+
Pada bulan November 2016, Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,06 persen. Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, 78 kota IHK mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-77. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 2,86 persen dan inflasi terendah di Singkawang sebesar 0,05 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Bau-bau (-1,54 persen) dan deflasi terendah di Kendari (-0,22 persen).
Inflasi Kota Bengkulu November 2016 terjadi pada 4 kelompok pengeluaran, di mana kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalamii inflasi tertinggi sebesar 0,72 persen, selanjutnya diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,51 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,30 persen, dan terakhir kelompok sandang sebesar 0,02 persen. Sedangkan 3 kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan (-0,88 persen), kelompok kesehatan (-0,18 persen) dan bahan makanan (-0,08 persen).
Dengan inflasi 0,06 persen pada bulan November 2016 ini, maka inflasi tahun kalender (Januari 2016-November 2016 ) tercatat sebesar 4,85 persen, dan inflasi tahunan (year on year) 5,68 persen.
No.68/12/17/Th.XVIII, 1 Desember 2016
PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI,
NOVEMBER 2016
BULAN NOVEMBER 2016 KOTA BENGKULU MENGALAMI INFLASI
0,06 PERSEN
Perkembangan harga barang dan jasa di kota Bengkulu selama bulan November 2016 secara umum tercatat mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari naiknya nilai Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan November 2016 (IHK 2012 = 100) sebesar 0,06 persen, namun angka ini jauh lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,53 persen.
Gambar 1
Inflasi Kota Bengkulu Desember 2013 - November 2016
0,35 1,03 -0,24 0,04 -0,04 -0,59 0,38 2,92 0,67 0,73 0,39 2,11 3,03 -0,82 -1,46 0,19 0,55 0,38 0,89 1,38 1,99 -0,22 -0,52 0,09 0,79 0,67 -0,25 0,04 -0,84 0,88 1,35 1,74 0,52 0,07 0,53 0,06 -2 -1 0 1 2 3 4 Des Jan 2014
Feb Mar Apr May Jun Jul Ags Sept Okt Nov Des Jan 2015
Feb Mar Apr Mei Juni Juli Ags Sept Okt Nov des Jan 2016
perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalamii inflasi tertinggi sebesar 0,72 persen, selanjutnya diikuti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,51 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,30 persen, dan terakhir kelompok sandang sebesar 0,02 persen. Sedangkan 3 kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan (-0,88 persen), kelompok kesehatan (-0,18 persen) dan bahan makanan (-0,08 persen).
Berdasarkan perubahan harga yang terjadi pada setiap kelompok komoditi tersebut, masing-masing kelompok pengeluaran memberikan andil inflasi sebagai berikut, bahan perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar menyumbang inflasi tertinggi sebesar 0,1467 persen, selanjutnya diikuti makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,0830 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,0273 persen dan terakhir kelompok sandang sebesar 0,0006 persen.
Tabel 1
Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota Bengkulu Bulan November 2016 (IHK 2012 = 100)
*) Persentase perubahan IHK bulan November 2016 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan November 2016 terhadap IHK bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK bulan November 2016 terhadap IHK November 2015
Tabel 2
Perubahan Harga dan Andil Beberapa Komoditi Terhadap Inflasi Kota Bengkulu November 2016 (2012=100) No Komoditi Perubahan Harga (persen) Andil Inflasi (persen) No Komoditi Perubahan Harga (persen) Andil Inflasi (persen) 1 Cabai merah 10,6300 0,1875 1 Angkutan udara -4,95 -0,1847 2 Bahan bakar rumah tangga 4,8000 0,0652 2 Daging ayam ras -4,74 -0,0986 3 Rokok kretek filter 2,1038 0,0515 3 Tongkol/ambu-ambu -10,56 -0,026 4 Sewa rumah 1,6999 0,0444 4 Jeruk -2,6667 -0,0211 5 Bimbingan belajar 4,9694 0,0259 5 Dencis -3,14 -0,0189 6 Kontrak rumah 0,6999 0,0203 6 Telur ayam ras -1,9899 -0,0161 7 Kape-kape 4,6400 0,0176 7 Tulang sapi -7,2669 -0,0158 8 Daging sapi 2,6800 0,0145 8 Salak -9,9052 -0,0138 9 Sepeda motor 0,6494 0,0144 9 Jengkol -5,25 -0,0134 10 Bawang putih 2,6800 0,0133 10 Kentang -3,69 -0,0126
Inflasi yang terjadi pada bulan ini terutama disebabkan oleh naiknya harga cabe merah, bahan bakar rumah tangga, rokok kretek filter, sewa rumah, bimbingan belajar, kontrak rumah dan komoditi lainnya yang mengalami kenaikan harga.
Kelompok pengeluaran Desember IHK 2015 IHK November 2016 Andil Inflasi November 2016 Inflasi November 2016 *) Laju Inflasi Tahun Kalender**) Laju Inflasi Year on Year***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 128,60 134,84 0,0621 0,06 4,85 5,68 1.Bahan makanan 139,10 144,24 -0,0200 -0,08 3,70 5,62 2.Makanan Jadi, minuman, rokok dan tembakau 124,00 131,73 0,0830 0,51 6,23 6,51 3.Perumahan, air, listrik gas, dan bahan bakar 118,91 122,42 0,1467 0,72 2,95 3,00 4.Sandang 114,20 119,02 0,0006 0,02 4,22 4,47 5.Kesehatan 126,35 130,60 -0,0071 -0,18 3,36 3,61 6.Pendidikan, rekreasi dan olah raga 129,40 138,05 0,0273 0,30 6,68 6,64 7.Transpor, komunikasi dan jasa keuangan 136,75 146,40 -0,1684 -0,88 7,06 8,49
+
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1.
Kelompok Bahan Makanan
Pada bulan November 2016 kelompok bahan makanan mengalami deflasi sebesar -0,08 persen. Dari sebelas sub kelompok yang tergabung dalam kelompok ini, tujuh sub kelompok mengalami penurunan indeks. Deflasi kelompok bahan makanan terutama terjadi pada sub kelompok lemak dan minyak, padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya, telur susu dan hasil-hasilnya, sayur-sayuran, buah-buahan, ikan segar, daging dan hasil-hasilnya. Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan pada bulan ini memberi andil deflasi sebesar -0,0200 persen.
2.
Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan November 2016 mengalami inflasi 0,51 persen. Kenaikan indeks pada kelompok ini dipicu oleh naiknya harga rokok kretek filter, kopi manis, rokok putih, roti tawar, roti manis, soto, teh manis dan lain-lain. Secara keseluruhan kelompok bahan makanan memberikan andil inflasi sebesar 0,0830 persen.
3.
Kelompok Perumahan
,
Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Pada bulan November 2016, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi dengan besaran 0,72 persen. Kenaikan indeks terutama disebabkan oleh naiknya bahan bakar rumah tangga, sewa rumah, kontrak rumah, semen , meja kursi tamu, tempat tidur, tarif listrik dan lain-lain. Secara keseluruhan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar memberi andil inflasi sebesar 0,1467 persen.
4. Kelompok Sandang
Kelompok sandang pada bulan November 2016 mengalami inflasi sebesar 0,02 persen. Penyebab terjadinya inflasi pada kelompok ini adalah karena naiknya harga pembalut wanita, pakaian bayi dan kerudung/jilbab. Secara keseluruhan kelompok sandang memberikan andil inflasi sebesar 0,0006 persen.
5. Kelompok Kesehatan
Kelompok kesehatan pada bulan November 2016 mengalami deflasi sebesar -0,18 persen. Penyebab terjadinya deflasi pada kelompok ini adalah karena turunnya harga pasta gigi, hand body lotion, sabun mandi cair, dan shampo. Secara keseluruhan kelompok kesehatan memberikan andil inflasi sebesar -0,0071 persen.
6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga pada bulan November 2016 ini mengalami inflasi dengan besaran 0,30 persen. Inflasi terjadi pada kelompok ini karena adanya kenaikan pada biaya bimbingan belajar dan taman pendidikan Al Qur’an. Secara keseluruhan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga memberikan andil inflasi 0,0273 persen.
7. Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan November 2016 mengalami deflasi dengan besaran -0,88 persen. Terjadinya deflasi pada kelompok ini terutama disebabkan oleh turunnya
menyumbang inflasi sebesar -01684 persen.
PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN
Pada November 2016 Kota Bengkulu mengalami inflasi sebesar 0,06 persen, angka ini lebih rendah dibanding kondisi November 2015 yang mengalami inflasi 0,09 persen juga jauh lebih rendah dibanding bulan November 2014 yang sebesar 2,11 persen. Laju inflasi tahun kalender pada November 2016 sebesar 4,85 persen, jauh lebih tinggi dari November 2015 namun masih lebih rendah dari November 2014 yang masing-masing sebesar 2,44 persen dan 7,59 persen.Gambar2
Perbandingan Inflasi Kota Bengkulu Bulan November 2014-2015 (2012=100)
PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI SUMATERA
Dari 23 Kota di wilayah Sumatera yang dipantau tingkat inflasinya pada bulan November 2016
ini, semuanya mengalami inflasi. Dengan inflasi 0,06 persen, Bengkulu menempati urutan ke 23 atau kota dengan inflasi terendah untuk wilayah Sumatera. Sementara inflasi tertinggi terjadi di Pekan Baru dengan besaran 1,30 persen.
Tabel 3
Perbandingan Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Inflasi Kota-Kota di Sumatera November 2016 (2012=100) 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00 7,00 8,00
Inflasi November Laju Inflasi Tahun Kalender
Laju Inflasi Year on year 2,11 7,59 7,97 0,09 2,44 5,54 0,06 4,85 5,68 2014 2015 2016 K O T A November IHK 2016 Inflasi November 2016
K O T A IHK November 2016 November Inflasi 2016 [1] [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] 1 Pekan Baru 127,60 1,30 13 Palembang 124,13 0,57 2 Padang 133,39 1,13 14 Pangkal Pinang 130,85 0,56 3 Bukittinggi 127,01 1,07 15 Jambi 126,76 0,50 4 Sibolga 132,13 0,99 16 Lubuk Linggau 123,68 0,46 5 Batam 126,63 0,96 17 Bandar Lampung 126,42 0,43
6 Dumai 127,54 0,82 18 Lhokseumawe 122,19 0,33
7 Pematang Siantar 131,36 0,80 19 Tanjung Pinang 125,74 0,30 8 Padang Sidempuan 125,33 0,77 20 Tembilahan 129,87 0,17 9 Medan 132,72 0,74 21 Meulaboh 125,44 0,15 10 Tanjung Pandan 133,03 0,70 22 Banda Aceh 119,10 0,15 11 Bungo 124,49 0,64 23 Bengkulu 134,84 0,06
+
Gambar 3
Inflasi Kota-Kota di Sumatera Pada Bulan Oktober 2016 dan November 2016
PERBANDINGAN ANTAR KOTA DI INDONESIA
Berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 82 kota di Indonesia, 78 kota IHK mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Kota Bengkulu menempati urutan ke-77. Inflasi tertinggi terjadi di Manado sebesar 2,86 persen dan inflasi terendah di Singkawang sebesar 0,05 persen. Sedangkan kota
yang mengalami deflasi tertinggi adalah Bau-bau (-1,54 persen) dan deflasi terendah di Kendari (-0,22 persen). -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 M eul abo h B an da Ac eh Lh o kse um awe Si bo lg a P e m at an g Si an tar M eda n P ad an g S ide m pu an P ad an g B uk it ti ng gi Te m bi la h an P e kan B ar u D um ai B un go Jam b i P al em ba ng Lu bu k Li ng gau B en gk u lu B an da r La m pu ng M et ro Ta n ju n g P an d an P an gk al P ina ng B at am Ta n ju n g P in an g
Inflasi Nov-16 Inflasi Oct-16
Perbandingan Inflasi Antar Kota di Indonesia Bulan November 2016 (2012=100) -2,00 -1,50 -1,00 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00 Manado Tanjung Pekan baru Padang Bukittinggi Sibolga Maumere Batam Manokwari Merauke Dumai Pematang siantar Bekasi Singaraja Padang sidempuan Purwokerto Kupang Medan Tanjung pandan Kudus Sampit Bungo Bogor Gorontalo Metro Surakarta Bulukumba Palembang Tangerang Pangkal pinang Pare pare Palopo Cilacap Semarang Sumenep Kediri Bandung Madiun Jambi Cilegon Palu Ambon Probolinggo Lubuk linggau Mamuju Malang Bandar lampung Makassar Sukabumi Depok Tarakan Tegal Lhokseumawe Watampone Yogyakarta Serang Jember Tanjung pinang Cirebon Tasikmalaya Denpasar Samarinda Surabaya Ternate Banyuwangi Sorong Dki jakarta Mataram Bima Palangkaraya Tembilahan Meulaboh Banda aceh Balikpapan Banjarmasin Pontianak Bengkulu Singkawang Kendari Jayapura Tual Bau-bau
+
Tabel 4
Indeks Harga Konsumen (IHK), Inflasi dan laju Inflasi Kota Bengkulu Menurut Kelompok/Subkelompok Bulan November 2016 (IHK 2012 = 100)
Kelompok/Sub kelompok November IHK
2016 Inflasi November 2016 Inflasi Tahun Kalender Inflasi Y o Y (1) (2) (3) (4) (5) U M U M / T O T A L 134,84 0,06 4,85 5,68 I BAHAN MAKANAN 144,24 -0,08 3,70 5,62
Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 122,59 -0,25 -14,76 -13,75
Daging dan Hasil-hasilnya 144,48 -3,46 16,80 18,45
Ikan Segar 133,67 -1,33 13,52 11,85
Ikan Diawetkan 151,20 0,61 10,03 9,16
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 128,85 -0,69 -1,24 0,27
Sayur-sayuran 186,75 -0,75 5,40 2,60
Kacang - kacangan 115,63 0,16 -0,13 0,07
Buah - buahan 178,41 -1,28 3,91 5,39
Bumbu - bumbuan 175,72 6,57 14,82 32,98
Lemak dan Minyak 131,31 -0,18 17,27 17,27
Bahan Makanan Lainnya 139,09 0,09 2,22 2,22
II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 131,73 0,51 6,23 6,51
Makanan Jadi 130,48 0,17 4,16 4,17
Minuman yang Tidak Beralkohol 123,07 0,27 6,20 6,21
Tembakau dan Minuman Beralkohol 139,58 1,33 10,69 11,73
III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 122,42 0,72 2,95 3,00
Biaya Tempat Tinggal 118,99 0,55 1,94 1,88
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 137,92 1,38 6,09 6,44
Perlengkapan Rumahtangga 114,71 0,50 2,33 2,34 Penyelenggaraan Rumahtangga 116,72 0,17 2,25 2,48 IV SANDANG 119,02 0,02 4,22 4,47 Sandang Laki-laki 122,62 0,00 2,25 2,94 Sandang Wanita 124,42 0,51 3,80 4,26 Sandang Anak-anak 122,66 0,08 5,98 6,02
Barang Pribadi dan Sandang Lain 104,39 -0,76 5,97 5,40
V KESEHATAN 130,60 -0,18 3,36 3,61
Jasa Kesehatan 134,64 0,00 0,61 0,61
Obat-obatan 121,22 0,05 7,38 7,43
Jasa Perawatan Jasmani 147,78 0,00 2,10 2,10
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 128,83 -0,49 4,28 4,90
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 138,05 0,30 6,68 6,64
Pendidikan 152,14 0,00 8,60 8,60
Kursus-kursus / Pelatihan 127,60 4,34 8,60 8,60
Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 122,08 0,00 4,32 4,29
Rekreasi 110,18 0,00 0,61 0,36
Olahraga 126,83 0,00 -1,66 -1,66
VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 146,40 -0,88 7,06 8,49
Transpor 170,48 -1,22 8,99 11,06
Komunikasi Dan Pengiriman 100,66 0,03 0,64 0,64
Sarana dan Penunjang Transpor 121,58 0,00 5,44 5,48