Makalah Farmasi Rumah Sakit

20 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

MAKALAH FARMASI RUMAH SAKIT

MAKALAH FARMASI RUMAH SAKIT

“PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI RUMAH SAKIT

“PENGELOLAAN PERBEKALAN FARMASI RUMAH SAKIT

RSU KABUPATEN TANGERANG”

RSU KABUPATEN TANGERANG”

Disusun Oleh:

Disusun Oleh:

Ana Diana

Ana Diana

Dedi Fe!iandi

Dedi Fe!iandi

Dess" An##!aeni

Dess" An##!aeni

Fi$!i Sa%i!a

Fi$!i Sa%i!a

Ginan$i Sa&u$!i

Ginan$i Sa&u$!i

'essi(a )indi P!a$i*i

'essi(a )indi P!a$i*i

Ki(i An##!aini

Ki(i An##!aini

+essi D*isan$i

+essi D*isan$i

,-./01

,-./01

,-./,,

,-./,,

,-./,-,-./-1

,-./-1

,-./-2

,-./-2

,-/001

,-/001

AKADEMI FARMASI +ARSI PONTIANAK 

AKADEMI FARMASI +ARSI PONTIANAK 

Ta

(2)

KATA PENGANTAR 

KATA PENGANTAR 

(3)
(4)

BAB I

PENDAHULUAN

,4, La$a! Bela(an#

Biaya yang diresepkan untuk penyediaan obat merupakan komponen terbesar dari pengeluaran rumah sakit. Di banyak negara berkembang belanja obat di rumah sakit dapat menyerap sekitar 40-50% biaya keseluruhan rumah sakit. Belanja perbekalan farmasi yang demikian besar tentunya harus dikelola dengan efektif dan efisien, hal ini diperlukan mengingat dana kebutuhan obat di rumah sakit tidak seslalu sesuai dengan kebutuhan. Kondisi di atas tentunya harus disikapi dengan sebaik-baiknya. aat ini pada tataran global telah dirintis program !oog !o"ernan#e in pharma#euti#al e#tor atau lebih dikenal dengan $ata Kelola bat yang Baik di ektor &armasi.

'ndonesia termasuk  salah satu negara yang berpartisipasi dalam program ini bersama () negara lainnya. *emikiran tentang perlunya $ata Kelola bat yang Baik di ektor &armasi berkembang mengingat banyaknya praktek ilegal di lingkungan kefarmasian mulai dari #lini#al trial, riset dan pengembangan, registrasi, pendaftaran, paten, produksi, penetapan harga, pengadaan, seleksi distribusi dan trasportasi. Bentuk intransparansi di bidang farmasi antara lain+  pemalsuan data keamanan dan efikasi, penyuapan, pen#urian,  penetapan harga yang lebih mahal, konflik kepentingan, kolusi, donasi, promosi yang tidak etis maupun tekanan dari berbagai pihak yang berkepentingan dengan obat.

'nstalasi &armasi umah akit '& adalah bagian yang bertanggung  ja/ab terhadap pengelolaan perbekalan farmasi, sedangkan Komite &armasi dan

$erapi adalah bagian yang bertanggung ja/ab dalam penetapan formularium. gar pengelolaan perbekalan farmasi dan penyusunan formularium di rumah sakit dapat sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan adanya tenaga yang  profesional di bidang tersebut. 1ntuk menyiapkan tenaga profesional tersebut

diperlukan berbagai masukan diantaranya adalah tersedianya pedoman yang dapat digunakan dalam pengelolaan perbekalan farmasi di '&.

(5)

!ambaran umum pengelolaan perbekalan farmasi di rumah sakit  pemerintah di 'ndonesia pada umumnya masih banyak mengalami kekurangan.

Diantara kekurangan yang sangat men#olok antara lain+

-

Keterbatasan sumber daya manusia baik dari aspek jumlah maupun mutu terutama di sebagian besar rumah sakit di Kabupaten2Kota.

-

Keterbatasan sumber pendanaan, dimana sebagian ke#il saja kebutuhan anggaran obat yang dapat dipenuhi oleh pemerintah daerah.

-

Keterbatasan sarana dan prasarana pengelolaan obat, dimana hal ini  berpengaruh terhadap mutu obat yang sudah diadakan.

-

Komitmen dari *emda untuk menyediakan anggaran, sarana, dan tenaga.

umah sakit pemerintah dibagi kedalam 4 kelas yaitu+ , B, 3, D dan Khusus. etiap kelas mempunyai standar dan jenis pelayanan yang berbeda. *elayanan kesehatan di rumah sakit kelas  pada umumnya lebih komprehensif  dibandingkan dengan kelas diba/ahnya. Demikian pula dengan rumah sakit khusus. al ini tentunya berpengaruh terhadap penyediaan pelayanan kefarmasian khususnya pengelolaan perbekalan farmasi. Beberapa rumah sakit kelas  dan rumah sakit khusus membutuhkan adanya pengelolaan sediaan perbekalan farmasi khusus seperti bahan sitostatika, radio farmasi, larutan nutrisi parenteral dan lain-lain. engingat pentingnya sediaan perbekalan farmasi khusus tersebut, maka diperlukan adanya suatu pedoman yang dapat dijadikan rujukan oleh rumah sakit untuk mengelola persediaan perbekalan farmasi khusus tersebut.

,43 Ru5usan Masalah

dapun rumusan permasalahan dari penulisan makalah ini adalah+

(. pa saja pengelolaan perbekalan farmasi yang terdapat di dalam 1 Kabupaten $angerang6

7. Bagaimana sistem pengelolaan perbekalan farmasi 1 Kabupaten $angerang6

,4- Tu6uan Penulisan

(6)

(. 1ntuk mengetahui apa saja pengelolaan perbekalan farmasi yang terdapat di dalam 1 Kabupaten $angerang

7. 1ntuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan perbekalan farmasi 1 Kabupaten $angerang

(7)

BAB II

TIN'AUAN PUSTAKA

A4 Pen#el7laan Pe!e(alan Fa!5asi Ru5ah Sa(i$

enurut Kepmenkes 8omor (()92:8K:2K2;27004

*engelolaan *erbekalan &armasi merupakan suatu siklus kegiatan, dimulai dari pemilihan, peren#anaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan,  pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta

e"aluasi yang diperlukan bagi kegiatan pelayanan. $ujuan +

a. engelola perbekalan farmasi yang efektif dan efesien  b. enerapkan farmako ekonomi dalam pelayanan

#. eningkatkan kompetensi2kemampuan tenaga farmasi

d. e/ujudkan istem 'nformasi anajemen berdaya guna dan tepat guna e. elaksanakan pengendalian mutu pelayanan

,4 Pe5ilihan

erupakan proses kegiatan sejak dari meninjau masalah kesehatan yang terjadi di rumah sakit, identifikasi pemilihan terapi, bentuk dan dosis, menentukan kriteria pemilihan dengan memprioritaskan obat esensial, standarisasi sampai menjaga dan memperbaharui standar obat. *enentuan seleksi obat merupakan peran aktif apoteker dalam *anitia &armasi dan $erapi untuk menetapkan kualitas dan efektifitas, serta jaminan purna transaksi pembelian.

34 Pe!en8anaan

erupakan proses kegiatan dalam pemilihan jenis, jumlah, dan harga  perbekalan farmasi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, untuk 

menghindari kekosongan obat dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggung ja/abkan dan dasar-dasar peren#anaan yang telah ditentukan antara lain Konsumsi, :pidemiologi, Kombinasi metode konsumsi dan epidemiologi disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Ped75an Pe!en8anaan

D:8, &ormularium umah akit, tandar $erapi umah akit, Ketentuan setempat yang berlaku.

Data #atatan medik  nggaran yang tersedia *enetapan prioritas

(8)

iklus penyakit isa persediaan

Data pemakaian periode yang lalu en#ana pengembangan

-4 Pen#adaan

erupakan kegiatan untuk merealisasikan kebutuhan yang telah diren#anakan dan disetujui, melalui +

a9 *embelian +

- e#ara tender oleh *anitia *embelian Barang &armasi

- e#ara langsung dari pabrik2distributor2pedagang besar 

farmasi2rekanan

9 *roduksi2pembuatan sediaan farmasi+

- *roduksi teril - *roduksi 8on teril

89 umbangan2droping2hibah 4 P!7du(si

erupakan kegiatan membuat, merubah bentuk, dan pengemasan kembali sediaan farmasi steril atau nonsteril untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Kriteria obat yang diproduksi +

ediaan farmasi dengan formula khusus ediaan farmasi dengan harga murah

ediaan farmasi dengan kemasan yang lebih ke#il ediaan farmasi yang tidak tersedia dipasaran ediaan farmasi untuk penelitian

ediaan nutrisi parenteral

ekonstruksi sediaan obat kanker 

14 Pene!i5aan

erupakan kegiatan untuk menerima perbekalan farmasi yang telah diadakan sesuai dengan aturan kefarmasian, melalui pembelian langsung, tender, konsinyasi atau sumbangan.

*edoman dalam penerimaan perbekalan farmasi+ • *abrik harus mempunyai ertifikat nalisa • Barang harus bersumber dari distributor utama

• arus mempunyai aterial afety Data heet D

• Khusus untuk alat kesehatan2kedokteran harus mempunyai #ertifi#ate of origin

(9)

;4 Pen"i5&anan

erupakan kegiatan pengaturan perbekalan farmasi menurut  persyaratan yang ditetapkan+

• Dibedakan menurut bentuk sediaan dan jenisnya • Dibedakan menurut suhunya, kestabilannya • udah tidaknya meledak2terbakar 

• $ahan2tidaknya terhadap #ahaya

Disertai dengan sistem informasi yang selalu menjamin ketersediaan  perbekalan farmasi sesuai kebutuhan.

24 Pendis$!iusian

erupakan kegiatan mendistribusikan perbekalan farmasi di rumah sakit untuk pelayanan indi"idu dalam proses terapi bagi pasien ra/at inap dan ra/at jalan serta untuk menunjang pelayanan medis.

istem distribusi diran#ang atas dasar kemudahan untuk dijangkau oleh  pasien dengan mempertimbangkan +

• :fisiensi dan efektifitas sumber daya yang ada • etode sentralisasi atau desentralisasi

• istem floor sto#k, resep indi"idu, dispensing dosis unit atau kombinasi a *endistribusian *erbekalan &armasi untuk *asien a/at 'nap

erupakan kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk  memenuhi kebutuhan pasien ra/at inap di rumah sakit, yang diselenggarakan se#ara sentralisasi dan atau desentralisasi dengan sistem persediaan lengkap di ruangan, sistem resep perorangan, sistem unit dosis dan sistem kombinasi oleh atelit &armasi.

 b *endistribusian *erbekalan &armasi untuk *asien a/at =alan

erupakan kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk  memenuhi kebutuhan pasien ra/at jalan di rumah sakit, yang diselenggarakan se#ara sentralisasi dan atau desentralisasi dengan sistem resep perorangan oleh potik umah akit.

# *endistribusian *erbekalan &armasi di luar =am Kerja

erupakan kegiatan pendistribusian perbekalan farmasi untuk  memenuhi kebutuhan pasien di luar jam kerja yang diselenggarakan oleh+

• potik rumah sakit2satelit farmasi yang dibuka 74 jam

(10)

istem pelayanan distribusi +

• istem persediaan lengkap di ruangan

-

*endistribusian perbekalan farmasi untuk persediaan di ruang ra/at merupakan tanggung ja/ab pera/at ruangan.

-

etiap ruang ra/at harus mempunyai penanggung ja/ab obat.

-

*erbekalan yang disimpan tidak dalam jumlah besar dan dapat

dikontrol se#ara berkala oleh petugas farmasi. • istem resep perorangan

*endistribusian perbekalan farmasi resep perorangan2pasien ra/at  jalan dan ra/at inap melalui 'nstalasi &armasi.

• istem unit dosis

*endistribusian obat-obatan melalui resep perorangan yang disiapkan, diberikan2digunakan dan dibayar dalam unit dosis tunggal atau ganda, yang berisi obat dalam jumlah yang telah ditetapkan atau jumlah yang #ukup untuk penggunaan satu kali dosis biasa.

Kegiatan pelayanan distribusi diselenggarakan pada+ • potik rumah sakit dengan sistem resep perorangan • atelit farmasi dengan sistem dosis unit

• uang pera/at dengan sistem persediaan di ruangan B4 P!7%il RSU Kau&a$en Tan#e!an#

,4 S$!u($u! O!#anisasi RSU Kau&a$en Tan#e!an#

truktur organisasi 1 Kabupaten $angerang disusun berdasarkan *eraturan Daerah 8o. 07 $ahun 700> dimana 1 Kabupaten $angerang dipimpin oleh seorang Direktur, dibantu oleh ? @akil direktur /adir yaitu @adir *elayanan, @adir *elayanan *enunjang dan @adir  dministrasi dan Keuangan, 4 Kepala Bidang, A Ka. ub. Bidang, ) Ka.eksi dan 70 Kepala 'nstalasi.

34 <isi= Misi= M7$$7 dan Falsa%ah RSU Kau&a$en Tan#e!an# a. isi 1 Kab $angerang

Cumah akit odern, 1nggul, dan $erper#aya  b. isi 1 Kab $angerang

( eningkatkan kompetensi sumber daya manusia pada semua lini  pelayanan  dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan  perorangan yang profesional, santun dan mempunyai daya saing

(11)

7 enyediakan bangunan yang atraktif, fungsional dan nyaman yang  ber/a/asan lingkunganE

? engembangkan manajemen modern berbasis informasi teknologi melalui sistem informasi umah akitE

4 emberikan pelayanan unggulan yang didukung dengan peralatan #anggih untuk antisipasi tuntunan lingkungan dan perkembangan  penyakit di Kabupaten dan Kota $angerangE

5 enyelenggarakan pelayanan pendidikan kedokteran dan  pendidikan kesehatan lainnyaE

A enekan angka kematian ibu dan bayi di 1 dalam rangka peran aktif mendukung  Millenium Development Goals sesuai dengan en#ana *embangunan =angka enengah Daerah Kabupaten $angerang.

#. otto 1 Kab $angerang

otto 1 $angerang adalah FB:$:1 K'F Bersih, $ertib,  berutu dan Kasih ayang.

d. &alsafah 1 Kab $angerang

( Kesejahteraan karya/an rumah sakit mutlak diperhatikan atau ditingkatkan agar ter/ujud kontribusi pengabdian yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

7 Kepuasan pelanggan merupakan hal utama yang harus dijadikan sebagai dasar orientasi dalam pelayanan rumah sakit.

? Keberhasilan misi rumah sakit hanya dapat di/ujudkan melalui suatu sistem yang dapat men#iptakan budaya kebersamaan keterbukaan, disertai profesionalisme yang menjunjung etos kerja yang tinggi.

>4 Pen#el7laan Pe!e(alan Fa!5asi RSU Kau&a$en Tan#e!an#

*engelolaan perbekalan farmasi obat, obat tradisional, reagensia, alat kesehatan, bahan radiologi, bahan rontgen, serta gas medis di 'nstalasi &armasi 1 Kabupaten $angerang ditangani oleh 'nstalasi &armasi yang meliputi kegiatan seleksi, peren#anaan, pengadaan termasuk pembelian,  produksi, dan hibah, penyimpanan, distribusi hingga penggunaan obat pada  pasien. *engelolaan perbekalan farmasi ini diharapkan dapat men#apai tujuan,

yaitu menyediakan perbekalan farmasi yang berkualitas pada saat yang tepat dan sesuai dengan jumlah yang diperlukan. 'nstalasi &armasi 1 Kabupaten

(12)

$angerang melayani permintaan perbekalan farmasi semua bagian di rumah sakit, baik laboratorium, klinik dan ruang pera/atan pasien, hemodialisa, instalasi bedah, maupun pusat sterilisasi perlengkapan medis.

a. $ahap eleksi

eleksi merupakan tahap a/al dalam siklus manajemen obat yang  bertujuan untuk menyeleksi perbekalan farmasi yang akan digunakan diumah akit melalui pedoman pengadaan obat dan alat kesehatan yang menga#u pada &ormularium 1 Kabupaten $angerang dan usulan taf  edik &ungsional &. *rosedur pembuatan formularium di 1 Kabupaten $angerang dimulai dari K&$ mengirim surat ke tiap-tiap &. & memberi usulan obat-obat apa saja yang akan dimasukkan ke dalam formularium, dibuat susunan draft daftar obat, pembahasan draft oleh K&$, jika draft telah disetujui oleh K&$ maka selanjutnya dilakukan  pengesahan oleh Direktur. dapun e"aluasi untuk menilai keberhasilan  penerapan formularium, antara lain +

( :"aluasi tingkat kepatuhan penulisan resep Daftar bat umah akit dan Daftar *la"on arga bat D* tiap tahun. D* merupakan daftar obat-obat generik maupun obat-obat branded yang digunakan dalam pelayanan suransi Kesehatan skes.

7 :"aluasi tingkat penyediaan.

? :"aluasi angka salinan resep keluar rumah sakit.

*ada pelaksanaan tahap seleksi terkadang terdapat hambatan yang dihadapi antara lain adanya perbedaan persepsi dan perbedaan kepentingan namun hal tersebut dapat diatasi dengan adanya peran K&$ dan tahapan-tahapan yang harus dilalui sebelum pemesanan barang. Dalam tahapan-tahapan seleksi mahasis/a *K* tidak dilibatkan se#ara langsung, mahasis/a hanya diberikan penjelasan materi tentang proses seleksi yang dilakukan di 1 Kabupaten $angerang melalui kegiatan diskusi.

 b. $ahap *eren#anaan

$ahap peren#anaan merupakan suatu tahapan yang penting dalam menentukan keberhasilan tahap selanjutnya karena sangat berguna untuk  menyesuaikan antara kebutuhan pengadaan perbekalan dengan dana yang tersedia untuk menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. *ada tahap  peren#anaan, 'nstalasi &armasi 1 Kabupaten $angerang menggunakan

(13)

kombinasi metode konsumsi dan metode epidemiologi yang kemudian dituangkan dalam bentuk B en#ana Bisnis nggaran tahunan. B ini kemudian di break down dalam bentuk **B sesuai kebutuhan. Data yang digunakan dalam metode konsumsi adalah data pemakaian obat A G  (7 bulan yang lalu, sedangkan data yang digunakan dalam metode epidemiologi adalah data penyakit serta pengobatan yang diberikan. Dalam peren#anaan perbekalan farmasi, indikator-indikator yang diperhatikan antara lain+

a. *ersentase kesesuaian antara pembelian dengan peren#anaan a/al tahunan.

 b. *ersentase dana pembelian dengan peren#anaan anggaran.

#. *ersentase kesesuaian peren#anaan terhadap formularium. *eren#anaan di 1 Kabupaten $angerang bergantung pada anggaran yang tersedia dan data penggunaan obat sebelumnya dikarenakan pola  pengelolaan keuangan di 1 Kabupaten $angerang bersifat Badan Hayanan 1nit Daerah BH1D yang artinya 1 Kabupaten $angerang memiliki ke/enangan atau fleksibilitas dalam mengelola  penghasilannya. *ada tahap peren#anaan mahasis/a *K* tidak 

dilibatkan se#ara langsung, namun mahasis/a hanya diberikan  penjelasan materi tentang proses seleksi yang dilakukan di 1

Kabupaten $angerang melalui kegiatan diskusi. d. $ahap *engadaan

*engadaan merupakan usaha dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah ditetapkan dalam fungsi peren#anaan,  penentuan kebutuhan, maupun, penganggaran. @

merekomendasikan bah/a usaha pemerintah untuk menyediakan akses obat harus memperhatikan 4 faktor yang krusial yaitu keuangan yang mendukung, harga yang terjangkau, pemilihan dan penggunaan obat yang rasional, dan sistem pengadaan obat yang dapat diper#aya. *engadaan barang di 1 Kabupaten $angerang menga#u pada *erpres 8o. 90 tahun 70(7, dimana didalamnya disebutkan organisasi  pengadaan barang2jasa untuk pengadaan melalui penyedia barang2jasa

terdiri atas +

(14)

*engguna nggaran bertanggung ja/ab terhadap seluruh anggaran  baik yang diterima maupun yang dikeluarkan untuk proses  pengadaan.

7 *ejabat *embuat Komitmen **K

*ejabat *embuat Komitmen bertanggung ja/ab terhadap pemilihan metode pengadaan, pembuatan urat *erintah Kerja *K dan  pembuatan kontrak.

? *ejabat *engadaan

*ejabat *engadaan adalah unit yag bertanggung ja/ab dalam  proses pemilihan penyedia barang2jasa dan negosiasi harga dengan  penyedia barang2jasa.

4 *anitia *enerima dan *emeriksa Barang

*anitia *enerima dan *emeriksa Barang adalah panitia yang  bertanggung ja/ab dalam proses pemeriksaan hasil pekerjaan *engadaan Barang2=asa sesuai dengan ketentuan yang ter#antum dalam Kontrak.

*engadaan obat dan alkes di 1 Kabupaten $angerang dilakukan dengan tiga metode, yaitu +

( etode *embelian

etode pembelian obat dan alkes di 1 Kabupaten $angerang yaitu dengan pengadaan langsung dan penunjukan langsung. etode  penunjukan langsung dilakukan dengan mengundang satu penyedia  barang2jasa yang merupakan distributor utama yang dinilai mampu memenuhi kualifikasi, metode ini dilakukan dengan negosiasi baik  teknis maupun harga sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan se#ara teknis dapat

dipertanggungja/abkan. etode ini biasanya digunakan untuk   pengadaan obat dan alat kesehatan. edangkan pengadaan langsung

dilakukan dengan menunjuk beberapa penyedia barang2jasa biasanya tiga. ama halnya seperti metode penunjukan langsung, metode  pengadaan langsung ini dilaksanakan dengan negosiasi baik teknis maupun harga sehingga diperoleh harga yang sesuai dengan harga  pasar yang berlaku dan se#ara teknis dapat dipertanggungja/abkan.

(15)

etode ini biasanya digunakan untuk alat tulis, alat non medis dan lain-lain.

*engadaan obat dan alkes di 'nstalasi &armasi 1 Kabupaten $angerang menga#u pada en#ana Bisnis nggaran B, dalam hal  pengadaan B dibreakdown menjadi beberapa **B dimana satu *BB maksimal bernilai dua ratus juta rupiah. **B yang sudah dibuat oleh Kepala 'nstalasi &armasi 1 Kabupaten $angerang kemudian diserahkan kepada Bidang *elayanan *enunjang edik  untuk dilakukan penge#ekan kesesuaian antara **B dan B, jika **B yang dibuat sudah sesuai dengan B maka akan dibuatkan Bon *ermohonan Barang B*B. Kemudian B*B diserahkan ke ub Bagian nggaran untuk di"erifikasi yang selanjutnya akan ditandatangani oleh Kepala Bagian Keuangan. elanjutnya B*B diserahkan ke Direktur untuk mendapatkan persetujuan Direktur yang  bertanggung ja/ab atas penggunaan anggaran. B*B yang telah ditandatangani oleh Direktur kemudian diserahkan kepada **K untuk  selanjutnya dianalisa terkait metode pengadaan yang akan digunakan. etelah **K menentukan metode pengadaan yang tepat, maka **K  menyampaikannya kepada pejabat pengadaan dan pejabat pengadaan membuat dan mengirimkan urat *ermohonan *ermintaan arga ** kepada penyedia barang2jasa yang dituju. etelah peneyedia  barang2jasa mengirimkan  feedback atas ** yang dikirim oleh  pejabat pengadaan, selanjutnya dilakukan proses negosiasi antara  pejabat pengadaan dan penyedia barang2jasa, kemudian dibuatkan

Berita#ara 8egosiasi.

Berita #ara 8egosiasi diserahkan kepada **K yang selanjutnya akan dibuatkan urat *erintah Kerja *K dan urat *esanan Barang *B untuk penyedia barang2jasa ke penyedia barang2jasa. Kemudian *K dan *B dikirimkan ke penyedia barang2jasa untuk proses  pengadaan. Barang2jasa yang datang dari penyedia selanjutnya diperiksa oleh panitia penerima dan pemeriksa barang. Kegiatan  penerimaan dan pemeriksaan barang2jasa tersebut meliputi penge#ekan kesesuaian antara *B dengan &aktur, &aktur dengan fisik barang,

(16)

expired date  barang dan lain-lain. etelah pemeriksaan selesai maka dibuatkan Berita #ara erah $erima barang yang kemudian diserahkan ke **K. etelah **K menerima Berita #ara erah $erima Barang, selanjutnya **K mengumpulkan seluruh dokumen, yaitu **B, B*B, **, *ena/aran arga, *B2*K, urat =alan, &aktur, Kuitansi, *, dan Berita #ara erah $erima. etelah semua dokumen lengkap kemudian **K menyerahkannya ke ub Bagian kuntansi untuk di"erifikasi, apakah sudah dapat dibayar atau ditunda jika  berkas belum lengkap. Bila "erifikasi telah selesai ub Bagian kuntansi memberikan berkas-berkas tersebut kepada sub Bagian *embendaharaan yang selanjutnya dilakukan proses pembayaran kepada penyedia barang2jasa. Bagan alur pengadaan barang 1 Kabupaten $angerang dapat dilihat pada la5&i!an -4

7 etode *roduksi

*roduksi merupakan kegiatan membuat, merubah bentuk, dan  pengemasan kembali sediaan farmasi steril atau nonsteril untuk 

memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan di umah akit. Kriteria sediaan farmasi yang diproduksi di 1 Kabupaten $angerang, meliputi sediaan farmasi dengan formula khusus, sediaan farmasi yang  jika diproduksi sendiri dapat lebih murah #ontoh + handsrub,

repacking sediaan feripro< untuk thalasemia. ? etode umbangan

etode sumbangan ini dilakukan untuk obat G obat tertentu, seperti obat G obat rutin ', "aksin, '1D. *ermintaan obat rutin ' dilakukan dengan membuat laporan penggunaan obat dan sisa stok  obat kepada Kemenkes. edangkan permintaan "aksin ke Dinkes Kabupaten $angerang dilakukan dengan membuat surat permohonan  permintaan "aksin ke Dinkes kabupaten $angerang dengan

men#antumkan sisa stok obat dan jumlah yang diminta. e. $ahap *enyimpanan

'nstalasi gudang perbekalan farmasi merupakan bagian instalasi farmasi di rumah sakit yang bertanggung ja/ab dalam pengelolaan obat, bahan baku, * lat edis abis *akai dan B* Bahan edis abis *akai. Data pengeluaran barang juga di#atat pada kartu

(17)

stok dan komputer dengan sistem H8  Local Area Network  sehingga gudang dapat mengetahui sisa stok yang ada dalam depo-depo farmasi dan mempermudah kontrol pemakaian obat untuk dapat dijadikan  patokan dalam peren#anaan pembelian yang akan datang. !udang instalasi farmasi dipimpin oleh seorang poteker yang dibantu oleh sisten apoteker. Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di gudang  perbekalan farmasi meliputi peren#anaan dan penyusunan kebutuhan,penerimaan, pemeriksaan barang, pengiriman barang ke depo-depo farmasi, ruang pera/atan dan poliklinik.

*erbekalan farmasi di gudang disimpan dengan sistem  FIFO  First In First Out  dan FFO  First xpired First Out . Barang yang  baru datang diletakkan di belakang barang yang sudah lama berada di gudang. 1ntuk barang yang mendekati tanggal kadaluarsa maka harus diletakkan paling depan supaya #epat didistribusikan kepada pasien. 1ntuk obat-obat  slow moving ditempatkan tersendiri untuk  dikembalikan kepada *B& sesuai perjanjian pembelian dengan *B&.

istem penyimpanan  FIFO dan FFO ini dapat menghindari kerusakan barang akibat penyimpanan yang terlalu lama selain itu juga dapat menghindari menumpuknya stok barang yang sudah kadaluarsa. *enyimpanan barang di gudang farmasi dilakukan dengan sistem  penggolongan berdasarkan+

( =enis obat dan alat kesehatan, bentuk sediaannya padat, semi  padat, sirup dan injeksi, alfabetis, tanggal kadaluarsa.

7 uhu berdasarkan suhu kamar, sejuk dan suhu kurang dari 7 G >I3, misalnya suppositoria dan injeksi tertentu ataupun "aksin.

? bat-obat narkotika disimpan tersendiri sesuai peraturan  perundangundangan.

*enanggung-ja/ab gudang mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut+

( emeriksa jumlah dan jenis barang yang masuk dari distributor   berdasarkan faktur pembelian kemudian di#atat pada kartu stok   barang di gudang.

(18)

? endistribusikan obat, alat kesehatan ke bagian yang membutuhkan seperti depo-depo ra/at jalan, ra/at inap, ruang  pera/atan dan poliklinik.

f. $ahap Distribusi

*endistribusian perbekalan farmasi di umah akit merupakan rangkaian kegiatan penyerahan atau penyaluran perbekalan farmasi untuk indi"idu pasien dalam proses terapi atau untuk menunjang  pelayanan kesehatan di umah akit. *endistribusian perbekalan farmasi bertujuan untuk menyediakan, menyiapkan dan menyalurkan  perbekalan farmasi kepada pasien atau unit penunjang se#ara tepat,

aman dan #epat sesuai kebutuhan pasien. alah satu tahap dalam  proses penggunaan obat adalah penyampaian sediaan obat dari '& sampai ke pasien untuk digunakan. *roses penyampain obat kepada  pasien ra/at inap di 1 Kabupaten $angerang tidak dilakukan se#ara langsung oleh poteker ke#uali 'K@, poteker dan sisten poteker  hanya menyiapkan obat-obat yang diperlukan yang kemudian diserahkan kepada pera/at ruangan dan pera/at ruangan yang selanjutnya memberikan obat kepada pasien sesuai aturan pakai. edangkan penyampaian obat kepada pasien ra/at jalan dilakukan langsung oleh poteker disertai informasi obat yang #ukup.

Bentuk distribusi perbekalan farmasi pada setiap rumah sakit dapat berbeda dan dipilih yang paling efisien sesuai dengan kondisi dan kapasitas tempat tidur rumah sakit. Bentuk pelayanan distribusi obat 1 Kabupaten $angerang dilakukan se#ara desentralisasi yang artinya penyiapan order dan pendistribusian obat dari '& ke depo-depo farmasi yang berlokasi dekat ruang pera/atan pasien, seperti Depo nyelir, 8usa 'ndah, '!D. *elayanan desentralisasi dapat dipilih untuk memaksimalkan komunikasi dan kontribusi farmasi dengan tenaga kesehatan lain dan juga pasien. *elayanan desentralisai diharapkan dapat mengefisienkan penggunaan obat dan mengurangi masalah terkait obat.

(19)

BAB III

PENUTUP

I4 Kesi5&ulan

dapun pembekalan farmasi di 1 Kabupaten $angerang meliputi &armasi 1 Kabupaten $angerang ditangani oleh 'nstalasi &armasi yang meliputi kegiatan seleksi, peren#anaan, pengadaan termasuk pembelian,  produksi, dan hibah, penyimpanan, distribusi hingga penggunaan obat pada  pasien.

(20)

DAFTAR PUSTAKA

enkes. 7004. !tandar pela"anan Farmasi #uma$ !akit . =akarta

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...