• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Waktu Inkubasi Terhadap Kinerja Enzim Selulase Dari Tongkol Jagung Dengan Trichoderma reesei, Aspergillus niger dan Campuran Keduanya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Waktu Inkubasi Terhadap Kinerja Enzim Selulase Dari Tongkol Jagung Dengan Trichoderma reesei, Aspergillus niger dan Campuran Keduanya"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

vii

ABSTRAK

Selulase merupakan komponen yang terdiri dari campuran kompleks enzim yang bertanggung jawab untuk menghidrolisis selulosa. Enzim selulase yang dihasilkan dari proses hidrolisis selulosa merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi yield pada saat fermentasi bioetanol. Perpaduan antara Trichoderma reesei dan Aspergillus niger menunjukkan keseimbangan terbaik dalam kegiatan selulosa. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari pengaruh variasi waktu inkubasi dalam menghidrolisis tongkol jagung menjadi glukosa dengan menggunakan Trichoderma reesei, Aspergillus niger dan campuran keduanya. Penelitian ini menggunakan tongkol jagung sebagai bahan baku. Bubuk tongkol jagung di autoklaf selama 15 menit pada 120 oC. Trichoderma reesei dan Aspergillus niger dibiakkan di dalam media PDA selama 72 jam pada 20 oC.

Inokulum cair mikroba diinkubasi selama 48 jam pada 20 oC. Pengaruh dari rasio volume mikroba dan waktu inkubasi diamati dalam penelitian ini. Pada penelitian yang dilakukan diperoleh hasil terbaik dengan rasio volume Trichoderma reesei:Aspergillus niger adalah 2:1 dengan waktu inkubasi selama 5 hari.

Kata kunci: Aspergillus niger, enzim selulase, hidrolisis, tongkol jagung, Trichoderma reesei

(2)

viii

ABSTRACT

Cellulase is a component consisting of a complex mixture of enzymes responsible for hydrolyze a cellulose. Cellulase enzymes was produced from hydrolysis of cellulose which will affect bioethanol yield during fermentation. Mixed culture of Trichoderma reesei and Aspergillus niger performed the best cellulase activities. The study aim to learn the effect of incubation time during hydrolysis of corn cobs into glucose by using Trichoderma reesei, Aspergillus niger, and a mixture of both. This study used corn cobs as a feedstock. Corn cobs were autoclaved for 15 minutes at the temperature of 120 oC. Trichoderma reesei and Aspergillus niger were cultured in PDA medium for 72 hours at the temperature of 20 oC. Inoculum were incubated for 48 hours at the temperature of 20 oC. The affect of the ratio of the volume of microbes and incubation time were observed in this study. The best enzyme activity obtained from combination of Trichoderma reesei and Aspergillus niger is 2:1 with 5 days incubation time.

Keywords: Aspergillus niger, corn cobs, enzymes cellulase, hydrolysis, Trichoderma reesei

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ADRs yang sering muncul selama kemoterapi berbasis cisplatin, dan menganalisa causality ADRs

1. Pengamalan Pancasila yang baik, maka akan tetap terwujud .... Pelajar dalam mengisi kemerdekaan dilakukan dengan cara .... Melalui persatuan, maka pemberontakan di Indonesia

Auditing secara umum dapat diartikan sebagai proses sistematis dalam mengumpulkan dan menilai bukti-bukti dari suatu kegiatan entitas/perusahaan dengan tujuan

Artinya, semakin tinggi proliferasi (yang ditandai dengan ekspresi Ki-67 yang tinggi) dibandingkan dengan apoptosis (ditandai dengan ekspresi kaspase-3) maka dapat diprediksikan

Penelitian yang dilakukan pada 23 Desember 2015 hingga 22 Januari 2016 di Laboratorium Zoologi dan Laboratorium Kimia Organik FMIPA Universitas Lampung bertujuan untuk

Permasalahan yang diperbincangkan adalah, (1) apakah akhiran –o dalam BM sub-dialek Talang merupakan sebuah morfem terikat?, (2) apakah terjadi variasi –o itu dalam

 Analisis data diarahkan untuk penggunaan komponen biaya sesuai klasifikasi; dan penggunaan komponen (masukan) untuk membentuk biaya keluaran (sesuai kinerja atau

Hasil penelitian berdasarkan karakter vegetatif dan generatif dari 36 genotipe yang diuji pada jarak genetik 1.6 terdapat 11 gerombol pepaya dan pada jarak genetik 1.8