PROSEDUR PENILAIAN RISIKO

16 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang Masalah I.I Latar Belakang Masalah

Prosedur penilaian risiko bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji Prosedur penilaian risiko bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji material dalam laporan keuangan.Tujuan ini dapat dicapai melalui pemahaman mengenai material dalam laporan keuangan.Tujuan ini dapat dicapai melalui pemahaman mengenai entitas dan lingkungannya,termasuk pemahaman mengenai pengendalian intern dari entitas entitas dan lingkungannya,termasuk pemahaman mengenai pengendalian intern dari entitas tersebut. Prosedur penilaian risiko memberikan bukti audit untuk mendukung penilaian risiko tersebut. Prosedur penilaian risiko memberikan bukti audit untuk mendukung penilaian risiko  pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat asersi.Namun,bukti itu saja tidak cukup,b  pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat asersi.Namun,bukti itu saja tidak cukup,buktiukti  prosedur

 prosedur penilaian penilaian risiko risiko harus harus dilengkapi dilengkapi dengan dengan prosedur prosedur audit audit lanjutan lanjutan yang yang merupakanmerupakan tanggapan atas risiko yang diidentifikasi, seperi pengujian pengendalian dan/atau prosedur  tanggapan atas risiko yang diidentifikasi, seperi pengujian pengendalian dan/atau prosedur  substantif.

substantif.

Auditor wajib melakukan prosedur penilaian resiko untuk mengidentifikasi dan menilai Auditor wajib melakukan prosedur penilaian resiko untuk mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji material pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat asersi.Pemahaman risiko salah saji material pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat asersi.Pemahaman entitas merupakan upaya yang berkesinambungan dan proses dan proses yang dinamis dalam entitas merupakan upaya yang berkesinambungan dan proses dan proses yang dinamis dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi selama audit berla

mengumpulkan dan menganalisis informasi selama audit berlangsung.ngsung.

Auditor menggunakan kearifan profesionalnya untuk menentukan prosedur penilaian Auditor menggunakan kearifan profesionalnya untuk menentukan prosedur penilaian risiko yang harus dilaksanakannya,dan seberapa dalam ia perlu memahami entitas itu.Auditor  risiko yang harus dilaksanakannya,dan seberapa dalam ia perlu memahami entitas itu.Auditor   perlu

 perlu melaksanakan melaksanakan prosedur prosedur penilaian penilaian risiko risiko yang yang cukup cukup untuk untuk mengidentifikasi mengidentifikasi risikorisiko  bisnis

 bisnis dan dan risiko risiko kecurangan kecurangan yang yang bisa bisa berdampak berdampak pada pada salah salah saji saji material.Auditor material.Auditor  menyelidiki dengan seksama keadaan yang menimbulkan keraguan tentang kemampuan menyelidiki dengan seksama keadaan yang menimbulkan keraguan tentang kemampuan entitas melanjutkan usahanya.Ketika melaksanakan prosedur penilaian risiko,auditor wajib entitas melanjutkan usahanya.Ketika melaksanakan prosedur penilaian risiko,auditor wajib mempertimbangkan apakah ada peristiwa atau kondisi yang membuat kemampuan entitas mempertimbangkan apakah ada peristiwa atau kondisi yang membuat kemampuan entitas untuk mempertahankan bisnisnya diragukan.

untuk mempertahankan bisnisnya diragukan.

I.2 Rumusan Masalah I.2 Rumusan Masalah

.

. !agaim!agaimana peana pertimbanrtimbangan tegan tentang ntang proseprosedur pdur penilaiaenilaian risin risiko"ko" #.

#. !agim!agimana pentana pentingnyingnya prosea prosedur pendur penilain riilain risiko atsiko atas lapoas laporan keuran keuanganangan""

I.3 Tujuan Makalah I.3 Tujuan Makalah

.

. PertimPertimbangabangan n tentantentang g proseprosedur dur penilapenilain in risikorisiko #.

(2)

BAB II PEMBAHASAN

Pertm!angan A "al t entang P r#se$ur P enlaan A u$t

Ketika melaksanakan prosedur penilaian resiko dan kegiatan terkait untuk memperoleh  pemahaman mengenai entitas dan lingkungannya,termasuk pengendalian internalnya.Auditor 

wajib melaksanakan prosedur untuk memperoleh informasi yang akan digunakan untuk  mengidentifikasi risiko salah saji karena kecurangan.$ntuk memperoleh pemahaman mengenai entitas dan lingkungannya,auditor wajib memperoleh pemahaman mengenai hal hal  berikut %

. Ketentuan mengenai estimasi akuntansi, termasuk pengungkapannya sesuai kerangka  pelaporan keuangan yg diterapkan.

#. !agaimana manajemen mengidentifikasi transaksi, peristiwa, dan keadaan yg mungkin membutuhkan estimasi akuntansi yang akan dimasukan atau diungkapkan dalam laporan keuangan. Auditor wajib menanyakan kepada manajemen tentang  perubahan keadaan yang mungkin memerlukan estimasi akuntansi baru atau

memerlukan re&isi atas estimasi akuntansi yang ada.

'. !agaimana manajemen membuat estimasi akuntansi dan pemahaman tentang data yang digunakan sebagai dasar, termasuk %

(. metode atau model yang digunakan untuk membuat estimasi akuntansi ). pengendalian yang rele&an

*. apakah manajemen menggunakan tenaga ahli +. asumsi yang mendasari estimasi akuntansi

. apakah ada perubahan atau seharusnya ada perubahan dari tahun lalu dalam membuat estimasi akuntansi

Penlaan Resk#

. -enilai isiko ang 0apat 0iterima 1 Acceptable Audit isk2

Auditor harus memutuskan risiko audit yang dapat diterima yang tepat bagi suatu audit selama perencanaan audit. Pertama, auditor memutuskan risiko risiko penugasan. isiko  penugasan 1engagement risk2 adalah risiko bahwa auditor atau organisasi yang membawahi auditor akan menderita kerugian setelah selesainya audit, walaupun laporan audit sudah

(3)

 benar. $ntuk menilai risiko audit yang dapat diterima, auditor harus menilai setiap faktor  yang mempengaruhi risiko audit yang dapat diterima 3aktor faktor utama yang mempengaruhi resiko penugasan dan mempengaruhi resiko yang audit yang dapat diterima antara lain%

a. 0erajat ketergantungan pemakai eksternal pada laporan keuangan  b. Kemungkinan klien mengalami kesulitan keuangan

c. 4ntegritas manajemen

-etode yang digunakan menilai risiko audit yang dapat diterima

a. 0erajat ketergantungan pemakai eksternal pada laporan keuangan 5 -enelaah laporan keuangan

5 -embaca notulen rapat dewan direksi unruk menentukan rencana masa depan 5 -embahas rencana pembiayaan dengan manajemen.

 b. Kemungkinan klien mengalami kesulitan

5 -enganalisis keuangan laporan keuangan dan menggunakan prosedur analitis lainnya

5 -enelaah laporan arus kas historis dan proyeksi, untuk mempelajari arus kas masuk dan keluar 

c. 4ntegritas manajemen

5 -enganalisa prosedur penerimaan klien dan kelanjutan klien.

5 -enelaah laporan arus kas historis dan proyeksi, untuk mempelajari arus kas masuk dan keluar 

d. 4ntegritas manajemen

5 -enganalisa prosedur penerimaan klien dan kelanjutan klien. #. -enilai esiko !awaan 14nheren isk2

Auditor melakukan penilaian risiko inheren selama tahap perencanaan dan memperbaharui  penilaian tersebut selama audit berlangsung. Auditor harus menge&aluasi informasi yang mempengaruhi risiko inheren serta memutuskan faktor risiko inheren yang tepat bagi setiap tujuan audit. 3aktor faktor yang mempengaruhi risiko inheren %

a. 6ifat bisnis klien

isiko inheren untuk akun tertentu dipengaruhi oleh sifat bisnis klien. Pemahaman auditor atas bisnis klien akan membantu menilai risiko inheren ini.

 b. 7asil audit sebelumnya

6alah saji yang ditemukan dalam audit tahun sebelumnya dapat ditemukan lagi dalam audit tahun berjalan. 8leh karena itu auditor tidak boleh mengabaikan hasil audit tahun sebelumnya selama mengembangkan proses audit di tahun berjalan. c. Penugasan awal &s penugasan berulang

Auditor akan memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang kemungkinan salah saji setelah mengaudit klien selama beberapa tahun. Auditor menetapkan risiko inheren yang tinggi pada tahun pertama audit dan mengurangi tinggkat risikonya pada tahun berikutnya karena telah semakin memahami klien.

(4)

d. Pihak pihak yang terkait

Pihak yang terkait yaitu perusahaan induk dengan perusahaan anak, serta manajemen dan entitas perusahaan. isiko inheren atas transaksi pihak yang terkait ini sangat tinggi karena kemungkinan salah saji yang lebih besar.

e. Transaksi non rutin

Transaksi yang tidak biasa bagi klien lebih besar resikonya dibandingkan transaksi rutin karen pengalaman untuk transaksi non rutin masih sedikit.

f. Pertimbangan yang diperlukan untuk mencatat saldo akun dan transaksi dengan tepat

Auditor harus memperbesar risiko inheren karena banyak akun memerlukan estimasi dan banyak pertimbangan manajemen.

'. -enilai isiko 0eteksi 10etection isk2

Para auditor menetapkan tingkat risiko deteksi yang dapat diterima 1risiko deteksi yang direncanakan2 yang mempengaruhi tes5tes substantif yang mereka lakukan.

a. 9ika tingkat risiko deteksi yang direncanakan rendah, maka auditor akan mengumpulkan bukti sebanyak mungkin untuk menurunkan risiko kesalahan saji .  b. Tingkat risiko deteksi yang direncanakan tinggi maka auditor mengurangi

 pengumpulan bukti .

(. -enilai esiko Pengendalian 1:ontrol isk2

Auditor harusmemahami perancangan dan pengimplementasian pengendalian internal untuk  melakukan penilaian pendahuluan atas risiko pengendalian. 6etelah memahami pengendalian internal, auditor dapat membuat penilaian pendahuluan atas risiko pengendalian sebagai  bagian dari penilaian risiko secara keseluruhan. Penilaian ini merupakan ukuran ekspektasi

auditor bahwa pengendalian internal akan mencegah salah saji material atau mendeteksi dan mengoreksinya jika terjadi.

!anyak auditor menggunakan matriks risiko pengendalian 1control risk matri;2 untuk  membantu proses penilaian risiko pengendalian. Tujuannya adalah menyediakan cara yang mudah untuk mengatur penilaian risiko pengendalian bagi setiap tujuan audit.

<angkah langkah dalam penilaian risiko pengendalian% • -engidentifikasi tujuan audit

• -engidentifikasi pengendalian yang ada

• -enghubungkan pengendalian dengan tujuan audit

• -engidentifikasi dan menge&aluasi defisiensi pengendalian, defisiensi yang signifikan dan kelemahan yang material

• -enghubungkan defisiensi yang signifikan dan kelemahan yang material dengan tujuan audit terkait.

(5)

• -enilai risiko pengendalian untuk setiap tujuan audit. ). -enilai isiko Kecurangan

0alam menilai risiko kecurangan, 6A6 == memberikan pedoman bagi auditor. Auditor harus mempertahankan sikap skeptisisme profesional ketika memepertimbangkan serangkaian informasi termasuk faktor faktor risiko kecurangan, untuk dapat mengidentifikasi dan menanggapi risiko kecurangan

a. 6keptisisme professional

6elama penugasan, bahwa tim auditor harus mempertahankan sikap dan  pikiran yang selalu mempertanyakan.

 b. >&aluasi kritis atas bukti

Auditor harus menyelidiki secara mendalam permasalahan dan kemungkinan kesalahan salah saji yang material karen kecurangan.

c. Komunikasi di antara tim audit

0iantara auditor dapat saling bertukar pendapat terutama dengan yang telah  berpengalaman mengenai penilaian risiko kecurangan, dan bagaimana kecurangan kecurangan itu biasanya terjadi dalam organisasi atau entitas yang diaudit.

d. -engajukan pertanyaan kepada manajemen

$ntuk menilai risiko kecurangan, auditor dapat menanyakan beberapa  pertanyaan secara langsung kepada manajemen ataupun pihak lain dalam organisasi, sehingga terbuka kesempatan datangnya informasi yang dalam kondisi lain tidak diungkapkan oleh manajemen ataupun pihak lain dalam organisasi.

e. Prosedur analitis

Auditor harus melakukan prosedur analitis selama tahapan perencanaan audit dan penyelesaian audit untuk membantu mengidentifikasi kecurangan kecurangan.

f. 3aktor faktor risiko

$ntuk menilai resiko kecurangan, kondisi yang harus diperhatikan adalah adanya faktor faktor risiko kecurangan 1segitiga kecurangan/ fraud triangle2, yaitu adanya tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi.

Bukt Au$t

-ulyadi 1#??# % +(2 mendefinisikan bukti audit sebagai % 6egala informasi yang mendukung angka @ angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar untuk menyatakan pendapatnya.

(6)

Arens, >lder dan !easley 1#?? % ##)2 mendefinisikan bukti audit sebagai setiap informasi yang digunakan oleh auditor untuk menentukan apakah informasi yang diaudit telah dinyatakan sesuai dengan kriteria yang ditetapkanB.

9adi dapat disimpulkan bahwa bukti audit adalah segala informasi yang mendukung angka5angka atau informasi lain yang disajikan dalam laporan keuangan, yang dapat digunakan oleh auditor sebagai dasar yang layak untuk menyatakan pendapatnya maka perlu didukung bukti audit yang telah memenuhi kriteria antara lain %

• :ukup

Kecukupan pembuktian ditentukan oleh sejauh mana semua bukti telah dikumpulkan telah meyakini auditor untuk mengambil suatu kesimpulan audit atas  proses pengujian yang dilakukan

• ele&an

!ukti yang rele&an adalah bukti yang sesuai dengan tujuan dan ruang lingkup audit.

• Kompeten

!ukti kompeten adalah bukti yang dapat dipercaya sepenuhnya atau didukung oleh  bukti lainnya

6elain itu, berikut ini adalah jenis5jenis bukti audit%

• !ukti 3isik 

!ukti fisik terdiri atas bukti yang diperoleh dari pengamatan, perhitungan dan inspeksi seperti foto, grafik dan bagan

• !ukti 0okumen

!ukti ini terdiri atas berbagai dokumen seperti cek, faktur, dan catatan pengiriman  barang

• !ukti Kesaksian

!ukti kesaksia adalah bukti pernyataan tertulis dan lisan dari auditor dan pihak  lainnya.

• !ukti Anlitis

!ukti analitis adalah bukti yang diperoleh dari perbandingan antara berbagai data, kebijakan dan prosedur 

(7)

• 4nternal

!ukti yang berasal dari dan tetap berada pada auditor 

• 4nternai5>ksternal

!ukti yang berasal dari lingkungan internal tetapi juga melibatkan proses yang dilakukan oleh pihak internal seperti bukti pengirirman barang yang ditanda tangani oleh penerima barang

• >ksternal54nternal

!ukti yang berasal dari pihak eksternal kemudian diproses oleh pihak internal seperti faktur dari pemasok 

• >ksternal

!ukti yang dibuat oleh pihak eksternal dan disampaikan langsung kepada auditor  seperti konfirmasi piutang oleh pembeli yang diberikan langsung kepada auditor 

Pr#se$ur Penlaan R sk# ISA 3%. &

Auditor Cajib melakukan prosedur penilaian resiko untuk mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji yang material pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat laporan keuangan dan pada tingkat asersi. Prosedur penilaian risiko itu sendiri tidak  memberikan bukti bukti audit yang cukup dan tepat sebagai dasar pemberian opini audit.

ISA 3%&.%%

Auditor wajib memperoleh pemahaman mengenai berikut ini%

• 4ndustri terkait, ketentaun perundang5undangan dan faktor eksternal lainnya • 6ifat entitas, termasuk, operasinya, struktur kepemilikan dan go&ernacenya • Penilaian dan penerapan kebijakan akuntansi

• Tujuan dan strategi entitas dan risiko bisnis yang terkait • Pengkuran dan re&iew kinerja keuangan entitas

ISA 3%&.%2

Auditor wajib memperoleh pemahaman mengenai pengendalian internal yang rele&an terhadap auditnya. -eskipun kebanyakan pengendalian yang rele&an dengan audit, sangat

(8)

 berhubungan dengan pelaporan keuangan, namun tidak semua pengendalian yang  berhubungan dengan audit adalah rele&an dengan audit

Tnjauan Umum

Tujuan dari prosedur penilaian risiko adalah mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan. Tujuan ini dapat dicapai melalui pemahaman mengenai entitas dan lingkungannya, termasuk pemahaman mengenai pengendalian dari entitas tersebut. !ukti yang diperoleh dari prosedur penilaiaan risiko harus dilengkapi dilengkapi dengan prsedur audit lanjutan yang merupakan tanggapan atas risiko yang diidentifikasi , seperti pengujian penegndalian dan/ atau prosedur substantif

ISA 3%'.'

Prosedur dan penilain risiko meliputi%

%. Pr#se$ur menan(akan ke)a$a manajemen $an )hak lan *n+ures #,  management an$

#thers-Auditor wajib menanyakan kepada manajemen tentang%

• Penilaian oleh manajemen tentang risiko salah saji material dalam laporan keuangan karena kecurangan, termasuk sifat,luas dan berapa seringnya  penilaian tersebut dilakukan.

• Proses yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan menanggapi risiko kecurangandalam entitas itu.

• Komunikasi manajemen dengan T:CD mengenai proses yang dilakukan manajemen untuk mengidentifikasi dan menanggapi risiko kecurangan dalam entitas itu.

• Komunikasi manajemen dengan karyawan tentang pandangan manajemen mengenai praktik praktik bisnis dan perilaku etis.

2. Pengamatan $an ns)eks *#!serat#n an$

ns)e/t#n-8bser&asi atau pengamatan dan 4nspeksi 1oser&ation and inspection2 mempunyai dua fungsi %

• -endukung prosedur inEuiries 1bertanya2 kepada manajemen dan pihak5  pihak lain

(9)

Pr#se$ur P#tens Penera)ann(a 8bser&asi Pertimbangan untuk mengamati%

• !agaimana entitas beroperasi dan dikelola

• !angunan pabrik, dan fasilitas lain yang digunakan dan dimiliki

entitas

• Daya kepemimpinan manajemen

• Pelaksanaan berbagai prosedur pengendalian internal • Kepatuhan terhadap kebijakan utama

4nspeksi Pertimbangan untuk menginspeksi dokumen seperti %

• encana bisnis strategi dan proposal bisnis

• Kajian industri dan laporan median mengenai entitas • Kontrak dan komitmen besar 

• Ketentuan perundangan dan korespondensi dengan regulator  • Korespondensi dengan pengacara bankir dan pemangku

kepentingan lain

• Kebijakan dan catatan akuntansi • !uku pedoman pengendalian internal

3. Pr#se$ur Analt/al *anal(t/al

)r#/e$ures-Prosedur analitikal sebagai prosedur penilaian risiko membantu mengidentifikasi hal5hal yang mempunyai implikasi terhadap laporan keuangan dan audit.0isamping sebagai prosedur penilaian risiko,prosedur analitikal juga dapat digunakan sebagai prosedur audit selanjutnya dalam%

• -emperoleh bukti mengenai asersi laporan keuangan.

• -elakukan re&iew menyeluruh atas laporan keuangan pada atau menjelang

akhir audit

7asil prosedur analitikal dibandingkan dengan informasi yang dikumpulkan untuk%

• -engidentifikasi risiko salah saji yang material mengenai asersi yang

terkandung dalam unsur5unsur laporan keuangan yang signifikan

• -embantu merancang sifat, waktu dan luasnya prosedur audit selanjutnya

(10)

Sum!er Penjelasan Prosedur 

menerima/melanjutkan klien

4ni adalah prosedur yang dilakukan sebelum audit dimulai, yakni untuk memutuskan apakah KAP akan menerima atau meneruskan audit untuk entitas yang sudah menjadi kliennya tahu lalu.

Penugasan masa lalu Pengalaman dari penugasan audit atau penugasan lain di entitas tersebut pada masa lalu, bisa dimanfaatkan untuk menilai risiko tahun ini.

4nformasi eksternal • 4nEuiries pada pengacara atau ahli penilaian yang

digunakan entitas

• e&iew atas laporan yang dibuat bank atau lembaga

 pemeringkat 1rating agencies2

• 4nformasi mengenai industri yang bersangkutan dan

keadaan ekonomi

0iskusi tim audit 0iskusi tim audit 1termasuk engagement partner5nya2 mengenai kerawanan laporan keuangan entitas tersebut terhadap risiko5 risiko tertentu

BAB III PENUTUP

(11)

Prosedur penilaian risiko akan memberikan bukti audit untuk mendukung penilaian risiko pada tingkat laporan keuangan namun, bukti itu saja tidak cukup. !ukti dari prosedur   penilaian risiko harus dilengkapi dengan prosedur audit lanjutan yang merupakan tanggapan

atas risiko yang diidentifikasi, seperti pengeujian pengendalian dan prosedur substansif.

Terdapat prosedur penilaian resiko, yaitu Prosedur menanyakan kepada manajemen dan  pihak lain 1inEuiries of management and others2,pengamatan dan inspeksi 1obser&ation and

inspection2,prosedur analitikal 1analytical procedures2.

-emperoleh pemahaman mengenai entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internalnya. wajib melaksanakan prosedur untuk memperoleh informasi yang akan digunakan untuk mengidentifikasi risiko salah saji karena kecurangan.

BAB I0

(12)

0idirikan pada tahun =**, PT Kalbe 3arma Tbk. 1FPerseroanF atau KalbeF2 telah jauh  berkembang dari awal mulanya sebagai usaha farmasi yang dikelola di garasi rumah  pendirinya di wilayah 9akarta $tara. 6elama lebih dari (? tahun sejarah Perseroan,  pengembangan usaha telah gencar dilakukan melalui akuisisi strategis terhadap perusahaan5  perusahaan farmasi lainnya, membangun merek5merek produk yang unggul dan menjangkau  pasar internasional dalam rangka transformasi Kalbe menjadi perusahaan produk kesehatan serta nutrisi yang terintegrasi dengan daya ino&asi, strategi pemasaran, pengembangan merek, distribusi, kekuatan keuangan, keahlian riset dan pengembangan serta produksi yang sulit ditandingi dalam mewujudkan misinya untuk meningkatkan kesehatan untuk kehidupan yang lebih baik. Drup Kalbe telah menangani portofolio merek yang handal dan beragam untuk   produk obat resep, obat bebas, minuman energi dan nutrisi, yang dilengkapi dengan kekuatan  bisnis usaha kemasan dan distribusi yang menjangkau lebih dari  juta outlet.

Perseroan telah berhasil memposisikan merek5mereknya sebagai pemimpin di dalam masing5masing kategori terapi dan segmen industri tidak hanya di 4ndonesia namun juga di  berbagai pasar internasional, dengan produk5produk kesehatan dan obat5obatan yang telah senantiasa menjadi andalan keluarga seperti Promag, -i;agrip, Coods, Komi;, Prenagen dan >;tra 9oss. <ebih jauh, pembinaan dan pengembangan aliansi dengan mitra kerja internasional telah mendorong pengembangan usaha Kalbe di pasarinternasional dan  partisipasi dalam proyek5proyek riset dan pengembangan yang canggih serta memberi kontribusi dalam penemuan terbaru di dalam bidang kesehatan dan farmasi termasuk riset sel  punca dan kanker.

Pelaksanaan konsolidasi Drup pada tahun #??) telah memperkuat kemampuan  produksi, pemasaran dan keuangan Perseroan sehingga meningkatkan kapabilitas dalam rangka memperluas usaha Kalbe baik di tingkat lokal maupun internasional. 6aat ini, Kalbe adalah salah satu perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara yang sahamnya telah dicatat di bursa efek dengan nilai kapitalisasi pasar di atas $6G  miliar dan penjualan melebihi p + triliun. Posisi kas yang sangat baik saat ini juga memberikan fleksibilitas yang luas dalam  pengembangan usaha Kalbe di masa mendatang.

(13)

Pr#se$ur Penlaan Rsk#

Pr#se$ur Menan(akan ke)a$a Manajemen

a. isiko Kompetisi !isnis

Cawancara Keterangan

!agaimana PT Kalbe 3arma melakukan kompetisi bisnis dalam  bidang farmasi"

H

!agaimana metode promosi dan pemasaran yang dilakukan" H Apakah metode promosi dan pemasaran dilakukan sendiri oleh

 pihak PT Kalbe 3arma" H

Apakah PT Kalbe 3arma memiliki kriteria khusus dalam

memilih &endor untuk melakukan promosi dan pemasaran" ; Apakah PT Kalbe 3arma memiliki agenda untuk melakukan

e&aluasi mengenai perubahan permintaan pasar" ; Apakah PT Kalbe 3arma selalu melakukan e&aluasi siklus hidup

untuk setiap produk yg dihasilkan"

;

Apakah PT Kalbe 3arma selalu mengikuti perkembangan

mengenai pesaing pasarnya" H

Apakah PT Kalbe 3arma selalu maintenance pihak ketiganya" H !agaimana cara PT Kalbe 3arma untuk maintenance pihak 

(14)

 b. isiko Keuangan

Cawancara Keterangan

!agaimana manajemen Kalbe 3arma menghadapi resiko

sistematis dalam keuangan perusahaan" H !agaimana PT Kalbe 3arma mengantisipasi adanya fluktuasi

mata uang akibat bahan baku yang sebagian besar merupakan  bahan impor"

H

!agaimana perusahaan mengatasi dampak biaya produksi yang

melebihi standar yang sudah ditetapkan" H

c. isiko 7ukum dan egulasi

Cawancara Keterangan

!agaimana Kalbe 3arma menegakkan aturan hukum dan regulasi dalam perusahaannya"

H

!agaimana Kalbe 3arma menangani risiko hukum dan regulasi

dalam operasinya" H

d. isiko eputasi

Cawancara Keterangan

!agaiman Kalbe 3arma menjaga reputasi perusahaan di depan

klien dan konsumen" H

!agaimana Kalbe 3arma mengatasi resiko reputasi

 perusahaan" H

e. isiko 6umber 0aya -anusia

Cawancara Keterangan

Apa yang dilakukan perusahaan untuk menangani tingkat

tenaga kerja yang kurang professional" H !agaimana cara untuk meningkatkan kualitas 6umber 0aya

-anusia pada perusahaan tersebut" H Apakah karyawan melaksanakan tugas sesuai wewenang dan

tanggungjawab yang telah diatur di 68P" ; Apakah perusahaan telah melakukan pemantauan terhadap

(15)

f. isiko 4nterupsi !isnis

Cawancara Keterangan Apa strategi perusahaan untuk mengantisipasi resiko bersifat

tidak terduga" H

!agaimana perusahaan mengatasi risiko bersifat tidak terduga" H !agaimana PT Kalbe dapat menstabilkan persediaan dan

material promo di tiap cabang perusahaan" H g. isiko 4nformasi Perusahaan

Cawancara Keterangan !agaimana Kalbe 3arma melindungi data/informasi

 pentingnya" H

!agaimana Kalbe 3arma meningkatkan tekonolgi informasi

dalam perusahaannya" H Adakah tingkatan jabatan tertentu untuk dapat mengakses

informasi keuangan" ;

Apakah system informasi yang dibutuhkan sudah sesuai dengan

kebutuhan PT Kalbe 3arma sekarang" ; !agaimana sistem informasi akuntansi dan standar 

 pengendalian manajemen yang digunakan oleh PT Kalbe 3arma"

;

K>64-P$<AN

Prosedur penilaian risiko yang kami lakukan yaitu prosedur wawancara mengenai + risiko yang telah dibahas diatas kemudian prosedur obser&asi dan inspeksi yaitu mencari bukti yang lebih akurat serta berdasarkan data annual report PT KA<!> 3A-A. 0ari penilaian risiko yang kami lakukan pada PT KA<!> 3A-A kita memperoleh risiko signifikan yaitu risiko keuangan, risiko sumber daya manusia dan risiko informasi perusahaan.

(16)

DA4TAR PUSTAA

• !uku Audit !erbasis 46A @ Theodorus -. Tuankotta

• https%//www.scribd.com/doc/##?(=**+/Prosedur50an5Penilaian5esiko • http%//www.slideshare.net/inapurmini/audit5berpeduli5risiko • http%//keepcopying.blogspot.co.id/#?(/?/materialitas5dan5risiko5audit5dan.html • http%//kurniawanbudi?(.wordpress.com/#?'/?/(/perencanaan5audit/ • http%//srhyebiru.blogspot.com/#?(/?/materialitas5dan5risiko5audit5dan.html • http%//tensilatif'.blogspot.com/#?#/?+/resiko5audit.html • http%//nobel##.blogspot.co.id/#?(/?*/prosedur5penilaian5risiko.html • https%//prasetyayosef.wordpress.com/pengauditan/prosedur5penilaian5risiko5terhadap5 audit5laporan5keuangan5makalah/ • http%//okta5wiskey.blogspot.co.id/#?)/#/&5beha&iorurldefault&mlo.htmlI

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :