• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN SDM KESEHATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN SDM KESEHATAN"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

KEBIJAKAN DAN IMPLEMENTASI

PENGEMBANGAN SDM KESEHATAN

Disajikan Pada : Lokakarya Nasional Pengembangan dan

Pemberdayaan SDM Kesehatan

Jakarta, 27 Agustus 2014

Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan

SDM Kesehatan

(2)

SISTEMATIKA PENYAJIAN :

1.

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN

SDM KESEHATAN

2.

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN

SDM KESEHATAN

3.

DUKUNGAN PEMANGKU

(3)

ARAH KEBIJAKAN

(4)

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

RPJMN 1

(2005 – 2009)

RPJMN 2

(2010– 2014)

RPJMN 3

(2015– 2019)

RPJMN 4

(2020 – 2025)

Menata kembali NKRI, membangun Indonesia yang aman, damai, yang adil dan

demokratis, dengan tingkat kesejahteraan yang lebih baik

Memantapkan penataan kembali NKRI, meningkatkan kualitas SDM, membangun kemampuan IPTEK, memperkuat daya saing perekonomian Memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian yang berbasis SDA yang tersedia, SDM yang berkualitas, serta kemampuan IPTEK Mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur melalui percepatan pembangunan di segala bidang dengan struktur perekonomian yang kokoh berlandaskan keunggulan kompetitif

PENTAHAPAN PEMBANGUNAN

RPJPN 2005-2025 (UU 17/2005)

Visi Pembangunan Nasional 2005-2025:

Indonesia yang Mandiri, Maju, Adil dan Makmur

(5)

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

ARAH PEMBANGUNAN KESEHATAN

RPJMN I 2005 -2009

UPAYA PROMOTIF - PREVENTIF

Arah pengembangan upaya kesehatan, dari kuratif bergerak

ke arah promotif, preventif sesuai kondisi dan kebutuhan

Bangkes

diarahkan untuk meningkatkan akses dan mutu yankes Akses masyarakat thp yankes yang berkualitas telah lebih berkembang dan meningkat Akses masyarakat terhadap yankes yang berkualitas telah mulai mantap Kes masyarakat thp yankes yang berkualitas telah menjangkau dan merata di seluruh wilayah Indonesia VISI: MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN RPJMN II 2010-2014 RPJMN III 2015 -2019 RPJMN IV 2020 -2025

KURATIF-REHABILITATIF

5

(6)

MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

SISTEM KESEHATAN NASIONAL SEBAGAI

LANDASAN PIKIR RPJMN 2015-2019

6

SDM Kesehatan Farmasi, Alkes dan

makanan Litbang Pemberdayaan Masyarakat Manajemen Kesehatan Pembiayaan Kesehatan (termasuk JKN) Upaya Kesehatan •Derajat Kesehatan •Perlindungan finansial Responsivenes yankes

(Perpres No 72/2012)

(7)

Perencanaan

Pendayagunaa

n

Pembinaan dan

pengawasan

Mutu

Pengadaan

SUB SISTEM SDM KESEHATAN

(Sistem Kesehatan Nasional, Perpres 72/2012)

(8)

Manpower Planning Recruitment Performance management Training and Development Staff relation •Grand Str •Add HRH •Succesion Planning •Turnover •Appointment •Selection Procedure •Probation •Motivation •Performance appraisal •Promotion •Guidance and supervision •Addressing poor Performance •Training

•Development •Securing staff commitment •Resolving disputes •Addressing grievance •Welfare Departmental Plan •Mission •Programme Plan •Performance Measures •Financial Summary •Efficiency Plan •Human resources

Management Plan Human Resources Management Plan

Strategic Direction Central function

Management information system

(9)

STATUS KESEHATAN IBU

390 334 307 228 359 118 102 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450 1991 1997 2003 2007 2012 2014 Target RPJMN Target MDGs Capaian

ANGKA KEMATIAN IBU

Sumber: SDKI berbagai tahun

Sumber: Profil Kesehatan; SDKI, berbagai tahun

(10)

Proporsi Kelahiran yang Ditolong Tenaga Kesehatan

Terlatih Tahun 2013

Sumber: BPS, Susenas 2013 50,34 50,96 57,43 57,72 62,93 63, 88 69,79 70,10 74,11 74,56 75,84 76,87 77,49 78 ,13 83,25 83,94 84.24 85,00 85,31 86,49 86,72 88,20 88, 72 90, 87 91,05 91,06 91,81 92,05 92,29 93, 49 97,22 98, 35 98,72 100,00 0,00 20,00 40,00 60,00 80,00 100,00 120,00 10

(11)

Maternal Mortality Rate

Linear Trend 1990-2015

1980 1985 1990 1995 2000 2005 2010 2015 2020 2025

MT-NDP Target 226

Medium Term National Development Plan Target

(12)

Under-Five Mortality Rate

Linear Trend 1991-2015

MT-NDP Target

26 LT-NDP Target

15.5

(13)

DISEASE CONTROL (ATM)

13 859 7195 6048 10362 9793 21591 21031 21511 20397 4973 3514 4439 4943 5483 6845 7004 5686 2763 0 5000 10000 15000 20000 25000 s.d 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Jumlah Kasus HIV Jumlah Kasus AIDS

HIV and AIDS CASES

3,7 4,1 3,36 2,89 2,47 1,85 1,96 1,75 1,69 1 0 1 2 3 4 5 20 04 20 05 20 06 20 07 20 08 20 09 20 10 20 11 20 12 20 14 Target RPJMN Annual Parasite Incidence)/API

262 253 326 210 285 306 301 297 0 50 100 150 200 250 300 350 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012

(14)

Prevalence of Hypertension based on

measurement, RISKESDAS 2007 & 2013*)

31,7 25,8 0,0 10,0 20,0 30,0 40,0 50,0 Pap u a Bali DKI Pab a r R iau Malut Ac eh Beng k ulu Kep. R ia u Sul tra Sulba r Sum bar Bant en N T T Maluk u N T B J am bi Sum ut Lampun g D IY Indones ia Sum s el J at im J at en g Kalt eng Sulut Suls el Kalba r Sult eng Gor ont al o J abar Kalt im Kals el Babe l 2007 2013

*) Criteria of hypertension: systolic ≥140 mmHg, diastolic ≥ 90mmHg

(15)

Prevalensi Kurus, Pendek dan Gemuk anak usia 13- 15 th

Prevalensi Kurus, Pendek dan Gemuk anak usia 16- 18 th

Sumber :Riskesdas 2010 Sumber :Riskesdas 2010

STATUS KESEHATAN REMAJA

54,5 54,5 38,1 35,6 0 10 20 30 40 50 60 13-15 TH 16-18 TH Defisit Energi (<70% AKG) Defisit protein ( <80% AKG)

Prevalensi Remaja yang mengalami Defisit Energi dan Protein 36,5 28,9 38,8 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45

Anemia Defisiensi Vit. A (< 30ug/dl)

Defisiensi Zink (<0.7ug/dl)

Persentase remaja mengalami defisiensi zat gizi mikro

(16)

Prevalensi Morbiditas dan Disabilitas Lanjut Usia di Indonesia, 2007 Riskesdas 2007 59,23 16,84 23,93 63,08 25,65 11,27 0 10 20 30 40 50 60 70 (18.5 - 24.9) (< 18.5) (>25)

Normal Di Bawah ormal (Underweight)

Di Atas Normal (Overweight)

Perkotaan Perdesaan

Perbandingan Status Gizi Lanjut Usia dengan Berat Badan Normal,Di Bawah Normal, dan Di Atas Normal

STATUS KESEHATAN LANSIA

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 84,5 41,5 38,3 25,8 20,9 20,8 19,7

Prevalensi Penyakit Pada Lanjut Usia (>60 tahun) di Indonesia Tahun 2007

4,4 10,5 23,8 50,8 62,1 61,4 0 10 20 30 40 50 60 70

55-64 tahun 65-74 tahun >75 tahun sangat bermasalah bermasalah

Persentase Disabilitas pada Lansia

(17)

STRATEGI

Penguatan

Regulasi

Peningkatan

Perencanaan

Nakes

Peningkatan

Pendidikan

Nakes

Peningkatan

pendayagunaan

Nakes

pembinaan dan

Pengawasan

mutu Nakes

Penguatan

sumber daya

“Seluruh Penduduk Memperoleh akses terhadap Tenaga

Kesehatan yg berkualitas”

(18)

SDM KESEHATAN DALAM TAHAPAN RPJPK

- Pemenuhan nakes untuk sebagian besar DTPK

- Pusat & Prov punya perencanaan SDM dan SI SDMK

- Diklat sesuai kebutuhan dan Sistem Diknas

- Binwas

- Pemenuhan nakes untuk seluruh DTPK

- Seluruh Kab/ Kota

mempunyai perencanaan SDMK

- Pelaksanaan distribusi & manajemen karir - Sinergi pengadaan SDMK - Binwas - Seluruh SDMK terpenuhi - Perencanaan SDMK terintegrasi secara nasional - Pengadaan SDMK sesuai kebutuhan

- Pemantapan distribusi & manajemen karir - Binwas 18

2010-2014

2020-2025

2015-2019

(19)

TANTANGAN PENGEMBANGAN SDM KESEHATAN

DISPARITAS ANTAR WILAYAH

INFRA

STRUKTUR

SISTEM LAYANAN KESEHATAN REGULASI SISTEM MONEV SISTEM KOORDINASI

(20)

IMPLEMENTASI

(21)

TUGAS PPSDMK

 MENGAWAL JENIS

 MENGAWAL JUMLAH

 MENGAWAL MUTU

 MENGAWAL PENYEBARAN

TENAGA KESEHATAN

BERBAGAI REGULASI, PEMBAGIAN URUSAN KEWENANGAN, PENINGKATAN PERAN PEMDA DAN

DUKUNGAN KELEMBAGAAN LAINNYA

“PENINGKATAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN

YANG BERMUTU”

(22)

PENGADAAN

SDMK

PERENCANAAN SEBAGAI DASAR PEMENUHAN

KEBUTUHAN SDMK

MAPPING KETERSEDIAAN DAN

SEBARAN SDMK

RENCANA

KEBUTUHAN

SDMK

UPAYA PEMENUHAN SDMK

( melalui regulasi dan pembagian

urusan)

(23)

PENGUATAN PERENCANAAN SDMK

1. Pemetaan Kebutuhan SDMK  Dokumen

Rencana Kebutuhan SDMK tahunan

2. Fasilitasi Kabupaten/Kota untuk menyusun

dokumen rencana kebutuhan SDMK

3. Dukungan sistem informasi SDMK 

dokumen deskripsi, enrichment model SI

PPSDMK

(24)

FASILITASI KAB/KOTA UNTUK MENYUSUN

RENCANA KEBUTUHAN SDMK

NO TAHUN JUMLAH SASARAN DOKUMEN HASIL

PRO VINSI KAB/ KOTA 1. 2010 10 50 SDK/ Kepeg Dinkes Prov/ Kab/ Kota

Dokumen Perhitungan Kebutuhan SDM Kesehatan berdasarkan WISN (Tiap Kab/Kota menghasilkan output

perhitungan WISN untuk 1 puskesmas di wilayahnya.

2. 2011 10 50 Dokumen Perencanaan Kebutuhan SDM

Kesehatan Kab/Kota 3. 2012 10 36 4. 5. 2013 2014 10 5 70 47

(25)

PENINGKATAN PENGADAAN MELALUI PENDIDIKAN

1. Penataan

kerangka

pendidikan

tenaga

kesehatan

2. Peningkatan akses dan pemerataan pendidikan

tenaga kesehatan

3. Penataan aset/sumber daya pendidikan tenaga

kesehatan

4. Pengembangan sistem penjaminan kualitas

pendidikan tenaga kesehatan

(26)

PENGADAAN SDMK MELALUI PENDIDIKAN

Primer

Sekunder

Tersier

Standar

Pendidikan

Standar

Pelayanan

Standar

Kompetensi

• Mutu prodi  Lulusan • Kompetensi yang diperoleh • Kerangka Kualifikasi Nasional

Indonesia bidang kesehatan

(27)

PENDAYAGUNAAN SDMK

1. Pendayagunaan SDMK di dalam negeri

2. Pendayagunaan SDMK ke luar negeri

3. Pengembangan pola karir nakes

(28)

REKAPITULASI SDM KESEHATAN YANG DIDAYAGUNAKAN

PADA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN

(FASYANKES) DI INDONESIA S/D 2013

NO JENIS TENAGA TAHUN

2010 2011 2012 2013 1. Dokter Spesialis 8.403 16.574 27.333 38.895 2. Dokter Umum 25.333 33.172 37.364 42.398 3. Dokter Gigi 8.731 10.575 11.826 13.114 4. Perawat 169.797 230.280 235.496 296.126 5. Bidan 96.551 120.924 126.276 136.917 6. Kefarmasian 18.022 25.439 31.223 46.764 7. Tenaga Kesehatan Lainnya 64.908 99.631 97.904 125.609

8. Tenaga Non Nakes 109.307 124.694 139.812 194.272

(29)

PENEMPATAN NAKES KE LN tahun 2011-2013

NO. JENIS JABATAN 2011 2012 2013

TENAGA KESEHATAN

1 DOCTORS - - 19

2 PHYSICIANS 15 11 3

3 PHARMACIST - - 2

4 NURSE 1496 1636 1161

5 MEDICAL SURGICAL STAFF NURSE - - 3

6 OBSTETRICS STAFF NURSE 6 10 13

7 LABORATORY - - 18 8 PHYSIOTERAPIST 3 3 1 9 OCCUPATIONAL THERAPIST - - 1 10 SPEECH THERAPIST - - 5 11 RADIOLOGY TECHNICIAN - - 1 12 SANITARIANS 15 11 1

SUB TOTAL NAKES 1535 1671 1211

TENAGA KERJA TERKAIT

1 SPA THERAPIST - - 1316 2 ASSISTANT NURSE - - 7 3 BABY SITTER - - 489 4 CAREGIVER 790 0 1932 5 CHILD NURSE 8 0 11 6 HOUSE NURSE - - 339

7 MEDICAL SAFETY COORDINATOR - 6 339

SUB TOTAL NAKER TERKAIT 798 6 4066

(30)

PENINGKATAN MUTU TENAGA KESEHATAN

1. Uji kompetensi, sertifikasi, lisensi

2. Akreditasi penyelenggaraan pendidikan

3. Penyiapan program Dokter Layanan Primer

4. Program Pendidikan Intersip Dokter

Indonesia (PIDI)

5. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan

 upaya terobosan : Program Pendidikan

(31)
(32)

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA TAHUN 2010-2014

NO. URAIAN JUMLAH

1 Jumlah Peserta 2010-Juni 2014 11.839

2 Jumlah Peserta selesai Internship 8.042

3 Jumlah Peserta sedang Internship 3.797

4 Jumlah Wahana (RS = 479 dan Puskesmas = 652) 1.131

5 Jumlah Dokter Pendamping 1.691

6 Jumlah FK 46

7 Jumlah Propinsi yang Digunakan Internship 32

8 Jumlah Provinsi yang Siap Menerima PIDI 33

0 100 200 300 400 500 600 700 2010 2011 2012 2013

(33)

PROGRAM PENDIDIKAN JARAK JAUH (PJJ)

• Dikembangkan Program

Pendidikan Jarak Jauh

(PJJ) yang

memungkinkan tenaga

kesehatan yang bekerja

di fasilitas pelayanan

kesehatan dengan tanpa

meningggalkan tempat

bekerjanya.

• Pada tahun 2013,

AFFIRMASI AWAL

kegiatan PJJ dilaksanakan

utk prodi keperawatan

dan kebidanan, oleh

poltekkes Kupang,

(34)

UPAYA PEMENUHAN TENAGA KESEHATAN

1. Program Penempatan PTT medis dan bidan

2. Penugasan khusus residen dan D3 nakes

3. Program beasiswa PPDS/PPDGS, dan tubel

SDMK

4. Dukungan regulasi 

• PBM Perencanaan dan Penempatan Nakes di

Faskes Milik Pemda,

• RPP Perencanaan, Pendayagunaan, Binwas

Mutu SDMK

5. Upaya terobosan : kajian distribusi, kajian task

shifting, kajian team based

(35)

56 3153 1168 42135 dokter sp dokter dokter gigi bidan

KEBERADAAN PTT AKTIF DAN PENUGASAN

KHUSUS PER DESEMBER 2013

PTT AKTIF S.D 30 Desember 2013 927 203 181 105 15 52 20 1 1 1 perawat pet. Gizi sanitarian analis kes bidan farmasi perawat gigi fisioterapi radiografer perekam&infokes

TUGSUS AKTIF S.D 30 Desember 2013

(36)

REKAPITULASI PESERTA TUGAS BEASISWA PPDS/PPDGS TAHUN 2008 – 2013 4 DASAR 4 PENUNJANG Spesialis Lainnya Sp. PD 632 Sp. A 577 Sp. B 494 Sp. OG 554 Sp. An 427 Sp. PK 372 Sp. R 333 Sp. RM 124 131 2.257 1.256 Total Keseluruhan 5184

Catatan : Sampai tahun 2013, sejumlah peserta tersebut telah dinyatakan lulus menjadi dokter spesialis sejumlah 568 peserta

Spesialis Bedah Mulut

(37)

REKAPITULASI PESERTA TUGAS BELAJAR SDMK

TAHUN 2008 - 2012

PROGRAM

STUDI

2008

2009

2010

2011

2012

JUMLAH

D.IV MITRA

SPESIALIS

110

259

609

572

204

1.754

D.IV KES.

LAINNYA

57

64

147

84

0

352

S1 KEBIDANAN

KOMUNITAS

51

153

170

53

0

427

(S-1)

113

111

62

142

63

491

(S-2)

359

644

137

649

341

2.130

DOKTOR (S-3)

29

58

8

11

8

114

T O T A L

719

1.289

1.133

1.511

616

5.268

(38)

DUKUNGAN PEMANGKU KEPENTINGAN

PARTISIPASI PEMANGKU KEPENTINGAN

1. FASILITASI DAN KOORDINASI PENYEDIAAN ANGGARAN

DPR/DPRD, KEMENKOKESRA, KEMENKEU, KEMENDAGRI, BAPPENAS/BAPPEDA

2. FASILITASI DAN KOORDINASI

PERENCANAAN KEBUTUHAN NAKES

KEMENKES, DINKES PROV/KAB/KOTA, K/L LAIN YG MEMILIKI FASYANKES

3. FASILITASI SINERGI PENDIDIKAN DAN KEBUTUHAN NAKES

KEMENDIKBUD, KEMENKES

4. FASILITASI DAN KOORDINASI PENDAYAGUNAAN NAKES

KEMENKES, KEMENDAGRI, KEMENPAN RB, KEMENAKERTRANS, DINKES

PROV/KAB/KOTA 5. FASILITASI DAN KOORDINASI

PEMBINAAN DAN PENGAWASAN MUTU NAKES

KEMENKES, KEMENAKERTRANS, KKI, MTKI/MTKP, KFN, DINKES

(39)

PENGGUNAAN WEBSITE SEBAGAI

FORUM KOMUNIKASI PEMANGKU KEPENTINGAN DAN

MEDIA INFORMASI SDMK

(40)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Penataan Pembangunan Pasar Kota Metro dengan membangun Kawasan Niaga Metro Mega Mall tidak berjalan dengan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Kebijakan Penataan Pembangunan Pasar Kota Metro dengan membangun Kawasan Niaga Metro Mega Mall tidak berjalan dengan

Untuk mewujudkan visi sebagai poros maritime dunia, Presiden Joko Widodo menetapkan lima pilar utama yang diagendakan dalam pembangunan, yaitu: 1 Membangun kembali budaya maritime