BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan
PT. Asuransi Multi Artha Guna atau disebut Asuransi AMAG didirikan
pada tanggal 14 Nopember 1980. Setelah berkiprah selama 25 tahun, pada tanggal
23 Desember 2005, Asuransi AMAG dicatat sebagai perusahaan terbuka menjadi
PT. Asuransi Multi Artha Guna Tbk. Dalam kurun waktu tersebut Asuransi
MAGNA telah berkembang dengan konsisten dan kini memiliki jaringan layanan
di 2(dua) kantor cabang yaitu Surabaya dan Bandung serta 17 kantor pemasaran
yang tersebar luas di berbagai kota di Indonesia.
Dalam manajemen yang stabil didukung oleh eksekutif dan staf yang
profesional serta berkualitas, Asuransi AMAG dari tahun ke tahun mencatat
pertumbuhan pendapatan premi yang konstan. Di tengah persaingan yang semakin
tajam dan ketat, Asuransi AMAG berhasil membukukan pendapatan laba bersih
yang selalu meningkat. Hal ini dimungkinkan dengan diterapkannya kebijakan
„prudent underwriting‟ serta pengelolaan investasi yang baik.
Kesehatan keuangan tercermin dari angka RBC (Risk Base Capital) yang
jauh melampaui 120% yang disyaratkan oleh Pemerintah. Asuransi AMAG tetap
berkomitmen untuk memenangkan persaingan melalui peningkatan pelayanan
menyeluruh dan tepat waktu kepada nasabah sesuai dengan motto “Kami menghargai komitmen kami”. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih
saham Asuransi AMAG, antara lain: Paninvest Tbk (30,19%), Dana Pensiun
karyawan Panin Bank (13,98%) dan Bank Panin Tbk (11,68%).
PT Asuransi Multi Artha Guna adalah perusahaan yang menjalankan
kegiatan usaha dibidang asuransi kerugian termasuk usaha reasuransi kerugian.
Jenis asuransi yang disediakan PT Asuransi Multi Artha Guna meliputi asuraansi
umum, asuransi kesehatan, asuransi properti/rumah, asuransi perjalanan/travel,
asuransi kerugian, asuransi mobil/asuransi kendaraan, asuransi pengangkutan dan
lain-lain.
Pada tanggal 9 Desember 2005, Asuransi AMAG memperoleh pernyataan
efektif dari BAPEPAM-LK untuk melakukan penawaran umum secara perdana
Asuransi AMAG kepada masyarakat sebanyak 240.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp 100,- per saham serta harga penawaran Rp 105,- disertai dengan
waran sebanyak 240.000.000 waran yang diberikan secara cuma-cuma sebagai
insentif. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta sekarang
Bursa Efek Indonesia pada tanggal 23 Desember 2005. Setiap pemegang 1
(satu) waran berhak membeli satu saham perusahaan dengan harga pelaksanaan
sebesar Rp100,- per saham. Pembelian dapat dilakukan selama masa
pelaksanaan yaitu mulai tanggal 23 Desember 2006 sampai dengan 22 Desember
2010. Bila waran tidak dilaksanakan sampai dengan masa berlaku habis, maka
waran menjadi kadaluarsa.
B. Visi dan Misi Perusahaan
Visi PT Asuransi Multi Artha Guna:
Menjadi Prusahaan penyedia solusi resiko yang terkemuka dan profesional.
Misi PT Asuransi Multi Artha Guna:
2. Menjadi perusahaan yang mengutamakan pelayanan dan memberikan
layanan prima serta lebih efisien dari pesaing.
3. Menjalankan perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip underwriting yang
hati-hati dan wajar, berkembang secara terarah dan menguntungkan
sehingga meningkatkan nilai bagi “stakelorders”.
4. Menyediakan lingkungan kerja yang baik termasuk pelatihan/
pengembangan dan fasilitas yang tinggi serta kepuasan bekerja.
C. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi adalah suatu bagan yang menunjukkan hubungan
pada suatu organisasi atau perusahaan antara bagian yang satu dan bagian yang
lain dalam melaksanakan fungsi dan tugas-tugas yang dibebankan terhadap
suatu jabatan tertentu untuk menjamin kelancaran pekerjaan. Oleh karena itu,
struktur organisasi dilandasi dengan adanya pembagian tugas dari tiap satuan
kerja pada organisasi tersebut dan setiap pemimpin perusahaan dituntut untuk
dapat mengelola organisasi dengan baik, pemikiran manusia yang semakin
berkembang dan meningkatkan persaingan yang semakin tajam. Dalam
keadaan seperti ini suatu organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang
berkualitas. Struktur organisasi PT Asuransi Multi Artha Guna dapat dilihat
Sumber : PT. Asuransi Multi Artha Guna
D. Job Description
Pembagian Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang 1. Komisaris Presiden
Wewenang :
a. Mengesahkan anggaran dan pendapatan operasional tahunan perusahaan.
b. Mengkoordinir setiap perubahan-perubahan situasional yang berpengaruh
terhadap perusahaan.
c. Berwenang untuk mengambil keputusan-keputusan penting yang
mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan.
d. Bertanggungjawab atas keputusan-keputusan yang telah diambil.
e. Berwenang menandatangani proyek bernilai besar.
f. Mengevaluasi dan melaksanakan kebijakan umum perusahaan.
2. Komisaris Audit Wewenang :
a. Mengkoordinir setiap perubahan-perubahan situasional yang berpengaruh
terhadap perusahaan.
b. Berwenang untuk mengambil keputusan-keputusan penting yang
mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan.
c. Bertanggungjawab atas keputusan-keputusan yang telah diambil.
3. Presiden Direktur Wewenang :
a. Melakukan perencanaan strategi yang dapat digunakan sebagai dasar untuk
memimpin jalannya operasional perusahaan agar sesuai dengan tujuan yang
telah ditetapkan.
b. Menetapkan kebijakan-kebijakan operasional dan kuantitas operasional,
sehubungan dengan operasional perusahaan.
c. Berwenang untuk mengambil keputusan-keputusan yang berhubungan
dengan perusahaan.
d. Bertanggungjawab atas keputusan-keputusan yang telah diambil.
e. Mengevaluasi dan melaksanakan kebijakan umum perusahaan.
4. Internal Audit
Tugas dan tanggung jawab :
a. Memeriksa laporan keuangan yang telah dibuat oleh bagian keuangan.
b. Memberi laporan keuangan yang telah benar kepada pimpinan atau direktur.
c. Bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan pada laporan keuangan
perusahaan.
5. Sekretaris Perusahaan Tugas dan tanggung jawab :
a. Mewakili direktur apabila direktur berhalangan hadir.
6. Keuangan, Administrasi, Claim
Divisi ini bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan, administrasi dan
claim perusahaan yang meliputi seluruh kegiatan keuangan berupa analisis arus
masuk dan keluarnya uang. Divisi ini membawahi dua bagian, yaitu :
a. Bagian Finance, Accounting dan Claim
Bagian ini bertugas untuk mengontrol semua transaksi penerimaan dan
pengeluaran kas pada perusahaan serta membuat anggaran keuangan perusahaan.
Bagian ini juga bertugas dalam mengontrol dana, mengelola semua akuntansi
yang ada, membuat laporan akuntansi secara teratur, mencatat pembukuan,
mengaudit keuangan dan akuntansi, serta menangani masalah pajak. Fungsi dan
tugasnya :
1) Mengatur pengeluaran-pengeluaran perusahaan serta melaksanakan
pembayaran seperti pembayaran hutang, gaji pegawai maupun pembayaran
pajak negara.
2) Melaksanakan penagihan atas piutang perusahaan.
3) Mengatur penggunaan dana yang ada dan pencarian dana yang dibutuhkan
oleh perusahaan.
4) Membuat pencatatan dan pelaporan atas penerimaan dan pengeluaran uang
perusahaan.
5) Menetapkan dan melaksanakan kebijaksanaan dalam sistem dan prosedur
akuntasi.
6) Menyusun laporan keuangan yang dibutuhkan oleh direktur seperti neraca
7) Membuat laporan yang berhubungan dengan perhitungan dan pembayaran
pajak perusahaan.
b. Bagian General Affair dan HRD/Admin
Fungsi dan tugas :
1) Mengevaluasi kualitas dan kuantitas sumber daya manusia secara umum.
2) Mengkoordinasikan fungsi penyeleksian karyawan.
3) Menyusun rencana peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia
didalam perusahaan.
4) Mengkoordinasikan pengajuan pembayaran hak-hak karyawan ke bagian
keuangan (gaji, tunjangan karyawan, uang lembur, dan lain-lain ).
7. Teknik, Marketing, IT
Divisi ini bertanggungjawab untuk menentukan dan merumuskan perincian
pelaksanaan kebijakan perusahaan serta melaksanakan kebijakan yang telah
ditetapkan. Divisi ini membawahi dua bagian yaitu :
a. Bagian Underwriting & Reassurance, IT
Divisi ini bertanggung jawab terhadap kegiatan yang berhubungan dengan
IT. Fungsi dan tugas :
1) Melaksanakan dan mengkoordinasikan fungsi yang berhubungan dengan
implementasi teknologi informasi di dalam perusahaan.
2) Melaksanakan dan mengkoordinasikan fungsi dan tugas ke setiap seksi
untuk setiap proyek yang ada.
3) Menyiapkan laporan-laporan yang telah ditetapkan sehubungan dengan
4) Melaksanakan pemeliharaan server dan memperbaiki kerusakaan yang
terjadi.
5) Melakukan back-up data harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.
b. Bagian Business Development & Public Relation
Fungsi dan tugas :
1) Menyusun rencana kegiatan pemasaran.
2) Menyusun anggaran pemasaran
3) Mengusulkan strategi pemasaran mengenai apa yang akan dilakukan, serta
rencana dan strategi promosi apa yang akan digunakan dalam melakukan
pemasaran produk.
4) Mengevaluasi hasil pemasaran.
5) Mengikuti perkembangan pasar dan perusahaan pesaing.
6) Mempertahankan segmentasi pasar yang sudah ada dan mengembangkan
strategi pemasaran sehingga memperluas segmentasi pasar.
8. Operasi Jaringan
Divisi ini bertugas mengatur jaringan-jaringan perusahaan, baik intra
perusahaan maupun antar perusahaan. Tugas dan wewenang:
a. Mengatur agar hubungan antar perusahaan pusat dan cabang dapat
terhubung dengan baik.
b. Menjaga dan memelihara tiap server yang ada di setiap perusahaan.
E. Kegiatan Terkini Perusahaan
Setiap perusahaan mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai
pada PT Asuransi Multi Artha Guna mempunyai visi menjadi perusahaan yang
mengutamakan pelayanan dan memberikan layanan prima serta lebih efisien dari
pesaing. Perusahaan terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh
perusahaan dapat terwujud. Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena
membutuhkan kinerja yang tinggi, disiplin dan loyalitas dalam bekerja. Pastinya
untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu
dan tepat.
Jadi kinerja terkini yang dijalankan perusahaan sesui dengan visi dan
misinya dan disesuaikan dengan sasaran perusahaan, yaitu:
1. Menghasilkan laba pemasukan bagi negara.
2. Memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jasa layanan
asuransi agar masyarakat mau menggunakan layanan jasa asuransi.
3. Memberikan fungsi sosial dengan penyediaan lapangan kerja bagi
masyarakat.
4. Memenuhi permintaan masyarakat yang ingin menggunakan jasa layanan