan hypopharinx. Labium sering disebut bibir atas, menutupi/ menyelimuti mandibula, menutup mulut dari depan dan membantu mendorong makanan ke dalam mulut. Mandibula merupakan sepasang rahang (jaw) terletak langsung di belakang labrum dan dapat bervariasi dalam ukurannya pada species. Mandibula tunggal berbentuk piramida dan biasanya sering tersklerotisasi seluruhnya oleh kutikula dengan gigi-gigi. Mandibula bergerak dan samping ke samping sambil memperlihatkan fungsi utama mengunyah, memotong dan melumatkan makanan. Maxilla merupakan sepasang rahang yang kedua, beruas-ruas (segmen) terletak langsung di belakang mandibula. Masing-masing maxilla mendukung satu organ seperti perasa yang disebut maxillary. Palpus maxillary yang berfungsi sebagai suatu organ perasa bentuknya menyerupai antenna dengan 5 atau 6 ruas. Variasi yang besar dalam struktur palpus maxillary dan cuping (lobus) terminal rnenyebabkan banyaknya variasi pada maxilla. Maxilla bergerak dari samping ke samping sambil memegang, memanipulasi, menarik dan mencicipi makanan yang sedang dimakan. Suatu bangunan tunggal yang disebut labium merupakan bibir bawah terletak di belakang maxilla. Fungsi utama labium adalah menutup rongga mulut dari bawah atau belakang dan menarik makanan ke dalam esophagus. Hypopharinx adalah suatu bangunan yang menyerupai Iidah, terletak di muka atau atas labium. Serangga-serangga dengan alat mulut pengunyah secara normal dikenal berdasarkan mandibula dan tidak adanya cucuk (beak). Weelvils dan scorpionflies merupakan dua perkecualian yang utama. Bagian depan kepala pada weelvils memanjang ke dalam bentuk suatu moncong dengan gerakan mandibula ke arah lateral yang lemah/ sedikit terjadi pada ujung moncong. Kepala pada scorpionflies adalah memanjang secara ventral ke dalam struktur seperti cucuk juga dengan mandibula yang bergerak ke arah lateral.

(5)

Alat mulut pencucuk pengisap

Alat mulut pencucuk pengisap biasanya tampak s menyerupai tongkat, sering disebut

mencucuk jaringan tanaman ser

dengan alat mulut pencucuk pengisap dijumpai pada ordo Homoptera, Hemiptera, Anoplura dan Diptera. Bentuk yang pasti keterlibatan struktur dan teknik memakan pada alat mulut pencucuk pengisap cukup bervariasi dalam beberapa kelompok.

Alat mulut pencucuk pengisap pada Hemiptera dan Homoptera akan digunakan pada diskusi lebih lanjut. Cucuk yang menyerupai tongkat pada Hemiptera dan Homoptera merup

memanjang menyerupai pedang dan berbentuk tabung. Dalam labium

sepasang stylets yang ramping halus menyerupai jarum yang disebut mandibula dan maxillary stylets. Selama makan, pasangan yang luar (

memotong lubang kecil pada bagian jaringan tanaman, dan pasangan yang dalam Alat mulut pencucuk pengisap

Alat mulut pencucuk pengisap biasanya tampak seperti cucuk yang menyerupai tongkat, sering disebut proboscis (Gambar 4) dan diadaptasikan untu mencucuk jaringan tanaman serta menghisap cairannya. Serangga

dengan alat mulut pencucuk pengisap dijumpai pada ordo Homoptera, Hemiptera, Anoplura dan Diptera. Bentuk yang pasti keterlibatan struktur dan teknik memakan pada alat mulut pencucuk pengisap cukup bervariasi dalam beberapa

Alat mulut pencucuk pengisap pada Hemiptera dan Homoptera akan digunakan pada diskusi lebih lanjut. Cucuk yang menyerupai tongkat pada Hemiptera dan Homoptera merupakan suatu perluasan labium yang telah menjadi memanjang menyerupai pedang dan berbentuk tabung. Dalam labium in

sepasang stylets yang ramping halus menyerupai jarum yang disebut mandibula dan maxillary stylets. Selama makan, pasangan yang luar (mandibula stylets) memotong lubang kecil pada bagian jaringan tanaman, dan pasangan yang dalam perti cucuk yang (Gambar 4) dan diadaptasikan untuk ta menghisap cairannya. Serangga-serangga dengan alat mulut pencucuk pengisap dijumpai pada ordo Homoptera, Hemiptera, Anoplura dan Diptera. Bentuk yang pasti keterlibatan struktur dan teknik-teknik memakan pada alat mulut pencucuk pengisap cukup bervariasi dalam beberapa Alat mulut pencucuk pengisap pada Hemiptera dan Homoptera akan digunakan pada diskusi lebih lanjut. Cucuk yang menyerupai tongkat pada akan suatu perluasan labium yang telah menjadi ini terdapat sepasang stylets yang ramping halus menyerupai jarum yang disebut mandibula mandibula stylets) memotong lubang kecil pada bagian jaringan tanaman, dan pasangan yang dalam

(6)

Universitas Gadjah Mada (maxillary stylets) ditancapkan ke dalam lubang tersebut. Pergantian proses-proses ini, yaitu memotong jaringan tanaman yang diikuti dengan menusukkan maxillary stylets berlanjut sampai dengan serangga-serangga mencapai jaringan-jaringan yang berisi cairan yang cocok. Maxillary stylets memegang dan membentuk suatu saluran ludah dan saluran makanan. Selama proses makan ludah dipompa ke dalam jaringan tanaman melalui saluran ludah. Ludah ini membantu memudahkan ekstraksi cairan jaringan tanaman kemudian cairan tanaman ditelan melalui saluran makanan.

Variasi pada alat mulut

Alat mulut telah berkembang berdasarkan waktu dan beberapa dimodifikasi untuk siphoning (pipa untuk memindahkan cairan) misalnya pada kupu-kupu dan ngengat, sponging (menyerap) misalnya pada lalat rumah, atau penggigit-pengisap pada Iebah. Beberapa serangga tidak makan pada waktu dewasa dan mempunyai alat mulut sangat tidak berkembang dan tidak berfungsi yang disebut alat mulut vestigial (tereduksi). Contoh umum serangga dengan alat mulut vestigial misalnya ngengat ulat sutera.

Thorax (dada)

Merupakan bagian tubuh serangga yang tengah, terdiri atas tiga bagian, yaitu prothorax (pronotum), mesothorax (mesonotum) dan metathorax (metanotum). Masing-masing thorax memiliki sepasang kaki. Sebagian besar serangga mempunyai sepasang sayap yang melekat pada mesothorax dan sepasang sayap yang kedua melekat pada metathorax. Dua buah spirakulum, yang merupakan lubang luar yang menyerupai celah dan sistem pernafasan berada pada masing-masing sisi thorax. Sebuah terletak di antara prothorax dan mesothorax yang lain terletak di antara mesothorax dan metathorax. Fungsi utama dari thorax ini adalah untuk pergerakan.

Masing-masing ruas thorax terdiri atas empat kelompok utama sklerit, yaitu notum (dorsal), sternum (ventral) dan sepasang pleura samping (tunggal pleuron). Masing-masing kelompok sering dibagi ke dalam dua sklerit atau lebih. Suatu sklerit yang khas ditunjukkan oleh melekatnya awalan yang sebenarnya (misalnya pro, meso, meta). Dalam kata lain pronotum berhubungan dengan puncak sklerit pada prothorax.

Kaki

Kaki untuk berjalan merupakan bentuk kaki yang umum dari semua tipe yang akan berkembang lebih lanjut. Masing-masing kaki terdiri atas (Gambar 5) sebuah

(7)

coxa (ruas pangkal), trochanter (ruas kecil, sering dua ruas, ujung da

ruas kaki pertama yang panjang), tibia (ruas kaki kedua yang panjang), tarsus (satu sampai lima ruas kecil di bawah t

terdiri atas claw dan satu atau lebih bangunan menyerupai tapak kaki). Serangga serangga memiliki kaki yang diadaptasikan untuk meloncat, memegang, berenang dan menggali (Gambar 5). Ciri-ciri pada kak

yang begitu luas oleh karena variasi

jumlah ruas tarsus dan jumlah, bentuk serta letak du

Serangga-serangga yang belum dewasa mungkin memiliki kaki dideskripsi di atas, mungkin tanpa kaki atau mungkin memiliki kaki beruas dan lunak, tonjolan-tonjolan abdominal yang tidak beruas

semu (prolegs). Ujung dan kaki semu pada larva Lepidoptera berisi du

(crochets) yang menolong larva atau ulat tersebut melekatkan dirinya pada sutera. Kaki untuk meloncat (belalang kayu, gangsir, jangk

besar dan kuat), kaki untuk memegang (belalang se

membesar), kaki untuk berenang (Coleopteral Hemiptera yang hidup di air memiliki tarsus berubah seperti dayung untuk berenang), kaki untuk menggali (orong memiliki tibia kaki depan membesar).

Sayap

Kebanyakan serangga dewasa memiliki sepasang

terletak secara dorsolateral pada mesothorax dan metathorax. Sayap digunakan dalam identifikasi serangga sebab mereka bervariasi dalam ju

coxa (ruas pangkal), trochanter (ruas kecil, sering dua ruas, ujung dari coxa), femur ( ruas kaki pertama yang panjang), tibia (ruas kaki kedua yang panjang), tarsus (satu sampai lima ruas kecil di bawah tibia), dan pretarsus (ruas kaki terakhir, secara normal terdiri atas claw dan satu atau lebih bangunan menyerupai tapak kaki). Serangga serangga memiliki kaki yang diadaptasikan untuk meloncat, memegang, berenang dan

ciri pada kaki sering digunakan untuk identifikasi serangga yang begitu luas oleh karena variasi-vaniasi yang besar dalam ukuran kaki, bentuk,

lah ruas tarsus dan jumlah, bentuk serta letak duri-duri.

serangga yang belum dewasa mungkin memiliki kaki-kaki ya

dideskripsi di atas, mungkin tanpa kaki atau mungkin memiliki kaki-kaki thorax yang tonjolan abdominal yang tidak beruas-ruas disebut kaki semu (prolegs). Ujung dan kaki semu pada larva Lepidoptera berisi du

(crochets) yang menolong larva atau ulat tersebut melekatkan dirinya pada sutera. Kaki untuk meloncat (belalang kayu, gangsir, jangkrik memiliki femur kaki belakang besar dan kuat), kaki untuk memegang (belalang sembah memiliki tibia kaki depan kaki untuk berenang (Coleopteral Hemiptera yang hidup di air memiliki tarsus berubah seperti dayung untuk berenang), kaki untuk menggali (orong memiliki tibia kaki depan membesar).

Kebanyakan serangga dewasa memiliki sepasang sayap yang membraneus terletak secara dorsolateral pada mesothorax dan metathorax. Sayap-sayap sering digunakan dalam identifikasi serangga sebab mereka bervariasi dalam jumlah, ukuran, coxa), femur ( ruas kaki pertama yang panjang), tibia (ruas kaki kedua yang panjang), tarsus (satu ibia), dan pretarsus (ruas kaki terakhir, secara normal terdiri atas claw dan satu atau lebih bangunan menyerupai tapak kaki). Serangga-serangga memiliki kaki yang diadaptasikan untuk meloncat, memegang, berenang dan

i sering digunakan untuk identifikasi serangga vaniasi yang besar dalam ukuran kaki, bentuk, kaki yang telah kaki thorax yang ruas disebut kaki semu (prolegs). Ujung dan kaki semu pada larva Lepidoptera berisi duri-duri kait (crochets) yang menolong larva atau ulat tersebut melekatkan dirinya pada sutera. ik memiliki femur kaki belakang bah memiliki tibia kaki depan kaki untuk berenang (Coleopteral Hemiptera yang hidup di air memiliki tarsus berubah seperti dayung untuk berenang), kaki untuk menggali (orong-orong

sayap yang membraneus sayap sering lah, ukuran,

(8)

bentuk, tekstur, venasi dan posisi menggantung pada waktu istirahat. B serangga seperti lalat hanya merniliki sepasang sayap yang muncul da sedangkan yang lain misalnya ekor pegas dan

dan ikan perak tidak pernah membentuk sayap, sementara

memiliki nenek moyang bersayap tetapi berkembang ke dalam bentuk bersayap.

Sayap-sayap serangga adalah unik, karena berkembang sebagai sk tumbuh keluar dari dinding tubuh serangga sebagai pengganti da

badan sebagaimana pada vertebrata. Sayap bangunan yang utuh kecuali untuk vena

berlubang yang berisi trachea, darah dan saraf. Sayap memiliki kekuatan teruta oleh kontraksi otot dan perluasan da

terutama melekat pada sklerit dalam dinding tubuh thorax sebagai pengganti pelekatan yang langsung dari sayap seperti burung.

Fungsi utama sayap adalah terbang. Sayap depan pada beberapa serangga misalnya kumbang berkemba

(tunggal: elytron) yang berperanan sebagai baju baja pelindung. Pada kepik, ordo Hemiptera, bagian pangkal sayap depan adalah menebal dan bagian ujung membraneus yang disebut hemelytron (jamak: hemelytr

Vena-vena sayap merupakan suatu ciri taksonomis yang penting karena yang besar dalam sayap serangga. Suatu penggunaan yang luas

menamai vena-vena telah berkembang. Suatu venasi sayap yang umu pada Gambar 6.

Abdomen

Merupakan bagian posterior tubuh serangga. Abdomen serangga secara umum terdiri atas sebelas ruas yang agak serupa (uniform) dengan ruas

akhir membentuk alat-alat tubuh

bentuk, tekstur, venasi dan posisi menggantung pada waktu istirahat. B

serangga seperti lalat hanya merniliki sepasang sayap yang muncul dari mesothorax isalnya ekor pegas dan fleas adalah tidak bersayap. Ekor pegas dan ikan perak tidak pernah membentuk sayap, sementara fleas dan kutu burung iki nenek moyang bersayap tetapi berkembang ke dalam bentuk-bentuk tidak sayap serangga adalah unik, karena berkembang sebagai skleletal yang

dinding tubuh serangga sebagai pengganti dari anggota

pada vertebrata. Sayap-sayap serangga dewasa merupakan bangunan yang utuh kecuali untuk vena-vena yang merupakan bangunan yang

lubang yang berisi trachea, darah dan saraf. Sayap memiliki kekuatan teruta oleh kontraksi otot dan perluasan dari thorax. Otot-otot yang rnenggerakkan sayap

erit dalam dinding tubuh thorax sebagai pengganti pelekatan sayap seperti burung.

Fungsi utama sayap adalah terbang. Sayap depan pada beberapa serangga misalnya kumbang berkembang menjadi menebal, keras dan menanduk disebut elytra (tunggal: elytron) yang berperanan sebagai baju baja pelindung. Pada kepik, ordo iptera, bagian pangkal sayap depan adalah menebal dan bagian ujung membraneus yang disebut hemelytron (jamak: hemelytra).

vena sayap merupakan suatu ciri taksonomis yang penting karena yang besar dalam sayap serangga. Suatu penggunaan yang luas terminology

vena telah berkembang. Suatu venasi sayap yang umum diilustrasikan

Merupakan bagian posterior tubuh serangga. Abdomen serangga secara umum terdiri atas sebelas ruas yang agak serupa (uniform) dengan ruas-ruas yang paling

alat tubuh/ genetalia.

bentuk, tekstur, venasi dan posisi menggantung pada waktu istirahat. Beberapa mesothorax adalah tidak bersayap. Ekor pegas fleas dan kutu burung bentuk tidak eletal yang anggota-anggota sayap serangga dewasa merupakan vena yang merupakan bangunan yang lubang yang berisi trachea, darah dan saraf. Sayap memiliki kekuatan terutama otot yang rnenggerakkan sayap erit dalam dinding tubuh thorax sebagai pengganti pelekatan Fungsi utama sayap adalah terbang. Sayap depan pada beberapa serangga ng menjadi menebal, keras dan menanduk disebut elytra (tunggal: elytron) yang berperanan sebagai baju baja pelindung. Pada kepik, ordo iptera, bagian pangkal sayap depan adalah menebal dan bagian ujung vena sayap merupakan suatu ciri taksonomis yang penting karena variasi terminology untuk diilustrasikan

Merupakan bagian posterior tubuh serangga. Abdomen serangga secara umum ruas yang paling

(9)

Alat-alat tubuh pada abdomen tidak dijumpai

kecuali bangunan-bangunan yang terietak pada abdomen posterior. Perkecualian yang utama adalah:

(1) Insang pada ruas abdomen serangga

(2) Alat tubuh abdomen yang disebut styli pada Thysaneura.

(3) Alat-alat tubuh abdomen yang disebut colophora, furcula, tenaculum pada ekor pegas (Collembola).

(4) Kaki semu pada larva-larva Lepidoptera.

Pada serangga-serangga, baik yang jantan maupun yang betina, ruas abdomen yang paling akhir akan berubah bentuknya (termodifi

genetalia ini dapat digunakan sebagai ciri

kelompok-kelompok serangga, khususnya tingkatan species.

Pada species serangga jenis kelaminnya dapat dibedakan berdasarkan struktur genetalia luar. Genetalia yang betina sangat kompleks dengan variasi yang lebih pada tingkat species daripada struktur serangga yang lain. Pada alat genetalia betina terdapat ovivositor yang berguna untuk meletakkan telurnya.

B. Struktur Interna Tubuh Serangga Sistem Pencernaan

Adanya variasi dan keunikan kebiasaan makan pada kebanyakan serangga mengakibatkan adanya variasi dalam sistem pencernaannya. Pencernaan dan absorpsi makanan terjadi dalam saluran pencernaan. Secara umum sistem pencernaan pada serangga dengan alat mulut penggigit dan pengunyah yang paling sederhana, contoh pada ordo Orthoptera, (Gambar 7). Saluran pencernaan meluas dan mulut sarnpai ke anus, dibedakan menjadi 3 (tiga) daerah yang berbeda, yaitu usus depan (fore gut), usus tengah (

Gambar 7. Sistem pencernaan pada serangga

a: alat mulut, b : pharynx, c : esophagus, d : crop, e : proventriculus, f : gastric caeca, g: ventriculus, h : tubulus maiphigi, i : usus besar, j alat tubuh pada abdomen tidak dijumpai untuk sebagian besar

bangunan yang terietak pada abdomen posterior. Perkecualian yang utama adalah:

Insang pada ruas abdomen serangga-serangga mayfly yang belum dewasa. Alat tubuh abdomen yang disebut styli pada Thysaneura.

lat tubuh abdomen yang disebut colophora, furcula, tenaculum pada ekor larva Lepidoptera.

serangga, baik yang jantan maupun yang betina, ruas abdomen yang paling akhir akan berubah bentuknya (termodifikasi) menjadi alat genetalia. Alat i dapat digunakan sebagai ciri-ciri taksonomi yang bernilai untuk banyak kelompok serangga, khususnya tingkatan species.

Pada species serangga jenis kelaminnya dapat dibedakan berdasarkan struktur etalia luar. Genetalia yang betina sangat kompleks dengan variasi yang lebih pada tingkat species daripada struktur serangga yang lain. Pada alat genetalia betina terdapat ovivositor yang berguna untuk meletakkan telurnya.

Serangga

Adanya variasi dan keunikan kebiasaan makan pada kebanyakan serangga mengakibatkan adanya variasi dalam sistem pencernaannya. Pencernaan dan absorpsi makanan terjadi dalam saluran pencernaan. Secara umum sistem rangga dengan alat mulut penggigit dan pengunyah yang paling sederhana, contoh pada ordo Orthoptera, (Gambar 7). Saluran pencernaan meluas dan mulut sarnpai ke anus, dibedakan menjadi 3 (tiga) daerah yang berbeda, yaitu usus depan (fore gut), usus tengah (mid gut), usus belakang (hind gut).

Gambar 7. Sistem pencernaan pada serangga

a: alat mulut, b : pharynx, c : esophagus, d : crop, e : proventriculus, : gastric caeca, g: ventriculus, h : tubulus maiphigi, i : usus besar, j untuk sebagian besar serangga

yang belum dewasa. lat tubuh abdomen yang disebut colophora, furcula, tenaculum pada ekor

serangga, baik yang jantan maupun yang betina, ruas abdomen kasi) menjadi alat genetalia. Alat ciri taksonomi yang bernilai untuk banyak Pada species serangga jenis kelaminnya dapat dibedakan berdasarkan struktur etalia luar. Genetalia yang betina sangat kompleks dengan variasi yang lebih pada tingkat species daripada struktur serangga yang lain. Pada alat genetalia betina

Adanya variasi dan keunikan kebiasaan makan pada kebanyakan serangga mengakibatkan adanya variasi dalam sistem pencernaannya. Pencernaan dan absorpsi makanan terjadi dalam saluran pencernaan. Secara umum sistem rangga dengan alat mulut penggigit dan pengunyah yang paling sederhana, contoh pada ordo Orthoptera, (Gambar 7). Saluran pencernaan meluas dan mulut sarnpai ke anus, dibedakan menjadi 3 (tiga) daerah yang berbeda, yaitu

a: alat mulut, b : pharynx, c : esophagus, d : crop, e : proventriculus, : gastric caeca, g: ventriculus, h : tubulus maiphigi, i : usus besar, j

(10)

Universitas Gadjah Mada : usus kecil, k : rectum, I : usus depan, m : usus tengah, n : usus belakang

Makanan dikumpulkan dan disiapkan dicerna oleh alat mulut dan kemudian masuk ke dalam saluran pencernaan. Usus depan dibagi menjadi beberapa bagian yaitu pharinx, esophagus, crop, proventriculus dan klep usus depan. Usus tengah terdiri atas gastric caeca dan ventriculus. Usus belakang terdiri atas tubulus malfigi (malphigian tubules), usus besar (large intestine), usus kecil (small intestine), dan rectum.

Usus depan merupakan organ penyimpanan namun demikian sejumlah pelumatan, pencampuran dan pencernaan juga terjadi. Gastric caeca merupakan tonjolan keluar menyerupai jari pada bagian anterior/ depan usus tengah yang rnemproduksi digestive juice. Pada ventriculus makanan dicerna dan diabsorpsi. Tubulus malfigi merupakan tabung excretory pada ujung anterior usus belakang yang bercabang-cabang ke segala arah. Pada usus kecil dan usus besar makanan dicerna dan diabsorpsi, dan sisa makanan selanjutnya masuk ke dalam rectum yang bekerja sebagai pengumpul dan mengepres sisa-sisa makanan yang selanjutnya dikeluarkan melalui anus berupa butiran-butiran yang disebut frass. Di dalam rectum juga terdapat fungsi penting, yaitu reabsorpsi air, asam-asam amino dan garam-garam mineral. Pada semua serangga mempunyai sistem pencernaan yang mengandung mikro organisme yang terdapat pada usus belakang. Pada sistem pencernaan makanan dalam usus belakang rayap dan kecoa terdapat simbion yang berupa Protozoa dan Bakteri yang komplek yang sangat penting untuk pencernaan makanan, terutama selulosa.

Sistem peredaran darah

Sistem peredaran darah pada serangga, disebut dengan sistem peredaran darah terbuka, lain halnya pada sistem peredaran darah pada manusia, Vertebrata, burung dan lain-lain yang mempunyai sistem peredaran darah tertutup. Sistem peredaran darah pada serangga hanya terdiri atas 2 organ utama, yaitu jantung dan aorta dorsal (Gambar 8).

(11)

Darah masuk ke dalam jantung melalui lubang seperti celah dan selanjutya dipompa ke depan melalui aorta dorsal ke kepala, selanjutnya darah bergerak secara bebas dan perlahan-lahan melalui kepala, thorax dan abdomen, mengaliri dan melumasi ke seluruh anggota tubuh

adanya gerakan peristaltik jantung (tidak dikendalikan oleh syaraf). Fungsi utama darah adalah mengangkut makanan, sisa

hormon dan satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain, sedangkan fungsi yang lain adalah:

(1) Melumasi bangunan-bangunan interna.

(2) Bertindak sebagai medium hidraulik, misal meluasnya sayap dan munculnya serangga dewasa dan yang muda.

(3) Proteksi terhadap penyakit

dengan cara: a. pagositosis (penyakit dan lain

dicerna oleh darah), b. enkapsulasi (penyakit dan benda lain diselubungi, dan c. koagulasi penyakit dan benda lain digumpalkan oleh darah) atau dengan menutup luka.

(4) Menyediakan (bertindak sebagai) s

metabolisme sisa-sisa makanan pada serangga kecil.

Suatu lemak tubuh yang merupakan agregasi sel secara bervariasi didistribusi di dalam darah serangga tergantung pada speciesnya. Sel lemak tubuh ber sebagai tendon/ gudang makanan, yang berupa bahan

dan merupakan bagian yang penting pada metabolisme intermedier.

Cadangan makanan dalam jumlah yang besar dikumpulkan dalam sel lemak tubuh selama nimfa terakhir atau ins

metamorfosis sempurna. Bahan

selama stadium pupa tidak makan. Beberapa serangga yang pada waktu dewasa tidak suk ke dalam jantung melalui lubang seperti celah dan selanjutya dipompa ke depan melalui aorta dorsal ke kepala, selanjutnya darah bergerak secara lahan melalui kepala, thorax dan abdomen, mengaliri dan melumasi ke seluruh anggota tubuh. Pemompaan darah dan jantung ke kepala karena adanya gerakan peristaltik jantung (tidak dikendalikan oleh syaraf).

Fungsi utama darah adalah mengangkut makanan, sisa-sisa makanan dan hormon dan satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain, sedangkan fungsi

bangunan interna.

Bertindak sebagai medium hidraulik, misal meluasnya sayap dan munculnya serangga dewasa dan yang muda.

Proteksi terhadap penyakit-penyakit atau benda-benda lain di dalam tubuh ositosis (penyakit dan lain-lain di dalam tubuh dimakan / dicerna oleh darah), b. enkapsulasi (penyakit dan benda lain diselubungi, dan c. koagulasi penyakit dan benda lain digumpalkan oleh darah) atau dengan Menyediakan (bertindak sebagai) suatu gudang yang sederhana untuk sisa makanan pada serangga-serangga yang berukuran Suatu lemak tubuh yang merupakan agregasi sel secara bervariasi didistribusi di dalam darah serangga tergantung pada speciesnya. Sel lemak tubuh ber

gudang makanan, yang berupa bahan-bahan misalnya lemak, protein dan merupakan bagian yang penting pada metabolisme intermedier.

Cadangan makanan dalam jumlah yang besar dikumpulkan dalam sel lemak tubuh selama nimfa terakhir atau instar-instar larva, terutama pada serangga dengan metamorfosis sempurna. Bahan-bahan ini menyediakan nutrisi dan bahan-bahan baku selama stadium pupa tidak makan. Beberapa serangga yang pada waktu dewasa tidak suk ke dalam jantung melalui lubang seperti celah dan selanjutya dipompa ke depan melalui aorta dorsal ke kepala, selanjutnya darah bergerak secara lahan melalui kepala, thorax dan abdomen, mengaliri dan . Pemompaan darah dan jantung ke kepala karena sisa makanan dan hormon dan satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain, sedangkan fungsi darah

Bertindak sebagai medium hidraulik, misal meluasnya sayap dan munculnya benda lain di dalam tubuh lain di dalam tubuh dimakan / dicerna oleh darah), b. enkapsulasi (penyakit dan benda lain diselubungi, dan c. koagulasi penyakit dan benda lain digumpalkan oleh darah) atau dengan uatu gudang yang sederhana untuk serangga yang berukuran Suatu lemak tubuh yang merupakan agregasi sel secara bervariasi didistribusi di dalam darah serangga tergantung pada speciesnya. Sel lemak tubuh berfungsi bahan misalnya lemak, protein Cadangan makanan dalam jumlah yang besar dikumpulkan dalam sel lemak instar larva, terutama pada serangga dengan bahan baku selama stadium pupa tidak makan. Beberapa serangga yang pada waktu dewasa tidak

(12)

makan, menyimpan sel-sel lemak tubuhnya pada sta nutrisi dan lemak tubuh ini.

Sistem respirasi

Kebutuhan oksigen, transportasinya ke jaringan pada sebagian besar serangga dikerjak

Sistem-sistem ini oleh beberapa ahli Ilmu Hama dinamakan sistem pernafasan, sistem tracheal atau sistem ventilasi. Spiraculum merupakan lubang luar pada sistern respirasi. Suatu serangga yang khas mempunyai sepasang pada mesothorax dan metathorax dan sepasang pada 8 ruas

masing-masing sisi ruas tubuh serangga dihubungkan dengan sebuah trachea atau tabung udara yang terletak secara longitudinal (memanjang) sedikit ke dalam eksoskeleton. Dan 2 batang trachea utama trachea tambahan bercaban

dalam banyak jurusan, menjadi lebih kecil dan lebih meluas sehingga seluruh jaringan di dalam tubuh serangga dapat dicapainya. Cabang

sangat lembut/ halus disebut tracheolus. Trachea samping beberapa serangga membesar pada tempat-tempat tertentu untuk membentuk kantong udara yang besar. Kantong-kantong udara tersebut bertindak sebagai gudang udara untuk membantu di dalam respirasi.

Sistem ekskresi

Organ-organ ekskresi utama pada sebagian besar serangga adalah tubulus malfigi. Bahan-bahan sisa metabolisme teruta

asam-asam urea diabsorpsi dan darah oleh tubulus dilewatkan melalui usus belakang da

untuk memelihara lingkungan internal yang konstan melalui eliminasi bahan sisa dan darah dan melalui pengaturan garam dan keseimbangan air.

sel lemak tubuhnya pada stadium dewasa dan memperoleh

Kebutuhan oksigen, transportasinya ke jaringan-jaringan dan perpindahan pada sebagian besar serangga dikerjakan oleh spriraculum (stigma) dan trachea.

beberapa ahli Ilmu Hama dinamakan sistem pernafasan, sistem tracheal atau sistem ventilasi. Spiraculum merupakan lubang luar pada sistern respirasi. Suatu serangga yang khas mempunyai sepasang pada mesothorax dan metathorax dan sepasang pada 8 ruas-ruas abdomen yang pertama. Spiraculum pada masing sisi ruas tubuh serangga dihubungkan dengan sebuah trachea atau tabung udara yang terletak secara longitudinal (memanjang) sedikit ke dalam eksoskeleton. Dan 2 batang trachea utama trachea tambahan bercaban

dalam banyak jurusan, menjadi lebih kecil dan lebih meluas sehingga seluruh jaringan di dalam tubuh serangga dapat dicapainya. Cabang-cabang terminal trachea yang halus disebut tracheolus. Trachea samping beberapa serangga tempat tertentu untuk membentuk kantong udara yang besar. kantong udara tersebut bertindak sebagai gudang udara untuk membantu di

organ ekskresi utama pada sebagian besar serangga adalah tubulus bahan sisa metabolisme terutama garam-garam natrium dan kalium dan asam urea diabsorpsi dan darah oleh tubulus ini, ditransportasi dan selanjutnya dilewatkan melalui usus belakang dan anus. Fungsi utama sistem ekskresi adalah

ihara lingkungan internal yang konstan melalui eliminasi bahan sisa dan darah dan melalui pengaturan garam dan keseimbangan air.

dium dewasa dan memperoleh

jaringan dan perpindahan CO2 trachea.

beberapa ahli Ilmu Hama dinamakan sistem pernafasan, sistem tracheal atau sistem ventilasi. Spiraculum merupakan lubang luar pada sistern respirasi. Suatu serangga yang khas mempunyai sepasang pada mesothorax dan domen yang pertama. Spiraculum pada masing sisi ruas tubuh serangga dihubungkan dengan sebuah trachea atau tabung udara yang terletak secara longitudinal (memanjang) sedikit ke dalam eksoskeleton. Dan 2 batang trachea utama trachea tambahan bercabang-cabang dalam banyak jurusan, menjadi lebih kecil dan lebih meluas sehingga seluruh jaringan cabang terminal trachea yang halus disebut tracheolus. Trachea samping beberapa serangga tempat tertentu untuk membentuk kantong udara yang besar. kantong udara tersebut bertindak sebagai gudang udara untuk membantu di

organ ekskresi utama pada sebagian besar serangga adalah tubulus garam natrium dan kalium dan i, ditransportasi dan selanjutnya anus. Fungsi utama sistem ekskresi adalah ihara lingkungan internal yang konstan melalui eliminasi bahan-bahan

(13)

Sistem syaraf

Sistem syaraf sentral yang umum pada serangga terdiri atas sebuah otak yang terletak pada bagian dorsal di

mengedarkannya ke saluran makanan dan ganglion

ventral yang saling dihubungkan untuk membentuk tali syaraf ventral.

Syaraf-syaraf meluas dan otak dan tali tubuh. Syaraf-syaraf melakukan informasi dan organ

eksoskeleton kepada ganglion yang melahirkan suatu impuls gerak yang mengalir ke otot-otot tertentu. Organ-organ perasa mi adalah sangat canggih (sophisticated) dan biasanya membangkitkan gairah hanya dengan satu tipe stimulus yang khas, misalnya mekanis, khemis, pendengaran dan visual! gambaran.

Sistem reproduksi

Sebagian besar serangga berbiak secara biseksual, tetapi beberapa serangga berbiak dengan parthenogenesi

pembuahan. Sistem reproduksi jantan yang umum (Gambar 11) terletak pada abdomen posterior terakhir dan biasanya terdiri atas sepasang testes, sejumlah tabung dan kelenjar accessory. Fungsi sistem reproduksi jantan

menyimpan dan menyampaikan (men

umum (Gambar 11) juga terletak pada abdomen posterior terakhir dan biasanya terdin atas sepasang ovarium, sejumlah tabung dan vagina.

Fungsi sistem reproduksi betina adalah memproduksi teIur, menyimpan telur dan sperma, sebagai bidang atau tempat untuk pembuahan dan ovivosisi telur yang telah dibuahi. Ada perbedaan-perbedaan yang cukup nyata pada beberapa sistem reproduksi pada serangga.

Sistem syaraf sentral yang umum pada serangga terdiri atas sebuah otak yang terletak pada bagian dorsal di dalam kepala sepasang penghubung yang mengedarkannya ke saluran makanan dan ganglion-ganglion yang terletak secara ventral yang saling dihubungkan untuk membentuk tali syaraf ventral.

syaraf meluas dan otak dan tali-tali syaraf ventral ke berbagai

syaraf melakukan informasi dan organ-organ perasa yang terletak pada eksoskeleton kepada ganglion yang melahirkan suatu impuls gerak yang mengalir ke organ perasa mi adalah sangat canggih (sophisticated) dan biasanya membangkitkan gairah hanya dengan satu tipe stimulus yang khas, misalnya mekanis, khemis, pendengaran dan visual! gambaran.

Sebagian besar serangga berbiak secara biseksual, tetapi beberapa serangga berbiak dengan parthenogenesis yaitu dengan telur yang berkembang tanpa pembuahan. Sistem reproduksi jantan yang umum (Gambar 11) terletak pada abdomen posterior terakhir dan biasanya terdiri atas sepasang testes, sejumlah tabung dan kelenjar accessory. Fungsi sistem reproduksi jantan adalah memproduksi, menyimpan dan menyampaikan (men-deliver) sperma. Sistem reproduksi betina yang umum (Gambar 11) juga terletak pada abdomen posterior terakhir dan biasanya terdin atas sepasang ovarium, sejumlah tabung dan vagina.

si betina adalah memproduksi teIur, menyimpan telur dan sperma, sebagai bidang atau tempat untuk pembuahan dan ovivosisi telur yang telah perbedaan yang cukup nyata pada beberapa sistem Sistem syaraf sentral yang umum pada serangga terdiri atas sebuah otak yang dalam kepala sepasang penghubung yang ganglion yang terletak secara

tali syaraf ventral ke berbagai bagian organ perasa yang terletak pada eksoskeleton kepada ganglion yang melahirkan suatu impuls gerak yang mengalir ke organ perasa mi adalah sangat canggih (sophisticated) dan biasanya membangkitkan gairah hanya dengan satu tipe stimulus yang khas, misalnya

Sebagian besar serangga berbiak secara biseksual, tetapi beberapa serangga s yaitu dengan telur yang berkembang tanpa pembuahan. Sistem reproduksi jantan yang umum (Gambar 11) terletak pada abdomen posterior terakhir dan biasanya terdiri atas sepasang testes, sejumlah tabung adalah memproduksi, deliver) sperma. Sistem reproduksi betina yang umum (Gambar 11) juga terletak pada abdomen posterior terakhir dan biasanya terdin si betina adalah memproduksi teIur, menyimpan telur dan sperma, sebagai bidang atau tempat untuk pembuahan dan ovivosisi telur yang telah perbedaan yang cukup nyata pada beberapa sistem

(14)

Sistem endokrin

Sistem syaraf dan sistem endokr

serangga. Sistem syaraf terutama terlibat dengan penyesuaian yang cepat terhadap perubahan lingkungan, sementara sistem endokrin mengatur proses

lambat dan lebih panjang, misa

Hormon

Pengertian dasar tentang hormon serangga adalah penting karena suatu hormon, rnisalnya juvenil hormon mungk

mengelola serangga hama. Hormon merupakan

dalam darah serangga dan suatu organ yang khusus. Hormon oleh darah ke dalam semua daerah tubuh (suatu) serangga. Hor mempengaruhi atau mengaktifkan organ

fisiologis. Ada 3 macam hormon, yaitu hormon otak (brain hormone), hormon ganti kulit (molting hormone) dan hor

perkembangan serangga. Sel hormon otak yang diakumulas

darah hormon otak mengaktifkan glandula protoraxis yang kemudian mensekresikan hormon ganti kulit yang disebut ecdy sone. Ecdysone memprakarsai pertumbuhan, perkembangan dan ganti kulit

mensekresi hormon juvenil yang bekerja bersama

mengatur pertumbuhan yang cepat dan perkembangan serangga. Fungsi utama ecadysone adalah untuk secara periodis mempengaruhi gan

hormon terutama menentukan tipe ganti ku apabila juvenil hormon dalam kulit adalah renda

(tanpa metamorfosis, metamorfosis tidak sederhana dan

gradual) berubah menjadi stadium dewasa sedangkan serangga

metamorfosis sempurna berubah menjadi stadium pupa kemudian menjadi stadium Sistem syaraf dan sistem endokrin rnengkoordnasi aktivitas berbagai organ pada serangga. Sistem syaraf terutama terlibat dengan penyesuaian yang cepat terhadap perubahan lingkungan, sementara sistem endokrin mengatur proses-proses yang lebih

ih panjang, misalnya pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi. Pengertian dasar tentang hormon serangga adalah penting karena suatu

hormon mungkin menjadi alat yang potens

mengelola serangga hama. Hormon merupakan substansi kimia yang disekresikan ke serangga dan suatu organ yang khusus. Hormon-hormon in

oleh darah ke dalam semua daerah tubuh (suatu) serangga. Hormon-hormon tersebut mempengaruhi atau mengaktifkan organ-organ khusus yang lain atau proses

fisiologis. Ada 3 macam hormon, yaitu hormon otak (brain hormone), hormon ganti kulit rmon juvenil, yang mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan serangga. Sel-sel neuro sekretori dalam otak serangga mensekresi rmon otak yang diakumulasi di dalam corpus cardiaca, apabila dilepaskan dalam darah hormon otak mengaktifkan glandula protoraxis yang kemudian mensekresikan hormon ganti kulit yang disebut ecdy sone. Ecdysone memprakarsai pertumbuhan, i kulit/perubahan bentuk pada serangga. Corpora allata mensekresi hormon juvenil yang bekerja bersama-sama dengan ecdysone untuk mengatur pertumbuhan yang cepat dan perkembangan serangga. Fungsi utama

cara periodis mempengaruhi ganti kulit, sedangkan juven hormon terutama menentukan tipe ganti kulit. Ganti kulit pada suatu nimfa terjad

la juvenil hormon dalam kulit adalah rendah/ tidak ada, maka serangga

orfosis tidak sederhana dan metamorfosis sederhana atau gradual) berubah menjadi stadium dewasa sedangkan serangga-serangga dengan a berubah menjadi stadium pupa kemudian menjadi stadium aktivitas berbagai organ pada serangga. Sistem syaraf terutama terlibat dengan penyesuaian yang cepat terhadap proses yang lebih nya pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi. Pengertian dasar tentang hormon serangga adalah penting karena suatu

alat yang potensial dalam substansi kimia yang disekresikan ke ini diangkut hormon tersebut au proses-proses fisiologis. Ada 3 macam hormon, yaitu hormon otak (brain hormone), hormon ganti kulit il, yang mengendalikan pertumbuhan dan otak serangga mensekresi dalam corpus cardiaca, apabila dilepaskan dalam darah hormon otak mengaktifkan glandula protoraxis yang kemudian mensekresikan hormon ganti kulit yang disebut ecdy sone. Ecdysone memprakarsai pertumbuhan, perubahan bentuk pada serangga. Corpora allata sama dengan ecdysone untuk mengatur pertumbuhan yang cepat dan perkembangan serangga. Fungsi utama ti kulit, sedangkan juveniI t pada suatu nimfa terjadi tidak ada, maka serangga-serangga metamorfosis sederhana atau serangga dengan a berubah menjadi stadium pupa kemudian menjadi stadium

(15)

dewasa. Di samping mempengaruhi (l) (2) tipe diapause serangga dan p

misal perkembangan telur (ovari), pembentukan kuning telur di dalam telur, pematangan pada serangga dewasa.

Feromon

Merupakan substansi kimia yang disekresikan ke suatu individu yang rnempe

sama. Feromon berkaitan dengan banyak fungsi perilaku, misalnya perilaku seksual, ovivosisi, peranan peringatan dan pertahanan, merakit dan membentu

mengikuti tanda serta tipe-tipe komunikasi yang lain pada serangga Feromon seksual biasanya diproduksi dala

suatu species dan dipancarkan untuk rnendatangkan respon perilaku dan jenis yang berlawanan untuk tujuan

dalam jumlah yang sangat sedikit (10

atau senyawa campuran. Feromon seksual dapat dilepaskan oleh yang betina, yang jantan atau keduanya betina dan jantan dan bervariasi berdasarkan species. Walaupun demikian feromon seksual yang diproduksi oleh betina urnumnya bertindak sebagai penarik seks yang diproduksi oleh jantan berfungsi sebagai perangsang seks (aphrodisiucts). Feromon-feromon seksual

species. Betina-betina pada kebanyakan species dalam ordo Lepidoptera dan Coleoptera memancarkan feromon seksual. Pelepasan feromon seksual merupakan suatu proses yang komplek, melibatkan pemata

perawan, waktu dari hari periode kawin, periode penyinaran, suhu, kecepatan angin dan intensitas cahaya. Species

dewasa. Di samping mempengaruhi (l) tipe ganti kulit, juvenil hormone juga me rangga dan penting untuk (3) berbagai proses-proses r

misal perkembangan telur (ovari), pembentukan kuning telur di dalam telur, atangan pada serangga dewasa.

Merupakan substansi kimia yang disekresikan ke dalam suatu Iingkungan oleh ngaruhi perilaku individu yang lain pada spesies yang sama. Feromon berkaitan dengan banyak fungsi perilaku, misalnya perilaku seksual, ovivosisi, peranan peringatan dan pertahanan, merakit dan membentuk agregasi dan tipe komunikasi yang lain pada serangga-serangga sosial. Feromon seksual biasanya diproduksi dalam glandula khusus oleh satu jenis kelamin suatu species dan dipancarkan untuk rnendatangkan respon perilaku dan jenis

yang berlawanan untuk tujuan-tujuan kawin. Feromon seksual secara biologis aktif jumlah yang sangat sedikit (10-14 mg) dan mungkin terdiri atas senyawa tunggal atau senyawa campuran. Feromon seksual dapat dilepaskan oleh yang betina, yang jantan atau keduanya betina dan jantan dan bervariasi berdasarkan species. Walaupun demikian feromon seksual yang diproduksi oleh betina urnumnya bertindak sebagai penarik seks yang diproduksi oleh jantan berfungsi sebagai perangsang seks feromon seksual ini biasanya adalah sangat khas dalam betina pada kebanyakan species dalam ordo Lepidoptera dan Coleoptera memancarkan feromon seksual. Pelepasan feromon seksual merupakan suatu proses yang komplek, melibatkan pematangan seksual dan umur betina yang periode kawin, periode penyinaran, suhu, kecepatan angin dan intensitas cahaya. Species-species Lepidoptera dan Coleoptera betina yang juga mengatur s reproduksi, misal perkembangan telur (ovari), pembentukan kuning telur di dalam telur,

dalam suatu Iingkungan oleh garuhi perilaku individu yang lain pada spesies yang sama. Feromon berkaitan dengan banyak fungsi perilaku, misalnya perilaku seksual, k agregasi dan serangga sosial. glandula khusus oleh satu jenis kelamin suatu species dan dipancarkan untuk rnendatangkan respon perilaku dan jenis kelamin tujuan kawin. Feromon seksual secara biologis aktif mg) dan mungkin terdiri atas senyawa tunggal atau senyawa campuran. Feromon seksual dapat dilepaskan oleh yang betina, yang jantan atau keduanya betina dan jantan dan bervariasi berdasarkan species. Walaupun demikian feromon seksual yang diproduksi oleh betina urnumnya bertindak sebagai penarik seks yang diproduksi oleh jantan berfungsi sebagai perangsang seks i biasanya adalah sangat khas dalam betina pada kebanyakan species dalam ordo Lepidoptera dan Coleoptera memancarkan feromon seksual. Pelepasan feromon seksual merupakan ngan seksual dan umur betina yang periode kawin, periode penyinaran, suhu, kecepatan angin species Lepidoptera dan Coleoptera betina yang

(16)

Universitas Gadjah Mada melepaskan feromon seksual melaui proses yang rumit, pada dasarnya dapat dijelaskan dengan tahap-tahap sebagai berikut:

(1) Mengaktifkan serangga-serangga jantan species sama yang sedang beristirahat

(2) Orientasi serangga jantan menuju sumber feromon;

(3) Hubungan-hubungan variasi perilaku kisaran pendek yang disebut courtship yang menstimulasi betina untuk kawin.

Feromon seksual betina secara normal diproduksi di dalam glandula yang terletak di dalam abdomen yang dilepaskan oleh betina ke udara dan dipindahkan oleh aliran angin untuk tujuan kawin. Seekor jantan yang berada pada aliran angin dan yang betina merasakan bau lewat chemoreceptor pada antennanya menjadi aktif dan kemudian terbang dalam pola zig-zag melawan jurusan datangnya angin dan sumber feromon. Pola penerbangan ini terjadi karena yang jantan bergerak/ membelok ke kiri dan ke kanan untuk tetap dalam gradien bau. Serangga jantan berhenti terbang dengan pola tersebut di atas selanjutnya menggunakan indera-indera yang lain misalnya penglihatan untuk melokalisasi yang betina sebagaimana serangga jantan tersebut mencapai areal dengan konsentrasi tinggi yang dekat dengan serangga betina. Courtship dan kawin secara normal diatur oleh tanda dengan isyarat komunikasi kisaran pendek, misal visual, taktil (rabaan) atau mekanisme pendengaran sejauh dengan tanda tanpa isyarat-isyarat komunikasi feromon seksual kisaran panjang. Informasi yang rinci tentang feromon serangga dalam program pengelolaan hama menggunakan feromon merupakan alat yang efektif untuk survei dan teknik pengendalian.

C. Pertumbuhan dan Perkembangan Serangga Telur

Bentuk-bentuk telur dan tempat yang cocok untuk peneluran (ovivosisi) dapat sangat bervariasi dari satu species ke species yang lain. Serangga-serangga tertentu meletakkan telurnya secara tunggal, sedangkan banyak serangga yang lain, misalnya ngengat Tussock dan ngengat ulat tenda (Tent) maupun belalang sembah (Mantidae) meletakkan massa telur yang terdiri atas ratusan butir. Banyak weevil, sawflies (Iebah) dan kumbang kulit menyimpan telurnya di dalam jaringan tanaman. Kumbang May dan belalang meletakkan telurnya di dalam tanah. Serangga-serangga air secara normal menyimpan telurnya di dalam air, tetapi telur-telur tersebut sering dilekatkan pada berbagai tipe substrat. Serangga-serangga parasit, misalnya lebah-lebah ichneumon dan beberapa lalat Tachinid, secara normal meletakkan telurnya dalam atau pada

(17)

Universitas Gadjah Mada inang yang cocok (suitable), sedangkan lalat Tachinid yang lain melekatkan telurnya pada dedaunan yang biasa dimakan oleh serangga inang (host) yang rnengkonsumsi daun tersebut, yaitu ulat atau belalang. Serangga betina dan kebanyakan species serangga meletakkan telur, tetapi lalat Flesh dan banyak Aphids melahirkan anak-anaknya.

Species-species utama menghasilkan individu jantan dan betina dengan telur-telur yang dibuahi pada seekor betina dewasa oleh satu atau lebih jantan dewasa. ini merupakan reproduksi bi-seksual. Individu-individu dan beberapa species berkembang dan telur-telur yang tidak dibuahi, ini merupakan reproduksi pantenogenesis. Telur-telur yang tidak dibuahi dan satu betina dewasa mungkin menghasilkan keturunan (offspring) jantan atau betina seluruhnya atau anakan (serangga muda) dan kedua jenis kelamin. Banyak lebah parasit menghasilkan jantan semua dan telur-telur yang tidak dibuahi. Aphids tertentu, weevils dan sawflies dengan populasi betina secara eksklusif selalu bereproduksi secara partenogenesis. Pantenogenesis selektif yang lanjut (advance) tersebut adalah keturunan yang dapat dihasilkan secara sungguh-sungguh apabila kondisi Iingkungan adalah cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan dan stadium sebelum dewasa (muda). Walaupun demikian keturunan tersebut secara genetic adalah identik dengan induk, namun kurang mampu terhadap tantangan/ kesempatan. Species-species Aphids tertentu memiliki kelebihan (advantages) pada kedua tipe reproduksi dengan pergantian generasi keturunan yang berasal dan telur yang dibuahi dan tanpa dibuahi.

Pertumbuhan

Setelah menetas, serangga-serangga muda yang kecil makan dan tumbuh sesuai ukurannya di dalam eksoskeleton yang terbatas. Eksoskeleton merupakan suatu jaringan yang mengeras, secara relatif tidak elastis, tidak hidup dan tidak tumbuh. Serangga-serangga mudah melepaskan eksoskeleton tua dan membentuk eksoskeleton yang lain (di dalamnya) sehingga memungkinkan serangga muda untuk menjadi lebih besar ukurannya. Proses ini disebut ganti kulit (molting) dan sebagian besar serangga berganti kulit 4 sampai 8 kali.

Tiap tingkatan di dalam ganti kulit disebut satu instar. Contoh instar pertama adalah antara menetas dan ganti kulit pertama, instar kedua adalah ganti kulit pertarna dan kedua, dan seterusnya. Jurnlah instar bervariasi berdasarkan species, tetapi biasanya sama di dalam species. Suhu, kelembaban, kualitas dan kuantitas makanan, kepadatan populasi dan jenis kelamin dapat berpengaruh terhadap jumlah instar.

(18)

Universitas Gadjah Mada Ngengat gypsy jantan atau betina secara normal memiliki 6 atau 7 instar, tetapi karena melimpah (crowded) dan kelaparan dapat menyebabkan jumlah instar menjadi bervariasi dari 5 sarnpai 9. Kebanyakan species serangga tidak ganti kulit setelah mencapai stadium dewasa.

Metamorfosis

Ada perubahan yang nyata dalarn ukuran, bentuk dan habitat antara yang muda dan stadium dewasa pada kebanyakan serangga. Istilah metamorfosis berhubungan dengan perubahan bentuk selama perkembangan. Beberapa kelompok serangga tidak mengalami metamorfosis, kelompok yang lain berkembang melalui metamorfosis tidak sempurna, gradual/ bertingkat atau metamorfosis sempurna. Penggolongan empat tipe metamorfosis ini tidak diterima oleh semua ahli Ilmu Hama dan sejumlah pengarang hanya membedakan menjadi dua tipe, yaitu metamorfosis sederhana (yang meliputi tiga tipe pertama) dan metamorfosis sempurna.

(1) Tanpa metamorfosis

Tanpa metamorfosis termasuk species yang tanpa/ sangat sedikit perubahan dalam bentuk dan individu setelah menetas. Ekor pegas (Collembola), Thysanura, Protura dan Diplura merupakan contoh-contohnya. Serangga-serangga ini tidak memiliki sayap dan celah sayap (calon sayap). Kebanyakan adalah berukuran kecil dan dijumpai pada tanah atau sisa-sisa (bahan) organik. Kurang dan 1 % dan species-species serangga yang telah dideskripsi tidak mengalami metamorfosis.

(2) Metamorfosis tidak sempurna

Serangga dengan metamorfosis tidak sempurna muncul dari telur sebagai naiads (jentik-jentik) muda, yang berkembang menjadi dewasa. Beberapa ahli Ilmu Hama menggunakan istilah nimfa untuk semua serangga muda dengan metamorfosis tidak sempurna atau metamorfosis bertingkat/ gradual. Naiads adalah hidup di air (aquatik) dan memiliki insang. Naiads cukup berbeda dan yang dewasa, yang merupakan serangga darat dan tanpa insang. Mayflies, dragonflies, damseiflies (capung) dan sioneflies merupakan contoh species serangga dengan metamorfosis tidak sempurna. Kurang dan 1 % dan species serangga yang telah dideskripsi merupakan kategori ini.

(3) Metamorfosis bertingkat/ gradual

Serangga-serangga dengan metamorfosis bertingkat terutama adalah hidup di darat (terrestrial). Nimfa-nimfa muda dan dewasa menghuni habitat yang sama

(19)

Universitas Gadjah Mada dan makan pada makanan yang sama. Ada suatu perubahan bertingkat dalam ukuran dan proporsi tubuh dan suatu perkembangan bertingkat dan sayap dan struktur genetalia dan satu ganti kulit ke berikutnya (instar). Belalang, rayap, psocids, kutu-kutu pencucuk-pengisap, Thrips, kepik, Aphids dan scales merupakan contoh-contoh species serangga yang mengalami tipe perkembangan ini. Kurang dan 1 % dan semua species serangga yang telah dideskripsi memiliki metamorfosis bertingkat.

(4) Metamorfosis sempurna

Metamorfosis sempurna terjadi pada ordo-ordo serangga yang lebih lanjut (advance). Serangga-serangga dengan metamorfosis sempuma berkembang dari satu telur menjadi larva, dan larva ke pupa dan akhirnya dari pupa ke seekor dewasa. Semua pertumbuhan yang nyata dan perkembangannya dihasilkan dan larva yang makan. Stadium pupa tidak makan, merupakan stadium transformasi (peralihan). Serangga dewasa makan, berbiak dan memencar di dalam lingkungan. Dalam beberapa species dengan metamorfosis sempurna, stadium dewasa makan inang yang sama seperti larva, yang lain makan pada inang yang berbeda, dan beberapa bertahan pada nutrisi yang disimpan dalam lemak tubuh selama stadium larva. Metamorfosis sempurna mengurangi kompetisi terhadap makanan di antara larva dan dewasa dan species yang sama sebab habitat yang cocok terhadap stadium perkembangan larva rnungkin tidak sesuai untuk stadium dewasa, dan sebaliknya. Contoh larva kumbang May dijumpai di dalam tanah dan makan akar banyak macam tanaman yang berbeda, serangga-serangga ini menjadi pupa di dalam tanah, sedangkan serangga dewasa makan daun-daun pohon untuk memelihara nilai statik metabolisme yang cukup dan juga untuk mernperoleh makanan tambahan untuk pemasakan telur-telur dan sperma. Kumbang May dewasa kawin dan menyebar dan yang betina meletakkan telur.

D. Ciri-ciri Penyesuaian Diri pada Serangga

Serangga merupakan jenis organisme yang paling banyak di dalarn dunia binatang. Mereka sering muncul dalam jumlah yang besar dan dijumpai di hampir semua habitat yang ditemui. Beberapa ciri-ciri penyesuaian diri yang paling penting dari serangga adalah:

(1) Eksoskeleton

(2) Metamorfosis sempurna (3) Sayap yang fungsional

(20)

Universitas Gadjah Mada (4) Berukuran kecil

(5) Struktur yang dapat menyesuaikan din! penyesuaian din struktur (a) Kebiasaan makan yang berbeda-beda

(b) Tak bergerak dan diapause (c) Menyebar dan migrasi (6) Potensi reproduksi yang tinggi

(7) Mekanisme pertahanan untuk menjauhi rnusuh-rnusuh alarninya

Ciri-ciri penyesuaian diri eksoskeleton dan metamorfosis sempurna telah dibicarakan. Presentasi secara garis besar dari ciri-ciri yang lain adalah sebagai berikut.

Sayap fungsional

Nilai penyesuaian dan sayap-sayap fungsional merupakan suatu faktor utama yang membantu dominasi serangga dalam begitu banyak habitat yang berbeda-beda. Terbang biasanya meningkatkan kesempatan serangga terhadap kemampuan bertahan dan menyebar (survival dan dispersal). Hal demikian memungkinkan serangga untuk meningkatkan kisaran makan dan kawin dan meningkatkan habitat yang menjadi tidak cocok dan rnenyediakan suatu mekanisme penting untuk menghindari musuh-musuh alaminya.

Ukuran kecil

Eksoskeleton membatasi ukuran serangga. Serangga harus ganti kulit untuk tumbuh dan eksoskeleton adalah begitu sangat lunak setelah ganti kulit. Serangga-serangga darat memelihara bentuknya selama dan dengan segera setelah ganti kulit dengan kekuatan jaringan yang lunak dan/ atau dengan inflasi ruang udara dalam beberapa serangga yang lebih besar. Teknik ini adalah cocok untuk organisme kecil, tetapi organisme yang lebih besar akan kolaps selama proses ganti kulit.

Kebanyakan serangga adalah berukuran kurang dari 50 mm dan yang banyak kurang dari 5 mm. Ukuran kecil mengijinkan siklus hidup yang lebih pendek sebab waktu yang pendek (sedikit) diperlukan untuk mencapai kematangan. Serangga-serangga berukuran kecil memungkinkan mereka makan banyak tipe makanan tambahan dan juga meningkatkan jumlah habitat dan pelindung yang dapat disediakan (diperoleh). Dalam banyak kasus, sumber-sumber makanan ini dari habitat mungkin kecil (sempit) dan tersebar. Tersedianya banyak habitat kecil dan tersebar meningkatkan kesempatan individu melarikan diri menghindar dari

(21)

Universitas Gadjah Mada musuh-musuh alaminya. Keadaan yang paling merugikan dari ukuran kecil adalah peningkatan yang nyata proporsi luas/ permukaan tubuh terhadap volume tubuh, yang mungkin kelihatan untuk membuat kehidupan daratan tidak mungkin untuk binatang-binatang berkulit tipis karena qosien evaporasi yang tinggi. Walaupun demikian eksoskeleton membantu menghambat proses pengeringan.

Penyesuaian diri struktur

Selama evolusi serangga, banyak struktur telah terjadi adaptasi untuk fungsi-fungsi maupun habitat yang berbeda. Modifikasi alat mulut, antenna, kaki, sayap dan sistem respirasi adalah contoh penting dan penyesuaian diri struktur ini telah dibicarakan lebih awal pada bab mi.

(1) Perilaku keanekaragaman makan

Alat mulut yang termodifikasi telah berkembang dalam serangga-serangga yang mempersiapkan mereka untuk bertahan pada substansi makanan yang beranekaragam. Perilaku keanekaragaman makan serangga adalah sering digunakan untuk mengelompokkannya pada istilah umum, misalnya pemakan tumbuhan (herbivora), pemakan bangkai (scavenger), omnivora, predator dan parasit. Istilah ini digunakan pula untuk mendeskripsikan binatang-binatang yang lain. Herbivora atau pemakan tumbuhan adalah binatang yang makan tanaman. Scavenger adalah binatang yang makan tumbuhan mati atau binatang mati, vegetasi yang membusuk atau kotoran binatang. Istilah omnivora berhubungan dengan binatang yang makan pada dua atau lebih tipe makanan, termasuk bahan-bahan dan binatang dan tumbuhan. Predator menyerang dan memakan binatang yang lain, biasanya membunuh secara cepat. Parasit adalah suatu organisme yang hidup (sebagian dan sikius hidupnya) pada atau di dalam tubuh organisme hidup yang lain.

(2) Tak bergerak dan diapause

Banyak serangga bertahan pada kondisi yang jelek (tidak cocok), misalnya periode-periode suhu rendah atau tinggi dan kekurangan air atau makanan, dengan memasuki keadaan dorman. Tak bergerak merupakan tipe paling sederhana dari sifat dorman. ini adalah suatu tanggapan yang bersifat sementara (temporal) terhadap kondisi jelek yang mendadak/ datang dengan segera (misalnya suhu rendah). Serangga selanjutnya terus berkembang secepat kondisi yang cocok/ menguntungkan (misalnya suhu panas) mulai lagi. Diapause adalah penahanan perkembangan yang diinduksi oleh faktor-faktor tertentu di dalam kondisi yang Iebih lanjut dan jelek. Penahanan perkembangan benlangsung untuk

(22)

Universitas Gadjah Mada beberapa waktu setelah kondisi jelek lewat/ telah berlalu. Ada dua tipe diapause, yaitu obligat dan fakultatif. Diapause obligat adalah secara genetis dikontrol dan mempengaruhi setiap individu dan masing-masing genenasi di dalam satu species tanpa memperhatikan kondisi lingkungan. Serangga-serangga dengan satu generasi tiap tahun dan kebanyakan (sebagian besar) serangga-serangga yang hidup di daerah 4 musim (temperate) telah mengembangkan diapause obligat. Diapause fakultatif mungkin atau tidak terjadi pada suatu individu atau populasi yang ada dari suatu species, dan tergantung seluruhnya dari kondisi lingkungan yang berlaku (umum) selama stadium tingkatan kritis dan perkembangannya. Contoh : banyak Aphids memiliki siklus dengan beberapa generasi parthenogenesis terus-menerus diikuti oleh generasi seksual (kawin) dan diapause stadium telur sepanjang musim dingin diinduksi oleh kondisi musim dan periode penyinaran.

Faktor-faktor yang paling umum menginduksi diapause pada serangga adalah periode penyinaran, suhu, fisiologi yang berhubungan dengan itu dan kualitas makanan inang. Diapause secara normal diakhiri oleh suhu, kelembaban udara dan periode penyinaran. Walaupun diapause serangga terjadi pada seluruh stadium/ tingkat perkembangan, masing-masing species memiliki satu tingkat diapause yang khas, dan kebanyakan serangga memasuki diapause dalam stadium telur atau pupa. Diapause telah mengijinkan serangga-serangga untuk hidup dalam area (tempat) yang kurang cocok (sesuai) untuk selama periode tertentu dan suatu tahun. Diapause merupakan penyesuaian diri dalam rasa, yaitu:

(a) Yang menjamin (memastikan) bahwa stadium aktif hanya ada selama periode yang paling cocok untuk berkembang dan bertahan;

(b) Yang mensikronkan siklus hidup dengan ritme musiman dan lingkungan; (c) Yang mensikronkan munculnya dewasa, yang pada gilirannya meningkatkan

kesempatan menemukan jodoh, dan (d) Yang meningkatkan distribusi geografis. (3) Menyebar dan migrasi

Pergerakan acak atau mengarah dari serangga bervariasi berdasarkan species. Mobilitas adalah penting untuk makan dan bertahannya serangga-serangga hutan dan pohon pelindung dalam Iingkungan baru. Gerakan/ perpindahan serangga dapat dipisahkan dalam 3 kategori, yaitu memencar, menyebar dan migrasi. Memencar adalah perpindahan lokal di dalam area yang cocok (favorable). Menyebar adalah gerakan/ perpindahaan individual menjauh

(23)

Universitas Gadjah Mada dan area yang secara normal cocok ke lain areal, yang mungkin atau tidak cocok untuk bertahan. Migrasi adalah perpindahan searah dan satu areal yang cocok ke areal yang lainnya. Pergerakan merupakan suatu bagian reguler dan penyesuaian diri dan biologi untuk sebagian besar individu di dalam suatu species individual. Semua serangga bergerak dengan memencar dan menyebar kadang-kadang selama siklus hidupnya, tetapi migrasi terjadi pada lebih sedikit species serangga. Banyak contoh pemencaran dan penyebaran serangga disajikan pada buku ini, contoh: ulat kantong, ulat-ulat berbulu, Aphids, scales. Beberapa contoh serangga yang bermigrasi adalah kupu-kupu Monarch Danaus piexippus (Linneaus), locust padang pasir, nyamuk betina, kumbang buas Convergen Hippoderinis convergens Guerin - Meneville. Migrasi kumbang buas konvergen diuraikan berikut. Selama bulan Mei dan Juni dewasa muda kumbang buas konvergen migrasi dan tempat makannya di Central Valley California untuk melewati musim dingin di pegunungan Sierra Nevada. Kumbang ini kembali pada bulan Februari - Maret berikutnya untuk berbiak dan makan di Central Valley.

Ciri-ciri penyesuaian diri utama dan pemencaran dan migrasi serangga adalah:

(a) Suatu mekanisme untuk menjauhi/ melarikan diri dan lingkungan yang menjadi tidak cocok,

(b) Menyebar ke habitat lain, dan (c) Kolonisasi dan habitat yang cocok. Potensi reproduksi yang tinggi

Potensi reproduksi serangga tergantung kepada:

(1) Keperidian (fertility) yaitu jumlah telur yang diletakkan oleh betina, (2) Panjangnya siklus hidup, dan

(3) Rasio jantan - betina (sex-ratio).

Suatu jumlah potensi reproduksi sendirian tidak rnenunjukkan besarnya populasi species, tetapi hanya rnenunjukkan rata-rata/ laju perkembangan apabila kondisi lingkungan adalah cocok untuk species tersebut. Di bawah kondisi lingkungan yang cocok, satu atau lebih faktor-faktor tersebut di atas dapat menghasilkan individu suatu species dalam jumlah besar. Waktu yang diperlukan untuk sempurnanya satu generasi sangat bervariasi berdasarkan species. Kebanyakan serangga di Amerika Seriikat dan Kanada memproduksi satu generasi dalam satu tahun. Beberapa kumbang yang lebih besar, capung dan ngengat di

Gambar

Gambar 7. Sistem pencernaan pada serangga

Referensi

Dokumen terkait

Selain sebagai alat ekskresi, kulit juga berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh, tempat penyimpanan cadangan makanan berupa lemak atau adiposa, pelindung untuk mengurangi hilangnya

Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang sangat baik sebagai katalisator dalam pembentukan hemoglobin di dalam tubuh. Contoh bahan makanan sumber protein

jaringan pada bagian tubuh lain, misalnya otot, otak tidak bisa menggunakan. metabolisme anaerobik jika terjadi kekurangan oksigen atau

Anjuran yang paling cocok bagi penggemar makanan siap saji adalah hendaknya mereka mengimbangi konsumsi makanan tinggi lemak protein dengan makanan tinggi serat

Menurut Bewley and Black (1985), pada saat germinasi terjadi pembentukan ezim lipase untuk mengurai cadangan makanan dalam kelapa yang sebagaian besar berupa lemak

Kedelai merupakan salah satu hasil pertanian yang sangat penting artinya sebagai bahan makanan, karena jumlah dan mutu protein yang dikandungnya sangat tinggi

Perbedaan biji monokotil dan dikotil adalah pada bji monokotil embrio terdiri dari kotiledon, endosperm merupakan bagian yang besar, serta cadangan makanan pada endosperm belum

Kartu gudang, catatan ini digunakan untuk mencatat penyesuaian terhadap data persediaan (kuantitas) yang tercantum dalam kartu gudang yang diselenggarakan oleh