• Tidak ada hasil yang ditemukan

Yogyakarta dalam Fotografi Time-Lapse

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Yogyakarta dalam Fotografi Time-Lapse"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

YOGYAKARTA

DALAM FOTOGRAFI TIME-LAPSE

SKRIPSI

TUGAS AKHIR

KARYA SENI

IRMA DWI JAYANTHI

NIM 1110545031

JURUSAN FOTOGRAFI

FAKULTAS SENI MEDIA REKAM

INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA

2016

1

(2)

YOGYAKARTA

DALAM FOTOGRAFI TIME-LAPSE

Irma Dwi Jayanthi

ABSTRAK

Fotografi telah banyak mengalami perkembangan, baik perkembangan teknologi alat perekam gambar maupun perkembangan ide-ide untuk membuat sebuah karya seni fotografi. Salah satu fungsi fotografi yaitu sebagai media berekspresi untuk menuangkan imajinasi fotografer ke dalam visual dua dimensi, dimana seorang fotografer bebas membuat karya sesuai dengan ide yang dimiliki. Terkadang untuk membuat satu karya seni fotografi, seorang fotografer ekspresi akan melalui beberapa proses panjang dalam mewujudkan visual dua dimensi.Ide dan konsep perwujudan karya akan sempurna jika dilakukan pendekatan terhadap objek sebelumnya. Untuk mendapatkan hasil karya seni yang baik dalam proses perwujudannya, dilakukan ekplorasi untuk mencari fenomena fotografi dan objek yang sesuai dengan ide, kemudian melakukan eksperimen langsung untuk mendapatkan hasil dari proses perwujudan karya seni.Yogyakarta selalu menarik untuk dijadikan objek dalam penciptaan karya seni fotografi. Karya fotografi

dalam Tugas Akhir ini yaitu menciptakan karya dengan teknik fotografi time-lapse merupakan

proses pemotretan secara berurutan dengan jangka waktu yang telah ditentukan dengan objek utama tempat wisata di Yogyakarta. Kategori tempat wisata di Yogyakarta yang digunakan sebagai objek penciptaan Tugas Akhir ini diantaranya yaitu: tempat bersejarah, tempat belanja dan pemandangan alam. Hasil dari penciptaan karya seni ini yaitu foto akan terlihat bergaris efek dari perubahan pada objek yang bergerak setelah dilakukan pemotongan-pemotongan foto, karya seni ini diharapkan bisa menjadi refrensi baru bagi penikmat dan pelaku seni, khususnya dalam karya-karya seni fotografi.

Kata Kunci : Yogyakarta, fotografi, time-lapse

2

(3)

YOGYAKARTA

IN TIME-LAPSE PHOTOGRAPHY

Irma Dwi Jayanthi

ABSTRACT

Photography has undergone many development, both the technology developments and development of the image recording device of ideas to create a work of art photography. One of the function of photography as a medium of expression for the photographer’s imagination poured into a two dimensional visual, where the photographer is free to make the work in accordance with the idea possessed. Sometimes to create a work of art photography, a photographer will look through some long process in creating a two dimensional visual. Ideas and concept embodiment would work perfectly if it is done before the approach to the object. To get the artwork done well in the process of realization of exploration to find the phenomenon of photography and the corresponding object to the idea, the perform direct experiments to get resultsfrom the embodiment of the artwork. Yogyakarta is always interesting tobe an object in the creation of works photography of art. The photographic work in this thesis is to create works with technique time-lapse photography is a process of shooting sequentially with a predetermined period of time with the main object of tourist attraction in Yogyakarta. Category of tourist attractions in Yogyakarta, which is used as the object of the creation of this thesisas:historic sites, shooping and landscape. The result of the creation of this artwork is a photo will look striped effect of the changes on a moving object after deduction photographs, art work is expected to be a new reference for lovers and artists, especiallyin the works photographyof art.

Keyword : Yogyakarta, photography, time-lapse

3

(4)

A. Latar Belakang Penciptaan

Inspirasi diperoleh dari fotografer yang bernama Fong Qi Wei yang telah

menciptakan sebuah foto unik, yaitu foto pemandangan kota dengan teknik fotografi

time-lapse yang proses pengerjaanya begitu rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Karya yang sudah dibuat oleh Fong memberikan sebuah gambaran atau ide bagi penciptaan tugas akhir ini dikarenakan keunikan visualisasi karya dan kerumitan dalam proses pengerjaannya, dalam penciptaan karya tugas akhir ini penulis merasa tertantang untuk mengeksplorasi dan bereksperimen langsung membuat karya yang memiliki kemiripan secara teknik namun berbeda ide dan objek.

Fotografi time-lapse untuk visualnya banyak digunakan dalam proses pembuatan

video namun sedikit sekali yang menggunakan teknik fotografi time-lapse dengan visual dua

dimensi atau visual fotografi. Mengenai hal ini ada beberapa kemungkinan yang dapat

disimpulkan kenapa teknik fotografi time-lapse kurang diminati dalam visual dua dimensi,

karena teknik ini membutuhkan banyak waktu dalam proses pengerjaannya, menggunakan banyak alat sebagai pendukung proses pemotretan, dan banyak dari pecinta fotografi yang

belum mengenal tentang teknik fotografi time-lapse yang dapat di visualkan dalam sebuah

foto. Fenomena ini menjadikan hal yang menarik bagi penulis untuk bereksperimen langsung

menggunakan teknik fotografi time-lapse, mengetahui hasil akhir dari proses pemotretan dan

efek visualdua dimensi yang terjadi pada suatu objek.

Pemilihan lokasi yang akan dijadikan objek dalam fotografi time-lapse harus

dipikirkan secara detail untuk mendapatkan hasil yang baik dan menarik, yang menjadialasan dasarnya yaitu karena Yogyakarta merupakan daerah atau wilayah yang memiliki potensi pariwisata yang tinggi, terdapat bangunan bersejarah dan pemandangan alam, sehingga banyak lokasi yang menarik untuk dijadikan objek dalam penciptaan karya. Banyaknya lokasi pariwisata yang ada di Yogyakarta, maka dalam proses penciptaan karya tugas akhir ini dibagi menjadi tiga kategori wisata yang dipilih yaitu kategori tempat bersejarah, kategori tempat belanja dan kategori pemandangan alam.

B. Metode Pengumpulan Data

1. Metode Kepustakaan

2. Metode Eksperimen

3. Metode Pengamatan

4

(5)

C. Tinjauan Pustaka

Dalam proses ini penulis menggunakan beberapa buku dalam menunjang data yang dibutuhkan dalam proses perwujudan karya seni.

1) Tontje Tnunay dalam bukunya Yogyakarta Potensi Wisata.

2) Charlie Waite dalam bukunya The Making Of Landscape Photographs.

3) Tom Gasek dalam bukunyaFrame-by-Frame Stop Motion: The Guide to Non Traditional

Animation Techniques yang ditulis oleh.

4) Soeprapto Soedjonodalam bukunyaPot-Pourri Fotografi.

D. Tinjauan Karya

1. Karya Fong Qi Wei

Sebelumnya Fong Qi Wei menggunakan teknik fotografi time-lapse dengan visual

gambar bergerak atau video. Karya-karya Fong Qi Wei banyak menggunakan

pemandangan kota sebagai objek fotografi time-lapse, karyanya sangat menarik dan

memiliki keunikan pada efek garis setelah melalui proses pemotongan gambar. Dalam

proses pemotretan time-lapse dengan objek pemandangan kota, Fong banyak

memanfaatkan sunset, sunrise, dan refleksi air.

Gambar. 1 Tiong Bahru Sunset 2013

Sumber: http://fongqiwei.com/time-dimension/di akses pada 7 Desember 2013

Gambar. 2Glassy Sunset 2013

Sumber: :http://fongqiwei.com/time-dimension/di akses pada 7 Desember 2013

5

(6)

2. Karya Dan Marker Moore

Karya Dan Marker Moore memiliki objek yang sama seperti karya Fong Qi Wei

yaitu menggunakan pemandangan kota sebagai objek dalam pemotretan fotografi

time-lapse, yang menarik dari karya Dan Marker yaitu banyak melakukan pemotretan pada

pagi hari dan sore hari dengan memanfaatkan sunset dan sunrise, sehingga karya-karya

Dan Marker terlihat lebih berwarna.

Gambar. 3 Untitle

Sumber: https://www.google.com/ Dan+marker+moore/ di akses pada 21 September 2014

Gambar. 4 Untitle

Sumber: :http://danmarkermoore.com/di akses pada 21 September 2014

3. Karya Alice Blanch

Alice blanch tertarik dengan foto pemandangan, banyak dari karya-karyanya yaitu tentang pemandangan alam, foto diatas adalah karya alice blanch dengan konsep

karya foto panorama memanjang dengan menggunakan kamera film box brownie,

Gambar. 5 Untitle

Sumber: :http://www.aliceblanch.com

6

(7)

Gambar. 6 Untitle

Sumber: https://google.com/search=alice+blanch

E. Objek Penciptaan

1. Kategori Tempat Sejarah

a. Kompleks Kraton Ratu Boko

b. Tugu Yogyakarta

c. Sasono Hinggil Dwi Abad

d. Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat

e. Candi Prambanan

f. Candi Ijo

g. Benteng Vredeburg

h. Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949

i. Masjid Gedhe Kauman

j. Kawasan Titik Nol Yogyakarta

k. Plengkung Nirbaya (Plengkung Gading)

l. Panggung Krapyak

2. Kategori Tempat Belanja

a. Malioboro

b. Pasar Beringharjo

c. Desa Wisata Kasongan

3. Kategori Pemandangan Alam

a. Pantai Depok

b. Pantai Siung

c. Pantai Pulang Sawal

d. Pantai Jogan

e. Pantai Parangtritis

7

(8)

F. ULASAN KARYA

Karya Foto TA. 10. Kawasan Titik Nol Yogyakarta (2015) Cetak KertasFotoGlossy50cm x 75cm

Objek utama pada foto time-lapse merupakan kawasan titik Nol yaitu kawasan yang

terdapat bangunan cagar budaya seperti Gedung BNI dan Kantor pos. Sudut pengambilan gambar

yang digunakan yaitu eye level, Tujuannya untuk menonjolkan pergerakan pada langit,

pergerakan manusia, lalu lintas, parker, tukang becak dan menonjolkan objek utama yaitu kawasan titik Nol yang memiliki bangunan besar dan tinggi.

8

(9)

Karya Foto TA. 11. Plengkung Nirbaya / Plengkung Gading (2015)

Cetak KertasFotoGlossy50cm x 75cm

Objek utama pada foto time-lapse merupakan bangunan Plengkung Nirboyo / Plengkung

Gading.Komposisi yang digunakan yaitu Sepertiga bidang atau rule of thirds dan komposisi

frameming dengan memanfaatkan daun-daunan disekitar Tujuannya untuk menonjolkan pergerakan pada langit, pergerakan manusia dan menonjolkan objek utama yaitu Plengkung Nirboyo / Plengkung Gading yang memiliki bangunan besar dan luas.

9

(10)

Karya Foto TA. 18. Pantai Pulang Sawal (2015) Cetak KertasFotoGlossy50cm x 75cm

Objek utama pada foto time-lapse merupakan wilayah Pantai Pulang Sawal atau yang

lebih dikenal dengan Pantai Indrayanti. Komposisi yang digunakan yaitu high angel, Tujuannya

untuk menonjolkan pergerakan pergerakan manusia, air laut dan menonjolkan objek utama yaitu wilayah Pantai Indrayanti.

10

(11)

Objek utama pada foto

time-lapse

merupakan Bangunan Panggung

Krapyak.Sudut pengambilan gambar yang digunakan yaitu

low Angel

Tujuannya untuk

menonjolkan pergerakan pada langit, pergerakan manusia, kendaraan bermotor dan

menonjolkan objek utama yaitu Bangunan Panggung Krapyak yang memiliki bangunan

besar, lebar dan tinggi.

11

(12)

Objek utama pada foto

time-lapse

merupakan bangunan yang berada dikawasan

alun-alun selatan yaitu Sasono Hinggil Dwi Abad. Komposisi yang digunakan disebut

sepertiga bidang atau

rule of thirds

, Tujuannya untuk menonjolkan pergerakan pada

langit, pergerakan manusia dan menonjolkan objek utama yaitu sasono hinggil yang

memiliki bangunan lebar.

12

(13)

G. KESIMPULAN

Objek Yogyakarta dengan teknik fotografi time-lapse yaitu karya fotografi dengan

objek-objek yang ada di Yogyakarta dengan menggunakan teknik fotografi time-lapse,

memiliki keunikan efek visual dari penggabungan gambar-gambar menjadi sebuah foto. Hasil

dari foto time-lapse berbeda dengan fotografi pada umumnya karena foto tampak bertekstur

dan memiliki nilai estetis yang tinggi. Untuk mewujudkan karya dengan menggunakan teknik ini dibutuhkan ketelitian dan kesabaran, pengambilan gambar objek yang sudah ditentukan

harus dilakukan secara berurutan. Ketepatan angel dan menjaga kamera agar tidak bergeser

atau berubah tempat harus dilakukan dengan teliti, apabila hal mendasar dalam pemotretan

fotografi time-lapse tidak dilakukan, akan menyulitkan dalam proses editing.

Dalam penciptaan karya tugas akhir ini ada hal yang menjadi hambatan ditemukan ketika berada di lokasi pemotretan, yaitu seringnya melakukan pemotretan di tempat umum atau tempat yang ramai dengan aktivitas manusia, akan menimbulkan hal tak terduga, misalnya aktivitas manusia yang tanpa sengaja menyentuh kaki tripot yang sedang berlangsung proses pemotretan, sehingga membuat kamera bergeser atau bahkan jatuh, yang pada akhirnya membuat proses pemotretan gagal. Hal ini jelas sangat menghambat proses pemotretan, karena kegagalan dalam lokasi membuat proses pemotretan harus diulang kembali.

H. SARAN

Memotret fotografi time-lapse dalam proses pengerjaannya membutuhkan waktu

yang lama. Penciptaan karya seni dengan menggunakan teknik foto time-lapse dalam visual

dua dimensi dibutuhkan ketelitian dan kesabaran, hasil dari karya seni ini merupakan wujud representasi dari penciptanya. Kesungguhan di dalam proses penciptaan merupakan hal yang harus selalu diutamakan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan memiliki nilai estetik yang tinggi.

Persiapan alat pemotretan seperti lensa, tripot,filter, dan berbagai alat pendukung

lainnya merupakan hal yang perlu dipersiapkan dengan baik, karena akan mempermudah fotografer dalam melakukan pemotretan. Selain itu fotografer ketika memotret menggunakan

tekniktime-lapse dalam membuat karya ke dalam visual dua dimensi harus juga menguasai

software adobe photoshop untuk mempermudah dalam proses editing, karena editing gambar

menentukan hasil akhir dari visual dua dimensi fotografi time-lapse.

13

(14)

Daftar Tinjauan

Buku dan Artikel

Abdi, Yuyung. 2012. Photography From My Eyes. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Adaby Darban, Ahmad. Dkk. 1998.Biografi Pahlawan Nasional: Sri Sultan Hamengku Buwana IX . Jakarta: Departemen dan Kebudayaan RI.

Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta. 2011. Jogja at a Glance. Yogyakarta: Graphic Design Printing Company. Dharsito, Wahyu. 2012. 50 Ide dan Konsep Foto. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Elbramca Media.2011. Sleman Wisata dan Kerajinan.Yogyakarta: Elbramca media.

Excell, Laurie. Batdorff, John. Dkk. 2012.Komposisi Dari Foto Biasa Jadi Luar Biasa. Jakarta: Elex Media Komputindo. Feinenger, Andreas. 1969. The Complete Photography London: Prentice Hall International.

Gasek, Tom. 2012. Frame-by-Frame Stop Motion: The Guide to Non Traditional Animation Techniques. UK: Focal Press. Giwanda, Griand. 2001. Panduan Praktis Belajar Fotografi. Jakarta: Puspa Swara.

Kementrian Agama Provinsi DIY. 2011. Peta Kerukunan Umat Beragama. Yogyakarta: Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi DIY.

Nawawi, Hadari. 2005. Metode Penelitian Bidang Sosial. Yogyakarta: Gadjah Mada University. Soedjono, soeprapto. 2006. Pot-Pourri fotografi. Jakarta: Universitas Trisakti.

Sukendro, Suryo. 2009. Wisata Eksotis di Jogja. Yogyakarta: MedPress. Suryana. 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta: PDF.

Tanjung, Bahdin Nur dan H. Ardial. 2005. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tashadi, dkk.1991. Sejarah Revolusi Indonesia (1945-1949) Di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan Direktorat Sejarah dan Nilai Traditional Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional.

Mc Goven, Thomas. 2003. Belajar Sendiri Fotografi Hitam Putih Yogyakarta: Penerbit Nadi. Tjin, Enche & Mulyadi, Erwin. 2014. Kamus Fotografi. Jakarta: Elex Media Komputindo. Tnunay, Tontje. 1991. Yogyakarta Potensi Wisata.Yogyakarta: Sahabat Klaten.

Waite, Charlie.1992. The Making Of Landscape Photographs. London: Great Britain.

Halaman Tinjauan

http://aliceblanch/ di akses 06 Agustus 2015

http://danaronline.com/kebun buah mangunan bantul jogja/di akses 18 September 2014 http://danmarkermoore/di akses pada 21 September 2014

http://fongqiwei/time-dimension/di akses pada 7 Desember 2013 http://georges_Melies/ di akses pada 02 oktober2015

http://time-lapse_photography/ di akses pada 17 oktober2015

http://www.makintahu.com/wisata-pantai-indrayanti-pantai-pulang-syawal/ diakses 06Desember 2015 http://www.kompasiana.com/pantai depok/novia nurlaeli/ di akses 03 Desember 2013

http://www.kompasiana.com/kawasan historis titik nol Yogyakarta/yusticia arif/ di akses 06 Desember 2012

http://www.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-yogyakarta-candi-ijo/Perpustakaan Nasional/ di akses pada 11 juni 2014 http://www.njogja.co.id/wisata-pantai/pantai-jogan/Daniel Antonius Kristanto/17 Oktober 2015

14

Referensi

Dokumen terkait

Ketika seseorang berpikiran bahwa internet itu sangat merugikan dan berdampak buruk maka secara tidak langsung seseorang itu akan menggunakan internet untuk hal-hal yang tidak

a) Durasi waktu adalah jumlah jam minimal yang digunakan oleh setiap program keahlian. Program keahlian yang memerlukan waktu lebih jam tambahannya diintegrasikan

Ogan Komering

Penelitian ini lebih memfokuskan pada Rancang Bangun sistem ujian online mandiri di UIN Raden Fatah Palembang, dalam hal penentuan hasil akhir secara otomatis yang

Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam Dan Pranata Sosial , (Jakarta : PT. Rajawali Press)..

bahwa sehubungan dengan huruf a diatas, agar pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah-sekolah se Provinsi Lampung dapat terlaksana secara efektif dan optimal

The first method relies on uniform error terms for lattice point counting (section 4) and on the theory of uniform distribution and discrepancy (sections 5 and 6).. The second

1. Disebut apakah tiga jenis perbuatan jahat? ... Disebut apakah berbuat jahat dengan pikiran? ... Mendoakan orang lain jatuh adalah contoh? ... Berkata kurang baik, berbohong