• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DATA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III ANALISA DATA"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III ANALISA DATA

Pada bab ini, peneliti akan menganalisa hasil temuan dalam iklan “Karya Indonesia adalah Kita”, adapun sistemmatika dalam penyajian data akan dianalisis dengan mendeskripsikan data yang didapat, maka dibuat kategori untuk memudahkan penelitian. Data kemudian dimasukan kelembaran koding yang peneliti lampirkan dihalaman lampiran.

Pengkodingan data dilakukan oleh tiga orang, pertema peneliti sendiri dan ada dua pengkoder lagi yang membatu peneliti untuk melakukan pengkoderan. Dipilihnya dua pengkoder diharapkan mampu membantu peneliti untuk menghasilkan pengkodingan data. Hasil pengkodingan dimaksudkan untuk menguji data, apakah nilai validitas dan nilai reabilitas tinggi dan menemui kaidah penelitian atau belum. Nantinya tabel analisis data berupa tabel frekuensi yang dianalisis dengan rumus kuantitatif kemudian dideskriptifkan.

Temuan yang dilakukan akan berupa interpretasi unsur-unsur nasionalisme yang didapat dari data kuantitatif yaitu data yang dihitungkan dari 31 Shoot pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita”. Kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis isi yang bersifat obyektif. Tujuan analisis ini adalah untuk mengungkapkan makna yang tampak dan nyata dalam iklan “Karya Indonesia adalah Kita”.

Hasil analisis yang diperoleh dengan pengkoderan unsur nasionalisme dalam menjawab permasalahan penelitian yang telah dirumuskan adalah sebagai berikut:

(2)

A. Cinta Tanah Air

B. Cinta Produk dalam Negeri C. Kepribadian

D. Kebudayaan E. Kebangsaan

Setelah dilakukan analisis diperoleh kesepakatan frekuensi unsur nasionalisme dalam iklan Karya Indonesia adalah Kita berdasarkan kategori yang digunakan sebanyak 5 kategori, dan diperoleh kespakatan pada masing-masing kategori, yaitu Cinta tanah air sebanyak 15 shoot. Cinta produk dalam negeri sebanyak 13 shoot. Kepribadian sebanyak 12 shoot. Kebudayaan sebanyak 15 shoot. dan Kebangsaan sebanyak 17 shoot.

Untuk masing-masing rincian pada tiap kategori setelah poses pengkodingan dapat dilihat dari tabel berikut

A. Hasil perhitungan antara Peneliti dengan Koder 1 Tabel 3.1

Unsur Nasionalisme Peneliti dan Koder 1

No Kategori Nasionalisme P K1 S X X2

1 Cinta Tanah Air 21 21 18 0,21 0,0441

2 Cinta Produk Dalam Negeri 20 19 14 0,16 0,0256

3 Kepribadian 22 20 16 0,19 0,0361

4 Kebudayaan 21 20 15 0,17 0,0289

5 Kebangsaan 24 25 21 0,25 0,0625

Jumlah 108 105 84 0,98 0,1972

*rumus untuk mencari X adalah s dibagi jumlah kesulurah s Sumber : Data Peneliti

(3)

S = Unit yang disepakati antara peneliti dan koder 1 K1 = Koder 1

X = Proporsi dari seluruh kategori X2 = Hasil X yang di kuadratkan

Hasil penelitian dari seluruh proses pengkodingan ini, reabilitas atau keabsahan data di uji dengan formula holsty sebagaimana yang telah dicantumkan dalam bab 1.

Tingkat kesepakatan dihitung dengan menggunakan rumus Holsty :

Coefisien Realibility =

Coefisien Realibility = = = 0,78 (0,8)

M = jumlah koding yang sama (disetujui oleh masing – masing koder) N1,N2 = jumlah koding yang dibuat oleh peneliti dan koder 1

Dalam formula Holsty, angka realibilitas minimum adalah 0,7 atau 70%. Artinya, jikalau hasil perhitungan menunjukan angka realibilitas diatas 70% atau 0,7 maka alat ukur ini reliabel. Tetapi jika dibawah 0,7 atau 70% maka alat ukur ini dianggap tidak reliabel (Eriyanto, 2013: 292). Dan hasil dari rumus Holsty ini berada diangka 0,8 atau 80 % maka jumlah perhitungan ini dianggap reliabel.

Dari hasil uji reliabilitas rumus tersebut harus dimasukan dalam rumus Scott Pi. Dalam formula Scott Pi ini, faktor (Change) terjadinya

2M N1 + N2 168 213 2(84) 108 + 105

(4)

persamaan/agreement di antara pengkoder diperhitungkan. Semakin besar kategori maka semakin kecil peluang terjadinya persamaan/agreement. Rumus untuk menghitung realibilitas antar koder dari Scott Pi adalah sebagai berikut (Eriyanto, 2013:292):

Pi =

Keterangan :

Pi = Nilai keterhandalan

Jadi perhitungannya dalam rumus Scott dalam kategori nasionalisme adalah:

Pi =

Pi = Pi = 0,97

Menurut Eriyanto, dalam formula Scott jika angka realibilitas bergerak dari angka 0 hingga 1, di mana semakin besar angka menunjukan semakin tinggi pula realibilitas yang di ukur. Hasil yang didapat dari perhitungan formula scott adalah 1 berarti menunjukan realibilitas antar koder yang didapat cukup tinggi.

% persetujuan yang diamati - % persetujuan yang diharapkan

1 - % persetujuan yang diharapkan

0,7828 0,8028 0,98 – 0,1972

(5)

B. Kemunculan Unsur Nasionalisme Per Kategori dalam Sub Kategori antara Peneliti dan Koder 1

B.1 Sub Kategori Cinta Tanah Air

Dalam iklan “Karya Indonesia adalah Kita”, kategori unsur Nasionalisme dengan Indikasi Cinta Tanah Air muncul sebanyak 18 shoot dari 31 shoot. Berikut rincian sub kategori dari kategori cinta tanah air pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita” ini.

Tabel 3.2

Kategori Cinta Tanah Air

No Sub Kategori Jumlah

Frekuensi Persentase (%) 1 Membanggakan pribadi

bangsa pada suatu negara

10 55,55% 2 Mengenang sejarah kepahlawanan pada pendiri bangsa 8 44,44% Total 18 99,99%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur cinta tanah air pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita".

(6)

Tabel 3.3

Shoot Kategori Cinta Tanah Air

Shoot Gambar Shoot

2

3

5

6

(7)

B.2 Sub Kategori Cinta Produk dalam Negeri

Upaya untuk menggunakan dan selalu menghargai hasil produk dalam negeri daripada produk luar negeri ini memiliki frekuensi kemunculan sebanyak 14 kali dari 31 shoot. Berikut rincian sub kategori Cinta Produk dalam Negeri.

Tabel 3.4

Kategori Cinta Produk dalam Negeri

No Sub Kategori Frekuensi Jumlah Persentase (%) 1 Senang menggukanan

produk-produk dalam negeri

14 100 %

Total 14 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur cinta produk dalam negeri pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.5

Shoot Kategori Cinta Produk dalam Negeri

Shoot Gambar Shoot

(8)

4

12

14

B.3 Sub Kategori Kepribadian

Totalitas nilai-nilai yang membentuk pola kelakuan serta gaya hidup bangsa ini memiliki beberapa sub kategori dan frekuensi kemunculan sebanyak 16 kali dari 31 shoot.

Tabel 3.6 Kategori Kepribadian

No Sub Kategori FrekuensiJumlah Persentase (%) 1 Membanggakan

kepribadian bangsa yang ramah dan santun

(9)

menjunjung tinggi sopan santun.

3 Mengagungkan tradisi masa lalu sebagai jati diri bangsa

6 37,5%

Total 16 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur cinta produk dalam negeri pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.7

Shoot Kategori Kepribadian

Shoot Gambar Shoot

5

7

(10)

14

15

B.4 Sub Kategori Kebudayaan

Dalam Iklan ini, sub kategori kebudayaan yang disepakati terdapat kemunculan 15 frekuensi dari 31 shoot yang di setujui. berikut hasil rincian persentasenya.

Tabel 3.8 Kategori Kebudayaan

No Sub Kategori FrekuensiJumlah Persentase (%) 1 Mencintai kebudayaan

dalam negeri dan

melestarikan serta menjaga kebudayaan bangsa

15 100%

Total 15 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur kebudayaan pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita”.

(11)

Tabel 3.9

Shoot Kategori Kebudayaan

Shoot Gambar shoot

1

19

22

29

B.5 Sub Kategori Kebangsaan

Dalam iklan “Karya Indonesia adalah Kita”, kategori unsur kebangsaan dengan Indikasi Cita-cita yang sama muncul sebanyak 8 shoot dari 31 shoot. Berikut rincian sub kategori dari kategori kebangsaan pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita” ini

(12)

Tabel 3.10 Kategori Kebangsaan

No Sub Kategori Jumlah

Frekuensi

Persentase (%)

1 Cita-cita yang sama 8 38,09%

2 Ideologi yang sama untuk persatuan bangsa

13 61,90%

Total 21 99.99%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur kebangsaan “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.11

Shoot Kategori Kebangsaan

Shoot Gambar Shoot

2

8

(13)

C. Hasil Perhitungan antara Peneliti dan Koder 2 Tabel 3.12

Unsur Nasionalisme Peneliti dan Koder 2

No Kategori Nasionalisme P K2 S X X2

1 Cinta Tanah Air 21 21 16 0,17 0,0289

2 Cinta Produk Dalam Negeri 20 20 19 0,20 0,0400

3 Kepribadian 22 21 18 0,19 0,0361

4 Kebudayaan 21 24 20 0,21 0,0441

5 Kebangsaan 24 22 20 0,21 0,0441

Jumlah 108 108 93 0,98 0,1932

*rumus untuk mencari X adalah s dibagi jumlah kesulurah s Sumber : Data Peneliti

Keterangan :

P = Peneliti

S = Unit yang disepakati antara peneliti dan koder 2 K2 = Koder2

X = Proporsi dari seluruh kategori X2 = Hasil X yang di kuadratkan

Hasil penelitian dari seluruh proses pengkodingan ini, reabilitas atau keabsahan data di uji dengan formula holsty sebagaimana yang telah dicantumkan dalam bab 1.

Tingkat kesepakatan dihitung dengan menggunakan rumus Holsty :

Coefisien Realibility = Coefisien Realibility = = = 0,86 2M N1 + N2 186 216 2(93) 108 + 108

(14)

M = jumlah koding yang sama (disetujui oleh masing – masing koder) N1,N2 = jumlah koding yang dibuat oleh peneliti dan koder 1

Dalam formula Holsty, angka realibilitas minimum adalah 0,7 atau 70%. Artinya, jikalau hasil perhitungan menunjukan angka realibilitas diatas 70% atau 0,7 maka alat ukur ini reliabel. Tetapi jika dibawah 0,7 atau 70% maka alat ukur ini dianggap tidak reliabel (Eriyanto, 2013: 292). Dan hasil dari rumus Holsty ini berada diangka 0,91 atau 91 % maka jumlah perhitungan ini dianggap reliabel.

Dari hasil uji reliabilitas rumus tersebut harus dimasukan dalam rumus Scott Pi. Dalam formula Scott Pi ini, faktor (Change) terjadinya persamaan/agreement di antara pengkoder diperhitungkan. Semakin besar kategori maka semakin kecil peluang terjadinya persamaan/agreement. Rumus untuk menghitung realibilitas antar koder dari Scott Pi adalah sebagai berikut (Eriyanto, 2013:292):

Pi =

Keterangan :

Pi = Nilai keterhandalan

Jadi perhitungannya dalam rumus Scott dalam kategori nasionalisme adalah: % persetujuan yang diamati - % persetujuan yang

diharapkan

(15)

Pi = Pi = 1 (0,97)

Menurut Eriyanto, dalam formula Scott jika angka realibilitas bergerak dari angka 0 hingga 1, dimana semakin besar angka menunjukan semakin tinggi pula realibilitas yang di ukur. Hasil yang didapat dari perhitungan formula scott adalah 1 berarti menunjukan realibilitas antar koder yang didapat cukup tinggi.

D. Kemunculan Unsur Nasionalisme Per Kategori dalam Sub Kategori antara Peneliti dan Koder 2

D.1 Sub Kategori Cinta Tanah Air

Dalam iklan “Karya Indonesia adalah Kita”, kategori unsur Nasionalisme dengan Indikasi Cinta Tanah Air muncul sebanyak 16 shoot dari 31 shoot. Berikut rincian sub kategori dari kategori cinta tanah air pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita” ini.

Tabel 3.13

Kategori Cinta Tanah Air

No Sub Kategori Frekuensi Jumlah Persentase (%) 1 Membanggakan pribadi

bangsa pada suatu negara

9 56.25% 2 Mengenang sejarah kepahlawanan pada 7 43,75% 0,7868 0,8068

(16)

pendiri bangsa

Total 16 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur cinta tanah air “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.14

Shoot Kategori Cinta Tanah Air

Shoot Gambar Shoot

3

16

22

28

(17)

kemunculan sebanyak 19 kali dari 31 shoot. Berikut rincian sub kategori Cinta Produk dalam Negeri.

Tabel 3.15

Kategori Cinta Produk dalam Negeri

No Sub Kategori Frekuensi Jumlah Persentase (%) 1 Senang menggukanan

produk-produk dalam negeri

19 100 %

Total 19 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur cinta produk dalam negeri “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.16

Shoot Kategori Cinta Produk dalam Negeri

Shoot Gambar Shoot

4

(18)

18

22

D.3 Sub Kategori Kepribadian

Totalitas nilai-nilai yang membentuk pola kelakuan serta gaya hidup bangsa ini memiliki beberapa sub kategori dan frekuensi kemunculan sebanyak 18 kali dari 31 shoot.

Tabel 3.17 Kategori Kepribadian

No Sub Kategori FrekuensiJumlah Persentase (%) 1 Membanggakan

kepribadian bangsa yang ramah dan santun sebagai bangsa Indonesia

7 38,88 %

2 Menjaga toleransi terhadap umat beragama dan

menjunjung tinggi sopan santun sebagai bangsa Indonesia yang ramah

(19)

masa lalu sebagai jati diri bangsa

Total 18 99,98%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur kepribadian “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.18

Shoot Kategori Kepribadian

Shoot Gambar Shoot

5

7

11

D.4 Kategori Kebudayaan

Dalam Iklan ini, sub kategori kebudayaan yang disepakati terdapat kemunculan 20 frekuensi dari 31 shoot yang di setujui. berikut hasil rincian persentasenya

(20)

Tabel 3.19 Kategori Kebudayaan

No Sub Kategori FrekuensiJumlah Persentase (%) 1 Mencintai kebudayaan

dalam negeri dan

melestarikan serta menjaga kebudayaan bangsa

20 100%

Total 20 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur kebudayaan “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.20

Shoot Kategori Kebudayaan

Shoot Gambar Shoot

1

3

(21)

D.5 Sub Kategori Kebangsaan

Dalam iklan “Karya Indonesia adalah Kita”, kategori unsur kebangsaan dengan Indikasi Cita-cita yang sama muncul sebanyak 20 shoot dari 31 shoot. Berikut rincian sub kategori dari kategori kebangsaan pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita” ini

Tabel 3.21 Kategori Kebangsaan

No Sub Kategori Jumlah

Frekuensi

Persentase (%)

1 Cita-cita yang sama 9 45%

2 Ideologi yang sama untuk persatuan bangsa

11 55%

Total 20 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur kebangsaan “Karya Indonesia adalah Kita".

Tabel 3.22

Shoot Kategori Kebangsaan

Shoot Gambar Shoot

2

(22)

5

8

23

25

E. Hasil Perhitungan antara Peneliti, Koder 1 dan Koder 2 Tabel 3.23

Unsur Nasionalisme Peneliti, Koder 1 dan Koder 2

No Kategori Nasionalisme P K1 K2 S X X2

1 Cinta Tanah Air 21 21 21 15 0,20 0,0400

2 Cinta Produk Dalam Negeri 20 19 20 13 0,18 0,0324

3 Kepribadian 22 20 22 12 0,16 0,0256

4 Kebudayaan 21 20 24 15 0,20 0,0400

5 Kebangsaan 24 25 22 17 0,23 0,0529

Jumlah 108 105 108 72 0,97 0,1909

*rumus untuk mencari X adalah s dibagi jumlah kesulurah s Sumber : Data Peneliti

(23)

K1 = Koder 1 K2 = Koder2

X = Proporsi dari seluruh kategori X2 = Hasil X yang di kuadratkan

Hasil penelitian dari seluruh proses pengkodingan ini, reabilitas atau keabsahan data di uji dengan formula holsty sebagaimana yang telah dicantumkan dalam bab 1.

Tingkat kesepakatan dihitung dengan menggunakan rumus Holsty :

Coefisien Realibility =

Coefisien Realibility = = = 0,67 / 0,7

M = jumlah koding yang sama (disetujui oleh masing – masing koder) N1,N2 = jumlah koding yang dibuat oleh Koder 1 dan Koder 2

Dalam formula Holsty, angka realibilitas minimum adalah 0,7 atau 70%. Artinya, jikalau hasil perhitungan menunjukan angka realibilitas diatas 70% atau 0,7 maka alat ukur ini reliabel. Tetapi jika dibawah 0,7 atau 70% maka alat ukur ini dianggap tidak reliabel (Eriyanto, 2013: 292). Dan hasil dari rumus Holsty ini berada diangka 0,8atau 80 % maka jumlah perhitungan ini dianggap reliabel.

Dari hasil uji reliabilitas rumus tersebut harus dimasukan dalam rumus Scott Pi. Dalam formula Scott Pi ini, faktor (Change) terjadinya

2M N1 + N2 144 213 2(72) 105 + 108

(24)

persamaan/agreement di antara pengkoder diperhitungkan. Semakin besar kategori maka semakin kecil peluang terjadinya persamaan/agreement.

Rumus untuk menghitung realibilitas antar koder dari Scott Pi adalah sebagai berikut (Eriyanto, 2013:292):

Pi =

Keterangan :

Pi = Nilai keterhandalan

Jadi perhitungannya dalam rumus Scott dalam kategori nasionalisme adalah:

Pi =

Pi = Pi = 0,96

Menurut Eriyanto, dalam formula Scott jika angka realibilitas bergerak dari angka 0 hingga 1, di mana semakin besar angka menunjukan semakin tinggi pula realibilitas yang di ukur. Hasil yang didapat dari perhitungan formula scott adalah 1 berarti menunjukan realibilitas antar koder yang didapat cukup tinggi.

Hasil dari penelitian antara peneliti dengan koder 1, peneliti % persetujuan yang diamati - % persetujuan yang

diharapkan

1 - % persetujuan yang diharapkan

0,7791 0,8091 0,97 – 0,1909

(25)

keterhadalan dalam uji rumus Scott berada diangka 1. Sehingga semua penelitian yang dilakukan menunjukan reabilitas anta koder dan peneliti yang didapat cukup tinggi mengenai unsur-unsur nasionalisme pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita”.

F. Kemunculan Unsur Nasionalisme Per Kategori dalam Sub Kategori Antara Peneliti, Koder 1 dan Koder 2

F.1 Sub Kategori Cinta Tanah Air

Frekuensi kemunculan sub kategori cinta tanah air sebanyak 15 kali dari 31 shoot yang disepakati oleh peneliti, koder 1 dan koder 2. Berikut penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan cinta tanah air.

Tabel 3.24

Kategori Cinta Tanah Air

No Sub Kategori Frekuensi Jumlah Persentase (%) 1 Membanggakan

pribadi bangsa pada suatu negara 9 60% 2 Mengenang sejarah kepahlawanan pada pendiri bangsa 6 40% Total 15 100%

(26)

Berikut penggalan shoot yang menunjukkan kemunculan unsur cinta tanah air pada iklan “Karya Indonesia adalah Kita”.

Tabel 3.25

Shoot Kategori Cinta Tanah Air

Shoot Gambar Shoot

2

3

5

6

(27)

10 13 16 18 22 23 25

(28)

26

27

28

Sumber : Hasil Capture Screen Iklan Karya Indonesia adalah Kita oleh Peneliti

D.2 Sub Kategori Cinta Produk dalam Negeri

Upaya untuk menggunakan dan selalu menghargai hasil produksi dalam negeri daripada produk luar negeri disepakati peneliti, koder 1 dan koder 2, ada 13 shoot dari 31 shoot.

Tabel 3.26

Kategori Cinta Produk dalam Negeri

No Sub Kategori Frekuensi Jumlah Persentase (%) 1 Senang menggukanan

produk-produk dalam negeri

(29)

Berikut beberapa penggalan shoot yang memiliki kategori cinta produk dalam negeri.

Tabel 3.27

Shoot Kategori Cinta Produk Dalam Negeri

Shoot Gambar Shoot

1

4

12

14

(30)

16 17 18 21 22 28 29

(31)

30

Sumber : Hasil Capture Screen Iklan Karya Indonesia adalah Kita oleh Peneliti

D.3 Sub Kategori Kepribadian

Ada 12 shoot dari 31 shoot yang disepakati oleh peneliti, koder 1 dan koder 2. Berikut beberapa penggalan shoot yang menunjukkan kepribadian yang ada pada iklan Karya Indonesia adalah Kita.

Tabel 3.28 Kategori Kepribadian

No Sub Kategori Jumlah

Frekuensi

Persentase (%) 1 Membanggakan

kepribadian bangsa yang ramah dan santun sebagai bangsa Indonesia

6 50%

2 Menjaga toleransi terhadap umat beragama dan

menjunjung tinggi sopan santun sebagai bangsa Indonesia yang ramah

3 25%

3 Mengagungkan tradisi masa lalu sebagai jati diri

(32)

bangsa

Total 12 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut penggalan shoot yang terdapat pada kategori kepribadian. Tabel 3.29

Shoot Kategori Kepribadian

Shoot Gambar Shoot

5

7

11

14

(33)

18 19 24 25 26 27 31

Sumber : Hasil Capture Screen Iklan Karya Indonesia adalah Kita oleh Peneliti

(34)

D.4 Kategori Kebudayaan

Dalam indikasi diatas 100% dari 100% kemunculan shoot, kebudayaan digunakan dalam iklan “Karya Indonesia adalah Kita”. Berikut cuplikan beberapa shoot yang menampilkan kebudayaan didalamnya.

Tabel 3.30 Kategori Kebudayaan

No Sub Kategori FrekuensiJumlah Persentase (%) 1 Mencintai kebudayaan

dalam negeri dan

melestarikan serta menjaga kebudayaan bangsa

15 100%

Total 15 100%

Sumber : Data Peneliti

Berikut penggalan shoot yang terdapat pada kategori kebudayaan. Tabel 3.31

Shoot Kategori Kebudayaan

Shoot Gambar Shoot

1

(35)

4 6 8 10 13 15 16

(36)

19 22 23 27 29 30

Sumber : Hasil Capture Screen Iklan Karya Indonesia adalah Kita oleh Peneliti

(37)

Tabel 3.32 Kategori Kebangsaan

No Sub Kategori Jumlah

Frekuensi

Persentase (%)

1 Cita-cita yang sama 8 47,05%

2 Ideologi yang sama untuk persatuan bangsa

9 52,94%

Total 17 99,99%

Sumber : Data Peneliti

Berikut penggalan shoot yang terdapat pada kategori kebangsaan. Tabel 3.33

Shoot Kategori kebangsaan

Shoot Gambar Shoot

2

4

5

(38)

15 16 18 20 21 23 25

(39)

26 27 28 29 30 31

Sumber : Hasil Capture Screen Iklan Karya Indonesia adalah Kita oleh Peneliti

G. Deskripsi dan Penjelasan Kategori Hasil Perhitungan Kesepakatan Dalam Iklan “Karya Indonesia adalah Kita”

G.1 Sub Kategori Cinta Tanah Air

Rasa, emosi, keinginan, harapan terhadap tanah airnya yang merupakan hasil dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Indikator

(40)

yang paling banyak di gunakan dalam iklan ini adalah membanggakan pribadi bangsa pada suatu negara. Karena hasil karya anak Indonesia tidak kalah bagusnya dengan hasil karya orang lain. Orang dari negara lain bahkan banyak yang mengakui bahwa karya anak Indonesia sangat bagus. Dan selera orang dalam negeri pun tidak kalah dengan selera orang luar negeri.

G.2 Sub Kategori Cinta Produk dalam Negeri

Saat ini dapat kita lihat banyaknya masyarakat yang menggunakan dan mengkonsumsi produk-produk dalam negeri. Banyak masyarakat yang tak segan menggunakan batik dalam berkegiatan sehari-hari. Contohnya Dian Sastro, yang dalam scene ini dengan bangganya menggunakan baju batik. Dan produk-produk dalam negeri tidak kalah bagusnya dengan produk dari luar negeri. Bahkan beberapa produk dalam negeri juga sudah di ekspor ke luar negeri.

G.3 Sub Kategori Kepribadian

Totalitas nilai-nilai yang membentuk pola kelakuan serta gaya hidup bangsa. Ada 3 indikator kepribadian, yaitu:

a. Membanggakan kepribadian bangsa yang ramah dan santun sebagai bangsa Indonesia.

b. Menjaga toleransi terhadap umat beragama dan menjunjung tinggi sopan santun sebagai bangsa Indonesia yang ramah. c. Mengagungkan tradisi masal lalu sebagai Indonesia yang ramah

(41)

menjunjung tinggi sopan santun dalah hal beragama, berkeluarga dan bertetangga.

G.4 Sub Kategori Kebudayaan

Warisan masa lalu bangsa yang menjadi budaya dasarnya, yang merupakan jati diri asli bangsa untuk mampu bertahan terhadap pengaruh budaya luar, dengan menyaring dan mengelola untuk memajukan bangsanya sendiri. Mempunyai indikator mencintai kebudayaan dalam negeri dan melestarikan serta menjaga kebudayaan bangsa.

Dan juga ada beberapa adegan dalam iklan memiliki dialog yang memiliki unsur kebudayaan.

Contoh :

“kalau saya pakai batik berarti tandanya saya lagi memakai dan menghargai bagaimana proses batik ini di produksi”

Dari dialog diatas ada keyakinan pada diri Dian Sastro tentang mencintai kebudayaan dalam negeri dan melestarikan serta menjaga kebudayaan.

G.5 Sub Kategori Kebangsaan

Kelompok masyarakat yang bersamaan asal keturunan, adat, bahasa dan sejarahnya. Hubungan hukum antara orang dan negara. Kebangsaan memberi yurisdiksi negara atas orang dan memberi orang perlindungan dari negara. Yang menjadi hak-hak dan kewajiban merupakan hal yang beragam dari suatu negara dengan negara lainnya. Orang-orangnya memiliki cita-cita dan ideologi yang sama untuk persatuan bangsanya.

(42)

H. Diskusi Teori

Setelah dilakukan penelitian dengan rumus Holsty dan scott dari buku Eriyanto (2013), hasil menunjukkan nilai yang variabel. Dibuktikan dengan rumus holsty dengan hasil 0,7. Dan dengan rumus scott mempunyai hasil 0,96.

Gambar

Tabel 3.6  Kategori Kepribadian
Tabel 3.8  Kategori Kebudayaan
Tabel 3.10 Kategori Kebangsaan
Tabel 3.17 Kategori Kepribadian
+6

Referensi

Dokumen terkait

Dengan memperhatikan kerangka berpikir yang ada, maka dapat ditarik hipotesa awal dari penelitian ini, yaitu semakin besar faktor-faktor negatif yang ada dalam perencanaan

Dengan hasil ini dapat dinyatakan H 0 ditolak dan H a diterima yang berarti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari model pembelajaran kooperatif tipe Group

“Kelembagaan pengelolaan sumber daya perikanan PULL yang dibangun oleh masyarakat dengan fasilitasi Pemerintah Desa yang pro rakyat, dapat diakses masyarakat

Skor hidung berair selama 8 minggu kelompok BCG dan kontrol Gambar 4 tampak skor gejala hidung berair juga terjadi penurunan dengan perbedaan bermakna baik pada kelompok BCG

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2014 di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan dan Kolam Percobaan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Riau.

Makalah dalam Sarasehan Kesenian Madihin Tanggal 18 September 1992 di Taman Budaya Propinsi Kalimantan Selatan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Analisis petrografi bertujuan untuk penamaan batu sedimen serta memperoleh data penunjang bagi Provenance agar dapat diketahui bagaimana kandungan persentase batuan baik

Sedangkan dalam proses pengembangan Multimedia Pembelajarannya, peneliti menggunakan model prototype. Model Prototype adalah metode proses pembuatan sistem yang dibuat