• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL TUGAS AKHIR SMS GATEWAY UNTUK M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROPOSAL TUGAS AKHIR SMS GATEWAY UNTUK M"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL TUGAS AKHIR

SMS GATEWAY UNTUK MENGINFORMASIKAN MESIN OFF PADA GENSET

STEFANUS DANANG SAPUTERA NIM 123600042

Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri

Universitas PGRI Adi Buana Surabaya 2016

(2)

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING

Surabaya, 13 Januari 2016

Dosen pembimbing

(3)

I. JUDUL KEGIATAN

SMS GATEWAY UNTUK MENGINFORMASIKAN MESIN OFF PADA GENSET

II. LATAR BELAKANG

Genset ( Generator Set ) adalah alat pembangkit listrik yang terbuat dari kombinasi antara pembangkit listrik ( generator ) dan mesin penggerak yang digabung dalam satu set unit untuk menghasilkan tenaga listik. Mesin pengerak pada genset umumnya merupakan mesin pembakaran internal berupa motor / mesin disel dengan bahan bakar solar dan mesin dengan bahan bakar bensin. Sedangkan generator adalah perangat yang mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Prinsip kerja generator menggunakan prinsip percobaannya faraday yaitu memutar magnet dalam kumparan atau sebaliknya. Ketika magnet digerakan dalam kumparan maka akan terjadi perubahan fluks gaya magnet ( perubahan arah penyebaran medan magnet ) di dalam kumparan dan menembus tegak lurus terhadap kumparan sehingga menyebabkan pada potensial antara ujung-ujung kumparan ( yang menimbulkan listrik ). Prinsip kerja genset adalah sebuah mesin pembakaran ( mesin disel atau mesin bensin ) akan mengubah energi bahan bakar menjadi energi mekanik, kemudian energi mekanik tersebut diubah atau dikonvensi oleg generator sehingga menghasilkan daya listrik. Generator AC atau yang biasa disebut altenator dan generator DC. Generator AC ( altenator ) adalah generator yang menghasilkan arus listrik bolak –balik ( AC ), sedangkan generator DC adalah generator yang menghasilkan arus listrik searah ( DC ). Genset ( generator set ) bisa digunakan untuk menghasilkan daya listrik alternative, seperti ketika suplai pasokan daya listrik dari industri pembangkit listrik padam/off, atau keadaan dimana tidak ada pasokan jaringan listrik di daerah tersebut, juga bisa digunakan ketika diperlukan daya listrik tambahan dan juga bisa digunakan disaat listrik padam waktu ada acara.

Genset pada saat ini sangat diperlukan untuk cadangan listrik dan penghasil listrik unduk sebuah industri dipedalam. Gensetpun bisa juga mati saat bahan bakar habis ataupun ada kerusakan pada mesin genset tersebut dan apabila kita mengunakan genset itu terlalu jauh ataupun pada saat kita mngunakan genset dan dimana pada saat itu kita tidak berada ditempat dimana kita menaruh genset tersebut dan kitapun tidak berada dilokasi dimana genset itu mengaliri listrik. Sehingga kita tidak akan tau kapan mati dan rusaknya genset tersebut sehingga dapat memperlambat terjadinya produksi.

(4)

itu kami mempunyai ide untuk mempermudah mendapatkan informasi dimana genset yang kita gunakan mati dengan menambahkan sebuah alat pada genset tersebut disini kami menambahkan sebuah alat yang biasa dikenal sms gateway dimana sms gateway ini kami masukan kedalam rangkaian mesin genset sehingga kami dapat mengetahui informasi dari mesin genset pada saat mesin genset mati. Sehingga alat yang kami buat ini dapat menambah nilai produksi pada sebuah industri untuk menjaga kestabilan produksi karena pada saat ini banyaknya pemadaman listrik yang dilakukan oleh pihak PLN.

Berdasarkan permasalahan diatas maka kami tertarik untuk menambahkan sebuah sms gateway pada genset dengan judul tugas akhir yaitu ” SMS GATEWAY UNTUK MENGINFORMASIKAN MESIN OFF PADA GENSET ” Sebagai langkah untuk mempermudah mendapatkan informasi jika terjadi kesalahan ataupun kehabisan bahan bakar pada mesin genset.

III. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang alat kali ini, maka rumusan masalah yang akan dilakukan sebagai berikut :

1. Apakah permodelan sms gateway lebih efisien jika digunakan untuk mematikan dan menghidupkan genset.

IV. TUJUAN DAN MANFAAT

Tujuan dari hasil yang diharapkan:

1. Ingin membuat program C++ untuk menerima sinyal dari HP. 2. Ingin mengetahui kerja sms gateway saat dioperasionalkan. Manfaat dari hasil yang diharapkan:

1. Alat ini digunakan untuk masyarakat ataupun pengusaha demi mempermudah mendapatkan informasi pada genset yang dalam keadaan mati/off sehingga dapat mempersingkat waktu dan dapat melakukan pekerjaan lain sehingga tidak kuatir dengan keaadaan genset yang bilamana genset tersebut jauh dari pandangan kita. 2. Mudah mendapatkan informasi karena hanya menggunakan HP saja.

V. BATASAN MASALAH DAN RUANG LINGKUP

Untuk menghasilkan suatu pembahasan,penyusunan dan pembuatan alat yang sesuai dengan tujuan yang diharapkan dan tidak meluas dalam pembahasannya maka permasalahan harus dibatasi, pada penelitian ini yang akan dirancang dan dibahas meliputi:

(5)

2. Untuk menghasilkan sinyal menggunakan modem. 3. Program dibuat menggunakan C++.

4. Untuk menerima informasi menghidupkan dan mematikan genset menggunakan HP.

VI. TINJAUAN PUSTAKA

Modem Wavecom Fastrack serial I/O

Media SMS Gateway yang digunakan pada penjelasan kali ini adalah SMS Gateway menggunakan modem wavecom fastrack dengan I/O berbentuk serial, untuk penggunaan dari wavecom fastrack ini sangatlah mudah hanya perlu menghubungkan port serial modem wavecom ke port serial RS232 mikrokontroller, karena bawaan dari pabrik modem memiliki bentuk output serial berupa DB 16, maka haruslah menggunakan kabel converter bawaan dari pabrik juga yaitu kabel converter VGA serial output DB 16 menjadi serial output DB 9, sehingga dari serial DB 9 tersebut dapat dikoneksikan ke RS232 yang juga menggunakan DB 9.

Modem wavecom menggunakan perintah AT-Command dalam proses eksekusi data, sehingga mikrokontroller harus menggunakan perintah AT-Command untuk dapat memberikan perintah kepada modem wavecom agar mengirimkan sms, membaca sms, melihat sms yang masuk, dll. berikut ini beberapa program AT-Command yang biasa digunakan

- AT+CMGS="085731873538"

untuk mengirim sms ke nomer handphone yang tertera - AT+CMGL="REC UNREAD"

untuk melihat SMS yang belum dibaca - AT+CMGL="ALL"

untuk menampilkan semua SMS yang tersimpan - AT+CMGD=1

(6)

Rangkaian RS232 Serial I/O

Rangkaian RS232 adalah rangkaian yang digunakan untuk menghubungkan antara mikrokontroller dengan modem wavecom, karena input dari serial mikrokontroller memerlukan konversi dan penyesuaian tegangan, agar data dari Modem Wavecom Fastrack dapat diterima oleh mikrokontroller dengan baik. Untuk skematik RS232 adalah seperti Gambar 6.30c

Cara Menghubungkan Rangkaian RS232 ke Modem Wavecom

(7)

Terlihat dengan jelas bahwa output RX dari RS232 harus di-croos ke bagian port TX dari output modem wavecom, begitupula dengan output TX dari RS232 yang di croos ke port output RX dari modem wavecom, untuk bagian output GND dari RS232 tetap ke bagian port output GND pada modem wavecom. Itulah hal kecil / sepele yang harus sangat diperhatikan dikarenakan hal tersebut sering sekali membuat mikrokontroller tidak bisa berkomunikasi dengan modem wavecom.

Rangkaian RS232 Setelah di Cross Over

(8)

Prinsipnya kerjanya adalah rangkaian pembuat magnet untuk menggerakkan penutup dan pembuka saklar internal didalamnya. Yang membedakannya dari kedua peralatan tersebut adalah kekuatan saklar internalnya dalam menghubungkan besaran arus listrik yang melaluinya.

Pemahaman sederhananya adalah bila kita memberikan arus listrik pada coil relay atau kontaktor, maka saklar internalnya juga akan terhubung. Selain itu juga ada saklar internalnya yang terputus. Hal tersebut sama persis pada kerja tombol push button, hanya berbeda pada kekuatan untuk menekan tombolnya. Saklar internal inilah yang disebut sebagai kontak NO (Normally Open= Bila coil contactor atau relay dalam keadaan tak terhubung arus listrik, kontak internalnya dalam kondisi terbuka atau tak terhubung) dan kontak NC (Normally Close= Sebaliknya dengan Normally Open). Relay dianalogikan sebagai pemutus dan penghubung seperti halnya fungsi pada tombol (Push Button) dan saklar (Switch)., yang hanya bekerja pada arus kecil 1A s/d 5A. Sedangkan Kontaktor dapat di analogikan juga sebagai sebagai Breaker untuk sirkuit pemutus dan penghubung tenaga listrik pada beban. Karena pada Kontaktor, selain terdapat kontak NO dan NC juga terdapat 3 buah kontak NO utama yang dapat menghubungkan arus listrik sesuai ukuran yang telah ditetapkan pada kontaktor tersebut. Misalnya 10A, 15A, 20A, 30A, 50Amper dan seterusnya.

gambar kontak internal pada relay

Port Ekspansi

(9)

ATmega8535

ATmega8535Merupakan salah satu mikrokontroler 8 bit buatan atmel untuk keluarga AVR yang diproduksi secara masal pada tahun 2006. Karena merupakan keluarga AVR, maka ATmega8535 juga mengunakan arsitektur RISC.

Secara singkat ATmega8535 memiliki beberapa kemampuan:

1. Sistem mikrokontroler 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 MHz. 2. Memiliki memori flash 8 kb. SRAM sebesar 512 byte dan EEPROM ( Electrically

Erasable Programmable Read Only Memory ) sebesar 512 byte.

3. Memiliki ADC ( pengubah analog-ke-digital ) internal dengan ketelitian 10 bit sebanyak 8 saluran.

4. Memiliki PWM ( Pulse Width Modulation ) internal sebanyak 4 saluran. 5. Portal komunikasi serial ( USART ) dengan kecepatan maksimal 2,5 Mbps. 6. Enam pilihan mode sleep, untuk menghemat penggunaan daya listrik.

(10)

Sensor Suhu LM35 adalah salah satu jenis sensor yang merubah besaran suhu ke besaran listrik dalam bentuk tegangan. LM35 memiliki 3 buah pin kaki, pin1 untuk INPUT tegangan positif (+), pin2 OUTPUT, pin3 INPUT tegangan negatif/GND (-).

Pin Sensor LM35

Dapat beroperasi pada tegangan 4 volt sampai 30 volt. Setiap suhu 1 derajat Celcius akan menunjukan tegangan 10 mV.

Persamaan: Vout = 10 mV/1ºC

Artinya, jika terbaca tegangan Vout = 500 mV, maka temperaturnya = 500mV/10mV= 50ºC. Berikut ini adalah karakteristik dari sensor LM35:

1. Memiliki sensitivitas suhu, dengan faktor skala linier antara tegangan dan suhu 10 mVolt/ºC, sehingga dapat dikalibrasi langsung dalam celcius.

2. Memiliki ketepatan atau akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC pada suhu 25 ºC. 3. Memiliki jangkauan maksimal operasi suhu antara -55 ºC sampai +150 ºC. 4. Bekerja pada tegangan 4 sampai 30 volt.

5. Memiliki arus rendah yaitu kurang dari 60 µA.

6. Memiliki pemanasan sendiri yang rendah (low-heating) yaitu kurang dari 0,1 ºC pada udara diam.

7. Memiliki impedansi keluaran yang rendah yaitu 0,1 W untuk beban 1 mA. 8. Memiliki ketidaklinieran hanya sekitar ± ¼ ºC.

(11)

Skema Sensor Suhu LM35

PROGRAM APLIKASI SMS DENGAN PROGRAM C++

This program was produced by the CodeWizardAVR V2.03.4 Standard Automatic Program Generator

© Copyright 1998-2008 Pavel Haiduc, HP InfoTech s.r.l. http://www.hpinfotech.com

Project : Version :

Date : 13/01/2016

Author : Stefanus Danang Saputera Company :

Comments:

Chip type : ATmega8535 Program type : Application Clock frequency : 12,000000 MHz Memory model : Small

External RAM size : 0 Data Stack size : 256

(12)

#include <mega16.h> #include <delay.h>

// Alphanumeric LCD Module functions #asm

.equ __lcd_port=0x15 ;PORTC #endasm

#include <lcd.h>

// Standard Input/Output functions #include <stdio.h>

// Declare your global variables here void sms_init()

{

printf("ATE0"); putchar(0x0D);

while(getchar()!='K'){}; while(getchar()!=0x0A){}; delay_ms(500);

}

void kirim_SMS_1() {

printf("AT+CMGF=1"); //menyeting modem GSM ke mode text putchar(13); //mengirim 1 karakter CR / enter.

printf("AT+CMGS="); putchar('"');

printf("085731873538"); putchar('"');

putchar(13);

(13)

printf("Genset C-15 CAT 500 kVA Menggung ON"); putchar(13);

putchar(26); // kode ASCII untuk CTRL-Z Perintah mengirim

}

void main(void) {

// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization // Port A initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In // State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTA=0x00;

DDRA=0x00;

// Port B initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In // State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTB=0x00;

DDRB=0x00;

// Port C initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In // State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTC=0x00;

DDRC=0x00;

// Port D initialization

// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In // State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T PORTD=0x00;

(14)

// Timer/Counter 0 initialization // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 0 Stopped // Mode: Normal top=FFh // OC0 output: Disconnected TCCR0=0x00;

TCNT0=0x00; OCR0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization // Clock source: System Clock // Clock value: Timer 1 Stopped // Mode: Normal top=FFFFh // OC1A output: Discon. // OC1B output: Discon. // Noise Canceler: Off

// Input Capture on Falling Edge // Timer 1 Overflow Interrupt: Off // Input Capture Interrupt: Off // Compare A Match Interrupt: Off // Compare B Match Interrupt: Off TCCR1A=0x00;

TCCR1B=0x00; TCNT1H=0x00; TCNT1L=0x00; ICR1H=0x00; ICR1L=0x00; OCR1AH=0x00; OCR1AL=0x00; OCR1BH=0x00; OCR1BL=0x00;

(15)

// Clock source: System Clock // Clock value: Timer 2 Stopped // Mode: Normal top=FFh // OC2 output: Disconnected ASSR=0x00;

TCCR2=0x00; TCNT2=0x00; OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization // INT0: Off

// INT1: Off // INT2: Off MCUCR=0x00; MCUCSR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization TIMSK=0x00;

// USART initialization

// Communication Parameters: 8 Data, 1 Stop, No Parity // USART Receiver: On

// USART Transmitter: On // USART Mode: Asynchronous

// USART Baud Rate: 19200 (Double Speed Mode) UCSRA=0x00;

(16)

//UBRRL=0x26; //26

// Analog Comparator initialization // Analog Comparator: Off

// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off ACSR=0x80;

SFIOR=0x00;

// LCD module initialization lcd_init(16);

//sms_init(); while (1) {

// Place your code here

lcd_gotoxy(0,0); lcd_putsf("Sending message"); delay_ms(20000); kirim_SMS_1();

lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf("Message was Sent"); lcd_gotoxy(0,1); lcd_putsf("Genset Menyala");

//delay_ms(3000);

(17)

Program yang digunakan mengunakan Program C++

Program C++ adalah bahasa program computer yang dibuat oleh Bjarne Stroustrup, yang merupakan perkembangan dari bahasa C dikembangakan di Bong Labs ( Dennis Ritchie ) pada awal tahun 1970-an, bahasa itu diturunkan dari bahasa sebelumnya, yaitu B, pada awalnya, bahasatersebut dirancang sebagai bahasa pemrograman yang dijalankan pada system Unix, pada perkembanganya, versi ANSI ( American Nation Standart Institute ) bahasa pemrograman C menjadi versi dominan, meskipun versi tersebut sekarang jarang dipakai dalam pengembangan system dan jaringan maupun untuk system embedded, Bjarne Stroustrup pada Bel labs pertama kali mengembangkan C++ pada awal 1980-an. Untuk mendukung fitur-fitur pada C++, dibangun efisiensi dan system support untuk pemrograman tingkat rendah ( low level coding ). Pada C++ ditambahkan baru seperti class dengan sifat-sifatnya seperti inheritance dan overloading . salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek.

HP

(18)

tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon mengunakan kabel (nirkabel;wireless. Saat ini, Indonesia mempunyai dua jaringan telepon nirkabel yaitu system GSM dan system CDMA badan yang mengatur telekomunikasi seluler Indonesia adlah ATSI.

Genset

Ketika terjadi pemadaman catu daya utama (PLN) maka dibutuhkan suplai cadangan listrik dan pada kondisi tersebut Generator-Set diharapkan dapat mensuplai tenaga listrik terutama untuk beban-beban prioritas. Genset dapat digunakan sebagai sistem cadangan listrik atau "off-grid" (sumber daya yang tergantung atas kebutuhan pemakai). Genset sering digunakan oleh rumah sakit dan industri yang membutuhkan sumber daya yang mantap dan andal (tingkat keandalan pasokan yang tinggi), dan juga untuk area pedesaan yang tidak ada akses untuk secara komersial dipasok listrik melalui jaringan distribusi PLN yang ada. Suatu mesin diesel generator set terdiri dari:

1. Prime mover atau pengerak mula, dalam hal ini mesin diesel (dalam bahasa inggris disebut diesel engine)

2. Generator

3. AMF (Automatic Main Failure) dan ATS (Automatic Transfer Switch) 4. Baterai dan Battery Charger

5. Panel ACOS (Automatic Change Over Switch) 6. Pengaman untuk Peralatan

7. Perlengkapan Instalasi Tenaga

Sistem Pengaman Genset

(19)

agar tidak terjadi kerusakan fatal. Proteksi pada mesin generator ada dua macam yaitu : 1) Pengaman alarm

Bertujuan memberitahukan kepada operator bahwa ada sesuatu yang tidak normal dalam operasi mesin generator dan agar operator segera bertindak.

2) Pengaman trip

Berfungsi untuk menghindarkan mesin generator dari kemungkinan kerusakan karena ada sistem yang berfungsi tidak normal maka mesin akan stop secara otomatis.

Jenis pengaman trip antara lain : 1) Putaran lebih (over speed) 2) Temperatur air pendingin tinggi 3) Tekanan minyak pelumas rendah 4) Emergency stop

5) Reverse power

Pentanahan (grounding)

a) Pentanahan sistem, pentanahan untuk suatu titik pada penghantar arus dari sistem. Pada umumnya titik tersebut adalah titik netral dari suatu mesin, transformator, atau untuk rangkaian listrik tertentu.

b) Pentanahan peralatan sistem, pentanahan untuk suatu bagian yang tidak membawa arus dari sistem, misalnya : Semua logam seperti saluran tempat kabel, kerangka mesin, batang pemegang sakelar, penutup kotak sakelar.

Relay pengaman pada genset:

a) Relay arus lebih

Thermal Over Load Relay (TOLR) digunakan untuk melindungi motor dan perlengkapan kendali motor dari kerusakan akibat beban lebih atau terjadinya hubungan singkat antar hantaran yang menuju jaring atau antar fasa.

b) Relay tegangan lebih

bekerja bila tegangan yang dihasilkan generator melebihi batas nominalnya. c) Relay diferensial

(20)

d) Relay daya balik

berfungsi untuk mendeteksi aliran daya aktif yang masuk ke arah generator.

Cara Penggunaan Alat

Cara penggunaan dari alat ini yaitu langkah pertama melakukan pengecekan pada modem wavecom apakah modem dalam kondisi baik atau tidak melalui Hyperterminal, setelah didapatkan bahwa modem wavecom dalam kondisi baik, maka lakukanlah pengujian dengan mengirimkan sms dengan isi / format #L atau #D untuk menghidukan atau mematikan led dan buzzer. Indikator jika alat berhasil maka saat dikirimkan pesan #L maka led dan buzzer akan ON atau menyala, namun jika pesan yang dikirimkan #D akan berlaku sebaliknya yaitu mematikan buzzer dan led secara bersamaan.

VII. METODOLOGI PENELITIAN

Untuk melakukan perencanaan tentang pemodelan sms gateway metedelogipenelitian yang digunakan meliputi:

a. RANCANGAN PENELITIAN

(21)

Perancangan alat dan bahan

Redesain

SMS Controler Program HP Genset

Pengumpulan Data

Analisa Data

Kesimpulan Rancangan penelitian digambarkan flowchat di bawah ini:

b. VARIABLE DAN DEVINISI OPERASIONAL VARIABLE Yang menjadi variable penelitian ini adalah

Permodelan sms gateway yang dipergunakan untuk menginformasikan agar mesin genset mati, sedangkan parameter yang akan diukur meliputi:

1. Program yang dibuat 2. Kemampuan modem

(22)

Alat yang digunakan dalam penelitian system ini berupa sinyal pada modem untuk mengetahui seberapa sinyal yang didapat sehingga dapat diterima oleh HP. Laptop sebagai pembuatan program dengan aplikasi C++agar dapat berfunsi.Sedangkan bahan yang digunakan dalam penelitian ini berupa komponen sms gateway, genset, HP.

d. METODE PENGUMPULAN DAT 1. Metode percobaan

Dalam metode percobaan ini diuraikan beberapa langkah guna mendapatkan hasil yang diperoleh dari alat yang akan dianalisa, adapaun langkah-langkah percobaan sebagai berikut:

Uji sinyal

Pada uji sinyal dibutuhkan alat sebagai berikut:

 Laptop untuk memasukan program

 Modem yang digunak untuk menerima sinyal

 HP untuk menerima laporan

2. Metode observasi

Metode observasi digunakan untuk mengamati pada saat sms gateway dioperasionalkan untuk mematikan genset dan menerima informasi saat genset mati. 3. Metode Dokumentasi

Buku-buku atau bahan-bahan pustaka yang diperlukan.

e. METODE ANALISA DATA

Analisis yang digunakan adalah analisis percobaan untuk menganalisis keakurasian alat melalui komponen-komponen yang tepat setelah dilakukan uji sinyal. Disamping itu analisis diskriptif untuk mendiskriipsikan hasil percobaan melalui:

1. Pembuatan program untuk memberikan no HP.

2. Penggunaan modem yang sesuai dengan alat hanya untuk melaporkan keadaan 3. Pengunaan no HP yang mempunyai sinyal di segala tempat

Bahan dan Alat Penelitian

Alat yang digunakan laptop untuk membuat program yang melalui program C++ yang dimana program tersebut dapat menghasilkan sinyal ke No HP yang sudah ditentukan.

(23)

Berikut rancangan Alat sms gateway pada genset. Criteria desain dari alat sms gateway yang kami rancang diantaranya harus memenuhi beberapa hal yaitu :

1. Alat tersebut harus menghasilkan sinyal ( dengan Modem GSM ) 2. Dapat digunakan pada 1 genset

3. Mudah mendapatkan informasi

4. Hanya satu no HP aja yang mendapat informasi

DESAIN ALAT SMS GATEWAY YANG SUDAH TERPASANG PADA GENSET

KEGIATAN Langkah kerja

Pembuatan obyek penelitian

Obyek penelitian yang akan dilakukan penelitian dirangkai atau dibuat terlebih dahulu ` kemudian digabungkan menjadi satu sistem perangkat alat.

1. Survei lokasi

Survei lokasi yang dimana genset tersebut digunakan pada jarak yang jauh dari pandangan seperti genset digunakan untuk penerangan pada hutan ataupun perusahaan tertentu

(24)

Mengamati dan melakukan uji coba sinyal di daerah tersebut karena setiap area mempunyai sinyal yang minim

JADWAL KEGIATAN

Kegiatan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Persiapan

Penumpulan data Pengolahan data Menyusun lapora

VIII. DAFTAR PUSTAKA

http://kursuselektronikaku.blogspot.co.id/2014/09/membuat-alat-pengendali-menggunakan-sms.html

( sms gateway ) 24 Desember 2015

http://articles-by-me.blogspot.co.id/2014/05/macam-macam-port-sistem-unit-console.html

( port system ) 27 Desember 2015

http://www.bagusprehan.com/2013/12/sensor-suhu-lm35.html ( sensor suhu )

30 Desember 2015

http://electric-mechanic.blogspot.co.id/2010/10/prinsip-kerja-elektro-mekanis-magnetik.html

Gambar

Gambar 6.30c
gambar kontak internal pada relay
Gambar rangkaian sensor LM35

Referensi

Dokumen terkait

Sensor temperatur air dingin mengirimkan sinyal berupa tekanan udara (sistem pengontrol pneumatik) atau elektrik (Sistem Kontrol Elektronik) ke bagian rangkaian pengontrol, yang

Varietas dan Jenis pupuk K berpengaruh nyata terhadap ke 5 parameter pengamatan tersebut.Pupuk MKP menunjukkan pertumbuhan perakaran yang lebih baik, hal ini karena pada pupuk

2) Pada tataran akomodasi mahasiswa meyakini nilai-nilai yang terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yang bermartabat.

al-mal dalam mengelola dana dengan seizin sahib al mal sehingga wajib baginya berlaku amanah jika mudarib melakukan keteledoran, kelalaian dan kecerobohan dalam merawat dan

Harga yang diterima oleh petani berpengaruh terhadap tingkat pendapatan petani karena biaya usahatani jahe yang dikeluarkan untuk setiap hektarnya cukup

Interpretasi Nasional (atau cara paralel yang diakui oleh RSPO) sebaiknya mencakup, sewajarnya: detil-detil kebijakan atau hukum nasional yang relevan, daftar jenis-jenis

Penulis panjr1tkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan rahmat yang telah dilimpahkan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul

Infeksi post natal babi oleh virus hog cholera dengan virulensi yang rendah akan menghasilkan penyakit dengan gejala yang ringan atau infeksi yang bersifat subklinis.. Namun