1 Belajar Setiap Hari, Berubah Setiap Hari
IRENE NUSANTI
Widyaiswara PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta [email protected]
Abstrak
Belajar tanpa perubahan berarti tidak sepenuhnya belajar. Belajar harus mendatangkan perubahan positif. Tetapi banyak orang hanya belajar teorinya, sehingga dampak positif tidak banyak dirasakan. Artikel ini bertujuan mengajak pembaca untuk menyadari makna belajar dan kemudian melakukan perubahan nyata berdasarkan apa yang dipelajari. Ketika pembaca sadar bahwa apa yang dipelajari bagus, maka kesimpulan bagus tidak akan mendatangkan dampak kecuali dipraktekkan. Oleh karena itu, ada beberapa langkah yang bisa diikuti, yaitu: 1) mengambil keputusan untuk berubah, 2) Menulis prioritas yang ingin diubah dan segera melakukan, 3) Mempraktekkan berulang-ulang, 4) Melakukan refleksi. Dengan demikian, jika langkah-langkah tersebut dilakukan maka dampak positif dapat dirasakan.
Kata Kunci: Belajar, berubah, dampak positif.
A. PENDAHULUAN
Banyak orang menginginkan keadaan berubah lebih baik. Tetapi berapa banyak orang yang tidak menyadari bahwa untuk terjadinya suatu perubahan keadaan, perubahan diri sendiri harus terjadi terlebih dahulu. Dengan kata lain, bukan orang lain yang dituntut untuk berubah terlebih dahulu. Dengan kondisi yang seperti ini, orang menjadi sibuk dengan berbagai rencana perubahan yang diperuntukkan bagi orang lain untuk melakukan perubahan dimaksud. Sebenarnya, hal yang demikian membuat diri sendiri berada pada posisi yang rugi karena tidak menuntut diri sendiri untuk berubah. Sementara menurut Tee (2005) belajar berarti berubah. Jika seseorang mengklaim dirinya sudah belajar tetapi tidak menunjukkan adanya perubahan positif, berarti belajar tidak benar-benar dilakukan, hanya sekedar menambah ilmu
2 pengetahuan yang membuatnya lebih knowledgable. Padahal belajar pada dasarnya adalah merupakan suatu hal yang menjadi titik berat untuk bisa diberikan secara merata kepada yang berhak, karena melalui pendidikan diharapkan tingkat kehidupan seseorang akan dapat menjadi lebih baik. Tetapi bagaimana mungkin tingkat kehidupan seseorang menjadi lebih baik jika setelah menempuh pendidikan yang terjadi justru yang bersangkutan menjadi lebih tidak tersentuh oleh orang karena merasa sudah menjadi yang paling tahu? Secara materi mungkin terjadi peningkatan, tetapi pertanyaannya adalah apakah meningkatnya kehidupan seseorang hanya dapat dilihat dari segi materi? Pendidikan sendiri mengajarkan bahwa seseorang perlu berkembang sesuai dengan apa yang dimilikinya, yaitu bahwa pada dasarnya manusia terdiri dari body and soul, soul meliputi mind, will, emotion (Meyer, 2010: 113). Untuk dapat meningkatkan kualitas hidup, keempat aspek tersebut harus disentuh. Jika melalui pendidikan keempat aspek tersebut belum semuanya dapat ditangani, atau ditangani tetapi hanya sebatas permukaan, maka produk yang dihasilkan tidak akan seperti yang diharapkan. Untuk itu, melalui tulisan ini penulis berharap bisa memberikan buah pikiran yang dapat mengajak setiap pembaca untuk menyadari makna belajar dan kemudian melakukan perubahan nyata berdasarkan apa yang dipelajari. Hal ini perlu karena tindakan yang diambil akan mendatangkan perubahan nyata.
B. PERMASALAHAN
Kenyataan yang dirasakan adalah banyak orang belajar tetapi tidak semuanya mendatangkan dampak positif. Untuk itu perlu dibahas lebih mendalam mengapa hal itu bisa terjadi.
C. APAKAH PERUBAHAN ITU?
Belajar pada hakekatnya adalah berubah atau menunjukkan perubahan (Tee, 2005). Perubahan adalah menjadikan sesuatu atau seseorang menjadi berbeda (Oxford, 1989). Dengan demikian, menurut definisi di atas belajar harus dapat membawa seseorang menjadi berbeda, yaitu menjadi warga negara yang dapat memberi kontribusi bagi negaranya melalui learning skills, thinking skills, dan life skills yang dipelajari (Tee, 2005). Melalui belajar, diharapkan orang akan menjadi lebih matang dalam berpikir, tercermin dalam perkataan yang keluar dari mulut dan dimanifestasikan dalam bentuk tindakan yang dapat dilihat oleh mata. Dalam kegiatan
3 pembelajaran, seorang guru sebenarnya berhadapan dengan masalah pikiran dan hati dari peserta didik (Tee, 2005). Jadi, guru tidak sekedar menyampaikan pengetahuan, tetapi pada saat mengajar guru juga harus menyentuh hati peserta didik dengan memberikan pengaruh melalui nilai-nilai hidup yang dibawanya pada saat mengajar, memberi motivasi, menunjukkan cara kerja, cara belajar, dan cara berpikir orang-orang sukses, memberikan testimoni tentang hal-hal yang diupayakan dalam rangka mengembangkan diri sebagai akibat dari apa yang dipelajari.
D. SIAPA YANG PERLU BERUBAH?
Pada dasarnya setiap orang perlu berubah. Jika ada orang yang mengatakan tidak ingin berubah karena merasa sudah nyaman pada zonanya, sebenarnya orang tersebut tetap mengalami perubahan, paling tidak dari segi umur, setiap hari selalu berubah karena bertambah satu hari, yang berarti berubah menjadi lebih tua. Tidak ada seorangpun yang dapat terhindar dari proses menjadi lebih tua. Karena perubahan menjadi tua merupakan proses alami, maka kondisi tersebut perlu disikapi secara bijaksana agar ketuaan bisa diterima dengan lapang dada. Diterima dengan lapang dada bukan berarti tidak ada usaha yang harus dilakukan. Usaha perlu dilakukan agar sekalipun tua, tetapi tidak menjadi sakit-sakitan, atau jika dalam kondisi sakit harus disertai dengan usaha bahwa sekalipun sakit di usia tua tetapi tetap memiliki keyakinan sembuh karena kesembuhan tidak tergantung pada apakah seseorang tua atau muda, tetapi lebih tergantung pada kehendakNya. Di samping perubahan yang terjadi secara alami, ada perubahan yang terjadi karena tuntutan jaman dan perubahan yang diusahakan oleh diri sendiri. Perubahan karena tuntutan jaman menuntut seseorang untuk melakukan upgrading sesuai tuntutan, misalnya: untuk menjadi seorang guru minimal harus memiliki pendidikan S1. Dengan demikian, yang tidak S1 otomatis tidak memiliki kesempatan untuk mendaftarkan diri sebagai calon guru, atau jika ingin mendaftar berarti yang bersangkutan harus meneruskan ke jenjang pendidikan sampai mencapai S1. Sedangkan perubahan yang diusahakan oleh diri sendiri menunjuk pada perubahan yang terjadi karena adanya keinginan dari diri sendiri untuk berubah. Perubahan yang seperti ini bisa terjadi karena yang bersangkutan belum menemukan jati dirinya dan berkeinginan kuat untuk menemukannya. Hal ini merupakan sesuatu yang wajar dan seharusnya terjadi pada setiap orang karena pada dasarnya setiap orang diberi talenta oleh Tuhan. Jika pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan passion, kemungkinannya adalah ada
4 rasa tidak puas. Vujicic (2012) mengatakan bahwa passion ditemukan ketika talenta, pengetahuan, energi, perhatian, dan komitmen menjadi satu. Jika hal ini terjadi maka tidak ada bedanya antara pekerjaan dan kesenangan. Pekerjaan yang dilakukan menjadi menyenangkan dan sekaligus menjadi kesenangan karena sesuai dengan passion. Pekerjaan tidak lagi dianggap sebagai beban, tetapi menjadi sesuatu yang mendatangkan kepuasan.
E. MENGAPA PERLU BERUBAH?
Setiap pribadi perlu berubah, dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menggunakan handphone menjadi bisa, dari tidak bisa naik motor menjadi mampu mengendarai motor, dsb. Hal-hal tersebut merupakan contoh-contoh perubahan yang mudah untuk dimengerti karena mudah diamati. Pada kenyataannya, ada perubahan yang pada awal terjadinya sulit untuk dimengerti karena belum bisa diamati secara jelas. Sebagai contoh, orang yang berusaha untuk berubah cara berpikirnya dari berpikir negatif menjadi berpikir positif. Pada tahap awal, perubahan baru terjadi dalam cara berpikirnya terlebih dahulu. Setelah terbiasa dengan cara berpikir yang positif, baru dinyatakan dalam bentuk tindakan yang lambat laun dapat diamati. Berubah harus terus menerus dilakukan karena pada dasarnya orang tidak bisa langsung menemukan passion. Banyak hal yang dapat merintangi ditemukannya passion, misalnya lingkungan yang tidak mendukung, bergaul dengan orang-orang yang memiliki prinsip mengikuti air mengalir, tanpa berusaha untuk mencaritahu nilai apa yang ada dibalik air yang mengalir bagi dirinya. Tanpa ada keinginan untuk mengubah diri, maka kondisi seseorang akan selamanya tetap sama. Tetapi dengan keinginan berubah yang kuat maka ada banyak contoh yang bisa dilihat, misalnya anak seorang tukang becak yang mampu menjadi juara Indonesian Idol. Menjadi juara pada Indonesian Idol hanya sebuah momentum. Jauh hari sebelum momentum luar biasa itu terjadi, pasti ada serangkaian perubahan-perubahan yang diusahakan. Joel (2004: 56) mengatakan bahwa salah satu yang dapat mempengaruhi performance seseorang untuk berhasil adalah gambar diri yang sehat. Gambar diri yang negatif akan membuat seseorang menghasilkan performance yang cenderung negatif, sebaliknya gambar diri positif akan membantu seseorang dalam berpenampilan positif pula. Pada dasarnya, seseorang tidak mungkin untuk menunjukkan performance yang lebih tinggi dari gambar diri yang dimilikinya (Maxwell ,2014:20). Dalam contoh di atas, sekalipun anak tukang becak, tetapi ada gambar diri positif dalam dirinya yang
5 mampu mengalahkan gambaran kondisi keluarganya yang mungkin oleh sebagian orang dianggap kurang.
F. APA DAMPAK DARI BERUBAH?
Berubah yang dimaksud dalam artikel ini adalah berubah ke arah positif. Dengan demikian dampak yang dibahas adalah dampak dari berubah positif yang dialami. Perubahan yang terjadi pada seseorang dapat menimbulkan beberapa dampak positif yang bisa dirasakan, antara lain:
1. Jika perubahan pada cara berpikir, dari didominasi oleh berpikir negatif berubah ke didominasi berpikir positif maka beban hidup terasa lebih ringan
2. Jika perubahan pada gambar diri, dari gambar diri negatif berubah menjadi gambar diri positif, maka ada rasa percaya diri yang muncul dan ada keberanian untuk melakukan hal-hal positif yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
3. Jika perubahan pada prioritas kegiatan, dari yang tadinya asal sibuk ke memilih kegiatan yang penting terlebih dahulu, maka rasa stres dapat dikurangi karena berani menolak kegiatan yang tidak menjadi prioritas.
G. APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK BERUBAH?
Untuk seseorang bisa berubah, paling tidak ada tiga hal yang dapat dilakukan, yaitu: berani ambil keputusan, fokus, mengubah gambaran konsep sukses dari sekedar sibuk dengan berbagai pekerjaan menjadi berbuah (Meyer, 2007: 66). Untuk lebih jelasnya berikut adalah gambaran lebih detail dari masing-masing point di atas. Perubahan membutuhkan suatu keputusan. Oleh karena itu, yang harus dilakukan pertama kali untuk melakukan perubahan adalah keberanian untuk mengambil keputusan (Meyer, 2007: 72), dari yang biasa dilakukan menjadi yang tidak biasa dilakukan. Sebagai contoh, biasanya yang dilakukan ketika setiap kali ada waktu senggang adalah ‘ngobrol’ selama berjam-jam. Keputusan yang harus diambil ketika ingin berubah adalah menggunakan waktu kosong untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, misalnya membaca buku tentang motivasi atau pengembangan diri. Hal kedua yang harus dilakukan adalah belajar memfokuskan pada hal tertentu. Belajar fokus berarti ada hal-hal yang harus dihilangkan. Bisa jadi yang dihilangkan adalah hal-hal yang disukai tetapi sebenarnya tidak mendatangkan manfaat. Banyak orang tertipu dengan hal-hal yang sepertinya baik dan menyenangkan tetapi tidak bermanfaat bagi perkembangan diri (Meyer, 2007: 72-73). Ketiga, mengubah gambaran konsep
6 sukses dari sekedar sibuk dengan berbagai pekerjaan menjadi berbuah. Berbuah di sini berarti bermanfaat bagi banyak orang. Banyak orang menganggap bahwa makin sibuk seseorang makin dianggap berhasil. Padahal belum tentu yang sibuk dikerjakan adalah hal-hal yang positif atau yang sesuai dengan passion-nya.
H. BEBERAPA TIPS UNTUK BERUBAH
Begitu banyak orang mengatakan dan mendengar bahwa manusia perlu berubah, tetapi juga begitu banyak orang yang tidak mau berubah. Berubah menuntut pengorbanan, tetapi tidak berubah juga akan menimbulkan korban. Karena berubah atau tidak berubah tetap menimbulkan pengorbanan, maka lebih baik memilih pengorbanan yang dapat menimbulkan perubahan positif. Berikut adalah beberapa tips untuk terjadinya suatu perubahan pada diri seseorang.
1. Ambil keputusan dan katakan berulang-ulang bahwa saya mau berubah 2. Tulis prioritas yang ingin diubah di atas kertas atau dalam handphone 3. Lakukan perubahan sesegera mungkin
4. Praktekkan berulang-ulang dalam sehari secara berturut-turut sampai 30 hari hingga menjadi suatu gaya hidup.
5. Setelah mempraktekkan selama kurang lebih 30 hari, lakukan refleksi untuk mengetahui perasaan yang sebenarnya setelah mempraktekkan kebiasaan baru selama 30 hari.
I. PENUTUP
Jika ingin maju, perubahan tidak bisa ditolak, sekalipun sulit untuk diusahakan. Perubahan ke arah positif akan membawa dampak positif pula. Dampak perubahan positif tidak hanya dirasakan oleh orang lain tetapi juga oleh diri sendiri. Perubahan tidak bisa diharapkan untuk terjadi hanya dengan menunggu orang lain untuk berbuat sesuatu, melainkan harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk mendatangkan perubahan nyata perlu kesadaran dari setiap orang yang belajar untuk mempraktekkan apa yang dipelajarinya. Langkah awal untuk berubah adalah dengan mengambil keputusan untuk mau berubah. Pada akhirnya, untuk menjadikan sebagai gaya hidup, maka perubahan yang dipraktekkan harus dilakukan secara kontinyu paling tidak selama 30 hari. Pada akhirnya, semoga artikel singkat ini dapat memberi nilai tambah bagi siapapun yang ingin berubah.
7 DAFTAR PUSTAKA
Maxwell, John. 2014. How Successful People Grow. New York: Center Street.
Meyer, Joyce. 2007. I Dare You. New York: Faith Words
Meyer, Joyce. 2010. Eat the Cookie, Buy the Shoes: Faith Word
Osteen, Joel. 2004. Your Best Life Now. New York: Faith Words.
Oxford Advanced Learner’s Dictionary. 1989. Oxford: Oxford University Press. Tee, Ng Pak. 2005. The Learning Organization. Singapore: Pearson.
Vujicic, Nick. 2012. Unstoppable. Colorado: Water Brook Press.
BIODATA PENULIS
Nama :IRENE NUSANTI NIP :196107151986032001 Pangkat/ Gol :Pembina Tk I/ IVb Jabatan :Widyaiswara Madya Unit Kerja : PPPPTK Seni Budaya