• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. setiap hari, sehingga sering disebut harian (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. setiap hari, sehingga sering disebut harian (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada masa sekarang ini banyak sekali dijumpai media massa diantaranya surat kabar, tabloid, dan majalah yang memuat segala informasi. Tabloid dan majalah terbitnya tidak setiap hari, melainkan mingguan atau bulanan. Surat kabar itu terbit setiap hari, sehingga sering disebut harian (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2007:595). Ketika peneliti membaca surat kabar Kedaulatan Rakyat yang mempunyai rubrik “Hukum, Pendidikan, Opini, Olah Raga, Politik, dan Peristiwa” peneliti menemukan singkatan dan akronim yang belum memperhatikan pembentukan singkatan dan akronim.

Singkatan dan akronim memiliki bentuk yang beragam dan pola pembentukannya berupa pemendekan kata. Jika diamati, akan tampak bahwa sistem pemendekan kata-kata yang akan dibentuk menjadi singkatan dan akronim cukup beragam. Maka singkatan dan akronim yang dihasilkannya pun beragam pula. Keanekaragaman pola pembentukan singkatan dan akronim itu tidak menyangkut sistem pemendekan kata tetapi juga harus memperhitungkan berapa jumlah unsur yang diperlukan untuk membentuk singkatan dan akronim tersebut. Faktor-faktor yang membentuk singkatan dan akronim antara lain komposisi unsur-unsur singkatan, akronim yang dibentuk dengan menggabungkan huruf dengan huruf, huruf dengan suku kata, atau suku kata dengan suku kata.

Penggunaan singkatan dan akronim pada media massa harus mempertimbangkan apakah pembaca mengerti atau tidak tentang penggunaan

(2)

2

singkatan dan akronim dalam koran, media massa ataupun surat kabar. Namun pembaca atau masyarakat pada umumnya belum mengenal lebih dalam penggunaan singkatan dan akronim yang berasal dari bidang khusus. Oleh karena itu, penggunaan singkatan dan akronim perlu disertakan kepanjangannya dan untuk pemakaian selanjutnya penulis menjelaskan makna kata yang dibentuk berupa singkatan dan akronim. Dalam rubrik Hukum pada harian Kedaulatan Rakyat, Sabtu, 9 dan 26 Mei 2012 : hlm 13 dan 22, ditemukan beberapa singkatan dan akronim yang sudah menyertakan kepanjangannya, seperti singkatan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) dan akronim Pidsus (Pidana Khusus) sehingga pembaca akan lebih mudah memahami maksud dari singkatan dan akronim tersebut. Hal ini untuk menghindari kesalahpahaman pembaca agar tidak terjadi kekeliruan makna kata singkatan dan akronim.

Kebutuhan membaca dalam bahasa Indonesia didesak oleh pengucapan kata bidang teknis, seperti cabang-cabang ilmu, kepanduan angkatan bersenjata, nama-nama lembaga pemerintahan dan kemudian menjalar ke dalam bahasa sehari-hari sehingga terbentuk istilah-astilah baru dalam pengucapan yang seharusnya dilafalkan lebih panjang namun bisa lebih dipendekan dengan penyingkatan dan pengakroniman. Bentuk kependekan dalam bahasa Indonesia muncul supaya kebutuhan membaca menjadi lebih praktis dan cepat. Penggunaan singkatan dan akronim dalam media massa merupakan langkah positif dalam rangka penghematan tempat. Namun bahasa sebagai alat komunikasi yang lancar dari komunikator kepada komunikan harus tetap dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu dalam penggunaan singkatan dan akronim harus dipertimbangkan apakah pembaca mengerti atau tidak tentang penggunaan singkatan dan akronim dalam surat kabar. Jika penulisan singkatan dan akronim masih

(3)

3

baru atau muncul dari bidang khusus yang memungkinkan masyarakat umum belum mengenal, maka perlu disertakan kepanjangannya.

Pada saat peneliti membaca rubrik pendidikan dan hukum yang terdapat pada surat kabar Kedaulatan Rakyat tanggal 19 Mei 2012 : hlm 18 dan hlm 22, tampak adanya singkatan dan akronim yaitu PT, KPH, Peksiminas, dan Nopol. Beberapa singkatan dan akronim itu dapat menimbulkan kesulitan pada para pembaca sebab tidak disertai kepanjangannya. Kepanjangan dari singkatan dan akronim tersebut adalah PT (Perguruan Tinggi), KPH (Kawasan Penguasaan Hutan), dan akronim Peksiminas (Pekan Seni Mahasiswa Nasional), Nopol (Nomor Polisi).

Hal yang sama juga terdapat pada surat kabar Kedaulatan Rakyat tanggal 26 edisi Mei 2012: hlm 18. Saat peneliti membaca edisi itu terdapat bentuk–bentuk singkatan dan akronim yang belum disertakan kepanjangannya seperti Plt, UMKM, Satpol pp,dan Kapolrestabes. Kepanjangan dari singkatan dan akronim tersebut adalah (Pelaksana tugas), (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dan akronim Satpol pp (Satuan polisi pamong praja), kapolrestabes (Kepala Polisi Resort Kota Besar). Penulisan pada media massa atau surat kabar disarankan memberikan penjelasan terhadap bentuk-bentuk kepanjangannya sehingga pembaca tidak mengalami kesulitan dalam memahami singkatan dan akronim tersebut.

Peneliti memilih surat kabar Kedaulatan Rakyat karena secara kebetulan orang tua peneliti berlangganan surat kabar tersebut. Rubrik yang dijadikan sebagai bahan penelitian adalah rubrik “Hukum, Pendidikan, Opini, Olah Raga, Politik, dan Peristiwa”, sebab pada kalimat rubrik- rubrik tersebut terdapat banyak pemendekan kalimat, sehingga mudah di dapat. Surat Kabar Kedaulatan Rakyat menginformasikan

(4)

4

berita yang up tu date, dan mendukung program pendidikan bagi anak-anak remaja yang suka menulis dan mengarang.

Surat kabar Kedauatan Rakyat edisi Mei 2012 mempunyai rubrik “Hukum, Pendidikan, Olah Raga, politik, dan Peristiwa”. Keanekaragaman rubrik tersebut juga akan membawa keanekaragaman pada segi bahasa, misalnya rubrik “Pendidikan” banyak menyajikan bahasa-bahasa Kependidikan, dan rubrik “Opini” menyajikan bahasa- bahasa yang bersifat opini. Opini merupakan rubrik yang menyajikan suatu pendapat atau gagasan penulis yang akan disampaikan oleh khalayak umum. Keanekaragaman rubrik tersebut juga akan memunculkan singkatan dan akronim yang berbeda pula sesuai dengan bidang masing-masing. Peneliti mengkaji singkatan dan akronim pada surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2012 karena ditemukannya fenomena singkatan dan akronim pada surat kabar tersebut. Peneliti menemukan singkatan (BUMN, BMM, dan DIY) dan akronim (Puskesmas, Timnas, dan Baksos). Pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP terdapat materi tentang singkatan dan akronim. Kajian singkatan dan akronim pada surat kabar Kedaulatan Rakyat dapat digunakan sebagai contoh implementasi dari singkatan dan akronim.

Peneliti memberikan saran kepada guru bagaimana mengimplementasikan singkatan dan akronim pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Pembelajaran singkatan dan akronim ini dapat diterapkan pada materi menulis berita yang terdapat di SMP kelas VIII semester 2, yaitu pada Standar Kompetensi (12) “Mengungkapkan informasi dalam bentuk teks berita”, dengan Kompetensi Dasar yaitu (12.2) “Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas”. Indikatornya yaitu siswa mampu menyusun data pokok berita dan siswa mampu merangkai data pokok-pokok berita yang singkat, padat, dan jelas.

(5)

5

Dari fenomena- fenomena diatas, peneliti telah menemukan banyak singkatan dan pengakroniman dengan berbagai macam bentuk dari proses pembentukan huruf dan kata yang terdapat dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat. Dengan demikian penulis perlu mengkaji penelitian ini untuk mengetahui kebenaran adanya singkatan dan akronim yang terdapat dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2012 dan akan memberikan saran implementasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP untuk menambah pengetahuan pada peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Jenis singkatan apa sajakah yang terdapat dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2012 dan bagaimana proses pembentukannya?

2. Jenis akronim apa sajakah yang terdapat dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2012 dan bagaimana proses pembentukannya?

3. Bagaimanakah saran implementasi singkatan dan akronim dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian adalah:

1. Mendeskripsikan jenis dan proses pembentukan singkatan yang terdapat dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2012.

2. mendeskripsikan jenis dan proses pembentukan akronim yang terdapat dalam surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2012.

(6)

6

3. memberikan saran implementasi pembentukan singkatan dan akronim dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoretis

a. Dapat memberikan gambaran kepada pembaca mengenai pemakaian singkatan dan akronim pada surat kabar Kedaulatan Rakyat edisi Mei 2012.

b. Dapat menambah pengetahuan di bidang bahasa, khususnya dalam proses pembentukan singkatan dan akronim.

2. Manfaat Praktis

a. Penelitian ini dapat membantu peneliti lain yang akan meneliti jenis singkatan dan akronim serta proses pembentukannya dalam surat kabar.

b. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai sumber bahan pengajaran bahasa Indonesia, seperti yang telah ditentukan oleh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya yaitu (12) “Mengungkapkan informasi dalam bentuk teks berita” dan (12.2) “Menulis teks berita secara singkat, padat, dan jelas”.

c. Penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh siswa maupun mahasiswa sebagai referensi pembelajaran bahasa Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Bimbingan dan konseling keluarga oleh masyarakat Desa Kaduara barat dilaksanakan untuk membantu individu yang sedang berada dalam masa pertunangan agar kelak

Praktek klinik keperawatan gerontik merupakan penerapan tentang konsep dasar dan teori-teori terkait dengan gerontik dan melakukan asuhan keperawatan gerontik sesuai

Adanya penelitian ini, membuat peneliti dapat mengetahui sejauh mana pengaruh pelatihan metode Bobath lebih baik dari pada metode Feldenkrais untuk pasien pasca

Sehingga, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan imbangan hijauan dan konsentrat dalam ransum komplit terhadap konsumsi pakan, pertumbuhan

(3) Pemungutan Retribusi yang tidak menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan, sebagaimana dimaksud pada ayat (2), merupakan perbuatan melawan hukum

Pada saat melakukan penggalian, penggali sumur menggali tanah dengan peralatan yang masih manual seperti cangkul dan linggis setelah mencapai kedalaman beberapa meter

Berdasarkan hasil analisis data dapat diketahui bahwa dari 12 saham perusahaan yang dijadikan sampel, terdapat 2 saham yang masuk dalam kandidat portofolio optimal dengan model

This work discusses influences of Heidegger’s ontology and Nietzsche’s overman in the main character in Sartre’s The Flies since interpretations of this play are dominated either