Rencana Pembangunan dan Rencana Kerja Pemerintah bab 1

15 

Teks penuh

(1)

NOMOR       :  15  TAHUN 2015 TANGGAL       :    28   MEI 2015

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) KABUPATEN MINAHASA SELATAN

(2)

BAB I PENDAHULUAN

Otonomi   Daerah   menuntut   semua   daerah   otonom   untuk menyelenggarakan   Pemerintah   Daerah   dengan   mengacu   pada   Rencana Pembangunan yang tepat dan benar, Rencana Tahunan yang harus disusun oleh Pemerintah Daerah yaitu Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Hal ini merupakan amanat Undang­Undang Nomor: 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan   Daerah   sejalan   dengan   Undang­Undang   Nomor   25   Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dimana RKPD memuat Rancangan Kerangka Ekonomi Daerah, Program Prioritas Bidang Pembangunan Daerah, serta Rencana Kerja, Pendanaan dan Prakiraan Maju Pembangunan di Kabupaten Minahasa Selatan

Rencana   Kerja   Pemerintah   Daerah   (RKPD)   Kabupaten   Minahasa Selatan     disusun   sebagaimana   aturan   yang   ditetapkan   oleh   Peraturan menteri Dalam Negeri nomor 54 tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tahapan, Tatacara Tatacara Penyusunan, Pengendalian, Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, serta   Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor   27   Tahun   2014   tentang Pedoman   Penyusunan,   Pengendalian   dan   Evaluasi   Rencana   Kerja Pembangunan Daerah Tahun 2015. 

(3)

merupakan   suatu   rangakaian   proses   yang   berurutan   yaitu   Tahapan Perumusan Rancangan RKPD dan Tahapan Penyajian Rancangan RKPD.

Guna efektivitas proses penyusunan dan kedalaman kajian maupun rumusan dokumen, tim penyusun dibagi kedalam beberapa kelompok kerja (pokja)   berdasarkan   urusan   atau   gabungan   beberapa   urusan penyelenggaraan   pemerintahan   daerah   yang   menjadi   kewenangan Kabupaten Minahasa Selatan   atau menurut klasifikasi lainnya yang dapat mengefektifkan dan mengefisiensikan pelaksanaan tugas.

1.1. Latar Belakang

(4)

pelaksanaan Visi dan Misi Kabupaten Minahasa Selatan. Pada tataran operasional   pelaksanaan   pembangunan,   perencanaan   tersebut ditetapkan   untuk   memberikan   arah   terhadap   kegiatan   pembangunan yang   hendak   dilaksanakan.   Di   samping   itu   juga   dalam   rangka memberikan kepastian operasionalisasi dan keterkaitan terhadap peran masing­masing misi yang telah ditetapkan. Praktek umum perencanaan pembangunan dilaksanakan dengan menempuh beberapa tahap berikut ini:   1)   Secara   terus   menerus   menganalisis   kondisi   dan   pelaksanaan pembangunan daerah sebelumnya; 2) menentukan perkiraan­perkiraan potensi­potensi   daerah       dan   prospek­prospek   perkembangan   terkait keadaan   daerah   dan   masyarakat   baik   di   lingkungan   internal   dan eksternal; 3) Merumuskan tujuan dan kebijakan pembangunan daerah sesuai   dengan   arahan   perencanaan   pada   tahap   di   atasnya   dan   4) Menyusun konsep strategi bagi pemecahan masalah melalui penentuan program dan kegiatan pembangunan.

Perencanaan   yang   dilaksanakan   untuk   dasar   pembangunan tahunan dituangkan dalam dokumen yang telah diamanatkan oleh tata aturan yang berlaku secara nasional yaitu Rencana Kerja Pembangunan Daerah   (RKPD).   RKPD   merupakan   penjabaran   RPJMD   untuk   jangka waktu   1   (satu)   tahun,   memuat   rancangan   kerangka   ekonomi   daerah, prioritas   pembangunan   daerah,   rencana   kerja   dan   pendanaannya dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah (RKP).

(5)

1. RKPD   merupakan   dokumen   yang   secara   substansial   merupakan penerjemahan   dan   penjabaran   dari   visi,   misi   dan   program   kepala daerah   yang   ditetapkan   dalam   RPJMD   kedalam   program   dan kegiatan pembangunan tahunan daerah.

2.   RKPD   memuat   arahan   operasional   pelaksanaan   program   dan kegiatan   pembangunan   tahunan   bagi   seluruh   satuan   kerja perangkat   daerah   (SKPD)   dalam  menyusun   Rencana   Kerja  Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renja­SKPD).

3.   RKPD   merupakan   acuan   Kepala   Daerah   dan   DPRD   dalam menentukan Kebijakan Umum APBD dan penentuan prioritas serta pagu   anggaran   sementara   yang   selanjutnya   digunakan   sebagai acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

4.   RKPD   merupakan   salah   satu   instrumen   evaluasi   kinerja penyelenggaraan   pemerintahan   daerah.   Melalui   evaluasi   terhadap pelaksanaan RKPD ini dapat diketahui sampai sejauh mana capaian kinerja   RPJMD   sebagai   wujud   dari   kinerja   penyelenggaraan pemerintahan daerah hingga tahun berkenaan.

Mengingat posisi strategis dokumen RKPD dalam penyelenggaraan pemerintahan   sebagaimana   telah   dikemukakan   di   atas,   Pemda Kabupaten   Minahasa   Selatan   memberikan   perhatian   dan   daya   upaya optimal   sejak   awal   tahapan   penyusunan   hingga   penetapan   dokumen RKPD   agar   dapat   menghasilkan   dokumen   RKPD   yang   berkualitas. Berkualitas dalam hal ini berarti dapat memberikan acuan yang efektif bagi   pembangunan   serta   memenuhi   kriteria   sebagaimana   ditetapkan dalam   Peraturan   Pemerintah   Nomor   8   Tahun   2008   tentang   Tahapan, Tata   Cara   Penyusunan,   Pengendalian   dan   Evaluasi   Pelaksanaan Rencana   Pembangunan   Daerah.   Karakter   RKPD   yang   berkualitas dimaknai dengan RKPD yang memenuhi kriteria antara lain:

(6)

2.  Program   prioritas   dalam   RKPD   harus   sesuai   dengan   program prioritas   sebagaimana   tercantum   dalam   dokumen   RPJMD   pada tahun berkenaan.

3.  Program dan kegiatan prioritas dalam RKPD harus konsisten dengan program   dan   kegiatan   yang   disepakati   oleh   seluruh   pemangku kepentingan dalam forum Musrenbang.

4.  Program   dan   kegiatan   prioritas   dalam   RKPD   harus   dilengkapi dengan   indikator   kinerja   hasil   (outcome)   untuk   program   dan indikator   kinerja   keluaran   (output)   untuk   kegiatan,   yang   bersifat realistis dan terukur.

5.  Program   dan   kegiatan   dalam   RKPD   harus   dilengkapi   dengan pendanaan yang menunjukkan prakiraan maju.

Perencanaan   pembangunan   daerah   tersebut   meliputi   Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun,   Rencana   Pembangunan   Jangka   Menengah   Daerah   (RPJMD) untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 (satu) tahun.

Tahun 2016 merupakan tahun awal pelaksanaan RPJMD ketiga (2016   ­   2020).   Berlandaskan   pada   pelaksanaan,   pencapaian,   dan keberlanjutan   RPJMD   kedua   (2011   ­   2015),   RPJMD   ketiga   tersebut difokuskan   untuk   lebih   memantapkan   pembangunan   secara menyeluruh di berbagai bidang dengan menekankan pencapaian daya saing kompetitif perekonomian berlandaskan keunggulan sumber daya alam   dan   sumber   daya   manusia   yang   berkualitas   serta   kemampuan ilmu   dan   teknologi   yang   terus   meningkat.   Dengan   berbasis   tujuan tersebut,   serta   dengan   memperhatikan   tantangan   yang   mungkin dihadapi,   baik   domestik   maupun   global,   maka   disusun   perencanaan pembangunan   tahunan   dalam   Rencana   Kerja   Pemerintah   Daerah (RKPD).

(7)

dan antar  wilayah  serta penjaringan  aspirasi  secara  bertahap  melalui forum   Musyawarah   Perencanaan   Pembangunan   (Musrenbang)   yang secara   partisipatif   dilakukan   mulai   dari   Tingkat   Desa/Kelurahan, Kecamatan   dan   Kabupaten   yang   selanjutnya   diformulasikan   melalui forum   SKPD   dan   Musyawarah   Perencanaan   Pembangunan   Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan.

Pagu   indikatif   yang   menjadi   substansi   penting   pada   RKPD   ini merupakan gambaran investasi Pemerintah yang dalam penjabarannya diinteraksikan   dengan   komponen   sumberdaya   yang   lain,   seperti dekonsentrasi   maupun   tugas   pembantuan.   Terhadap   kegiatan   yang dibiayai   dari   dana   dekonsentrasi   dan   tugas   pembantuan,   dokumen RKPD   ini   merupakan   sub   sistem   penting   sebagai   input   dalam penyusunan program dan penganggaran SKPD.

Dokumen   RKPD   ini   merupakan   dokumen   publik,   sehingga pelibatan   semua   stakeholders   dalam   proses   penyusunan   rencana program dan kegiatan menjadi pengarusutamaan (mainstreaming) dalam proses penyusunan dokumen ini . Dengan prinsip tersebut, diharapkan dokumen RKPD ini harus dapat diakses oleh semua stakeholders baik dalam tahap pelaksanaan, pengawasan, pengendalian dan evaluasi.

1.2. Dasar Hukum

   Dasar hukum penyusunan RKPD ini adalah:

1.  Undang­Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2003   Nomor   47, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 2286);

(8)

3.  Undang­Undang   Nomor   33   Tahun   2004   tentang   Perimbangan Keuangan   antara   Pemerintah   Pusat   dan   Pemerintah   Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 4.  Undang­Undang   Nomor   17   Tahun   2007   tentang   Rencana

Pembangunan   Jangka   Panjang   Nasional   Tahun   2005­2025 (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2007   Nomor   33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700); 5.  Undang­Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan

Bencana   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2007 Nomor   66,   Tambahan   Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Nomor 4723);

6.  Undang­Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2007   Nomor   68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); 7. Undang­Undang   Nomor   23  Tahun   2014   tentang   Pemerintahan

Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244,   Tambahan   Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Nomor 5587  )  sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti   Undang­Undang   Nomor   2   Tahun   2014   tentang Pemerintahan Daerah (Lembarang Negara Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5589);

8. Peraturan  Pemerintah  Nomor  20   Tahun  2004   tentang  Rencana Kerja  Pemerintah   (Lembaran   Negara  Republik   Indonesia   Tahun 2004 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

(9)

10.  Peraturan Pemerintah  Nomor 8  Tahun 2006   tentang Pelaporan Keuangan   dan   Kinerja   Instansi   Pemerintah   (Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

11.  Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2006   Nomor   96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); 12.  Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara

Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

13.  Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi   dan   Pemerintahan   Daerah   Kabupaten/Kota   (Lembaran Negara   Republik   Indonesia   Tahun   2007   Nomor   82,   Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

14.  Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);

15. Peraturan   Pemerintah   Nomor   6   Tahun   2008   tentang   Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

16.  Peraturan   Pemerintah   Nomor   7   Tahun   2008   tentang Dekonsentrasi   dan   Tugas   Pembantuan   (Lembaran   Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);

(10)

Pembangunan   Daerah   (Lembaran   Negara   Republik   Indonesia Tahun   2008   Nomor   21,   Tambahan   Lembaran   Negara   Republik Indonesia Nomor 4817);

18.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  26   Tahun  2008   tentang  Rencana Tata   Ruang   Wilayah   Nasional   (Lembaran   Negara   Republik Indonesia   Tahun   2008,   Tambahan   Lembaran   Negara   Republik Indonesia Nomor 4725);

19.  Peraturan   Presiden   Nomor   2   Tahun   2015  tentang   Rencana Pembangunan   Jangka   Menengah   Nasional   Tahun   2015­2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3); 20.  Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang

Pedoman   Pengelolaan   Keuangan   Daerah   sebagaimana   telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007   dan   Perubahan   Kedua   dengan   Peraturan   Menteri   Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011;

21.  Peraturan   Menteri   Dalam   Negeri   Nomor   54   Tahun   2010 Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan,   Tata   cara,   Pengendalian,   dan   Evaluasi   Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

22. Peraturan   Daerah   Kabupaten   Minahasa   Selatan   Nomor   06 Tahun   2011   tentang   Rencana   Pembangunan   Jangka   Panjang Daerah   (RPJPD)   Kabupaten   Minahasa   Selatan   Tahun     2005   ­ 2025.

1.3. Hubungan Antar Dokumen

(11)

Selain   itu   juga   mempertimbangkan   asas   kesinambungan   dari penjabaran   program­program   pembangunan   yang   termuat   dalam RPJMD  Rancangan   Teknokratik  Kabupaten   Minahasa   Selatan   2016   – 2020  dan   akan   disesuaikan   nantinya  dalam   RKPD   Perubahan   Tahun 2016   sesuai   dengan   Visi   dan   Misi   Bupati/Wakil   terpilih   pada   Bulan Desember 2015 dalam RPJMD 2016­2020 juga mempertimbangkan arah pembangunan   kewilayahan   yang   telah   dimuat   dalam   Rencana   Tata Ruang Wilayah Kabupaten Minahasa Selatan, serta mempertimbangkan pula hasil kajian dan konsepsi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Minahasa Selatan 2005 – 2025 pada Tahap ke   3   Tahapan   Pembangunan   Dalam   RPJP   2005­2025  dengan   agenda yang tertuang dalam RPJMD 3 (2015­2020) yaitu :

­ Memantapkan   pembangunan   secara   menyeluruh   dengan menekankan   pembangunan   kompetitif   perekonomian   yang berbasis   SDA   yang   tersedia,   SDM   yang   berkualitas,   serta kemampuan IPTEK, serta memperkuat daya saing perekonomian ­ Melanjutkan Pembangunan pertanian modern (agroindustri)

Rencana   Kegiatan   Pembangunan   Daerah  (RKPD)  Kabupaten Minahasa Selatan 2016 yang berisi sasaran, arah kebijakan, program, dan prioritas kegiatan, menjadi rujukan sekaligus landasan penyusunan Kebijakan   Umum   Anggaran   (KUA)   dan   Prioritas   Plafon   Anggaran Sementara   (PPAS),   Rancangan   Anggaran   Pendapatan   dan   Belanja Daerah   (RAPBD),   dan   Rencana   Kerja   (Renja)   Satuan   Kerja   Perangkat Daerah   (SKPD)   serta   penyusunan   Laporan   Keterangan   Pertanggung Jawaban   (LKPJ)   kepala   daerah,   sekaligus   menjadi   tolok   ukur   kinerja kepala daerah.

1.4. Sistematika Dokumen RKPD

(12)

Pada   bagian   ini   memuat   tentang   latar   belakang   penyusunan dokumen   RKPD,   dasar   hukum   penyusunan,   hubungan   antar dokumen, sistematika dokumen RKPD, serta maksud dan tujuan penyusunan dokumen RKPD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2016.

1.1. Latar Belakang

Mengemukakan   pengertian   ringkas   tentang   RKPD,   proses penyusunan   RKPD,   kedudukan   RKPD   tahun   2016   dalam periode dokumen RPJMD, keterkaitan antara dokumen RKPD dengan   dokumen   RPJMD,   Renstra   SKPD,   Renja   SKPD   serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD.

1.2.Dasar Hukum Penyusunan

Memberikan   uraian   ringkas   tentang   dasar   hukum   yang digunakan   dalam   penyusunan   RKPD,   baik   yang   berskala nasional, maupun lokal.

1.3.Hubungan Antar Dokumen

Bagian ini menjelaskan hubungan RKPD dengan dokumen lain yang relevan beserta penjelasannya.

1.4.Sistematika Dokumen RKPD

Mengemukakan organisasi penyusunan dokumen RKPD serta garis besar isi setiap bab didalamnya.

1.5.Maksud dan Tujuan

Memberikan   uraian   ringkas   tentang   tujuan   penyusunan dokumen   RKPD   dan   sasaran   penyusunan   dokumen   RKPD Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2016.

BAB II   EVALUASI   HASIL   PELAKSANAAN   RKPD   TAHUN   LALU   DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN`

(13)

bahan   acuan.   Capaian   kinerja   penyelenggaraan   pemerintahan menguraikan   tentang   kondisi   geografi   demografi,   pencapaian kinerja   penyelenggaraan   pemerintahan,   dan   permasalahan pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Selatan.

2.1. Gambaran Umum Kondisi Daerah

Bagian   ini   menjelaskan   dan   menyajikan   gambaran   umum kondisi   daerah   yang   meliputi   aspek   geografi   dan   demografi serta indikator kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah. 2.1.1. Aspek Geografi dan Demografi

2.1.2. Aspek Kesejahteraan Masyarakat 2.1.3. Aspek Pelayanan Umum

2.1.4. Aspek Daya Saing Daerah

2.2.   Evaluasi   Pelaksanaan   Program   dan   Kegiatan   RKPD   sampai Tahun   2015   dan   realisasi   RPJMD   Mengemukakan   hasil evaluasi   pelaksanaan   program   dan   kegiatan   pembangunan daerah tahun lalu.

2.3.   Permasalahan   Pembangunan   Daerah   Permasalahan pembangunan   daerah   berisi   uraian   rumusan   umum permasalahan pembangunan daerah.

2.3.1.Permasalahan  Daerah   Yang  berhubungan  Prioritas   dan Sasaran Pembangunan Daerah

2.3.2. Identifikasi Permasalahan Penyelenggaraan Urusan Pemerintah Daerah

BAB III RANCANGAN KERANGKA EKONOMI DAERAH DAN KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

(14)

3.1. Arah Kebijakan Ekonomi Daerah

3.1.1. Kondisi Ekonomi Daerah Tahun 2013 dan 2014 dan Perkiraan Tahun 2015

3.1.2. Tantangan   dan   Prospek   Perekonomian   Daerah Tahun 2016

3.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

3.2.1. Proyeksi Keuangan Daerah dan Kerangka Pendanaan 3.2.2. Arah Kebijakan Keuangan Daerah

3.2.2.1. Arah Kebijakan Pendapatan Daerah 3.2.2.2. Arah Kebijakan Belanja Daerah 3.2.2.3. Arah Kebijakan Pembiayaan Daerah

BAB   IV   PRIORITAS   DAN   SASARAN   PEMBANGUNAN   DAERAH   TAHUN 2016

Mengemukakan secara eksplisit perumusan prioritas dan sasaran pembangunan   daerah   berdasarkan   hasil   analisis   terhadap   hasil evaluasi pelaksanaan RKPD tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.

4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan 4.2. Prioritas Pembangunan Daerah

BAB V  RENCANA   KERJA   PROGRAM   DAN   KEGIATAN   PRIORITAS DAERAH

Mengemukakan   secara   eksplisit   rencana   program   dan   kegiatan prioritas daerah yang disusun berdasarkan evaluasi pembangunan tahunan, kedudukan tahun rencana (RKPD) dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMD.

BAB VI PENUTUP

Menguraikan   tentang   pedoman   pelaksanaan   dan   kaidah pelaksanaannya.

(15)

Maksud penyusunan RKPD ini untuk mewujudkan sinergitas antara   perencanaan,   penganggaran,   pelaksanaan   dan   pengawasan pembangunan antar wilayah, antar sektor pembangunan dan antar tingkat   pemerintahan   serta   mewujudkan   efisiensi   alokasi   berbagai sumber daya dalam pembangunan daerah.

Tujuan   dari   penyusunan   RKPD   ini   sebagai   pedoman   dalam penyusunan perencanaan pembangunan tahunan daerah Kabupaten Minahasa Selatan yang bersumber dari dana APBD dan merupakan dasar hukum perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan bagi :

1.  Penyusunan Renja SKPD, KUA dan PPAS, serta APBD;

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...