• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hallyu Hallyu Hallyu..... dan Indonesia (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hallyu Hallyu Hallyu..... dan Indonesia (1)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Bila ada yang bertanya lagi tentang Hallyu dan konteksnya dengan Indonesia, bisa dan sila lihat ocehan saya di bawah ini.

1. Pada dasarnya, apa itu Korean Wave?

Dari segi istilah dulu, Korean Wave atau Gelombang Korea adalah terjemahan dari istilah 한류 (Hallyu) dalam bahasa Korea yang artinya adalah arus Han . Han ini sendiri mengacu pada Hankuk atau Korea. Sedangkan 류 berarti arus, aliran . Istilah ini yang menciptakan adalah media massa dari Cina tempat asal muasal semua Hallyu 韓流ini terjadi. Tepatnya saat pada tahun 1997 ada drama Korea yang pertama kali tayang di CCTV China. Drama ini berjudul What Is love All About (사랑이 뭐길래Sarangi mwo gille). Dari sini banyak orang Cina yang suka dan akhirnya semakin banyak produk budaya (drama) Korea yang tayang di negeri Cina. Selain itu, pada saat yang sama ada grup boyband Korea, yaitu H.O.T. yang juga menjadi terkenal di daratan Cina. Jadi kombinasi terkenalnya drama dan musik Korea (istilah K-Pop saat itu belum ada) di Cina menjadikan media massa Cina memunculkan istilah ini. Dari situlah muncul istilah Hallyu. Setelah itu, Taiwan, Vietnam, Jepang dan negara-negara lain terimbas dan ikut mulai menyukai Hallyu.

(2)

mengalirnya budaya populer, tapi fesyen, masakan, dan industri kreatif lain dari Korea Selatan pun bisa dimasukkan ke dalam istilah Hallyu.

Namun, menurut saya, dengan pengakuan pemerintah Korea dan dunia industri kreatif Korea yang telah menikmati devisa dan semakin tinggi dan baiknya citra Korea di dunia internasinal berkat Hallyu, maka dapat dipastikan bahwa semua pihak di Korea melakukan segala daya upaya untuk tetap mempertahankannya.

2. Bagaimana dan kapan Korean Wave masuk di Indonesia?

Hmm, ini yang saya sendiri kurang tahu dengan pasti. Kalau di Cina sudah disepakati bahwa semua itu mulai dari drama di atas. Nah, di Indonesia bisa dikatakan bahwa drama Endless Love buatan KBS tahun 2000lah yang mengawalinya. Tapi, di Indonesia ini disiarkan pada tahun 2002 di Indosiar yang bisa dikatakan sebagai awal-awal datangnya demam Hallyu di Indonesia. Menurut saya, saat itu drama ini disiarkan sekaligus untuk memberikan ancang-ancang demam Korea yang pada saat itu juga tengah menjadi tuan rumah piala dunia 2002. Penggemar olahraga sepakbola tertuju matanya ke Korea dan banyak orang yang mulai atau semakin melek atau terbuka dengan Korea. Apalagi saat itu, Indonesia sudah terbiasa dengan drama Jepang pada tahun 1990an dan pastinya TV TV nasional pun juga melirik dan melihat gelagat, kecenderungan, dan trend yang terjadi di stasiun-stasiun TV se-Asia, Vietnam, Cina, Taiwan, Singapura, Pilipina yang juga tengah menayangkan drama Korea. Untuk itulah, Indosiar bisa dikatakan yang membawa drama yang saat itu ngetrend untuk masuk ke panggung drama rumah-rumah Indonesia dengan menyuguhkan drama Korea. Setelah itu drama ini ditayang ulang oleh RCTI tahun 2003. Tak lain karena ternyata

penerimaan masyarakat Indonesia pun juga bagus.

Itu saya kira.

(3)

3. Bagaimana strategi penyebaran K-Wave sehingga bisa sampai menyebar ke seluruh dunia bahkan Indonesia?

Pertama, pihak Media Massa Korea sendiri dan media massa internasional (atau di masing-masing negara)

Kedua, pihak promotor atau agensi seperti JYJ, SM TOWN dls. (tahu kan?)

Ketiga, masyarakat Korea sendiri dan sekaligus masyarakat internasional alias penggemar Hallyu.

Keempat, pihak pemerintah.

Semua pihak itu sama-sama saling mengisi dan membantu untuk mendukung menyebarnya Hallyu hingga seperti saat ini.

Saya sengaja membuat urutan di atas Karena ada alasan tersendiri.

Tanpa media massa yang secara getol, tanpa henti, dan terus menerus memberitakan sepak terjang penyebaran Hallyu, mustahil Hallyu akan seperti sekarang ini. Masih ingat kan bahwa semua ini dimulai dari media massa?

(4)

ada di Indonesia tapi ini terjadi. Nah, sekarang ini yang saya ingin saya tekankan….bahwa fenomena PSY, bahkan SNSD atau grup grup lain ini tak henti-hentinya didukung oleh semua pihak. Pasti ada yang menganggap ini biasa di Korea, tapi secara kasat mata dari media massa dan dunia internet, semua pihak menganggap ini sebuah kesuksesan Korea sebagai sebuah entitas bernama Korea. Psy dianggap telah semakin menaikkan citra Korea. 24 jam di mana-nama termasuk iklan melihat PSY mungkin bisa juga memuakkan dan membosankan, tapi kita lihat dari kacamata positif, begitu fenomena ini muncul, rasa BANGGA dululah yang muncul ke permukaan lalu muncullah PEMIKIRAN dan SIKAP what to do with this agar ini tidak sekedar lewat begitu saja. Maka media massa dan pemerintah dan rakyat pun mendukungnya.

Pihak kedua, yaitu promotor atau agensi artis. Mereka tak henti-hentinya melakukan pelatihan dan pencarian bakat dan menggodoknya dengan pelatihan yang keras dari segala sisi untuk tetap membuat standar Kpop (misalnya) tetap seperti sekarang ini atau lebih. Mereka pun tak segan untuk terus membuat gebrakan baru dengan menggelar konser-konser di luar. (saya harus cari info lagi tentang hal ini ya.)

Pihak masyarakat Korea. Bila orang Korea sendiri tak menyukai, mana mungkin akan ada Hallyu di luar negaranya? Ada acara KBS Musik Bank, yang menyukai juga orang Korea sendiri. Korea membuat acara sendiri versi American Idol, oya di sini tak ada Korean Idol, tapi membuat acara sendiri seperti K-Pop Idol, K-Star Audition, tapi intinya sama. Hanya, mereka ingin mencetak penyanyi atau grup yang memang disesuaikan dengan selera pasar di sini, dan tentunya pasar dunia yang tengah gandrung dengan K-Pop.

(5)

Saya tempatkan di terakhir, karena sebenarnya hallyu tidak dimulai dari pemerintah, tapi setelah pemerintah Korea mengakui dan melihat banyaknya keuntungan dan citra positif, maka sekarang pemerintah Korea tak akan melepaskan dunia kreatif lewat Hallyu sebagai cara untuk menaikkan citra Korea yang tentunya akan menopang ekonomi Korea sebagai ciri khas Korea.

4. Apa yang menarik dari Korean Wave (K-Pop, K-Movie, K-TV Drama) sehingga begitu disukai oleh penggemarnya?

Hmmm, menjawab ini pun juga akan panjang hehehe. Tapi intinya banyak pendapat yang berbeda beda dan tiap negara pasti berbeda.

Dulu saya pernah mengira bahwa orang suka Hallyu (drama, lagu, film) karena ada kedekatan budaya (cultural proximity) antara Korea dan negara-negara sekitarnya bahkan dengan Indonesia. Di sini kita lihat bahwa Korea sama sama memiliki budaya Timur dengan nilai-nilai Asia (Asian Values) yang menjunjung tinggi adat ketimuran. Jadi drama-drama Korea masih menjunjung sopan santun dan tak ada pengaruh Barat karena segi segi Konfusianisme yang menghormati orang tua dan mementingkan hubungan dengan orang lain seperti terlihat dari tutur bahasa juga terlihat dalam drama. Maka banyak orang Asia yang suka dengan Hallyu. Tapi, sekarang kalau sampai orang Afrika dan Timur Tengah dan Meksiko atau Argentina juga suka Hallyu (musik, drama), apakah karena mereka memiliki kedekatan budaya dengan Korea?

TIDAK, kan?

Apalagi Konfusianisme…di Indonesia saja tak ada, di AS apalagi. Jadi menjawab mengapa orang suka Hallyu, itu lebih baik karena drama, musik, dan film Korea adalah as it is, itulah dunia/industry popular Korea dan orang ternyata menerimanya sebagai salah satu alternative terhadap budaya popular dari AS, misalnya Hollywood.

Saya kira banyak orang akan menjawab, karena hallyu menarik . That’s it.^^

(6)

1. Artis dan penyanyinya serta pemain dramanya menarik dan cakep-cakep atau paling tidak atraktif dalam penampilan. (mungkin ini adalah jawaban mengada-ada, tapi tidak ada satu pun yang namanya budaya popular yang tidak mengedepankan superficial outlook untuk daya tarik dan daya jual pertama). Para artis di dunia entertainment Korea benar-benar telah bertransformasi untuk menempatkan dirinya memiliki Korean-style yang unik seperti yang kita ketahui sekarang. Boleh dikatakan atau dianggap ini adalah perpaduan Barat dan TImur, tapi sekarang orang dengan mudah mengenali bahwa ini adalah Korea . Rasa Korea telah melekat.

2. Setelah para orang yang berkecimpung di dunia hiburan Korea atraktif dan berciri khas, Hallyu disukai karena MUDAH DIAKSES. Kalau dulu hanya lewat TV, maka sekarang dengan internet apalagi dengan UCC (user created content) yang begitu sebuah lagu K-Pop muncul maka para penggemarnya tak hanya duduk dan diam menikmati, tapi akan ada cover dance, reaction video, lip synch yang sekarang dengan mudah diunggah ke Youtube dan media lainnya. Untuk itu, semua orang semakin punya cara untuk menikmati konten-konten Hallyu, tak hanya melulu lewat TV seperti saat awal awal munculnya Hallyu.

Jadi dengan bebas orang bisa mengakses Hallyu dan mengekspresikan dirinya lewat itu dan bisa meengekspresikan ulang lewat media-media atau pertemuan-pertemuan fan atau fandom meeting. Jadi ini semakin menjadi semacam endless cycle atau lingkaran takberujung dari Hallyu. Inilah mengapa Hallyu semakin kuat dan terus eksis dan disukai.

Sekali lagi, itu hanya untuk K-pop misalnya. Untuk drama, pasti lain lagi. Tapi intinya, drama Korea itu ada kalanya dibuat saat waktu tayang, jadi feedback dari penonton akan bisa jadi menentukan jalan cerita karakternya. Ini adalah sesuatu yang tak mungkin terjadi saat dulu. Tapi ini di Korea.

(7)

budaya, tapi sekarang…karena tak lain dan tak bukan….DRAMA KOREA dan FILM KOREA (apa pun judulnya), BUKAN LAGI sebagai sesuatu yang aneh, asing, atau wah..seperti misalnya awal tahun tahun 2000an. Sekarang untuk menjawab mengapa orang suka Drama/film Korea, saya akan menjawab Karena drama/film Korea telah berhasil menjadikan industrinya sebagai sebuah produk budaya yang melewati batas-batas negara. Ingat mengapa film Hollywood bisa diterima?? Karena ceritanya universal (tak melulu tentang nilai-nilai AS, itu pun kalau ada^.^) dan semua orang bisa menerimanya. Ceritanya mudah dan menjual special efek. Maka drama Korea/film Korea pun banyak (saya bilang banyak lho ya, tidak semua), yang akhirnya melakukan diskon budaya (cultural discount)—istilahnya. Walaupun drama atau film Korea bertemakan sejarah atau berlatang belakang sejarah pun, tetap film itu menjual spesial efek , kemegahan agar dianggap dan dilihat film layak tonton, sehingga orang rela dan berduyun-duyun menontonya. Begitu pendapat saya.

Misalnya lagi, kalau dulu di film Korea atau drama Korea, tak mungkin akan ada teman gay (walaupun sebagai subplot), maka lihat sekarang, beberapa film dan drama dengan terang-terangan memasukkan tema itu. Pastinya ini bukan dan tak ada dalam ajaran Konfusianisme yang terang-terangan tak mengakui adanya hal tabu atau sensitif ini. Tapi bahkan film The King and the Clown, A Frozen Flower (dua duanya film bertema sejarah Korea), dan drama seperti Coffee Prince, Reply 1997, Life is Beautiful misalnya (drama drama Korea), semuanya memiliki tema tersebut. Apakah ini mengikuti tren seperti film atau drama dari embahnya budaya populer, yaitu Amerika? Entah, tapi yang pasti, saya melihatnya pasti ada semacam diskon budaya , yaitu mengapa harus melulu menggunakan atau menyesuaikan dengan budaya setempat (di sini Konfusianisme bila di Korea; atau nilai nilai Islam bila di Indonesia; atau Katolik bila di Filipina) bila dengan konten ini pun ada yang menonton dan orang pun menerimanya? Begitu kira-kira saya berpendapat.

(8)

pamer badan sixpack untuk para boy band. TEntunya ini pun juga tak ada dan tak diterima dalam nilai-nilai Ketimuran, tapi nyatanya inilah SALAH SATU yang disukai para penggemar K-Pop. Jadi banyak factor dan hal hal yang membuat Hallyu diterima, terlepas dari fakta bahwa ternyata Hallyu ini BUKAN asli Korea karena Hallyu (Kpop, drama, film Korea) telah melalui diskon budaya.

5. Apakah ada pengaruh tertentu yang diberikan oleh Korean Wave terhadap masyarakat Indonesia? Dan apakah kebudayaan popular Korea tersebut mempengaruhi/berdampak pada identitas masyarakat Indonesia?

 Kalau budaya pop Korea mempengaruhi budaya Indonesia, jawabnya iya—dalam tataran tertentu. Coba saja lihat acara Galaxy Superstar di Indosiar dan adanya CherryBelle, SMASH, dan terakhir S4. Semua itu mau tak mau juga harus dilihat sebagai pengaruh fenomena Hallyu. Tapi intinya saya telah menulis dalam, misalnya hasil penelitian kecil tentang Pengaruh K-Pop di Kalangan Generasi Muda Yogyakarta: Studi Kasus Festival K-Pop di UKDW.

 Apakah pandangan/pengenalan masyarakat Indonesia terhadap Korea berubah setelah mengenal Korean Wave? (Kalau iya, bagaimana dan dalam apa perubahannya?)

 Menjawab ini pastinya saya perlu penelitian dulu. ^^

 Namun, begini saja, dilihat dari semakin banyaknya wisatawan manca negara ke Korea yang tahun lalu mencapai rekor melampaui 10 juta dan tahun ini pun juga diperkirakan begitu, maka Korean Wave dalam tataran tertentu telah membuat orang menganggap sebagai negara yang worth-visiting atau negara layak dikunjungi. INI tentunya bisa dilihat sebagai kacamata positif sebagai sebuah pencitraan yang positif.

(9)

language institute yang pastinya para pelajarnya adalah mahasiswa asing. Banyak di antara mereka yang belajar bahasa asing karena Hallyu. (untuk mendukung pernyataan ini, silakan search di Google misalnya The impact of Hallyu on Korean Language Learning

Referensi

Dokumen terkait

7 Penambahan daging ikan dalam kerupuk ikan di- harapkan dapat mempengaruhi karakteristik kimia kerupuk ikan, seperti yang dijelaskan dalam Tae- wee, bahwa ikan merupakan

Dengan melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Pendidikan Kewirausahaan, Sikap, Lingkungan Keluarga, dan Motivasi Terhadap Minat Berwirausaha” (Studi Kasus

KM 49 (2005) menyebutkan bahwa angkutan perkotaan adalah angkutan dari satu tempat ke tempat lain dalam satu daerah kabupaten yang termasuk dalam trayek kota yang berada pada

Bagian bersama merupakan bagian rumah susun yang dimiliki secara tidak terpisah untuk pemakaian bersama dalam kesatuan fungsi dengan satuan-satuan rumah susun dan

Fragmen dapat berupa butiran mineral yang berukuran lebih dari 2 mm maupun batuan lain (beku, sedimen, metamorf). Semen biasanya tersusun oleh mineral-mineral

Karena kalau yang dipikirkan hanyalah bantuan – bantuan dan bantuan maka akan membuat subyek terus bergantung selain itu juga bisa mengakibatkan stress untuk

Algoritma nearest neighbour adalah pendekatan untuk mencari kasus dengan menghitung kedekatan antara kasus baru dengan kasus lama berdasarkan pada pencocokan bobot

yang di lakukan ppenulis di jadikan pedoman untuk melakukan perbaikan selanjutnya,jika tindakan yang di lakukan di anggap berhasil, perbaikan dapat di laksanakan