• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II (1)"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bab ini akan diuraikan tentang teori-teori yang mendukung Pada bab ini akan diuraikan tentang teori-teori yang mendukung penelitian sehingga dapat memperjelas masalah penelitian yang menjadi penelitian sehingga dapat memperjelas masalah penelitian yang menjadi obyek untuk perumusan masalah.

obyek untuk perumusan masalah.

 A.

 A. PengPengertert ian ian PurPur iififi erer

Menurut Lasli Jackson dan Thomas D. Morton (1977)

Menurut Lasli Jackson dan Thomas D. Morton (1977) ,, pengertianpengertian purifier 

purifier adalah suatu pesawat bantu yang digunakan untuk pemisahanadalah suatu pesawat bantu yang digunakan untuk pemisahan dua cairan yang berbeda berat jenisnya. Pada purifier pembersihan dua cairan yang berbeda berat jenisnya. Pada purifier pembersihan dilakukan dengan system gerak putar (sentrifugal).

dilakukan dengan system gerak putar (sentrifugal).

Di kapal, purifier berfungsi untuk membersihkan bahan bakar dari Di kapal, purifier berfungsi untuk membersihkan bahan bakar dari kotoran cair maupun padat (lumpur) sehingga kerusakan pada mesin kotoran cair maupun padat (lumpur) sehingga kerusakan pada mesin akibat penggunaan bahan bakar yang tidak

akibat penggunaan bahan bakar yang tidak bersih dapat dikurangi.bersih dapat dikurangi.

B.

B. PrinsiPrinsi p Pp Pemisahan emisahan MinyakMinyak

Menurut Jusak J.H (perawatan dan perbaikan mesin), Menurut Jusak J.H (perawatan dan perbaikan mesin), menjel

menjel

a

a

skan bahwa prinsip pembersihan minyak terdiri dari beberapaskan bahwa prinsip pembersihan minyak terdiri dari beberapa  jenis,

 jenis, hal hal ini ini disebabkan disebabkan karena karena perbedaan perbedaan berat berat jenis jenis (BJ) (BJ) zat zat caircair tersebut, namun yang sering dipakai di kapal yaitu :

(2)

1.

1. Metode Metode Gaya Gaya GravitasiGravitasi

Metode gaya gravitasi adalah cara pembersihan minyak Metode gaya gravitasi adalah cara pembersihan minyak dengan menggunakan gaya berat, yaitu bahan bakar dari dengan menggunakan gaya berat, yaitu bahan bakar dari tangki dasar berganda dialirkan ke tangki penyimpanan bahan tangki dasar berganda dialirkan ke tangki penyimpanan bahan bakar dalam waktu tertentu untuk mengendapkan air dan bakar dalam waktu tertentu untuk mengendapkan air dan lumpur yang dikandung oleh bahan bakar.

lumpur yang dikandung oleh bahan bakar. Contoh :

Contoh :

Suatu cairan yang mengandung minyak jika diendapkan pada Suatu cairan yang mengandung minyak jika diendapkan pada suatu wadah atau tangki maka dengan gaya gravitasi bumi suatu wadah atau tangki maka dengan gaya gravitasi bumi cairan yang mempunyai berat janis yang lebih besar akan ke cairan yang mempunyai berat janis yang lebih besar akan ke titik pusat bumi dari pada cairan yang mempunyai berat jenis titik pusat bumi dari pada cairan yang mempunyai berat jenis lebih kecil.

lebih kecil. 2.

2. Metode Metode Pembersih Pembersih SentrifugalSentrifugal

Mesin pemisah kotoran yang lazim disebut separator (purifier) Mesin pemisah kotoran yang lazim disebut separator (purifier) yaitu pemisah dengan putaran untuk melakukan pemisahan yaitu pemisah dengan putaran untuk melakukan pemisahan dengan pengendapan di bidang sentrifugal.

dengan pengendapan di bidang sentrifugal. Jika pemisahan dengan gaya sentrifugal

Jika pemisahan dengan gaya sentrifugal bekerja sesuai denganbekerja sesuai dengan 1500

1500 – –1900 rpm, maka pemisahan dan pembersihannya jauh1900 rpm, maka pemisahan dan pembersihannya jauh lebih besar dari pada pengendapan gravitasi bumi.

(3)

3. Metode Filter (Saringan)

Untuk pembersihan bahan bakar dengan pemakaian saringan dibagi dalam dua kali penyaringan. Ini dimaksudkan agar dapat memperoleh hasil yang maksimal, untuk setiap saringan dipergunakan untuk menyaring bagian kotoran yang besar sedangkan saringan (super filter) dipergunakan untuk menyaring bagian kotoran yang kecil.

C. Prinsip Kerja Purifier

Menurut Sarifuddin Rowa  (2002), Prinsip kerja purifier adalah memisahkan minyak dari air, lumpur dan kotoran lainnya dengan gaya sentrifugal berdasarkan berat jenisnya sehingga partikel yang mempunyai berat jenis yang lebih besar akan berada jauh meninggalkan porosnya, sedangkan partikel yang mempunyai berat  jenis lebih kecil akan selalu berada mendekati porosnya.

Tujuan pemisahaan minyak dengan putaran sentrifugal adalah :

1. Lumpur-lumpur dapat dipisahkan dengan mudah dan dibuang dengan cara di blow-up.

2. Gerakan pembuangan lumpur dilakukan dalam suatu waktu yang singkat dengan pembersihan yang tinggi.

(4)

D. Kom ponen Purifi er Dan Fungsin ya

Menurut Instruction Manual Book Alfa Lafal, menyebutkan bahwa komponen dari purifier adalah sebagai berikut :

 A. Komponen luar purifier : 1. Automatic control panel.

 Automatic control panel berfungsi sebagai tempat untuk mengontrol pengoperasian purifier secara otomatis.

2. Leakage monitor.

Leakage monitor berfungsi sebagai alat pendeteksi terjadinya kebocoran minyak yang terbuang ke sludge tank.

3. Discharge detector.

Discharge detector merupakan alat pendeteksi apabila bowl tidak membuka pada saat kotoran dalam bowl tidak dapat dibuang ketika proses pembuangan kotoran berlangsung.

4. Flow meter.

Flow meter berfungsi sebagai alat kontrol kecepatan aliran minyak selama pengoperasian purifier berlangsung.

5. Pressure gauge.

Pressure gauge berfungsi untuk mendeteksi tekanan minyak bersih yang keluar dari purifier menuju ke tangki harian.

6. Thermometer.

Thermometer berfungsi untuk mendeteksi temperatur dalam purifier selama pengoperasian purifier berlangsung.

(5)

7. Gear pump.

Gear pump berfungsi untuk mensupplai bahan bakar dari settling tank ke dalam purifier untuk dipisahkan dari air dan kotoran lainnya.

8. Safety joint.

Safety joint merupakan bagian purifier yang akan menghubungkan secara otomatis tenaga dari motor ke gear pump ketika purifier dioperasikan.

9. Plug.

Plug berfungsi sebagai katup pembuangan kotoran dari dalam bowl ke sludge tank.

10. 3-way cylinder valve.

3-way cylinder valve berfungsi sebagai saluran masuk minyak dari tangki penampungan ke dalam purifier dan saluran balik ke dalam tangki ketika proses pembuangan kotoran terjadi.

11. Pressure kontrol valve.

Pressure kontrol valve berfungsi untuk membuka katup pembuangan sesuai dengan tekanan kotoran yang keluar ke slude tank

12. By- pass valve.

By-pass valve berfungsi sebagai saluran balik bahan bakar dari gear pump ke settlink tank.

(6)

13. 3-way Selenoid valve.

3-way solenoid valve berfungsi untuk membuka dan menutup kran sesuai dengan sinyal dari automatic control untuk mensupplai air pengoperasian ke dalam purifier. (high pressure, sealing water, low pressure).

14. Oil Heater.

Oil heater berfungsi untuk memanaskan bahan bakar yang disupplai dari gear pump ke dalam purifier.

15. Reducing Valve.

Reducing valve berfungsi untuk mensupplai dan mereduksi air pengoperasian tekanan tinggi untuk penutupan bowl.

B. Komponen dalam purifier : 1. Disc

Disc adalah komponen dalam purifier yang berfungsi untuk menahan aliran minyak yang akan dibersihkan secara perlahan-lahan hingga akhirnya minyak keluar menuju ke tangki harian. 2. Bowl body

Berfungsi sebagai tempat dudukan bowl hood purifier. 3. Bowl nut.

Berfungsi untuk mengunci atau menahan bowl hood agar tidak terlepas dari dudukannya.

(7)

4. Bowl hood

Berfungsi sebagai tempat diletakkkannya disc-disc yang merupakan tempat terjadinya proses pembersihan minyak.

5. Main seal ring

Main seal ring berfungsi sebagai pelapis atau penyekat antara bowl body dan bowl hood agar minyak tidak terbuang ke sludge tank pada saat purifier sedang beroperasi.

6. Distributor

Distributor adalah komponen dalam purifier yang berfungsi sebagai tempat saluran masuk bahan bakar kotor yang akan dibersihkan.

7. Main cylinder

Main cylinder berfungsi sebagai komponen pelengkap pada disc dalam bowl.

8. Pilot Valve

Pilot valve berfungsi untuk membuka katub saluran air pembuangan menuju sludge tank.

9. Gravity disc.

Gravity disc adalah sebuah cincin yang dipasang dalam purifier untuk menghindari agar minyak dan air tidak bersatu kembali pada saat minyak dan air keluar.

(8)

E. Pros edur Pengop erasian dan Penghenti an Purif ier

Cara pengoperasian dan penghentian purifier terdiri atas dua cara, yaitu :

1. Pengop erasian secara manual

Menurut Suparwo (2002), pengoperasian purifier secara manual yaitu :

Prosedur untuk menjalankan pur ifier

Setelah memastikan sistem sudah siap untuk dioperasikan, (pemanasan bahan bakar telah mencapai suhu yang dikehendaki , saluran bahan bakar yang menuju ke tangki harian telah terbuka) maka tekan tombol “on” pada purifier. Apabila putaran bowl sudah mencapai putaran normal dengan melihat jarum penunjukan amperemeter (sudah normal), maka :

a) Isi air lewat corong air yang berada diatas cover, air akan masuk lewat saluran distributor yang selanjutnya melalui lubang masuk di kaki distributor, air akan terlempar keluar menempel di dinding bowl. Maksud pengisian air adalah untuk membuat water seal yang dapat menahan minyak terbuang kesaluran air.

(9)

b) Cek saluran air, apakah kelebihan air sudah mengalir keluar. Kalau sudah keluar, ini berarti water dam ring atau water seal telah terbentuk.

c) Bila sistem air tawar sudah bekerja dengan baik maka buka kran bahan bakar untuk dialirkan ke dalam purifier.

d) Adakan pengecekan terhadap proses purifikasi, bila bahan bakar keluar melalui pipa keluar bahan bakar maka proses pemisahan telah berjalan normal, tetapi bila terdapat kelainan, stop purifier dan lakukan pengecekan terhadap komponen-komponennya yang dapat mengakibatkan proses purifikasi tidak berjalan dengan normal.

Prosedur untuk menghentikan purifier : a) Tutup kran pemanas minyak

b) Tutup kran masuk dan keluar bahan bakar pada purifier

c) Adakan blow-up dengan menggunakan air tawar untuk proses pembilasan

d) Tekan tombol stop pada motor untuk menghentikan pengoperasian motor

e) Setelah motor stop, maka tutup kran pembuangan ke sludge tank.

(10)

2. Pengop erasian secara otom atis

Menurut Instruction Manual Book Alfa Lafal, Prosedur untuk pengoperasian purifier secara otomatis yaitu :

Prosedur menjalankan :

a) Sebelum menjalankan purifier, pastikan kran  –  kran terbuka penuh.

b) Jalankan pemanas minyak

c) Tekan tombol start pada automatic control panel.

Pada saat pertama start karena beban untuk berputar agak berat , maka penunjukan jarum 10 ampere. Tetapi bila putaran motor sudah normal maka penunjukan jarum ampere meter akan bergerak turun hingga mencapai sekitar lima ampere.

d) setelah putaran motor sudah normal, maka adakan pengaturan waktu untuk proses blow – up.

e) Setelah memastikan purifier jalan dengan normal, maka adakan pengaturan tekanan minyak masuk dan keluar dari purifier.

f) Putar switch kontrol keposisi automatic control maka purifier akan bekerja secara otomatis untuk melakukan proses pemisahan.

(11)

Prosedur menghentikan :

a) Tutup kran pemanas minyak (oil heater)

b) Tekan tombol auto stop pada panel program control.

c) Secara otomatis akan memblow-up sendiri dan menghentikan pengoperasian purifier. Setelah lampu merah pada panel menyala menandakan bahwa purifier sudah selesai dalam pengoperasian dan aman untuk menurunkan saklarnya.

d) Tutup kran masuk dan keluar bahan bakar pada purifier.

F. Faktor  –faktor penyebab peluberan bahan bakar pada saat pengoperasian Purifier

Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya peluberan bahan bakar dari dalam purifier antara lain :

a. Pengaruh gravity disc

Kemampuan purifier untuk memisahkan bahan bakar dari air dan kotoran (lumpur) sangat dipengaruhi oleh ukuran gravity disc. Dalam purifier minyak yang masuk akan berputar, hal ini bertujuan untuk mengatur cara pelemparan sehingga zat cair yang mempunyai berat jenis lebih besar akan terlempar jauh, sedangkan zat cair yang berat jenisnya ringan akan berada dekat dengan sumbuh putaran. Jika berat jenis minyak bahan bakar yang masuk ke purifier berubah –ubah maka perbandingan garis tengah

(12)

(diameter) harus di ubah. Untuk itu setiap purifier dipasang cincin yang mana garis tengah luar dari saluran pembuangan air dapat diubah. Dan cincin tersebut adalah gravity disc yang berfungsi untuk menjaga agar cairan minyak dan air tidak bersatu atau bercampur kembali pada waktu air dan minyak itu keluar.

b. Pemilihan gravity disc.

Gravity disc yang akan digunakan pada purifier terlebih dahulu diadakan pemilihan yang tepat agar mengurangi terjadinya peluberan bahan bakar. Hal ini perlu di lakukan karena perbedaan berat jenis dari bahan bakar yang tidak sama.

c. Persediaan gravity disc

Jenis gravity disc ditentukan pada tabel di bawah ini. Hal ini memperlihatkan perbedaan gravity disc pada diameternya dari bermacam-macam garavity disc

Diameter gravity disc (mm) 63 64,5 60,5 68 70 73 78 84 Perbandinga n (berat jenis) 0,900 0,965 0,956 0,930 0,920 0,88 0,870 0,840 Sumber : Alfa laval separation marine, Tahun : 1997.

(13)

d. Petunjuk umum pemilihan gravity disc

Untuk mendapatkan gravity disc yang cocok pada purifier yang dipakai harus memenuhi 4(empat) macam syarat yang diperlukan antara lain :

1. Spesifik gravity (berat jenis) 2. Viscosity (kekentalan)

3. Tabel seleksi gravity disc 4. Suhu pemanasan

e. Plug screw with nozzle

Kerusakan pada plug screw with nozzle disebabkan karena saat pemasangan kurang diperhatikan dan apabila screw with nozzle ini tidak berfungsi dengan baik maka purifier akan mengalami over flow.

f. Putaran tidak senter

Gagalnya purifier distart kembali setelah terjadi automatic stop disebabkan putarannya imbal (tidak senter) sehingga tidak mampu melampaui batas kritis. Pertama kali putarannya perlahan-lahan semakin lama putarannya semakin cepat, untuk menuju putaran normal biasanya melalui putaran yang diiringi dengan getaran, getaran inilah yang dinamakan putaran kritis.

(14)

Putaran purifier yang imbal (tidak senter) sulit bahkan tidak mungkin mencapai putaran normal. Apabila putaran tidak normal, maka daya atau tenaga untuk melempar dalam gaya sentrifugal tidak tercapai sehingga bahan bakar dan air akan tecampur.

Sebab-sebab purifier putarannya tidak senter adalah : a. Bowl disc kotor.

Pada dinding bagian dalam bowl banyak kotoran yang menempel. Agar bowl disc tidak kotor seperti yang dianjurkan oleh buku petunjuk pembersihan dilakukan setiap 3000 jam. Pada saat pencucian bowl (mangkuk), bowl hood (kap mangkuk), bowl bod (badan mangkuk), dan bowl disc (piringan mangkuk) , juga dipperiksa bagian –bagian lainnya, seperti : O-ring packing atau seal ring. Bila pada bagian tersebut rusak harus segera diganti untuk mencegah kebocoran pada purifier tersebut.

b. Ball bearing (bantalan)

kerusakan pada ball bearing ini disebabkan oleh putaran poros yang tidak rata (senter) atau pemanasan bahan bakar yang terlalu tinggi. Pada saat masuk kepurifier temperatur bahan bakar maksimum adalah 100 0c . Jika ball bearing rusak, jalan satu-satunya adalah diganti dengan yang baru.

(15)

c. Poros purifier

Poros purifier yang bengkok di sebabkan karena terlalu lama dipakai sehingga mengalami perubahan bentuk. Disamping itu ujung poros bagian yang lurus permukaanya tidak rata lagi karena termakan korosi dan aus karena gesekan. Apabila poros sudah bengkok atau sudah aus, jalan terbaik yaitu harus diganti. d. Drive gear.

Drive gear akan cepat rusak atau aus bila sistem pelumasan kurang diperhatikan. Penggunaan minyak lumas yang tidak sesuai di drive gear dapat menyebabkan gear menjadi aus dan mempengaruhi penyaluran tenaga motor secara maksimum sehingga putaran motor menjadi berkurang. Faktor lain yang menyebabkan drive gear rusak yaitu dalam pemasangan kurang hati-hati.

Komponen-komponen yang menyebabkan terjadinya over flow pada FO purifirer

(16)

Nama Bagian Waktu Penggantian Keterangan Main Seal Ring

Light Liquid Chamber Gravity Disc

Centripetal Pump Heavy Liquid Camber Top Disc

Screw With Nozzle Disc 6 bulan 6 bulan 6 bulan 12 bulan 6 bulan 12 bulan 1 bulan 6 bulan Rusak/Aus Rusak/Aus Retak/Berkarat Rusak/Aus Rusal/Aus Rusak/Aus Rusak/Aus Retak/Berkarat Sumber : Alfa laval separation marine, Tahun: 1995.

G. Peranan Operating Water Terhadap Proses Purif ikasi Pur ifi er

Menurut Instruction Manual book Alfa Lafal, Ada tiga fase pengaliran air yaitu : proses opening bowl, closing bowl dan sealing water. Ketiga proses ini sangat mempengaruhi purifikasi bahan bakar pada purifier. Dimana proses pertama yang terjadi adalah proses penutupan bowl, closing water masuk melalui screw with hole dan menekan sliding bowl bottom ke atas sehingga bowl tertutup. Selanjutnya sealing water masuk untuk pembilasan dan sebagai interface.

Proses terakhir yaitu proses opening water masuk ke dalam ruang di atas operating slide, sehingga operating slide mengalahkan tekanan spring dan bergerak ke bawah dan menyebabkan drain valve

(17)

plug terbuka dan closing water keluar melalui drain channel. Dengan keluarnya closing water maka sliding bowl akan bergerak ke bawah dan bowl terbuka.

Bowl merupakan wadah penampungan kotoran dan lumpur yang berasal dari proses purifikasi minyak. Di dalam bowl terdapat komponen-komponen seperti :

1. Disc.

Disc mempunyai fungsi utama menahan tekanan minyak. Minyak yang merambat pada disc dengan perlahan akan naik untuk dipompakan oleh centrifugal pump keluar melalui outlet purifier dengan perambatan minyak akan perlahan naik maka untuk memisahkan minyak tersebut dari kotoran menjadi lebih mudah akibat adanya gaya sentrifugal yang terjadi di dalam bowl.

2. Pilot Valve.

Setelah proses purifikasi terjadi di dalam bowl maka air dan kotoran yang sudah dipisahkan di dalam bowl akan dikeluarkan menuju ke tangki lumpur. Air pengoperasian akan menekan pilot valve ke dalam sehingga air yang berada di bawah main cylinder akan keluar melalui celah yang telah dibuka oleh pilot valve sehingga main cylinder bergerak ke bawah dan membuka sludge port untuk mengeluarkan air dan kotoran hasil pemisahan. Pilot valve merupakan alat yang bekerja dengan dua cara yaitu :

(18)

a. Membuka akibat adanya tekanan air pembukaan (Opening Water).

b. Menutup akibat adanya gaya sentrifugal yang membuat pilot valve secara otomatis terdorong keluar.

H. GARIS-GARIS BESAR PERAWATAN DAN PEMERIKSAAN Menurut Alfa laval Instruction Manual Book

1. Bowl

Keadaan setiap bagian bowl secara umum tidak bisa ditentukan Karena berhubungan dengan zat-zat minyak yang diperlukan dan keadaannya ketika dioperasikan akan ditunjukkan standar ruang lingkup perbaikan sementara dan syarat batas penggunaan benda pengganti adalah sebagai berikut :

Lebih dari iu tidk mungkin untuk menunjukkan batasan korosi (karat) dalam jumlah terbatas. sesungguhnya korosi sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan kondisi pemakaian, bila hal ini digunakan dalam dunia maritime. Maka besarnya kondisi akan bermacam-macam tergantung pada zat-zat dari minyak yang diperlukan. Khususnya dalam hal bahan bakar minyak yang diperlukan. pencampuran dengan air laut bisa saja terjadi. Sebaliknya mempertimbangkan untuk mengetok bagian-bagian yang berkarat dan juga perawatan pemeriksaan seharunya dilakukan hati-hati.

(19)

a. Korosi dapat terjadi pada daerah dimana lumpur melekat dan berkumpul. Pembangkaran dan pembersihan lumpur yang tidak menyatu harus dilakukan dengan baik untuk menghindari terjadinya korosi.

b. Bagian-bagian bowl, kecuali suatu bagian yang terbuat dari baja, tapi ini tidak perlu bila tidak akan ada korosi yang terjadi paa bagian-bagian bowl bila kondisinya sudah keras akan terjadi pelubangan. Lebih lanjut lagi ketika bowl telah dibuka pada pada tekanan tinggi, ada kemungkinan bahwa celah yang ditemukan dimulai terjadinya lubang akan terjadi konsekwensinya, pemeriksaaan harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Prosedur pemeriksaan :

1 Lakukan pembersihan total dan singkirkan material yang melekat.

2 Pemeriksaan secara visual.

3 Pengujian terhadap cairan tembus Tindakan yang diambil terhadap korosi :

 Seperti untuk pembuatan beban, singkirkan bagaian yang

berkarat dengan gerinda, bandingkan dengan pemeriksaan secara visual dan ujian penitrasi cairan dalam hal ketidak normalan yang ditemukan. Selanjutnya bowl bisa digunakan.

(20)

Batas pemindahan dengan gerinda akan kurang dari 0,5 mm dan setelah penggunaan gerinda permukaan (lebih dari 250 mm) seharusnya dilakukan.

 Mengenai kerusakan langsung (goresan) yang terjadi,maka

dapat diselesaikan dengan menggerinda dan telah dilakukan dengan sangat sukses. Bagaimanapun jangan mengelas dan memperbaiki dengan ceroboh seperti pada bagian yang memiliki keretakan, lubang kecil, korosi dan sebagainya.

c. Periksa kondisi dari pada drain nozzle pada bowl body bilamana tersumbat atau tidak. Standar diameter bagian dalam nozzle ialah 0,5 mm dan jika telah tersumbat maka harus dibersihkan dengan bor berukuran 0,5 mm, kawat atau tekanan air, tetapi bisa juga direndam dengan menggunakan chemical sampai kotoran yang terdapat pada drain nozzle luntur. Khusus pada penggunaaan bor harus dilakukan dengan hati-hati agar lubang pada nozzle tidak bertambah besar.

2. Disc

1. jika karat ditemukan maka seharusnya diganti dengan yang baru namun tetap diperhatikan sesuai dengan tingkat karatnya. 2. Bila lebih dari bagian yang berjauhan, maka ada kotoran lain

yang melekat disisi luar piringan (jika perangkat piringan pada bagian terendah dan keduanya didalam dan diluar) telah terkelupas maka seharusnya diganti dengan yang baru.

(21)

3. Bagian yang retak seharusnya diganti dengan yang baru,tidak ada pengelasan yang dilakukan untuk perbaikan.

4. Jika kunci alur telah diubah, seharusnya diperbaiki atau diganti dengan yang baru sesuai dengan tingkat kelainan bentuknya .

a. Pada bagian yang telah berubah bentuknya sebaiknya diperbaiki dengan bantuan pukulan batu, tapi pukulan seharusnya tidak dilakukan dengan terlalu keras karena akan membuat ketebalannya menjadi tipis atau seperti merusak bentuk aslinya.

b. Pada bagian yang telah berubah yang disebabkan oleh keretakan sebaiknya diganti dengan yang baru. Perubahan pada kunci yang asli seharusnya diperhatikan untuk piringan ke 4 atau ke 5 dihitung dari atas. Ini disebabkan oleh fakta bahwa penempatan piringan dalam distributor, piringan tidak ditekan dengan baik.Jadi perhatian penuh harus diberikan pada penempatan piringan dalam bowl. 5. Jika elastisitas dari susunan piringan telah mengecil, disc baru

(yang normalnya adalah satu disc) seharusnya ditambah. Piringan (disc) yang telah tersusun dan hubungannya tidak tertutup pada waktu bekerja tapi secara bertahap dihubungkan pada waktu bekerja tapi akan secara bertahap dihubungkan dengan cepat oleh mur bowl dan dilakukan dengan gaya sentrifugal, sebagai hasilnya gas yang bekerja diantara bagian

(22)

-bagian disc, dan disc ini tidak akan memperburuk efisiensi pemisahan bahkan juga akan menyebabkan ketidak-seimbangan Sebagai penyesuaian, untuk mengganti celah ini,maka harus ditambahkan dengan disc yang baru.

Penambahan pekerjaan setelah enam bulan dari kapal ketika dimasukkan untuk diadakan perbaikan. Satu kali dilakukan pemeriksaan mungkin dilakukan lagi untuk sebagai akibat dari pemindahan dari 10 keping atau lempengan untuk beberapa sebab. Elatisitas dari susunan disc akan dijelaskan sebagai berikut:

a. Dalam kondisi normal setelah pemasangan dalam spanner untuk mur bowl pada mur bowl lalu dipererat lagi dengan tangan, jumlah nilai pada mur mur akan menjadi 90o pada sudu yang Kira-kira 125 mm dalam dimensi yang dideflasikan pada bagian atas kepala bowl.

b. Pada penjelasan diatas, jika deflasi dari jumlah nilai adalah 30o dalam sudut dan kurang dari 8 mm (pada tabel) dalam dimensi, satu piringan (disc) hrus ditambahkan karena elastiitasnya pendek.

3. Bowl Body

Menyangkut hal pokok berikut

a. Bersihkan alur o-ring,jika alurnya kasar maka perbaiki dengan amplas yang baik jika perbaikan tidak dapat dilakukan dengan

(23)

pengamplasan maka lebar alur mungkin juga bisa diperlebar dengan mesin, jika alur kurang dari 0,5 mm.

b. Jika lubang lalu lalang dari air pengoperasian dan bagian teratas serta terbawah dari ruang tekan air dilonggarkan dengan scala kemudian diberihkan dengan sebersih-bersihnya.

c. Jika lumpur dilempar keatas pada tempat pemisahan lumpur pembersihan sebaiknya dilakukan dengan sungguh-sungguh. d. jika ada kerusakan ditemukan pada permukaan penyekat dari

cincin penyegel utama, maka seharusnya diperbaiki dengan satu set kikir atau batu minyak.

e. jika ketidaknormalan membuat goncangan pada badan bowl, dengan menurunnya dari temperatur yang tinggi atau dengan menurunkan badan (body-nya) kemudian kita lakukan inspeksi. f. inspeksi dilakukan jika terdapat beberapa bekas dari kerusakan

akibat slip yang terjadi pada penghubung permukaan antara bowl body dan poros vertikal. jika hubungan daerah dari kedua sisi tersebut lebih dari 2/3 seharusnya hal seperti ini dilakukan. 4. Bowl Hood

a. Mencocokkan bagian dengan mur Bowl b. Mencocokkan bagian dengan badan Bowl c. Memasukkan kedua bagian

(24)

5. Distributor

Jika ujung bagian atas dari kunci bentuknya berubah maka seharusnya diperbaiki aatau dikembalilkan keposisi sesuai dengan derajat dari perubahan bentuk

6. Macam-macam “O”Ring

“O”Ring diantaranya yang dapat digunakan, salah satu bagian yang banyak digunakan penggunaannya pun dapat berbeda, tergantung pada situasi yang bermacam-macam seperti penggunaannya pada zat-zat yang mengandung minyak. selang waktu pembuangan dan  jumlah waktu dari memulai dan menghentikan selfjector.Pertimbangan dari pengoperasian dan pemeriksaan akan dilakukan sesuai dengan metode berikut, tapi ketika terjadi ketidak normalan, yaitu “O”Ring yang telah digunakan selama satu tahun seharusnya diganti, selanjutnya dalam pemasangan “o”ring,  alur “o”ring harus dibersihkan tanpa sisa.

a. “O”Ring secara umum

Dengan pembengkokan kembali “O” Ring dengan mengguna-kan jari, periksa apabila ada beberapa keretamengguna-kan dan goresan dalam “O”Ring, jika ditemukan ketidak normalan, tekan dengan tangan dan apabila kembali kekeadaan semula maka sebaiknya digunakan lagi dan bila ada ketidak normalan ditemukan lagi maka seharusnya diganti dengan yang baru

(25)

b. “O”Ring pada Light Chamber 

Terkecuali jika ada ketidak normalan seperti kebocoran pada Sealing Water atau goresan pada “O”Ring  maka tidak ada perbaikan sehinggga harus diganti.

7. Main Seal Ring

Main Seal Ring, “O”Ring yang dapat digunakan di sini ialah “O”Ring yangn sesuai dengan kondisi dari penggunaaan (khususnya pada saat terjadi pemisahan lumpur dan material lumpur). Dengan memasang Main Seal Ring pada Bowl Hood, maka permukaan pada Seal seharusnya dibersihkan dan diperiksa dengan hati-hati. Pada normalnya, packing akan diformasikan seperti pada gambar, tetapi jika “A” kurang dari 0,5 mm, hal tersebut dapat digunakan pada bagian dalamnya,

ketika bahan tembaga dimasukkan pada permukaan Seal dan memiliki ukuran lebih dari 60 % dari permukaaan Seal pada bagian perpanjangan dari permukaan (B) menukar atau mengganti (akan lebih baik jika tidak mengeluarkan bahan metal yang kusut).

(26)

Ket. Gambar : BOWL HOOD (Alfa Laval S-147 80 Tumba Sweden)

8. Main Cylinder

a. Periksa jika ada beberapa kerusakan pada permukaan penyegel (dalam hubungannya dengan Main Seal Ring),dan bila ada kerusakan hal tersebut akan membahayakan Main Seal Ring dan mengakibatkan dampak kebocoran pada penyegel air dan menjadikan pengoperasian tidak normal, sejak proses perataan dilakukan, tapi masih ada kebocoran atau kerusakan maka dalam hal ini harus dibuka lagi. Ambil suatu tindakan yang khusus agar terjadinya kerusakan dapat dihindari, lakukan perbaikan dengan menggunakan Oil Stone.

b. Bagian permukaan luncuran antara body mangkuk yang dilapisi dengan Chrom dan sendirinya akan terjadi cacat, jika bagian yang cacat ditemukan maka lakukan perhatian penuh yaitu

 A

BOWL HOOD

MAIN SEAL RING

(27)

secepatnya gunakan “O”Ring yang sesuai dengan kondisi Main Cylinder.

9. Pilot Valve

a. Pemeriksaan untuk kerusakan-kerusakan pada bidang geser diantara Pilot Valve dan Bowl Body, jika ada beberapa kerusakan dalam artian bahwa penggunaan “O”Ring secepatnya dilakukan agar supaya, dalam hal ini pada saat pembongkaran dan pemasangan pada Pilot Valve harus hati-hati agar jangan sampai ada goresan pada “O”Ringnya dalam hal ini dilakukan perbikan dengan menggunakan Oil Stone.

b. Pemeriksaan permukaan penyegel (pada hubungannya dengan dudukan katup). Dapat menyebabkan goresan pada dudukan katup dan kebocoran pada air pengoperasian, sehingga proses pengoperasian tidak akan mungkin menjadi normal, dalam hal ini lakukan perawatan dengan menggunakan Oil Stone.

c. Dudukan katup

Mengeluarkan dudukan katup dari Pilot Valve sebelum dipasang, bersihkan permukaan sealnya dan adakan pemeriksaan dengan hati-hati. Jika ada hal lain yang mengganggu atau dudukannya berubah bentuk (kurang lebih 0,3 mm).Ganti dengan yang baru.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan analisis kuantitatif dapat diketahui bahwa dalam jangka panjang yang dilakukan dengan menggunakan metode OLS menunujukkan bahwa perilaku BPD

Hasibuan berpendapat, bahwa manajemen adalah seni dan ilmu mengatur proses pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumber- sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai

Fasilitator mengajak peserta bermain “Jaring Informasi” yang akan membahas tentang pengertian, penyebab, dampak, upaya pengurangan risiko gempa dan peran PMR dalam kesiapsiagaan

Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa pengetahuan, Sikap, pendidikan ibu, sosial budaya penghasilan keluarga dan dukungan suami yang tidak mendukung memilih dukun beranak

Tujuan survey melaui kuesioner adalah untuk mendapatkan informasi mengenai tanggapan dan penilaian konsumen terhadap produk Pepsoden Whitening yang perlu mendapatkan perhatian

Dalam studi manajemen, kehadiran konflik pendidikan tidak bisa terlepas dari permasalahan keseharian yang dirasakan oleh pengelola lembaga pendidikan. Konflik tersebut

Memberikan informasi mengenai spectrum suatu graf sehingga dapat digunakan oleh peneliti lain untuk mengkaji lebih mendalam tentang karakteristik suatu graf atau untuk aplikasi

 Masa remaja adalah suatu periode dari pubertas menjadi masa dewasa awal, merupakan tahap perkembangan yang paling penting, krn diakhir tahap ini, seseorang