• Tidak ada hasil yang ditemukan

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pembahasan Teks Narrative Melalui Metode Role Playing Pada Siswa SMP Islam Banda Aceh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pembahasan Teks Narrative Melalui Metode Role Playing Pada Siswa SMP Islam Banda Aceh"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

792

Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Pembahasan

Teks Narrative Melalui Metode Role Playing Pada Siswa

SMP Islam Banda Aceh

Mariani

Guru SMP Islam Banda Aceh Email : [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris pembahasan teks narrative Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus, setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan dan pada pertemuan ketiga setiap siklus dilaksanakan pengukuran hasil belajar melalui tes . Yang menjadi subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX SMP Islam Banda Aceh tahun pelajaran 2017/2018 sebanyak 31 siswa. Analisis data menggunakan teknik analisis diskriptif komparatif dengan membandingkan kondisi awal dengan hasil-hasil yang dicapai pada setiap siklus, dan analisis deskriptif kualitatif hasil observasi dengan membandingkan hasil observasi dan refleksi pada siklus I dan siklus 2. Dari hasil tes yang dilakukan setiap siklus terjadi peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan menggunakan metode role playing dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Yaitu sebanyak 42 % yaitu dari kondisi awal 35% (hasil tes pra siklus) menjadi 77% (hasil tes siklus terakhir) terhadap siswa SMP Islam Banda Aceh. Dengan demikian penelitian ini telah dianggap berhasil dan dapat dijadikan referansi pagi guru lain guna meningkatkan prestasi belajar siswa.

Kata Kunci : Metode, Role Playing, Bahasa Inggris

PENDAHULUAN

Keberhasilan proses belajar mengajar sangat ditentukan oleh kemampuan guru dalam memerankan sebagai pemimpin, fasilitator, dinamisator dan sekaligus sebagai pembantu. Dalam kutipan Menteri Pendidikan No. 84/1993 antara lain disebutkan bahwa wewenang guru adalah memilih dan menentukan metode kerja untuk mencapai hasil pendidikan yang optimal sesuai dengan kode etik guru. Seorang guru harus mampu menetukan strategi atau cara sehingga memiliki keyakinan dalam mendapatkan tujuan khusus dan tujuan umum proses belajar. Dari hasil pemantauan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar banyak permasalahan-permasalahan pada pembelajaran yang sering muncul antara lain kekurangan minat balajar, kurangnya minat belajar, siswa tidak dapat menguasai mata pelajaran apa yang kita harapkan tidak akan tercapai.

Berdasarkan hasil observasi awal yang penulis dapatkan pada siswa kelas IX di SMP Islam Banda Aceh adalah kesulitan belajar di dalam mempelajari pelajaran Bahasa Inggris, yaitu kurangnya memahami bagaimana cara membaca teks narative, dan bisa di

(2)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora November 2019 eISSN 2657- 0998

793 simpulkan bahwa pembelajaran yang dilaksanakan pada siswa belum maksimal, sehingga hasil belajar siswa tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dari pengamatan penulis siswa belum serius mengikuti pembelajaran dari guru, guru juga belum menggunakan cara-cara dan metode yang tepat, guru juga belum menggunakan strategi sesuai dengan indikator pembelajaran. Pembelajaran seperti itu mengakibatkan hasil belajar siswa rendah, rendahnya hasil belajar terindikasi dari siswa yang mencapai ketuntasan belajar diperkirakan sekitar 40% dan 60% siswa belum tuntas belajar.

Dari pengamatan penulis siswa belum serius mengikuti pembelajaran dari guru, guru juga belum menggunakan cara-cara dan metode yang tepat, guru juga belum menggunakan strategi yang sesuai dengan indikator pembelajaran, pembelajaran seperti itu berakibat hasil belajarnya rendah, rendahnya hasil belajar terindikasi bahwa nilai yang diperoleh siswa juga masih rendah. Siswa yang mencapai ketuntasan belajar diperkirakan sekitar 40 %, sehubungan dengan hal tersebut diatas, penulis memperhatikan siswa yang tuntas belajar hanya lebih kurang 40 % sedangkan 60% siswa belum tuntas belajar. Faktor utama yang menjadi permasalahan adalah kurangnya kreatifitas guru menggunakan metode dan strategi guna pencapaian indikator dan kompetensi dasar yang sesuai dengan yang diharapkan. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini merupakan upaya penulis untuk meningkatkan hasil belajar siswa sehingga ketuntasan hasil belajar siswa dapat meningkat. Peningkatan ketuntasan siswa diharapkan lebih baik dari awal ketuntasan belajar siswa 40% meningkat menjadi 70%.

Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulisan. Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 belajar bahasa diarahkan ke dalam empat subaspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan. Wibowo (2001:3) Bahasa adalah sistem simbol bunyi yang bermakna dan berartikulasi (dihasilkan oleh alat ucap) yang bersifat arbitrer dan konvensional, yang dipakai sebagai alat berkomunikasi oleh sekelompok manusia untuk melahirkan perasaan dan pikiran. Djarjowidjojo, (2003: 16) memberikan definisi bahasa adalah suatu sistem simbol lisan yang arbitrer yang dipakai oleh anggota suatu masyarakat bahasa untuk berkomunikasi dan berinteraksi antar sesamanya, berlandaskan pada budaya yang mereka miliki bersama. Pendapat lain dari Kridalaksana (2008: 24) mendefinisikan bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh suatu anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi dan untuk mengidentifikasikan diri.

Dalam kurikulum 2004 untuk SMP, disebutkan bahwa tujuan pemelajaran Bahasa Inggris secara umum meliputi: 1) siswa menghargai Bahasa Inggris sebagai bahasa persatuan (Internasional) dan bahasa negara; 2) siswa memahami Bahasa Inggris dari bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan; 3) siswa memiliki kemampuan Bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional,dan kematangan sosial; 4) siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis); 5)siswa mampu menikmati dan memanfaatkan bahasa inggris untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.

(3)

794

Untuk mencapai tujuan tersebut di atas, pembelajaran bahasa Inggris harus mengetahui prinsip-prinsip belajar bahasa yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajarannya, serta menjadikan aspek-aspek tersebut sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajarannya. Prinsip-prinsip belajar bahasa dapat disarikan sebagai berikut, siswa akan belajar bahasa dengan baik bila: 1) diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat; 2) diberi kesempatan berparstisipasi dalam penggunaan bahasa secara komunikatif dalam berbagai macam aktivitas; 3) bila ia secara sengaja memfokuskan pembelajarannya kepada bentuk, keterampilan, dan strategi untuk mendukung proses pemerolehan bahasa; 4) ia disebarkan dalam data sosiokultural dan pengalaman langsung dengan budaya menjadi bagian dari bahasa sasaran; 5) jika menyadari akan peran dan hakikat bahasa dan budaya; 6) jika diberi umpan balik yang tepat menyangkut kemajuan mereka; 7) jika diberi kesempatan untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri.

Sabri (2005:52) Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru pada saat pembelajaran, baik secara individual atau secara kelompok. Pada penelitian ini metode yang akan dibahas yakni metode bermain peran. Metode bermain peran juga biasa disebut dengan Role Playing. Pengertian bermain peran adalah salah satu bentuk pembelajaran, dimana peserta didik ikut terlibat aktif memainkan peran-peran tertentu. Menurut Komalasari role playing adalah suatu metode penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa, Komalasari (2011:80). Dapat disimpulkan bahwa Role Playing merupakan bagian dari kegiatan simulasi. Situasi keseluruhan disimulasikan dalam kelas, dan para pembelajarnya memerankan peran dalam situasi keseluruhan tersebut. Menurut Harmer (2007: 352), dalam Role Playing, peran dan bagaimana peran dilaksanakan telah dipersiapkan dan ditentukan.

Amato (2003:214) menambahkan bahwa melalui kegiatan role playing pembelajar dapat menggali kemampuan dirinya, memiliki rasa empati pada orang lain, dan menggunakan pengalaman pribadinya agar dapat melakukan tindakan-tindakan yang hebat. Role playing dapat meningkatkan kemampuan pembelajar memproduksi bahasa target, menguasai aspek-aspek komunikasi nonverbal, meningkatkan kemampuan kerja sama antar pembelajar, dan meningkatkan kecakapan ranah afektif. Shaftel & Shaftel (dalam Amato, 2003: 223) merancang suatu tahapan yang terdiri atas sebelas tahapan dalam melaksanakan kegiatan Role Playing, yaitu: (1) memperkenalkan topik kegiatan; (2) mendorong ketertarikan pebelajar, (3) menyajikan kosakata baru, (4) membaca cerita yang secara jelas menuju pada suatu permasalahan, (5) menghentikan cerita pada saat klimaks, (6) mendiskusikan dilema yang ada, (7) memilih pembelajar memainkan peran, (8) mempersiapkan pembelajar yang lain untuk menyimak dan selanjutnya memberikan nasihat, (9) memerankan cerita yang tersisa, (10) mendiskusikan jalan keluar alternatif yang berhubungan dengan permasalahan, dan (11) memerankan kembali cerita menggunakan strategi baru bila diperlukan. Melalui metode pembelajaran role playing diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pembahsan teks arrative.

(4)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora November 2019 eISSN 2657- 0998

795

METODE PENELITIAN

Penelitian tindakan kelas ini penulis laksanakan di SMP Islam Banda Aceh tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini laksanakan selama dalam kurun waktu 3 bulan sejak Maret sampai dengan Juni 2017semester II tahun pembelajaran 2017/2018. Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa-siswi kelas IX SMP Islam Banda Aceh sebanyak 31orang yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Sumber data penelitian tindakan kelas ini diperoleh dari siswa kelas IX SMP Islam Banda Aceh, guru atau teman sejawat sebagai kolabotor atau observer dalam melaksanakan penelitian ini dan dari pihak lain yang terkait (kepala sekolah, guru kelas).

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Pra siklus

Pada pelaksanaan pembelajaran sebelum penelitian berjalan atau prasiklus pembelajaran pada mata pelajaran pendidikan Bahasa Inggris masih rendah, rendahnya hasil belajar dapat berdampak pada rendahnya nilai yang dimiliki siswa sehingga berpengaruh pada pencapaian KKM. Hasil tes siswa diketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar diperkirakan sekitar 40%, sedangkan 60% siswa lagi belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Hasil tes pra siklus dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 1. Rekapan Hasil Belajar Siswa Pra Siklu

No Hasil (angka) Hasil (huruf) Arti Lambang Jumlah Siswa Persentase (%)

1 86 – 100 A Sangat baik 0 0 2 71 – 85 B Baik 0 0 3 56 – 70 C Cukup 13 42 4 41 – 55 D Kurang 18 58 5 < 40 E Sangat kurang 0 0 Jumlah 31 100 %

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa yang jumlah yang mendapat nilai sangat baik (86-100) adalah tidak ada (0%), yang mendapat nilai baik (75-85) tidak ada (0%), yang mendapat nilai cukup (56-70) berjumlah 13 orang (42%), yang mendapat nilai kurang (41-55) berjumlah 18 orang (58 %) dan siswa yang mendapat nilai sangat kurang (< 40) tidak ada (0%).

Tabel 2. Ketuntasan Belajar Siswa Pra Siklus

No Ketuntasan KKM 68

Jumlah Persentase (%)

1 Tuntas 11 35

2 Tidak tuntas 20 65

Jumlah 31 100

Berdasarkan tabel 2 di atas penulis dapat didiskripsikan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa masih sangat jauh dari KKM minimal yang direncanakan yaitu

(5)

796

siswa yang tuntas belajar berjumlah 11 orang atau 35 % dari 31 jumlah siswa keseluruhan sedangkan yang tidak tuntas berjumlah 20 siswa atau 61% .

Tabel 3. Rata-rata Hasil Tes Pra siklus

No Keterangan Nilai

1 Nilai tertinggi 75

2 Nilai Terendah 50

3 Nilai Rata-rata 61

Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi adalah 75, dan nilai terendah adalah 50, sedangkan nilai rata-rata siswa adalah 65.

Siklus I (Pertama) Perencanaan Tindakan

Perencanaan yang penulis buat pada siklus I yaitu: 1) menyusun silabus; 2) membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); 3) membuat Lembar Kerja Siswa (LKS); 4) membuat instrmen soal; 5) membuat lembar observasi dan 6) memilih bahan ajar yang sesuai.

Pelaksanaan Tindakan

Pada pelaksanaan kegiatan ini, penulis melakukannya sesuai dengan standar proses (PerMendiknas No.14/2007), disamping itu penulis juga sudah mendesain atau merancang pembelajaran ini dengan menggunakan metode demonstrasi. Langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan adalah: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Observasi

Pelaksanaaan observasi dilakukan oleh teman sejawat selaku pengamat terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh penulis dan terhadap aktifitas siswa didalam mengikuti proses pembelajaran. Pada pertemuan menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan skenario atau rencana, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki antara lain : 1) Guru belum maksimal membimbing siswa dalam membuat kesimpulan; 2) Guru masih kurang dalam memberi motivasi bagi siswa; 3) Guru melakukan penilaian belum maksimal; 4) Pengelolaan waktu belum efektif; 5) Dalam memberikan penguatan guru masih kurang; 6) Dalam menerapkan role playing dalam pembelajaran Bahasa Inggris belum optimal sehingga kelas tidak dapat terkontrol. Berikut adalah hasil belajar siswa pada siklus 1.

(6)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora November 2019 eISSN 2657- 0998

797 Tabel 4. Rekapan Hasil Belajar Siswa Siklus

No Hasil (angka) Hasil (hurup) Arti Lambang Jumlah Siswa Persentase (%)

1 86 – 100 A Sangat baik 0 0 2 71 – 85 B Baik 6 19 3 56 – 70 C Cukup 19 61 4 41 – 55 D Kurang 6 19 5 < 40 E Sangat kurang 0 0 Jumlah 31 100%

Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa yang jumlah yang mendapat nilai sangat baik (86-100) adalah tidak ada (0 %), yang mendapat nilai baik (75-85) berjumlah 6orang (19%), yang mendapat nilai cukup (56-70) berjumlah 19 orang (61%), yang mendapat nilai kurang (41-55) berjumlah 6 orang (19%) dan siswa yang mendapat nilai sangat kurang (< 40) tidak ada (0%).

Tabel 5. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus I

No Ketuntasan KKM 68

Jumlah Persentase (%)

1 Tuntas 15 48

2 Tidak tuntas 16 52

Jumlah 31 100

Berdasarkan tabel di atas dapat dijelaskan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa sudah mulai meningkat yaitu siswa yang tuntas belajar menjadi 15 siswa (48%) dari 31 jumlah siswa keseluruhan sedangkan yang tidak tuntas berjumlah 16 siswa (52%).

Tabel 6. Rata-rata Hasil Tes siklus I

No Keterangan Nilai

1 Nilai tertinggi 80

2 Nilai Terendah 50

3 Nilai Rata-rata 65

Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi adalah 80, dan nilai terendah adalah 50, sedangkan nilai rata-rata siswa adalah 65.

Refleksi

Guru peneliti bersama dengan guru kolaborasi membahas tindakan yang harus diperbaiki dan tindakan yang dipertahankan pada proses belajar mengajar siklus II. Pada dasarnya pembelajaran yang dilakukan oleh sudah berada diangka cukup dan masih harus ditingkatkan lagi dengan: 1) memotivasi siswa agar lebih lagi aktif belajar; 2) membimbing siswa mengerjakan tugas; 3) membimbing siswa membuat kesimpulan; 4) memberikan penguatan diakhir pembelajaran; 5) Penguasaan metode pembelajaran harus ditingkatkan lagi.

(7)

798

Siklus II (Kedua)

Perencanaan Tindakan

Perencanaan yang penulis buat pada siklus II yaitu:1) menyusun silabus; 2) membuat RPP; 3) membuat LKS, 4) membuat instrmen soal; 5) membuat lembar obsevasi; dan 6) memilih bahan ajar yang sesuai.

Pelaksanaan Tindakan

Berikut langkah-langkah pembelajaran yang dilakukan: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.

Observasi

Pelaksanaaan observasi dilakukan oleh teman sejawat selaku pengamat terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan oleh penulis dan terhadap aktifitas siswa didalam mengikuti proses pembelajaran. Pada pertemuan menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan skenario atau rencana, akan tetapi ada beberapa hal yang perlu diperbaiki antara lain: 1) Guru dalam menyampaikan tujuan pembelajaran harus dilakukan dengan lebih jelas kepada siswa. 2) Membimbing siswa membuat kesimpulan; 3) Memotivasi siswa yang tidak aktif dalam proses belajar mengajar dengan cara mendekati tempat duduk siswa untuk melihat aktivitas siswa lebih dekat; 4) Guru harus lebih aktif membimbing siswa dalam mengerjakan tugas; 5) Tindakan yang direncanakan dapat dilaksanakan tetapi belum maksimal. Berikut hasil belajar siswa pada pertemuan I Siklus II.

Tabel 7. Rekapan Hasil Belajar Siswa Siklus II No Hasil (angka) Hasil

(huruf) Arti Lambang Jumlah Siswa

Persentase (%) 1 86 – 100 A Sangat baik 7 23 2 71 – 85 B Baik 6 19 3 56 – 70 C Cukup 18 58 4 41 – 55 D Kurang 0 0 5 < 40 E Sangat kurang 0 0 Jumlah 31 100%

Berdasarkan tabel menunjukkan bahwa yang jumlah yang mendapat nilai sangat baik (86-100) berjumlah 7 orang (23%), yang mendapat nilai baik (75-85) berjumlah 6 orang (19%), yang mendapat nilai cukup (56-70) berjumlah 18 orang (58%), yang mendapat nilai kurang (41-55) tidak ada lagi (0%) dan siswa yang mendapat nilai sangat kurang (< 40) tidak ada (0%).

Tabel 8. Ketuntasan Belajar Siswa Siklus II

No Ketuntasan KKM 68

Jumlah Persentase (%)

1 Tuntas 24 77

2 Tidak tuntas 7 23

(8)

Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora November 2019 eISSN 2657- 0998

799 Berdasarkan table di atas dapat dijelaskan bahwa persentase ketuntasan belajar siswa sudah mulai meningkat yaitu siswa yang tuntas belajar meningkat menjadi 24 siswa (77%) dari 31 jumlah siswa keseluruhan sedangkan yang tidak tuntas berjumlah 7 siswa (23%)

Tabel 9. Rata-rata Hasil Tes siklus II

No Keterangan Nilai

1 Nilai tertinggi 90

2 Nilai Terendah 60

3 Nilai Rata-rata 75

Berdasarkan table diatas menunjukkan bahwa nilai tertinggi adalah 90, dan nilai terendah adalah 60, sedangkan nilai rata-rata siswa adalah 75.

Refleksi

Setelah siklus II selesai dilaksanakan beserta penilaian terhadap hasil belajar siswa, diketahui bahwa pada dasarnya pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah baik, semua aspek PBM yang dilakukan oleh guru sudah maksimal. Terlihat dari perubahan sikap siswa kerah yang positif dari tidak memperhatikan guru menjadi memperhatikan guru, dari suka menggangu teman menjadi tidak. Siswa juga sangat semangat ketika disuruh dalam praktek membaca yang lebih di fokus dalam melakukan praktek membaca teks narative. Hal ini merupakan hasil dari penerapan metode role playing, selain itu terjadi peningkatan juga pada hasil belajar siswa yaitu ketuntasan belajar siswa meningkat dari 48% (siklus I) menjadi 77%Berarti terjadi peningkatan sebesar 29% dari siklus I.

PENUTUP Simpulan

Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa sehingga dalam penggunaan metode ini akan lebih cepat ditangkap oleh siswa.

1. Dengan penggunaan metode role playing bisa menjadi salah satu acuan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya dalam materi teks narative

2. Dengan menggunakan metode role playing dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa sebanyak 42 % yaitu dari kondisi awal 35% (hasil tes pra siklus) menjadi 77% ( hasil tes siklus terakhir)

DAFTAR PUSTAKA

Amato. P.R. 2003. Making It Happen From Interactive to Parricipatory Language Teaching: Theory and Practice. USA: Longman.

Darjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikolinguistik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Harmer, Jeremy. (2007). The Practice of English Language Teaching (4th ed). New York: Pearson Longman.

(9)

800

Krisdalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Wibowo, Wahyu. 2001. Manajemen Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sabri, Ahmad. 2005. Strategi Belajar Mengajar Micro Teaching. Jakarta: PT. Ciputat Press.

Gambar

Tabel 1. Rekapan Hasil  Belajar Siswa Pra Siklu
Tabel 3. Rata-rata Hasil Tes Pra siklus
Tabel 6. Rata-rata Hasil Tes siklus I
Tabel 7. Rekapan Hasil  Belajar Siswa Siklus II  No  Hasil (angka)  Hasil

Referensi

Dokumen terkait

Penulis sangat bersyukur dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Implementasi Model Pembelajaran Bermain Peran (Role Playing) dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa

Mengetahui peningkatan keberanian berbicara siswa dalam belajar Bahasa Indonesia melalui pembelajaran tematik dengan role playing pada siswa kelas. 1 semester 1 SD

Indikator yang ingin dicapai adalah melalui penerapan pembelajaran tematik dengan metode bermain peran ( role playing ) dapat meningkatkan keberanian berbicara

Tindakan yang dilakukan pada siklus I dilaksanakan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat pada tahap perencanaan. Dari awal pelaksanaan tindakan sudah

Dalam penelitian ini penulis akan melaksanakan suatu pembelajaran yang berkaitan dengan kondisi yang telah penulis amati selama melakukan penelitian atau observasi

Tindakan yang dilakukan pada siklus I dilaksanakan berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat pada tahap perencanaan. Dari awal pelaksanaan tindakan sudah

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.

dfLAPORAN PELAKSANAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PKM) Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PDGK 4209) S1 PGSD Universitas Terbuka DISUSUN OLEH : NAMA : .....................NIM : .....................SEMESTER: IV (EMPAT) UPBJJ : UT PANGKAL PINANG POKJAR : MUNTOK MASA REGISTRASI : 2015.1 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH UNIVERSITAS TERBUKA PANGKAL PINANG TAHUN 2015 2 / 9 ii LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PELAKSNAAN PRAKTEK PEMANTAPAN KEMAMPUAN MENGAJAR (PDGK 4209) Oleh ..................... telah diketahui dan disahkan oleh Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok sebagai salah satu tugas akhir semester IV (Empat). Tempat : Muntok Hari : Minggu Tanggal : Mei 2015 Pembimbing Mahasiswa Sarbudiono, S.Pd ..................... NIP. 19680528 199103 1 005 NIM. ..................... 3 / 9 iii KATA PENGANTAR Alhamdullilah, segala puji syukur atas kehadirat Allah SWT dan atas berkat rahmat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga akhirnya penulis dapat menyelesaikan laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini dengan baik. Melalui mata kuliah ini, penulis berlatih untuk menerapkan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam kegiatan merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran, sehingga penulis dapat mengoreksi diri agar menjadi seorang guru yang profesional. Penyusunan laporan tugas akhir semester IV ini tentu tidak lepas dari bimbingan dan arahan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan ini, diantaranya : 1.Bapak Drs. Syarif Fadillah, M.Si, selaku kepala UPBJJ UT Pangkal Pinang; 2.Bapak Hermansyah selaku pengelolah UT pangkal Pinang Pokjar Muntok; 3.Bapak Sarbudiono, S.Pd selaku Pembimbing Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Mengajar di UPBJJ UT Pangkal Pinang Pokjar Muntok; 4.Bapak Mulkan selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Jebus; 5.Bapak Sarmin selaku Kepala sekolah Dasar Negeri 5 Simpang Teritip; 6.Bapak Jhoni Darma Putra, S.Pd.SD selaku Kepala Sekolah Dasar Negeri 6 Parittiga; 7.Bapak Parjana, S.Pd.SD selaku Supervisor 2 yang telah banyak membantu penulis dalam melaksanakan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar; 8.Kedua orang tua dan teman Mahasiswa yang telah memberi bantuan baik moral, maupun materi dan juga semua pihak yang telah banyak membantu dalam pembuatan laporan ini. Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan walaupun penulis telah bekerja dengan maksimal. Maka dari itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna perbaikan, selanjutnya penulis berharap Laporan pelaksanaan praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar ini akan memberi manfaat bagi pembaca, dan semua pihak yang berkepentingan. Muntok, Mei 2015 Penulis, 4 / 9 iv DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... i LEMBAR PENGESAHAN ......................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI ........................................................................................ iv BAB I. PENDAHULUAN......................................................................1 A.Latar Belakang ...........................................................................1 B.Deskripsi Profil Mahasiswa .............................................................2 BAB II. PELAKSANAAN PKM.......................................................................... 3 A.Manfaat Mengikuti PKM ...............................................................3 B.Tempat Pelaksanaan PKM ..............................................................3 C.Waktu Pelaksanaan PKM ...............................................................3 BAB III. ULASAN PROSES SELAMA PELAKSANAAN PKM .....................5 A.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Eksakta ........................5 B.Temuan Dalam Praktek Mengajar Mata Pelajaran Non Eksakta ..................5 BAB IV. PENUTUP.............................................................................6 A.Kesimpulan ................................................................................. 6 B.Saran ......................................................................................... LAMPIRAN ............................................................................................. oLembar Kelengkapan Berkas Laporan Praktek PKM ...............................oSurat Rekomendasi Kepaka Sekolah ...................................................oSurat Kesediaan Teman Sejawat .......................................................o10 (Sepuluh) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ...................................... o3 (Tiga) APKG 1 dan APKG 2 .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Refleksi .........................................................o10 (Sepuluh) Lembar Observasi .......................................................oJurnal Pembimbingan .................................................................... 5 / 9 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Mengajar pada hakekatnya ialah membelajarkan siswa, dalam arti mendorong dan membimbing siswa belajar. Membelajarkan siswa mengandung maksud agar guru berupaya mengaktifkan siswa belajar. Dengan demikian, di dalam proses pembelajaran guru menggunakan berbagai strategi dan media semata-mata supaya siswa belajar (Sri Anitah W, dkk, 2009:1.3). Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama adalah mendidik, mengajar, membimbing, melatih, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Ketegasan di atas menjelaskan bahwa guru harus memiliki sikap keprofesionalisme yang harus dimiliki. Profesional sendiri adalah suatu pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemampuan Mengajar (PKM) yang telah dilaksanakan, diharapkan memperoleh pengetahuan dan pengalaman dan untuk mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan Pemantapan Kemammpuan Mengajar (PKM) maka perlu disusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan tersebut guna dijadikan acuan untuk pelaksanaan pembelajaran lebih baik. Kegiatan Praktek Pemantapan Kemampuan Mengajar dilaksanakan di SD Negeri 4 Jebus yang beralamat di Desa Limbung, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat. SD Negeri 4 Jebus dikepalai oleh bapak Mulkan memiliki 7 tenaga pendidik dan 2 tenaga kependidikan. Sekolah ini memiliki 6 rombel dengan jumlah siswa 108 orang yang kebanyakan merupakan penduduk setempat.