• Tidak ada hasil yang ditemukan

Audit terhadap Siklus Produksi Pengujian (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Audit terhadap Siklus Produksi Pengujian (3)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Audit terhadap Siklus Produksi: Pengujian Substantif terhadap

Saldo Sediaan

Deskripsi sediaan

Sediaan merupakan unsur aktiva yang disimpan dengan tujuan untuk dijual dalam kegiatan bisnis yang normal atau barang-barang yang akan dikonsumsi dalam pengolahan produk yang akan dijual.

Sediaan umumnya mendapat perhatian yang lebih besar dari auditor di dalam auditnya karena berbagai alasan berikut ini :

1. Umumnya sediaan merupakan komponen aktiva lancer yang jumlahnya cukup material dan merupakan objek manipulasi serta tempat terjadinya kesalahan-kesalahan besar. 2. Penentuan besarnya nilai sediaan secara langsung mempengaruhi kos barang yang dijual

(cost of good sold) sehingga berpengaruh pula terhadap perhitungan laba tahun yang bersangkutan.

3. Verifikasi kuantitas,kondisi,dan nilai sediaan merupakan tugas yang lebih kompleks dan sulit dibanding dengan verifikasi sebagai besar unsur laporan keuangan yang lain.

4. Seringkali sediaan di simpan di berbagai tempat sehingga menyulitkan pengawasan dan penghitungan fisiknya.

5. Adanya berbagai macam sediaan menimbulkan kesulitan bagi auditor dalam melaksanakan auditnya,

Prinsip akuntansi berterima umum dalam penyajian sediaan dalam neraca:

 Laporan keuangan harus menjelaskan bahwa sediaan dinilai dengan lower of cost or market dan harus menyebutkan metode yang digunakan dalam menentukan kos sediaan.

 Jika sediaan dinyatakan pada kosnya,nilai pasarnya pada tanggal neraca,harus dicantumkan dalam tanda kurung,dan jika sediaan diturunkan nilainya pada harga pasarnya,kosnya harus dicantumkan dalam tanda kurung.Kos pengganti kini (current replacement cost) harus dicantumkan dalam laporan keuangan untuk sediaan yang kosnya ditentukan berdasarkan metode masuk terakhir,keluar pertama.

 Akibat perubahan metode penilaian sediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang diaudit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan auditor harus menyatakan

perkecualian mengenai konsistensi penerapan prinsip akuntansi berterima umum dalam laporan audit.

 Penjelasan yang lengkap harus dibuat dalam laporan keuangan jika sediaan digadaikan sebagai jaminan utang yang ditarik oleh klien.

(2)

dan sediaan bahan baku.Penyajian kelompok sediaan tersebut dalam neraca berdasarkan urutan likuiditasnya.

 Perjanjian pembelian harus dijelaskan dalam laporan keuangan,jika jumlahnya material atau bersifat luar biasa.

 Cadangan untuk menghadapi kemungkinan turunya harga sediaan setelah tanggal neraca harus dibentuk dengan menyisihkan sebagian laba yang ditahan.Cadangan ini tidak boleh dikurangkan dari sediaan,namun harus disajikan sebagai pengurang akun laba Ditahan.

Tujuan pengujian substantif terhadap sediaan

 Memperoleh keyakinan tentang keandalan catatan akuntansi yang bersangkutan dengan sediaan.

 Membuktikan asersi keberadaan sediaan yang dicantumkan di neraca dan keterjadiaan transaksi yang berkaitan dengan sediaan.

 Membuktikan asersi kelengkapan transaksi yang berkaitan dengan sediaan yang dicatat dalam catatan akuntansi dan kelengkapan saldo sediaan yang disajiakan di neraca.

 Membuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan di neraca.

 Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan di neraca.

Prosedur audit Kertas kerja Tgl pelaksan aan

pelaksan aan

Prosedur Audit Awal

1. Lakukan prosedur awal atas saldo akun sediaan yang akan diuji lebih lanjut

a. Unsut saldo sediaan yang tercantum di neraca ke saldo akun sediaan yang bersangkutan di buku besar.

b. Hitung kembali saldo akun sediaan di buku besar

c. Lakukan review terhadap mutasi luar biasa dalam jumlah dan sumber posting dalam akun.

Prosedur Analitik

2. Lakukan prosedur analitik a. Hitung ratio berikut ini:

(1).Tingkat perputaran sediaan (2).Ratio laba bersih dengan sediaan

(3).Ratio sediaan dengan volume penjualan yang diharapkan

Pengujian Terhadap Transaksi Rinci

3. Melalui pengujian,lakukan pemeriksaan atas dokumen pendukung transaksi yang dicatat dalam akun sediaan.

(3)

berkaitan dengan sediaan.

Pengujian terhadap Saldo Akun Rinci

5. Lakukan pengamatan terhadap penghitungan fisik sediaan.

6. Konfirmasi sediaan yang berada di tangan pihak luar.

7. Periksa perjanjian konsinyasi

Verifikasi Penyajian dan Pengungkapan

8. Bandingkan penyajian sediaan dengan prinsip akuntansi berterima umum.

a. Periksa klasifikasi sediaan di neraca b. Periksa pengungkapan yang bersangkutan

dengan sediaan.

Referensi

Dokumen terkait

5. Membuktikan asersi penilaian sediaan yang dicantumkan dineraca. Membuktikan asersi penyajian dan pengungkapan sediaan dineraca. Tujuan uatama pengujian substantif terhadap

Auditor melakukan pengujian substantif terhadap transaksi rinci yang mendebit dan mengkredit akun sediaan dan pengujian pisah batas yang digunakan untuk mencatat transaksi

Karena itu, auditor malakukan melakukan 5 prosedur audit berikut ini dalam melakukan rekonsoliasi informasi sediaan di neraca dengan catatan akuntansi yang bersangkutan:.. Usut

Jika jumlahnya material, sediaan dalam perusahaan manufaktur harus di kelompokkan menurut kelompok utaqma berukut ini: sediaan roduk jadi, sediaan produk daloam proses, dan

 Jika sediaan dinyatakan pada kosnya, nilai pasarnya harus dicantumkan dengan tanda kurung dan jika sediaan diturunkan nilainya pada harga pasarnya, kosnya

- Periksa catatan pendukung yang bersangkutan dengan data kos per satuan sediaan - Bandingkan laba bruto tahun yang diaudit dengan laba bruto tahun sebelumnya - Lakukan

Akibat perubahan metode penilaian sediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang di audit harus dijelaskan dalam laporan keuangan dan auditor harus menyatakan pengecualian

Akibat perubahan metode penilaian sediaan terhadap perhitungan rugi laba tahun yang di audit harus dijelaskan dalam laporan keuangan.. Penjelasan yang lengkap harus dibuat