• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Kejadian Inflamasi dan Rekurensi antara Benang Nylon dan Benang Vicryl Pasca Operasi Pterigium dengan Teknik Limbal-Conjunctival Autograft di RSUD dr. Soedarso Pontianak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perbandingan Kejadian Inflamasi dan Rekurensi antara Benang Nylon dan Benang Vicryl Pasca Operasi Pterigium dengan Teknik Limbal-Conjunctival Autograft di RSUD dr. Soedarso Pontianak"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Distribusi Frekuensi Subjek Penelitian Berdasarkan Umur
Tabel 6.   Hubungan Jenis Benang dengan Kejadian Inflamasi pada  Minggu Kedua Pasca Operasi Pterigium
Tabel 7 memperlihatkan hubungan antara jenis benang dengan kejadian  rekurensi  pada  bulan  ketiga  pasca  operasi  pterigium

Referensi

Dokumen terkait

Lima Gerakan Awet Muda Tibet juga melancarkan aliran energi di tulang punggung sehingga penyaluran energi ke or-gan-organ penting tubuh yang berhubungan dengan

Untuk mengetahui sejauh mana ketuntasan belajar siswa dalam melaksanakan pembungkusan, penelitian menggunakan tes tertulis yang terdiri dari empat macam tes uraian

Jaringan jalan kolektor primer K2 atau strategis nasional rencana yang dipersiapkan untuk ditingkatkan fungsinya menjadi jalan arteri primer yang menghubungkan PKN

Terlepas dari hal itu, sebuah pengalaman empiris tentang kekaguman akan sosok Marawa yang terpancang dengan tiang yang kokoh, jelas menggugah hati dan menimbulkan rasa

Kemudian shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW penutup para Nabi, dan suri teladan terbaik sepanjang zaman, akhirnya dengan izin Allah SWT

Sistem distribusi obat dosis unit adalah metode dispensing dan pengendalian obat yang dikoordinasikan Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) dalam rumah sakit, dimana obat

Manfaat diharapkan dapat menghitung untuk sebuah rumusan dalam membuat patokan yang mengkombinasikan antara praktek dengan teori yang ada guna masukan dalam penentuan

Hasil penelitian secara in-situ menyatakan bahwa pada perbandingan perlakuan kontrol positif (+) dengan lotio ekstrak etanol daun sirsak kadar 30% b/v