LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI
TAHUN 2015
BALAI BESAR INSEMINASI BUATAN SINGOSARI
DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWANKATA PENGANTAR
Berdasarkan INPRES Nomor 7 Tahun 1999 bahwa setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara pemerintah negara, berkewajiban mempertanggungjawabkan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan tolok ukur perencanaan stratejik. Penyajian laporan ini berdasarkan pada Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/XI/6/8/2003 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 65/Kpts/HK.030/3/2005 tentang Petunjuk Teknis Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di lingkungan Kementerian Pertanian.
Rangkaian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi (LAKIN) berisikan perencanaan kinerja, perjanjian kinerja, pengukuran capaian kinerja, analisis capaian kinerja dan akuntabilitas keuangan yang telah dicapai oleh Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari pada Tahun 2015.
Dengan tersusunnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi (LAKIN) diharapkan menjadi landasan bagi Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari untuk selalu meningkatkan kualitas kinerjanya pada tahun mendatang. Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan LAKIN Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari tahun 2015.
Singosari, Januari 2015 Kepala Balai, drh. MAIDASWAR, MSi
LAKIN BBIB Singosari Tahun 2015
DAFTAR ISI
Halaman KATA PENGANTAR ………... i DAFTAR ISI ...………. ii DAFTAR TABEL ... iv DAFTAR LAMPIRAN ..……….. vIKHTISAR EKSEKUTIF ...………….………... vii
BAB I. PENDAHULUAN .……….. ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Organisasi dana Tata Laksana ... . 1
1.3.. Sumber Daya Manusia ... 2
1.4. Anggaran ... 3
BAB II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA ……… 4
2,1. Rencana Strategis (Renstra) Bisnis .………... 4
2.2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) ... 10
2.3. Perjanjian Kinerja (PK) ... 10
BAB III. AKUNTABILITAS KINERJA ………... 14
3.1. Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran ... 14
3.2. Capaian Kinerja Tahun 2015 ... 14
3.3. Analisis Capaian Kinerja ... 17
3.4 Akuntabilitas Keuangan ... 20
LAKIN BBIB Singosari Tahun 2015
3,6, Hambatan dan Kendala ... 23
3.7. Upaya dan Tindak Lanjut ... 23
BAB IV. PENUTUP ...……….. 25
1. Kesimpulan ... 25
LAKIN BBIB Singosari Tahun 2015
DATAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Indikator Kinerja APBN Tahun 2015 ... 9
Tabel 2. Indikator Kinerja BLU Tahun 2015 ... 9
Tabel 3. Rencana Kinerja Tahunan 2015 ……….. 10
Tabel 4. Capaian Kontrak Kinerja Tahun 2015 ………... 14
Tabel 5. Tingkat Capaian Indikator Kinerja APBN Tahun 2015 …………. 16
LAKIN BBIB Singosari Tahun 2015
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1. Struktur Organisasi BBIB Singosari ... 27 Lampiran 2. Data SDM Tahun 2010 – 2015 ... 29 Lampiran 3. Peta Kebun Rumput BBIB Singosari ………... 30 Lampiran 4. Pencapaian Target Produksi Semen Beku APBN dan BLU
Tahun 2015 ……….…... 31 Lampiran 5. Grafik Realisasi Indikator Kinerja Produksi Semen Beku
APBN Tahun 2010 - 2015 ………... 32 Lampiran 6. Grafik Realisasi Indikator Kinerja Produksi Semen Beku
BLU Tahun 2010 – 2015 ………..……….. 33
Lampiran 7. Target dan Realisasi Indikator Kinerja Distribusi Semen
Beku APBN Tahun 2010 – 2015 …..………....………. 34 Lampiran 8. Target dan Realisasi Distribusi Semen Beku BLU Tahun
2010 – 2015 ………..………. 35
Lampiran 9. Pencapaian Kinerja Akuntabilitas Bidang Keuangan dari
Anggaran APBN Tahun 2015 ……….…... 36
Lampiran 10. Pencapaian Kinerja Akuntabilitas Bidang Keuangan dari
Anggaran BLU Tahun 2015 ………... 37
Lampiran 11. Target dan Realisasi Anggaran APBN Tahun 2010 – 2015…. 38 Lampiran 12. Target dan Realisasi Anggaran BLU Tahun 2011 – 2015 …… 39
LAKIN BBIB Singosari Tahun 2015
Lampiran 13. Target dan Realisasi Layanan Tahun 2010 – 2015 ………….. 40
Lampiran 14. Penerimaan BLU Tahun 2011 – 2015 ………. 41
IKHTISAR EKSEKUTIF
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor
40/Permentan/OT.140/6/2012 tanggal 5 Juni 2012 Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang perbibitan, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan mempunyai tugas pokok melaksanakan produksi, pemasaran dan pemantauan mutu semen ternak unggul serta pengembangan Inseminasi Buatan.
BBIB Singosari ditetapkan sebagai satker BLU pada tahun 2010 sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 54/KMK.05/2010 tanggal 5 Pebruari 2010 tentang Penetapan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari pada Kementerian Pertanian sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum secara penuh. BBIB Singosari telah memiliki tarif layanan sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor : 119/PMK.05/2013 tanggal 2 Agustus 2013 tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Balai Besar Inseminasi Buatan pada Kementerian Pertanian. Tarif layanan terdiri dari :
1. Tarif Penjualan Semen Beku
2. Tarif Bimbingan Teknis Manajemen Inseminasi Buatan 3. Tarif Pengujian Mutu Semen
4. Tarif Layanan Masyarakat
5. Tarif Jasa Instruktur/Juri Kontes Ternak 6. Tarif Jasa Konsultasi
7. Penggunaan Sarana dan Prasarana
8. Tarif Jasa Penelitian S2, S3 dan Program Kampus
Indikator Kinerja utama Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari tahun 2015 adalah :
A. Indikator Kinerja APBN : (1)Sinkronisasi birahi
(3) Pengembangan kebun HPT
(4) Pendampingan Pembibitan di Masyarakat (5) Produksi semen beku
(6) Peningkatan SDM Kerjasama Selatan-Selatan Triangular (KSST) (7) Distribusi semen beku
(8) Realisasi anggaran
B. Indikator Kinerja BLU : (1) Produksi Semen Beku (2) Peningkatan SDM Perbibitan (3) Distribusi Semen Beku (4) Realisasi anggaran
Sasaran strategis tersebut masing-masing mempunyai Indikator kinerja yang selanjutnya akan diukur tingkat capaian kinerjanya dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja utama dengan realisasinya.
Pada tahun 2015 Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari memperoleh
dana sebesar Rp. 116.266.066.000,- terdiri dari : 1. Anggaran APBN sebesar Rp. 41.604.535.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 36.893.634.937,- atau
sebesar 88,68%. 2. Anggaran APBNP sebesar Rp 62.161.531.000,- dan pada bulan Desember mengalami penghematan menjadi Rp 56.206.531.000,- dengan realisasi sebesar Rp 39.867.914.654,- atau sebesar 70,93%. 3. Anggaran BLU (Badan Layanan Umum) sebesar Rp. 12.500.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 4.275.071.032,- atau sebesar 34,20%. Bertolak belakang dengan pola serapan APBN, untuk serapan BLU berprinsip efisien dan produktif (sehemat mungkin agar diperoleh surplus)
Target PNBP tahun 2015 sebesar Rp 12.500.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 18.006.627.922,- terdiri dari Penerimaan Umum sebesar Rp 598.362.846,- dan Penerimaan BLU Rp 17.408.265.076,-. Sebagai satker BLU BBIB Singosari memiliki surplus mulai tahun 2011 - 2015 sebesar Rp 26.596.242.405,- (surplus tahun 2011 sebesar Rp 2.488.034.729,-, surplus tahun 2012 sebesar Rp 1.439.536.289,-, surplus tahun 2013 sebesar Rp
3.008.687.805,-, surplus tahun 2014 sebesar Rp 7.886.209.204,- dan surplus tahun 2015 sebesar Rp 11.773.774.378,-). Surplus menunjukkan bahwa usaha yang dilakukan adalah sehat. Surplus dapat digunakan sebagai modal tahun berikutnya dan dapat digunakan untuk melengkapi asset yang dimiliki atau kegiatan lain sesuai RBA.
Target Produksi Semen Beku APBN sebesar 307.400 dosis dan terealisasi sebesar 312.093 dosis atau 101,53% dan target produksi semen beku BLU sebesar 2.692.600 dosis dan terealisasi sebesar 1.760.591 dosis atau 65,39% disebabkan pejantan istirahat dan dampak iklim (produksi turun), namun suplai masih aman karena stock cukup banyak.
Target distribusi semen beku APBN sebesar 200.000 dosis dan terealisasi sebesar 213.383 dosis atau sebesar 106,69% dan target distribusi semen beku BLU sebesar 1.600.000 dosis dan terealisasi sebesar 2..037.355 dosis atau 127,33%.
Beberapa penghargaan yang diperoleh pada tahun 2015 sebagai berikut :
1. Penerima SNI Award berupa Piala Emas dengan kategori perusahaan menengah jasa dari Badan standarisasi Nasional tanggal 10 Nopember 2015 di Jakarta.
2. Penerimaan penghargaan WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dihadiri oleh pimpinan KPK pada peringatan hari anti korupsi sedunia di ITB Bandung 10 – 11 Desember 2015.
3. Penghargaan dari KPK dan Inspektorat Jenderal sebagai Instansi yang rutin melaporkan gratifikasi.
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor
40/Permentan/OT.140/6/2012 tanggal 5 Juni 2012. Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang perbibitan, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari telah ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum secara penuh berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 54/KMK.05/2010 tanggal 5 Pebruari 2010.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Tujuan penyusunan LAKIN adalah memberikan informasi kepada pihak yang berkepentingan tentang visi dan misi organisasi, serangkaian tujuan dan sasaran yang hendak dicapai serta tingkat pencapaian sasaran melalui program dan kegiatan yang telah ditetapkan. Berdasarkan tujuan tersebut dapat dikatakan bahwa LAKIN adalah pintu masuk untuk menilai SAKIP atau instansi karena melalui informasi yang tersaji dalam LAKIN, didapatkan gambaran secara utuh mengenai pelaksanaan SAKIP suatu instansi mulai dari perencanaan kinerja, pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja.
1.2. Organisasi dan Tata Kerja Tugas Pokok :
Melaksanakan produksi, pemasaran dan pemantauan mutu semen ternak unggul serta pengembangan Inseminasi Buatan.
Fungsi :
a. Penyusunan program, evaluasi dan laporan;
b. Pelaksanaan produksi dan pemberian saran teknis produksi semen ternak unggul;
c. Pelaksanaan pengujian dan pemantauan mutu semen ternak unggul; d. Pelaksanaan pengembangan inseminasi buatan dan metoda produksi; e. Pelaksanaan pemeliharaan pejantan ternak unggul;
f. Pelaksanaan perawatan kesehatan pejantan ternak unggul;
g. Pelaksanaan pengawasan dan penyediaan pakan pejantan ternak unggul; h. Pelaksanaan pengujian keturunan dan peningkatan mutu genetik
pejantan ternak unggul;
i. Pelaksanaan kerja sama dan optimalisasi pemanfaatan sumber daya; j. Pelaksanaan penyimpanan, pendistribusian dan pemasaran hasil produksi; k. Pengelolaan prasarana dan sarana produksi;
l. Pengelolaan informasi, dan promosi hasil produksi;
m.Pengelolaan urusan tata usaha, rumah tangga dan perlengkapan.
1.3. Sumber Daya Manusia
Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari sampai dengan Desember 2015 didukung oleh 99 orang pegawai. Sumber Daya Manusia (SDM) BBIB Singosari berdasarkan Golongan terdiri dari Golongan IV sebanyak 8 orang, Golongan III sebanyak 50 orang dan Golongan II sebanyak 41 orang. SDM berdasarkan Tingkat Pendidikan terdiri dari S2 sebanyak 6 orang, Dokter Hewan sebanyak 10 orang, S1 Peternakan sebanyak 19 orang, S1 Ekonomi sebanyak 2 orang, S1 Sosial sebanyak 1 orang, D3 Keswan sebanyak 6 orang, D3 Peternakan sebanyak 9 orang, D3 Akuntansi sebanyak 1 orang, D3 Perpustakaan sebanyak 2 orang, SNAKMA sebanyak 6 orang, SMA/SMK sebanyak 15 orang, SMEA sebanyak 5 orang, STM sebanyak 5 orang, SMP sebanyak 8 orang dan SD sebanyak 4 orang. Jika dibandingkan tahun 2014 dengan jumlah pegawai 95 orang, maka jumlah pegawai pada tahun 2015 mengalami kenaikan sebesar 4 orang atau 4,21%.
Kenaikan jumlah pegawai pada tahun 2015 disebabkan adanya penambahan CPNS sebanyak 4 (empat) orang. Data SDM tahun 2010 – 2015 (terlampir).
1.4. Anggaran
Pada tahun 2015 Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari memperoleh
dana sebesar Rp. 116.266.066.000,- terdiri dari anggaran APBN sebesar Rp. 41.604.535.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 36.893.634.937,- atau sebesar
88,68% dan anggaran APBNP sebesar Rp 62.161.531.000,- dan pada bulan Desember mengalami penghematan menjadi Rp 56.206.531.000,- dengan realisasi sebesar Rp 39.867.914.654,- atau sebesar 70,93%, anggaran BLU (Badan Layanan Umum) sebesar Rp. 12.500.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 4.275.071.032,- atau sebesar 34,20%. Target PNBP tahun 2015 sebesar Rp 12.500.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 18.006.627.922,- terdiri dari Penerimaan Umum sebesar Rp 598.362.846,- dan Penerimaan BLU Rp 17.408.265.076,-..
BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
2.1. Rencana Strategis (Renstra) Bisnis
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor
40/Permentan/OT.140/6/2012 tanggal 5 Juni 2012 Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari adalah Unit Pelaksana Teknis di bidang perbibitan, berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Peternakan Dan Kesehatan Hewan dan sejak tanggal 5 Pebruari 2010 dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor : 54/KMK.05/2010 telah ditetapkan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum secara penuh mempunyai tugas pokok melaksanakan produksi, pemasaran dan pemantauan mutu semen ternak unggul serta pengembangan Inseminasi Buatan. Indikator Kinerja Utama (IKU) BBIB Singosari sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/6/2012 adalah : 1) Produksi semen beku APBN dan 2). Produksi semen beku BLU.
Sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Bisnis tahun 2015 - 2019, visi dan misi BBIB Singosari adalah sebagai berikut :
Visi : “Menjadi Model BLU yang Handal, Akuntabel, Inovatif dan bertaraf Internasional Berbasiskan Peternakan ”
Misi :
1. Meningkatkan produksi dan diversifikasi semen beku serta produk layanan penunjang yang berkualitas;
2. Melaksanakan replacement pejantan dan produksi bibit unggul secara berkesinambungan yang ditunjang oleh optimalisasi pakan ternak dan biosecurity;
3. Meningkatkan profesionalisme SDM melalui pendidikan dan pelatihan serta promosi dan penempatan berdasarkan kompetensi guna tercapainya kesejahteraan;
4. Mengoptimalkan fasilitas serta meningkatkan nilai tambah aset fisik dan intelektual dengan pengembangan teknologi dan pendaftaran hak paten – merk;
5. Meningkatkan kualitas pelayanan, pemasaran dan penjualan produk, monitoring dan evaluasi;
6. Meningkatkan tertib administrasi dan keuangan, efisiensi dan akuntabilitas, koordinasi dan komunikasi serta pelayanan guna mewujudkan manajemen bisnis modern.
Tujuan :
1. Terpenuhinya kebutuhan pemangku kepentingan dan ekspor semen beku yang berkualitas
2. Terwujudnya replacement pejantan dan produksi bibit unggul secara berkesinambungan
3. Tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional dan kompeten di bidangnya baik internal maupun eksternal (dalam dan luar negeri)
4. Terwujudnya peningkatan kesejahteraan SDM
5. Terlaksananya pengkajian teknologi terapan bidang Inseminasi Buatan dan layanan penunjang
6. Terlaksananya pengembangan metode dalam melakukan analisa pasar, promosi, pemasaran semen beku dan layanan penunjang
7. Terwujudnya pelayanan prima kepada pemangku kepentingan
8. Terwujudnya transparansi dan sistem keuangan yang efisien, efektif dan akuntabel.
Sasaran BBIB Singosari adalah :
1. Tersedianya semen beku yang berkualitas
2. Tercapainya optimalisasi produk sesuai dengan permintaan pemangku kepentingan
3. Terealisasinya ekspor semen beku sesuai dengan permintaan pemangku kepentingan
4. Diversifikasi Produk
5. Peningkatan penjualan produk dan layanan penunjang 6. Terpenuhinya kebutuhan pejantan unggul
7. Meningkatkan efisiensi produksi pejantan unggul 8. Tercapainya optimalisasi kinerja SDM
9. Tersedianya SDM siap pakai
10. Meningkatnya motivasi dan kinerja SDM
11. Terwujudnya metode yang aplikatif untuk pengembangan produk
12. Terwujudnya metode yang akurat dalam melakukan analisa pasar, promosi dan pemasaran
13. Meningkatkan fasilitas wisata peternakan pelayanan pemangku kepentingan 14. Meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan
15. Terlaksananya sistem manajemen yang mudah diakses 16. Terwujudnya sistem keuangan yang akuntabel
17. Mengoptimalkan dukungan pendanaan dari masyarakat
Strategi :
1. Melakukan produksi semen beku sesuai dengan standar dan menerapkan serta memelihara SNI.ISO/IEC 17025:2008
2. Melakukan analisa kebutuhan pemangku kebutuhan dan kapasitas produksi 3. Mencukupi kebutuhan dalam negeri dan menjamin mutu semen beku
4. Pengembangan dan diversifikasi produk sesuai kebutuhan pemangku kepentingan
5. Memperluas pasar dan jangkauan pemasaran
6. Melakukan analisa kebutuhan dan penyediaan pejantan 7. Melakukan analisa optimalisasi produksi pejantan 8. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM
9. Melaksanakan bimbingan teknis sesuai kebutuhan masyarakat 10. Meningkatkan kesejahteraan SDM
11. Melakukan penelitian dan pengembangan metode 12. Melakukan validasi metode
13. Meningkatkan sarana dan prasarana serta SDM 14. Melakukan pelayanan prima
15. Menerapkan transparansi 16. Meningkatkan kinerja keuangan
17. Mengusahakan sumber anggaran baru
Kebijakan :
1. Melakukan sistem kendali mutu produksi semen beku secara optimal
2. Melakukan optimalisasi produk sesuai analisa kebutuhan pemangku kepentingan dengan mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki
3. Mengupayakan ekspor melalui promosi keluar negeri dan produk yang spesifik 4. Melaksanakan diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan pemangku
kepentingan
5. Meningkatkan promosi dan pemasaran produk dan layanan penunjang serta meningkatkan sarana dan prasarana layanan produk
6. Melaksanakan program produksi pejantan unggul melalui uji performans dan uji zuriat
7. Melaksanakan pemeliharaan pejantan unggul yang bebas penyakit secara optimal
8. Melaksanakan pendidikan formal, pelatihan, study banding bagi pegawai 9. Melaksanakan pelatihan, magang dan praktek kerja lapang bidang IB
10. Memaksimalkan pendapatan dan memberikan remunerasi berdasarkan kinerja SDM
11. Melaksanakan analisa dan evaluasi terhadap metode yang digunakan
12. Melaksanakan strategi pemasaran yang tepat terhadap produk BBIB Singosari 13. Meningkatkan fasilitas pelayanan prima
14. Melaksanakan pelayanan purna jual 15. Membuat program database
16. Menerapkan sistem keuangan yang akuntabel
Program :
1. Aspek Pelayanan
a. Produksi semen beku sesuai SNI 01-4869,1-2008
b. Program optimalisasi produk (Layanan Masyarakat, Jasa Pengujian Mutu Semen, Jasa Konsultasi, Penggunaan Sarana dan Prasarana, Jasa Instruktur/Juri Kontes Ternak dan Layanan Penelitian S2, S3 dan Program Kampus)
c. Ekspor semen beku
d. Diversifikasi Produk (Semen sexing (X), Semen sexing (Y), Semen ikan, Semen ayam)
e. Program analisa pasar dan promosi
f. Program pemenuhan kebutuhan pejantan unggul g. Peningkatan produktifitas pejantan
h. Peningkatan pelayanan
2. Aspek SDM
a. Peningkatan kualitas SDM (Pelatihan, Study Banding dan Pendidikan Formal)
b. Bimbingan Teknis (Inseminator sapi/kerbau, Inseminator kambing, Pemeriksa Kebuntingan, Asisten Teknis Reproduksi, Manajemen Peternakan, magang Penanganan semen beku, magang Bull Master, magang Laboran, magang Pembuatan Hay dan Silase, magang Potong kuku dan salon pejantan)
c. Penilaian Kinerja (Peningkatan remunerasi) d. Pengkajian metode (Metode dan Hak Paten) e. Pengembangan metode pemasaran dan informasi 3. Aspek Sarana dan Prasarana
a. Peningkatan sarana dan prasarana
b. Pengadaan sarana dan prasarana teknologi informasi 4. Aspek Keuangan
b. Program : intensifikasi penerimaan dan pengelolaan dana masyarakat
Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari telah menetapkan Indikator Kinerja (IK) tahun 2015 sebagai berikut :
Tabel 1. Indikator Kinerja APBN Tahun 2015
No Sasaran Indikator Kinerja Sumber Dana
1 Peningkatan Produksi Ternak Sinkronisasi Birahi 140.500 dosis DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 2 Pengembangan Padang Penggembalaan Pengembangan Padang Penggembalaan 1 Ha DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 3 Pengembangan Kebun HPT di UPT Pengembangan Kebun HPT di UPT 50 Ha DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 4 Pendampingan Pembibitan di Masyarakat Pendampingan Pembibitan di Masyarakat 10 kelompok DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 5 Peningkatan Kualitas semen Beku
Produksi Semen Beku 307.400 dosis DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 6 Peningkatan SDM KSST Peningkatan SDM KSST 53 orang DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 7 Distribusi Semen Beku
Distribusi Semen Beku 200.000 dosis
DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 8 Serapan anggaran Realisasi anggaran sebesar
100 %
DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019
Tabel 2. Indikator Kinerja BLU Tahun 2015
No Sasaran Indikator Kinerja Sumber Data
1 Peningkatan Kualitas semen Beku
Produksi Semen Beku 2.692.600 dosis DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 2 Peningkatan SDM Perbibitan Peningkatan SDM Perbibitan 317 orang DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019 3 Distribusi Semen Distribusi Semen Beku DIPA BLU TA 2015
Beku 1.600.000 dosis RENSTRA 2015-2019 4 Serapan anggaran Realisasi anggaran sebesar 40
%
DIPA BLU TA 2015 RENSTRA 2015-2019
2.2. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
Rencana Kerja Tahunan 2015 menggambarkan rencana kerja mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Januari 2015 seperti terlihat pada tabel berikut.
Tabel 3. Rencana Kinerja Tahunan 2015
No Uraian Output
1 Peningkatan Produksi Ternak (ekor) 140.500
2 Pengembangan Padang penggembalaan (Pastura) di UPT (Ha)
1
3 Pengembangan Kebun HPT di UPT (Ha) 51
4 Peningkatan Kualitas Semen Beku APBN (dosis) 307.400
5 Peningkatan Kualitas Semen Beku BLU (dosis) 2.692.600
6 Peningkatan SDM Perbibitan BLU (orang) 317
7 Peningkatan SDM KSST (orang) 53
8 Dukungan manajemen dan dukungan teknis lainnya Ditjen Peternakan (kegiatan)
1
2.3. Perjanjian Kinerja (PK)
Perjanjian Kinerja atau yang disebut dengan Pedoman Penetapan Kinerja merupakan suatu dokumen pernyataan kinerja/kesepakatan kinerja/perjanjian kinerja antara atasan dan bawahan untuk mewujudkan target kinerja tertentu berdasarkan sumber daya yang dimiliki oleh instansi. Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari melaksanakan kegiatan berdasarkan penetapan kinerja tahun 2015 yaitu kesepakatan kontrak kinerja antara Kepala BBIB Singosari dengan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah sebagai berikut :
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
BBIB Singosari mempunyai sasaran strategis APBN yaitu Peningkatan Produksi Ternak, Pengembangan Padang Penggembalaan (Pastura), Pengembangan Kebun HPT di UPT, Pendampingan Pembibitan di Masyarakat, Peningkatan Kualitas Semen Beku, Peningkatan SDM KSST, distribusi semen beku dan serapan anggaran. Sasaran startegis BLU adalah Peningkatan Kualitas Semen Beku, Peningkatan SDM Perbibitan, Distribusi Semen Beku dan serapan anggaran. Sasaran strategis tersebut masing-masing mempunyai Indikator kinerja yang selanjutnya akan diukur tingkat capaian kinerjanya dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja utama dengan realisasinya.
3.1. Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran
Pengukuran tingkat capaian kinerja Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Tahun 2015 dilakukan dengan cara membandingkan antara target indikator kinerja dengan realisasinya. Kriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran kinerja ditetapkan berdasarkan penilaian capaian melalui metode scoring yaitu : (1). Sangat berhasil (capaian > 100%), (2). Berhasil (capaian 80-100%), (3). Cukup berhasil (capaian 60-79%) dan (4). Kurang berhasil (capaian < 60%) terhadap sasaran yang telah ditetapkan.
3.2. CAPAIAN KINERJA TAHUN 2015
. Rincian tingkat capaian masing-masing indikator kontrak kinerja disajikan dalam tabel berikut :
Tabel 4. Capaian Kontrak Kinerja Tahun 2015
No Sasaran
Program/Kegiatan
Indikator Kinerja Target Realisasi Keterangan
1 Tercapainya Peningkatan Kuantitas dan 1.Produksi Semen Beku (APBN) 307.400 dosis 312.093 dosis
Kualitas Benih dan Bibit 2.Produksi Semen Beku (BLU) 2.692.600 dosis 1.760.591 dosis
1.Pejantan istirahat, 2.Dampak iklim (produksi turun),namun suplai msih aman karena stock cukup banyak 3.Distribusi Semen Beku (APBN) 200.000 dosis 213.383 dosis 4.Distribusi Semen Beku BLU 1.600.000 dosis 2.037.355 dosis
Permintaan bertambah untuk kegiatan BGIB 5.Pendampingan Pembibitan di Masyarakat 10 kelompok 15 kelompok
Pendampingan ke BIBD dan kelompok ternak
6.Peningkatan SDM Perbibitan
370 orang 416 orang Terdapat peningkatan permintaan bimtek dan magang
2 Tercapainya Peningkatan Produksi Ternak Sinkronisasi Birahi 140.500 ekor 116.772 ekor
1.Anggaran APBNP baru turun pada bulan Maret. 2. Pedum diterima pada bulan April. 3.Proses pengadaan dan penyerahan barang ke daerah terlambat. 4.Pelaksanaan banyak dilakukan secara door to door. 5. Petugas teknis di daerah masih kurang 3 Tercapainya Peningkatan Produksi Pakan Ternak Pengembangan HPT Pastura Kebun 1 Ha 51 Ha 1 Ha 51 Ha Produksi Bibit/Benih HPT 60.000 stek/pols 101.000 stek/pols
Realisasi melebihi target sebagai upaya peran aktif BBIB Singosari melayani peternak 4 Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan 1 dokumen 1 dokumen
Tabel 5. Tingkat Capaian Indikator Kinerja APBN Tahun 2015 NO SASARAN
INDIKATOR KINERJA
URAIAN TARGET CAPAIA
N % Hasil 1 Peningkatan Produksi Ternak Sinkronisasi Birahi 140.500 ekor 140.500 ekor 116.772 ekor 83,11 Berhasil 2 Pengembang an Padang Penggembala an Pengembangan Padang Penggembalaan 1 Ha 1 Ha 1 Ha 100,00 Berhasil 3 Pengembang an Kebun HPT di UPT Pengembangan Kebun HPT di UPT 50 Ha 50 Ha 50 Ha 100,00 Berhasil 4 Pendampinga n Pembibitan di Masyarakat Pendampingan Pembibitan di Masyarakat 10 kelompok
10 kel 15 kel 150,00 Sangat berhasil 5 Peningkatan Kualitas semen Beku Produksi Semen Beku 307.400 dosis 307.400 dosis 312.092 dosis 101,53 Sangat berhasil 6 Peningkatan SDM KSST Peningkatan SDM KSST 53 orang
53 orang 52 orang 98,11 Berhasil
7 Distribusi Semen Beku Distribusi Semen Beku 200.000 dosis 200.000 dosis 213.383 dosis 106,69 Sangat berhasil 8 Serapan anggaran
Jumlah anggaran yang terealisasi sebesar 100 %
100% 88,68% 88,68 Berhasil
Tabel 6. Tingkat Capaian Indikator Kinerja BLU Tahun 2015
NO SASARAN URAIAN INDIKATOR KINERJA
TARGET CAPAIAN % Hasil
1 Peningkatan Kualitas semen Beku Produksi Semen Beku 2.692.600 dosis 2.692.600 dosis 1.760.591 dosis 65,39 Cukup berhasil 2 Peningkatan SDM Perbibitan Peningkatan SDM Perbibitan 317 orang
317 orang 364 orang 114,83 Sangat berhasil
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA
URAIAN TARGET CAPAIAN % Hasil
3 Distribusi Semen Beku Distribusi Semen Beku 1.600.000 dosis 1.600.000 dosis 2.037.355 dosis 127,33 Sangat berhasil 4 Serapan anggaran Realisasi anggaran sebesar 40% 40% 34,20% 85.50 Berhasil
3.3. ANALISIS CAPAIAN KINERJA
Analisis dan evaluasi capaian kinerja tahun 2015 Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Peningkatan Produksi Ternak (Sinkronisasi Birahi 140.500 ekor)
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah ternak yang terseleksi sebagai indikator kinerja. Berdasarkan pengukuran Indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa Peningkatan Produksi Ternak (Sinkronisasi Birahi 140.500 ekor) hanya terealisasi 116.772 ekor (83,11%) disebabkan : 1. Anggaran APBNP baru turun pada bulan Maret. 2. Pedum diterima pada bulan April. 3. Proses pengadaan dan penyerahan barang ke daerah terlambat. 4. Pelaksanaan banyak dilakukan secara door to door. 5. Petugas teknis di daerah masih kurang. Program Peningkatan Produksi Ternak (Sinkronisasi Birahi) merupakan program baru dari anggaran APBNP.
2. Pengembangan Padang Penggembalaan
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah pengembangan padang penggembalaan yang dilakukan sebagai indikator kinerja. Berdasarkan pengukuran Indikator kinerja, maka Pengembangan Padang Penggembalaan telah tercapai sesuai target yaitu 1 Ha (100%).
3. Pengembangan Kebun HPT di UPT
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah perawatan kebun HPT di UPT yang dilakukan sebagai indikator kinerja. Berdasarkan pengukuran
indikator kinerja, maka pengembangan kebun HPT di UPT telah tercapai sesuai target yaitu 50 Ha (100%).
4. Pendampingan Pembibitan di Masyarakat
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah pendampingan pembibitan yang dilakukan sebagai indikator kinerja. Berdasarkan pengukuran Pendampingan Pembibitan di Masyarakat target 10 kelompok dan realisasi 15 kelompok (150%), merupakan pendampingan ke BIBD dan kelompok ternak. 5. Peningkatan Kualitas Semen Beku
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah produksi semen beku yang dihasilkan sebagai indikator kinerja. Berdasarkan pengukuran Indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa Sasaran Produksi Semen Beku APBN terealisasi sebesar 101,53% dan BLU terealisasi 65,39% disebabkan pejantan istirahat dan dampak iklim (produksi turun), namun suplai masih aman karena stock cukup banyak.
Indikator kinerja sasaran Produksi Semen Beku, dicapai melalui 2 (dua) kegiatan dengan output sebagai berikut :
a. Jumlah produksi semen beku APBN tahun 2015 sebesar 312.093 dosis dan tahun 2014 sebesar 327.563 dosis
b. Jumlah produksi semen beku BLU tahun 2015 sebesar 1.760.591 dosis dan tahun 2014 sebesar. 2.577.225 dosis
a. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2014) produksi semen beku APBN mengalami penurunan sebesar 3,72% dan produksi semen beku BLU mengalami penurunan sebesar 31,69%. Penurunan tersebut tersebut pejantan istirahat dan dampak iklim (produksi turun), namun suplai masih aman karena stock cukup banyak.
6. Peningkatan SDM KSST (APBN)
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah SDM yang dilatih sebagai indikator kinerja. Berdasarkan pengukuran Indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa sasaran peningkatan SDM KSST terealisasi sebesar 98,11% disebabkan calon peserta 1 (satu) orang tidak diijinkan oleh instansinya
1 (satu) hari sebelum keberangkatan. Peningkatan SDM KSST merupakan program baru di tahun 2015.
7. Peningkatan SDM Perbibitan (BLU)
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah SDM yang dilatih sebagai indikator kinerja. Berdasarkan pengukuran Indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa sasaran peningkatan SDM Perbibitan teralisasi sebesar 114,83%. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2014) sejumlah 328 orang, sehingga Peningkatan SDM Perbibitan mengalami kenaikan sebesar 9,89%. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan bimtek dari daerah.
8. Distribusi Semen Beku
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah semen beku yang terdistribusi. Berdasarkan pengukuran Indikator kinerja, maka dapat disimpulkan bahwa sasaran distribusi semen beku APBN terealisasi sebesar 106,69% dan distribusi semen beku BLU terealisasi sebesar 127,33%.
Indikator kinerja sasaran Distribusi Semen Beku dengan kegiatan yang outputnya berupa :
a. Jumlah distribusi semen beku APBN (sapi dan kambing) sebesar 213.383 dosis dari target sebesar 200.000 dosis dan tahun 2014 sebesar 203.172 dosis dari target sebesar 200.000 dosis.
b. Jumlah distribusi semen beku BLU (sapi dan kambing) sebesar 2..037.355 dosis dari target sebesar 1.600.000 dosis dan tahun 2014 sebesar 2.087.310 dosis dari target sebesar 1.647.600 dosis.
Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya (2014) distribusi semen beku APBN mengalami kenaikan sebesar 4,78%, sedangkan distribusi semen beku BLU mengalami penurunan sebesar 2,38%. Penurunan tersebut disebabkan beberapa mitra kerja tidak mencapai target dalam pembelian semen beku.
9. Serapan anggaran
Untuk mencapai sasaran tersebut, diukur dengan jumlah anggaran yang terealisasi. Berdasarkan pengukuran Indikator kinerja, maka dapat disimpulkan
bahwa serapan anggaran sebesar Rp 81.036.620.623,- (73,46%) dari target sebesar Rp 110.311.066.000,- terdiri dari realisasi anggaran APBN sebesar Rp.36.893.634.937,- (88,68%) dari target sebesar Rp 41.604.535.000,- disebabkan adanya sisa lelang dan anggaran peningkatan SDM KSST hanya terealisasi sebesar Rp 3.429.437.610,- (51,64%) dari target sebesar Rp 6.641.410.000,- (MoU baru ditanda tangani pada bulan september 2015), sehingga kegiatan tidak terealisasi secara keseluruhan. Anggaran.APBNP terealisasi sebesar Rp 39.867.914.654,- (70,93%) dari target sebesar Rp 56.206.531.000,- . disebabkan adanya sisa dana lelang dan sisa dana opersional seleksi akseptor, operasional penyuntikan, operasional IB dan operasional PKB/ATR. Anggaran BLU realisasi sebesar Rp 4.275.071.032,- (34,20%) target sebesar Rp 12.500.000.000,- disebabkan remunerasi belum bisa dibayarkan karena usulan PMK Remunerasi belum disetujui.
3.4 . Akuntabilitas Keuangan
Pencapaian kinerja akuntabilitas bidang keuangan Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari pada umumnya cukup berhasil dalam mencapai sasaran dengan baik. Untuk membiayai operasional Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari pada tahun 2015 BBIB Singosari memperoleh dana sebesar Rp. 116.266.066.000,- terdiri dari anggaran APBN sebesar Rp. 41.604.535.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 36.893.634.937,- atau sebesar 88,68% dan anggaran APBNP sebesar Rp 62.161.531.000,- dan pada bulan Desember mengalami penghematan menjadi Rp 56.206.531.000,- dengan realisasi sebesar Rp 39.867.914.654,- atau sebesar 70,93%, anggaran BLU (Badan Layanan Umum) sebesar Rp. 12.500.000.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 4.275.071.032,- atau sebesar 34,20%. Target PNBP tahun 2015 sebesar Rp 12.500.000.000,- dengan realisasi Rp. 14.478.673.551,- terdiri dari Penerimaan Umum sebesar Rp 435.283.795,- dan Penerimaan BLU Rp 14.043.389.756,-. Bertolak belakang dengan pola serapan Rupiah Murni, untuk serapan BLU berprinsip efisien dan produktif (sehemat mungkin agar diperoleh surplus).
Target Penerimaan Negara Bukan Pajak tahun 2015 sebesar Rp 12.500.000.000,- dengan realisasi sampai dengan bulan Desember 2015 sebesar Rp. 21.391.131.405,- terdiri dari penerimaan umum sebesar Rp 745.844.810,- dan penerimaan BLU sebesar Rp 20.645.286.595,- (terdapat surplus tahun 2013 sebesar Rp 6.936.258.823) sehingga penerimaan murni BLU tahun 2014 sebesar Rp 13.709.027.772,-.
3.5. Capaian Kinerja Lainnya (kerjasama dan penghargaan di tahun 2015)
Dalam upaya meningkatkan kinerja layanan dan peningkatan penjualan semen beku, telah dilakukan kerjasama dengan beberapa instansi atau mitra kerja pada tahun 2015 antara lain :
1. Kerjasama Dalam Negeri
a. Kerjasama dengan Dinas Peternakan atau yang membidangi peternakan dalam bentuk distribusi semen beku dan layanan lain.
b. Kerjasama dengan Dinas Peternakan Propinsi Jawa Timur mengenai produksi semen beku Domba Ekor Gemuk.
c. Kerjasama dengan Universitas Negeri Gorontalo dalam bidang pendidikan d. Kerjasama dengan Universitas Negeri Brawijaya Malang dalam bidang
pendidikan.
e. Kerjasama dengan Lembaga Riset/Perguruan Tinggi Universitas Brawijaya dengan judul riset Realisasi Bank Sel Gamet (Spermatozoa) Kambing dan Domba Lokal Untuk Konservasi dan Komersialisasi Plasma Nutfah Indonesia. f. Kerjasama Penjualan Semen Beku
Kerjasama penjualan semen beku dilakukan dalam rangka penyediaan semen beku di daerah untuk memenuhi kebutuhan dalam pelaksanaan Inseminasi Buatan. Ada 10 mitra kerjasama Penjualan semen Beku meliputi :
KPRI Rukun Wargo Propinsi Jawa Timur.
GKSI Korda Jawa Timur
GKSI Korda Jawa Barat
Paguyuban Inseminator Kabupaten Rembang
Paguyuban Inseminator Kabupaten Makarti, Gunung Kidul
Paguyuban Inseminator Sato Manunggal Kabupaten Kulon Progo
KPRI Guyub Rukun Yogyakarta
CV. Gumilang Abadi Singosari
CV. Dani Grobogan 2. Kerjasama Luar Negeri
a. Kerjasama dengan Kementerian Sekretaris Negara
Latar belakang kerjasama ini adalah dalam rangka mendukung realisasi komitmen Presiden Republik Indonesia untuk memberikan bantuan kepada Pemerintah Timor Leste sebesar 6 juta USD selama jangka waktu 3 tahun dalam bentuk peningkatan kapasitas (capacity building) melalui penyelenggaraan pelatihan internasional bidang inseminasi buatan dalam rangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) Indonesia, dengan tujuan :
Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan wawasan peserta mengenai pelaksanaan program inseminasi buatan untuk mendukung perkembangan sub sektor peternakan.
Berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai keberhasilan pembangunan peternakan di Indonesia terutama dalam bidang inseminasi buatan.
Pada tahun 2015 telah dilakukan Training Course on Artificial Insemination of Dairy Cattle for Timor Leste tahun 2015 sebanyak 8 (delapan) orang di BBIB Singosari.
b. Kerjasama Selatan-Selatan Triangular.
Merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia, Pemerintah Kyrgystan dan Islamic Development Bank (IDB) dalam rangka Reverse Linkage penguatan Inseminasi Buatan di negara Kyrgystan.
Sebagai langkah keberhasilan dan prestasi baik yang disampaikan melalui pelayanan tata informasi, pelayanan teknis dan pengembangan teknologi, Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari berturut - turut telah mendapat penghargaan pada tahun 2015 sebagai berikut :
1. Penerima SNI Award berupa Piala Emas dengan kategori perusahaan menengah jasa dari Badan standarisasi Nasional tanggal 10 Nopember 2015 di Jakarta.
2. Penerimaan penghargaan WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dihadiri oleh pimpinan KPK pada peringatan hari anti korupsi sedunia di ITB Bandung 10 – 11 Desember 2015.
3. Penghargaan dari KPK dan Inspektorat Jenderal sebagai Instansi yang rutin melaporkan gratifikasi.
4. Smart and Inovator Leader Award dari Tree Uno Jakarta.
3.6. Hambatan dan Kendala
Hambatan dan kendala yang dihadapi pada tahun 2015 meliputi :
1) Terdapat pejantan diatas usia produktif.terutama pejantan eksotik (Simental dan Limousin) yang perlu dicari solusi replacementnya.
2) Sulitnya mencari pejantan lokal.
3) PMK Remunerasi belum disetujui sehingga remunerasi belum bisa dibayarkan dan berdampak pada realisasi anggaran BLU rendah.
4) Masih terdapat piutang yang belum diselesaikan oleh mitra kerja.
3.7. Upaya dan Tindak Lanjut
Upaya dan tindak lanjut dalam menghadapi hambatan dan kendala tahun 2014 meliputi :
1) Mengalokasikan anggaran pengadaan pejantan tahun 2016.
2) Koordinasi dengan Dinas Peternakan dalam seleksi pejantan lokal. 3) Memasukkan e katalog terhadap layanan BLU.
4) Berupaya meningkatkan pemasaran sebaik mungkin. 5) Meningkatkan sistem layanan.
6) Menindak lanjuti keluhan pelanggan secepat mungkin 7) Menjajagi peluang ekspor secara optimal.
2) Melakukan promosi secara kontinu.
3) Promosi penggunaan semen beku sapi lokal.
4) Monitoring ke lapangan dan membantu permasalahan reproduksi yang ada di lapangan.
5) Pendekatan secara intensif pada mitra.
BAB IV
P E N U T U P
1. KesimpulanBerdasarkan uraian pada bab sebelumnya, dapat disimpulkan sebagai berikut : b. Produksi semen beku APBN tahun 2015 bila dibandingkan dengan tahun
sebelumnya (2014) mengalami penurunan sebesar 3,72% dan produksi semen beku BLU mengalami penurunan sebesar 31,69%. Penurunan tersebut pejantan istirahat dan dampak iklim (produksi turun), namun suplai masih aman karena stock cukup banyak.
c. Distribusi semen beku APBN tahun 2015 bila dibandingkan dengan tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 4,78%, sedangkan distribusi semen beku BLU mengalami penurunan sebesar 2,38%. Penurunan tersebut disebabkan beberapa mitra kerja tidak mencapai target dalam pembelian semen beku. d. Pada kegiatan Peningkatan Produksi Ternak (Sinkronisasi Birahi) merupakan
program baru dari anggaran APBNP dengan target 140.500 ekor dan terealisasi 116.772 ekor (83,11%) disebabkan : 1. Anggaran APBNP baru turun pada bulan Maret. 2. Pedum diterima pada bulan April. 3. Proses pengadaan dan penyerahan barang ke daerah terlambat. 4. Pelaksanaan banyak dilakukan secara door to door. 5. Petugas teknis di daerah masih kurang.
e. Realisasi anggaran sebesar Rp 81.036.620.623,- (73,46%) dari target sebesar Rp 110.311.066.000,- terdiri dari anggaran : 1. APBN realisasi sebesar Rp 36.893.634.937,- (88,68%) dari target sebesar Rp 41.604.535.000,- disebabkan adanya sisa lelang dan anggaran peningkatan SDM KSST hanya terealisasi sebesar Rp 3.429.437.610,- (51,64%) dari target sebesar Rp 6.641.410.000,- (MoU baru ditanda tangani pada bulan september 2015), sehingga kegiatan tidak terealisasi secara keseluruhan. 2. .APBNP terealisasi sebesar Rp 39.867.914.654,- (70,93%) dari target sebesar Rp 56.206.531.000,- . disebabkan adanya sisa dana lelang dan sisa dana opersional seleksi akseptor, operasional penyuntikan, operasional IB
dan operasional PKB/ATR. 3. BLU realisasi sebesar Rp 4.275.071.032,- (34,20%) dari target sebesar Rp 12.500.000.000,- disebabkan remunerasi belum bisa dibayarkan karena usulan PMK Remunerasi belum disetujui.
2. Saran
Sebagai satker BLU, dukungan yang dibutuhkan BBIB Singosari terdiri dari : a. Komitmen pembinaan dari Kementerian Pertanian dan Kementerian
Keuangan.
b. Kesamaan persepsi dalam mensikapi BLU agar layanan terus berkembang. c. Semaksimal mungkin diposisikan sebagai pihak ketiga dalam kerjasama. d. Budgeting sesuai arah pengembangan bisnis terutama jika masih terdapat
kegiatan-kegiatan penugasan.
e. PMK Remunerasi perlu segera disetujui sehingga Remunerasi bisa dibayarkan.
BIDANG PELAYANAN TEKNIS
BIDANG
PEMASARAN DAN INFORMASI
KEPALA BAGIAN UMUM SUB BAGIAN PROGAM DAN KEUANGAN SEKSI INFORMASI DAN PEMANTAUAN MUTU SEMEN SEKSI PEMASARAN DAN KERJASAMA SEKSI PRODUKSI SEMEN DAN PENGEMBANGAN INSEMINASI BATAN SEKSI PEMELIHARAAN DAN PENINGKATAN MUTU GENETIK TERNAK
JABATAN FUNGSIONAL SUB BAGIAN RUMAH TANGGA DAN PERLENGKAPAN SUB BAGIAN KEPEGAWAIAN DAN TATA USAHA
Lampiran : 1 Struktur organisasi BBIB Singosari berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/6/2012 tanggal 5 Juni 2012
Kepala Balai : Drh. Maidaswar, M.Si
Kepala Bagian Umum : Drh. Enniek Herwiyanti, MP
Kepala Bidang Yantek : Drh. Sarastina, MP
Kepala Bidang PI : Ir. Jack Pujianto
Kasubag Program dan Keuangan : Ir. Nurkhayati, MM
Kepala Subag Kepeg dan TU : Suhartati Noviana, S.Pt
Kepala Subag RT dan Perlengkapan : Natalia Heni K., S.Pt. M.Hum Kepala Seksi Pemeliharaan dan PMGT : I Putu Eka Sentana, S.Pt Kepala Seksi Produksi dan Pengembangan IB : Drh. Anny Amaliya
Kepala Seksi Pemasaran dan Kerjasama : Nugro Menik Nurhayati, S.Pt Kepala Seksi Informasi dan Pemantauan Mutu: Suharyanta, S.Pt
Lampiran : 2 Data SDM Tahun 2010 - 2015 NO PENDIDIKAN 2010 2011 2012 2013 2014 2015 1 S2 4 5 6 5 6 6 2 Dokter Hewan 9 9 9 9 8 10 3 S1 Peternakan 18 21 19 17 17 19 4 S1 Ekonomi 2 2 2 2 2 2 5 S1 Sosial 1 1 6 D3 Keswan 4 5 5 4 6 6 7 D3 Peternakan 2 4 4 5 8 9 8 D3 Perpustakaan 2 2 2 2 2 9 D3 Akuntansi 1 1 1 1 1 10 SNAKMA 7 8 8 6 6 6 11 SMA/SMK 7 12 8 5 9 15 12 SMEA 7 6 6 6 7 5 13 STM 9 6 9 8 8 5 14 SLTP 15 14 13 13 10 8 15 SD 7 6 5 5 4 4
Lampiran 4 Pencapaian Target Produksi Semen Beku APBN dan BLU Tahun 2015
Indikator Kinerja Target Realisasi % Hasil
Produksi Semen Beku APBN
307.400 dosis 312.093 dosis 101,50 Sangat berhasil
Produksi Semen Beku BLU 2.692.600 dosis 1.760.591 dosis 65,38 Cukup.
Produksi tidak mencapai 100% disebabkan pejantan istirahat dan dampak iklim (produk menurun). Namun suplai masih aman karena stock masih banyak
No. Tahun Target Realisasi Prosentasi 1 2010 152,000 159,248 104.77 2 2011 302,000 306,873 101.61 3 2012 202,000 206,335 102.15 4 2013 202,400 211,673 104.58 5 2014 202,400 203,172 100.38 6 2015 209,850 213,283 101.64
Lampiran 7. Target dan Realisasi Indikator Kinerja Distribusi Semen Beku APBN
No. Tahun Target Realisasi Prosentasi 1 2010 2,437,800 2,819,906 115.67 2 2011 1,981,000 1,764,763 89.08 3 2012 2,250,000 2,086,606 92.74 4 2013 2,297,600 1,045,220 45.49 5 2014 1,647,600 2,087,310 126.69 6 2015 1,600,000 2,043,740 127.73
Lampiran 8 Target dan Realisasi Distribusi Semen Beku BLU Tahun 2010 - 2015
Lampiran 9 Pencapaian Kinerja Akuntabilitas Bidang Keuangan dari Anggaran APBN Tahun 2015
No. Sasaran Program/ Kegiatan Utama Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Hasil
1. Sinkronisasi Birahi Peningkatan Produksi Ternak 56.206.531.000,- 39.867.914.654 70,93 Cukup Berhasil 2.. Peningkatan Produksi Pakan Ternak Pengembangan Padang Penggembalaan dan Pengembangan Kebun HPT 3.897.707.000,- 3.530.822.685,- 90,59 Berhasil 3. Produksi Semen Beku
Peningkatan Kuantitas dan Kualitas Benih dan Bibit
29.135.322.000,- 25.009.611.788,- 85,84 Berhasil
2. Keperluan Perkantoran
Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Ditjen Peternakan
8.571.506.000,- 8.353.200.454,- 97,00
Berhasil
Lampiran 10 Pencapaian Kinerja Akuntabilitas Bidang Keuangan dari Anggaran BLU Tahun 2015
No. Sasaran Program/ Kegiatan Utama Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) % Hasil
1. Produksi Semen Beku
Peningkatan Kuantitas Semen Beku Sapi 9.702.005.000,- 2.844.404.921,- 29,00 Kurang berhasil 2. Pemeliharaan sarana dan prasarana
Pemeliharaan sarana dan prasarana UPT IB dan ET
58.150.000,- 9.850.000,- 17,00 Kurang berhasil 3 Peningkatan SDM Peningkatan SDM Perbibitan 1.489.845.000,- 1.416.568.811,- 95,00 Berhasil 4 Kendaraan Roda
6
Kendaraan Bermotor 500.000.000,- - 0 Kurang
berhasil 5 Pengolah Data
dan Komunikasi
Perangkat Pengolah data dan Komunikasi
50.000.000,- - 0 Kurang
berhasil 6 Peralatan Kantor Peralatan dan Fasilitas
Perkantoran
50.000.000,- 4.247.300 8,00 Kurang berhasil
7 Gedung/bangunan Gedung/bangunan 650.000.000,- - 0 Kurang
berhasil
Jumlah 12.500.000.000,- 4.275.071.032,- 34,20 Kurang
Lampiran 11 Target dan Realisasi Anggaran APBN Tahun 2010 - 2015
No. Tahun Target Realisasi Prosentasi
1 2010 10,739,856,000 9,921,809,586 92.38 2 2011 23,433,782,000 20,399,646,453 87.05 3 2012 11,799,745,000 11,719,623,802 99.32 4 2013 22,435,805,000 20,494,534,038 91.34 5 2014 20,620,575,000 20,235,143,078 98.13 6 2015 41,604,535,000 36,893,634,937 88.68
No. Tahun Target Realisasi Prosentasi 1 2011 19,068,100,000 8,987,952,214 47.13 2 2012 20,832,800,000 9,565,213,174 45.91 3 2013 20,832,800,000 9,353,714,860 44.89 4 2014 24,455,316,000 5,822,818,568 23.81 5 2015 12,500,000,000 4,275,071,032 34.20
Lampiran 12 Target dan Realisasi Anggaran BLU Tahun 2011 - 2015
Lampira 13 TARGET DAN REALISASI LAYANAN TAHUN 2010 - 2015
Target Realisasi (%) Target Realisasi (%) Target Realisasi (%) Target Realisasi (%) Target Realisasi (%) Target Realisasi (%)
1 Penjualan Semen Beku
KSO / BLU 2,437,800 2,819,906 115.7 1,981,000 1,764,763 89.1 2,250,000 2,086,606 92.7 2,297,600 1,045,220 45.5 1,647,600 2,087,310 126.7 1,600,000 2,043,740 127.73
2 Bimbingan Teknis Manajemen IB 428 384 637 519 200 554 277.0
-Bimbingan Teknis 320 287 541 385 336 370 416 112.43
-Prakerin 107 90 88 126 188 200 368 184.00
-Penelitian S-1 1 7 8 8 30 10 23 230.00
3 Layanan Masyarakat 6,500 7,144 6,001 7,651 7,500 9,330 124.4
- Layanan Masyarakat BLU 5,808 5,912 5,956 6,544 6,697 7000 5806 82.94
- Layanan Tamu Balai 692 1,232 45 1,107 2,083 1500 2703 180.20
- Layanan PENAS 550 Gratis
4 Penggunaan Sarana dan Prasarana 1 26 42 71 2 50 2,500 400 598 149.50
5 Uji Mutu Semen 350 601 171.7 600 1,627 271.2 950 1,498 157.7 1,150 1,105 96.1 1,000 1,316 131.6 1800 2133 118.50
6 Penelitian S2, S3 dan Program Kampus 7 4 4 3 4 133.3 4 3 75.00
7 Jasa Konsultasi 1 3 2 9 450.0 9 2 22.22
8 Jasa Instruktur/Juri Kontes 22 29 35 25 5 30 600.0 27 35 129.63
9 Pelayanan Purna Jual/MONEV (kegiatan) 30 48 160 35 38 108.6 40 61 152.5 50 60 120.0 40 44 110.00
Catatan :
* masih menggunakan sistem KSO
Tahun 2015
Jenis Layanan Tahun 2014
Lampiran 14 Penerimaan BLU tahun 2011 - 2015
2011 2012 2013 2014 2015
1 Layanan Penjualan Semen Beku 8,830,472,805 9,048,609,000 10,206,217,300 12,326,073,818 13,463,192,800 2 Beimtek Manajemen IB 1,701,985,000 1,680,250,000 1,796,000,000 950,000,000 1,653,090,000 3 Pengujian Mutu Semen 50,908,300 50,096,500 28,610,500 37,060,000 69,290,000 4
Layanan Masyarakat 53,633,000 56,452,950 58,460,000 62,490,000 59,530,000
5 Jasa Instruktur/ Juri Kontes Ternak 13,496,800 11,164,125 6,383,000 45,500,000 55,750,000 6 Jasa Konsultasi - 10,375,000 330,000 11,250,000 2,250,000 7 Penggunaan Sarana dan Prasarana - 50,725,000 75,639,600 49,675,000 93,787,500 8 Penelitian S2, S3, dan Progam Kampus - 14,000,000 12,250,000 12,250,000 3,500,000 9 Lain-lain - - - - 153,631,800 9 Jasa Giro 52,897,533 83,076,888 101,498,265 213,338,954 648,599,549 10,703,393,438 11,004,749,463 12,285,388,665 13,707,637,772 16,202,621,649 No Jenis Layanan JUMLAH Tahun
Lampiran 15 Surplus BLU tahun 2011 - 2015