NORMOBLA
NORMOBLAS terdiri dari empat S terdiri dari empat tahap :tahap : a.
a. pronpronormormobloblas; palas; paling besing besar, sitar, sitoploplasmasmanyanya biru, kroa biru, kromatmatinninnya haluya halus dan nukls dan nukleoleolusnusnya selaya selalu tamplu tampak;ak; b.
b. normobnormoblas las basofibasofil; l; sitopsitoplasmanlasmanya bya biru, iru, kromatkromatinnya innya agak agak kasar, kasar, nukleonukleolusnya lusnya tidak tidak selalu selalu tampaktampak;; c.
c. NormobNormoblas las polikpolikrom; rom; sitopsitoplasmanlasmanya ya merah merah kebiruakebiruan (n (karena karena menganmengandung dung hemoghemoglobinlobin), ), kromatkromatinnya innya kasar,kasar, nukleolusnya tidak tampak;
nukleolusnya tidak tampak; d.
d. NormobNormoblas olas ortokrortokrom, ukm, ukuran uran dan wdan warna arna sitoplsitoplasmanya asmanya mendemendekati kati eritroseritrosit, kit, kromatromatinnya innya kasar kasar & me& menunjuknunjukkankan tanda piknosis.
tanda piknosis.
dari pronormoblas sampai normoblas ortokrom terjadi empat kali mitosis. Normoblas ortokrom tidak bermitosi, dari pronormoblas sampai normoblas ortokrom terjadi empat kali mitosis. Normoblas ortokrom tidak bermitosi,
ERITROSIT dalam arti yang luas terdiri dari retikulosit dan eritrosit yang sebenarnya. Pada pewarnaan supravital ERITROSIT dalam arti yang luas terdiri dari retikulosit dan eritrosit yang sebenarnya. Pada pewarnaan supravital dengan biru metilen retikulosit tampak mengandung bintik atau serabut. Kiri, retikulosit, khas karena serabutnya dengan biru metilen retikulosit tampak mengandung bintik atau serabut. Kiri, retikulosit, khas karena serabutnya yang berwarna biru, ukurannya lebih besar daripada ukuran eritrosit (yang tidak mengandung serabut biru); Tengah, yang berwarna biru, ukurannya lebih besar daripada ukuran eritrosit (yang tidak mengandung serabut biru); Tengah, eritrosit normal, berbentuk bundar dengan bagian tengah yang tipis (kelihatan pucat), ukurannya semua hampir eritrosit normal, berbentuk bundar dengan bagian tengah yang tipis (kelihatan pucat), ukurannya semua hampir sama.
sama.
Kanan, sferosit, bentuknya bulat, bagian tengahnya tidak pucat, ukurannya biasanya lebih kecil daripada ukuran Kanan, sferosit, bentuknya bulat, bagian tengahnya tidak pucat, ukurannya biasanya lebih kecil daripada ukuran
DERET ERITROSIT, menampilkan tiga bentuk abnormal; ovalositosis, stomasitosis & kodositosis (codocyte = target DERET ERITROSIT, menampilkan tiga bentuk abnormal; ovalositosis, stomasitosis & kodositosis (codocyte = target cell). Ovalositosis adalah keabnormalan hereditar yang menyebabkan kelainan pada membran eritrosit.
cell). Ovalositosis adalah keabnormalan hereditar yang menyebabkan kelainan pada membran eritrosit.
Jika dalam hapusan darah ditemukan banyak ovalosit pada tempat tertentu saja dan semua terletak teratur dengan Jika dalam hapusan darah ditemukan banyak ovalosit pada tempat tertentu saja dan semua terletak teratur dengan sumbu panjang sejajar dengan arah hapusan darah, ovalosit itu terjadi pada membran, sehingga eritrosit kelihatan sumbu panjang sejajar dengan arah hapusan darah, ovalosit itu terjadi pada membran, sehingga eritrosit kelihatan seperti bermulut (stoma = mulut). Kodositosis di temukan pada penderita talasemia (kelebihan membran dibanding isi seperti bermulut (stoma = mulut). Kodositosis di temukan pada penderita talasemia (kelebihan membran dibanding isi sel) dan pada gangguan metabolisma lemak (banyak koles
DERET ERITROSIT, ovalo-stomasitosis (kiri) dan poikilositosis disertai fragmentasi (kanan). ovalo–stomasitosis DERET ERITROSIT, ovalo-stomasitosis (kiri) dan poikilositosis disertai fragmentasi (kanan). ovalo–stomasitosis merupakan dua keabnormalan hereditar yang terdapat pada satu eritrosit. Kelainan ini dapat menyebabkan anemia merupakan dua keabnormalan hereditar yang terdapat pada satu eritrosit. Kelainan ini dapat menyebabkan anemia hemolisis, seperti kasus pada gambar ini. Perhatikan adanya anisositosis (tanda penting anemia hemolisis). hemolisis, seperti kasus pada gambar ini. Perhatikan adanya anisositosis (tanda penting anemia hemolisis). Poikilositosis disertai fragmentasi terdapat pada berbagai keadaan yang merusak keutuhan endotel pembuluh darah, Poikilositosis disertai fragmentasi terdapat pada berbagai keadaan yang merusak keutuhan endotel pembuluh darah, sehingga secara mekanik merusak membran eritrosit yang menyentuhnya.
DERET NETROFIL khas karena granulanya yang berwarna ungu pada
DERET NETROFIL khas karena granulanya yang berwarna ungu pada pewarnaan Romanowskypewarnaan Romanowsky DERET NETROFIL khas karena granulanya yang berwarna ungu pada
DERET NETROFIL khas karena granulanya yang berwarna ungu pada pewarnaan Romanowskypewarnaan Romanowsky a.
a. a.
a. meloblas; sitoplasmanya biru tidak bergranula, kromatinnya meloblas; sitoplasmanya biru tidak bergranula, kromatinnya meloblas; sitoplasmanya biru tidak bergranula, kromatinnya meloblas; sitoplasmanya biru tidak bergranula, kromatinnya sangat halu, nukleolusnya tampak sangatsangat halu, nukleolusnya tampak sangatsangat halu, nukleolusnya tampak sangatsangat halu, nukleolusnya tampak sangat jelas;
jelas; jelas; jelas; b.
b. ProPromelmelosiosit; st; sitoitoplaplasmasmanya bnya biru kiru kemeemerahrahan mean mengangandundung gng granranula bula berwerwarnarna unga ungu; inu; intintinya bya bulaulat &t & besar kromatinnya agak kasar, nukleolusnya
besar kromatinnya agak kasar, nukleolusnya dapat tampak atau tidak;dapat tampak atau tidak; c.
c. MelMelosiosit; sit; sitoptoplasmlasmanyanya mera merah muah muda, mda, mengengandandung ung gragranulnula spea spesifsifik, iik, intintinya lnya lonjonjong ong dan ldan lebiebih kech kecilil dibanding inti promelosit
dibanding inti promelosit
d-e metamelosit; mudah dibedakan dengan melosit, karena bentuknya intinya yang cekung pada satu d-e metamelosit; mudah dibedakan dengan melosit, karena bentuknya intinya yang cekung pada satu
sisinya; sisinya; f-g
f-g batbatangang; int; intinyinya bera berbenbentuk tuk batbatangang, lur, lurus atus atau beau bengkngkok, ok, kromkromotiotinya nya kaskasar;ar;
DERET BASOFIL khas karena granulanya yang berwarna coklat tua sampai hitam, tersebar tidak DERET BASOFIL khas karena granulanya yang berwarna coklat tua sampai hitam, tersebar tidak merata dan ada
merata dan ada yang menaungi yang menaungi inti. inti. Ada kalanya Ada kalanya inti tidak jelas inti tidak jelas tampak karena “ttampak karena “tertutup” olehertutup” oleh granula.
granula. Granula basofil Granula basofil mudah larut dmudah larut dalam cairan fiksasi alam cairan fiksasi waktu pewarnaan; waktu pewarnaan; yang tinggal yang tinggal tersisatersisa hanya sebagian saja.
hanya sebagian saja.
Granula yang larut meninggalkan “bekas” berupa vakuol dalam sitoplasma (tampak jelas pada sel Granula yang larut meninggalkan “bekas” berupa vakuol dalam sitoplasma (tampak jelas pada sel dikiri bawah).
EOSINOFIL
EOSINOFIL khas karena gkhas karena granulanya yang ranulanya yang merah muda, merah muda, sama besar sama besar dan tersebar dan tersebar merata diseluruhmerata diseluruh EOSINOFIL
EOSINOFIL khas karena khas karena granulanya yang granulanya yang merah muda, merah muda, sama besar sama besar dan tersebar dan tersebar merata diseluruhmerata diseluruh sitoplasmanya; Jika lobusnya lebih dari dua, lobus ya
sitoplasmanya; Jika lobusnya lebih dari dua, lobus ya ng terdapat ditengah, biasanya jauh lebih kecil.ng terdapat ditengah, biasanya jauh lebih kecil. sitoplasmanya; Jika lobusnya lebih dari dua,
DERET MONOSIT, disebut juga sistem fogosit berinti satu, untuk menggantikan nama lama : DERET MONOSIT, disebut juga sistem fogosit berinti satu, untuk menggantikan nama lama : DERET MONOSIT, disebut juga sistem fogosit berinti satu, untuk menggantikan nama lama : DERET MONOSIT, disebut juga sistem fogosit berinti satu, untuk menggantikan nama lama : sistem retikulo-endotelium
sistem retikulo-endotelium. . Deret monosit Deret monosit terdiri dari mterdiri dari monoblas (tidak onoblas (tidak ada dalam ada dalam gambar,gambar, sistem retikulo-endotelium
sistem retikulo-endotelium. . Deret monosit Deret monosit terdiri dari mterdiri dari monoblas (tidak onoblas (tidak ada dalam ada dalam gambar,gambar, sukar dibedakan dengan meloblas), promonosit (tiga sel di kiri atas), monosit (semua sel sukar dibedakan dengan meloblas), promonosit (tiga sel di kiri atas), monosit (semua sel sukar dibedakan dengan meloblas), promonosit (tiga sel di kiri atas), monosit (semua sel sukar dibedakan dengan meloblas), promonosit (tiga sel di kiri atas), monosit (semua sel lainnya) dan makrofag (tidak ada pada gambar, terdapat
lainnya) dan makrofag (tidak ada pada gambar, terdapat dalam jaringan).dalam jaringan). lainnya) dan makrofag (tidak ada pada gambar, terdapat
lainnya) dan makrofag (tidak ada pada gambar, terdapat dalam jaringan).dalam jaringan).
Promonosit; intinya oval berlekuk dangkal, terkadang mengandung nukleolus, sitoplasmanya Promonosit; intinya oval berlekuk dangkal, terkadang mengandung nukleolus, sitoplasmanya Promonosit; intinya oval berlekuk dangkal, terkadang mengandung nukleolus, sitoplasmanya Promonosit; intinya oval berlekuk dangkal, terkadang mengandung nukleolus, sitoplasmanya berwarna abu;
berwarna abu; berwarna abu; berwarna abu;
Monosit; khas karena intinya besar, berlekuk dalam pada satu sisinya, seperti bentuk ginjal; Monosit; khas karena intinya besar, berlekuk dalam pada satu sisinya, seperti bentuk ginjal; Monosit; khas karena intinya besar, berlekuk dalam pada satu sisinya, seperti bentuk ginjal; Monosit; khas karena intinya besar, berlekuk dalam pada satu sisinya, seperti bentuk ginjal; sitoplasmanya abu kemerahan mengandung granula halus yang terisi enzim proteolisis. sitoplasmanya abu kemerahan mengandung granula halus yang terisi enzim proteolisis. sitoplasmanya abu kemerahan mengandung granula halus yang terisi enzim proteolisis. sitoplasmanya abu kemerahan mengandung granula halus yang terisi enzim proteolisis. Monosit keluar dari pembuluh darah, lalu tersebar di
Monosit keluar dari pembuluh darah, lalu tersebar di seluruh jaringan menjadi makrofag.seluruh jaringan menjadi makrofag. Monosit keluar dari pembuluh darah, lalu tersebar di
DERET THROMBOSIT terdiri dari megakaryoblas, promegakaryosit, megakaryosit dan DERET THROMBOSIT terdiri dari megakaryoblas, promegakaryosit, megakaryosit dan DERET THROMBOSIT terdiri dari megakaryoblas, promegakaryosit, megakaryosit dan DERET THROMBOSIT terdiri dari megakaryoblas, promegakaryosit, megakaryosit dan thrombosit.
thrombosit. Megakaryosit Megakaryosit terbentuk terbentuk karena karena endomitosis endomitosis dari dari sel ysel yang ang lebih lebih muda,muda, thrombosit.
thrombosit. Megakaryosit Megakaryosit terbentuk terbentuk karena karena endomitosis endomitosis dari dari sel sel yang yang lebih lebih muda,muda, sedangkan thrombosit terbentuk karena fragmentasi sitoplasma megakaryosit. sedangkan thrombosit terbentuk karena fragmentasi sitoplasma megakaryosit. sedangkan thrombosit terbentuk karena fragmentasi sitoplasma megakaryosit. sedangkan thrombosit terbentuk karena fragmentasi sitoplasma megakaryosit. Megakaryoblas poliploid (dua sel di sebelah kiri); khas karena besarnya dan karena Megakaryoblas poliploid (dua sel di sebelah kiri); khas karena besarnya dan karena Megakaryoblas poliploid (dua sel di sebelah kiri); khas karena besarnya dan karena Megakaryoblas poliploid (dua sel di sebelah kiri); khas karena besarnya dan karena sitoplasmanya berjurai-jurai tanpa granula; pada promeganula dalam sitoplasmanya, sitoplasmanya berjurai-jurai tanpa granula; pada promeganula dalam sitoplasmanya, sitoplasmanya berjurai-jurai tanpa granula; pada promeganula dalam sitoplasmanya, sitoplasmanya berjurai-jurai tanpa granula; pada promeganula dalam sitoplasmanya, biasanya mulai dibagian tepi; Megakaryosit; intinya berlonus, sitoplasmanya merah muda biasanya mulai dibagian tepi; Megakaryosit; intinya berlonus, sitoplasmanya merah muda biasanya mulai dibagian tepi; Megakaryosit; intinya berlonus, sitoplasmanya merah muda biasanya mulai dibagian tepi; Megakaryosit; intinya berlonus, sitoplasmanya merah muda sarat dengan granula yang akan menjadi thrombosit; Thrombosit; bagian tengahnya sarat dengan granula yang akan menjadi thrombosit; Thrombosit; bagian tengahnya sarat dengan granula yang akan menjadi thrombosit; Thrombosit; bagian tengahnya sarat dengan granula yang akan menjadi thrombosit; Thrombosit; bagian tengahnya berwarna ungu tua bergranula, bagian te
berwarna ungu tua bergranula, bagian te pinya merah muda tanpa gpinya merah muda tanpa granula.ranula. berwarna ungu tua bergranula, bagian te
DERET LIMFOSIT, terdiri dari limfoblas, prolimfosit, limfosit dan plasmasit (khusus untuk DERET LIMFOSIT, terdiri dari limfoblas, prolimfosit, limfosit dan plasmasit (khusus untuk DERET LIMFOSIT, terdiri dari limfoblas, prolimfosit, limfosit dan plasmasit (khusus untuk DERET LIMFOSIT, terdiri dari limfoblas, prolimfosit, limfosit dan plasmasit (khusus untuk limfosit B).
limfosit B). Menurut ukurannMenurut ukurannya, limfosit ya, limfosit dalam dardalam darah dibedakan ah dibedakan menjadi limmenjadi limfosit kecil,fosit kecil, limfosit B).
limfosit B). Menurut ukurannMenurut ukurannya, limya, limfosit dalam fosit dalam darah dibedakan darah dibedakan menjadi limmenjadi limfosit kecil,fosit kecil, limfosit sedang &
limfosit sedang & limfosit besar. limfosit besar. Limfosit kecil biaLimfosit kecil biasanya hanya sanya hanya tampak sebagai tampak sebagai inti saja;inti saja; limfosit sedang &
limfosit sedang & limfosit besar. limfosit besar. Limfosit kecil biaLimfosit kecil biasanya hanya sanya hanya tampak sebagai inti tampak sebagai inti saja;saja; sitoplasmanya sukar dilihat karena sedikitnya (gambar limfosit besar (satu sel di gambar sitoplasmanya sukar dilihat karena sedikitnya (gambar limfosit besar (satu sel di gambar sitoplasmanya sukar dilihat karena sedikitnya (gambar limfosit besar (satu sel di gambar sitoplasmanya sukar dilihat karena sedikitnya (gambar limfosit besar (satu sel di gambar kanan), in
kanan), inti dan ti dan sitoplasmanya sitoplasmanya tampak jelas. tampak jelas. Limfosit dalam Limfosit dalam darah terutamdarah terutama (kira-kiraa (kira-kira kanan), in
kanan), inti dan ti dan sitoplasmanya sitoplasmanya tampak jelas. tampak jelas. Limfosit dalam Limfosit dalam darah terutamdarah terutama (kira-kiraa (kira-kira 80%) a
80%) adalah limdalah limfosit kecil, fosit kecil, sisanya asisanya adalah lidalah limfosit sedang mfosit sedang dan besar. dan besar. Limfosit kecilLimfosit kecil 80%) a
80%) adalah limdalah limfosit kecil, fosit kecil, sisanya asisanya adalah ldalah limfosit sedang imfosit sedang dan besar. dan besar. Limfosit kecilLimfosit kecil umumnya berumur panjang, termasuk limfosit T d
umumnya berumur panjang, termasuk limfosit T d an emngalami resirkulasi berulang kali.an emngalami resirkulasi berulang kali. umumnya berumur panjang, termasuk limfosit T d
PLASMOSIT, ialah tahap maturasi akhir dari limfosit B; aktif mensitesis dan PLASMOSIT, ialah tahap maturasi akhir dari limfosit B; aktif mensitesis dan PLASMOSIT, ialah tahap maturasi akhir dari limfosit B; aktif mensitesis dan PLASMOSIT, ialah tahap maturasi akhir dari limfosit B; aktif mensitesis dan mengekresikan imunolglobulin; terdapat terutama dalam jaringan limfoid dan sumsum mengekresikan imunolglobulin; terdapat terutama dalam jaringan limfoid dan sumsum mengekresikan imunolglobulin; terdapat terutama dalam jaringan limfoid dan sumsum mengekresikan imunolglobulin; terdapat terutama dalam jaringan limfoid dan sumsum tulang, jarang dalam darah.
tulang, jarang dalam darah. tulang, jarang dalam darah. tulang, jarang dalam darah.
Ciri utama : inti terletak menepi, sekitar inti tampak zona bening, dalam sitoplasma Ciri utama : inti terletak menepi, sekitar inti tampak zona bening, dalam sitoplasma Ciri utama : inti terletak menepi, sekitar inti tampak zona bening, dalam sitoplasma Ciri utama : inti terletak menepi, sekitar inti tampak zona bening, dalam sitoplasma sering terdapat vakuol.
TALASEMIA MAJOR menun
TALASEMIA MAJOR menunjukkan gambaran eritrosit yang khas : leptositosis (leptocyte jukkan gambaran eritrosit yang khas : leptositosis (leptocyte = sel= sel TALASEMIA MAJOR menun
TALASEMIA MAJOR menunjukkan gambaran eritrosit yang khas : leptositosis (leptocyte jukkan gambaran eritrosit yang khas : leptositosis (leptocyte = sel= sel tipis) diserta
tipis) disertai banyak i banyak sel target, sel target, sel berkerut, sel berkerut, fragmentasi fragmentasi dan ndan normablastosis. ormablastosis. ButirButir tipis) diserta
tipis) disertai banyak i banyak sel target, sel target, sel berkerut, sel berkerut, fragmentasi fragmentasi dan ndan normablastosis. ormablastosis. ButirButir Howell-Jolly dapat ditemukan dalam eritrosit atau normoblas (dalam gambar, dua eritrosit Howell-Jolly dapat ditemukan dalam eritrosit atau normoblas (dalam gambar, dua eritrosit Howell-Jolly dapat ditemukan dalam eritrosit atau normoblas (dalam gambar, dua eritrosit Howell-Jolly dapat ditemukan dalam eritrosit atau normoblas (dalam gambar, dua eritrosit mengandung
mengandung butir butir H-J). H-J). Perubahan Perubahan diatas diatas akan akan bertambah bertambah hebat hebat setelah setelah penderitapenderita mengandung
mengandung butir butir H-J). H-J). Perubahan Perubahan diatas diatas akan akan bertambah bertambah hebat hebat setelah setelah penderitapenderita displenektomi, seperti
displenektomi, seperti kasus ini. kasus ini. Tampaknya Tampaknya dalam ekadadalam ekadaan tanpa an tanpa limpa eritrolimpa eritrosit yangsit yang displenektomi, seperti
displenektomi, seperti kasus ini. kasus ini. Tampaknya Tampaknya dalam ekadadalam ekadaan tanpa an tanpa limpa eritrolimpa eritrosit yangsit yang abnormal dan normoblas dapat bertahan lebih lama dalam d rah, sehingga jumlahnya abnormal dan normoblas dapat bertahan lebih lama dalam d rah, sehingga jumlahnya abnormal dan normoblas dapat bertahan lebih lama dalam d rah, sehingga jumlahnya abnormal dan normoblas dapat bertahan lebih lama dalam d rah, sehingga jumlahnya meningkat.
meningkat. meningkat. meningkat.
ANEMIA KURANG B
ANEMIA KURANG BESI DAN ASAESI DAN ASAM FOLAT tampak pada eritrosis dan netrofilnyM FOLAT tampak pada eritrosis dan netrofilnya. a. Eritrosit yangEritrosit yang ANEMIA KURA
ANEMIA KURANG BESI DAN ASANG BESI DAN ASAM FOLAT tampak pada eritrosis dan netrofilnM FOLAT tampak pada eritrosis dan netrofilnya. ya. Eritrosit yangEritrosit yang hipokrom, mikrositosis anemia beebrapa sel cerutu (cigar cell) khas untuk
hipokrom, mikrositosis anemia beebrapa sel cerutu (cigar cell) khas untuk anemia kurang besi.anemia kurang besi. hipokrom, mikrositosis anemia beebrapa sel cerutu (cigar cell) khas untuk
hipokrom, mikrositosis anemia beebrapa sel cerutu (cigar cell) khas untuk anemia kurang besi.anemia kurang besi. Kekurangan asam folat tampak pada netrofilnya yang menunjukkan hipersegmentasi dan Kekurangan asam folat tampak pada netrofilnya yang menunjukkan hipersegmentasi dan Kekurangan asam folat tampak pada netrofilnya yang menunjukkan hipersegmentasi dan Kekurangan asam folat tampak pada netrofilnya yang menunjukkan hipersegmentasi dan besar (pada gambar tampak batang yang
besar (pada gambar tampak batang yang besar dengan inti melengkung).besar dengan inti melengkung). besar (pada gambar tampak batang yang
besar (pada gambar tampak batang yang besar dengan inti melengkung).besar dengan inti melengkung).
Gambaran makrositosis yang khas pada anemia kurang asam folat tidak tampak, karena Gambaran makrositosis yang khas pada anemia kurang asam folat tidak tampak, karena Gambaran makrositosis yang khas pada anemia kurang asam folat tidak tampak, karena Gambaran makrositosis yang khas pada anemia kurang asam folat tidak tampak, karena pengaruh anemia kurang besi.
pengaruh anemia kurang besi. pengaruh anemia kurang besi. pengaruh anemia kurang besi.
a.
a.
a.
a.
objekti 40x, perhatikan tebaran mikrosit yang dobjekti 40x, perhatikan tebaran mikrosit yang dobjekti 40x, perhatikan tebaran mikrosit yang objekti 40x, perhatikan tebaran mikrosit yang diselang-diselang-iselang-iselang- selingi sel cerutu yang panjang;selingi sel cerutu yang panjang;selingi sel cerutu yang panjang;selingi sel cerutu yang panjang; posisiposisi posisi
posisi eritrosit yang salingeritrosit yang salingeritrosit yang salingeritrosit yang saling berjauhan berhubungan dengan derajat berjauhan berhubungan dengan derajat anemianya.berjauhan berhubungan dengan derajat berjauhan berhubungan dengan derajat anemianya.anemianya.anemianya. b.
b. b.
b. objektif 100x, untuk melihat sel demi sel dengan lebihobjektif 100x, untuk melihat sel demi sel dengan lebihobjektif 100x, untuk melihat sel demi sel dengan lebihobjektif 100x, untuk melihat sel demi sel dengan lebih seksama (bandingkan denganseksama (bandingkan denganseksama (bandingkan denganseksama (bandingkan dengan gambar
gambar gambar
ANEMIA MEGALOBLAS terutama disebabkan kekruangan asam folat, kadang-kadang ANEMIA MEGALOBLAS terutama disebabkan kekruangan asam folat, kadang-kadang ANEMIA MEGALOBLAS terutama disebabkan kekruangan asam folat, kadang-kadang ANEMIA MEGALOBLAS terutama disebabkan kekruangan asam folat, kadang-kadang karena kurang vitamin B12.
karena kurang vitamin B12. karena kurang vitamin B12. karena kurang vitamin B12.
Ciri khas yang tampak pada gambar meliputi : ovalomakrositosis, anisositosis dan Ciri khas yang tampak pada gambar meliputi : ovalomakrositosis, anisositosis dan Ciri khas yang tampak pada gambar meliputi : ovalomakrositosis, anisositosis dan Ciri khas yang tampak pada gambar meliputi : ovalomakrositosis, anisositosis dan hipersegmentasi.
hipersegmentasi. Bandingkan Bandingkan ukuran ukuran eritrosit dengaeritrosit dengan ukuran ukuran limn limfosit yanfosit yang tampag tampak k hipersegmentasi.
hipersegmentasi. Bandingkan Bandingkan ukuran ukuran eritrosit deneritrosit dengan ukuragan ukuran lin limfosit yanmfosit yang tamg tampak pak dalam gamba
dalam gambar. r. Anemia Anemia megaloblas karenmegaloblas karena kurang a kurang asam folat asam folat mudah terjadmudah terjadi, karenai, karena dalam gamb
dalam gambar. ar. Anemia mAnemia megaloblas karena egaloblas karena kurang asam kurang asam folat mudah folat mudah terjadi, karenaterjadi, karena cadangan asam folat dalam tubuh sangat terbatas, berbeda dengan cadangan vitamin cadangan asam folat dalam tubuh sangat terbatas, berbeda dengan cadangan vitamin cadangan asam folat dalam tubuh sangat terbatas, berbeda dengan cadangan vitamin cadangan asam folat dalam tubuh sangat terbatas, berbeda dengan cadangan vitamin B12 yang sangat besar (cukup untuk
B12 yang sangat besar (cukup untuk 1-2 tahun).1-2 tahun). B12 yang sangat besar (cukup untuk
LEKEMIA MELOBLA
LEKEMIA MELOBLAS AKUT, hapuS AKUT, hapusan darah dengan infiltrasi sel lekemia (msan darah dengan infiltrasi sel lekemia (meloblas). eloblas). PerhatikanPerhatikan LEKEMIA MELOBLA
LEKEMIA MELOBLAS AKUT, haS AKUT, hapusan darah dengan infiltrasi sel lekemia (mpusan darah dengan infiltrasi sel lekemia (meloblas). eloblas). PerhatikanPerhatikan ciri-ciri meloblas yang tampak : sitoplasma berwarna biru tanpa granula, kromatin yang halus ciri-ciri meloblas yang tampak : sitoplasma berwarna biru tanpa granula, kromatin yang halus ciri-ciri meloblas yang tampak : sitoplasma berwarna biru tanpa granula, kromatin yang halus ciri-ciri meloblas yang tampak : sitoplasma berwarna biru tanpa granula, kromatin yang halus serta nukleolus yang t
serta nukleolus yang tampak dengan jelas. ampak dengan jelas. Pada gambar Pada gambar juga tampak sel lekemia juga tampak sel lekemia berbentuk berbentuk serta nukleolus yang
serta nukleolus yang tampak dengan jelas. tampak dengan jelas. Pada gambar Pada gambar juga tampak sel lekemijuga tampak sel lekemia berbentuk a berbentuk Pelger Huet sem
Pelger Huet semu (atas dau (atas dan kiri b n kiri b awah). awah). Perhatikan kromPerhatikan kromatinnya yaatinnya yang kasar dan ng kasar dan warnawarna Pelger Huet sem
Pelger Huet semu (atas dau (atas dan kiri b n kiri b awah). awah). Perhatikan kromPerhatikan kromatinnya yaatinnya yang kasar dan ng kasar dan warnawarna sitoplasmanya yang merah muda dengan se
sitoplasmanya yang merah muda dengan se dikit granula.dikit granula. sitoplasmanya yang merah muda dengan sedikit
sitoplasmanya yang merah muda dengan sedikit granula.granula. Meloblas dengan batang Auer tampak di k
Meloblas dengan batang Auer tampak di k iri atas.iri atas. Meloblas dengan batang Auer tampak di k
Meloblas dengan batang Auer tampak di kiri atas.iri atas. Catatan :
Catatan : Catatan : Catatan :
LMA dibagi menjadi dua jenis, LMA “tanpa” diferensiasi dan LMA dengan diferensiasi, yang LMA dibagi menjadi dua jenis, LMA “tanpa” diferensiasi dan LMA dengan diferensiasi, yang LMA dibagi menjadi dua jenis, LMA “tanpa” diferensiasi dan LMA dengan diferensiasi, yang LMA dibagi menjadi dua jenis, LMA “tanpa” diferensiasi dan LMA dengan diferensiasi, yang
LEKEMIA P
LEKEMIA PROMELOSIT AKROMELOSIT AKUT menuUT menunjukkan sel lenjukkan sel lekemia dalam kemia dalam hapusan darahhapusan darah. . Sel lekemiaSel lekemia LEKEMIA P
LEKEMIA PROMELOSIT AROMELOSIT AKUT menuKUT menunjukkan sel lenjukkan sel lekemia dalam kemia dalam hapusan darahhapusan darah. . Sel lekemiaSel lekemia (promelosit) mengalami hipergranulasi dan kadang-kadang mengandung sejumlah batang (promelosit) mengalami hipergranulasi dan kadang-kadang mengandung sejumlah batang (promelosit) mengalami hipergranulasi dan kadang-kadang mengandung sejumlah batang (promelosit) mengalami hipergranulasi dan kadang-kadang mengandung sejumlah batang Auer yang menggerombol (
Auer yang menggerombol ( Auer yang menggerombol (
----Auer yang menggerombol ( ---- ). ). Granula Granula Granula Granula yang kaya yang kaya dengan enzyang kaya yang kaya dengan enzidengan enzim ini dengan enzim ini im ini bertindak sebagaim ini bertindak sebagaibertindak sebagaibertindak sebagai Dengan demikian m
Dengan demikian merangsang proses koagulasi daerangsang proses koagulasi dalam pembuluh dalam pembuluh darah. rah. Tidak mengheranTidak mengherankankan Dengan demikian m
Dengan demikian merangsang proses koagulasi daerangsang proses koagulasi dalam pembuluh lam pembuluh darah. darah. Tidak mengherankanTidak mengherankan jika pada lekemia jenis ini gangguan hemostasis akibat koagulasi dalam pembuluh darah jika pada lekemia jenis ini gangguan hemostasis akibat koagulasi dalam pembuluh darah jika pada lekemia jenis ini gangguan hemostasis akibat koagulasi dalam pembuluh darah jika pada lekemia jenis ini gangguan hemostasis akibat koagulasi dalam pembuluh darah
sering menjadi penyulit yang serius, berupa trombosis
sering menjadi penyulit yang serius, berupa trombosis dan/atau perdarahan.dan/atau perdarahan. sering menjadi penyulit yang serius, berupa trombosis
sering menjadi penyulit yang serius, berupa trombosis dan/atau perdarahan.dan/atau perdarahan. ).
).
tromboplastin, jika keluar dari sel setelah
tromboplastin, jika keluar dari sel setelah sel lekemia mati dan lisis.sel lekemia mati dan lisis. tromboplastin, jika keluar dari sel setelah
LEKEMIA ME
LEKEMIA MELOMONOSIT Akut dengaLOMONOSIT Akut dengan dua populasi n dua populasi sel lemekia, msel lemekia, meloblas dan monoeloblas dan monosit. sit. KeduaKedua LEKEMIA ME
LEKEMIA MELOMONOSIT Akut dengaLOMONOSIT Akut dengan dua populasi n dua populasi sel lemekia, msel lemekia, meloblas dan moneloblas dan monosit. osit. KeduaKedua jenis sel lekemia dapat dibedakan dengan jelas, jika hapusan darah diwarnai dengan pewarnaan jenis sel lekemia dapat dibedakan dengan jelas, jika hapusan darah diwarnai dengan pewarnaan jenis sel lekemia dapat dibedakan dengan jelas, jika hapusan darah diwarnai dengan pewarnaan jenis sel lekemia dapat dibedakan dengan jelas, jika hapusan darah diwarnai dengan pewarnaan
peroksidas, seperti
peroksidas, seperti gambar ini. gambar ini. Meloblas memberi Meloblas memberi reaksi positif reaksi positif kuat dan kuat dan tampak berwarntampak berwarnaa peroksidas, seperti
peroksidas, seperti gambar ini. gambar ini. Meloblas memberi Meloblas memberi reaksi positif kuareaksi positif kuat dan tt dan tampak berwarnaampak berwarna coklat kehijauan, sedangkan monosit tidak bereaksi dan tampak sebgai lazimnya pada coklat kehijauan, sedangkan monosit tidak bereaksi dan tampak sebgai lazimnya pada coklat kehijauan, sedangkan monosit tidak bereaksi dan tampak sebgai lazimnya pada coklat kehijauan, sedangkan monosit tidak bereaksi dan tampak sebgai lazimnya pada pewarnaan Ramonowsky.
pewarnaan Ramonowsky. pewarnaan Ramonowsky. pewarnaan Ramonowsky.
Perbandingan meloblas dengan monosit berbeda pada tiap penderita dan mungkin berbeda Perbandingan meloblas dengan monosit berbeda pada tiap penderita dan mungkin berbeda Perbandingan meloblas dengan monosit berbeda pada tiap penderita dan mungkin berbeda Perbandingan meloblas dengan monosit berbeda pada tiap penderita dan mungkin berbeda pada satu penderita dalam waktu berbeda.
pada satu penderita dalam waktu berbeda. pada satu penderita dalam waktu berbeda. pada satu penderita dalam waktu berbeda.
LEKEMIA MONOSIT AK
LEKEMIA MONOSIT AKUT, sel lekemia mencUT, sel lekemia mencapai tahap maturasi sampao apai tahap maturasi sampao monosit. monosit. Ciri khasCiri khas LEKEMIA MONOSIT AK
LEKEMIA MONOSIT AKUT, sel lekemia mencapai UT, sel lekemia mencapai tahap maturasi sampao motahap maturasi sampao monosit. nosit. Ciri khasCiri khas monosit jelas
monosit jelas tampak pada gamtampak pada gambar. bar. Pada reaksi Pada reaksi peroksidas ini jelaperoksidas ini jelas tampak semus tampak semua sela sel monosit jelas
monosit jelas tampak pada gamtampak pada gambar. bar. Pada reaksi Pada reaksi peroksidas ini jelaperoksidas ini jelas tampak semus tampak semua sela sel adalah peroksidas negatif, keucali satu (kanan bawah) yang positif lemah; sel ini mungkin adalah peroksidas negatif, keucali satu (kanan bawah) yang positif lemah; sel ini mungkin adalah peroksidas negatif, keucali satu (kanan bawah) yang positif lemah; sel ini mungkin adalah peroksidas negatif, keucali satu (kanan bawah) yang positif lemah; sel ini mungkin monoblas atau
monoblas atau promonosit yang promonosit yang kadang-kadang bereaksi positikadang-kadang bereaksi positif lemah. f lemah. Pada penderitaPada penderita monoblas atau
monoblas atau promonosit yang promonosit yang kadang-kadang bereaksi positikadang-kadang bereaksi positif lemah. f lemah. Pada penderitaPada penderita LMoA sering terjadi pembengkakan dan perdarahan gusi, karena infiltrasi dari sel lekemia LMoA sering terjadi pembengkakan dan perdarahan gusi, karena infiltrasi dari sel lekemia LMoA sering terjadi pembengkakan dan perdarahan gusi, karena infiltrasi dari sel lekemia LMoA sering terjadi pembengkakan dan perdarahan gusi, karena infiltrasi dari sel lekemia yang sudah matur (monosit).
yang sudah matur (monosit). yang sudah matur (monosit). yang sudah matur (monosit).
Eritrolekemia(M6): menunjukkan dua populasi sel lekemia,monosit dan eritroblas.Eritroblas Eritrolekemia(M6): menunjukkan dua populasi sel lekemia,monosit dan eritroblas.Eritroblas Eritrolekemia(M6): menunjukkan dua populasi sel lekemia,monosit dan eritroblas.Eritroblas Eritrolekemia(M6): menunjukkan dua populasi sel lekemia,monosit dan eritroblas.Eritroblas pada
pada pada pada
lekemia ini menunjukkan gangguan morfologi berupa: megaloblastoid,lobulasi inti dan lekemia ini menunjukkan gangguan morfologi berupa: megaloblastoid,lobulasi inti dan lekemia ini menunjukkan gangguan morfologi berupa: megaloblastoid,lobulasi inti dan lekemia ini menunjukkan gangguan morfologi berupa: megaloblastoid,lobulasi inti dan
multi-nukleasi. Perbandingan jml monosit dan eritroblas berbeda pada tiap penderita dan nukleasi. Perbandingan jml monosit dan eritroblas berbeda pada tiap penderita dan nukleasi. Perbandingan jml monosit dan eritroblas berbeda pada tiap penderita dan nukleasi. Perbandingan jml monosit dan eritroblas berbeda pada tiap penderita dan bahkan
bahkan bahkan bahkan
ber-ubah-ubah dalam satu penderita pada waktu yang berbeda. Biasanya pada stadium akhir, ubah-ubah dalam satu penderita pada waktu yang berbeda. Biasanya pada stadium akhir, ubah-ubah dalam satu penderita pada waktu yang berbeda. Biasanya pada stadium akhir, ubah-ubah dalam satu penderita pada waktu yang berbeda. Biasanya pada stadium akhir,
LEKEMIA LIMFOBLAS AKUT, sel lekemia terdiri dari limfoblas dengan ciri: sitoplasma LEKEMIA LIMFOBLAS AKUT, sel lekemia terdiri dari limfoblas dengan ciri: sitoplasma LEKEMIA LIMFOBLAS AKUT, sel lekemia terdiri dari limfoblas dengan ciri: sitoplasma LEKEMIA LIMFOBLAS AKUT, sel lekemia terdiri dari limfoblas dengan ciri: sitoplasma tampak samar-samar, karena sel hampir terisi penuh oleh inti; intinya jarang mengandung tampak samar-samar, karena sel hampir terisi penuh oleh inti; intinya jarang mengandung tampak samar-samar, karena sel hampir terisi penuh oleh inti; intinya jarang mengandung tampak samar-samar, karena sel hampir terisi penuh oleh inti; intinya jarang mengandung nukleolus dan jika ada, tampak samar-samar (berbeda dengan nukleolus pada meloblas); nukleolus dan jika ada, tampak samar-samar (berbeda dengan nukleolus pada meloblas); nukleolus dan jika ada, tampak samar-samar (berbeda dengan nukleolus pada meloblas); nukleolus dan jika ada, tampak samar-samar (berbeda dengan nukleolus pada meloblas); pada pewarnaan PAS tampak butir-butir coklat dalam sitoplasmanya yang terdiri dari pada pewarnaan PAS tampak butir-butir coklat dalam sitoplasmanya yang terdiri dari pada pewarnaan PAS tampak butir-butir coklat dalam sitoplasmanya yang terdiri dari pada pewarnaan PAS tampak butir-butir coklat dalam sitoplasmanya yang terdiri dari glikogen (gambar tengah); pada reaksi peroksidas hasilnya negatif (gambar kanan); sel glikogen (gambar tengah); pada reaksi peroksidas hasilnya negatif (gambar kanan); sel glikogen (gambar tengah); pada reaksi peroksidas hasilnya negatif (gambar kanan); sel glikogen (gambar tengah); pada reaksi peroksidas hasilnya negatif (gambar kanan); sel dibawah adalah netrofil yang bereaksi positif.
dibawah adalah netrofil yang bereaksi positif. dibawah adalah netrofil yang bereaksi positif. dibawah adalah netrofil yang bereaksi positif.
LEKEMIA GRANULOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari deret netrofil dengan berbagai LEKEMIA GRANULOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari deret netrofil dengan berbagai LEKEMIA GRANULOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari deret netrofil dengan berbagai LEKEMIA GRANULOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari deret netrofil dengan berbagai tahap maturasi. Pada beberapa kasus sel lekemia juga meliputi deret basofil dan eosinofil tahap maturasi. Pada beberapa kasus sel lekemia juga meliputi deret basofil dan eosinofil tahap maturasi. Pada beberapa kasus sel lekemia juga meliputi deret basofil dan eosinofil tahap maturasi. Pada beberapa kasus sel lekemia juga meliputi deret basofil dan eosinofil (bercampur); kadang-kadang basofil dan eosinofil yang dominan dan disebut lekemia (bercampur); kadang-kadang basofil dan eosinofil yang dominan dan disebut lekemia (bercampur); kadang-kadang basofil dan eosinofil yang dominan dan disebut lekemia (bercampur); kadang-kadang basofil dan eosinofil yang dominan dan disebut lekemia basofil/eosinofil kronik. Pada gambar tampak satu meloblas dan satu netrofil berinti dua; basofil/eosinofil kronik. Pada gambar tampak satu meloblas dan satu netrofil berinti dua; basofil/eosinofil kronik. Pada gambar tampak satu meloblas dan satu netrofil berinti dua; basofil/eosinofil kronik. Pada gambar tampak satu meloblas dan satu netrofil berinti dua; sel ini adalah sel lekemia yang mengalami maturasi (menjadi segmen), tetapi mengalami sel ini adalah sel lekemia yang mengalami maturasi (menjadi segmen), tetapi mengalami sel ini adalah sel lekemia yang mengalami maturasi (menjadi segmen), tetapi mengalami sel ini adalah sel lekemia yang mengalami maturasi (menjadi segmen), tetapi mengalami mitosis yang tidak sempurna ketika masih dalam tahap yang lebih muda. Hal ini sering mitosis yang tidak sempurna ketika masih dalam tahap yang lebih muda. Hal ini sering mitosis yang tidak sempurna ketika masih dalam tahap yang lebih muda. Hal ini sering mitosis yang tidak sempurna ketika masih dalam tahap yang lebih muda. Hal ini sering didapatkan pada lekemia.
didapatkan pada lekemia. didapatkan pada lekemia. didapatkan pada lekemia.
LEKEMIA LIMFOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari limfosit B, kecuali pada beberapa pulau LEKEMIA LIMFOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari limfosit B, kecuali pada beberapa pulau LEKEMIA LIMFOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari limfosit B, kecuali pada beberapa pulau LEKEMIA LIMFOSIT KRONIK, sel lekemia terdiri dari limfosit B, kecuali pada beberapa pulau di Jepang, kebanyakan limfosit T. Sel lekemia mudah pecah dan dalam hapusan darah di Jepang, kebanyakan limfosit T. Sel lekemia mudah pecah dan dalam hapusan darah di Jepang, kebanyakan limfosit T. Sel lekemia mudah pecah dan dalam hapusan darah di Jepang, kebanyakan limfosit T. Sel lekemia mudah pecah dan dalam hapusan darah tampak seperti bercak, disebut sel penyet (kiri bawah). Ada kalanya sel penyet demikian tampak seperti bercak, disebut sel penyet (kiri bawah). Ada kalanya sel penyet demikian tampak seperti bercak, disebut sel penyet (kiri bawah). Ada kalanya sel penyet demikian tampak seperti bercak, disebut sel penyet (kiri bawah). Ada kalanya sel penyet demikian banyaknya, sehingga mendominasi pandangan. Lekemia limfosit kronik sering sukar banyaknya, sehingga mendominasi pandangan. Lekemia limfosit kronik sering sukar banyaknya, sehingga mendominasi pandangan. Lekemia limfosit kronik sering sukar banyaknya, sehingga mendominasi pandangan. Lekemia limfosit kronik sering sukar dibedakan dengan limfoma, menyebar dalam aliran darah (keutuhan jaringan limfoid
dibedakan dengan limfoma, menyebar dalam aliran darah (keutuhan jaringan limfoid sudahsudah dibedakan dengan limfoma, menyebar dalam aliran darah (keutuhan jaringan limfoid
dibedakan dengan limfoma, menyebar dalam aliran darah (keutuhan jaringan limfoid sudahsudah terganggu).
terganggu). terganggu). terganggu).
MELOMA MULTIPEL, sel meloma umumnya besar sekali,
MELOMA MULTIPEL, sel meloma umumnya besar sekali, karena sarat dengan imunoglobulinkarena sarat dengan imunoglobulin MELOMA MULTIPEL, sel meloma umumnya besar sekali, k
MELOMA MULTIPEL, sel meloma umumnya besar sekali, karena sarat dengan imunoglobulinarena sarat dengan imunoglobulin (dibandingkan besarnya dengan netrofil disampingnya). Pada sel meloma, sifat umum (dibandingkan besarnya dengan netrofil disampingnya). Pada sel meloma, sifat umum (dibandingkan besarnya dengan netrofil disampingnya). Pada sel meloma, sifat umum (dibandingkan besarnya dengan netrofil disampingnya). Pada sel meloma, sifat umum plasmosit masih jelas tampak: letak inti menepi, sitoplasmanya disekitar inti lebih bening, plasmosit masih jelas tampak: letak inti menepi, sitoplasmanya disekitar inti lebih bening, plasmosit masih jelas tampak: letak inti menepi, sitoplasmanya disekitar inti lebih bening, plasmosit masih jelas tampak: letak inti menepi, sitoplasmanya disekitar inti lebih bening, dalam sitoplasmanya sering tampak vakiol.
dalam sitoplasmanya sering tampak vakiol. dalam sitoplasmanya sering tampak vakiol. dalam sitoplasmanya sering tampak vakiol.
Sel meloma terutama terdapat dalam sumsum tulang, jarang sekali dalam darah. Sel meloma terutama terdapat dalam sumsum tulang, jarang sekali dalam darah. Sel meloma terutama terdapat dalam sumsum tulang, jarang sekali dalam darah. Sel meloma terutama terdapat dalam sumsum tulang, jarang sekali dalam darah.
Sel meloma dapat dibagi menjadi dua fraksi: fraksi yang aktif membentuk imunoglobulin Sel meloma dapat dibagi menjadi dua fraksi: fraksi yang aktif membentuk imunoglobulin Sel meloma dapat dibagi menjadi dua fraksi: fraksi yang aktif membentuk imunoglobulin Sel meloma dapat dibagi menjadi dua fraksi: fraksi yang aktif membentuk imunoglobulin (seperti pada gambar)
(seperti pada gambar) dan fraksi yandan fraksi yang aktif berproliberasi. g aktif berproliberasi. Fraksi ini mFraksi ini morfologinya sepertiorfologinya seperti (seperti pada gambar)
(seperti pada gambar) dan fraksi yandan fraksi yang aktif berproliberasi. g aktif berproliberasi. Fraksi ini mFraksi ini morfologinya sepertiorfologinya seperti limfosit, sukar dibedakan dengan limfosit normal dan jumlahnya sedikit sekali, hanya limfosit, sukar dibedakan dengan limfosit normal dan jumlahnya sedikit sekali, hanya limfosit, sukar dibedakan dengan limfosit normal dan jumlahnya sedikit sekali, hanya limfosit, sukar dibedakan dengan limfosit normal dan jumlahnya sedikit sekali, hanya beberapa persen.
beberapa persen. beberapa persen. beberapa persen.
SEL. LE merupakan tanda klasik dari penyakit lupus eritematosus; biasanya disertai SEL. LE merupakan tanda klasik dari penyakit lupus eritematosus; biasanya disertai SEL. LE merupakan tanda klasik dari penyakit lupus eritematosus; biasanya disertai SEL. LE merupakan tanda klasik dari penyakit lupus eritematosus; biasanya disertai pembentukan roset.
pembentukan roset. pembentukan roset. pembentukan roset.
SEL LE terbentuk dari netrofil yang telah memfasgosit inti netrofil yang sudah mati dan SEL LE terbentuk dari netrofil yang telah memfasgosit inti netrofil yang sudah mati dan SEL LE terbentuk dari netrofil yang telah memfasgosit inti netrofil yang sudah mati dan SEL LE terbentuk dari netrofil yang telah memfasgosit inti netrofil yang sudah mati dan mengalami dekomposisi. Untuk pembentukan sel LE in vitro harus ada : antibodi terhadap mengalami dekomposisi. Untuk pembentukan sel LE in vitro harus ada : antibodi terhadap mengalami dekomposisi. Untuk pembentukan sel LE in vitro harus ada : antibodi terhadap mengalami dekomposisi. Untuk pembentukan sel LE in vitro harus ada : antibodi terhadap inti, netrofil yang sudah mati dan netrofil yang masih hidup. Antibodi ada dalam serum inti, netrofil yang sudah mati dan netrofil yang masih hidup. Antibodi ada dalam serum inti, netrofil yang sudah mati dan netrofil yang masih hidup. Antibodi ada dalam serum inti, netrofil yang sudah mati dan netrofil yang masih hidup. Antibodi ada dalam serum penderita, netrofil yang mati dan yang masih hidup
penderita, netrofil yang mati dan yang masih hidup terdapat pada waktu inkubasi.terdapat pada waktu inkubasi. penderita, netrofil yang mati dan yang masih hidup
penderita, netrofil yang mati dan yang masih hidup terdapat pada waktu inkubasi.terdapat pada waktu inkubasi. Pada gambar tampak sel LE dan roset yang khas.
Pada gambar tampak sel LE dan roset yang khas. Pada gambar tampak sel LE dan roset yang khas. Pada gambar tampak sel LE dan roset yang khas.