Definisi Akuakultur
Akuakultur adalah segala bentuk pemeliharaan organisme perairan baik hewan maupun tumbuhan di perairan tawar, payau ataupun perairan laut di lingkungan terkontrol dalam rangka mendapat keuntungan (profit).
Rantai makanan dalam akuakultur
Rantai makanan adalah perpindahan energi
makanan dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang makan.
Rantai makanan merupakan bagian dari
jaring-jaring makanan, di mana rantai makanan bergerak secara linear dari produsen ke konsumen teratas.
Begitupun pada akuakultur, terjadi proses
Terjadi perpindahan energi dari Fitoplankton-Zooplankton-Larva dan Benih Ikan.
Fitoplankton, jasad nabati yang dapat melakukan fotosintesis karena mengandung klorofil; terdiri dari satu sel atau banyak sel.
Zooplankton, jasad hewani yang tidak dapat melakukan fotosintesis zoo-plankton memakan fitoplankton dan berfungsi sebagai sumber
Air sebagai media budidaya
Air menjadi aspek yang penting dalam kegiatan akuakultur, dimana air merupakan media hidup ikan maupun organisme akuatik lainnya yang akan dibudidayakan.
Dalam dunia budidaya budidaya, kualitas air didefinisikan sebagai kesesuaian air untuk kelansunggan hidup dan pertumbuhan organisme air. Pengelolaan kualitas air kolam dimaksudkan untuk
Ikan sebagai organisme budidaya
Ikan atau beberapa jenis organisme akuatik
lainnya merupakan obyek dari kegiatan budidaya.
Aspek ini penting untuk dicermati terkait dengan
keberhasilan kegiatan budidaya.
Syarat organisme yang layak dibudidayakan
antara lain: pertumbuhannya cepat, mudah
dibudidayakan, mudah dikembangbiakkan, tidak membutuhkan pakan yang sulit, memiliki
Manajemen Pemberian Pakan
Aspek pakan dan pemberian pakan pada organisme budidaya sangat penting untuk diperhatikan.
Ada dua macam pakan yang dapat diberikan pada org. budidaya yaitu pakan alami dan pakan buatan.
Pakan alami yang baik untuk org budidaya adalah: nutrisi tinggi, sesuai bukaan mulut ikan, dan memiliki pergerakan tidak lebih cepat dari ikan.
Sedangkan pakan buatan merupakan pakan yang
Pertumbuhan dan Reproduksi
Pertumbuhan dan reproduksi saling berhubungan satu sama lain berkaitan dengan distribusi energi dalam tubuh ikan.
Energi yang berasal dari makanan diprioritaskan untuk pertumbuhan dan perkembangan pada ikan.
Selebihnya energi akan digunakan untuk kepentingan reproduksi.
Metode Budidaya
Metode budidaya menjadi salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan.
Perbedaan penggunaan metode budidaya tergantung pada: jenis organisme apa yang akan dibudidayakan dan hidup di dasar/kolom/permukaan air.
Secara umum, berdasarkan sifat dan jumlah organisme yang dibudidayakan, maka metode budidaya dibagi
menjadi dua yaitu: monokultur dan polikultur.
Penanganan parasit dan penyakit
Parasit dan penyakit pada organisme budidaya
merupakan faktor yang mengganggu proses produksi, oleh karena itu harus dilakukan penangan secara baik. Penanganan parasit dan penyakit pada dasarnya
terbagi menjadi dua, yaitu: pencegahan (preventif) dan pengobatan (kuratif).
Penanganan pada penyakit (syndrome) pada
organisme budidaya harus dilakukan secara sesuai melalui diagnosa yang tepat sumber penyebab
Kolam sebagai wadah budidaya
Kolam yang berfungsi sebagai wadah budidaya juga harus diperhatikan secara baik.
Bentuk, ukuran, letak, dan posisi kolam harus
diperhatikan terkait dengan optimalisasi hasil produksi budidaya.
Penggunaan jenis, bentuk dan ukuran kolam yang sesuai akan menyebabkan pertumbuhan ikan
Ruang Lingkup:
1. Sumber air
2. Jenis organisme yang dipelihara 3. Tipe dan sistem akuakultur
4. Jumlah jenis organisme
c. Berdasarkan tipe dan sistem akuakultur - Sistem kolam air tenang
- Sistem kolam air deras - Tambak
- Sistem keramba
- Sistem kurungan terapung - Sistem resirkulasi
- Sistem mina padi - Sistem long line
d. Berdasarkan Jumlah jenis organisme yang dibudidayakan:
- Monokultur - Polikultur
e. Berdasarkan sistem pengelolaan; - Sistem ekstensif
Tujuan Akuakultur:
a. Produksi protein hewani b. Perbaikan stok
c. Produksi ikan untuk rekreasi d. Produksi ikan umpan
e. Produksi ikan hias