• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PENDAHULUAN KISTA OVARIUM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PENDAHULUAN KISTA OVARIUM"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PENDAHULUAN KISTA OVARIUM

A. Pengertian

Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan / abnormal pada ovarium yang membentuk seperti kantong (Sylvia, 2000).

Kista ovarium adalah kantung kecil berisi cairan yang berkembang dalam ovarium (indung telur wanita ) wanita. Kebanyakan kista tidak berbahaya. Namun beberapa dapat menimbulkan masalah mulai dari nyeri haid, kista pecah, pendarahan hingga penyakit serius, seperti : terlilitnya batang ovarium, gangguan kehamilan infertilitas hingga kangker endometrium (Murah, 1999).

Jenis-Jenis Kista Ovarium

a) Kista Corpus Luteum:

Jenis ini, adalah yang paling umum terjadi, biasanya tidak ada gejala dan dapat berukuran 2-6 cm diameternya. Pada saat telur keluar dari ovarium ke rahim, maka folikel dapat terkunci dan terisi darah ataupun cairan. Inilah yang membentuk kista jenis ini. Bilamana ukurannya membesar dan menyebabkan batang ovarium terlilit (twisted), dapat menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, dan memerlukan tindakan operasi.

b) Kista hemorrhagic:

Yaitu timbulnya perdarahan dalam kista fungsional. Gejalanya biasanya kram perut.

c) Kista dermoid:

Jenis ini biasanya menyerang wanita berusia lebih muda dan dapat tumbuh besar (15 cm) dan berisi tidak hanya cairan, tapi juga lemak, rambut, jaringan tulang ataupun tulang rawan. Jenis ini dapat meradang dan menyebabkan posisi tuba fallopi terlilit (torted/twisted).

d) Kista Endometrium:

Disebut juga endometriosis. Jenis ini terjadi ketika jaringan lapisan rahim (endometrial) hadir dalam ovarium wanita. Biasanya berisi darah kecoklatan, dan ukurannya berkisar antara 2 cm hingga 20 cm. Karakteristiknya: menyerang wanita usia reproduksi, menimbulkan sakit nyeri haid yang luar biasa, dan

(2)

mengganggu kesuburan (fertilitas). e) Kistadenoma:

Yaitu bila tumor terbentuk dari jaringan ovarium. Tumor jenis ini biasanya berisi cairan dan dapat berukuran sangat besar, bahkan hingga 30cm atau lebih diameternya.

f) Polycystic-appearing ovary:

Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon endokrin.

g) Polycystic-appearing ovary:

Yaitu suatu kondisi dimana kista-kista kecil terbentuk disekeliling luar ovarium. Kondisi ini bisa terjadi pada wanita normal, maupun pada wanita yang mengalami gangguan hormon endokrin.

h) Sindrom Polisistik Ovari (Polycystic Ovarian Syndrom - PCOS):

PCOS adalah kondisi dimana ditemukan banyak kista dalam ovarium. Hal ini terjadi karena ovarium memproduksi hormone androgen secara berlebihan, dan bisa terjadi karena faktor genetic (diturunkan).

PCOS dapat memiliki gejala seperti: bulu lebat tumbuh, wajah berjerawat, ataupun gangguan siklus haid. Komplikasinya dapat berupa meningkatnya resiko penyakit jantung, kolesterol, Diabetes Mellitus tipe 2 maupun tekanan darah tinggi sebagai akibat resistansi insulin. Selain itu juga dapat meningkatkan resiko kanker endometrium bila jarak antar periode haid > 60 hari.

Penyakit PCOS ini, juga seringkali diasosiasikan dengan infertilitas, meningkatnya resiko keguguran & komplikasi kehamilan, dan perdarahan di luar siklus haid.

Penyebab Kista Ovarium

Beberapa faktor resiko berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang biasanya memiliki:

1. Riwayat kista ovarium terdahulu 2. Siklus haid tidak teratur

3. Perut buncit

4. Menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda) 5. Sulit hamil

6. Penderita hipotiroid

(3)

B. Patofisiologi

Kista Ovarium

Fungsi ovarium yang normal tergantung kepada sejumlah hormone dan kegagalan pembentukan salah satu hormone tersebut bisa mempengaruhi fungsi ovarium. Ovarium tidak akan berfungsi secara normal jika tubuh wanita tidak menghasilkan hormone

hipofisa dalam jumlah yang tepat. Fungsi ovarium yang abnormal kadang menyebabkan

penimbunan folikel yang terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium. Folikel tersebut gagal mengalami pematangan dan gagal melepaskan sel telur, terbentuk secara tidak sempurna di dalam ovarium karena itu terbentuk kista di dalam ovarium. Setiap hari, ovarium normal akan membentuk beberapa kista kecil yang disebut Folikel de

Graff. Pada pertengahan siklus, folikel dominan dengan diameter lebih dari 2.8 cm akan

melepaskan oosit mature. Folikel yang rupture akan menjadi korpus luteum, yang pada saat matang memiliki struktur 1,5 – 2 cm dengan kista ditengah-tengah. Bila tidak terjadi fertilisasi pada oosit, korpus luteum akan mengalami fibrosis dan pengerutan secara progresif. Namun bila terjadi fertilisasi, korpus luteum mula-mula akan membesar kemudian secara gradual akan mengecil selama kehamilan.Kista ovari yang berasal dari proses ovulasi normal disebut kista fungsional dan selalu jinak. Kista dapat berupa kista folikular dan luteal yang kadang-kadang disebut kista theca-lutein. Kista tersebut dapat distimulasi oleh gonadotropin, termasuk FSH dan HCG. Kista fungsional multiple dapat terbentuk karena stimulasi gonadotropin atau sensitivitas terhadap gonadotropin yang berlebih. Kista folikel dan luteal, kelainan yang tidak berbahaya ini berasal dari folikel graaf yang tidak pecah atau folikel yang sudah pecah dan segera menutup kembali. Kista demikian seringnya adalah multipel dan timbul langsung di bawah lapisan serosa yang menutupi ovarium, biasanya kecil, dengan diameter 1- 1,5 cm dan berisi cairan serosa yang bening, tetapi ada kalanya penimbunan cairan cukup banyak, sampai mencapai diameter 4-5 cm, sehingga teraba massa dan menimbulkan sakit pada daerah pelvis. Pada

neoplasia tropoblastik gestasional (hydatidiform mole dan choriocarcinoma) dan

kadang-kadang pada kehamilan multiple dengan diabetes, HCg menyebabkan kondisi yang disebut hiperreaktif lutein. Pasien dalam terapi infertilitas, induksi ovulasi dengan menggunakan gonadotropin (FSH dan LH) atau terkadang clomiphene citrate, dapat menyebabkan sindrom hiperstimulasi ovari, terutama bila disertai dengan pemberian HCG.Kista neoplasia dapat tumbuh dari proliferasi sel yang berlebih dan tidak terkontrol dalam ovarium serta dapat bersifat ganas atau jinak. Neoplasia yang ganas dapat berasal dari semua jenis sel dan jaringan ovarium. Sejauh ini, keganasan paling sering berasal dari epitel permukaan (mesotelium) dan sebagian besar lesi kistik parsial. Jenis kista jinak yang serupa dengan keganasan ini adalah kistadenoma serosa dan mucinous. Tumor ovari ganas yang lain dapat terdiri dari area kistik, termasuk jenis ini adalah tumor sel granulosa dari sex cord sel dan germ cel tumor dari germ sel primordial. Teratoma berasal dari tumor germ sel yang berisi elemen dari 3 lapisan germinal embrional;

(4)

ektodermal, endodermal, dan mesodermal. C. Manifestasi Klinis

Gejala dan Diagnosa Kista Ovarium

Kista ovarium biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak sengaja terdeteksi melalui USG saat pemeriksaan rutin kandungan. Namun, beberapa orang dapat mengalami gejala ini:

1. Kram perut bawah atau nyeri panggul yang timbul tenggelam dan tiba-tiba menusuk 2. Siklus haid tidak teratur

3. Perut bawah sering terasa penuh atau tertekan

4. Nyeri haid yang luar biasa, bahkan terasa hingga ke pinggang belakang 5. Nyeri panggul setelah olahraga intensif atau senggama

6. Sakit atau tekanan yang menyertai saat berkemih atau bab 7. Mual dan muntah

8. Rasa nyeri atau keluarnya flek darah dari vagina

D. Patofisiologi Nursing Pathway

Tumor Ovarium/ Kista Ovarium

M u n c u l G e j a l a - G e j a l a

Akibat komplikasi

Akibat perubahan hormonal Akibat pertumbuhan

Aminorea (Arhenoblastoma) Hiperminorea (sel granulosa) Penekanan Daerah sekitar

(5)

Infeksi pd tumor

2.

Putaran tangkai(nyer) 3.

Hiperminorea (sel granulosa) siklus haid tidak teratur

Gangguan miksi( BAK )

Gangguan konstipasi(BAB) Perdarahan lokal

Robek Dinding kista Mual muntah Disminore hebat

Nyeri panggul

Udema pada tungkai

Rasa nyeri atau keluarnya darah dari vagina

Perut bawah terasa tertekan

PELAKSANAAN PROGRAM TERAPI

OPERASI RADIUM

MEDIKAMENTOSA

Pre oprasi

(6)

Kurangnya pengetahuan Gangguan rasa nyaman (nyeri) Masalah Yang Mungkin Muncul

1. Kecemasan 2. Nyeri

3. Resiko infeksi 4. Resiko bahaya radiasi

Gangguan BAB/BAK Resiko infeksi

kecemasan kecemasan

(7)

E. Pemeriksaan Diagnostic

1. Pemerikasaan pelvis mendeteksi pembesaran uterus

2. USG abdominal dan transvaginal dapat membantu menegakkan dugaan klinis 3. Aspirat endoservikal menunjukan sel abnormal.

4. Biopsi endometrial.

5. Dilatasi dan kuretase merupakan alat diagnostik yang paling akurat.

6. Pemeriksaan tambahan meliputi pemeriksaan metastatik (sinar X dan sitoskopi). F. Penatalaksanaan Medis

Tidak semua mioma uteri memerlukan pengobatan bedah, 55 % dari semua mioma uteri tidak membutuhkan pengobatan dalam bentuk apa pun, terutama apabila mioma itu masih kecil dan tidak menimbulkan gangguan atau keluhan. Pemberian GnRHa (buseriline acetate) selam 16 minggu pada mioma uteri menghasilkan degenerasi hialin di miometrium hingga uterus dalam keseluruhannya menjadi lebih kecil.

Pengobatan operatif. Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma saja tanpa pengangkatan uterus, hal ini dapat dikerjakan pada mioma sub mukosum pada myom geburt dengan cara ektirvasi pada vagina. 25 – 35 % memerlukan histerektomi (per abdominal atau per vaginam) tindakan ini dilakukan dengan alasan mencegah akan timbulnya karsinoma servisis uteri. Penanganan operatif ini dilakukan bila ukuran tumor lebih besar dari ukuran uterus , pertumbuhan tumor cepat, bila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya, penekanan pada jaringan sekitarnya

Radioterapi. Tindakan ini bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita mengalami menopause. Tindakan ini dilakukan jika tidak ada keganasan pada uterus. Penanganan konservatif dilakukan bila mioma yang kecil pada pra dan post menopause tanpa gejala.

G. Komplikasi

1. Degenerasi ganas

Mioma uteri yang menjadi leimiosarkoma ditemukan hanya 0,32 – 0,6 % dari seluruh mioma serta merupakan 50 – 70 % dari semua sarcoma uterus.

2. Torsi (putaran tangkai)

Sarang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi, timbul gangguan sirkulasi akut hingga mengalami nekrosis, kemudian terjadilah sindrom abdomen akut.

3. Mioma uteri dapat mempengaruhi kehamilan, menyebabkan infertilitas: resiko terjadinya abortus bertambah karena distorsi rongga uterus khususnya pada mioma sub mukosum, letak janin menghalangi kemajuan kehamilan karena letaknya pada serviks uteri menyebabkan inersia maupun autonia uteri.

(8)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN KISTA OVARIUM

I. Pengkajian

a. Aktifitas istirahat

Gejala : Gangguan tidur/istirahat, lemah.

Tanda : Takikardia dan takipneu pada keadaan istirahat atau dengan aktivitas. b. Sirkulasi

Tanda : Hipotensi/hipertensi (termasuk hipertensi maligna). c. Eliminasi

Gejala : Perubahan pola berkemih, nyeri tekan abdomen, konstipasi. Tanda : Abdomen keras (distensi abdomen).

d. Integritas ego

Gejala : Stress, masalah financial yang berhubungan dengan kondisi. Tanda : Ansietas.

e. Makanan dan cairan

Gejala : Penurunan berat badan. Tanda : Mulut kering, turgor jelek. f. Neorosensori

Gejala : Sakit kepala

Tanda : Menurunnya kekuatan otot. g. Nyeri/kenyamanan

Gejala : Abdomen yang tegang atau nyeri (sedang/berat). Tanda : Wajah meringis.

h. Pernafasan

Gejala : Sesak pada dada, nafas pendek yang progresif. Tanda : Takipneu.

i. Seksualitas

Gejala : Keinginan untuk kembali seperti fungsi normal. Tanda : Menstruasi tidak teratur.

j.Keamanan

Gejala : Adanya perasaan cemas. j. Interaksi social

Gejala : Mempertanyakan kemampuan untuk mandiri, tidak mampu membuat rencana.

(9)

II. Diagnosa Keperawatan Dan Prioritas

1. Gangguan rasa nyaman ( Nyeri ) berhubungan dengan putaran tangkai tumor/ infeksi pada tumor.

2. Gangguan rasa nyaman ( cemas ) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya.

3. Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang adequat.

4. Resiko gangguan BAB / BAK berhubungan dengan penekanan daerah sekitar tumor. 5. Kurang pengetahuan b/d kurang imformasi dan mispersepsi tentang penyakitnya III. Rencana tindakan Keperawatan

Intervensi Keperawatan.

1. Gangguan rasa nyaman ( Nyeri ) berhubungan dengan putaran tangkai tumor/ infeksi pada tumor

(Tujuan: Setelah diberi tindakan kepw,nyeri berkurang sampai hilang sama sekali) a. Kaji tingkat dan intensitas nyeri.

(R/ mengidentifikasi lingkup masalah) b. Atur posisi senyaman mungkin.

(R/ Menurunkan tingkat ketegangan pada daerah nyeri) c. Kolabarasi untuk pemberian terapi analgesik.

(R/menghilangkan rasa nyeri)

d. Ajarkan dan lakukan tehnik relaksasi. (Merelaksasi otot – otot tubuh).

2. Gangguan rasa nyaman (cemas) berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan penatalaksanaannya.

(Tujuan : Setelah 1 X 24 Jam diberi tindakan, gangguan rasa nyaman (cemas) berkurang. a. Kaji dan pantau terus tingkat kecemasan klien.

(R/ mengidentifikasi lingkup masalah secara dini, sebagai pedoman tindakan selanjutnya )

b. Berikan penjelasan tentang semua permasalahan yang berkaitan dengan penyakitnya. (R/ Informasi yang tepat menambah wawasan klien sehingga klien tahu tentang keadaan dirinya )

c. Bina hubungan yang terapeutik dengan klien.

(10)

3. Resiko infeksi daerah operasi berhubungan dengan perawatan luka operasi yg kurang adequat.

(Tujuan : Selama dalam perawatan, infeksi luka operasi tidak terjadi) a. Pantau dan observasi terus tentang keadaan luka operasinya.

(R/ Deteksi dini tentang terjadinya infeksi yang lebih berat ) b. Lakukan perawatan luka operasi secara aseptik dan antiseptik.

(R. menekan sekecil mungkin sumber penularan eksterna ) c. Kolaborasi dalam pemberian antibiotika.

(Membunuh mikro organisme secara rasional )

4. Kurang pengetahuan b/d kurang imformasi dan mispersepsi tentang penyakitnya (Kriteria hasil; Meningkat pemahaman tentang proses penyakitnya).

a. Tinjau ulang tengtang imformasi yang diterima dan berikan informasi atau perjelas kesalahan konsep bila perlu.

(Rasional : Pengulangan imformasi membantu memberikan kesempatan untuk diskusi tentang ide – ide dan masalah – masalah)

b. Diskusikan harapan klien mengenai pekerjaan, keluarga dan kebutuhan – kebutuhannya sendiri

(Rasional : Keseimbangan kebutuhan-kebutuhan yang banyak dapat berlebihan khususnya bila harapan klien atau keluarga yang tidak realistic).

c. Bantu dalam mengembangkan rencana-rancana realistic, Indentifikasi sumber – sumber dan penyusunan tujuan.

(Rasional : Pembagian tugas dan tanggung jawab membantu menurunkan kelelahan individu, meningkatkan adaftasi dan meningkatkan kesejahteran umum).

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Brunner dan Suddarth. 2001. Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8. Vol 2. Jakarta: EGC. Marylynn. E. Doengoes. (2000). Rencana Asuhan Keperawatan, Edisi 3, Jakarta: EGC. Murah. 1999. Pedoman Diagnosis dan Terapi Obstetric Dan Ginekologi Rs Umum Pusat

Ujung Pandang.

Sylvia Anderson. (2000). Patofisiologi Penyakit, edisi 4. Jakarta : EGC. Sarwono P. ( 1999). Ilmu Kandungan, Yayasan Bina Pustaka, Edisi 2, Jakarta. http://www.obgyn.net/ultrasound/present/0803/bicornuate_uterus_ovarian_cyst.jpg

Referensi

Dokumen terkait

Jika menghadapi kista yang tidak memberi gejala atau keluhan pada penderita dan yang besar kistanya tidak melebihi jeruk nipis dengan diameter kurang dari 5 cm, kemungkinan

Distribusi kista ovarium berdasarkan usia menarche paling banyak ditemukan pada kelompok umur ≤ 14 tahun yaitu sebanyak 75 orang. Distribusi kista ovarium berdasarkan

Sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit kista ovarium berbasis web ini dapat mempermudah masyarakat khususnya kaum wanita utuk mengetahui penyakit kista secara

Kista radikuler merupakan salah satu kista rahang yang paling sering ditemukan pada maksila yang memiliki dinding epitel dan berisi cairan yang timbul dari sisa- sisa

Kista nonneoplastik sering ditemukan, tetapi bukan masalah serius. Kista folikel dan luteal di ovarium sangat sering ditemukan sehingga hampir dianggap sebagai

Gejala – gejala yang sering ditemukan pada kista ovarium antara lain nyeri abdomen (tumpul atau tajam, mendadak atau perlahan – lahan), mual, muntah, riwayat

Kista ini berasal dari folikel de graff yang tidak sampai berovulasi, namun tumbuh terus menjadi kista folikel, atau dari beberapa folikel primer yang setelah

ISSN 2623-1573 Print KESIMPULAN Seorang pasien nona usia 33 tahun dengan kista dermoid ovarium dilakukan tindakan operasi laparatomi dengan kistektomi, ablasio kista coklat, dan