• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEORI PEMBELAJARAN TEORI PEMBELAJARAN KO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TEORI PEMBELAJARAN TEORI PEMBELAJARAN KO"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

TEORI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME Oleh:฀Ahmad฀Abrar฀Rangkuti

A. Pendahuluan

Permasalahan฀seputar฀pembelajaran฀menjadi฀hal฀yang฀menarik฀untuk฀dikaji.฀ Di฀ antara฀ permasalahan฀ yang฀ terjadi฀ bukan฀ disebabkan฀ karena฀ kurangnya฀ literatur฀ atau฀ sumber฀ yang฀ mengkaji฀ seputar฀ pembelajaran,฀ melainkan฀ karena฀ tidak฀dilandasinya฀praktik฀pembelajaran฀dengan฀teori฀pembelajaran.฀Misalnya,฀ dalam฀ mengajarkan฀ suatu฀ konsep฀ atau฀ prinsip,฀ sebagian฀ guru฀ menyajikan฀ dengan฀serta฀merta฀konsep฀atau฀prinsip฀฀ secara฀utuh฀peserta฀didik.฀Guru฀tidak฀ memberikan฀ kesempatan฀ kepada฀ peserta฀ didik฀ untuk฀ menemukan฀ dan฀ membangun฀ konsep฀ atau฀ prinsip฀ tersebut฀ secara฀ mandiri฀ atau฀ berkelompok฀ (sosial).฀

Praktik฀pembelajaran฀yang฀ideal฀adalah฀praktik฀pembelajaran฀yang฀dilandasi฀ oleh฀teori-teori฀pembelajaran฀yang฀sesuai฀dengan฀tujuan฀pembelajaran.฀Hal฀ini฀ dimaksudkan฀ agar฀ tercapai฀ keberhasilan฀ dan฀ kebermaknaan฀ dalam฀ pembelajaran.฀ Untuk฀ itu,฀ pengetahuan฀ dan฀ penguasaan฀ terhadap฀ teori฀ pembelajaran฀menjadi฀hal฀yang฀penting฀dan฀mutlak฀bagi฀guru.฀Semakin฀dalam฀ guru฀menguasai฀teori฀pembelajaran,฀semakin฀besar฀ia฀memperoleh฀keberhasilan฀ dan฀ kebermaknaan฀ dalam฀ pembelajaran.฀ Selain฀ itu,฀ penguasaan฀ guru฀ terhadap฀ teori฀pembelajaran฀memberi฀makna฀bagi฀perkembangan฀peserta฀didik.

Para฀ ilmuwan฀ berpendapat฀ bahwa฀ minimal฀ ada฀ tiga฀ fungsi฀ teori,฀ yaitu:฀ 1)฀ mendeskripsikan;฀ 2)฀ menjelaskan;฀ dan฀ 3)฀ memprediksi.฀฀ Suatu฀ teori฀ dapat฀ teraplikasi฀bila฀diformulasikan฀dalam฀konsep฀pembelajaran.฀Berdasarkan฀teori-teori฀ belajar฀ dapat฀ ditentukan฀ beberapa฀ pendekatan฀ pembelajaran,฀ selanjutnya฀ berdasarkan฀ beberapa฀ pendekatan฀ dapat฀ ditentukan฀ beberapa฀ model฀ pembelajaran.฀฀฀ Konstruktivisme฀sebagai฀suatu฀teori฀belajar฀memiliki฀implikasi฀ pada฀ teori฀ pembelajaran.฀ Selain฀ itu,฀ konstruktivisme฀ sebagai฀ suatu฀ teori฀ memiliki฀pendekatan฀dan฀model฀pembelajaran฀tertentu.

(2)

B. Latar Belakang Teori Konstruktivisme

Sebagai฀ teori,฀ Konstruktivisme฀ tidak฀ diketahui฀ secara฀ pasti฀ kapan฀ dicetuskan.฀ Tidak฀ satu฀ orang฀ atau฀ gerakan฀ pun฀ yang฀ mengakui฀ secara฀ pasti฀ tentang฀ perkembangan฀ dan฀ sebagai฀ peletak฀ dasar-dasar฀ teori฀ konstruktivisme฀ pada฀masa฀modern.฀Benih฀pendekatan฀konstruktivisme฀dapat฀dilacak฀dari฀karya฀ Vico,฀Goodman,฀Rousseau,฀Kant,฀Dewey,฀dan฀Vygotsky.฀฀ Jean฀Piaget฀dan฀Lev฀ Vygotsky฀serta฀Jerome฀S.฀Brunner฀dan฀von฀Glasersfeld—dua฀yang฀terakhir฀pada฀ masa฀berikutnya—membentuk฀pendekatan฀konstruktivisme.฀

Konstruktivisme฀ sebagai฀ suatu฀ teori฀ bersifat฀ kompleks.฀ Konstruktivisme฀ berhubungan฀dengan฀filsafat,฀psikologi,฀sosiologi,฀sains,฀dan฀pendidikan.฀Dalam฀ dunia฀ pendidikan,฀ konstruktivisme฀ muncul฀ secara฀ formal฀ sebagai฀ teori฀ pengetahuan฀ dan฀ teori฀ belajar฀ sejak฀ tahun฀ 1980-an฀ melalui฀ karya฀ Bruner฀ dan฀ von฀ Glasersfeld.฀ Selanjutnya,฀ pada฀ tahun฀ 1990-an฀ karya฀ Bruner฀ dan฀ von฀ Glaserfeld฀menjadi฀karya฀฀menarik฀yang฀digunakan฀di฀kalangan฀pendidik.฀

Menurut฀ Coburn฀ dan฀ Derry฀ sebagaimana฀ dikutip฀ oleh฀ Isjoni,฀ menyatakan฀ bahwa฀ konstruktivisme฀ adalah฀ cabang฀ dari฀ kognitivisme.฀ Bila฀ ditelusuri฀ke฀belakang,฀teori-teori฀kognitivisme฀didasarkan฀atas฀teori฀Jean฀Piaget฀ dan฀ Lev฀ Vygotsky.฀ Piaget฀ dikenal฀ sebagai฀฀iaget Constructivism Cognitive฀ (Aliran฀ Konstruktivisme฀ Piaget)฀ dan฀ Vygotsky฀ dikenal฀ sebagai฀ Vygotsky

Constructivism Social฀(Aliran฀Konstruktivisme฀Vygotsky).฀

Teori฀Piaget฀berasaskan฀pada฀premis,฀apabila฀individu฀bekerjasama฀atas฀ presekitarnya,฀ konflik฀ sosio-kognitif฀ akan฀ berlaku฀ dan฀ akan฀ mewujudkan฀ ketidakseimbangan฀ kognitif฀ dan฀ seterusnya฀ mencetuskan฀ perkembangan฀ kognitif.฀Teori฀Vygotsky฀berdasarkan฀pada฀premis฀bahwa฀pengetahuan฀terbina฀ melalui฀interaksi฀kumpulan฀dalam฀menyelesaikan฀masalah.฀Kedua฀teori฀di฀atas฀ menjadi฀titik฀tolak฀dalam฀memahami฀teori฀konstruktivisme฀dalam฀pembelajaran.฀

Sebagai฀teori฀pengetahuan฀(knowing theory),฀konstruktivisme฀dibangun฀ atas฀ ide฀ bahwa฀ pengetahuan฀ tidak฀ berada฀ pada฀ dunia฀ objektif฀ atau฀ dunia฀ luar฀ individu.฀ Pengetahuan฀ diperoleh฀ ketika฀ individu฀ melakukan฀ proses฀ pembentukan฀pengetahuan.฀Dari฀perspektif฀ini,฀objektivisme฀menjadi฀lawan฀dari฀ konstruktivisme.฀ Objektivisme฀ berpendapat฀ bahwa฀ pengetahuan฀ merupakan฀ cerminan฀dari฀dunia฀luar.฀Dalam฀pandangan฀konstruktivisme,฀pengetahuan฀dapat฀ dibentuk฀secara฀individu฀maupun฀sosial.฀

(3)

individu฀membentuk฀makna฀(meaning)฀melalui฀proses฀di฀dalam฀diri.฀Sementara฀ itu,฀ Vygotsky฀ memiliki฀ kecenderungan฀ bahwa฀ individu฀ membentuk฀ makna฀ melalui฀proses฀interaksi฀sosial.฀

฀. Pengertian Teori Konstruktivisme

Konstruktivisme฀ merupakan฀ suatu฀ epistemologi฀ tentang฀ perolehan฀ pengetahuan฀ (knowledge acquisition)฀ yang฀ lebih฀ memfokuskan฀ pada฀ pembentukan฀ pengetahuan฀ daripada฀ penyampaian฀ dan฀ penyimpanan฀ pengetahuan.฀Dalam฀pandangan฀konstruktivisme,฀peserta฀didik฀berperan฀sebagai฀ pembentuk฀ (construct)฀ dan฀ pentransformasi฀ pengetahuan.฀ Adapun฀ yang฀ dimaksud฀ dengan฀ pembentukan฀ pengetahuan฀ (construct knowledge)฀ dalam฀ pandangan฀ konstruktivisme฀ meliputi฀ tiga฀ hal,฀ yaitu:฀ (1)฀ exogenous

constructivism,฀ (2)฀ endogenous constructivism,฀ dan฀ (3)฀ dialectical

constructivism.฀

Exogenous constructivism฀ memiliki฀ ciri฀ yang฀ sama฀ dengan฀ filsafat฀

realisme,฀ yaitu฀ sesuatu฀ dimulai฀ dengan฀ adanya฀ realitas฀ eksternal฀ yang฀ direkonstruksi฀menjadi฀pengetahuan.฀Oleh฀karena฀itu,฀struktur฀mental฀seseorang฀ akan฀ berkembang฀ untuk฀ merefleksikan฀ keadaan฀ dunia฀ luar฀ (realitas).฀ Proses฀ pembentukan฀ pengetahuan฀ dalam฀ aliran฀ psikologi฀ kognitif฀ menekankan฀ pada฀ cara฀ pandang฀ pembentukan฀ pengetahuan฀ (constructivism),฀ yang฀ dengannya฀ skema฀dan฀alur฀(schemata and networks)฀pengetahuan฀didasarkan฀atas฀realitas฀ eksternal฀yang฀dialami.฀

Endogenous constructivism disebut฀juga฀konstruktivisme฀kognitif฀yang฀

memfokuskan฀ pada฀ proses฀ internal฀ individu฀ dalam฀ membentuk฀ suatu฀ pengetahuan.฀ Perspektif฀ ini฀ merupakan฀ derivasi฀ dari฀ teori฀ Jean฀ Piaget฀ (1896-1980)฀ yang฀ menekankan฀ pada฀ kemampuan฀ individu฀ membangun฀ pengetahuan฀ yang฀ distimulus฀ oleh฀ konflik฀ kognitif฀ internal฀ sebagai฀ cara฀ untuk฀ mengatasi฀ disekuilibirium฀ mental.฀ Intinya฀ adalah฀ bahwa฀ anak฀ atau฀ orang฀ dewasa฀ harus฀ mampu฀ bernegosiasi฀ dengan฀ pengalaman฀ dan฀ fenomena฀ yang฀ berbeda฀ dengan฀ skema฀pengetahuan฀yang฀mereka฀miliki.฀Dalam฀dunia฀pendidikan,฀para฀peserta฀ didik฀harus฀mampu฀menciptakan฀pengetahuan฀mereka฀sendiri,฀mengembangkan฀ struktur฀ kognitif฀ yang฀ sudah฀ mereka฀ miliki฀ dengan฀ cara฀ merevisi฀ dan฀ mengkreasi฀ pengetahuan฀ baru฀ selain฀ dari฀ pengetahuan฀ yang฀ sudah฀ ada฀ pada฀ struktur฀kognitif฀mereka.฀

Dialectical constructivism฀฀ disebut฀ juga฀ konstruktivisme฀ sosial฀ yang฀

(4)

didik฀ dan฀ guru.฀ Melalui฀ proses฀ interaksi฀ yang฀ intensif,฀ lingkungan฀ sosial฀ pembelajaran฀akan฀terbentuk฀dan฀memberikan฀kesempatan฀kepada฀peserta฀didik฀ untuk฀ membentuk฀ pengetahuannya฀ secara฀ mandiri.฀ Perspektif฀ ini฀ merupakan฀ pemikiran฀dari฀Vygotsky฀(1978)฀dalam฀teori฀belajar฀sosiokultural.฀Teori฀belajar฀ tersebut฀ menitikberatkan฀ pada฀ adanya฀ bimbingan฀ dari฀ seorang฀ guru฀ yang฀ dianggap฀ mampu฀ melatih฀ peserta฀ didik฀ untuk฀ memperoleh฀ keterampilan฀ dan฀ pemahaman฀ yang฀ kompleks฀ serta฀ kompetensi฀ yang฀ mandiri.฀฀ Pandangan฀ konstruktivisme฀ sosial฀ murni฀ berpendapat฀ bahwa฀ pembelajaran฀ dapat฀ berlangsung฀ melalui฀ interaksi฀ sosial฀ dengan฀ melibatkan฀ unsur฀ budaya฀ dan฀ bahasa.฀

Ada฀empat฀karakteristik฀pembelajaran฀dalam฀teori฀konstruktivisme. a. Adanya฀pembelajaran฀yang฀dibentuk฀oleh฀para฀peserta฀didik฀secara฀

mandiri.

b. Adanya฀ hubungan฀ antara฀ pemahaman฀ baru฀ yang฀ dimiliki฀ para฀ peserta฀didik฀dengan฀pemahaman฀lama฀yang฀mereka฀miliki;

c. Adanya฀aturan฀yang฀jelas฀tentang฀interaksi฀sosial;

d. Adanya฀ kebutuhan฀ terhadap฀ pembelajaran฀ otentik฀ untuk฀ mewujudkan฀pembelajaran฀yang฀bermakna฀(meaningful learning) Konstruktivisme฀adalah฀satu฀pandangan฀bahwa฀peserta฀didik฀membina฀ sendiri฀ pengetahuan฀฀ (individual perception) atau฀ konsep฀ secara฀ aktif฀฀ berdasarkan฀pengetahuan฀dan฀pengalaman฀yang฀ada฀(prior experience).฀Dalam฀ proses฀ini,฀peserta฀didik฀akan฀menyesuaikan฀pengetahuan฀yang฀diterima฀dengan฀ pengetahuan฀yang฀ada฀untuk฀membina฀pengetahuan฀baru.฀Pembelajaran฀secara฀ konstruktivisme฀ berlaku฀ di฀ mana฀ peserta฀ didik฀ membina฀ pengetahuan฀ dengan฀ menguji฀ ide฀ dan฀ pendekatan฀ berdasarkan฀ pengetahuan฀ dan฀ pengalaman฀ yang฀ ada,฀ kemudian฀ mengimplikasikannya฀ pada฀ satu฀ situasi฀ baru฀ dan฀ mengintegrasikan฀ pengetahuan฀ baru฀ yang฀ diperoleh฀ dengan฀ binaan฀ intelektual฀ yang฀akan฀diwujudkan.฀

Dalam฀ dunia฀ pendidikan,฀ konstruktivisme฀ menunjukkan฀ pada฀ teori฀ perolehan฀ pengetahuan฀ dan฀ belajar.฀ Teori-teori฀ tersebut฀ menyatakan฀ bahwa฀ pengetahuan฀itu฀dibentuk฀bukan฀diterima฀dari฀dari฀dunia฀luar฀an sich.฀Misalnya,฀ pengetahuan฀ tidak฀ berada฀ di฀ dalam฀ buku฀ akan฀ tetapi฀ lebih฀ pada฀ pengetahuan฀ yang฀diproses฀melalui฀kegiatan฀membaca.฀

Sehubungan฀ dengan฀ itu,฀ ada฀ beberapa฀ ciri฀ atau฀ prinsip฀ belajar฀ yang฀ dijelaskan฀sebagai฀berikut.

(5)

b. Konstruksi฀makna฀adalah฀proses฀yang฀terus฀menerus.

c. Belajar฀ bukanlah฀ kegiatan฀ mengumpulkan฀ fakta,฀ tetapi฀ merupakan฀ pengembangan฀ pemikiran฀ dengan฀ membuat฀ pengertian฀ yang฀ baru.฀ Belajar฀ bukanlah฀ hasil฀ perkembangan฀ tetapi฀perkembangan฀itu฀sendiri.

d. Hasil฀ belajar฀ dipengaruhi฀ oleh฀ pengalaman฀ subjek฀ belajar฀ dengan฀dunia฀fisik฀lingkungannya.

e. Hasil฀belajar฀seseorang฀tergantung฀pada฀apa฀yang฀telah฀diketahui฀ si฀ subjek฀ belajar,฀ tujuan,฀ motivasi฀ yang฀ memengaruhi฀ proses฀ interaksi฀dengan฀bahan฀yang฀sedang฀dipelajari.฀

2. Pendekatan Konstruktivisme Dalam Pembelajaran

Pendekatan฀ (approach)฀ merupakan฀ titik฀ tolak฀ atau฀ sudut฀ pandang฀ kita฀ terhadap฀ proses฀ pembelajaran.฀ Strategi฀ dan฀ metode฀ pembelajaran฀ yang฀ digunakan฀ dapat฀ bersumber฀ atau฀ tergantung฀ dari฀ pendekatan฀ tertentu.฀ Roy฀ Killen฀ misalnya,฀ mencatat฀ ada฀ dua฀ pendekatan฀ dalam฀ pembelajaran,฀ yaitu฀ pendekatan฀ yang฀ berpusat฀ pada฀ guru฀ (teacher-centred approaches) dan฀ pendekatan฀ yang฀ berpusat฀ pada฀ peserta฀ didik฀(student-centred approaches).

Pendekatan฀ yang฀ berpusat฀ pada฀ guru฀ menurunkan฀ strategi฀ pembelajaran฀ langsung฀ (direct instruction), pembelajaran฀ deduktif฀ atau฀ pembelajaran฀ ekspositori.฀ Sedangkan,฀ pendekatan฀ pembelajaran฀ yang฀ berpusat฀ pada฀ peserta฀ didik฀ menurunkan฀ strategi฀ pembelajaran฀discovery dan฀ inkuiri฀ serta฀ strategi฀ pembelajaran฀induktif.฀

Konstruktivisme฀ sebagai฀ suatu฀ pendekatan฀ dalam฀ pembelajaran฀ didefinisikan฀ sebagai฀ sebagai฀ pendekatan฀ di฀ mana฀ peserta฀ didik฀ secara฀ individual฀ menemukan฀ dan฀ mentransformasikan฀ informasi฀ yang฀ kompleks,฀ memeriksa฀ dengan฀ aturan฀ yang฀ ada฀ dan฀ merivisinya฀ jika฀ perlu.฀ Paham฀ konstruktivisme฀ memandang฀ peserta฀ didik฀ datang฀ ke฀ sekolah฀ membawa฀ persiapan฀mental฀dan฀kognitifnya.฀Artinya,฀peserta฀didik฀yang฀datang฀ke฀sekolah฀ sudah฀ memiliki฀ konsep฀ awal฀ dari฀ materi฀ yang฀ akan฀ dipelajari,฀ karena฀ mereka฀ mempunyai฀ potensi฀ untuk฀ pembelajaran฀ mandiri฀ terlebih฀ dahulu฀ dari฀ sumber฀ yang฀ada฀atau฀dari฀pengalaman฀dalam฀lingkungan฀kehidupannya.฀Dalam฀hal฀ini฀ guru฀bertindak฀sebagai฀fasilitator฀dan฀narasumber.฀

(6)

seberapa฀banyak฀peserta฀didik฀memperoleh฀dan฀mengingat฀pengetahuan.฀Untuk฀ itu,฀tugas฀guru฀adalah฀memfasilitasi฀proses฀tersebut฀dengan:

a. Menjadikan฀pengetahuan฀bermakna฀dan฀relevan฀bagi฀peserta฀didik; b. Memberi฀kesempatan฀peserta฀didik฀menemukan฀dan฀menerapkan฀idenya฀

sendiri;฀dan

c. Menyadarkan฀ peserta฀ didik฀ agar฀ menerapkan฀ strategi฀ mereka฀ sendiri฀ dalam฀belajar.฀

Dalam฀ pandangan฀ konstruktivisme,฀ peserta฀ didik฀ merupakan฀ pembelajar.฀ Peserta฀ didik฀ yang฀ membangun฀ pengetahuannya฀ secara฀ mandiri.฀ Pendekatan฀ konstruktivisme฀ dimaknai฀ sebagai฀ pendekatan฀ pembelajaran฀ di฀ mana฀ pengetahuan฀ baru฀ tidak฀ diberikan฀ dalam฀ bentuk฀ jadi฀ atau฀ final,฀ tetapi฀ pelajar฀ membentuk฀ pengetahuannya฀ sendiri฀ melalui฀ interaksi฀ dengan฀ lingkungan฀ dalam฀ proses฀ asimilasi฀ dan฀ akomidasi.฀฀ Oleh฀ karena฀ itu,฀ pembelajaran฀ dengan฀ menggunakan฀ pendekatan฀ konstruktivisme฀ bersifat฀

student centered (terpusat฀kepada฀peserta฀didik).฀฀฀

Pengetahuan฀ tumbuh฀ berkembang฀ melalui฀ pengalaman.฀ Pemahaman฀ berkembang฀ semakin฀ dalam฀ dan฀ semakin฀ kuat฀ apabila฀ selalu฀ diuji฀ dengan฀ pengalaman฀ baru.฀ Menurut฀ Piaget,฀ manusia฀ memiliki฀ struktur฀ pengetahuan฀฀ dalam฀ otaknya,฀ seperti฀ kotak-kotak฀ yang฀ masing-masing฀ berisi฀ informasi฀ bermakna฀ yang฀ berbeda-beda.฀ Pengalaman฀ sama฀ bagi฀ beberapa฀ orang฀ akan฀ dimaknai฀berbeda฀oleh฀masing-masing฀individu฀dan฀disimpan฀dalam฀kotak฀yang฀ berbeda.฀ Setiap฀ pengalaman฀ baru฀ dihubungkan฀ dengan฀ kotak-kotak฀ (struktur฀ pengetahuan)฀ dalam฀ otak฀ manusia฀ melalui฀ dua฀ cara,฀ yaitu฀ asimilasi฀ dan฀ akomodasi.฀฀ Asimilasi฀ maksudnya฀ struktur฀ pengetahuan฀ baru฀ dibuat฀ atau฀ dibangun฀ atas฀ dasar฀ struktur฀ pengetahuan฀ yang฀ ada.฀ Akomodasi฀ maksudnya฀ struktur฀ pengetahuan฀ yang฀ sudah฀ ada฀ dimodifikasi฀ untuk฀ menampung฀ dan฀ menyesuaikan฀dengan฀hadirnya฀pengalaman฀baru.฀

Konstruktivisme฀ memaknai฀ pembelajaran฀ sebagai฀ suatu฀ usaha฀ yang฀ memiliki฀ tujuan,฀ dilakukan฀ secara฀ sengaja฀ dan฀ terencana฀ (intentional),฀ serta฀ bersifat฀ kolaboratif.฀ Konstruktivisme฀ tidak฀ mempersyaratkan฀ adanya฀ seperangkat฀฀ aktivitas฀ pembelajaran฀฀ dan฀ proses฀ berfikir฀ tertentu฀ bagi฀ peserta฀ didik฀ untuk฀ memperoleh฀ pemahaman.฀ Suasana฀ pembelajaran฀ konstruktivisme฀ didesain฀untuk฀mengkonstruksi฀informasi฀(knowledge construction).฀

(7)

a. Merumuskan฀ fokus,฀ tantangan,฀ kasus฀ atau฀ masalah฀ dalam฀ pembelajaran.

b. Mempersiapkan฀tugas฀yang฀akan฀diselesaikan฀oleh฀peserta฀didik. c. Merancang฀ secara฀ spesifik฀ seperangkat฀ tujuan฀ pembelajaran฀

(goals and objectives)฀yang฀harus฀dikuasai฀oleh฀peserta฀didik.

d. Mengidentifikasi฀ secara฀ baik฀ strategi฀ dan฀ sarana฀ pembelajaran฀ yang฀sesuai฀dengan฀tingkat฀masalah฀฀dalam฀pembelajaran.฀

e. Mengolaborasikan฀proses฀pembelajaran฀antara฀guru฀dengan฀murid.฀ Konstruktivisme฀ pada฀ dasarnya฀ merupakan฀ teori฀ belajar฀ bukan฀ teori฀ mengajar.฀ Pada฀ sisi฀ lain,฀ konstruktivisme฀ dapat฀ mendeskripsikan฀ tentang฀ pengajaran฀ (teaching).฀ Ada฀ enam฀ hal฀ yang฀ menunjukkan฀ konstruktivisme฀ sebagai฀teori฀belajar฀sekaligus฀mendeskripsikan฀tentang฀pengajaran.

a. Peserta฀ didik฀ dimotivasi฀ untuk฀ mengungkapkan฀ pertanyaan,฀ menyusun฀hipotesis,฀dan฀mengukur฀kemampuan฀mereka.

b. Peserta฀ didik฀ diberikan฀ tantangan฀ melalui฀ ide-ide,฀฀ dan฀ pengalaman฀ yang฀ mampu฀ melahirkan฀ konflik฀ kognitif฀ atau฀ disekuilibirium.฀

c. Peserta฀ didik฀ diberikan฀ waktu฀ yang฀ cukup฀ untuk฀ melakukan฀ refleksi,฀menulis,฀dan฀berdiskusi.

d. Peserta฀didik฀melakukan฀dialog฀฀dan฀kelas฀dijadikan฀sebagai฀suatu฀ komunitas฀ untuk฀ melakukan฀ kegiatan฀ dialog,฀ refleksi,฀ dan฀ percakapan.

e. Peserta฀ didik฀ diberikan฀ kesempatan฀ untuk฀ mengkomunikasikan฀ dan฀mempertahankan฀ide฀mereka฀dengan฀peserta฀didik฀lainnya. f. Peserta฀ didik฀ harus฀ mampu฀ menemukan฀ idenya฀ sendiri,฀

menemukan฀ prinsip,฀ dan฀ melakukan฀ generalisasi฀ terhadap฀ hal฀ yang฀dialaminya.

Honebein฀ mengembangkan฀ seperangkat฀ tujuan฀ yang฀ dapat฀ membantu฀ penyusunan฀ desain฀ pembelajaran฀ konstruktivisme.฀ Tujuan-tujuan฀ tersebut฀ adalah:

a. Merancang฀ pengalaman฀ belajar฀ dengan฀ mengaktifkan฀ proses฀ pembentukan฀pengetahuan.

b. Memberikan฀penghargaan฀dalam฀pembelajaran.

(8)

f. Menggunakan฀ variasi฀ ilustrasi,฀ simbol,฀ pernyataan,฀ atau฀ deskripsi฀dalam฀pembelajaran.

g. Mengembangkan฀ kesadaran฀ diri฀ (self-awareness)฀ peserta฀ didik฀ terhadap฀proses฀pembentukan฀pengetahuan.฀

Pandangan฀konstruktivisme฀tentang฀pembelajaran฀adalah฀peserta฀didik฀ diberikan฀ kesempatan฀ dan฀ menggunakan฀ model฀ pembelajaran฀ sendiri.฀ Guru฀ bertugas฀membimbing฀peserta฀didik฀ke฀tingkat฀pengetahuan฀yang฀lebih฀tinggi.฀ Peserta฀ didik฀ harus฀ mengkonstruksi฀ pengetahuan฀ dalam฀ pikirannya฀ sendiri.฀ Secara฀ lebih฀ rinci฀ Driver฀ dan฀ Bell฀ sebagaimana฀ dikutip฀ oleh฀ Isjoni฀ mengemukakan฀prinsip-prinsip฀konstruktivisme฀dalam฀pembelajaran,฀yaitu:฀(a)฀ hasil฀ pembelajaran฀ tidak฀ hanya฀ tergantung฀฀ dari฀ pengalaman฀ pembelajaran฀ di฀ ruangan฀kelas,฀tetapi฀tergantung฀pula฀pada฀pengetahuan฀belajar฀sebelumnya,฀(b)฀ pembelajaran฀ adalah฀ mengkonstruksi฀ konsep-konsep,฀ (c)฀ mengkonstruksi฀ konsep฀ adalah฀ proses฀ aktif฀ dalam฀ diri฀ pelajar,฀ (d)฀ konsep-konsep฀ yang฀ telah฀ dikonstruksi฀ akan฀ dievaluasi฀ yang฀ selanjutnya฀ konsep฀ tersebut฀ diterima฀ atau฀ ditolak,฀ (e)฀ peserta฀ didik฀ lah฀ yang฀ sesungguhnya฀ paling฀ bertanggung฀ jawab฀ terhadap฀ cara฀ dan฀ hasil฀ pembelajaran฀ mereka,฀ dan฀ (f)฀ adanya฀ semacam฀ pola฀ terhadap฀konsep-konsep฀yang฀dikonstruksi฀pelajar฀dalam฀struktur฀kognitifnya.฀

3. Model Pembelajaran dalam Teori Konstruktivisme

Istilah฀ model฀ pembelajaran฀ mempunyai฀ empat฀ ciri฀ khusus฀ yang฀ tidak฀ dimiliki฀oleh฀strategi฀atau฀prosedur฀tertentu.฀Ciri-ciri฀tersebut฀adalah฀(1)฀rasional฀ teoritik฀ yang฀ logis฀ yang฀ disusun฀ oleh฀ para฀ pencipta฀ atau฀ pengembangnya;฀ (2)฀ landasan฀ pemikiran฀ tentang฀ apa฀ dan฀ bagaimana฀ peserta฀ didik฀ belajar฀ (tujuan฀ pembelajaran฀ yang฀ akan฀ dicapai);฀ (3)฀ tingkah฀ laku฀ mengajar฀ yang฀ diperlukan฀ agar฀ model฀ tersebut฀ dapat฀ dilaksanakan฀ dengan฀ berhasil;฀ dan฀ (4)฀ lingkungan฀ belajar฀yang฀diperlukan฀agar฀tujuan฀pembelajaran฀itu฀dapat฀tercapai.฀

Ide-ide฀ konstruktivisme฀ modern฀ banyak฀ berlandaskan฀ pada฀ teori฀ Vygotsky฀ yang฀ telah฀ digunakan฀ untuk฀ menunjang฀ metode฀ pengajaran฀ yang฀ menekankan฀ pada฀ pembelajaran฀ kooperatif,฀ pembelajaran฀ berbasis฀ kegiatran฀ dan฀ penemuan.฀ Dalam฀ membentuk฀ pemahaman฀ peserta฀ didik,฀ pembelajaran฀ secara฀ kooperatif฀ dapat฀ digunakan฀ sebagai฀ model฀ pembelajaran.฀ Model฀ ini฀ merupakan฀derivasi฀dari฀teori฀konstruktivisme.฀

(9)

menemukan฀ dan฀ memahami฀ konsep-konsep฀ yang฀ sulit฀ jika฀ mereka฀ mendiskusikan฀masalah฀tersebut฀dengan฀temannya.฀

Menurut฀ teori฀ konstruktivisme,฀ kelas฀ yang฀ menggunakan฀ model฀ pembelajaran฀kooperatif฀harus฀bersifat฀dinamis.฀Artinya,฀suasana฀pembelajaran฀ di฀ dalam฀ kelas฀ tidak฀ selamanya฀ harus฀ bersifat฀ sistematis,฀ tenang,฀ dan฀ kondisi฀ peserta฀didik฀mudah฀diatur.฀Suasana฀tersebut฀tidak฀selamanya฀ideal฀untuk฀model฀ pembelajaran฀ kooperatif.฀ Satu฀ hal฀ yang฀ dituntut฀ dalam฀ model฀ pembelajaran฀ kooperatif฀ adalah฀ adanya฀ partisipasi฀ peserta฀ didik฀ secara฀ aktif฀ dalam฀ membentuk฀ informasi฀ tanpa฀฀ guru฀ harus฀ kehilangan฀ kontrol฀ terhadap฀ suasana฀ kelas.฀

Terdapat฀ berbagai฀ teori฀ tentang฀ pembelajaran฀ kooperatif.฀ Dua฀ di฀ antaranya฀ adalah฀ teori฀ Jean฀ Piaget฀ dan฀ Lev฀ Vygotsky.฀ Kedua฀ tokoh฀ ini฀ menggunakan฀ pendekatan฀ konstruktivisme.฀ Menurut฀ Piaget,฀ setiap฀ individu฀ mengalami฀tingkat-tingkat฀perkembangan฀intelektual฀sebagai฀berikut:

a. Senoris฀motorik฀(0-2฀tahun) b. Praoperasional฀(2-7฀tahun) c. Operasional฀konkrit฀(7-11฀tahun) d. Operasional฀formal฀(11฀tahun฀ke฀atas)

Dalam฀ hubungannya฀ dengan฀ pembelajaran,฀ teori฀ ini฀ mengacu฀ kepada฀ kegiatan฀ pembelajaran฀ yang฀ harus฀ melibatkan฀ partisipasi฀ peserta฀ didik.฀ Sehingga฀menurut฀teori฀ini฀pengetahuan฀tidak฀hanya฀sekedar฀dipindahkan฀secara฀ verbal฀ tetapi฀ harus฀ dikonstruksi฀ oleh฀ peserta฀ didik.฀ Sebagai฀ realisasi฀ teori฀ ini,฀ maka฀ dalam฀ kegiatan฀ pembelajaran฀ peserta฀ didik฀ haruslah฀ bersifat฀ aktif.฀ Pembelajaran฀ kooperatif฀ adalah฀ sebuah฀ model฀ pembelajaran฀ aktif฀ dan฀ partisipatif.฀

Vygotsky฀ mengemukakan฀ pembelajaran฀ sebagai฀ suatu฀ perkembangan฀ pengertian.฀ Ia฀ membedakan฀ adanya฀ dua฀ pengertian฀ yang฀ spontan฀ dan฀ ilmiah.฀ Spontan฀adalah฀pengertian฀yang฀didapatkan฀dari฀pengalaman฀anak฀sehari-hari.฀ Ilmiah฀adalah฀pengertian฀yang฀didapat฀dari฀ruangan฀kelas,฀atau฀yang฀diperoleh฀ dari฀pelajaran฀di฀sekolah.

Sumbangan฀ dari฀ teori฀ Vygotsky฀ adalah฀ penekanan฀ pada฀ bakat฀ sosiokultural฀dalam฀pembelajaran.฀

1) Zone of ฀roximal Development

(10)

sedikit฀ di฀ atas฀ tingkat฀ perkembangan฀ seseorang฀ saat฀ ini.฀ Tingkat฀ perkembangan฀seseorang฀saat฀ini฀tidak฀lain฀adalah฀tingkat฀pengetahuan฀฀ awal฀atau฀pengetahuan฀prasyarat฀itu฀telah฀dikuasai,฀maka฀kemungkinan฀ sekali฀akan฀terjadi฀pembelajaran฀bermakna.฀Tetapi฀apabila฀pengetahuan฀ pembelajaran฀ hafalan฀ yang฀ membosankan฀ dan฀ tidak฀ menumbuhkan฀ motivasi฀ peserta฀ didik,฀ apabila฀ proses฀ belajar฀ mengajar฀ ini฀ terus฀ menerus฀ berlangsung฀ dari฀ tahun฀ ke฀ tahun,฀ maka฀ kemungkinan฀ besar฀ banyak฀peserta฀didik฀yang฀tidak฀menyukai฀pembelajaran.฀

Menurutnya฀pembelajaran฀terjadi฀saat฀anak฀bekerja฀dalam฀zona฀ perkembangan฀ proksimal฀ (zone of proximal development).฀ Zona฀ perkembangan฀ proksimal฀ adalah฀ tingkat฀ perkembangan฀ sedikit฀ di฀ atas฀ tingkat฀ perkembangan฀ seseorang฀ pada฀ saat฀ ini.฀ Zona฀ perkembangan฀ proksimal฀juga฀dimaksudkan฀sebagai฀jarak฀antara฀tingkat฀perkembangan฀ sesungguhnya฀dengan฀tingkat฀perkembangan฀potensial.฀

฀฀฀Kemampuan฀Potensial

Zona฀Perkembangan Terdekat

Kemampuan฀Aktual

2) Scaffolding

(11)

menguraikan฀ masalah,฀ memberi฀ contoh,฀ ataupun฀ hal฀ lain฀ yang฀ memungkinkan฀peserta฀didik฀tumbuh฀mandiri.฀

Dalam฀teori฀Vygotsky฀dijelaskan฀ada฀hubungan฀langsung฀antara฀domain฀ kognitif฀ dengan฀ sosial฀ budaya.฀ Kualitas฀ berpikir฀ peserta฀ didik฀ dibangun฀ di฀ dalam฀ ruangan฀ kelas,฀ sedangkan฀ aktivitas฀ sosialnya฀ dikembangkan฀ dalam฀ bentuk฀ kerjasama฀ antara฀ pelajar฀ dengan฀ pelajar฀ lainnya฀ yang฀ lebih฀ mampu฀ di฀ bawah฀bimbingan฀orang฀dewasa฀dalam฀hal฀ini฀guru.

Dalam฀perspektif฀konstruktivisme,฀pembelajaran฀dipersyaratkan฀adanya฀ interaksi฀seorang฀peserta฀didik฀dengan฀peserta฀didik฀yang฀lain.฀Proses฀berfikir฀ peserta฀ didik฀ tidak฀ boleh฀ dipersempit฀ dengan฀ kebiasaan฀ guru฀ bertanya฀ yang฀ akhirnya฀ memberi฀ keyakinan฀ kepada฀ peserta฀ didik฀ bahwa฀ hanya฀ ada฀ satu฀ jawaban฀ yang฀ benar฀ dari฀ pertanyaan฀ itu.฀ Guru฀ harus฀ menyadari฀ bahwa฀ yang฀ terpenting฀ dalam฀ model฀ pembelajaran฀ kooperatif฀ adalah฀ memberanikan฀ para฀ peserta฀ didik฀ untuk฀ mengungkapkan฀ pertanyaan฀ mereka฀ sendiri฀ dan฀ mengarahkan฀mereka฀untuk฀dapat฀menemukan฀jawaban฀mereka฀sendiri฀pula.฀

Ada฀dua฀unsur฀yang฀utama฀dalam฀model฀pembelajaran฀kooperatif,฀yaitu:฀ (1)฀ adanya฀ proses฀ penemuan฀ dan฀ pembentukan฀ informasi฀ (inquiry),฀ dan฀ (2)฀ adanya฀ proses฀ pemecahan฀ masalah฀ (problem solving).฀ Pembelajaran฀ akan฀ berlangsung฀bilamana฀peserta฀didik฀berusaha฀menemukan฀hubungan฀antara฀apa฀ yang฀ telah฀ diketahui฀ dengan฀ apa฀ yang฀ dialami.฀ Guru฀ dapat฀ membentuk฀ kelompok-kelompok฀kecil฀di฀dalam฀kelas,฀dan฀melakukan฀model฀pembelajaran฀ kooperatif฀ secara฀ langsung฀ (face to face)฀ dengan฀ peserta฀ didik.฀฀ Bila฀ suasana฀ pembelajaran฀ memiliki฀ dua฀ unsur฀ di฀ atas,฀ peserta฀ didik฀ akan฀ memiliki฀ keberanian฀ mengambil฀ resiko,฀ mengeksplorasi฀ ide-ide฀ baru,฀ dan฀ mengalami฀ proses฀inquiry฀ secara฀ mendalam.฀ Konstruktivisme฀ memberi฀ penekanan฀ pada฀ pengajaran฀bahwa฀guru฀jangan฀hanya฀mengamati฀apa฀yang฀dapat฀diulangi฀oleh฀ peserta฀didik,฀tetapi฀guru฀harus฀mengamati฀apa฀yang฀dapat฀dibentuk฀(generate),฀ didemonstrasikan฀(demonstrate),฀dan฀ditampilkan฀(exhibit)฀peserta฀didik.฀

Pembelajaran฀kooperatif฀adalah฀suatu฀model฀pembelajaran฀yang฀banyak฀ digunakan฀ untuk฀ mewujudkan฀ kegiatan฀ belajar฀ mengajar฀ yang฀ berpusat฀ pada฀ peserta฀didik฀(student centered),฀terutama฀untuk฀mengatasi฀permasalahan฀yang฀ ditemukan฀ guru฀ dalam฀ mengaktifkan฀ peserta฀ didik.฀ Model฀ pembelajaran฀ ini฀ telah฀terbutkti฀dapat฀dipergunakan฀dalam฀berbagai฀mata฀pelajaran฀dan฀berbagai฀ usia.฀

(12)

(c)฀setiap฀anggota฀kelompok฀bertanggung฀jawab฀atas฀belajarnya฀dan฀juga฀teman-teman฀ sekelompoknya,฀ (d)฀ guru฀ membantu฀ mengembangkan฀ keterampilan-keterampilan฀ interpersonal฀ kelompok,฀ dan฀ (e)฀ guru฀ hanya฀ berinteraksi฀ dengan฀ kelompok฀saat฀diperlukan.฀

Pada฀ dasarnya฀ model฀ pembelajaran฀ kooperatif฀ dikembangkan฀ untuk฀ mencapai฀setidak-tidaknya฀tiga฀tujuan฀pembelajaran฀penting฀yaitu:

a. Hasil฀belajar฀akademik,

b. Penerimaan฀terhadap฀perbedaan฀individu,฀dan c. Pengembangan฀keterampilan฀sosial.

Pada฀setiap฀model฀pembelajaran฀dikenal฀adanya฀sintaks฀atau฀pola฀urutan฀ yang฀ menggambarkan฀ keseluruhan฀ alur฀ langkah฀ yang฀ pada฀ umumnya฀ diikuti฀ oleh฀ serangkaian฀ kegiatan฀ pembelajaran.฀ Sintaks฀ pembelajaran฀ menunjukkan฀ dengan฀ jelas฀ kegiatan-kegiatan฀ apa฀ yang฀ perlu฀ dilakukan฀ guru฀ atau฀ peserta฀ didik,฀ urutan฀ kegiatan-kegiatan฀ tersebut,฀ dan฀ tugas-tugas฀ khusus฀ yang฀ perlu฀ dilakukan฀oleh฀peserta฀didik.฀

Adapun฀sintaks฀umum฀model฀pembelajaran฀kooperatif฀adalah: Tabel ฀. Sintaks Pembelajaran Kooperatif

Fase-fase Tingkah Laku Guru

(13)

Fase฀6

Memberikan฀penghargaan

Guru฀mencari฀cara-cara฀untuk฀menghargai฀baik฀upaya฀ maupun฀hasil฀belajar฀individu฀dan฀kelompok.

4. Implikasi Teori Konstruktivisme Dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Konstruktivisme฀adalah฀satu฀pandangan฀bahwa฀peserta฀didik฀membina฀ sendiri฀ pengetahuan฀฀ atau฀ konsep฀ secara฀ aktif฀฀ berdasarkan฀ pengetahuan฀ dan฀ pengalaman฀ yang฀ ada.฀ Hal฀ ini฀ berimplikasi฀ bahwa฀ guru฀ berperan฀ sebagai฀ fasilitator฀ dalam฀ pembelajaran.฀ Guru฀ tidak฀ selamanya฀ harus฀ serta฀ merta฀ menyampaikan฀ suatu฀ konsep฀ atau฀ prinsip฀ secara฀ utuh฀ kepada฀ peserta฀ didik.฀ Guru฀dapat฀mengarahkan฀peserta฀didik฀secara฀mandiri฀atau฀berkelompok฀untuk฀ menemukan฀dan฀membangun฀konsep฀atau฀prinsip฀secara฀mandiri.฀

Bila฀ merujuk฀ pada฀ teori฀ Piaget,฀ maka฀ peserta฀ didik฀ yang฀ berada฀ pada฀ jenjang฀ SMP/MTs฀ (usia฀ sekitar฀ 12-14/15฀ tahun),฀ termasuk฀ dalam฀ kategori฀ tingkat฀operasional฀formal.฀Pada฀periode฀ini฀anak฀dapat฀menggunakan฀operasi-operasi฀ konkretnya฀ untuk฀ membentuk฀ operasi-tingkat฀operasional฀formal.฀Pada฀periode฀ini฀anak฀dapat฀menggunakan฀operasi-operasi฀ yang฀ lebih฀ kompleks.฀ Kemajuan฀ utama฀ pada฀ peserta฀ didik฀ pada฀ periode฀ ini฀ adalah฀ ia฀ tidak฀ perlu฀ berpikir฀ dengan฀ pertolongan฀ benda-benda฀ atau฀ peristiwa-peristiwa฀ konkret.฀ Peserta฀didik฀sudah฀mampu฀berpikir฀abstrak,฀karena฀itu฀pembelajaran฀kooperatif฀ dapat฀dilaksanakan฀pada฀jenjang฀SMP/MTs.

Dengan฀ menggunakan฀ teori฀ konstruktivisme,฀ guru฀ Pendidikan฀ Agama฀ Islam฀ pada฀ jenjang฀ SMP/MTs.฀ tidak฀ merasa฀ kesulitan฀ ketika฀ membelajarkan฀ peserta฀didik฀dengan฀menggunakan฀bahan฀ajar฀yang฀bersifat฀konsep.฀Misalnya,฀ pada฀ pembelajaran฀ dengan฀ judul฀ materi฀ Iman฀ Kepada฀ Hari฀ Akhir,฀ guru฀ Pendidikan฀Agama฀Islam฀tidak฀terlalu฀sulit฀untuk฀membelajarkan฀peserta฀didik฀ dengan฀materi฀ini.฀Konsep฀Iman฀Kepada฀Hari฀Akhir฀memerlukan฀kemampuan฀ peserta฀didik฀dalam฀berpikir฀abstrak.฀Peserta฀didik฀pada฀jenjang฀pendidikan฀ini฀ sudah฀ memiliki฀ keterampilan฀ berpikir฀ abstrak.฀ Oleh฀ karena฀ itu,฀ model฀ pembelajaran฀ kooperatif฀ sebagai฀ bagian฀ dari฀ teori฀ konstruktivisme฀ dapat฀ digunakan฀ untuk฀ mengkonstruksi฀ pengetahuan฀ peserta฀ didik฀ mengenai฀ materi฀ ajar฀di฀atas.฀

(14)

C. Penutup

Menurut฀ teori฀ konstruktivisme,฀ belajar฀ merupakan฀ proses฀ aktif฀ dari฀ si฀ subjek฀ belajar฀ untuk฀ merekonstruksi฀ makna฀ sesuatu,฀ apakah฀ teks,฀ kegiatan฀ dialog,฀ pengalaman฀ fisik,฀ dan฀ lain-lain.฀ Belajar฀ merupakan฀ proses฀ mengasimilasikan฀dan฀menghubungkan฀pengalaman฀atau฀bahan฀yang฀dipelajari฀ dengan฀ pengertian฀ yang฀ sudah฀ dimiliki,฀ sehingga฀ pengertiannya฀ menjadi฀ berkembang.

Dalam฀pandangan฀konstruktivisme,฀mengajar฀adalah฀bentuk฀partisipasi฀ dengan฀ subjek฀ belajar฀ dalam฀ membentuk฀ pengetahuan,฀ dan฀ membuat฀ makna,฀ mencari฀ kejelasan,฀ dan฀ menentukan฀ justifikasi.฀ Guru฀ dalam฀ hal฀ ini฀ berperan฀ sebagai฀ mediator฀ dan฀ fasilitator฀ untuk฀ membantu฀ optimalisasi฀ belajar฀ peserta฀ didik.

DAFTAR PUSTAKA

฀.M., Sardiman. ฀nteraksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press, 2009.

Departemen ฀gama RI. Pedoman Pendidikan Agama ฀slam Untuk Sekolah Umum. Jakarta: Dirjen Kelembagaan ฀gama Islam, 2004.

Direktorat Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.

Strategi Pembelajaran dan Pemilihannya. 2008.

Hamalik, Oemar. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi ฀ksara, 2008.

Honebein, P. Seven Goals For The Design of Constructivist Learning

Environment dalam B. Wilson, Constructivist Learning Environments.

(15)

Isjoni. Pembelajaran Kooperatif . Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.

James M. ฀ppliefield, et.al. Constructivism in Theory and Practice: Toward a

Better Understanding. The High School Journal, 2001.

Lowenthal, Patrick dan Rodney Muth, Constructivism. dalam E. F. Provenzo, Jr. (Ed.), Encyclopedia of the Social and Cultural Foundations of

Education. Thousand Oak, C฀: Sage, 2008.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek.

Bandung: Remaja Rosda Karya, 1997.

Gambar

Tabel ฀. Sintaks Pembelajaran Kooperatif

Referensi

Dokumen terkait

Metode pembelajaran brainstorming diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis oleh peserta didik karena peserta didik diberikan kesempatan untuk

Guru membimbing peserta didik secara kelompok untuk menyimpulkan arti penting norma hukum dalam mewujudkan keadilan di masyarakat.. Guru membimbing peserta didik

Mengeksplor asi: - Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membentuk hipotesis sesuai masalah yang ditentukan. - Guru akan membimbing peserta didik

• Peserta didik diberikan kesempatan untuk melihat beberapa contoh formulir yang bisa ditemukan dalam sehari-hari misalnya di bank, toko, Guru memberikan kesempatan kepada

Guru membimbing peserta didik untuk menggali informasi tentang masalah sehari hari yang berkaitan dengan perkembangan usaha dan laporan keuangan1. Guru membimbing peserta didik

11. Peserta didik mendapatkan kesempatan untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami. Peserta didik dan guru membuat kesimpulan hasil pembelajaran. Guru memberikan

Selain itu, guru membimbing peserta didik dalam berdiskusi, guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapatnya, guru memberikan kesempatan

Guru akan membimbing seluruh peserta didik selama proses pembelajaran dan mengarahkan supaya pembahasan materi sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.. Guru dan peserta didik