• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPIJM KABUPATEN GORONTALO TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RPIJM KABUPATEN GORONTALO TAHUN"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 1

1.1

LATAR BELAKANG

Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota perlu menyusun Dokumen RPIJM Bidang PU/Cipta Karya sebagai salah satu justifikasi perencanaan program dan anggaran serta pembangunan infrastruktur (Infrastructure Development Plan) Bidang PU/Cipta Karya yang berasal dari berbagai sumber baik APBN, APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten/Kota. Peran APBN dimaksudkan sebagai stimulan kepada daerah. Pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota diharapkan dapat memberikan kontribusinya (Cost Sharing/Joint Program) terhadap program-program ataupun kegiatan yang diusulkan untuk mendapatkan bantuan dana dari APBN (Pemerintah Pusat).

Keterpaduan Program, kegiatan dan anggaran diharapkan dapat mewujudkan pembangunan Bidang PU/Cipta Karya di daerah yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas melalui bentuk kerjasama antara pusat dan daerah yang berbasis pada prinsip pengembangan wilayah dan keberlanjutan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Peningkatan kapasitas manajemen pembangunan daerah baik aparatur pelaksana maupun struktur kelembagaan sangat diperlukan untuk mendorong terwujudnya kemandirian daerah dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur (prasarana dan sarana) bidang PU/ Cipta Karya guna mendukung pembangunan permukiman perkotaan dan perdesaan yang layak huni, berkeadilan sosial, berbudaya, produktif, dan berkelanjutan, sebagai simbiosis mutualisme dalam usaha pengembangan wilayah.

Rencana Program Infrastruktur Bidang PU/Cipta Karya yang akan disusun daerah harus mempertimbangkan kemampuan keuangan/pendanaan dan kelembagaan dalam memenuhi kebutuhan pembangunannya. Disamping itu, RPIJM perlu memperhatikan aspek kelayakan program masing-masing sektor dan kelayakan spasialnya sesuai dengan Rencana Tata Ruang yang ada, serta kelayakan sosial dan lingkungannya.

Seiring dengan kebutuhan pembangunan yang dikeluarkan daerah, maka salah satu upaya penting yang dilakukan daerah adalah dengan pemahaman persepsi dan peningkatan kemampuan operasionalisasi oleh karena itu pada setiap bidang Cipta Karya memerlukan suatu rincian program dan kegiatan yang telah dilaksanakan ataupun yang akan dilaksanakan sehingga rencana pembangunan nasional dan rencana pembangunan daerah pun dapat sejalan dan mempunyai benang merah yang sama.

Selain itu untuk mendukung pelaksanaan program dan kegiatan di daerah perlu merinci pendanaan yang dibutuhkan pada setiap kegiatannya yang dituangkan dalam rencana program investasi jangka menengah (RPIJM) yang mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama 5 tahun.

(2)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 2

Dengan keterpaduan program dan anggaran diharapkan dapat diciptakan hasil pembangunan Bidang PU/Cipta Karya di daerah yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas melalui bentuk kerjasama antara pusat dan daerah yang berbasis pada prinsip pengembangan wilayah dan keberlanjutan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Dalam proses perencanaan program pembangunan infrastruktur bidang PU/ Cipta Karya perlu diperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi/ berdampak terhadap perkembangan wilayah secara terpadu diantaranya faktor politik, ekonomi, social, budaya dan lingkungan. Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum telah berinisiatif untuk mendukung Pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota dengan memfasilitasi penyiapan penyusunan perencanaan program dalam bentuk Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang PU/ Cipta Karya. Dokumen RPIJM menjadi sebagai pedoman (guidelines) pembiayaan program pembangunan melalui anggaran dan belanja yang disepakati bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/ Kota.

Dengan adanya Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Bidang PU/Cipta Karya diharapkan Kabupaten/Kota dapat mengoptimalkan pemanfaatan potensi semua sumber daya yang ada baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya lingkungan untuk mendorong terciptanya stimulasi pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan serta mewujudkan tatanan lingkungan yang liveable Penyusunan Rencana Program Infrastruktur Bidang PU/Cipta Karya harus mempertimbangkan kemampuan keuangan/pendanaan dan potensi pengembangan kelembagaan sebagai instrumen pokok terwujudnya pelaksanaan pembangunan. Penyusunan RPIJM juga perlu memperhatikan aspek kelayakan program masing-masing sektor dan kelayakan spasialnya sesuai dengan Rencana Struktur dan Pola Ruang sesuai dengan Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah.

1.2

MAKSUD DAN TUJUAN

Penyusunan Dokumen RPIJM Bidang PU/Cipta Karya dimaksudkan untuk sebagai upaya untuk menyukseskan pembangunan infrastruktur di daerah, Propinsi, Kabupaten/Kota secara terpadu, efektif dan efisien sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat luas.

Dokumen RPIJM Bidang PU/ Cipta Karya menjadi suatu panduan utama bagi para pelaku pembangunan sehingga dapat memahami kedudukan, peran, dan fungsi masing- masing sektor usulan sesuai Program dan Kegiatan Dinas Teknis dalam Urusan Keciptakaryaan. Dengan tersusunnya RPIJM Bidang PU/ Cipta Karya serta lampiran memorandum Program Jangka Menengah dapat menjadi dokumen Program/Anggaran Kerja antara Pemerintah Pusat, Propinsi, Kabupaten/Kota yang kelayakannya dapat dipertanggungjawabkan

(3)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 3

1.3

RUANG LINGKUP RPIJM

Ruang lingkup penyusunan RPIJM Bidang PU/ Cipta Karya ini meliputi seluruh Kegiatan Infrastruktur (Prasana dan Sarana) Bidang Cipta Karya yang akan dilaksanakan di Wilayah Kabupaten Gorontalo yang berpedoman kepada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gorontalo.

Untuk Kabupaten/Kota yang akan melakukan investasi infrastuktur Bidan PU/ Cipta Karya, kegiatan atau tahapan-tahapan kegiatan yang harus dilakukan pada hakekatnya mencakup proses, kerangka pembahasan, analisis kelayakan program serta sintesis program dan anggaran dalam rangka mewujudkan perencanaan program infrastruktur yang berkualitas (RPIJM yang berkualitas), sehingga mampu meningkatkan kemampuan manajemen pembangunan daerah dalam Bidang PU/Cipta Karya.

Menyusun proses penyusunan Rencana Program Infrastruktur Jangka Menengah Bidang PU/Cipta Karya terutama yang dibiayai dari APBN maupun APBD (Cost Sharing maupun Joint Program) Propinsi maupun Kabupaten/Kota dalam rangka mendukung pencapaian sasaran pembangunan lima tahun Bidang PU/Cipta Karya sebagaimana dimaksud dalam RPJMN dan seterusnya maupun MDG 2015 yang akan datang.

Mendorong pembangunan daerah Bidang PU/Cipta Karya terutama di kota-kota yang mendapatkan prioritas, termasuk kota-kota sedang, dan kota kecil dalam rangka pemerataan pembangunan dan peningkatan pertumbuhan daerah.

komponen program Menyiapkan kerangka dasar ataupun sistematika RPIJM sebagai ancar-ancar dan penjelasan/petunjuk spesifik dan setiap tahapan hal-hal yang perlu dibahas oleh masing-masing aspek

1.4

PENDEKATAN DALAM PENYUSUNAN RPIJM

1.4.1

PENDEKATAN EKSPLORATIF DALAM PENGUMPULAN DATA

Pendekatan eksploratif bercirikan pencarian yang berlangsung secara menerus. Pendekatan ini akan digunakan baik dalam proses pengumpulan data dan informasi maupun dalam proses analisa dan evaluasi guna perumusan konsep.

1. Eksplorasi dalam Proses Pengumpulan Data & Informasi

Dalam proses pengumpulan data & informasi, pendekatan eksploratif digunakan mulai dari kegiatan inventarisasi dan pengumpulan data awal, hingga eksplorasi data & informasi

(4)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 4

di lokasi studi yang dilakukan. Sifat pendekatan eksploratif yang menerus akan memungkinkan terjadinya pembaharuan data dan informasi berdasarkan hasil temuan terakhir. Pendekatan eksploratif juga memungkinkan proses pengumpulan data yang memanfaatkan sumber informasi secara luas, tidak terbatas pada ahli yang sudah berpengalaman dalam bidangnya ataupun stakeholder yang terkait dan terkena imbas secara langsung dari kegiatan terkait, namun juga dari berbagai literatur baik dalam bentuk buku maupun tulisan singkat yang memuat teori atau model.

Dalam pendekatan eksploratif ini sangat memungkinkan diperoleh informasi-informasi tambahan yang tidak diduga sebelumnya atau yang tidak pernah dikemukakan dalam teori-teori yang ada. Informasi yang didapat dengan pendekatan ini bisa bersifat situasional dan berdasarkan pengalaman sumber.

1.4.2

STUDI DOKUMENTER

Pekerjaan ini memiliki kecenderungan sifat studi yang memerlukan dukungan kegiatan kajian, baik terhadap literatur berupa tulisan, jurnal, dan hasil studi terkait, hingga berbagai jenis regulasi dan kebijakan yang terkait. Untuk itu, diperlukan model pendekatan studi dokumenter yang akan menginventarisasi dan mengeksplorasi berbagai dokumen terkait dengan materi pekerjaan. Studi dokumenter memiliki ciri pendekatan yang mengandalkan dokumen/data-data sekunder seperti:

 peraturan perundangan-undangan dan dokumen kebijakan yang terkait.

 laporan perencanaan penataan kawasan perkotaan pada wilayah lain (best practice).

1.4.3

PENDEKATAN PRESPEKTIF

Pendekatan preskriptif (prescriptive approach) merupakan jenis pendekatan yang bersifat kualitatif dan dapat memberikan deskripsi analitis untuk menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat dalam mendukung suatu strategi penanganan ataupun kebijakan. Pendekatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan menilai suatu rencana alternatif kebijakan untuk kemudian mengeluarkan rekomendasi yang tepat berkaitan dengan kemungkinan implementasi kebijakan dan program-programnya di masa yang akan datang. Dengan penggunaan pendekatan preskriptif ini, diharapkan studi tidak hanya terfokus pada analisa kondisi eksisting, namun juga dapat memperhatikan potensi implikasi pemanfaatan suatu konsepsi penanganan atau kebijakan.

1.4.4

PENDEKATAN PERENCANAAN INCREMENTAL-STRATEGIC

Adapun yang dimaksud dengan pendekatan perencanaan yang realistis adalah:  Mengenali secara nyata masalah-masalah pembangunan Kab/Kota.

(5)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 5

 Mengenali secara nyata potensi yang dimiliki Kab/Kota.

 Mengenali secara nyata kendala yang dihadapi Kab/Kota dalam proses pembangunan.

 Memahami tujuan pembangunan secara jelas dan nyata.

 Mengenali aktor-aktor yang berperan dalam pembangunan Kab/Kota.

 Mengenali ‘aturan main’ yang berlaku dalam proses pembangunan Kab/Kota. Pendekatan yang digunakan dalam penyusunan RPIJM adalah Pendekatan Incremental yang lebih bersifat strategis, dimana sebagian besar kondisi-kondisi awal (pra-kondisi) dari suatu persoalan pembangunan tidak diperhatikan atau diluar kontrol. Adapun karakteristik pendekatan ini antara lain:

 Berorientasi pada persoalan-persoalan nyata.  Bersifat jangka pendek dan menengah

 Terkonsentrasi pada beberapa hal, tetapi bersifat strategis  Mempertimbangkan eksternalitas

 Langkah-langkah penyelesaian tidak bersifat final

Metoda SWOT merupakan contoh penjabaran dari pendekatan yang bersifat incremental-strategis.

1.4.5

PENDEKATAN PERENCANAAN STRATEGIC-PROAKTIF

Pendekatan strategis-proaktif merupakan bentuk kebalikan dari pendekatan incremental-strategis. Adapun yang dimaksud rencana strategis – proaktif adalah :

 Rencana yang kurang menekankan pada penentuan maksud dan tujuan pembangunan, tetapi cenderung menekankan pada proses pengenalan dan penyelesaian masalah, yang kemudian dijabarkan pada program-program pembangunan dan alokasi pembiayaan pembangunan.

 Rencana yang melihat lingkup permasalahan secara internal maupun eksternal, dengan menyadari bahwa pengaruh faktor-faktor eksternal sangat kuat dalam membentuk pola tata ruang kawasan yang terjadi.

 Rencana yang menyadari bahwa perkiraan-perkiraan kondisi di masa yang akan datang tidak bisa lagi hanya didasarkan pada perhitungan-perhitungan proyeksi tertentu, akan tetapi sangat dimaklumi bahwa terdapat kemungkinan-kemungkinan munculnya kecenderungan-kecenderungan baru, faktor-faktor ketidakpastian, serta ‘kejutan-kejutan’ lain yang terjadi diluar perkiraan semula.

 Rencana yang lebih bersifat jangka pendek dan menengah, dengan memberikan satu acuan arah-arah pembangunan kawasan.

 Rencana yang berorientasi pada pelaksanaan (action).

1.4.6

PENDEKATAN PERENCANAAN CAMPURAN

Kedua jenis pendekatan ini dapat digunakan dalam pekerjaan ini. Perbedaan penggunaannya hanya terdapat pada kesesuaian sifat pendekatan dengan karakteristik kegiatan yang sedang dilakuakan. Penjelasan singkatnya adalah sebagai berikut:

(6)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 6

Dalam perumusan konsepsi dan penyusunan rencana maka pendekatan incremental-strategis perlu dikedepankan untuk dapat menghasilkan suatu konsepsi pengembangan yang sifatnya cenderung ‘utopis’, namun hal ini memang disesuaikan dengan.

 kebutuhan perumusan visi-misi dan tujuan pengembangan kawasan yang memiliki kecenderungan untuk mencapai suatu kondisi yang paling ideal, setidaknya sebagai sebuah target jangka panjang yang perlu diwujudkan.

 Dalam penyusunan rencana pembangunan, program pentahapan, dan aspek pendukung lainnya, perlu dikedepankan pendekatan strategis-proaktif untuk dapat menghasilkan suatu produk dokumen rencana yang realistis dan dapat diimplementasikan sesuai tahapan pelaksanaannya.

1.5

KEDUDUKAN RPIJM

Kedudukan RPIJM Bidang PU/ Cipta Karya Kabupaten Gorontalo berada di bawah kebijakan spasial dan kebijakan sektoral segai Rencana Pembangunan Infrastruktur (Infrastructure Development Plan) di Kabupaten Gorontalo. RPIJM pada hakikatnya merupakan operasionalisasi dari RPJMN dan RPJMD. Kebijakan spasial dalam RPIJM mengacu pada RTRW Kabupaten Gorontalo sedangkan kebijakan sektoral/ program dalam RPIJM mengacu pada dokumen perencanaan sector terkait seperti SPPIP dan RPKPP, RIS SPAM, Masterplan Drainase, RTBL dan lain sebagainya.

(7)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 7 Gambar 1. 2 Alur Pikir Kelayakan Program RPIJM

1.6

LANDASAN HUKUM

Adapun penyusunan RPIJM ini berdasarkan atas dasar :

a. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

b. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara. c. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. d. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

e. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.

f. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang

g. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 050/2020/SJ tentang Petunjuk Penyusunan Dokumen RPJP Daerah dan RPJM Daerah.

h. Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Gorontalo.

(8)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 8

1.7

TINJAUAN RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH

DAERAH KABUPATEN GORONTALO 2011-2015

1.7.1

VISI DAN MISI KABUPATEN GORONTALO

A. VISI

Dalam suatu institusi pemerintahan modern, perumusan visi dalam pelaksanaan pembangunan mempunyai arti yang sangat penting mengingat semakin majunya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi informasi, peradaban masyarakat dan arus globalisasi. Melalui perumusan visi, masyarakat akan dapat mengetahui seberapa jauh komitmen dan strategi Pemerintah Daerah untuk mewujudkan pembangunan pada berbagai aspek kehidupan di masa yang akan datang.

Berdasarkan kondisi Kabupaten Gorontalo dan tantangan yang akan dihadapi dalam waktu 5 (lima) Tahun mendatang, serta dengan memperhitungkan modal dasar yang dimiliki, maka visi Pemerintah Kabupaten Gorontalo Tahun 2010-2015 adalah

KABUPATEN GORONTALO SEHAT, CERDAS, KREATIF DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

MENUJU MASYARAKAT YANG SEJAHTERA DAN MANDIRI ”

Adapun makna dari visi tersebut adalah :

1. Sehatyakni keadaan yang sempurna meliputi masyarakat dan lingkungannya, baik secara fisik, mental dan sosial tidak hanya sekedar terbatas pada keadaan bebas dari rasa sakit, cacat dan kelemahan sehingga memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

2. Cerdas yakni kondisi masyarakat yang mencapai perkembangan akal budi secara sempurna dalam berpikir dan mengerti sesuatu menurut cara yang logis serta memiliki kesadaran untuk terus belajar.

3. Kreatif, merupakan kondisi masyarakat utamanya generasi muda yang dapat mengembangkan proses mental berupa penciptaan gagasan atau konsep baru atau penyesuaian-penyesuaian terhadap gagasan yang telah ada sebelumnya untuk mencapai hasil yang lebih baik serta terlibat dalam aktivitas usaha produktif.

4. Berwawasan lingkungan adalah perhatian dan kepedulian yang tinggi terhadap keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan yang didasari oleh kesadaran akan fungsi strategis lingkungan terhadap keberlangsungan hidup manusia. Daya dukung dan kualitas lingkungan harus menjadi acuan utama segala aktivitas pembangunan agar tercipta tatanan kehidupan yang seimbang, nyaman dan berkelanjutan.

5. Sejahtera adalah keadaan masyarakat yang sehat, aman, berkecukupan dan memiliki kemampuan untuk mengakses pelayanan yang dibutuhkan.

Mandiri adalah masyarakat yang mampu menata sendiri kehidupannya dengan tidak bergantung pada pihak lain, tetapi tetap memelihara hubungan yang dilandasi prinsip

(9)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 9

Kesetaraan (equality), Kesetiakawanan Sosial (solidarity), Keadilan (justice), dan Keterbukaan (transparency).

B. MISI

Misi merupakan gambaran kegiatan yang akan dilakukan dalam rangka pencapaian suatu visi, yang selanjutnya dijadikan sebagai suatu pedoman dalam penyusunan strategi, prioritas kebijakan, penyusunan program dan pengalokasian sumber daya daerah.

Untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Gorontalo, maka di dalam menyusun rencana strategis untuk lima tahun ke depan ditetapkan misi pembangunan,adalah sebagai berikut :

Misi 1 : Mewujudkan Kabupaten Gorontalo Sehat, Cerdas dan Kreatif

Interaksi antar negara dalam dinamika pembangunan internasional memberi tempat yang kurang menguntungkan bagi negara berkembang seperti Indonesia. Interdependensi kurang seimbang yang mengarah pada dominasi permanen oleh negara maju masih menjadi fakta yang sulit dihindari. Oleh karena itu semangat pembangunan secara nasional terus dibangun untuk memposisikan bangsa Indonesia pada kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang telah maju dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Untuk menciptakan kondisi tersebut semangat yang sama harus bersenyawa dengan seluruh sistem struktural dan sistem sosial yang ada sampai pada level masyarakat dan individu.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan periode 2005-2010 Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah mendapat sejumlah hasil capaian yang diapresiasi oleh berbagai pihak termasuk pemerintah pusat. Capaian dan prestasi pembangunan di periode 2005-2010, pada hakekatnya adalah salah satu modal dasar yang harus diteruskan untuk meraih capaian dan prestasi pembangunan yang lebih baik lagi, di lima tahun yang akan datang (2011-2015).

Misi 2 : Mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang Berwawasan Lingkungan

Prinsip pembangunan berwawasan lingkungan adalah pendayagunaan sumber daya alam sebagai pokok kemakmuran rakyat dilakukan secara terencana, bertanggungjawab, dan sesuai daya dukungnya dengan mengutamakan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat serta memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Konsep pembangunan ini bertujuan membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu menyelaraskan tanggung jawab moral dengan strategi pembangunan berwawasan lingkungan. Hal ini perlu ditegaskan mengingat adanya kecenderungan gaya hidup konsumerisme, hingga bergesernya potensi fisik alami

(10)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 10

manusia (nature of human physical potention) akibat meluasnya pemanfaatan perangkat teknologi (dependent on technological instruments) dalam proses pembangunan.

Pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia telah dinyatakan dalam berbagai kemauan politik (goodwill) pemerintah berupa berbagai kebijakan, program dan kegiatan. Tetapi karena adanya keterbatasan sumber dana dan hambatan sosial-politik, kultural, dan sumber daya lainnya, maka pengelolaan lingkungan hidup menjadi sangat marginal. Faktor yang memengaruhi marginalisasi pengelolaan lingkungan hidup adalah kerumitan masalah lingkungan dan penegakan hukumnya.

Faktor pertama, adalah kerumitan masalah lingkungan. Di Indonesia hal ini dicirikan oleh jumlah penduduk yang tinggi, dengan penyebaran yang tidak merata. Adanya tingkat kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan, membuat sebagian besar penduduk sulit memahami konsep pelestarian lingkungan hidup.

Faktor kedua, adalah kurangnya koordinasi dan integrasi dalam hal pengelolaan lingkungan hidup, baik antara daerah, dunia usaha maupun masyarakat luas.

Faktor ketiga, adalah terbatasnya mandat kelembagaan. Apabila masalah pengelolaan lingkungan hidup belum diinternalisasikan di semua bidang, maka masalah kerusakan atau pencemaran lingkungan hidup akan terus timbul. Untuk mengatasinya, masalah mandat lembaga lingkungan perlu dipertegas dengan kewenangan penuh dari pemerintah yang didukung alokasi dana dan SDM yang memadai serta struktur organisasi yang solid.

Sejalan dengan konsep pembangunan pemerintah pusat yang berwawasan lingkungan, maka hal ini pula menjadi komitmen konsep pembangunan daerah kedepan untuk Kabupaten Gorontalo. Hal ini mengingat semakin terbatasnya sumber daya alam baik dari segi kualitas maupun kuantitas, maka pemanfaatan sumber daya alam tersebut harus dilakukan secara bijaksana dan terencana dengan baik sehingga dapat menjamin kelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu pembangunan yang ramah lingkungan atau bisa disebut pembangunan berwawasan lingkungan sudah sepatutnya dipikirkan lebih lanjut oleh stakeholder.

Misi 3 : Memantapkan Pembangunan Kabupaten Gorontalo yang Sejahtera dan Mandiri

Tujuan akhir pembangunan tidak lain adalah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hal ini sesuai dengan amanat pembukaan Undang– undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Untuk itu pemerintah sebagai penggerak pembangunan bertanggungjawab untuk mewujudkan kesejahteraan rakyatnya. Pembangunan masyarakat sejahtera mengandung pengertian yang dalam dan luas, mencakup keadaan yang mencukupi dan memiliki kemampuan bertahan dalam mengatasi gejolak yang terjadi, baik dari luar maupun dari dalam.

(11)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 11

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Gorontalo akan berupaya secara bertahap dan berkesinambungan untuk dapat memperbaiki taraf kesejahteraan masyarakat. Terdapat beberapa permasalahan maupun tantangan dalam mewujudkan hal ini, antara lain masih adanya pengangguran dan masyarakat miskin, tingkat pendapatan yang masih tergolong rendah sehingga berakibat pada rendahnya daya beli masyarakat, fasilitas infrastuktur yang masih belum memadai dan masih rendahnya kontribusi dunia usaha terhadap peningkatan/pertumbuhan perekonomian daerah.

Kemiskinan sebagai salah satu tantangan dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera merupakan gambaran suatu kondisi masyarakat yang serba tidak berkecukupan menyangkut berbagai hal pemenuhan kebutuhan hidup. Menurut data Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat hingga bulan Maret 2009 angka kemiskinan nasional telah mencapai 14, 15 % dari jumlah penduduk Indonesia atau sekitar 32,55 Juta RTM atau turun 2,5 juta dari tahun 2008. Pada tahun 2015 diprediksi akan turun secara signifikan hingga mencapai 7,5% dari jumlah penduduk Indonesia sehingga diharapkan target millennium development goals dapat tercapai.

Kemiskinan tidak hanya menjadi tantangan bagi Pemerintah Pusat, namun juga menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh Pemerintah Daerah di masa yang akan datang. Dalam rentang tahun 2005–2010 Pemerintah Kabupaten Gorontalo telah meletakkan fondasi dalam bidang perbaikan kesejahteraan rakyat utamanya pengentasan kemiskinan. Hal ini tercermin dari angka kemiskinan yang mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Sebagaimana hasil pendataan sosial ekonomi pada tahun 2005 rumah tangga miskin (RTM) Kabupaten Gorontalo berjumlah 28.311 RTM atau 33,29 persen.Angka ini menurun menjadi 18.544 RTM (66.900 jiwa) atau 21,48 % pada tahun 2010 (BPS 2010). Untuk itu target lima tahun ke depan atau hingga 2015 diharapkan angka kemiskinan dapat ditekan menjadi hingga mencapai 18,56% dari jumlah penduduk.

Untuk mencapai kondisi masyarakat sejahtera, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah terjaminnya ketahanan pangan daerah. Untuk mewujudkan ketahanan pangan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo menjadikan bidang pertanian sebagai salah satu prioritas pembangunan mengingat sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gorontalo menggantungkan kehidupannya pada bidang ini. Hal ini diindikasikan dari besarnya kontribusi bidang pertanian pada tahun 2009 terhadap PDRB Kabupaten Gorontalo yakni mencapai 32,34% dari total PDBR sebesar

1.881.976,41 juta rupiah. Sedangkan kontribusi bidang pertanian terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gorontalo pada tahun 2009 mencapai 3,50 persen.

Masih terkait dengan kesejahteraan, salah satu indikator utama yang menjadi tolok ukur tingkat kesejahteraan adalah kemajuan perekonomian suatu daerah. Oleh karenanya perlu diciptakan suatu iklim usaha yang kondusif untuk pelaku – pelaku

(12)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 12

ekonomi yang bergerak dalam bidang industri dan perdagangan, melalui sistem regulasi yang sederhana, sistem birokrasi yang efektif dan efisien, kualitas pelayanan perizinan yang mudah dan cepat serta sistem perpajakan yang memenuhi prinsip – prinsip keadilan dapat mendorong tumbuhnya sentra – sentra industri dan perdagangan baru.

Pembangunan industri dan perdagangan di Kabupaten Gorontalo yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir, perlu terus dikembangkan untuk dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan perekonomian daerah. Terhadap total PDRB Kabupaten Gorontalo tahun 2009, bidang industri memberi kontribusi sebesar 6,36% dan perdagangan 7,74 persen. Peningkatan aktivitas perekonomian daerah juga ditandai dengan semakin meningkatnya jumlah perizinan yang diterbitkan oleh Kantor Palayanan Terpadu Kabupaten Gorontalo dimana hal ini dapat dilihat dari data pengurusan perizinan pada tahun 2005 tercatat sebanyak 3.888 izin dan pada tahun 2009 meningkat menjadi 6.966 izin.

Disamping kemiskinan, masalah pengangguran juga menjadi tantangan utama dalam menciptakan masyarakat sejahtera. Pengangguran sangat identik dengan kemiskinan yang menyebabkan keterpurukan akibat rendahnya produktivitas, adalah masalah yang bukan hanya dihadapi oleh Kabupaten Gorontalo, tetapi juga menjadi masalah nasional yang dihadapi bangsa Indonesia. Kondisi tersebut ikut mendorong tingginya angka kemiskinan dan rentannya kesejahteraan masyarakat. Serangkaian upaya dan paket kebijakan diperlukan untuk mencegah kemungkinan yang lebih buruk pada sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Untuk itu, peningkatan iklim ketenagakerjaan menjadi salah satu agenda utama pembangunan Kabupaten Gorontalo 2011-2015.

Iklim ketenagakerjaan yang baik pada gilirannya akan membawa dampak kepada pertumbuhan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja. Di sisi lain, pasar kerja yang baik akan memberikan keseimbangan dalam struktur biaya produksi yang membawa perusahaan menjadi kuat menghadapi persaingan, yang selanjutnya berdampak kepada berkembangnya investasi serta penciptaan lapangan kerja baru.

Terakhir adalah dukungan infrastruktur yang memadai untuk menunjang seluruh aktivitas dalam rangka pencapaian Kabupaten Gorontalo yang sejahtera. Infrastruktur merupakan roda penggerak pembangunan. Selain itu, infrastruktur diyakini merupakan pemicu pembangunan disuatu kawasan. Dapat dikatakan kesenjangan kesejahteraan antar-kawasan juga dapat diidentifikasi dari kesenjangan infrastruktur yang terjadi. Infrastruktur transportasi berperan besar untuk membuka isolasi wilayah, infrastruktur pengairan dan irigasi merupakan prasyarat kesuksesan pembangunan pertanian dan sektor-sektor lainnya dan infrastruktur penyediaan air bersih terkait dengan upaya peningkatan sanitasi dan kesejahteraan masyarakat.

(13)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 13

Percepatan pembangunan infrastruktur Kabupaten Gorontalo 2011-2015 dititikberatkan pada bidang :

a. Jalan dan jembatan b. Sungai

c. Irigasi d. Air Bersih

e. Infrastruktur energi

1.7.2

STRATEGI PENGEMBANGAN WILAYAH

Strategi pembangun daerah adalah kebijakan dalam mengimplementasikan program kepala daerah sebagai payung pada perumusan program dan kegiatan pembangunan secara menyeluruh dan terpadu, serta upaya-upaya pembangunan yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang Pro growth (pertumbuhan), pro job (pembukaaan lapangan kerja), pro poor (kemiskinan) dan pro environment (lingkungan) dengan tujuan akhir untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat.

Disamping itu, strategi pembangunan juga diperlukan agar setiap program dan kegiatan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Proses penentuan strategi pembangunan dilakukan dengan menganalisis isu-isu yang berkembang secara sistematis, dengan jalan melakukan identifikasi berbagai faktor-faktor dalam lingkungan internal dan eksternal.

Strategi pembangunan Kabupaten Gorontalo dapat dikategorikan ke dalam tiga strategi pokok yaitu :

Strategi Peningkatan Kualitas Kehidupan Masyarakat

Strategi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dimaksudkan adalah suatu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kabupaten Gorontalo dalam segala aspek terutama yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar yaitu kebutuhan akan pangan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, perumahan, air bersih, pertanahan, sumberdaya alam dan lingkungan hidup, rasa aman dari perlakuan atau ancaman tindak kekerasan, dan hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial-politik, baik bagi perempuan maupun laki-laki. Hak-hak dasar tidak berdiri sendiri tetapi saling mempengaruhi satu sama lain sehingga tidak terpenuhinya satu hak dapat mempengaruhi pemenuhan hak lainnya.

Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 28 ayat (1) bahwa “Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia”. Dengan demikian pembangunan yang dilaksanakan tidak bisa lepas dari upaya pemenuhan hak-hak dasar sebagaimana disebutkan di atas. Akses terhadap hak-hak dasar rakyat seperti ini harus

(14)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 14

terakomodasi dalam pembangunan guna perbaikan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Hal yang paling penting dalam proses pemenuhan hak dasar rakyat adalah masalah hak untuk memperoleh akses atas kebutuhan pelayanan pemerintah yang dapat melepaskan rakyat dari perangkap kemiskinan serta memperkuat perekonomian dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Strategi Pembangunan Berkelanjutan Yang Berwawasan Lingkungan

Strategi pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dimaksudkan adalah konsep pembangunan yang antara lain menekankan pada perbaikan sosial ekonomi, pelestarian, sumber daya alam dan perhatian pada daya dukung sumber daya alam dan keanekaragamannya dalam jangka panjang. Pembangunan berlanjut ini diwujudkan melalui keterkaitan (interlinkages) yang tepat antara alam, aspek sosio-ekonomis dan kultur. Dikatakan juga bahwa pembangunan secara berkelanjutan (sustainable development) bukanlah suatu situasi harmoni yang tetap dan statis, akan tetapi merupakan suatu proses perubahan dimana eksploitasi sumber alam, arah investasi, orientasi perkembangan teknologi, perubahan kelembagaan konsisten dengan kebutuhan pada saat ini dan di masa mendatang. Pembangunan berwawasan lingkungan adalah upaya sadar dan terencana menggunakan dan mengelola sumber daya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkesinambungan untuk meningkatkan mutu hidup dimana terlaksananya pembangunan berwawasan lingkungan adalah untuk kepentingan generasi sekarang dan mendatang. Penggunaan dan pengelolaan sumber daya secara bijaksana berarti senantiasa memperhitungkan dampak kegiatan tersebut terhadap lingkungan serta kemampuan sumber daya untuk menopang pembangunan secara berkelanjutan.

Pelaksanaan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup berkaitan erat dengan pendayagunaan SDA sebagai suatu asset mewujudkan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks ini penguasaan sumber daya alam, yang perlu mendapat perhatian adalah aspek keberlanjutan dan berwawasan lingkungan bukan hanya berada dalam dimensi ekonomi belaka tetapi juga dalam dimensi kehidupan manusia termasuk dimensi sosial budaya serta kesejahteraan sosial yang ditunjang oleh keseimbangan infrastruktur dasar yang berkualitas dan memadai terutama dalam penanggulangan masalah lingkungan dan bencana alam.

Strategi Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Lokal

Strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangkan ekonomi lokal dalam rangka peningkatkan kemampuan masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan pembangunan sosial, budaya dan ekonomi. Melalui pemberdayaan ini masyarakat diarahkan untuk mengoptimalkan kemampuan baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam

(15)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 15

yang dimiliki. Komitmen untuk pemberdayaan masyarakat ini akan didukung sepenuhnya oleh alokasi anggaran pembangunan yang berpihak pada masyarakat.

Oleh karena sebagian besar penduduk Kabupaten Gorontalo bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan maka pemberdayaan lebih besar porsinya untuk pemberdayaan petani dan nelayan. Tujuan pemberdayaan petani dan nelayan adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani terhadap berbagai inovasi pertanian atau perikanan yang dapat diterapkan dalam pembangunan pertanian dan perikanan dalam rangka meningkatkan produksi pertanian dan perikanan, pendapatan masyarakat dan kesejahteraan masyarakat petani dan nelayan.

Adapun pengembangan ekonomi lokal (local economic development), yaitu dengan mengembangkan kapasitas dan kegiatan ekonomi masyarakat di daerah untuk meningkatkan derajat kemajuan ekonomi daerah secara keseluruhan. Oleh karena itu, strategi ini yang diharapkan tepat dan mampu menemukenali dan menggali potensi ekonomi produktif yang berdaya saing (knowledge based economy) sekaligus berbasis sumberdaya lokal (resource based economy) baik melalui pemerintah daerah, sektor swasta dan kelembagaan/organisasi yang berbasis masyarakat setempat guna menumbuhkan perekonomian yang ditunjang oleh kuantitas dan perbaikan kualitas infrastruktur.

ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH

Wilayah Kabupaten Gorontalo memiliki potensi geografi yang strategis karena tepat dititik tengah Propinsi Gorontalo, yang ditopang oleh sumberdaya alam yang memadai, warisan luhur adat istiadat yang kuat, ditambah dengan kuantitas sumber daya manusia yang semakin baik dari waktu kewaktu memungkinkan untuk dapat melakukan inovasi dan penjabaran program dan kegiatan sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Gorontalo yang pro growth (pertumbuhan), pro job (pembukaaan lapangan kerja), pro poor (kemiskinan) dan pro environment (lingkungan) dengan tujuan akhir untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat.

Untuk itu dalam menjabarkan strategi dan agenda pembangunan yang telah ditetapkan maka diperlukan arah kebijakan agar dapat menjadi pedoman bagi pemerintah maupun stakeholder dalam melaksanakan pembangunan serta sebagai dasar untuk menentukan indikasi program sesuai tugas dan kewenangannya.

Berdasarkan analisis di atas, maka arah kebijakan yang akan dilaksanakan 2011-2015 sesuai dengan Visi Kabupaten Gorontalo yaitu “Kabupaten Gorontalo yang sehat, cerdas, kreatif dan berwawasan lingkungan menuju masyarakat yang sejahtera dan mandiri”, adalah sebagai berikut :

Agenda Pertama : Pembangunan untuk Gorontalo sehat, cerdas dan kreatif

Arah kebijakan umum untuk meneruskan pembangunan kabupaten Sehat, Cerdas dan Kreatif antara lain tercermin dengan meningkatnya angka harapan hidup 69,5 tahun,

(16)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 16

menurunnya jumlah balita gizi buruk 10%, menurunnya kematian ibu melahirkan (maternal mortality rate) 118 per 100.000 lahir hidup, meningkatkan akses masyarakat terhadap pendidikan dan meningkatnya mutu pendidikan, penciptaan nilai ekonomi yang dahsyat dan menciptakan lapangan pekerjaan baru yang dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Agenda Kedua : Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Arah kebijakan yang akan ditempuh untuk melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan adalah dengan mencapai keseimbangan dan keserasian hubungan antara manusia dan alam sehingga akan tercipta satu ekosistem yang dapat saling memberi keuntungan antara keduanya. Konsep pembangunan yang ramah lingkungan yang bersifat berkelanjutan (sustainable) ini tentunya menjadi pijakan dalam upaya peningkatan jumlah lahan dan hutan yang direhabilitasi, pengelolaan persampahan guna menghindari polusi terhadap lingkungan hidup menuju kota bersih serta optimalisasi peranserta masyarakat melalui gerakan hutan desa dan hutan kemasyarakatan.

Dalam mewujudkan agenda pembangunan berwawasan lingkungan, maka selanjutnya arah kebijakan umum dimaksud dituangkan kedalam bidang-bidang yang menjadi kebijakan operasional sektor, antara lain :

Agenda Ketiga : Pembangunan Ekonomi untuk Kesejahteraan dan Kemandirian

Arah kebijakan umum untuk memantapkan pembangunan ekonomi, kesejahteraan dan kemandirian tercermin dari peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, antara lain dengan menurunannya angka pengangguran terbuka dari 5,10% menjadi 3,2 %, pertumbuhan ekonomi sebesar 8,5%, penurunan angka kemiskinan dari 24,01 % menjadi 18,56 persen, terjaminnya ketersediaan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas pertanian, penyediaan infrastruktur daerah yang memadai meliputi peningkatan jalan dan jembatan, jaringan air bersih dan pemeliharaan irigasi, serta memajukan usaha kecil dan menengah dengan memberikan dan mempermudah akses terhadap permodalan.

Dalam mewujudkan agenda pembangunan ekonomi untuk kesejahteraan dan kemandirian, maka selanjutnya arah kebijakan umum dimaksud dituangkan kedalam bidang-bidang yang menjadi kebijakan operasional sektor, yang digambarkan pada tabel berikut :

(17)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 17

Korelasi Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Strategi dan Arah Kebijakan

Kabupaten Gorontalo

VISI : Kabupaten Gorontalo Sehat, Cerdas, Kreatif Dan Berwawasan Lingkungan Menuju Masyarakat Yang Sejahtera Dan Mandiri MISI I : Mewujudkan Kabupaten Gorontalo Sehat, Cerdas dan Kreatif.

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

Terwujudnya pembangunan Kabupaten Gorontalo sehat,cerdas dan kreatif 1. Peningkatan Akses Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan

1.1 Meningkatkan status kesehatan masyarakat dengan mengedepankan upaya promotif-preventif, tanpa mengabaikan upaya kuratif, dengan pendekatan desa sehat berbasis dasa wisma;

1.1. Penyelenggaraan program desa siaga berbasis dasawisma menuju desa sehat mandiri dan produktif;

1.2 Menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan prima, bermutu, merata, terjangkau dan berkeadilan;

1.1. Pelayanan kesehatan diprioritaskan pada kelompok rentan dan daerah potensi rawan kesehatan; 1.2. Revitalisasi puskesmas dan pengembagangan

Poskesdes di setiap desa dalam rangka peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan kesehatan 1.3. Peningkatan akses sarana sanitasi dasar dan air minum

berbasis masyarakat dan sektoral

1.4. Perbaikan gizi masyarakat dan institusi, melalui PMT, suplemen gizi bayi, balita, bumil dan ibu melahirkan serta ASI eksklusif;

1.5. Pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana RSUD / puskesmas / puskesmas pembantu dan jaringannya dilaksanakan sesuai azas pemerataan, keterjangkauan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan; 1.6. Pengadaan obat esensial dan perbekalan kesehatan

untuk mendukung penyelenggaraan pelayanan kesehatan;

1.7. Pengendalian dan penanggulangan penyakit menular dan penyakit tidak menular dalam rangka upaya reduksi, eliminasi dan eradikasi;

1.8. Pengembangan pusat rujukan kasus gizi buruk : Therapetic Feeding Centre (TFC);

1.3 Meningkatkan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan secara proporsional dan profesional melalui pendidikan formal berjenjang dan pelatihan fungsional;

1.9. Pemenuhan tenaga kesehatan (medis, paramedis), administrasi dan tenaga umum lainnya berdasarkan ratio secara bertahap melalui pengangkatan PNS, PTT dan cara lainnya;

(18)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 18

1.4 Membangun kemitraan dan kelembagaan masyarakat secara partisipatori;

1.10. Mendorong terselenggaranya sistem kewaspadaan dini berbasis masyarakat dan pengembangan media promosi 1.5 Menyelenggarakan sistem manajemen pelayanan

kesehatan melalui akreditasi dan kualifikasi puskesmas.

1.11. Akreditasi dan sertifikasi sarana pelayanan kesehatan pemerintah dan upaya kesehatan bersumber daya kesehatan

2. Peningkatan Akses Masyarakat Terhadap Layanan Pendidikan

2.1 Meningkatkan Ketersediaan Layanan Pendidikan

1.12. Penyediaan dan peningkatan sarana dan prasarana penunjang PAUD dengan cara Mengoptimalkan ruang-ruang pemerintah atau faslitas umum yang ada di RT atau RW

1.13. Penyediaan Sarana dan Prasarana sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk jenjang pendidikan Dasar yang Difokuskan pada sekolah yang SPM-nya rendah

2.2 Meningkatkan Keterjangkauan Layanan Pendidikan

1.14. Perluasan jangkauan layanan pendidikan menengah yang difokuskan pada kecamatan yang belum ada sekolah

1.15. Mendorong pendidikan Satu Atap SD/MI, SMP/MTs utamanya pada daerah terpencil

1.16. Penyediaan dukungan dana sharing untuk dana BOS pada jenjang pendidikan dasar dan menyediakan dana BOMM untuk jenjang pendidikan menengah demi meningkatkan keterjangkauan layanan pendidikan

2.3 Meningkatkan Kualitas/Mutu dan Relevansi Layanan Pendidikan

1.17. Penyediaan dan pengembangan sistem pembelajaran, data dan informasi berbasis riset, dan standar mutu disemua jenjang pendidikan, serta keterlaksanaan akreditasi pendidikan

1.18. Menyediakan pendidik dan tenaga pendidik yang kompeten dan professional untuk semua jenjang pendidikan yang difokuskan kepada sekolah yang mempunyai kinerja rendah (lulusan rendah) 1.19. penyediaan dan pengembangan sistem

pembelajaran,standar mutu pendidikan dan keterlaksanaan akreditasi sekolah di semua jenjang pendidikan

1.20. Penyediaan tutor berkompeten untuk Pendidikan Non Formal yang meliputi pemenuhan tutor keaksaraan fungsional dan pendidikan kecakapan hidup yang Diarahkan pada daerah terpencil dan wilayah yang mempunyai buta aksara yang tinggi

(19)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 19

1.21. Melakukan pendampingan pada setiap satuan pendidikian dalam menyusun KTSP

1.22. Mengoptimalkan fungsi supervisi kepala sekolah, dan pengawas di semua jenjang pendidikan

2.4 Meningkatkan Kesetaraan dalam Memperoleh Layanan Pendidikan

1.23. Penyediaan manajemen satuan pendidikan berkompeten yang merata di seluruh kecamatan

1.24. Peningkatan kesetaraan dalam memperoleh layanan pendidikan;

2.5 Meningkatkan Kepastian/ Keterjaminan Memperoleh Layanan Pendidikan

1.25. Penyediaan subsidi pembiayaan untuk penerapan sistem pembelajaran Paket A, Paket B dan C yang berkualitas dan merata di seluruh kecamatan. 1.26. Peningkatn kepastian/keterjaminan memperoleh layanan

pendidikan 3. Penciptaan Iklim

Usaha Kreatif 3.1 Pembangunan sumber daya potensial serta kesinambungannya

1.27. Pengelolaan potensi sumber daya secara optimal dan profesional yang berkelanjutan, mampu mandiri dan memiliki daya saing tinggi untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan

3.2 Penguatan kelembagaan koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan

1.28. Meningkatkan kemampuan keterampilan / skill, ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi kepada aparatur dan masyarakat pada sektor koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan.

1.29. Penguatan sistem informasi dibidang koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan.

1.30. Faslilitasi, koordinasi dan regulasi sektor koperasi, UMKM, perindustrian dan perdagangan serta lintas sektoral

4. Pembentukan Kota

Layak Anak 4.1 Penyediaan Infrastruktur

1.31. Peningkatan Status Perempuan dan anak melalui kualitas hidup

5. Pembentukan generasi muda yang kreatif

5.1 Meningkatkan peran serta pemuda dalam

pembangunan sosial, politik, ekonomi, budaya dan agama.

1.32. Pembinaan bagi Kelompok-kelompok usaha pemuda produktif;

5.2 Meningkatkan potensi pemuda dalam

kewirausahaan, kepeloporan, dan kepemimpinan dalam pembangunan

1.33. Pembinaan bagi Kelompok-kelompok usaha pemuda produktif;

5.3 Menyediakan sarana dan prasarana pemuda dan fasilitas olahraga.

1.34. Pembangunan sarana dan prasarana olah raga yang representatif;

5.4 Meningkatkan koordinasi pembinaan dan

pengembangan keolahragaan serta melaksanakan standarisasi bidang keolahragaan.

(20)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 20

VISI : Kabupaten Gorontalo Sehat, Cerdas, Kreatif Dan Berwawasan Lingkungan Menuju Masyarakat Yang Sejahtera Dan Mandiri MISI II : Mewujudkan Kabupaten Gorontalo yang Berwawasan Lingkungan

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

Terwujudnya pembangunan Kabupaten Gorontalo berwawasan lingkungan 1. Pembangunan berwawasan Lingkungan

1.1 Rehabilitasi hutan dan daya dukung Das yang terdegradasi di wilayah Kabupaten Gorontalo.

1.1 Rehabilitasi hutan dan peningkatan Dayadukung Daerah Aliran Sungai (DAS);

1.2 Pemberdayaan Masyarakat disekitar hutan 1.3 Peningkatan kemandirian masyarakat dalam

pengelolaan hutan mineral dan Energi

1.1 Pemberdayaan Masyarakat;

1.4 Memberikan kemudahan dalam usaha bidang kehutanan dan Pertambangan

1.1 Optimalisasi Pemanfaatan Sumber daya mineral

1.5 Pengamanan hutan dan pertambangan 1.1 Revitalisasi pemanfaatan hutan dan industri Kehutanan;

1.6 Peningkatan kapasitas penegak hukum dalam penanggulangan gangguan kawasan hutan dan pertambangan

1.1 Pemantapan kawasan hutan

1.2 Pengamanan hutan dan pengendalian kebakaran hutan;

1.3 Penguatan kapasitas Pemerintah Daerah dalam pengelolaan hutan, mineral dan Energi.

1.1 Pengembangan kebijakan dan manajemen pembangunan lingkungan;

1.2 Penegakan peraturan pengelolaan lingkungan hidup;

1.3 Perumusan peraturan pembiayaan pengelolaan lingkungan;

1.4 Kemandirian, Partisipatif, Koordinatif dan Profesionalisme dalam pengelolaan lingkungan hidup

1.1 Peningkatan perilaku, kemandirian dan kemitraan swasta

1.2 Peningkatan partisipasi stakeholder 1.3 Pemantapan kerjasama lintas sektor dan

(21)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 21

stakeholder

1.4 Peningkatan sumber daya lingkungan; 1.5 Penyediaan dan pemeliharaan sarana dan

prasarana kebersihan;

1.6 Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan persampahan;

1.7 Pemantapan kerjasama regional 1.8 Melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang

sesuai kompetensi/ kebutuhan daerah bagi aparatur dan nelayan/pembudidaya ikan/petani ternak

1.9 Mengembangkan sistem pengawasan dan pengendalian terpadu terhadap kegiatan illegal fishing dan penyakit ternak.

1.1 Mengembangkan teknologi perikanan dan peternakan secara optimal, berdaya saing dan ramah lingkungan.

VISI : Kabupaten Gorontalo Sehat, Cerdas, Kreatif Dan Berwawasan Lingkungan Menuju Masyarakat Yang Sejahtera Dan Mandiri MISI III : Memantapkan Pembangunan Kabupaten Gorontalo yang Sejahtera dan Mandiri

Tujuan Sasaran Strategi Arah kebijakan

Memantapkan pembangunan

Kabupaten Gorontalo yang sejahtera dan mandiri.

1. Penurunan angka pengangguran terbuka

1.1 Meningkatkan peran serta dunia usaha terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja

1.1 Menumbuhkembangkan produktivitas tenaga kerja melalui sistem hubungan kemitraan usaha dengan pelaku ekonomi yang kuat agar tercipta lapangan kerja dan kesempatan kerja dalam mendorong pendapatan masyarakat yang berimbang

1.2 Menyiapkan lokasi dan menempatkan transmigran di lokasi permukiman yang layak huni, maju dan memiliki daya tarik dalam bentuk kawasan permukiman 2. Penurunan Angka Kemiskinan 3. Pertumbuhan Ekonomi Yang Berkualitas, Stabilisasi Ekonomi, Ekonomi Berkeadilan

1.2 Pemberdayaan sosial, yang mengandung makna pembinaan bagi aparatur pelaku pembangunan kesejahteraan sosial untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerjanya, serta pemberian kepercayaan dan peluang pada masyarakat, dunia usaha dan penyandang masalah kesejahteraan sosial untuk mencegah dan mengatasi masalah yang ada di lingkungannya.

1.1 Meningkatkan profesionalisme pelayanan sosial yang berbasis pekerjaan sosial baik yang dilaksanakan oleh pemerintah, masyarakat dan dunia usaha terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial;

1.3 Kemitraan Sosial, yang mengandung makna adanya kerjasama, kepedulian, kesetaraan, kolaborasi dan jaringan kerja sistem informasi

1.1 Memantapkan manajemen sistem pelayanan sosial yang mencakup aspek perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan

(22)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 22

masalah-masalah sosial yang menumbuh-kembangkan kemanfaatan timbal balik antara pihak-pihak yang bermitra

pelaporan serta koordinasi

1.4 Partisipasi Sosial yang mengandung makna adanya prakarsa dan peranan dari penerima pelayanan dan lingkungan sosialnya dalam pengambilan keputusan serta melakukan pilihan terbaik untuk peningkatan kesejahteraan sosialnya

1.1 Meningkatkan dan memeratakan pelayanan sosial yang lebih adil guna menjamin hak bagi PMKS untuk memperoleh pelayanan sosial yang sebaik-baiknya

1.5 Advokasi Sosial, yang mengandung makna adanya upaya-upaya untuk mendukung, membela dan melindungi masyarakat, sehingga dapat melakukan tindakan sosial dan perubahan sosial yang menolong mereka memenuhi kesejahteraan sosial dan meningkatkan kualitas SDM

1.1 Menciptakan suasana kondusif yang dapat mendorong, meningkatkan dan mengembangkan peran serta masyarakat dalam usaha

kesejahteraan sosial

4. Menjamin ketersediaan pangan daerah melalui peningkatan produksi dan produktivitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk

1.6 Peningkatan penyediaan benih unggul bermutu dan sarana produksi lainnya.

1.1 Peningkatan penyediaan benih unggul dan sarana produksi lainnya

1.2 Peningkatan produksi pertanian/perkebunan; 1.7 Penerapan teknologi budidaya perikanan dan

peternakan

1.1 Meningkatkan kualitas SDM perikanan dan peternakan

1.2 Mengembangkan kapasitas skala usaha nelayan, pembudidaya ikan, petani ternak dan pelaku usaha perikanan dan peternakan 1.8 Perluasan areal tanaman pertanian dan

perkebunan

1.1 Perluasan areal tanaman pertanian dan perkebunan

1.9 Pembangunan dan perbaikan infrastruktur penunjang kegiatan produksi dan pemasaran

1.1 Penyediaan infrastruktur pertanian

1.10 Penyediaan sarana dan prasarana pengolahan produk pertanian dan perkebunan

1.1 Penyediaan sarana prasarana pengolahan produk pertanian dan perkebunan

1.11 Peningkatan pemasaran hasil pertanian dan perkebunan

1.1 Peningkatan pemasaran hasil pertanian dan perkebunan

1.12 Peningkatan dan pengembangan kemampuan serta kemandirian petani untuk mengoptimasikan usahatani secara berkelanjutan

1.1 Peningkatan kemampuan dan kemandirian petani

1.13 Peningkatan sarana dan prasarana perikanan dan peternakan guna menunjang peningkatan produksi dan nilai jual hasil perikanan/peternakan

1.1 Meningkatkan sarana prasarana perikanan dan peternakan

(23)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 23

5. Penyediaan infrastruktur daerah yang memadai meliputi peningkatan jalan dan jembatan, jaringan air bersih dan pemeliharaan irigasi

1.14 Percepatan pembangunan infrastruktur Kabupaten Gorontalo yang dititikberatkan pada bidang jalan, jembatan, sungai, irigasi, dan air Bersih

1.1 Pembangunan infrastruktur yang memadai untuk menunjang seluruh aktivitas dalam rangka pencapaian Kabupaten Gorontalo yang sejahtera 1.2 Mengurangi kesenjangan infrastruktur antar

kawasan yang terjadi melalui penyediaan infrastruktur daerah yang memadai meliputi peningkatan jalan dan jembatan, jaringan air bersih dan pemeliharaan irigasi

6. Memajukan usaha kecil dan menengah dengan memberikan dan mempermudah akses terhadap permodalan

1.15 Peningkatan peran aktif kelompok masyarakat dalam membangun desa

1.1 Meningkatkan upaya-upaya pembinaan kelompok masyarakat yang ada di pedesaan

1.16 Peningkatan usaha-usaha masyarakat dan desa 1.1 Mengembangkan berbagai pola usaha produktif sesuai dengan potensi daerah permukiman baru dan merupakan basis pertumbuhan ekonomi dan social budaya yang asimilatif dengan penduduk setempat

1.17 Peningkatan pengetahuan dan wawasan aparatur pemerintahan desa

1.1 Mengefektifkan pemanfaatan fasilitasi permodalan yang telah diberikan kepada kelompok-kelompok usaha masyarakat pedesaan

1.18 Peningkatan kualitas kelembagaan masyarakat dan pemerintahan desa

1.1 Meningkatkan upaya-upaya pembinaan kelembagaan masyarakat dan pemerintahan desa agar dapat menjangkau lebih luas dan menyeluruh kepada anggota lembaga tersebut 7. Penurunan angka

pengangguran terbuka

1.19 Meningkatkan peran serta dunia usaha terutama dalam hal penyerapan tenaga kerja

1.1 Menumbuhkembangkan produktivitas tenaga kerja melalui sistem hubungan kemitraan usaha dengan pelaku ekonomi yang kuat agar tercipta lapangan kerja dan kesempatan kerja dalam mendorong pendapatan masyarakat yang berimbang

1.2 Menyiapkan lokasi dan menempatkan transmigran di lokasi permukiman yang layak huni, maju dan memiliki daya tarik dalam bentuk kawasan permukiman

(24)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 24

1.8

SISTEMATIKA PENULISAN

Bab I Pendahuluan, yang berisi latar belakang, maksud dan tujuan, ruang lingkup RPIJM, pendekatan penyusunan, kedudukan RPIJM, landasan hukum serta tinjauan RPMJD Kabupaten Gorontalo.

Bab II Gambaran Umum dan Kondisi Wilayah Kabupaten Gorontalo, yang memuat kondisi umum di Kabupaten Gorontalo dan kondisi prasarana Bidang Cipta Karya yang ada.

Bab III Rencana Pembangunan Wilayah Kabupaten Gorontalo, yang berisi rencana pembangunan yang didasarkan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Gorontalo, skenario pengembangan sistem prasarana wilayah dan strategi pengendalian pemanfaatan ruang.

Bab IV Rencana Program Investasi Infrastruktur Bidang Pengembangan Permukiman, Bidang Tata Bangunan dan Lingkungan, Bidang Pengembangan PLP dan Bidang Air Minum potensi permasalahan dan analisisnya dengan didukung usulan progra-program.

Bab V Aspek Safeguard dan Lingkungan berisikan kondisi masyarakat hidup sehat dan sejahtera dalam lingkungan yang bebas dari pencemaran air limbah permukiman.

Bab VI Keuangan dan rencana pendapatan daerah berisikan sumber-sumber pendapatan daerah serta strategi peningkatan pendapatan keuangan daerah. Bab VII Kelembagaan Daerah Dan Rencana Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, yaitu berisikan susunan kelembagaan dalam pemerintahan Kabupaten Gorontalo.

Bab VIII Rencana Kesepakatan (Memorandum) Rencana Investasi dan Kaidah Pelaksanaan, yang memuat ringkasan rencana pembangunan, program prioritas dan mekanisme pelaksanaannya

(25)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 25

Contents

Prakata ... i

Daftar Isi... ii

Daftar Tabel ... v

Daftar Gambar ... viii

BAB 1 PENDAHULUAN ...Error! Bookmark not defined. 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 maksud dan tujuan ... 2

1.3 ruang lingkup rpijm ... 3

1.4 pendekatan dalam penyusunan rpijm ... 3

1.4.1 pendekatan eksploratif dalam pengumpulan data ... 3

1.4.2 studi dokumenter ... 4

1.4.3 pendekatan prespektif ... 4

1.4.4 pendekatan perencanaan incremental-strategic ... 4

1.4.5 pendekatan perencanaan strategic-proaktif ... 5

1.4.6 pendekatan perencanaan campuran ... 5

1.5 kedudukan rpijm... 6

1.6 landasan hukum ... 7

1.7 Tinjauan Rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten Gorontalo 2011-2015 ... 8

1.7.1 visi dan misi kabupaten Gorontalo ... 8

1.7.2 strategi pengembangan wilayah ... 13

1.8 sistematika penulisan ... 24

BAB 2 Kajian Teori Dan Perundangan ...Error! Bookmark not defined. 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 maksud dan tujuan ... 2

1.3 ruang lingkup rpijm ... 3

1.4 pendekatan dalam penyusunan rpijm ... 3

1.4.1 pendekatan eksploratif dalam pengumpulan data ... 3

1.4.2 studi dokumenter ... 4

1.4.3 pendekatan prespektif ... 4

1.4.4 pendekatan perencanaan incremental-strategic ... 4

1.4.5 pendekatan perencanaan strategic-proaktif ... 5

(26)

RPIJM KAB. GORONTALO Hal 26

1.5 kedudukan rpijm... 6

1.6 landasan hukum ... 7

1.7 Tinjauan Rencana pembangunan jangka menengah daerah kabupaten Gorontalo 2011-2015 ... 8

1.7.1 visi dan misi kabupaten Gorontalo ... 8

1.7.2 strategi pengembangan wilayah ... 13

1.8 sistematika penulisan ... 24

BAB 3 Gambaran Umum ...Error! Bookmark not defined. 3.1 Letak Geografis ...Error! Bookmark not defined. 3.2 Iklim ...Error! Bookmark not defined. 3.3 Oceanografi ...Error! Bookmark not defined. 3.4 Sosial Kependudukan ...Error! Bookmark not defined. 3.4.1 Penduduk ...Error! Bookmark not defined. 3.4.2 Pertumbuhan Penduduk ...Error! Bookmark not defined. 3.4.3 Kepadatan Penduduk ...Error! Bookmark not defined. 3.5 Perekonomian...Error! Bookmark not defined. 3.5.1 Pertumbuhan Ekonomi ...Error! Bookmark not defined. 3.6 Sistem Jaringan Transportasi ...Error! Bookmark not defined. 3.6.1 Transportasi Darat ...Error! Bookmark not defined. 3.6.2 Transportasi Laut...Error! Bookmark not defined. 3.7 Kelautan dan Perikanan...Error! Bookmark not defined. No table of figures entries found. Gambar 1. 1 Kedudukan RPIJM ... 6

Gambar

Gambar 1. 1 Kedudukan RPIJM

Referensi

Dokumen terkait

Pengertian para1igma keperawatan 1isampaikan oleh 2e2erapa ahli 1iantaran"a, Pengertian para1igma keperawatan 1isampaikan oleh 2e2erapa ahli 1iantaran"a, Ca33ar

Sedangkan fungsi dari Program Pembangunan Daerah ini adalah sebagai landasan penyusunan kebijakan- kebijakan dan atau program-program pembangunan daerah tahunan, serta

Berbagai kluster dan aglomerasi industri memberikan kontribusi terhadap industrialisasi dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Temanggung, hanya saja belum ada

Pada tahun 2008 Departemen Kesehatan merubah terminology Askeskin berdasarkan Surat Mentri Kesehatan RI Nomor 112/Menkes/II/2008 menjadi Program Jaminan Kesehatan

Produksi arus listrik yang dihasilkan diduga merupakan hasil kegiatan dari mikroorganisme pada sedimen yang menguraikan bahan organik dan menghasilkan elektron.. Hal ini

Sebagai teks, kehadiran gejala ini tidaklah untuk dijelaskan, tetapi untuk dibaca, ditafsir, diberi makna (Geertz, 1963). Definisi simbol sebagai sesuatu yang dimaknai di

penjabaran dari visi, misi, dan program kepala daerah yang memuat tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, pembangunan Daerah dan keuangan Daerah, serta program

Berdasarkan hasil perhitungan korelasi daya ledak otot tungkai terhadap ketepatan jump shoot three point ekstrakurikuler basket siswa putra SMP Negeri 3