Volume
1,
Nomor
2, September 2414
rssN
2355-6358
\
\
y*it
P
MATARAM
Pusat
Kaiian
Pendidikan
Sains
dan
Matematika
IKIP
MATARAM
JIIM
Vol.
1No.2
Hal.
137-326
Mataram
2014
.J urnu I I I nt i t, h I KIP llotu ro nt J?/. 1.
I'o.
I15'JN;lJ-5-i6-li3
JURNAL
ILNIIAH
II
P
NIATT\R.,\N{
ISSN:2355-6358
Volume
l,
Nomor
2,
Halaman
137-326, September 2014
Jumal
Ilmiah IKIP
Nlataram diterbitkan oleh
Pusat
Kajian Pendidikan
Sains
danMatematiha (PKPSM)
IKIP
Mataram, memuat
artikel ilmiah,
baik bempa hasil
penelitian
maupru.rltajian teori dalam
Bahasa
Indonesia maupun
Bahasa
hrggris
dari
kalangan akademisi dan
praktisi.
Terbit
setiap
6
bulan sekali. mencakup
pengkajian
dalam
bidang
IlmuAlam,
Sosial dan Terapan.
DEWAN
REDAKSI
JURNAL
ILNIIAH IKIP
MATARANI
Pclin
dung
fun
Pcnusihut
I{ektor
lKli'
Nlataran.lPenunggung
hrttrb
Ketua
PKPSM
lKlP
Mataram
Ketu4
Petryunting
Tarrlilt
Srmsur
i.
N'l. Pcl.Sdir(toris
Pcn-l'ttttti
g
N,lrrhanrnrarl
Rosicli.
;\.Nicl.
P(ntu
ntin
!
Pt,lu li.stn uNor.r
KLrlrtirr.i\l.l)rl.
Hcr
rliyana
l-itliani.
NJ.Pcl.Sr
Ytiliyanti,
Nl.Pcl.Baiq
!\'lilal'ati.
SPSrrrsun
llidayat,
S.Pcl.Abdul
Aziz.
S.Pd.Muhanrrrad
Asy'ari.
S.l'd
Decli
Surnarsono. Nl.Pd.
Mustakin.r. NI.Pd.
Baicl RohiyalLrn-
NI.Pcl.Panyutrting
Altli
Pro1.
Drs. Toho
Cholik
Nllulohir',
NiA.
Ph.D. (UNESA)
MLrhali.
S.Pd.,
M.Sc.
(IKIP
N4allram)
Drs.
I Keftlt
Sukarma,
M.Pd.
(IKIP
lvlataram)
Saiirl
Playogi.
N{.Pd,
(IKIP
Mataram)
Drs. I Wayan Kamana,
N,l.Pd.(IKIP
Matararr)
Syahir.
NLPd.
(IKIP Matalan)
Dr. Hj..lurnailiah.
iVIM.
(lKlP
ivlataran])
Hacr
azi, M.Hum.
(IKIP
Vlatararr)
Hunaepi, M,Pd.
(IKIP Maialarr)
Ni Nyonan
Sri I'utu Verawati- M.Pd. (Universitas Vlataran)
.,\lamat Redalisi:
Pusat
Kajian
Pcncliclikan Sains
clanNlatematika (PKPSIvI)
IKIP
Nlatarau,
Jl. Perluda
No.
59-AMataram. Hp. -6285937010453.
JLn"nal
|lniah
IKIP Mcrtarunt Vol.
L
No. ? /SSN:.?-lJi-63i8JURNAI,
ILMIAH
IKIP MATARAM
ISSN:
2355-6358
Volume
1,Nomor
2,
Halaman
137-326, September 2014.
ISI
Artikel:
Nurrahmah
Peningkatan Kemampuan
I(oneksi
DanApresiasi Matematika
Siswa SMPMelalui
Pembelajaran Berbasis Masalah dan Pen.rbelajaranKooperatif
Tipe STAD
Subagior
&
Agus
Muliadi']
Keanekaragaurll
.lelis
dll
Doninalsi
Ciastlopodil PadaDacralr
PrsarrgSurut (Zona
Intertitlctl) di
I(ecamatan Sekotong KabupatenLombok
Barat BerdasarkanHabitat
Hal
137 -154
t 55-r 62
l6i-
r 67Ilusnul
.JannahProspek Pcnteutban-qar Perkcbuniln Kaliao
di
[-oinbok
L]tara.Sungliono
\lih
lio<leDln
Campul Iiocie
S!-r'lal)cnssuniranrlla
IJaIlrr
Ranllt
SrrsiolinqLrislili..
t6s
I-l
l
aulik
Samsrrrir
&
Ilcrdian:r
Fitrinnir
Uji
Aktivitas
Antioksiclaudau
Penentuan Kadar ZatGizi
Pacla The Gaharu(Gtt'inops
ls/r!1ct,gil(Gilg.)
Donke)...
l7j-lh
Sri Yuliyantir
&
Sabrun2Penggunaan
LKS
Melalui
Penelapan
Rcallstic ntutht:ututics Etluc ct ti Ltrt(RI,lE)
Untuk Meningkatkan
Penahirmanl(onsep Nlatelratika
Sisrva..._.
176
180Isnrail Efendir,
Fahml
Yadiz.
&
Saidil
Nlursali-l
Meningkatkan I(enampuan
KognitilDan
Meneembangkanl(arakter
Peduli
Lingkunran
SisrvaMelalui
PernbelajalanKooperatif'l
ipe
STAD...
181-186Hunaepir,
Taufik
Samsuri2,&
Itvan Doddl
Dharmarribawa-r
Pen.ianlaatan
Limbah Media
Jamur Sebagai Sebagai PupukOrganik
(IbM
I(elompok
Tani)..-...
...
187-196Masjudinr
&
Uswatun
Hasanahl
Penerapan
Metode
Creative ProblernSolving Untuk Mcningkatkan
Motivasi
Dan
Berpikir
Kreatif
Sisrva I(elasX TI(J
Pada Mara PelajaranMaterratika
Matef
PokokMatliks Di SMK
Darul
Qur''antsengkei....
.-
191-202Ahmad
Yani
Upaya
Meningkatkan Hasil Belajar Sisl'a
Melalui
PeneraparModel
Pernbelajaran
l(ooperalilTipe
NllT
(Nunber Heutls
Together) Pada./ttrnal /lntiuh
IKJP
lat0ran)lol I
Na
2/.\S\
ljjj-61i3
I
lavid Syalrran
Pcnerapan
Jarirgan Syaral'fin.ran Dalarr
Mcnprediksi
Tingkat
Peng.rrrpgrrran
lJi
Srrrnuterr Bar at ... 2o1-2tZ
Ratnah
Penerapan
Pembelajaran
Langsung DalaurMeningkatkan
PrestasiBelaiar
Siswa Pada Pokok Bahasan Terbentuk Harga Pasar
l(elas
Vlll-C
MTs
Darussalam
Benni Lonbok
Barat...
213-2i8
Alfina Citrasukmarvati
Pengenbangan Perangkat Pembelajaran
IPA Dengan'Ianpilar
MecliaMornt
FlasltDi
SMP...
219-226\or
ilna
l)csiningnrnr
PcnrcrDlrlngrrn
\lclo(lc l)!)rl)elr
jltiit\
(t),tDu!Di(uti\'r
l.itr!t!t.!. l.t/t
tli i.:i( I
I)I)cnrlr
Nlctlia
I.,oli;rni Lntuknr.'ningilttl<lr
IIlsil
Ilclltnr
l).rrr(
,,,,itr,r;i;r
(iii,r,r.\,,ii'/
\lrtlr.,"isll
l'r.,li.tiit
Siiitli
ijL:ilrii.l;L.r:
\i.ii!ir.LiiL.,
S
liill'llinr
lnsal Nlurrliri
Su1abavr...
l+6-l-i6
Agustinas:lri
Pcngnr-uh
Motlililiasi
Metode PembelajlLanNumbel
Ilcrtls
l ogether.(Nl lT)
Belclasllkan
Teoli
l{ecer-dasanMckenzie
i erhaclapAlitii'itas
Dan FIasilt3elajrl Sisl'a
PaclaPokok
BrhasanBcsrran
L)anPengukurrn
)51-26)
Fitri
Ningsi
-\nalisa
StrategiBelajar
13ahasa lngg.r'1sYang
Digunaku Nlahrsisl'a
Ploglanr
Biihasl
Inggris
Di Univcrsitrs
Nluhauuladiyah
lvlakassall)alarr
i\'leningkrtkan
l{eurarnpuan8erbicara...
26-7-269Wulan
'l'risnarrat-v
Pengemblngait
Iirstnnnen AsesrrenYang
Bcr-itusat Padti SisitI
I)liarn
l'ii,.b.l.rirt
..rF...i\:
...Erik
Valentino
Pengenbargan
Perangkat Perlbela jaran Nlatcrnatika YaugMelibatkan
I(cccnlasan
\lljen.ruk
Dengar
PerdekatanSaintitik
l(ur-ikulr.url0
Ii...
Shutln
Alie
Shrntli
Penjas Dan Olahraga
Dalam
PengernbangalNilai
Sosial ...Sholihin
Upa1,a Peningkatan
I(eteraupilau
Meldengarkan
Mclalui Petnartliatut
Meclia Pakct
CD
Pro Seba-sai NlecliaPeubelajaran
Bahasahggris Yarg
lnovatil'Pada
SisrvaKelas
IX/A
SMP\
4 Morta...
Sl
ahrir' &
Slnapiahr
I(omik
lVlatcrrratika DalanrPcnbclajaran Miiter).lltika
Sekolah Dasar...F-ransisc:r
Rom:rna
Sunarmir, Sulistil'ani':,
&
Ratih Putri Agustina
r\oalisis
PcngguraanDiksi
PadaKolom
Jagat GonjangGanjirg Di
SuratI(ubal
Jarvr PosEdisi Bulan
Oktober-201.1 ...ttt-tl
l132-245
270-28l
2Sl
290291-296
297-108
Jurnal llmiah IKIP Matarant Vol-
l. No.2
|SSN:2355-6358Beiq
Rohiyatun
Hubungan
l(eterarapilan
OperasionalKepala
Sekolah Dengan KemampuanKerja
PegawaiDi
SMPN
Se-Kecamatan PringgeselaBaiq Rohiyatunl
&
Haromaen'
Upaya Pengen.rbangan Sdm Dosen
Di
PerguruanTinggi
Swasta Se-KotaMatanm
309-315
316-326
curriculum
(sLo
Emotional Gremedia 55-6358
Lyen,
Mulnply
hdonesia:
of
Mind
Book
Jirrnal Ilmiah IKIP Mataram Vol- 1. No. 2 ISSN: 2 35 5-635 8
Brown
Collins, 2009. Student
Hu1nan
Sociologl, -IJ,4R,
Lyen,
for
(jrd
,ltultip!1t
erjemaharT
Imdonesia:
Helping Through
PENGEMBANGAN
METODE PEMBELAJARAN
COMMUNICATIVE
LANGUAGE TEACHING
(CLT)
DENGAN
MEDIA KOKAMI
UNTUKMENINGKATKAN IIASIL
BELAJAR
DAN COMMUNICATION
,STZ,'
1\trAI{ASISWA
PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
MATEMATIKA
STKIP
BINA
INSAN
MANDIRI
SURABAYA
Nodana Desiningrum
Dosen
STKIP Bina
InsanMandiri
SurabayaE-mail:-ABSTRAK:
Penelitianini
bedujuan untuk mengembangkan pen'rbelajaran dengan menggunakannetode pembelajaran Co xmLt icative Langtnge Teaching (CLT) dengan media
I(OKAMI.
Model dan pendekatannri dipilih
dikarcnakan pembelajaran selarnaini
yang selalu
morlotor) danmembosankan.
Adapun
sasamn penelitianini
adalah mahasisrva programstudi
pendiclikan matematikaSTKP
Bina Insan Maudiri Surabaya sernester genap tahun ajaran 20i312014.Metode penelitianiri
merggunakan metode Penelitian Tindakan Keias, Adapun pengumpulan data yang digunakan yaitu: (1) dokumentasi; (2) obserwasi; (3) angket; (4) tes. Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I mta-rata capaian belajar mahasiswa pada aspek kognitifsebesar (80,13 + 8,18), aspek afektif sebesar (79,87 + 9,98), dan pada aspek psikomotor (conlrrrr nicotion skill) sebesar (73,91 + 15,63). Sedangkan pacla siklusII
rata rata capaian belajar mahasistva pada aspekkoglitif
sebesar'(81,07
+
6,70), aspek afektif sebesar (83,09+
3,10), dan aspek psikomotor ( coararrr nicotian skill)sebesal (33,83
+
7,87) Presentase ketuntasan hasil belajal mahasisiva, baik clali aspekkognitil
afektif dan psikomotor (Contnturictrtittn S/i|l/) nrengalani peningkataD clari siklus
I
ke siklus II.Dari
siklusIke
siklusIl
pelsentase ketuntasan hasil belajar nreningkat, untuk aspekkognitif
sebesar
12,657.,
aspek afektif
sebesar 4,35o%,dan
aspek psikornotor
(.CotriDtunicotion S/ril/Mahasiswa) sebesar 21,737o- Persentase caparan contntutticotion s/ri1l rnahasiswa mengalan-ripeningkatan dari siklus I ke siklus
Il.
Terdapat peningkatarl korrrunikasi lisan clari siklus I ke siklusll
sebesar 14,5yo, sedangkan penirgkatan ko[runikasi teftu]is sebesar 5,3u1,. Dari penelitian yang telalr dilakukan terdapat perlingkatan hasil belalat' dan conntunication Skill nahasisu,a dari siklus Ike siklr.rs
II.
Kata Kunci:
Metode ConlDlroticatiye Language Teaching (CLT), Media KOKAMI, Hosil belajar,Cotnnudcotion Skill
PENDAHULUAN
proses
pendiclikan,
dengan
tekanaD Era globalisasi meDuntutkemampuan
menciptakansistem pendidikan
yang
lebihdaya
sailg yalg
kuat dalam berbagaibidalg.
kompr-ehensifdan fleksibel,
sehingga pala Senang atau tidak senaug, siap atau tidaksiap
lulusan dapat berlungsi secaraefektif
dalarrera
AFTA
(AseattFree
Traclelrea)
sudah
kehidupan
masyarakat
global
demokratis. datang.AFTA
merupakan ikhtiar nyatanegara-
Untuk itu,
pendidikan
harus
dirancang negara anggota ASEAN dalam menghadapiera
sedemikian.upa yang
memuugkinkan paraglobalisasi
untuk
meningkatkanperdagangan,
pesertadidik
mengembangkan potensi yanginvestasi,
dan
kegiatanekolomi
lainlain
di
dimiliki
secara alatri dankeatifdalam
suasanaantam mercka.
Kondisi
ekonomi
mako
penuh kebebasan, kebersamaan dan tanggung ditambah stabilitaspolitik
yangtidak
mantap
jawab.
Di
samping
itu,
pendidikan
harusserta penegakan
hukum
dan keamananyang
menghasilkan Julusan yang dapat memahamiburuk
ikut
mempengaruhidaya
saing
kita
masyarakamya dengan segala faktor yang dapat dalam perdagangan dunia. Sehinggal:rdonesia mendukung rnencapai
sukses
ataupursaat
iri
sernakin terpuruk di matadunia.
pengbalang
yang
meryebabkan
kegagalanKlisis
demikisis
n-rulai dadmoneter,
dalam
kehidupan bermasyaiakat.
Salah satuekonouri,
politik
dan kepercayaan yangteigah
altematif
yang
dapat
dilakukan
adalahmelanda bangsa
Indolesia,
merupakanbukti
mengembangkan pendidikan yang berwawasan bahwa sebagai bangsa kita sudail telseretdalam
global
(PaladigrnaPendidikal Masa
Depar, arrs globalisasi. Dalam meiruju eraglobalisasi,
2008:fserial online]).Indonesia harus melakukan
refounasi
dalam ProQu est.Jurnal llntiah IK IP Matoram Vol. 1. No. 2 ISSN:2355-6358 Matakuliah Biologi Umutr merupakan
salah satu
matakuliahyang
diajarkan padamahasiswa
program
shrdi
pendidikanmatemalika.
\amun.
pembelajaranini
seringterdapat
kendala dikalenakan
mahasiswaprogmm
studi
matematika
kulang
dapat mengemukakanide
dan gagasan mereka pada saat dosen mengajar.Salah satustategi
untuk meningka&an hasil belajar dan conzmwication s,h,//mahasiswa adalah dengan menggunakanmetode
pembelajaraDCLT
(ConlnLlnicatireLanguage Teaching) dar' penggunaan media
I(okami (Kotak dan
Katu
Misteri).
CLT(Connwticati,e Language
Teaching)mempakan suatu metode pembelajaan yang menekankan pada
fungsi
bahasadan
situasikomunikasi
dalam setiap
kemampuan berbahasa (berbicara, rrenulis, membaca, clarmerryimakl.
Melrlui
rnetodeCl
I
irri
parapembelajar- diharapkan dapat menguasai atau terampil berbahasa, tidak hanya menulis tetapi juga betbicala dan tentunya deDgan tata bahasa
yarrg
bail drn
herr"r'
lC.'tntrttni,oti'l
Language Terching.
2007: Iserial
olline]).
Sehingga clengan nenggunakan metode ini
dapat
dikerrbangkan pembe la jar-an bilingualpada mata
pela-jaransails.
kalena
Biologiadalalr
il.nu larl
rle npcla-iali
.tr<rrgcrr.,ikelridrrprn v.rrtg a,l r rli lingkungan sekircr'. yarrg banyak nTenggunakan
teoli
dan
memerlukai penggunaan bahasa dan tuturan yang benar didalamnya sehingga
sangat
sesuai
apabiladikembangkan dengan metode CLT.
Salah satu rreclia penbelajar-an yang
dapat digunakau dengan metode
CLT
yaitumetlia Kokanti
(l(otak dan Kartu
Misteri).Penelitian
Kadir
(2004)
mengenai
mediakokami
menunjukkan
bahwa
setelahnererapkalr
pola
pembelajamn
dengan permainan kokami dalarrr pembelajaran bahasahggris
ternyata ada peningkatan basii belajar' mahasisrva.Teljadi
perubahanyang
drastis,baik
pada ploses maupun
hasil
belajar mahasiswa. I(eberhasilanitu
dapat dilihat daii keterlibatan mahasiswadalam
pembelajaran. P€ntingnya kemampuan mahasiswa dalam hal berkomunikasi, sehiigga dalam penelitianini
diambil judul
-'Pengembangan
MetodePembelajararr ContnLlnicotire
LanguageTeaching
(CLT)
Dengan
Media
l(okamiUntukMeningkatkan
Hasil
Beiajar
DanConlnunicat[on S&1/Il4ahasiswaProglam Studi
Pendidikan
Matematika
STKIP
Bina
hsanMancliri Stirabaya".
Rumusan masalah da)am penelitian
ini, yaitu:
1.
Bagaimana peningkatan
capaian
hasiibelajar
nrahasiswa dengan menggunakanpengembangan
netode
pembelajamnComnunicatiye
Language
Teaching(ClT)dengar media
KokamipadaMahasiswa
Program
Studi
PendidikanMatematika
STI{P Bira
Insan
MandiriSurabaya?
2.
Bagaimana
ketuntasan
hasil
belajarmahasiswa dengan
menggunakaitpengembangan
metode
pembelajaranComtnwicotive
Langtnge
Teaching(ClT)delgan media
KokauriKokamipadaMahasiswa Program
Studi
PendidikanMatematika
STKIP
Bina
Insan
MandiriSurabaya?
3.
Bagaimana peningkatan
Com runicatiotlSiil/mahasiswa
dengal
menggunakanpengembangan
metode
pembelajaran Coulu1utlicative LdilgLloge Teachig
(CLT)
dengan
media
Kokamipada
MahasiswaProgran
Studi
Pendidikan
MatematikaSTI(IP Bina Insan Mandiri Sulabaya? Tujuan dali penelitian, yaitu:
L U,ttrk
rnerrgetal-ri
penirrgkaton capaianhasil belajar
mahasisrva
delganmenggunakan pengenrbangai
metodepenbelajaran
Conlulunicatire
L.!ngudge Teoching(CL'l)
dengan rreclial(okani
2.
Untuk
rnengetairuiketuntasanhasil
belajar'mahasiswa dengan
menggunakanpengembangan
metode
penbelajaran Comuttlnictttive Langrage Teaching(CLT)
dengan media l(okanri
3.
Untuk
meDgetahui
peningkatalConm
nicatiotl
S/iilln, al,asiswa
delganrnenggunakan
pengembangan
metodepernbelajaran
Connunicatite
LatlguegeTeaclting (CLT) dengan media I(okanri
KAJIAN
PUSTAKA
A.Metode
Pembelaiarun
Comnunicttth'e Language Teachirtg(CLT)
Metode pembelajalan
Conuulicative
Language Teaching(CLT\
dimulai
di
Inggris pada tahun
1960, merr.rpakansualu meloJe
pernbelajararryang menekankan pada fungsi bahasa dan
situasi
komunikasi
dalam
setiap kemarnpuan berbahasa (berbicara, menulis, merrrbaca.dcn
merrlirnall.Salalr
satu crr'iutama
dari CLT
adalah adar,ya kombinasiantala
aspek-aspek
bahasa
secarafungsional dan struktural. Secara struktuml,
CLT
menekankan
pada
tata
bahasa,sedangkan
fungsiolal
menekankan padapeDggunaan
bahasa
(ConnunicativeLanguage Teaclting. 2001. [selial Online]).
Dikenal
juga
sebagai
"PendekatanKomunikatif
untuk
pembelajaran bahasaJtrrnal llmiah IKIP Mataram Vol.
l.
No. 2 ISSN:2355-6358 Teachingasing"
atau
s€derhananya*Pendekalan yang
Komunikatil'.
Brown
(2001:[serial
online])menyatakan karakteristik CLT antara lain:
l.
Tujuan
kelas
difokuskan
pada komponen-komponen komunikati l:2. Teknik
bahasa didesain
untukmenarik
mahasiswa
padapenggunaan bahasa yang pragmatis,
otentik, dan fungsional untuk tujuar
yang bermakna;
3.
Kelancaran
dan
ketepatan dilihatsebagai
prinsip
pelengkap
dalarn teknikkomunikatil
4-
Mahasiswa dalanr kelas kon-runikatifharrrs menggunakan bahasa secar-a
produktif
dan
reseptif,
dalam konteks spontan di luar kelas;5.
Mahasiswa diberi kesempatan untukrnemusatkan
perhatian
padapemahanan
gaya
be)ajar
melekasendiri dan memulai pengembangan
strategi
yang tepat
untukpenrbelajar-an rnandiri;
6.
leran
dosen a,lalalr
.,ehagaifasilitator
dan
petunjuk,
tidak sebagai orang l ang tahu segalaryd.Sedangkan,
menufut
Nunan (1991), karaktedstik CLT antam lain:L
Sebuah penekanan pada pembelajarankomunikatif melalui
interaksi
dalarn tujuan bahasa;2-
Pengenalanteks
otentik
ke
dalam situasi pembelajaran;3.
Ketetapan kemampuan pengajar untuk koDsentmsi,tidak
hanya bahasa tetapijuga
dalam
proses pernbelajalarr rt.rsendiri;
4.
Suatu peningkatan pengalamar pribadi yangdimiliki
oleh pengajal merupakankontribusi penting dalam pembelajaran
di
kelas. Usaha untuk menghubungkan pembelajaran bahasadi
kelas
dengan aktivitas bahasa di luar kelas.Menurut Robin dan
Thompson mengemukakan kharakteristikCLT,
arltam lain:1.
Selalu
berkeinginan
untukmenafsirkan tufur'an secara tepat;
2.
Berkeinginan
agar
bahasa
yangdigunakan selalu komunikatif;
3.
Tidak
merasamalu
jika
berbuatkesalahan dalam berkomunikasi;
4.
Selalu
menyesuaikanbentuk
danmakna dalam berkomunikasi;
5.
Frekuensilatihan
berbahasa lebihtinggi;
6.
Selalu memantau ucapan sendiri danucapan teman.
B.
MediaKOKAMI
Kokami (Kotak dan
karhrmisterius) menipakan
salah satu
jenismedia
yang
dikombinasikan
denganpermainan
bahasa
(Kadir,
2004:.1).Penerapannya
melibatkan
sehur.rhmahasiswa, baik mal, asiswa yang biasanya pasifmaupun yang
aktil
Dengan demikian,pemainan
ini
sangat baik digunakan dalamkelas yang
heterogen.
Menurut
Kadir(2004:1)
gabungan
antara media
danpe nainan
ini
mampu
secara signifikannlemberikan motivasi dan
rnelalik
minat mahasiswarntuk ikut
aktif terlibat
dalam ploses pembelajaran. Permainan dan media pembelajaranini
mampu merangsang dayapikir- yang inovatif,
keatif,
dan
kritis sehingga nrahasisu,aIrrarrpu
mernahamipesan
yang dibelikal.
Respon lespolipositif yang timbul
secara komunikatif nrerupakarrhasil
rlari
pemrainan
yang clilancanq dandiatur
secaranenarik
clansisterratis.
Untuk
melakukan
pembela.jaranirri. perlu tli.iapkan
kelerr3(rlrar icpe.li
sebuah kotak berukuran 35
x
25x
12 cm. arnplop ukuianl5
x
9 cm, dan karlu pesanukLriar) 12.5 x
7.i
crn. l(okorni dapar dibuar secara sedelhanayang
fungsinya sebagaiwadah tempat amplop-anplop
belisi
karlu pesan. Sedangkan kaftu pesan berisimatei
pelajaran yang
ilgin
disampaikan kepada mahasiswa, diformulasikan dalam bentuk periutah, petunjuk, peftanyaan, pemahanan gambar-, bonus, atau sanksi. I(artu
pesanrnerupakan kornponen yang paling penting dalam permainao
ini
karena arah kegiatanbelajar
mengajartertuang
di
dalamnya.Agar
per-mainanmenjadi
lebih
menarik,maka kartu-kartu
pesanyang
diancangbervariasi
dalam bentuk
periltah
ataubentuk laimya (l(adi;t, 2004:2).
Atur
an
dalam
pernbelajaran irriadalah:
1.
Masing-masingkelompok
terdili
dariempat
mahasiswa.
Tiap
kelompokduduk menghadap papan
tulis.
Mediakokarni dan kelengkapannya diletakkan
di
depan papantulis
di
atas sebuah meja, sedangkan pada paparl tuLis dosersudab menyiapkarr sebuah tabel
2.
Anggota setiap kelompok
diwakiliseorang ketua yang
dipiiih
oleh dosen bersana-sarra mahasiswa.3.
Selama permaiDan
berlangsung,ketua
dibantu
sepenuhnya
oleh a[ggota.4.
Ketua
kelompok
selain
bertugasmengambil
satu
amplop
dari
dalamKokami
secara acakdan
tidak
bolehdilihat,
juga
membacakanisi
amplopdengar kems dan hanrs
diperhatikanoleh semua anggota
5.
Anggota kelompok
berlanggung jawab rnenyelesaikan kartu tersebut.6.
Kelornpoklain
berhak nenyelesaikan tugas yang tidak dapat diselesaikan olehsa Ial'r satu kelompok.
7.
Pemenang
ditentukan
dai
skoltertiiggi
dan berhak
mendapatkalbonus.
8.
I(elompok yang
hanya
mendapatkansetengah
atau kulang
dari
setengahjumlah skor
padasetiap kartu
pesanakan
menclapatkan
sanksi
(Kadir,2004:2).
C.
IIasil
Bela.iar N'lxh{sis\Y,Dirryati
clanMudjioro
(2002:3)meryatakan, hasil belaiar adalahhasil dari
.uaru irrtela*.i tirr,lak belaJrr
dar
rrer'gajdr.Perubahan
sebagai
hasil
proses
belajar mengajar dapat clitunjukkan clalanT berbagaibentuk seperti, pengetahuan, pemahaman,
dan
sikap
SedangkanWinatapum
dan Rosita (1994:173) menyatakan, hasil belajar adalah perubahan padadiri
rnahasiswa baikpada aspek
kognitif,
psikomotor,
danaibktii
Perubahan-perubahan tersebutmerupakan
l'iasil dari
latihan
yaiturnengamati, mendengarkan,
dan
membaca selta kegiatan lainnya.D.
ComnunicatiottSkill
Komunikasi
adalah
prosespenyampaian
inlolmasi-informasi.
pesan-pesa:1, gagasan-gagasan
atau
pengeftian-pengeltian, dengan menggunakan lambang-lambangyalg
menganduDg arti atau makna,baik secara ver-bal maupun oon-verbal dari
seseor-ang atau sekelompok orang kepada
seseor-ang atau
sekelonpok
orang lainnyadengan
tujuan
untuk
mencapai
salingpengertian danL/atau kesepakatar bersama
(Rudy,2005:l).
Menurut
Tin Broad
BasetlEducatioil
Depdiknas
(2002:1,1-15),kecakapan
/
keterampilan
komunikasineliputi
kecakapan komunikasiiisan
dankecakapan kornunikasi
tertulis.
Padakehidupan
di
rnasyarakat
manusiaberinteraksi dengan manusia
lail
nelalui
komrurikasi langsung,
baik
secam lisanmaupun ter-lulis. Mengingar
manusiamenggunakan sebagian
besar
waktunyauntuk
berkomunikasi denganorang
lain,maka
kecakapan berkomunikasi maupunmendengar
harus
dimiliki
oleh
tamatanpendidikan
sekolahdan
pendidikan luarsekolah
sebagaibekal
memasuki
duniakerj a.
Kecakapan komunikasi lisan yang dirnaksud
tidak hanla
asal berbicara saja tetapi dapat menyampaikan pesan kepada larvan bicara dengan indikasi lawan bicaratelsebut
meresponsesuai
isi
pesanlrya,dengan
demikian olang telsebut
telal'lberhasil herkomunikasi. Komunikasi lisan dapat dilarih dengan menyuruh maha"i.wa
maju
ke
depan
mempresentasikan basilnekerjaarmya
dan
kecakapan rnahari.r.r adalam
bertanya
apabila
mengalarnikesulitan
dalam
mengetjakan
soal(Suparno, 2000:20).
lndikator
dalam kecakaparTbelkorrunikasi lisan
yaitu:
a)n'rahasis\\'a
berbicala
secaraef'ektif
danefisie11
untuk
lnengungkapkan gagasan) perdapatdalam
berbagaibentuk
kepadaberbagai
nitra
bicala sesuai Jengarr tuiuar'rian
lonteks
penrbicaraal: Lrt rnalrasrsur
membahas
dan
rnerdiskusikan
hasil pekeriaannya sesuai dengan isi dan konteks materi diskusi (Diklnenum, Tanpa Tahun).Untuk
memper-oleh
suatukecakapan
atau
keterampilan
biasanyadiperlukan
latihan,
kesabaran
danketelatenan dalam mempelajarinya, karena hanya nelakukan secala sabar
dal
teratur',pengetairuan
atau
keterampiian
teNebut dapal disempurnakan. Kecakapanitu
tidaklelevan
jika
hanya mampu
menentukanketerarnpilan
rurin
yang dapar
dicapaidengan
pengulangan
yang
tidak menggulakan pikiran.Begitu
juga dengan kecakapan komunikasi tefiulis, tidak semuaorang
b:isa melakukarmya dengan baik.Dalam penelitian ini,
kecakapankomunikasi
tefulis
dapatdilihat
clengankeaktifan
mahasis\&adalam
mencatatterutarna
hal-hal
yang
dianggap penting selama pros€s pembelajaran ber-langsung,kecakapan mahasiswa dalam mengerjakan tugas dair laporan secara sistitnatis dengan
kalirnat
yang
baik.
jel". darr
rapi(Surakhmad, 1 994: 106-108).
Jirrnal lltniah IKIP Matarant Vol. 1. No.
2
ISSN:2355-6358 dranusiaoelalui
lisan
Pada
lain, lnaupun lamatan luar dunia
METODE
A,
Lokasi PenelitianPen€litian
ini
dilaksanakan
diKampus
SekolahTinggi
I(edosenan danIlmu
Pendidikan
Bina
Insan
Mandiri(STKIP-BIM)
Suabaya, Jl. Raya MengantiNo.133
Jajartunggal
Wiy.ungdituangkan
dalam bentuk
statistik,namun dalam benhrk
kata-kata
atau gambar;3.
Lebih
menekankanproses
daripada basil;4.
Analisa
databersifat
ioduktif,
karenapenelitian ini tidak dimulai dari deduksi teori tetapi dimulai dari lapangan;
5-
Mengutamakan
makna,
yaitu mengutamaka.ntingkat
pemahamannahasiswa terhadap
materipembelajaran
dalam proses
belajarmengajar di kelas.
D.
Desain penelitianBerdasar-kan implementasi tindakan yang menggunakan alur- ber-bentuk
spiral yang meliputi
pernasalahanpelencanaan,
tindakan, observasi
danrefleksi yang
dilaksanakan pada tiap-tiapsiklus (riklus T
darr
siklus
TT) sehingga dirancang dengan desain perre]itian s€bagaiberikut :
kepada bicara yang saj a
soal dalarr
:a)
Surabaya.Telp. (031) '1671122, Fax. (031) 7673322.
B.
Waktu
PenelitianPenelitian
ini
dilaksanakan padasemester genap
tahun
ajaran
2013/2014 mulai dari Februari 2014 s/d Juni 2014.C.
Pendel€tan dan Jenis PenelitianPenelitian
ini
menggunakan pendekatan kualitatif. Sudjana dan lblahim(loS9: to7-200) menyatakan bahwa c.ri-c jri
pendekatan
kualitatif
adalah
sebagaiberikut:
1. Menggulakal lirgkungan
alanriah sebagai sumber clata langsung;2.
Bersifat
deskriptil
analitik
kalenaadanya
data yang
dipeloleh tidakdan
kepada
rujuan
allun).
tidak dicapai ridak dengan
Jemua
baik. dengan
Fnting
dengan
Siklus I
hasil konteks
suatu
dan
kaiena teratur, lersebut
Siklus
II
Perrrasalahan
H
Rencana
Tindakan
I
Pelaksanaan
Tindakan
I
1!
Observasi
I
Refleksi
I
Analisis
Data I
Belum
Terselesaikan
Rencana
Tindakan
II
P
elaksanaan
Tindakan
II
lt
Observasi
II
Refleksi
II
Analisis
Data
II
I
{t
TUNTAS
rapl
Jurnal
llmialt
IKIP Mataram Vol. 1. No. 2 ISSN:2355-6358E.
Prosedur Penelitianl.
Siklus Pertamaa.
Dosen
merentukan
percncanaantindakan,
dan
menyusun
lembar observasib.
Dosen membuat panduan
belajarmahasiswa dalam bentuk modul
c.
Dosen
sudah
menetapkan mated pembelajaran
yang
akan
diajarkan pada mahasiswa.2.
Siklus KeduaPelaksanaan
penelitiau
dalamsiklus
ke
2
ini,
sama halnya dengansiklus perlama hanya saja ada beberapa
hal
yangperlu diperbaiki
pada sikluskedua
ini, di
siklus
keduaini
apabila terdapat kekurangandi
siklus pertama yang nantinya akan dipelbaikidi
sikluskedua
ini
dilihat mulai dari
aspekkognitiq
afektil
dan psikomotor. Haltemebut
menuntut
kepandaiandosen
untul<
menciptakan
suasanabelajal yang lebih
menyenangkal disiklus kedua
ini
agar
hasil
belajar-mahasisrva
lebih
meningkat. Sehinggatarget
dari
siklus kedua
iri
adalahpenbeiajaran
yang lebih
meningkatdalipada siklus pertama.
P:ixloo
'.s
Keterangan:
Pt= Pe$entase ke{asama mahasiswa
(%)
s :
Jur
ah skol
rata-rata seluuhkelompok
S
=
Jumlah skor maksimum seluruhkelompok:
n xk
n
=
Skor teninggi k = Banyaknya kelompokF.
Metode Pengumpulan DataMetode pengumpulan data adalah cara-cam yang dapat dipergunakar peneliti
untuk
mengumpulkan
data
(Arikunto,2002:147). Pengumpulan data dimaksudkan
wrtuk
memperoleh bahan-bahan
yangrelevan dan
akuat
yang dapat digunakaa dengan tepat sesuai dengan penelitiar yang sudah dilakukan. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitianini
adalah:(l)
dokumentasi;(2)
observasi;(3) angket; (4) tes.
G.
Analisis DataAnalisis data
adalah cara
yangpaling
menentukanuntuk
meDyusun danne[golah
datayang
terkumpul, sehirggamenghasilkan
sesuatu kesimpulan
yangdapat
dipertanggungjawabkankebenarannya.
Data yang akau
dianalisis dalam penelitianini
adalah :L
Untuk
mengetahui
hasil
belajar mahasiswaUntuk
nengetahui
nilaikognitif mahasisrva, cligunakan r-urnus:
Skor
YangDiperoleh
]'nool
JunthhSkorTotal
l,
I(ategori Keaktifan
Kerjasama MahasiswaPersentase
Kat€gori
Niiai
Kognitif:
Nilai Pre-test +Nilai
Post-test2
Nilai
Psikomotordan afektif
diperoleh
dari hasil
observasi selama proses pernbeiajaran bellangsung dan dihitung dengan cam:l
I Ketuntasan niJri
Dsikomorodafektif
L
(Mudjiono, I990: I04-105).
2.
Untuk melihat
persentasekerjasama
Tabelmahasiswa, digunakan rumus:
4>90%
80y,aPf90y.
65%sPs80%
55 %
sPts
6s yoPf5syo
Sangat
aktif
BaikCukup baik Kurang baik Tidak baik (Nurkancana, 1990:93)
3-
Untuk mengetahui respon mahasiswaN.:
.N
n
xlOO
Keterangan :
N2: Respon tinggi / rendah (%)
r=
Jumlah mahasiswa yang merespon tinggi / rendah.hirnal llmiah IKIP Mataratn Vol.
I.
No. 2 ISSN: 2 3 5 5 -63 5I
Tabel 2, Kategori nilai / skor
Skor
Kategori
Sangat Tinggi Tinggi
Cukup Rendah
Sangat r endah
(Pengembangan
dari 1983:100).Sukardi,
4.
Untuk mengukur ketuntasan belajar Adapun rumus yang digunakan untuk nengukur ketuntasan hasil belajar mahasiswa yaitu sebagai berikut:Pt -
n
xlooo/o
,Nt
Keterangan:
Pt:
PerseDtase ketuntasan belajar mahasiswa=
Junlah
mahasiswa yangnencapai
nilai
>
60
clali nilaimaks imum
Nt
=
.lunlah
mahasisrvaI{cscluruhan (Dcpd jknas- 200.1: 1.1).
HASIL
DAN PEI\4BA[IASAN
A.
Sildus I1.
Capaian Hasil Belajar MahasisrvaDapat diketahui
bahrvarata-rata
capaianhasil
belajar
mahasiswapada aspek kognitif
sebesar-(30,13+8,13), alektif
sebesar(79,87+9,93),
dan
psikomotor(Conlt,lunicatiotl
Skill
Mahasiswa) sebesar (73,91+15,63).DaIi tiga
aspekbelajal te$ebut,
capaianhasil
belajarpada aspek
psikomotor
masihmeuurjukkan
angka
yang
rendah dibandingkan capaian hasil belajar pada aspekkognitif dan
afektilPersentase capaianhasil belajar
mahasiswa pada aspek psikomotor (connLrricatton skil0mahasiswa
siklus
I
ini
paling
lendah dibandingkan capaian hasil belajal pada aspekkognitif
dan afektif, hal tersebutdisebabkan masih
rendabnyakernampuan
mahasiswa
untukberkomunikasi dengan
menggunakarbahasa
Inggris.
Hal
tersebut rnemangmenjadi kendala
mahasiswa,dikarenakan mahasiswa
telbiasamerlLlengirkan
Jarr lranya
menerinra penjelasandari
dosendan
mahasisrvabelun
terbiasa dan belum berani untukrnengeinukakan pentlapat rlalarn rnateri
pembelajaran secara langsung
di
depankelas.
Oleh
karena
itu
komunikasitertulis masih
lebih
menonjol terlihatdaripada komunikasi lisan.
Hal
tersebutperlu
per-baikandi
siklus
selanjutnya,dimana sisws harus dibiasakan berani
berkomulikasi
di
depan kelas. Tidakhanya mendengar dan selalu menerima
penjelasan
dosen
yang
menyebabkan mahasiswa pasif di dalamkelas.Sehingga
dari hal
tersebutdapat diketahui, bahwa dari
tiga
aspekhasil
belajar
nahasiswa,pada
aspek psikomotor (comizrihication 6kil0 lirtaslh bemda pada perseDtase paling rendah di siklus L2.
Ketuntasan Belajar MaltasiswaDapat diketahui bahwa aspek
kognitil
sebesar'18,26Yo(5
da:i
23 mahasiswatidak
tuntas), aspekafektif
sebesar 78.l6oo
(5
dari
23
mahasi.watidak
tuntas),
dan
aspek
psikornotor (Cot11n1unication
SkillM ahasisrva)sebeia-
47,Si^.
112rlari
2j
rnahri..rratidak
tuntas).Dari
data tersebut dapatdiketahui baitwa ketuntasan irasil belaiar'
nahasisu'a
pada
aspek
psikomotorlcahl nt u n I catio ]1 .s/ril/) masih renclah.Hal
tersebut taDrpak
da
persentase yangdipeloleh nrahasiswa
:!
T5To.Sedangkan pada aspekkognitif
danafektif
sudah dikatakanbaik
dan tuntas dikarenakan persentase yang diperoleh mahasis\\'a -75%.Pembelajaran
pada
aspekkognitif
dan afektif pada siklusI
sudahdapat dikatakan baik.Hal tersebut dapat diketahui bahwa dalam aktivitas belajar,
kete.libatan dan
keberhasilat mahasiswa tidak hanya ditentukan olehkemampuan
kecerdasannya.Aspek psikologisjuga
merupakanhal
pentirgyang
dapat menjadi
peDdukung ataubahkan
penghambat
dalam
ploses belajar. Perasaan nyaman, senang, tidakcemas, mampu,
merasadiakui,
danpemsaan-perasaan
positif
laimrya dapatmenjadi
pendorong
bagi
terjadinyaaktivitas belajal yang diinginkau.Proses
belajal merupakan kegiatan
afektif
dan kegiatankognitil'.
Dengan'inernbuka"keterlibatan
afektif
mahasiswa nakaakan
"nrembuka" keterlibatan
aspek kognitifnya pula. Perasaan-perasaan saatada
daiam situasi belajar
sangatberperan penting pada maliasiswa, yang
na tin)
a
akan
memengaruhi rnorivaii.minat,Aktivitas belajar yang dilakukan
Nr:
80 70:
N2< 8060 S Nr< 70
Jumal Ilmiah IKIP Mataram Yol.
l.
No.2
ISSN:2355-6358 dengan perasaan senang akan membuatseseorang seolah terserap,
lupa
waktudan
terpusatkan
pikirannya
padaaktivitas
belajar.Disamping perasaaanmampu untuk
menahami
dan menyelesaikan tugas belajar, perasaan nyamanjuga
sangat diperlukan dalambelajar.
Suasana perasaanyang
baikakan
meningkatkan
kemampuanberpikir. dan pada akhimya berdampak pada capaian prestasinya (Pemn Aspek
Afektif
dalam Belajar,
2008:fserialonline).
Sedangkan
pada
aspekpsikomotor (communication
skill
padasiklus
I
masih rendahdan
dinyatakanbelurn
tuntas-Vemon
A
Madnesen(1983)
San
Peter Sheal
(1989) n-rengemulakan, bahwa kebermaknaanbelajar
tergantung bagaimana belajar.Jika
belajar hanya dngan
membaca kebermaknaan bisa mencapail0%,
dadnerdengar
20o/n,dari meiihat
30%,nendeDgar
dan melihat
50oA,rnengatakan-komunikasi mencapai 70%,,
dan belajar
dengan meiakukall
danrnerpkornunikasikrn
bisa
ntenc,rpai90%.
Dari
peDdapat tersebut, dapatdiketahui bahwa pada
aspekcontmunication sklllmahasiswa
padadasamya masih rendah dan kurang dapat
dirnininati
oleh
maleasiswa.
Padadasamya camrnabasiswa belajar- nasih
senang dengan
cara
menbaca,mendeugar,
dan rnelihat.
Sedangkanmergkomunikasikan
rnasjh
sangatrendah.
Selain itu, pada
pihak mahasiswa karena kebiasaan menjadipenonton dalam
kelas,
mereka sudah merasa enjoy dengan kondisi mener.imadan
tidak bia:a
memberi. Selain dari karena kebiasaanyang
sudah melekatmendarah
daging dan sukar
diubahsehingga mahasiswa
selalu
pasif
dankurang dapat
berkomunikasi
untuk rnengemukakan pendapatDyadi
dalamkelas. Kondisi ini
kemungkinan disebabkan kalena pengetahuan dosenyang masih terbatas tentang bagaimana mahasiswa belajar dan bagaimana cala
membelajarkan mahasiswa.
Denganparadigma
itulah,
kebiasaan
muridbelajar
di
kelas selalu bersifat
pasifsehingga
kumng
dapat mengkomunikasikan hasil belajarnya didepan kelas.
Akibatnya
aspekpembelajaran psikomotor-
rendah (Suherman, 2008:[serial online]).3.
Contmuntcation
Skill
(Komunikasi Tertulis dan Komunikasi Lisan)Pada
siklus
I
persentase capaiat\ com m u nication
sirllmahasiswa yaitu komunikasi lisan sebesar 71,01%, sedangkanuntuk
komrmikasi
tertulissebesar
76,81
o%.
Dari
persentasecapaian tercebut dapat diketahui bahwa
c
paiam communication
sikill
pad.akomunikasi
lisan
masih
rendah dikarenakan persentase capaia[L
75yodib andingkan komunikasi
tertulis.Sehingga
pada
siklus
I
dapatdiketahui bahwa
capaian komunikasilisan rnasill
rendahdal
pellu
adanyapelbaikan.
Capaian komunikasi lisan yang
rendah
dapat
diakibatkan
karenabeberapa
hal, yaitu:
(l)
rnahasiswa terbiasa menerima materi pelajaran darirlosen.
(2)
rrzlra.iswa tidak
lerbiasaulttuk
ber-korTrunikasi di
depan
kelas.ehirrggd
ti,lak
nrernilili
keheranianutltuk
mengemukakanpendapat,
(3) dosen telbiasa dengan nletode ceaanahsehirgga aktivitas mahasiswa
di
dalamkelas kurang,
rnembuat
rnahasiswapasil
mengandung
ulrsur
paksaarlkepada
mahasiswa,
(4)
mahasiswa meEsa takutultuk
mengkomunikasikan pendapat nengenai materi pembelajar.andengan
menggun"kan balrasa Inggriskarena
keterbatasan bahasa,
(5)mahasiswa
belum
terbiasa
denganmetode
pembelajaran
CLT
dengan medial(okami
yang digunakan peneliti dalam pembelajalandi
siklusI
sehingga capaian komunikasi lisan masih rendah pada siklus LSedangkan capaian komurrikasi
tertulis sudah cukup
baik
dibandingkankomunikasi lisan
dikarenakanmahasiswa
selaiu
terbiasa
denganmenerima penjelasan
dari
dosen dantampak pada pembelajaran mahasiswa
selalu
mencatat
materi pelajaran.Sehingga sangat tampak padapembelajaran
di
siklus
I
persentasekomunikasi
lisan lebih
lendah dibandingkan komunikasi teft ulis.Sedangkan
pada siklus
I,
persentase
komunikasi
tetulis
lebihtinggi
daripada komunikasi lisan dapatdisebabkan karena komunikasi terlulis
Ielatif lebih ierstruktur
dan terencana.Sebagaisebuah
tindakanJtu'ia! Itniuh IKIP
Matantm/ol.
l.
No. 2 ISSN:2355-6358strategis (Littlejohn,
2002:t3),Komunikasi lebih bisa direDcanakan dan
disusun
ketika
disarnpaikan
melaluimedia
tulisan.Komunikator
dapatmenyusun pesan, menggunakan kata-kata pilihan, memilih topik tertentu dan
memperkirakan
respot
dai
audience.Sehingga
proses komunikasi
bisadievaluasi
dan
dikembangkan (Maulirmiam, 2008:ISerial Online]).B.
SiklusII
1.
Capaian Hasil Belajar Mahasiswa Pada siklusIl
rala-rdta capaianbelajar nahasiswa pada aspek
kognitif
sebesar (83,07+6,70),
aspek
afektif
sebesar (33,09+3,10),
dan
aspekkognitil
afektif,
dar
psikomotor(cottttutrnicotion
skill)
mabasiswa mengalami peningkatan dari siklusI
ke siklusII.
2.
Ketuntasan Belajar MahasiswaPada
siklus
II,
persentaseketuntasan
hasil
belajar
mahasiswauntuk aspek
kognitif
sebesar 90,91% (2dari 22 mahasiswa tidak tuntas), aspek
afektif
sebesar
82,61%
(4dan
23mahasiswa
tidak
tuntas),
dan
aspek psikomotor (Cotnmunication ,1.4il/Mahasiswa) sebesar 91,30olo (2 dari23 mahasiswa tidak tuntas). Per.sentase
ketuntasan hasil belajar mahasiswa pada aspek
kognitil afektil
dan psikomotor(cotnnutlicotion,r/iil1)
>
75%. sehinggapembelajaran sudah dikatakan tuntas.
Dari hasil tersebut maka terjadi peningkatan persentase ketuntasan hasil belajal mahasiswa dali siklus
I
ke siklusIl
yaitu aspekkognitif
sebesar. 12,65%, aspekafektif
sebesar 4,35,%, clan aspekpsikonrotor' (Contnutnication psikomotor (Contntunicatior't
Sl-i1/Mahasiswa) sebesar (83,83*7,87).
Peringkatarr
capaian hasil
belajarmallasiswa
ini
dapatdikatakar
cukuptingli
selriugga dosen (dalarnhal
inipeDeliti)
dapat
dikatakaD
berhasildengan
baik
melaksanakanpembelajaran
dengan
rnenggunakanrnetodc CLT dengan
medial(ok"nri.I'cnirrlkrrarr crpararr rrelajar' rni
membuklikan bahwa penrbelajamn yarrg
dilakukan pacla
sjklus
II
dika:akaubelhasil dengan baik. Pada penbelajaran
di siklus II
peneJiti
teDtunyameningkatkan peugajaran
dengan rnelakukan perbaikaldali
siklusI
yang telah dilakukan sebelunya.Peneliti
lebih
nenekankankepada mahaiiswa
uutuk
lebilr
bera,riberkomunikasi dengan
rnenggulakanbahasa Inggris di depar, kelas, dan dosen
lebih mereka*an
kepada mahasiswa urrtuk lebih aktifdengan cala berdi.kusi.Sehin-qga,
Mahasiswa
padaS/iillMahasiswa)
sebesar
21.73,,1,.Perrirrgkatan
ketu||rarai
belajar
ini tentunya clipengaiuhi
oleh iaktor.faktorbelajar
mahasiswa-3.
Contntunicotiott
Skill
(l(omunikasi Tefiulis dan l(omunikasi Lisan)lersettlase
capaiancoutnuilicot[ot1
siillmahasiswa
padakomunikasi
lisan
s6besar
85,51% sedangkan konrunikasjtefiulis
sebesar82.61ya.
Pa(la sik)us
ll
pelsentasecapaian kornunikasi
lisar lebih
r;nggidibandingkan
kornunikasi
tertulis-Halini
berbeda
apabila
dibandingkan dengan siklusl.
Pada siklusI
persentasecapaian korrur,ikasi tertulis lebih tinggi
daripada komunikasi lisan.Hal
iniberbanding terbalik
apabila dibandingkan antam siklusI
dan siklusn.
Pada
siklus
II,
persentase capaian komunikasilisan
lebih
tinggidaripada komunikasi
tefiulisdikarenakan pada pembelajaran di siklus
II
mahasiswa sudah terbiasa clengan pembelajaranyang
diberikan
peneliriyaitu
mahasiswa sudahmulai
terbiasadan
teilaik
dengan metod€ CLT denganrnedia
I(okarni
sehin-sga rnaha5i<\,\asudah mulai berani
untukberkomunikasi
dan
mengemukakan pendapat dengan menggunakan bahasaIngeris. Sehingga di
dalaurpembelajaran
.t iklus ll
ntal)asiswapembelajaran
di
siklusII
ini
lebihaktil
lebih
tefta
k
untuk menerima pelajaransehingga
miDat
mahasiswa
dalam pembelajaran lebihtinggi
dibandingkansiklus
l,
mahasisna sudahrrulai
beraniuntuk
berkomunikasi
denganmenggunakan
bahasa
lnggris,
danmahasis\^a sudalr terbiasa berinreraksi
dalam pembelajatan.
Telbukti
denganrcspon
mahasiswa
terhadappernbelajar
an Jang
cukup
linggi.sehingga metode
pembelajaran CLTdengan
media
Kokami
dirasa
cukupmenyenarlgkan
bagi
mahasiswa danmembuat lnahasiswa cukup beralttusias
menerima
pelajaran.Sehingga capaian.Jurnol lltniah IKIP lulatarant Vol.
I
No. -r ISSW:,'JJJ 6JJdtampak
aktif
daripatla
siklus
L
Haltersebut
dapat
tedadi
dikarenakanmetode CLT adalah
metodepembelajalan bahasa
yang menyenangkan,komunikatif,
meirga-jakrnalrasi5\,\d unrirk lebih berarri berbicara dalan.r bahasa
asing
(Bahasa Inggris)sejak
dini
(A1-Abidio,
2009:ISerialOnlirel).
Selain
itu,
Kiamicl
(2008:ISerial Online])
menyatakan bahwakekuatan
dari CLT
adaiah membantu menegasktulbahwa
bahasa diperolehmelalui komunikasi.
Sehinggakemampuan mahasiswa
ulltukberkon-runikasi secara
lisan
jauh
lebihtlnggi
dalipada
siklus
I-
Namurrkornu:rikasi
lefiulis
mahasisrva padasiklus lI nenjadi lebih
rendahdikalenakan mahasiswa
lebih
aktif
Lrntu(
berlorru'rrk.r<r
J.rrr
akri,,iro,meDcatat
nlahasiswa
lebih
rendahapabila dibandingkan dengan siklus I.
Sebagal bagian
dali komunikasi verbal.
komunikasi tertulis ticlak bisa lepas dar-i pengpunaarr bahasa sebagai sarana bertul<aInrakia. (lleh
kar'ena itu- kelenrahan unsul kebahasaan
dalan
proses
konrunikasi
tcntunyameoiadi
kelemahan dari
komunikasitertLrlis. Disanping
kclenahankeicmahan bahasa
dalam
komunikasiteltulis
tersebut, Beebe
and
Beebe (199'7:25'7) r'ncny,ebutkar kelcnrahancLari
komunikasi
tertulis
acla lal'lhLrbungan
antalpattisipan
komunikasiber-jarak.Kornunikator
tidak
bisairerintelaksi dengan audien
secaralangsung, rrelihat pelubahan sikap yang
terjadi atau
meresponsikap
audien.Sehingga
ledbacli
cLalan
proseskon,unikasi telsebur bersifat
tidaklangsung
dan
teftunda(ro
[]
nediate interaction). Sedang dalam komunikasilisan,
hubungan pembicara
denganaudien berlangsung akrab, haugat dan
leblh personal.
Belko'
nulikaii
:ec:rr
li.arrdan
tulisan
dengan
menggunakanragam
bahasa secara
lancar
clanakurat 1nerupakan target pernbelajat an
bahasa lnggris (Depdikras, 2003: 16). Rendahnya
percaya
dilj
mal'tastswauituk
beltanya
dan
nlei!a\\,abper-tanyaan
berdampak
padakemairpuanmahasisrva
uituk
berinteraksi daiam proses pembelajat.an.
Dengan berkomunikasi
penrbelajalandititik
beratkan padahubungan
aDtarildividu
dan sulnlrer belajar yang laindan
berorientasi
pada
kemampuanindividu untuk
berhubungan dengalr sumber belajar tersebut.SIMPULAN
l.
Pada
siklus
I
rata-rata capaian
belajarmahasisrva
pada
aspek
kognitif
sebesar(80,13
+
8,18), aspek afektif sebesar' (79.87+
9,93),
dan
pada aspek
psikomotor'(conu1lL!
icatiotl
s.til/)
sebesar(73,91
+15,63). Sedangkan pada siklus
II
mta-ratacapaian
belajar
maltasiswapada
aspekkognitif
sebesar(83,07
r
6,70),
aspekafektif
sebesal (83,09*
E,10), clan aspekpsikomotor'
(uttntntrnicttion J/iil1)
sebesar (rJ3,83 + 7.87).2-
Presentase ketunrasan
hasil
beiajar rnahasiswa, baik dad aspekkognitil, afektif
dan
psikomotor
(.Contnunication
Skill)rnengalami peningkaian
dari
siklus
I
kesiklus
II.
Dari
siklLrs
I ke
siklus
IIpcrscntase
ketuntasei
hasil
bela jarmeningkrt, untuk
aspekkognirif
sebesar12.65')1', aspek
afcktil
sebesar .1.i5%,, clanaspek
psikomotor' (,.Cointttrtiuttion
Sl;illMahasjs\\'a) sebesar
I
l.7i9i.
3.
Persentasecapaian
contntuniccttion sliill mahasis\vamcngalami
periDgkatan .lali siklusI
ke siklusll.
Terdapat penirlgkatankomunikasi lisan dari siklus
I
ke
siklusII
sebesar
14.5'lu,
setlangkan peningkatankomunikasi teitulis sebcsar 5,3%)_
SARAN
Sarau yang dapat
diberikan ber-clasarkanhasii
penelitian tentang metodepembeLajaran
Coulttulic.ttire
Language Tcuchins(CL'f)
dengan rredia Kokarni untuk nrelringkatkan hasil belajar (la:n ca jil n1 Lni cu ti o ]ls/irl/ mahasisrva aclalah sebagai berikut :
1.
Pembelajalan dengan rnenggunakan metodeConnunicatite
Languoge Teaching(CLT)
clengan
nedia
Kokaml dapat
dijatlikansebagai
aiternatif
metode
pembelajatanyang
dapat
diguoakan
doscn
dalampembelajaran
di
kelas
karena
dapatmelrirgkatkan
Colulutlicattiotl
S/rr11 danhasil belajar
mdrasisrva-2.
PeIIu
penelltiarl
lebih laniut
tentangpenggunaan
lnetode
pembelajaran CLTdenpan
rncJia
hokrmi
pad.r
nrrreripelajararr
biologi yang lain
clerrgaltnre
npcr'barki
,neJian)a .ilill
t.rjuan pembelajaran dapat tercapai secara optirnal.3. Pellu
peningkatan ketnainpuan
bahasaJ8 Jurnal lhnialt IKJP Mataram
Vol. 1 - No. 2 ISSN:23 55 -6i 5 8
dengan
belajar
sebesar
(79,87 antar
lain
1+
lke
II
CLT
mated dengan tujuan
trahasa
kelas
Pendekatan
Praktek
(Edlsi RevisiV).
Winatapuradan
Rosita.
1994.Belajar
dan Jakarta: RinekaCipta.
Petnbelajaran. Jakarta: Depdikbud.Arsyad,
A.
2002. Media
Pembelajaran.
Wulandari,
Asih,
Tri.
2007.
pembelajaran maupundi
luar
kelasdemi
rneningkatkanCommltnicqtion
Skill dar
hasil
belajarmahasiswa.
DAFTAR RU.IUKAN
Arikunto,
S. 2002. Prosedttr Penelitinll SuatuJakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Brown,
H.
Douglas.
2001.
Teaching
byP rinciples.New Y ork: Addision Wesley Longman, Inc.
Colnmwlicatiye Language
Teaching.2\j1. http: /j usF&op/2007,09/commu n icative -language-teaching.html.Dhanna. 5.2007. Sekolah
Bertaraf
Dengan Media
Kokani
Terhatlap SociulSkll
SiswaKelas
VIll
SMP NegeriI0
Jember.h1lpl /digillb.unej . ac. id.
Slameto. 1995.
Belajar dan
Faktor-Faktorya
g
Mempenganhfuya.
Jakarta: Rineka Cipta.Berbasis
Masalah
(PBM)
disertatMedia
Kokani
untuk
Meningkatl@n Aktiyitas dan Hasil Belajar Fisika SiswaKelas VII SMP Negeri 2 Jember Tahun 2007/2008 (Pokok Bahasan Besaran
&
Penguktran).
Program
Studi
Fisika. Fakulta I(edosenan&
Ilmu Pendidikan: Unir,ersitas.lemheraspek aspek
aspek iebesar
belaj ar
afektif skiu)
b€laj ar o-
dai
skill
da
metode
(cl-r)
t€ntang dalam dapat
I
danInternosional.http.l/satriadharma-word
Yamin,
Moh.
2008.
penditlikan.press.Com/2007/09/1g/sekolah-beftaraf-
http://opinibebas. epajak. or.g/pendidikan. intemasional-quo-vadiz.
Yamin,
M.
2005. Strategi
Penbelaiartut Dikmenum. Tanpa Talrun.Bahn\o
lndottcsia.Berbasis
Konpeter-rr- Jakalta:
GaungPersada Press
Iserial onlinel. http://leadrghouse.dikmenum. go. id/dow
nJoad.php?fi lepath=l b-indo snru-0 1
-rev.doc.
Dirnyati dan
Mutljiono.
1999.
Belajor
lan
Pembelajaran. Jakalta: Rineka Cipta. Et]gkosrvar-a.
\998.
DttsctrDasar Metolologi
Pengojaratl. Jakaia: Bina Aksara.
Harini, D. 2005.
KeefuktiJan
Metade Pentbelajaran Berbasis Masolah (PBL) dengon MediaKokant
Terhatlap.Hasil
Belajar
Brblogl.Plogram
StudiPendidikan
Biologi.
FKIP:
Universitas Jember.Junaedi.
2007.
Kajian
Teo
tis
MengenaiKetjnpangan
Gender
fserial
online]. http://researchengines. ContO1 0TJunaidi 2.hthttp://r'esearcheninges.com/0 I 0TJun aidi2 hrmlKadit,
A.
2004.
Menguasai Bahasa InggrisMela
l
i Kokclni.
http://republika.co.id.Klamid,
L.
2008. Conmmicative
Language Te a c h in g.hW'. / I ediplus.or.idlartikel. php?mod=detail&a:444&t= 1.Marlis. 2008. Upaya Peningkatan Kennmpurot
Berbicard Sis\)a Pada PelajaranBahasa
lnggris.
http://marlissingkamk2. biogspot.com.
Nurkanca
&
SuDaltana. 1990. Evaluasi HasilB e laj ar.Stxabaya'. Usaha Nasional.
Richards, Jack
&
Nunan, David. 1990. SecondLartguage Teacher
Education.Camb
dge:CambridgeuniversityPrcss-Roestiyah,
C. 1991.
Strategi
Belajar Metl gojar.l
aka]F.a Rineka Cipta. Sandy. 2003.Efektiitas
Pen belaj.!ron Biologi