• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSIDING PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH BALI, 28 JULI 2017 PEMBICARA UTAMA SEMINAR PARALEL DENGAN TEMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROSIDING PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH BALI, 28 JULI 2017 PEMBICARA UTAMA SEMINAR PARALEL DENGAN TEMA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

ISSN : 2302-450X

PROSIDING

PERTEMUAN DAN PRESENTASI KARYA ILMIAH

BALI, 28 JULI 2017

PEMBICARA UTAMA SEMINAR PARALEL DENGAN TEMA

“Internet of Things (IoT) & Big Data : Teknologi, Tantangan dan Peluang”

Dr. Nyoman Putra Sastra, ST.,MT.

Nugroho Gito

PENYUNTING AHLI

Dr. Anak Agung Istri Ngurah Eka Karyawati, S.Si,M.Eng.

Dr. H. Agus Zainal Arifin,S.Kom.,M.Kom.

Dr. I Ketut Gede Suhartana,S.Kom.,M.Kom

Dr.techn. Ahmad Ashari,M.Kom.

(3)

PELAKSANA SEMINAR

PELINDUNG

Rektor Universitas Udayana, Bali

PENANGGUNG JAWAB

Dekan Fakultas MIPA Universitas Udayana

Ketua Program Studi Teknik Informatika, FMIPA Universitas Udayana

PANITIA

I Gede Oka Gartria Atitama, S.Kom., M.Kom.

Gst. Ayu Vida Mastrika Giri,S.Kom., M.Cs.

Luh Arida Ayu Rahning Putri, S.Kom.,M.Cs.

Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, S.Kom., M.Cs.

I Putu Gede Hendra Suputra, S.Kom., M.Kom.

I Gede Arta Wibawa,S.T., M.Cs.

I Made Widiartha, S.Si., M.Kom.

I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan, S.Kom., M.Kom.

I Gst. Ngurah Anom Cahyadi Putra, S.T., M.Cs.

I Wayan Supriana, S.Si.,M.Cs.

Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom

Dr. I Ketut Gede Suhartana, S.Kom.M.Kom

Dr. A.A. I. N. Eka Karyawati, S.Si.,M.Eng.

I Gede Santi Astawa, S.T., M.Cs.

Made Agung Raharja, S.Si., M.Cs.

Ida Bagus Gede Dwidasmara, S.Kom.,M.Cs.

I Komang Ari Mogi, S.Kom., M.Kom.

Ida Bagus Made Mahendra, S.Kom., M.Kom.

(4)

KATA PENGHANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas terselesainya penyusunan

Pro-siding SNATIA 2017 ini. Buku ini memuat naskah hasil penelitian dari berbagai bidang kajian yang telah

direview oleh pakar di bidangnya dan telah dipresentasikan dalam acara Seminar SNATIA tahun 2017

pada tanggal 28 Juli 2017 di Universitas Udayana kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali.

Kegiatan SNATIA 2017 merupakan agenda tahunan Program Studi Teknik Informatika, Jurusan

Ilmu Komputer, Universitas Udayana. SNATIA 2017 mengambil tema “Internet of Things (IoT) & Big

Da-ta : Teknologi, TanDa-tangan dan Peluang” dengan pembicara uDa-tama seminar yang terdiri dari

pakar-pakar peneliti dan pemerhati di bidang Teknologi Informasi, Internet of Things (IoT), dan Big Data.

Meskipun kegiatan seminar dan pendokumentasian naskah dalam prosiding ini telah

dipersiap-kan dengan baik, namun kami menyadari masih banyak kekurangannya. Panitia memohon maaf yang

sebesar-besarnya atas kekurangan yang ada. Kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan untuk

penyempurnaan di masa mendatang, yang dapat dikirimkan melalui e-mail

[email protected].

Kepada semua pihak yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam penyelenggaraan

sem-inar dan penyusunan proceeding SNATIA 2017, panitia mengucapkan terima kasih.

Jimbaran, 28 Juli 2017

(5)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

Daftar Isi

Artificial Intelligence

Penentuan Jalur Distribusi Barang Melalui Jalur Laut Menggunakan Algoritma Genetika

Ketut Adi Praja Putra, I Gede Arta Wibawa ... 1

Penentuan Range Nilai Besaran Fisis Film Hasil Photo Sinar-X Mammografi Jenis C1, C2, C3, C4 dan C5

Tumor Payudara.

Dr. A. A. NGR Gunawan, MT. , Wayan Supardi ... 9

Personal Innovativeness, Social Presence, dan Motivasi Ekstrinsik-Intrinsik dalam Penerimaan Chatbot

Asri

Oktavianus Ken Manungkarjono, Paulus Insap Santosa, Wahyuni R ... 14

Bioinformatics

Implementasi Algoritma Genetika pada Rekomendasi Menu Diet Sehat

Kadek Eliskarini, I Wayan Santiyasa ... 21

Cloud Computing

Implementasi Line Chat Bot Rekomendasi Wisata Menggunakan Platform As A Service

I Made Adi Susilayasa, I Gede Oka Gartria Atitama ... 29

Otomatisasi Pembuatan Tenant, Network, Dan Vm Pada Openstack

I Putu Gede Surya Adiputra Pratama, I Gede Oka Gartria Atitama ... 35

Penerapan Haversine Formula Pada Line Chat Bot Untuk Mencari Lokasi Terdekat Pada Tempat Wisata

Sidin Rahman, I Gede Oka Gartria Atitama ... 41

Penerapan Metode Load Balancing Dengan Algoritma Least Connection Pada Virtual Private Server Cloud

Ida Bagus Rathu Eka Surya Wibawa, I Gede Oka Gartria Atitama ... 48

Computer Vision

Sistem Perhitungan Orang Berbasis Sensor Visual Dalam Lingkup Jaringan Sensor Nirkabel

(6)

Control Dan Rocotics

Pemilahan Buah Jambu Air Menggunakan Mikrokontroler ATMega328 Dan Sensor LDR

I Gede Andika, Christina Purnama Yanti ... 59

Perancangan Robot Pendeteksi Panas Berbasis Microcontroller Arduino R3

Bayu Putra Segara, I Gede Arta Wibawa ... 67

Purwa Rupa Pengontrol Mobil Menggunakan Remote Berbasis Controller Board

I Gede Tendy Ariyanto, I Gede Arta Wibawa ... 74

Data Mining

Implementasi Algortima C5.0 untuk Memprediksi Tingkat Kelulusan Mahasiswa Study Kasus Program

Studi Teknik Informatika Universitas Udayana

Kadek Dimas Anggarajaya, I Putu Gede Hendra Suputra ... 81

Klasifikasi Kanker Payudara Dengan K-Nearest Neighbor Dan Principal Component Analysis

I. K Surya Negara, I Made Widiartha ... 87

Penentuan Jurusan Calon Mahasiswa Baru Jurusan Ilmu Komputer FMIPA Universitas Udayana

Berdasar-kan Nilai Akademik MenggunaBerdasar-kan Metode FMADM ELECTRE

Fajar Avianto Zainudin, Agus Muliantara, Ariyady Kurniawan... 92

Database Management

Implementasi Replikasi Basis Data Pada Private Cloud Computing

Gede Ariesta Krisnayana, I Gede Oka Gartria Atitama ... 99

Perancangan Sistem Basis Data Terdistribusi Untuk Pendataan Penduduk Di Wilayah Kecamatan Kuta

Dengan Metode Fragmentasi

Yogi Adi Wardana, I Gusti Agung Gede Arya Kadnyanan ... 106

Decision Support System

Perbandingan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mobil Bekas Dengan Metode Analytic Hierarcy

Process Dan Simple Additive Weight

I Gede Oka Sudiatmika ... 113

Sistem Pemetaan Kakak Dan Adik Asuh Dengan Metode Profile Matching Pada Komunitas Kakak Asuh

Bali

Ayu Nikki Asvikarini, I Made Widiartha ... 119

Sistem Pendukung Keputusan Dalam Menentukan Lokasi Pendirian Cabang Minimarket Dengan

Menggunakan Metode Analytic Hierarchy Process (Studi Kasus Minimarket Vidya)

(7)

Klasifikasi Musik Berdasarkan Genre Menggunakan Metode K-Nearest Neighbour

Gst Ayu Vida Mastrika Giri ... 217

Information Systems

Analisis Dan Pemetaan Kecocokan Lahan Tanaman Kakao Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi

Ka-sus Kabupaten Jembrana)

I Gede Agus Wahyudi, Made Agung Raharja ... 223

Analisis Dan Pemetaan Sistem Informasi Geografis Daerah Rawan Kebakaran Hutan Dan Lahan Di

Kabu-paten Buleleng

Made Gede Amrita Suastika, Ida Bagus Gede Dwidasmara ... 231

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Geografis Daerah Rawan Penyebaran Penyakit Demam

Berdarah Dengue Di Kota Denpasar

Ni Made Ayudya Puspanegara, I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan ... 238

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Geografis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Anggur Di

Ka-bupaten Buleleng

I Gede Eddy Anjasmara Putra, Made Agung Raharja ... 244

Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Geografis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Jeruk Di

Kabu-paten Gianyar

I Made Teja Geni Astra, Made Agung Raharja ... 250

Analisis Kesesuaian Penambahan Tempat Pembuangan Sementara (Tps) Di Kota Denpasar Menggunakan

Sistem Informasi Geografis

Ni Luh Rika Aryanti, Agus Muliantara ... 258

Analisis Potensi Risiko Tanah Longsor Di Kabupaten Bangli Menggunakan Sistem Informasi Geografis

Anak Agung Sri Yuniawati, Ida Bagus Made Mahendra ... 267

Analisis Potensi Wilayah Rawan Banjir Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus

Kota Bima, NTB)

Inggit Srie Hartina, I Wayan Supriana... 274

Aplikasi E-Voting Pemilu Raya Menggunakan Keamanan Secure Hash Algorithm-1 (Sha-1) Berbasis Web

I Komang Juniawan Saputra, I Gede Arta Wibawa ... 282

Aplikasi Mobile Hybrid Pencarian Rute Optimum Taksi Menggunakan Algoritma Dijkstra

A. A. Gde Ari Sudana, Made Agung Raharja, I Gede Santi Astawa ... 291

Desain Model Mapping Schema Data Center Pada Central Data Warehouse (Big Data) Untuk Mendukung

Integrasi Pelayanan Pasien Rujukan Asuransi Terdistribusi

(8)

Pengujian Tranfromasi Wavelet Haar Dalam Kompresi Citra Digital

Andrianus Putut Bagus Triwiyono, I Gede Arta Wibawa ... 305

Perancangan Aplikasi E-Template Surat Berbasis Web

A. A. Ngurah Agung Permana Agustara, I Komang Ari Mogi ... 310

Perancangan Aplikasi Pengaduan Mahasiswa (Udayana Motion) Berbasis Mobile

I Putu Yuda Juniantara Putra, I Gusti Ngurah Anom Cahyadi Putra ... 316

Rancang Bangun Dan Analisa Aplikasi Pengumpulan Point TAK Berbasis Android (Primakara GO)

Indra Oktava Rospita, I Putu Satwika ... 322

Rancang Bangun Sistem Rekomendasi Wisata Di Bali Menggunakan Metode Profile Matching

Wira Maharddhika Pradnyanna, I Made Widiartha ... 327

Sistem Informasi Geografis Analisis Dan Pemetan Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor Di Kabupaten

Bangli

Adam Rain Brawijaya, Luh Gede Astuti ... 336

Sistem Informasi Manajemen Komplain SIMADE Berbasis Web

Victor Boy Simamora, Meliana Christianti J ... 343

Sistem Informasi Pengelolaan Data Alumni pada PS. Farmasi FMIPA Udayana

I Gede Pramarta Sedana, I Gede Arta Wibawa ... 348

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mobil Baru Menggunakan Weighted Product (WP)

I Made Hariyogi, I Gede Arta Wibawa ... 356

Sistem Pendukung Keputusan Rekomendasi Tempat Wisata Di Bali Munggunakan Metode Profile

Match-ing

Andrean Susanto, I Made Widiartha ... 363

Sistem Penentuan Ketua SIC dengan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)

Bryan Wahyu Krishnaputra, I Made Widiartha, Agus Muliantara ... 371

Sistem Penjadwalan Matakuliah Otomatis Dengan Algoritma Genetika

I Kadek Bayu Wana Permana, I Komang Ari Mogi... 380

Web-GIS Model Untuk Integrasi Data Epidemiologi DBD Terdistribusi Sebagai Pendukung Tatakelola

Sur-veilance dan Investigasi Wabah

Slamet Sudaryanto Nurhendratno, Sudaryanto, Maryani S ... 388

Machine Learning

Penerapan Neural Network Backpropagation Untuk Klasifikasi Pada Pengenalan Aktivitas Manusia

(9)

Multimedia Application

Identifikasi Citra Tanaman Rimpang Berdasarkan Ciri Tekstur Dan Warna Dengan Algoritma K-Nearest

Neighbor

Luh Gede Ayu Candrawati, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 401

Penerapan Metode Noise Reduction Pada Citra Digital Lontar Aksara Bali

Made Erna Susanti, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 409

Penerapan Metode Transform Hough Line Untuk Mengidentifikasi Jenis Kendaraan

Kadek Dwi Sukri Yanthi, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 418

Pengenalan Sandi Semaphore Dengan Metode Findcontour Dan Matchshape Pada Opencv Menggunakan

Bahasa Python

I Made Anggun Dwiguna, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 424

Segmentasi Citra Menggunakan Metode Watershed Transformation Untuk Menghitung Jumlah

Ken-daraan Bermotor

Geby Noverita Br Sebayang, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 431

Sistem Pemeriksaan Lembar Jawaban Komputer Dengan Metode Template Matching Dan Pemrosesan

Paralel

I Wayan Widarma Putra Pramana, I Gede Arta Wibawa ... 440

Sistem Untuk Mendeteksi Nilai Dan Menghitung Uang Koin Menggunakan Transform Hough Circle

Ida Ayu Putu Manik Sintiya Dewi, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 447

Networking and Security

Akuisisi Data Heart Rate Pada Miband Menggunakan Bluetooth Low Energy (BLE)

I Kadek Agus Darma Putra, I Gede Oka Gartria Atitama ... 454

Analisis Quality Of Service Pada Jaringan Internet Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung

I Nyoman Arta Jaya, Dewa Made Wiharta, Nyoman Putra Sastra ... 461

Aplikasi Steganografi Untuk Menyembunyikan Pesan Teks Pada Gambar Dengan Metode Least

Signifi-cant Bit (LSB)

I Gusti Ngurah Agung Wisnu Arimurti, I Gede Arta Wibawa ... 468

Bahasa Pemrograman Python Untuk Pembuatan Aplikasi Packet Sniffer

I Putu Kuswara Adi Pradana, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 474

Clock Skew Sebagai Dasar Authentifikasi Keamanan Pada Jaringan Sensor Nirkabel

Nyoman Dita Krisnabayu, Nyoman Putra Sastra, Komang Oka Saputra, N.M.A.E.D. Wirastuti ... 481

Hybrid Network Untuk Pengembangan Internet Of Things

(10)

Implementasi High Availability Cluster Guna Mengurangi Downtime Server Studi Kasus Sintask.com

Almer Hafiz Wandalaksana, I Wayan Supriana ... 496

Otomatisasi Konfigurasi Mikrotik Router Menggunakan Software Ansible

I Made Bayu Swastika, I Gede Oka Gartria Atitama ... 503

Penerapan Snmpv3 Pada Network Performance Monitoring Solarwinds System Studi Kasus Pt. Freeport

Indonesia

Barneci Henderika Nuboba, I Komang Ari Mogi... 512

Perancangan Aplikasi Keamanan Data Transaksi Elektronik Pada Rfid Di Koprasi Serba Guna Dengan

Menggunakan Algoritma Rsa

Sidin Rahman, I Ketut Gede Suhartana ... 519

Perancangan Pengamanan Sms Gateway Dengan Algoritma Rsa Di Pt Xl

I Gede Bendesa Aria Harta, I Ketut Gede Suhartana ... 528

Perancangan Sistem Tanda Tangan Digital Dalam Transaksi Berbasis Online Pada Pt Asiana

Menggunakan Algoritma Rsa

William Ulrich Innocentius Sitinjak, I Ketut Gede Suhartana ... 534

Prototype Smart Building Data Center berbasis Jaringan Sensor Nirkabel

I Made Sastra Dwikiarta, Nyoman Putra Sastra, Dewa Made Wiharta ... 539

Rancang Bangun Jaringan Internet Menggunakan Simulasi Jaringan Network Simulator 3 Di Desa

Berangbang

I Komang Vijaya Adhyatma, I Gede Oka Gartria Atitama ... 546

Sistem Monitoring Private Cloud Computing Pada Openstack Menggunakan Ceilometer

Made Darma Narayana, I Gede Oka Gartria Atitama ... 552

Uji Performa Parallel Processing Pada Pengamanan Citra Digital

Faisal Achmad Failusufi, I Gede Arta Wibawa ... 560

Pattern Recognition

Komparasi Deteksi Tepi Canny Dan Watershed Transformation Untuk Segmentasi Area Manuskrip Dalam

Citra Lontar Aksara Bali

I Wayan Juliandika, I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan ... 566

Semantic Web

Rancang Bangun Fitur Pencarian Data Akademik Menggunakan Parser Noise Disposal

(11)

Penentuan Jalur Distribusi Barang Melalui Jalur Laut

Menggunakan Algoritma Genetika

Ketut Adi Praja Putra1, I Gede Arta Wibawa2

1,2Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Jalan Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Bali. Kode Pos: 8036. Indonesia 1[email protected], 2[email protected]

Abstrak—

Indonesia merupakan negara kepulauan yang teridiri atas ribuan pulau. pengiriman barang membutuhkan transportasi yang dapat menyeberangi satu pulau ke pulau lainnya. Kapal laut merupakan alternatif untuk melakukan distribusi barang. Kapal laut dapat menampung barang jauh lebih banyak dan lebih hemat bahan bakar. Penentuan jalur distribusi barang dibutuhkan untuk membantu mendapatkan jalur yang akurat dan efisien. Algoritma genetika merupakan metode pencarian heuristik yang didasarkan atas mekanisme evolusi biologis sehingga dapat menghasilkan output jalur distribusi yang akurat dan efisien. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, inputan dari sistem adalah data jarak dari satu pulau ke pulau lainnya. Iterasi algoritma genetika dilakukan sampai selisih jumlah fitnes awal dan akhir lebih kecil dari pada epsilon yang ditentukan diawal sistem. Penghentian iterasi ini berguna agar tidak terjadi iterasi yang tiada akhir dalam penentuan jalur distribusi. Setelah dilakukan pengujian black box, dapat disimpulkan aplukasi penentuan jalur distribusi berjalan sesuai dengan harapan.

Kata kunci— Algoritma Genetika, Jalur Distribusi, heuristik, nilai fitnes, black box. Abstract—

Indonesia is an archipelago consisting of thousands of islands. Delivery of goods requires transportation that can cross one island to another. Ships are an alternative to distribution of goods. Ships can accommodate far more and more fuel-efficient goods. Determination of goods distribution channels is needed to help obtain accurate and efficient path. Genetic algorithm is a heuristic search method based on the mechanism of biological evolution so as to produce accurate and efficient aoutput distribution channels. Based on the research that has been done, input from the system is the distance data from one island to another. Iteration of genetic algorithm is done until the difference of initial and final fitness amount is smaller than the epsilon specified at the beginning of the system. The termination of this iteration is useful in order to avoid endless iterations in determining distribution channels. After the black box testing, it can be concluded that the appraisal of distribution path determination is in accordance with expectations.

Keywords— Genetic Algorithm, Distribution Line, heuristic, fitness value, black box.

I. PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dimana terdiri dari ribuan pulau yang di ketahui keberadaannya maupun yang masih belum diketahui. Indonesia sebagai negara kepulauan tentunya perlu adanya transportasi untuk penyeberangan dari satu pulau ke pulau lainnya. Transportasi laut merupakan salah satu alternatif Karena selain dapat menampung barang lebih banyak, juga lebih hemat bahan bakar. Distribusi barang adalah proses pengiriman barang atau jasa kepada konsumen. Dalam bidang usaha distribusi merupakan hal yang sangat penting. Segala upaya diusahakan agar barang cepat sampai pada konsumen dan bisa diterima dengan baik.

Algoritma genetika merupakan algoritma yang menggunakan konsep evolusi biologis yang dapat menghasilkan keluaran optimasi jalur terpendek transportasi laut.

Dengan dibuatnya sistem penetuan jalur terpendek distribusi barang ini diharapkan dapat membantu pihak-pihak terkait dalam menentukan jalur mana saja yang akan diambil dalam proses distribusi barang sehingga lebih menghemat biaya pengeluaran maupun pemakaian bahan bakar.

Pada penelitian wahyu widodo dan wayan firdaus membahas tentang penerapan algoritma genetika dalam penentuan wisata kuliner. Diberikan rute yang memiliki biaya paling murah

untuk dilalui pengunjung ke daerah wisata. Pemilihan rute dalam penelitian tersebut mencocokan pilihan wisata, kesesuaian selera tempat makan dan waktu perjalanan [12]. Penelitian oleh Lumbantobing, Hidayatno dan Darja membahas tentang penerapan algoritma genetika dalam perencanaan lintas kendaraan [9].

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan jalur terpendek distribusi barang menggunakan jalur laut dengan menggunakan algoritma Genetika berbasis web.

A. Tinjauan Pustaka

1) Distribusi Barang: Distribusi barang adalah proses

pengiriman barang atau jasa ke konsumen. Pada proses distribusi terdapat beberapa dasar dalam prosesnya diantaranya waktu, tempat, dan pengalihan hal milik. Saluran distribusi adalah suatu organisasi yang mengatur pengiriman barang atau jasa untuk digunakan atau dikonsumsi [1].

2) Algoritma Genetika: algoritma genetika adalah metode

pen Algoritma genetika adalah algoritma pencarian heuristik yang didasarkan atas mekanisme evolusi biologis.Variasi dari kromosom adalah keberagaman pada evolusi. Algoritma ini didasari oleh konsep evolusi biologi, dan dapat memberikan solusi alternatif atas suatu masalah yang hendak diselesaikan. Algoritma genetika menawarkan suatu solusi pemecahan

(12)

masalah yang terbaik, dengan memanfaatkan metode seleksi, crossover, dan mutasi [7].

Algoritma genetika merupakan metode pencarian yang bersifat sochastic yang mana mirip dengan mekanisme seleksi alam dan genetik secara natural. Algoritma genetika telah banyak diaplikasikan untuk penyelesaian masalah dan pemodelan dalam bidang teknologi seperti optimasi, pemrograman otomatis dan machine learning. Pada implementasi program algoritma genetika dapat digunakan untuk mencari jalan terpendek bebas hambatan. Berbeda dengan teknik pencarian konvensional, tahap awal pencarian dalam algoritma genetika dimulai dari himpunan penyelesaian acak (random) yang disebut populasi [8].

Populasi ini terdiri dari kromosom-kromosom. Setiap kromosom merupakan gambaran solusi atas pemecahan masalah. Populasi yang telah dipilih tersebut akan menghasilkan keturunan baru yang sifatnya diharapkan lebih baik dari populasi sebelumnya. Populasi yang baik sifatnya akan memiliki peluang untuk terus dikembangkan agar menghasilkan keturunan populasi yang lebih baik selanjutnya. Dengan demikian, solusi terbaik yang diinginkan dapat dicapai dengan terus mengulang proses pencarian keturunan. Dalam proses tersebut, sebelum algoritma genetika dijalankan didefinisikan suatu fungsi fitness yang menyatakan tingkat keberhasilan sebuah populasi. Dengan melakukan perhitungan berdasarkan fungsi fitness, akan dapat ditentukan populasi yang akan dipertahankan untuk menghasilkan generasi selanjutnya. Proses ini biasa disebut sebagai proses seleksi. Proses ini merupakan salah satu tahap yang dirangkai dalam proses yang iteratif [3].

Proses lainnya adalah proses crossover. Pada proses ini, kromosom di silangkan atau perkawinan antar kromosom di satu generasi yang sama. Pada Populasi selanjutnya, kromosom berikutnya akan mewarisi induknya yang di harapkan memiliki sifat yang lebih baik. Selajutnya, proses mutasi yang mana merupakan proses pengubahan satu atau lebih nilai gen kromosom dalam satu populasi.

3) LCG (Linear Congruential Generator): Linear

Congruential Generator atau biasa di singkat LCG merupakan salah satu metode dalam membantu membangkitkan bilangan acak yang semu. Model matematis dari LCG dapat di jabarkan sebagai berikut.

X_(n+1)=((a×X_n )+b)mod m...(1) Keterangan :

X_(n+1) : Bilangan acak ke – n dari deretnya. X_n : Bilangan acak sebelumnya.

a : Faktor pengali. b : Penambah. m : Jumlah soal.

n : 0, 1, 2, 3, ... dan seterusnya.

Referensi [12] menunjukkan bahwa “LCG tidak dapat digunakan untuk kriptografi karena bilangan acaknya dapat diprediksi urutan kemunculannya”.

II. METODOLOGI PENELITIAN

A. Analisis Kebutuhan Sistem

Pada sistem penentuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut, dilakukan sebuah analisa kebutuhan sistem, guna dapat membuat rancangan dan implementasi sistem. Adapun hasil analisis kebutuhan dari sistem:

1. User mampu memasukkan data jarak antar kota lalu menyimpannya. Selain itu, juga dapat melakukan edit dan hapus data jarak antar kota.

2. User dapat melihat hasil optimasi halur distribusi barang. B. Data Jarak Antar Kota

Sistem penentuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut membutuhkan data jarak antar kota melewati laut. Data tersebut yang digunakan adalah data dummy yang didapatkan dari Google Map.

C. Pengguna Sistem

Dalam sistem penetuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut, yang dapat menggunakan sistem ini adalah Administrator.

D. Kebutuhan Fungsionalitas Sistem

Pada sistem penetuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut dilakukan analisa kebutuhan fungsional sistem, yang dijabarkan berdasarkan pengguna sistem. Berikut adalah fungsionalitas sistem berdasarkan pengguna sistem, yaitu sebagai berikut.

Tabel 1

Kebutuhan Fungsionalitas Sistem

No Pengguna Fungsionalitas 1 User 1. Input kota dan jarak

antar kota. 2. Memberikan

informasi pada kapal

yang akan

mengirimkan barang.

Dalam sistem ini, user bersifat terbuka Karena tidak menggunakan sistem login.

E. Kebutuhan Nonfungsionalitas Sistem

Berikut adalah kebutuhan nonfungsional dari sistem penentuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut.

1. Komputer terhubung dengan internet.

2. Web browser (sistem merupakan sistem berbasis web). 3. Minimal ram 2 Gb.

F. Flowchart Algoritma Genetika

Pada sistem sistem penetuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut, terdapat flowchart untuk melakukan penentuan jalur distribusi barang menggunakan ccckapal laut. Berikut adalah flowchart proses penentuan jalur distribusi menggunakan algoritma genetika.

ISSN : 2302-450X

(13)

Start

Input Pelabuhan_a

wal, Tujuan

Hitung Nilai Fitnes Jarak Pelabuhan Stop Proses Encoding Proses Seleksi Crossover Mutasi

Hitung Nilai Fitnes Jarak Pelabuhan Sekarang

(Fitnes(k) - Fitnes(k-1)) < Epsilon

No

Yes Bangkitkan Populasi Awal

Gbr 1 Flowchart diagram algoritma genetika

Gambar 1 menggambarkan flowchart dari proses algoritma genetika secara bertahap dari proses input data hingga pemrosesan di dalam sistem. Diawali dengan proses input data ke dalam sistem, kemudian dilakukan proses encoding untuk mempermudah pemrosesan didalam sistem. Langkah selanjutnya, dilakukan pembangkitan populasi awal kemudian masuk ke proses utama dalam algoritma genetika. Lalu, masuk ke proses penghentian iterasi sistem. Setelah iterasi selesai maka di dapatkan hasil optimasi dari algoritma genetika. G. ERD Sistem

Pada sistem penetuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut, dilakukan perancangan ERD untuk menggambarkan struktur penyimpanan data pada sistem. Berikut adalah perancangan ERD sistem penetuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut.

jarak_antar_pulau nama_pelabuhan id_jarak id_node_awal id_node_akhir jarak id_pelabuhan nama_pelabuhan Memiliki m m Mem nn id_jarak id_pelabuhan

Gbr 2 Perancangan ERD (entity relationship diagram) sistem

Gambar 2 menjelaskan gambaran basis data sistem dengan menggunakan erd. Terdapat 2 entitas pada erd tersebut yaitu

jarak antar pulau yang memiki atribut id jarak dan jarak antar tempat. Kemudian entitas nama pelabuhan yang mana untuk menampung nama-nama pelabuhan atau tempat tujuan. H. DFD (Data Flow Diagram)

Pada sistem penetuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut, dilakukan perancangan Data Flow Diagram sistem untuk menggambarkan arus dari data sistem.

0 Sistem Penentuan Jalur Distribusi Kapal

Laut

User Data jarak pelabuhan,Nama pelabuhan Data_pelabuhan Jalur distribusi

Data jarak pelabuhan, Nama pelabuhan

Gbr 3 DFD Level 0 Sistem

Gambar 3 menjelaskan rancangan sistem berupa data flow diagram. Terdapat 1 level user yang mana dapat memasukkan jarak pelabuhan dan nama pelabuhan. Kemudian, dapat melihat jalur ditribusi dan hasil optimasi jalur distribusi. Data jarak dan nama pelabuhan akan dimasukkan kedalam basis data dalam sistem.

I. Implementasi

Pada sistem penentuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut, dilakukan implementasi dari perancangan – perancangan yang sudah dilakukan sebelumnya. Implementasi dilakukan berbasiskan web. Berikut adalah hasil implementasi rancangan sistem, yaitu sebagai berikut.

Gbr 4 Hasil implementasi perancangan sistem penentuan jalur distribusi barang

J. Skenario Uji Coba

Menerapkan algoritma genetika pada kasus distribusi barang menggunakan kapal laut, dengan data dummy yang diambil dari google map dan melakukan pengujian menggunakan metode black box.

III. HASIL DANPEMBAHASAN

Pada tahap ini dilakukan penerapan algoritma genetika dalam penentuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut. Berikut adalah data jarak pelabuhan antar kota.

Ketut Adi Praja Putra. Penentuan Jalur Distribusi Barang Melalui Jalur Laut Menggunakan Algoritma Genetika Artificial Intelligence

(14)

Tabel II

Daftar Jarak Antar Pelabuhan

Pel a buh an A B C D E F G H I J A 10 36 20 19 19 6 15 64 17 08 21 78 36 12 37 05 48 17 B 10 36 99 5 84 4 11 81 19 95 11 61 25 90 32 35 37 93 C 20 19 99 5 18 29 21 66 19 36 95 9 14 03 20 18 26 02 D 19 6 84 4 18 29 13 75 16 27 19 89 34 24 40 45 46 29 E 15 64 11 81 21 66 13 75 28 87 17 57 34 80 41 01 46 85 F 17 08 19 95 19 36 16 27 28 87 31 68 59 7 12 19 18 03 G 21 78 11 61 95 9 19 89 17 57 31 68 90 8 15 23 21 07 H 36 12 25 90 14 03 34 24 34 80 59 7 90 8 62 3 12 07 I 37 05 32 35 20 18 40 45 41 01 12 19 15 23 62 3 79 7 J 48 17 37 93 26 02 46 29 46 85 18 03 21 07 12 07 79 7 Keterangan:

A = Benoa (Bali) F = Ternate B = Makassar G = Ambon C = Kendari H = Sorong D = Lembar (Mataram) I = Biak E = Tenau (Kupang) J = Jayapura A. Proses Encoding

Pada proses ini digunakan dua teknik Encoding, yaitu : permutation encoding dan value encoding.

Pada permutation encoding, kromosom-kromosom adalah kumpulan angka yang mewakili posisi dalam sebuah rangkaian. Pada pencarian jalur pelayaran kapal laut ini, kromosom mewakili urutan pelabuhan sebagai jalur yang akan dilewati. Jadi apabila satu kromosom berbentuk sebagai berikut P1 = (G1,G2,G3,..,Gn) berarti jalur akan bergerak dari pelabuhan bernomor G1 ke G2 dst hingga ke pelabuhan ke Gn.

Pada value encoding, pelabuhan diwakili oleh angka yang menjadi gen pada setiap kromosom. Setiap kromosom mempresentasikan kombinasi jalur distribusi barang.

Dimisalkan jalur pelabuhan yang akan di tempuh adalah benoa – makassar – kendari – lembar – tenau – ternate. Kemudian dilakukan teknik encoding dengan menginisialisasi pelabuhan-pelabuhan tersebut dengan angka yaitu : benoa(1) – makassar(2) – kendari(3) – lembar(4) – tenau(5) – ternate(6). B. Pembangkitan Populasi Awal

Membangkitkan populasi awal adalah proses membangkitkan sejumlah individu secara acak atau melalui prosedur tertentu. Ukuran unutk populasi tergantung pada masalah yang akan diselesaikan dan jenis operator genetika yang akan diimplementasikan. Setelah ukuran populasi

ditentukan, kemudian dilakukan pembangkitan populasi awal. Syarat-syarat yang di penuhi untuk menunjukkan suatu solusi harus benar-benar diperhatikan dalam pembangkitan setiap individunya.

Mula-mula user menginput pelabuhan asal dan pelabuhan akhir, sehingga gen pertama dan gen terakhir akan konsisten sama dari kromosom satu hingga kromosom akhir. Kemudian gen selain kedua itu akan di acak menggunakan metode LCG.

Misalkan user menginput pelabuhan asal adalah benoa dan pelabuhan akhir adalah Ternate. Maka populasinya adalah sebagai berikut.

Kromosom [1] : [benoa(1) – makassar(2) – kendari(3) – lembar(4) – tenau(5) – ternate(6)] atau [1 2 3 4 5 6 ]

Kromosom [2] : [benoa(1) – makassar(2) – kendari(3) – tenau(5) – lembar(4) –ternate(6)] atau [1 2 3 5 4 6]

Kromosom [3] : [benoa(1) – makassar(2) – lembar(4) – kendari(3) –tenau(5) – ternate(6)] atau [1 2 4 3 5 6]

Kromosom [4] : [benoa(1) – makassar(2) – lembar(4) – tenau(5) – kendari(3) –ternate(6)] atau [1 2 4 5 3 6]

Kromosom [5] : [benoa(1) – makassar(2) – tenau(5) - kendari(3) – lembar(4) –ternate(6)] atau [1 2 5 3 4 6 ]

Kromosom [6] : [benoa(1) – makassar(2) – tenau(5) – lembar(4) –kendari(3) –ternate(6)] atau [1 2 5 4 3 6]

C. Proses Seleksi

Proses seleksi adalah proses yang memegang peranan penting dalam algoritma genetika. Proses seleksi ini digunakan agar hanya kromosom-kromosom yang berkualitas yang dapat melanjutkan peranannya dalam proses algoritma genetika berikutnya. Ada bermacam-macam teknik untuk melakukan proses seleksi pada suatu permasalahan. Teknik seleksi yang akan digunakan tergantung pada permasalahan yang akan diselesaikan. Ada beberapa metode seleksi dari induk, diantaranya adalah Rank-based Fitness Assignment, Roulette Wheel Selection, Stochastic Universal Sampling, Local Selection, Truncation Selection, Tournament Selection [5]. Metode seleksi dengan mesin roulette yang akan kami gunakan dimana metode ini merupakan yang paling sederhana dan serin dikenal dengan nama stochastic sampling with replacement. Cara kerja metode ini adalah sebagai berikut :

1. Hitung probabilitas kumulatif dari masing-masing kromosom

2. Kemudian bangkitkan bilangan random untuk masing-masing kromosom

3. Dari probabilitas tersebut buat jatah masing-masing individu dari angka 0 – 1

4. Dari bilangan random yang dihasilkan, didapatkan hasil setelah di lihat dari jatah masing-masing individu.

Tabel III

Menghitung Total Fitness

Kromosom Nilai Fitnes Kromosom 1 8122 Kromosom 2 7199 Kromosom 3 8762 Kromosom 4 7357 Kromosom 5 7587 Kromosom 6 7357 ISSN : 2302-450X 4

(15)

Total Nilai Fitnes 46384

Tabel IV

Menghitung Probabilitas dan Probabilitas Kumulatif

Kromosom Probabilitas Probabilitas Kumulatif Kromosom 1 0,18 0,18 Kromosom 2 0,16 0,18 + 0,16 = 0,33 Kromosom 3 0,19 0,33 + 0,19 = 0,52 Kromosom 4 0,16 0,52 + 0,16 = 0,68 Kromosom 5 0,16 0,68 + 0,16 = 0,84 Kromosom 6 0,16 0,84 + 0,16 = 1 Total 1 Tabel V

Menghitung Probabilitas Kumulatif Kromosom

Kromosom Probabilitas Kumulatif Kromosom 1 0,18 Kromosom 2 0,33 Kromosom 3 0,52 Kromosom 4 0,68 Kromosom 5 0,84 Kromosom 6 1

Kemudian bangkitkan nilai Random untuk masing-masing Individu adalah Kromosom 1 : 0,94 Kromosom 2 : 0,69 Kromosom 3 : 0,24 Kromosom 4 : 0,5 Kromosom 5 : 0,07 Kromosom 6 : 0,65

Setelah perbandingan dilakukan, didapatkan populasi yang terbaru : Kromosom 1 : [6] : [1 2 5 4 3 6] Kromosom 2 : [5] : [1 2 5 3 4 6] Kromosom 3 : [2] : [1 2 3 5 4 6] Kromosom 4 : [3] : [1 2 4 3 5 6] Kromosom 5 : [1] : [1 2 3 4 5 6] Kromosom 6 : [4] : [1 2 4 5 3 6] D. Proses Crossover

Proses crossover adalah menyilangkan dua kromosom sehingga membentuk kromosom baru yang harapannya lebih baik dari pada induknya. Tidak semua kromosom pada suatu populasi akan mengalami proses rekombinasi. Kemungkinan suatu kromosom mengalami proses rekombinasi didasarkan pada probabilitas crossover (PC) yang telah ditentukan terlebih dahulu. Probabilitas crossover menyatakan peluang suatu kromosom akan mengalami crossover. Ada beberapa teknik rekombinasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah seperti ini, antara lain adalah partially mapped crossover (PMX), order crossover dan cycle crossover [7].

Metode crossover yang digunakan adalah crossover satu titik, dimana teknik ini biasanya digunakan untuk represenrasi dalam biner tapi di sini memakai bilangan bulat. Pada crossover satu titik, posisi crossover k (k= 1,2,3,…N-1) dengan N = panjang kromosom diseleksi secara random. Variable-variabel ditukar antar kromosom pada titik tersebut untuk menghasilkan anak.

Pertama PC adalah 0,5, setelah itu bangkitkan bilangan random sebanyak individu.

Kromosom 1 : 0,75 Kromosom 2 : 0,12 Kromosom 3 : 0,07 Kromosom 4 : 0,10 Kromosom 5 : 0,53 Kromosom 6 : 0,89

Kemudian, dicari dengan kategori kromosom ke-k yang dipilih sebagai induk jika lebih kecil dari PC. Maka yang akan dijadikan induk adalah kromosom 2, 3, 4. Proses selanjutnya adalah menentukan posisi crossover. Dilakukan dengan bilangan acak antara 1 sampai dengan panjang kromosom-1. (6-1 = 5)

Dari hasil pembangkitan bilangan acak, di dapatkan indukan yang akan di crossover:

Kromosom 2 : 3 Kromosom 3 : 2 Kromosom 4 : 4

Maka, proses crossovernya adalah sebagai berikut : Kromosom 2 x kromosom 3 = [1 2 5 3 4 6] x [1 2 3 5 4 6] = [1 2 5 3 4 6] Kromosom 3 x Kromosom 4 = [1 2 3 5 4 6] x [1 2 4 3 5 6] = [1 2 3 4 5 6] Kromosom 4 x Kromosom 2 = [1 2 4 3 5 6] x [1 2 5 3 4 6] = [1 2 4 3 5 6]

Sehingga didapatkan populasi setelah dicrossover : Kromosom 1 : [1 2 5 4 3 6] Kromosom 2 : [1 2 5 3 4 6] Kromosom 3 : [1 2 3 4 5 6] Kromosom 4 : [1 2 4 3 5 6] Kromosom 5 : [1 2 3 4 5 6] Kromosom 6 : [1 2 4 5 3 6] E. Proses Mutasi

Proses mutasi ini dilakukan setelah proses rekombinasi dengan cara memilih kromosom yang akan dimutasi secara acak, dan kemudian menentukan titik mutasi pada kromosom tersebut secara acak pula. Banyaknya kromosom yang akan mengalami mutase dihitung berdasarkan probabilitas mutasi yang telah ditentukan terlebih dahulu.

Apabila probabilitas mutasi adalah 100% maka semua kromosom yang ada pada populasi tersebut akan mengalami mutasi. Sebaliknya, jika probabilitas mutasi yang digunakan adalah 0% maka tidak ada kromosom yang mengalami mutasi pada populasi tersebut.

Ada bermacam-macam teknik mutasi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan algoritma genetika.

Ketut Adi Praja Putra. Penentuan Jalur Distribusi Barang Melalui Jalur Laut Menggunakan Algoritma Genetika Artificial Intelligence

(16)

Seperti pada teknik rekombinasi, teknik mutasi juga dirancang untuk digunakan pada suatu masalah yang spesifik sehingga tidak setiap teknik mutasi dapat diterapkan pada suatu masalah yang akan diselesaikan. Selain itu, teknik mutase yang digunakan juga harus sesuai dengan teknik encoding yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Beberapa teknik mutasi yang dapat digunakan dalam penyelesaian masalah ini adalah inversion mutation, insertion mutation, swapping mutation dan reciprocal mutation.

Pada kasus ini, skema mutasi yang digunakan adalah swapping mutation. Jumlah kromosom yang mengalami mutasi dalam satu populasi ditentukan oleh parameter mutation rate (PM). Proses mutasi dilakukan dengan cara menukar gen yang dipilih secara acak dengan gen sesudahnya. Jika gen tersebut berada di akhir kromosom, maka ditukar dengan gen yang pertama.

Langkah pertama adalah memilih posisi gen yang akan mengalami mutasi. Misalkan ditentukan PM(probabilitas Mutasi) adalah 0,2. Maka, jumlah gen yang akan dimutasi adalah PM * banyaknya gen = 0,2 * 36 = 7,2 = 7 Gen. kemudian bangkitkan 7 bilangan acak untuk melakuka mutasi. Posisi gen yang akan di mutase setelah dilakukan pembangkitan bilangan acak adalah 20, 28, 34, 9, 21, 23, 4. Setelah posisi gen yang akan dimutasi sudah ditentukan selanjutnya proses mutasi dilakukan dengan cara menukar gen yang telah terpilih dengan gen yang setelahnya.

Kromosom sebelum mutasi Kromosom 1 : [1 2 5 4 3 6] Kromosom 2 : [1 2 5 3 4 6] Kromosom 3 : [1 2 3 4 5 6] Kromosom 4 : [1 2 4 3 5 6] Kromosom 5 : [1 2 3 4 5 6] Kromosom 6 : [1 2 4 5 3 6] Kromosom hasil mutasi : Kromosom 1 : [1 2 5 3 4 6] Kromosom 2 : [1 2 3 5 4 6] Kromosom 3 : [1 2 3 4 5 6] Kromosom 4 : [1 4 3 2 6 5] Kromosom 5 : [1 2 3 5 4 6] Kromosom 6 : [1 2 4 3 5 6]

Setelah proses ini selesai kemudian dihitung kembali nilai fitness dari masing-masing kromosom. Berikut adalah perhitungan nilai fitness untuk iterasi pertama.

Kromosom 1 : [1 2 5 3 4 6] = 7839 Kromosom 2 : [1 2 3 5 4 6] = 7199 Kromosom 3 : [1 2 3 4 5 6] = 8122 Kromosom 4 : [1 4 3 2 6 5] = 7902 Kromosom 5 : [1 2 3 5 4 6] = 7199 Kromosom 6 : [1 2 4 3 5 6] = 8762

Setelah proses algoritma selesai, Nilai fitness yang terkecil merupakan hasil yang akan dipakai untuk jalur distribusi pada system yang pada iterasi pertama adalah Kromosom 2 atau 3 bisa di pilih sebagai jalur terpendek. Kondisi untuk menghentikan iterasi genetika adalah dengan membandingkan

GHQJDQQLODLį$SDELODQLODLILWQHVOHELKEHVDUGDULQLODLįPDND iterasi Genetika akan diulang lagi. Namun, apabila sebaliknya maka proses genetika selesai.

F. Tampilan Antarmuka Sistem

1) Maintenance Data Nama Pelabuhan : Pada halaman ini

berguna untuk melakukan maintenance data seperti create, read, update, delete data nama pelabuhan yang digunakan untuk penentuan jalur distribusi barang menggunakan algoritma genetika.

Gbr 5 Data Nama Pelabuhan

2) Maintenance Data Jarak Antar Kota: Pada halaman ini berguna untuk melakukan maintenance data seperti create, read, update, delete data jarak antar pelabuhan yang digunakan untuk penentuan jalur distribusi barang menggunakan algoritma genetika.

Gbr 6 Data Jarak Antar Kota

3) Proses Penentuan Jalur Distribusi Barang Dengan

Algoritma Genetika: Pada halaman ini berguna untuk

melakukan penentuan pelayaran yang dilakukan dari pelabuhan awal sampai dengan pelabuhan akhir. Pertama dilakukan input node pelabuhan awal sampai dengan node pelabuhan akhir. Untuk parameter – parameter yang digunakan algoritma genetika sudah di berikan nilai secara default, jadi diperbolehkan untuk melakukan perubahan nilai parameter maupun tidak. Setelah itu tekan tombol Submit data, maka proses optimasi dilakukan, sampai dengan hasil optimasi tampil dihalaman ini.

ISSN : 2302-450X

(17)

Gbr 7 Proses Algoritma Genetika

G. Pengujian

Proses selanjutnya melakukan pengujian terhadap sistem yang dibuat, dimana pengujian disini menggunakan pengujian Black Box. Berikut adalah tabel hasil pengujian

Tabel VI

Hasil Pengujian Sistem dengan Metode Black Box

No Skenario Keluaran Hasil Kesim pulan 1 Admin memasukkan nama-nama pelabuhan yang menjadi gen pada setiap kromosom Sistem mampu melakukan masukkan berupa nama pelabuhan Sesuai dengan harapan Valid 2 Admin memasukkan jarak antar pelabuhan kedalam sistem Sistem mampu menampilkan tabel jarak antar pelabuhan Sesuai dengan harapan Valid 3 Admin memasukkan pelabuhan mana saja yang harus di singgahi Sistem menampilkan hasil jarak terpendek dari penghitungan jarak Sesuai harapan Valid IV. KESIMPULAN

Berdasarkan dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa, penggunaan algoritma genetika dapat digunakan dalam penentuan jalur distribusi barang menggunakan kapal laut.

REFERENSI

[1] Amstrong, G., Philip, & Kotler. (2002). Dasar-dasar Pemasaran. Jakarta: Prenhalindo.

[2] Banks, J., John S. Carson, I., & L.Nelson, B. (1996). Discrete-Event

System Simulation Second Edition. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

[3] Fitrah, A., Zaky, A., & Fitrasani. (2006). Penerapan ALgoritma

Genetika Pada Persoalan Pedagang Keliling (TSP). Bandung: Sekolah

Tinggi Elektro dan Informatika ITB.

[4] Hernowo, P. A. (2008). Tinjauan Umum Pelayaran dan Nahkoda. Jakarta: Universitas Indonesia.

[5] Knuth, D. (1981). The Art of Computer Programming (2nd ed.). Canada: Addison-Wesley Publishing Company, Inc.

[6] Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Yogyakarta: Graha Ilmu.

[7] Lukas. (2005). Penerapan Algoritma Genetika untuk Traveling Salesmen Problem dengan Menggunakan Metode Order Crossover dan Insertion Mutation. Bandung: Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.

[8] Lukas. (2005). Penerapan Algoritma Genetika untuk Traveling Salesmen Problem dengan Menggunakan Metode Order Crossover dan Insertion Mutation. Bandung: Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi.

[9] Lumbantobing, H., Hidayatno, A., & Darja. (2011). Penerapan

Algoritma Genetika pada Perencanaan Lintas Kendaraan. Semarang:

Universitas Diponegoro.

[10] S, S., Z, V., & M, K. (2012). Preparing Initial Population of Genetic Algorithm for Region Growing Parameter Optimization. 4th IEEE

International Symposium on Logistics and Industrial Informatics (LINDI), 47-54.

[11] Wahyudi, R., & Pasaribu, H. H. (2015). Perancangan Aplikasi Quiz Menggunakan Metode Pengacakan Linear Congruantial Generator (LCG) Berbasis Android. Riau Journal Of Computer Science, 17-26. [12] Widodo, A. W., & ,Mahmudy, W. F. (2010). Penerapan Algoritma

Genetika Pada Sistem Rekomendasi. Jurnal Ilmiah Kursor. 205-211. Ketut Adi Praja Putra. Penentuan Jalur Distribusi Barang

Melalui Jalur Laut Menggunakan Algoritma Genetika Artificial Intelligence

Gambar

Gambar 2 menjelaskan gambaran basis data sistem dengan  menggunakan  erd.  Terdapat  2  entitas  pada  erd  tersebut  yaitu
Tabel II
Tabel IV
Tabel VI

Referensi

Dokumen terkait

KPKNL Setempat paling lama 1 ( satu ) bulan se j ak Keputusan Penghapusan SMN ditandatangani dengan melampirkan Naskah Hibah, Serita Acara Serah Terima dan

Proses mutasi adalah suatu proses kemungkinan memodifikasi informasi gen- gen pada suatu kromosom Perubahan ini dapat membuat solusi duplikasi menjadi memiliki nilai fitness yang

Gambar 16. Tampilan Menu Edukasi Gambar 16 merupakan tampilan menu edukasi. Tampilan utama menu edukasi, terdapat beberapa edukasi yang sudah dikategorikan. Dalam

Terdapat 9 parameter fisika yang terdapat pada film mammografi yang dapat mengklasifikasi jenis C1, C2, C3, C4 dan C5 tumor payudara antara lain :entropy, kontras, momen angguler

Setelah makan pagi kemudian kita tinggalkan pulau Lombok untuk kembali ke pulau Bali dengan menyeberangi selat Lombok dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Padang Bay dengan kapal

(Sy) Kendaraan dalam akuntansi pemerintahan dikelompokkan sebagai peralatan dan mesin (par 8 PSAP 07) (Sy) Untuk rehabilitasi sebagian, untuk bagian yang diganti ditaksir

Sehingga dapat disimpulkan bahwa tuturan pada data (3) merupakan tindak tutur tidak langsung literal yang modus kalimatnya mengalami perubahan fungsi dari kalimat

Uji normalitas ini bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen dan variabel independen keduanya memiliki distribusi data yang normal