Analisis Perencanaan Lingkungan Dalam Permasalahan Kerusakan DAS
(Studi Kasus pada kerusakan DAS sungai Bogel sebagai penyebab banjir bandang dikecamatan Sutojayan Kab.Blitar)
Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas ujian Akhir Semester Ganjil Mata kuliah Perencanaan Lingkungan
yang diampu oleh bapak Mochamad Rozikin, Dr, MAP
Oleh:
Geo Lambang Agape (135030607111012)
MINAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN
JURUSAN ADMINISTRASI PUBLIK
FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kali (sungai) Bogel adalah salah satu sungai yang mengalir di kabupaten Blitar yang merupakan anak Sungai Brantas yang bermuara di hulu bendung Lodoyo. Keberadaan aliran sungai ini sangat diharapkan oleh masyarakat di sekitar daerah aliran sungai untuk menunjang kebutuhan air yang utamanya guna keperluan irigasi sawah dan lainnya. Masyarakat memperlakukan Kali Bogel sebagai sarana drainase, air baku untuk air bersih, dan sebagai sumber air untuk irigasi. Banjir bandang di Blitar Selatan yaitu di Kecamatan Sutojayan pertama kali terjadi pada tahun 1999 akibat kerusakan hutan Kepek, dan kemudian terjadi secara berulang setiap 5 (lima) tahun sekali. Banjir terbesar terjadi pada tahun 2004 yang menyebabkan adanya korban jiwa meninggal dunia. Banjir bandang di Blitar Selatan terakhir terjadi pada bulan Desember tahun 2013, yang menimpa 3 (tiga) desa di Kecamatan Sutojayan yaitu Bacem, Kalipang dan Kelurahan Sutojayan.
menimbulkan masalah-masalah ekonomi yang berdampak pada menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa penyebab utama rusaknya DAS sungai bogel di kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar?
2. Apa dampak kerrusakan DAS sungai bogel di kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar? 3. Bagaimana saran atas solusi permasalahan ini jika di tinjau dari perencanaan
Lingkungan?
1.3 Tujuan Penulisan
Berdasarkan ketiga rumusan masalah tersebut, berikut ini disajikan tujuan penulisan Makalah yang ingin dicapai:
1. Mempelajari proses Identifiakasi masalah, dan penyebab utama rusaknya DAS sungai bogel di kecamatan Sutojayan Kabupaten .
2. Mengkaji dampak rusaknya DAS sungai bogel di kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar
1. Hasil dari penulisan ini akan memberikan sumbangan pemikiran yang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan sebagai bahan perbandingan bagi penulisan makalah lain yang memiliki minat melakukan penulisan dengan aspek yang sama. 2. Hasil penulisan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang respon
pemerintah dalam malakukan proses perencanaan lingkungan dalam mengatasi masalah rusaknya DAS sungai Bogel di Kecamatan Sutojayan Kab.Blitar.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Perencanaan lingkungan adalah setiap tindakan sengaja diambil [atau tidak diambil] untuk mengelola kegiatan manusia dengan maksud untuk mencegah, mengurangi, atau mengurangi efek yang merugikan pada sumber daya alam dan alam, dan memastikan bahwa buatan manusia perubahan lingkungan tidak memiliki efek berbahaya pada manusia. Perencanaan Lingkungan adalah terkait masih berlangsung [Perjalanan] tindakan sengaja diambil [atau regular tidak diambil] untuk mengelola kegiatan Artikel Baru Manusia untuk maksud mencegah, mengurangi, atau mengurangi efek ekuitas yang merugikan pada alam dan sumber daya alam, dan memastikan bahwa buatan Manusia perubahan Lingkungan regular tidak memiliki efek berbahaya pada manusia.
Kebijakan lingkungan adalah sebuah pernyataan sikap yang disepakati didokumentasikan dari sebuah perusahaan terhadap lingkungan di mana ia beroperasi. Suatu kebijakan adalah pernyataan Lingkungan Yang didokumentasikan anak pajak tangguhan terhadap suatu sikap disepakati Lingkungan di mana besarbesaran beroperasi.
Hal ini berguna untuk mempertimbangkan bahwa kebijakan lingkungan terdiri dari dua hal utama: lingkungan dan kebijakan. Suami hal berguna untuk mempertimbangkan bahwa kebijakan Lingkungan terdiri Dari doa hal Utama: Lingkungan dan kebijakan. Lingkungan terutama mengacu pada dimensi ekologis (ekosistem), tetapi juga bisa memperhitungkan dimensi sosial (kualitas hidup) dan dimensi ekonomi (manajemen sumber daya). Kebijakan dapat didefinisikan sebagai "tindakan atau prinsip yang ditetapkan atau diusulkan oleh, pihak bisnis pemerintah, atau individu" . Lingkungan terutama mengacu pada dimensi ekologis (ekosistem), tetapi Juga Bisa memperhitungkan dimensi sosial (kualitas hidup) dan dimensi Ekonomi. Dapat didefinisikan sebagai program Kebijakan "Prinsip atau tindakan Yang diusulkan pemerintah Dibuat atau diadopsi, bisnis Partai individu atau". Dengan demikian, kebijakan lingkungan berfokus pada masalah yang timbul dari dampak manusia terhadap lingkungan, yang retroacts ke masyarakat manusia dengan memiliki dampak (negatif) terhadap nilai-nilai kemanusiaan seperti kesehatan yang baik atau lingkungan 'bersih dan hijau'. Artikel Baru demikian, kebijakan Lingkungan berfokus pada masalah yang timbul dari dampak terhadap Lingkungan Manusia, Yang retroacts ke Artikel Baru Masyarakat Manusia memiliki dampak (negatif) terhadap Nilai-Nilai kemanusiaan Pembongkaran Kesehatan Yang Baik atau Lingkungan 'bersih dan hijau.
perlindungan keanekaragaman hayati, dan perlindungan sumber daya alam, satwa liar dan spesies yang terancam punah. SPI Lingkungan umumnya ditangani kebijakan Dibuat Lingkungan termasuk pencemaran udara, pengelolaan limbah,kebijakan ekosistem, keanekaragaman hayati perlindungan, perlindungan sumber daya alam dan, satwa dan pembohong spesies terancam punah Yang. Relatif baru-baru ini, kebijakan lingkungan juga telah mengikuti untuk komunikasi isu lingkungan. Lingkungan Juga telah mengikuti kebijakan kepada Komunikasi Masalah Lingkungan.
ketenagakerjaan. Mereka yang senang dengan tolok ukur ini umurnya tidak mempedulikan tentang masalah lingkungan atau langkanya suatu sumberdaya alam. Sehingga adanya penurunan sumberdaya alam, dan kerusakan lingkungan sama sekali tidak tercermin dalam indikator tersebut
2.1.1 Proses Perencanaan Pengelolaan DAS
2.2 Pengertian DAS (daerah aliran sungai)
dominan dalam mempengaruhi kualitas suatu DAS. Keseimbangan ekosistem akan terjamin apabila kondisi hubungan 6 timbal balik antar komponen berjalan dengan baik dan optimal. Kualitas interaksi antar komponen ekosistem terlihat dari kualitas output ekosistem tersebut. Kualitas ekosistem di dalam DAS secara fisik terlihat dari besarnya erosi, aliran permukaan, sedimentasi, fluktuasi debit, dan produktifitas lahan.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Gambaran umum permasalahan banjir di Sutojayan kab.Blitar
Banjir bandang di Blitar Selatan yaitu di Kecamatan Sutojayan pertama kali terjadi pada tahun 1999 akibat kerusakan hutan Kepek, dan kemudian terjadi secara berulang setiap 5 (lima) tahun sekali. Banjir terbesar terjadi pada tahun 2004 yang menyebabkan adanya korban jiwa meninggal dunia. Banjir bandang di Blitar Selatan terakhir terjadi pada bulan Desember tahun 2013, yang menimpa 3 (tiga) desa di Kecamatan Sutojayan yaitu Bacem, Kalipang dan Kelurahan Sutojayan Gulangan Banjir di Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar secara geografis terletak di antara 112°9’55” 112°17’28” Bujur Timur, dan 8°8’32” -8°12’54’’ Lintang Selatan dengan batas wilayah sebagai berikut:
Sebelah Utara: Kecamatan Kanigoro, dan Kecamatan Talun ebelah Timur: Kecamatan Wlingi, dan Kecamatan Binangun Sebelah Selatan: Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Wonotirto. Sebelah Barat: Kecamatan Wonotirto
Di kecamatan sutojayan ini mempunyai beberapa DAS yang mengelilingi dan bermuara pada sungai bogel, peta jalur DAS nya adalah sebagai berikut:
Sebab utama Banjir di sutojayan selama ini berasal dari luapan air Sungai Ngunut dan Sungai Jambu yang bermuara ke Sungai Brantas setelah diguyur hujan lebat. Bahkan, luapan air juga mengambrolkan tanggul yang berdiri di kedua sungai tersebut. Secara topografi wilayah Sutojayan berada di dataran rendah. Sutojayan berada di bawah pegunungan kecamatan Wonotirto di sebelah selatan dan pegunungan wilayah Kecamatan Panggungrejo di wilayah Timur. Akibatnya bila hujan deras air yang berasal dari selatan dan timur mengumpul menjadi satu di Sutojayan.
Kabupaten Blitar Hanif Rahmawanto mengatakan jika pihaknya sudah mendirikan posko untuk evakuasi, dapur umum untuk bantuan logistik juga sudah berdiri. “Dapur umum berlaku untuk semua korban banjir yang kehilangan bahan pokok," Kali (sungai) Bogel adalah salah satu sungai yang mengalir di kabupaten Blitar yang merupakan anak Sungai Brantas yang bermuara di hulu bendung Lodoyo. Keberadaan aliran sungai ini sangat diharapkan oleh masyarakat di sekitar daerah aliran sungai untuk menunjang kebutuhan air yang utamanya guna keperluan irigasi sawah dan lainnya. Masyarakat memperlakukan Kali Bogel sebagai sarana drainase, air baku untuk air bersih, dan sebagai sumber air untuk irigasi
3.2 Penyebab utama rusaknya DAS sungai bogel di kecamatan Sutojayan Kabupaten
Daerah Aliran Sungai Bogel di Kecamatan Sutojayan makin alami kerusakan lingkungan dari th. ke th.. Rusaknya lingkungan pada Daerah Aliran Sungai (DAS) mencakup rusaknya pada segi biofisik maupun kwalitas air. Sebab utama Banjir di sutojayan selama ini berasal dari luapan air Sungai Ngunut dan Sungai Jambu yang bermuara ke Sungai Brantas setelah diguyur hujan lebat. Bahkan, luapan air juga mengambrolkan tanggul yang berdiri di kedua sungai tersebut. Secara topografi wilayah Sutojayan berada di dataran rendah. Sutojayan berada di bawah pegunungan kecamatan Wonotirto di sebelah selatan dan pegunungan wilayah Kecamatan Panggungrejo di wilayah Timur. Akibatnya bila hujan deras air yang berasal dari selatan dan timur mengumpul menjadi satu di Sutojayan Sekarang ini beberapa Daerah Aliran Sungai di Blitar selatan alami rusaknya sebagai akibat karena:
Penggundulan Hutan sekitar DAS sungai bogel
Penebangan hutan menjadi penyebab utama terjadinya banjir. Penebangan liar yang terjadi di suatu kawasan hutan menyebabkan tanah dikawasan tersebut jenuh air, tanah yang jenuh air yaitu tanah yang kemampuan menyerap/menampung air nya berkurang. Akibat hal tersebut terjadilah limpasan permukaan yang kemudian mengakibatkan erosi.
sedimen-sedimen ke daerah sungai bogel bagian hulu dan sedimen-sedimen-sedimen-sedimen tersebut akan mengalami proses sedimentasi di daerah sungai bagian hilir. Sedimentasi yang terjadi akan menyebabkan pendangkalan sungai dan penurunan daya tampung sungai. Ketika hujan terjadi dengan intensitas yang tinggi, sungai tidak mampu menampung debit air yang ada. Karena kapasitas tampungan sungai pada daerah aliran sungai Bogel di kecamatan Sutojayan Kab. Blitar ini akibat pendangkalan dasar sungai menurun yang dikarenakan proses sedimentasi tadi, maka terjadilah banjir.
Pergantian tata manfaat tempat
Kerusakan ekologis terjadi di daerah aliran sungai (DAS) di hulu, terjadi karena banyak alih fungsi lahan di kawasan DAS sungai bogel tersebut. Selain itu semakin banyak nya penebangan liar ikut memperparah kondisi ini. faktor curah hujan yang tinggi adalah pemicu namun rusaknya DAS menjadi penyebab bencana ini semakin besar. semakin banyak nya yang mendirikan bangunan di bantaran sungai Penataan di wilayah hulu dan daerah aliran sungai masih belum efektif karena saat ini masih banyak yang membuka peluang alih
Bertambahnya jumlah masyarakat dan kurangnya kesadaran orang-orang pada pelestarian lingkungan DAS.
Tanda-tanda Rusaknya lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) bisa diliat dari penyusutan luas rimba serta rusaknya tempat terlebih lokasi lindung di sekitaran Daerah Aliran Sungai.
Efek Rusaknya DAS. Rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berlangsung menyebabkan keadaan jumlah (debet) air sungai jadi fluktuatif pada musim penghujan serta kemarau. Diluar itu juga penurunan cadangan air dan tingginya laju sendimentasi serta erosi. Efek yang dirasa lalu yaitu terjadinya banjir di musim penghujan serta kekeringan di musim kemarau.
Rusaknya Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Bogel di Kecamatan Sutojayan juga menyebabkan berkurangnya kwalitas air sungai yang alami pencemaran yang disebabkan oleh erosi dari tempat gawat, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan). Pencemaran air sungai di Indonesia juga sudah jadi permasalahan sendiri yang begitu serius.
Pemanfaatan alam yang melebihi ambang batas dan tidak terencana dalam konsep keterpaduan telah menimbulkan kerusakan lingkungan sehingga memicu terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan terjadinya kekeringan serta rusaknya wilayah DAS sungai bogel di kecamatan sutojayan ini sebagai daerah tangkapan air yang diduga kuat sebagai salah satu penyebab terjadinya bencana selama ini. "Rusaknya wilayah DAS sungai bogel di kecamatan sutojayan ini sangat berpengaruh terhadap terjadinya musibah sehingga perlu dilakukan pencegahan dini agar tidak terjadi kerusakan lingkungan pada sejumlah DAS," kerusakan DAS juga dipercepat dengan peningkatan pemanfaatan sumber daya alam sebagai akibat atas pertambahan penduduk dan perkembangan ekonomi, konflik kepentingan dan kurang keterpaduan antar sektor, antar wilayah hulu-hilir. sikap egoisme kedaerahan masyarakat Blitar selatan juga akan menambah konpleksitas pengelolaan DAS yang multi disiplin ilmu dan lintas sektoral untuk melaksanakan pengelolaan DAS secara terpadu dalam pelaksanaan pembangunan yang berkelanjutan.
3.3 Dampak rusaknya DAS sungai bogel di kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar
kemarau. Selain itu juga penurunan cadangan air serta tingginya laju sendimentasi dan erosi. Dampak yang dirasakan kemudian adalah terjadinya banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogel di Kecamatan Sutojayan ini pun mengakibatkan menurunnya kualitas air sungai yang mengalami pencemaran yang diakibatkan oleh erosi dari lahan kritis, limbah rumah tangga, limbah industri, limbah pertanian (perkebunan) dan limbah pertambangan. Pencemaran air sungai di Bogel di Kecamatan Sutojayan ini juga telah menjadi masalah tersendiri yang sangat serius. Dampak terhadap rusak nya DAS bogel di kecamatan sutojayan ini adalah sebagai berikut:
A. Terjadinya Banjir setiap musim penghujan akibat luapaan Air sungai
Foto banjir di kecamatan sutojayan akibat rusaknya DAS bogel
B. Dampak aspek ekonomi, aspek social dan aspek psikologis
mengantisipasi akan timbulnya masalah-masalah social yang akan terjadi, misalnya dengan mengontrol tingkah laku anak-anak mereka yang sudah tidak lagi bersekolah.
Gejolak yang timbul dari bencana banjir yang telah dialami oleh masyarakat, dimana para petani merasa rugi baik dari aspek ekonomi maupun aspek social. Pada bencana banjir tersebut dari segi ekonomi penduduk sangat terpengaruh dengan musnahnya hasil pertanian yang sangat diharapkan. Dari aspek social terhadap penduduk, bencana banjir tersebut dapat juga menimbulkan konflik antar penduduk, misalnya sebagian penduduk berpikir bahwa penyebab terjadinya bencana banjir yang melanda daerah mereka sebagian besar diakibatkan oleh rusaknya hutan lindung karena penebangan liar oleh pengusaha kayu. Pengertian bencana banjir adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang terjadi dan diakibatkan oleh melimpahnya jumlah air sehingga merendam suatu wilayah yang mengakibatkan kerugian, baik kerugian materiil maupun kerugian moril. . Bencana banjir yang telah melanda Desa Sutojayan kecamatan Sutojayan telah menimbulkan masalah-masalah ekonomi yang berdampak pada menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat. hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat yang mempunyai mata pencaharian sebagai petani, penghasilan mereka turun antara 33,5% hingga 40%. Juga sulitnya mencari pekerjaan bagi para buruh tani yang tidak lagi bekerja pada pemilik lahan yang sudah tidak mampu lagi membayar tenaga mereka
3.4Saran dan Solusi mengatasi masalah rusaknya DAS sungai bogel di kecamatan Sutojayan Kab. Blitar.
1. Re-Planninng dengan konsep pengelolaan daerah aliran sungai terpadu
kondisi DAS semakin menurun dengan indikasi meningkatnya kejadian tanah longsor, erosi dan sedimentasi, banjir, dan kekeringan. Disisi lain tuntutan terhadap kemampuannya dalam menunjang system kehidupan, baik masyarakat di bagian hulu maupun hilir demikian besarnya. Sebagai suatu kesatuan tata air, DAS dipengaruhi kondisi bagian hulu khususnya kondisi biofisik daerah tangkapan dan daerah resapan air yang di banyak tempat rawan terhadap ancaman gangguan manusia. Hal ini mencerminkan bahwa kelestarian DAS di sungai bogel ditentukan oleh pola perilaku, keadaan sosial-ekonomi dan tingkat pengelolaan yang sangat erat kaitannya dengan pengaturan kelembagaan (institutional arrangement).
Tidak optimalnya kondisi DAS antara lain disebabkan tidak adanya adanya ketidakterpaduan antar sektor dan antar wilayah dalam pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan DAS tersebut. Dengan kata lain, masing-masing berjalan sendiri-sendiri dengan tujuan yang kadangkala bertolak belakang. Sulitnya koordinasi dan sinkronisasi tersebut lebih terasa dengan adanya otonomi daerah dalam pemerintahan dan pembangunan dimana daerah berlomba memacu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan memanfaatkan sumberdaya alam yang ada. Permasalahan ego-sektoral dan ego-kedaerahan ini akan menjadi sangat komplek pada DAS sungai bogel yang lintas kabupaten/kota dan lintas propinsi. Oleh karena itu, dalam rangka memperbaiki kinerja pembangunan dalam DAS pada sungai bogel ini maka perlu dilakukan pengelolaan DAS secara terpadu. Pengelolaan DAS terpadu dilakukan secara menyeluruh mulai : Pengelolaan DAS terpadu selain mempertimbangkan faktor biofisik dari hulu sampai hilir juga perlu mempertimbangkan faktor sosial-ekonomi, kelembagaan, dan hukum. Dengan kata lain, pengelolaan DAS terpadu diharapkan dapat melakukan kajian integratif dan menyeluruh terhadap permasalahan yang ada, upaya pemanfaatan dan konservasi sumberdaya alam skala DAS bogel di kecamatan sutojayan secara efektif dan efisien.
Berbagai saran yang dapat mendukung pengendalian banjir pada daerah Sutojayan dalam tahap rekonstruksi adalah :
1. Diupayakan melakukan reboisasi pada kawasan gunung di bagian hulu pada kecamatan Binangun, Panggung Rejo, Wonotirto, dan Kademangan, karena pada keempat kecamatan tersebut merupakan hulu dari anak Daerah Aliran Sungai Bogel.
2. Karena Daerah Aliran Sungai Bogel masuk kategori kritis dengan erosivitas yang besar, maka perlu bangunan pengendali sedimen di daerah hulu.
3. Beberapa patok sungai Bogel melewati perkampungan dan penulis mendapati beberapa warga Sutojayan masih memiliki kebiasaan membuang sampah di sungai, menggunakan sungai sebagai tambak khususnya di bagian hilir, dan bagian delta sungai digunakan perkebunan, karena itu dibutuhkan penyuluhan agar masyarakat sadar akan risiko banjir yang diakibatkan kegiatankegiatan tersebut.
4. Perlunya dibuat drainase yang efektif dan tepat sasaran.
5. Dibutuhkan studi non struktural pada kawasan Daerah Aliran Sungai Bogel yang dapat dilakukan dengan perbaikan tata guna lahan di bagian hulu dan hilir.
6. Pada lokasi pertemuan Sungai Brantas dan Sungai Bogel diperlukan penyesuaian penampang supaya pengendalian banjir Sungai Bogel berjalan dengan baik.
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
, 2012 Kementrian Sosial. Diakses pada tanggal 10 januari 2017
http://puslit.kemsos.go.id/upload/post/files/7ba4c5f20e68d711d1c4d9e2ee97f330. pdf(online)
, 2015 Strategi nasional penghapusan kemiskinan diakses pada tanggal 10 januari 2017. http://www.slideshare.net/ecpatindonesia/strategi-nasional-penghapusan-kekerasan-terhadap-anak-2016-2020 (online)
, 2015 Strategi pengentasan kemiskinan diakses pada tanggal 10 januari 2017 http://ecpatindonesia.org/resources/strategi-nasional-penghapusan-kekerasan-terhadap-anak-2016-2020/ (online)
Saraswati, Rika, 2009, Hukum Perlindungan Anak di Indonesia, Bandung: Citra Aditya Bakti. Supeno.
Hadi, 2010,
Memehami Konveksi Hak-Hak Anak dan UndangUndang Perlindungan Anak. Jakarta: Zalco Pratama