• Tidak ada hasil yang ditemukan

6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar M

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar M"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Disamping tingkat inflasi dan suku bunga, nilai tukar mata uang sering digunakan untuk mengukur level perekonomian suatu negara. Nilai tukar mata uang

memegang peranan penting dalam perdagangan antar negara, dimana hampir sebagian besar negara-negara di dunia saat ini terlibat dalam aktivitas ekonomi pasar bebas. Bagi perusahaan investasi dan investor

mancanegara, nilai tukar mata uang akan berdampak pada return dan portofolio investasinya.

(2)

Nilai tukar mata uang suatu negara adalah

relatif, dan dinyatakan dalam perbandingan

dengan mata uang negara lain. Tentu saja

perubahan nilai tukar mata uang akan

mempengaruhi aktivitas perdagangan kedua

negara tersebut. Nilai tukar yang menguat

akan menyebabkan nilai ekspor negara

tersebut lebih mahal, dan impor dari negara

lain lebih murah, dan sebaliknya. Berikut

(3)

Suatu negara yang tingkat inflasinya konsisten

rendah akan lebih kuat nilai tukar mata uangnya

dibandingkan negara yang inflasinya lebih

tinggi. Daya beli

(purchasing power)

mata uang

tersebut relatif lebih besar dari negara lain.

Pada akhir abad 20 lalu, negara-negara dengan

tingkat inflasi rendah adalah Jepang, Jerman dan

Swiss, sementara Amerika Serikat dan Canada

menyusul kemudian. Nilai tukar mata uang

negara-negara yang inflasinya lebih tinggi akan

mengalami depresiasi dibandingkan negara

partner dagangnya.

(4)

Suku bunga, inflasi dan nilai tukar sangat

berhubungan erat. Dengan merubah tingkat suku bunga, bank sentral suatu negara bisa

mempengaruhi inflasi dan nilai tukar mata uang. Suku bunga yang lebih tinggi akan menyebabkan permintaan mata uang negara tersebut meningkat. Investor domestik dan luar negeri akan tertarik

dengan return yang lebih besar. Namun jika inflasi kembali tinggi, investor akan keluar hingga bank sentral menaikkan suku bunganya lagi. Sebaliknya, jika bank sentral menurunkan suku bunga maka

akan cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

(5)

Neraca perdagangan antara 2 negara berisi semua pembayaran dari hasil jual beli barang dan jasa.

Neraca perdagangan suatu negara disebut defisit bila negara tersebut membayar lebih banyak ke negara partner dagangnya dibandingkan dengan pembayaran yang diperoleh dari negara partner dagang. Dalam hal ini negara tersebut

membutuhkan lebih banyak mata uang negara partner dagang, yang menyebabkan nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap negara

partnernya melemah. Keadaan sebaliknya disebut surplus, dimana nilai tukar mata uang negara

tersebut menguat terhadap negara partner dagang.

(6)

Neraca anggaran domestik suatu negara

digunakan juga untuk membiayai proyek-proyek untuk kepentingan publik dan pemerintahan. Jika anggaran defisit maka public debt membengkak.

Public debt yang tinggi akan menyebabkan naiknya inflasi. Defisit anggaran bisa ditutup

dengan menjual bond pemerintah atau mencetak uang. Keadaan bisa memburuk bila hutang yang besar menyebabkan negara tersebut default

(gagal bayar) sehingga peringkat hutangnya turun. Public debt yang tinggi jelas akan

cenderung memperlemah nilai tukar mata uang negara tersebut.

(7)

Jika harga ekspor meningkat lebih cepat dari

harga impor maka nilai tukar mata uang

negara tersebut cenderung menguat.

Permintaan akan barang dan jasa dari negara

tersebut naik yang berarti permintaan mata

uangnya juga meningkat. Keadaan sebaliknya

untuk harga impor yang naik lebih cepat dari

harga ekspor.

(8)

Para investor tentu akan mencari negara

dengan kinerja ekonomi yang bagus dan

kondisi politik yang stabil. Negara yang kondisi

politiknya tidak stabil akan cenderung

beresiko tinggi sebagai tempat berinvestasi.

Keadaan politik akan berdampak pada kinerja

ekonomi dan kepercayaan investor, yang pada

akhirnya akan mempengaruhi nilai tukar mata

uang negara tersebut.

Sumber : www.investopedia.com : 6 Factors That Influence Exchange Rates, by Jason Van Bergen

(9)

Mengatasi Penyebab dan Dampak Krisis

Ekonomi Global masih menjadi berita hangat

tanpa melewati 1 (satu) hari pun dalam

bulan-bulan terakhir ini. Berbicara krisis ekonomi

(10)

1. Meningkatkan penggunaan produksi dalam

negeri

2. Memanfaatkan peluang perdagangan

internasional

3. Menyatukan langkah strategis Pemerintah

dengan Bank Indonesia (BI)

4. Menghindari politik non partisan untuk

menghadapi krisis.

(11)

Kenaikan ekspor yang signifikan tersebut

(12)

Dengan demikian untuk mempertahankan capital inflow agar tidak serta merta keluar, Indonesia perlu meningkatkan beberapa sektor yang sampai saat ini

masih menjadi kelemahan mendasar dan dipercaya dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi kedepannya.

Sektor yang paling utama adalah masalah infrastruktur, dimana menurut data yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) ada 3 sektor infrastruktur yang perlu

mendapat perhatian serius yaitu pelabuhan, jalan raya, serta suplai listrik. WEF melihat bahwa ketiga infrastruktur indonesia tersebut masih tertinggal dibandingkan dengan negara lainnya di Asia Tenggara. Disamping itu, WEF juga menggaris bawahi mengenai implementasi tekhnologi

(13)

Diluar kelemahan tersebut terdapat tiga hal (key triger) yang dapat dijadikan alasan bagi investor asing untuk tetap bertahan di Indonesia, tiga key triggeryang dipercaya dapat menarik minat

investor asing serta mampu menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi dimasa yang akan datang adalah:

  -    Besarnya Pasar Domestik Indonesia, dimana menurut IMF Indonesia adalah pasar terbesar ke empat dunia, setelah China, India, Amerika.

-    Murahnya upah tenaga kerja Indonesia dibandingkan negara lainnya di Asia

(14)

Gas Alam Cadangan gas alam 112 ton kubik kaki (salah satu yang terbesar di dunia)

Batu bara - Produsen batubara terbesar ke 6 dunia - Eksportir batubara terbesar ke 2 dunia

Geothermal Menguasai 40% dari cadangan geothermal dunia

Kelapa Sawit

Eksportir kelapa sawit terbesar dunia dengan produksi 19 juta ton pertahun

Cocoa Produsen cocoa terbesar ke dua dunia dengan produksi 770 ribu ton per tahun

Timah Produsen Timah terbesar ke dua dunia dengan produksi 65 ribu ton per tahun

Minyak bumi

Cadangan minyak bumi lebih dari 9 Miliar barrel (30 besar dunia)

(15)

Inflasi. Inflasi merupakan sebuah konsekuensi wajar dari

pertumbuhan ekonomi yang sehat. Seiring dengan bertumbuhnya ekonomi dan kenaikan daya beli masyarakat, maka kenaikan

harga merupakan kondisi yang pasti terjadi. Akan tetapi inflasi dapat menjadi momok yang menakutkan apabila kondisi ini

didasari sebuah ekspektasi yang tidak disertai oleh peningkatan daya beli secara riil, sehingga kenaikan harga akan menjadi beban bagi konsumen. Inflasi dapat menjadi hal yang positif dan negatif, bagaikan sebuah pisau bermata dua. Bagaimana inflasi dipandang tidak lepas dari seberapa besar, seberapa lama, dan kapan

terjadinya.

Hal yang negative yang berkaitan dengan inflasi adalah turunnya daya beli uang yang beredar di masyarakat, sehingga secara

langsung menurunkan daya beli konsumen itu sendiri. Dalam kasus yang ekstrim, konsumen akan cenderung tidak melakukan konsumsi dan memilih untuk menyimpan uang jika dikhawatirkan terjadi kenaikan harga yang terus-menerus. Sisi positif dari inflasi adalah menurunkan nilai riil utang, atau secara umum

(16)

Pengangguran Tinggi Kok Bisa Inflasi?

Lalu bagaimana kita mengukur tingkat dan

jangka waktu inflasi sehingga kita dapat

memutuskan apakah inflasi akan menjadi hal

yang positif atau negative? Inflasi pada

dasarnya adalah kenaikan harga barang dan

jasa secara umum dalam suatu periode

tertentu. Di berbagai negara inflasi diukur

dengan menggunakan Indeks Harga

Referensi

Dokumen terkait

Mereka kemudian mengutus seorang budak persia yang bernama Abu Lu’luah al- Majusi untik melakukan tipu muslihat kepada Umar bin Khattab. Suatu hari, Abu Lu’luah datang kepada Umar

Perbedaan pertama penelitian ini dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Praptika dan Rasmini (2016) yaitu adanya penambahan variabel kompleksitas operasi terhadap

[r]

Kesetiaan pelanggan yang meningkat terhadap produk atau layanan yang diberikan akan membuat konsumen melakukan transaksi di masa yang akan datang pada produk yang sama, bahwa

Larutan kitosan ditambahkan Bioflokulan DYT dan larutan Polivinil Alkohol, diaduk dengan menggunakan stirrer sampai homogen, ditambahkan larutan crosslink, diaduk dan

Zakat Profesi adalah zakat yang dikenakan pada tiap-tiap pekerjaan atau keahlian professional tertentu baik yang dilakukan sendirian maupun dilakukan bersama dengan

Informasi Awal ini diterbitkan untuk dipergunakan dan dicermati secara seksama oleh calon peserta yang akan mengikuti SNMPTN tahun 2010, sehingga calon peserta dapat

Organisasi-organisasi tersebut adalah ( a) Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) yang menangani alumni atau eks-santri yang tersebar di seluruh Indonesia dan di luar negeri, (