• Tidak ada hasil yang ditemukan

sistem hukum indonesia bab 2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sistem hukum indonesia bab 2"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Andri Laksamana No. Absen : 05

1. Mafia hukum adalah kejahatan yang melibatkan lembaga pemerintahan atau penegak hukum yang memainkan hukum itu berlawanan dengan fungsi utamanya yaitu

menegakkan keadilan. Mafia hukum di Indonesia sudah menjadi tradisi dikalangan lembaga pemerintahan Indonesa bsik lembaga eksekutif, legislatif maupun yudikatif. Orang-orang yang melakukan kejahatan yang besar bisa dianggap tidak melakukan tindakan tersebut dan orang yang tidak melakukan kesalahan apa-apa bisa dianggap telah melakukan kesalahan besar dengan cara sistematis yang dibuat oleh lembaga penegak hukum. Tentunya orang ini memiliki hubungan yang erat baik hubungan kekerabatan atau hubungan yang didasarkan bisnis maupun jabatan. Adanya mafia hukum di Indonesia merupakan wacana yang tidak asing lagi bagi kita, banyak tukang suap dan korupsi dibebaskan, banyak orang kaya yang bebas melakuan kegiatan sehari-hari walaupun telah melakukan pelanggaran hukum dan banyak orang miskin yang mendominasi ruangan-ruangan di lembaga pemasyarakatan.Semua ini terjadi karena disebabkan beberapa faktor yaitu lemahnya hukum dan pengawassan dari masyarakat. Lemahnya hukum di Indonesia bukan bearti menunjukkan bahwa tidak ada undang-undang yang mengatur tentang tindak pelanggaran hukum melainkan hukum itu bisa dijual beli oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan atau keuangan yang melimpah , atau hubungan dengan aparat penegak keadilan. Kurangnya

kesadaran penegak hukum akan kebiasaan buruk yang mereka lakukan menjadi budaya dalam praktik mafia hukum di Indonesia.Selain itu keterbukaan aparat hukum terhadap kebenaran-kebenaran peristiwa selalu dikaburkan sehingga yang bersalah nampak menjadi baik dan yang baik nampak sebagai penghianat. Kemudian faktor yang kedua adalah kurangnya pengawasan dari masyarakat terhadap penegakan hukum di negara ini tentunya tidak semua masyarakat bisa mengawasi kerja

masyarakat. Kaum intelektual seperti sarjana-sarjana hukum, politik dan mahasiswa seharusnya bersama-sama ikut andil dalam penegakan hukum di Indonesia dan terus memantau kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah agar pemerintah tidak sewenang-wenang dalam bertindak.

(2)

beluk atau bual-bual pemerintah dalam kasus ini dan nenek Asyani dalam sekejab waktu dijeblooskan kedalam penjara berbeda dengan kasus Gayus Tambunan yang bisa berhura-hura pergi ke Bali padahal ia menjadi tahanan atas dugaan korupsi. 3. Pada zaman yang berkembang pesat sekarang ini banyak nilai-nilai yang baru datang

dalam kehidupan masyarakat Indonesia baik itu nilai yang baik maupun sebaliknya. Lesbian Gay Bisexual Transgender ( LGBT ) Merupakan nilai atau budaya yang sudah masuk dan berkembang melalui organisasi-organisasi pada era setelah

kemerdekaan seperti Lambda Indonesia yang bermunculan pada akhir tahun 1990-an dan yang masih aktif pada saat ini ialah Gaya Nusantara dan Arus Pelangi.

Pada umumnya mereka yang tergabung dalam organisasi yang bertemakan LGBT ini meminta hak mereka sebagai kaum LGBT untuk diakui di Indonesia dan mereka berasumsi bahwa mereka berhak mendapatkan itu karena mereka punya hak asasi manusia. Secara hakiki, nilai ini bertentangan dengan kodrat manusia yang

dimanasesungguhnya tuhan telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, laki-laki menikah dengan perempuan kemudian menjadikan bersuku-suku kemudian

berbangsa-bangsa. Dalam KUHP Indonesia kasus LGBT merupakan kasus yang memang tidak tergolong dalam perbuatan pidana. Seorang laki-laki menikah dengan lakki-laki atau seorang perempuan menikah dengan perempuan memang dinilai tidak termasuk tindak kriminal namun kembali ke kodrat manusia dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dalam pasal 1 dikatakan bahwa perkawinan ialah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga ( rumah tangga ) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam Undang-undang ini dalam setiap pasalnya tidak menyinggung tendang perempuan menikah dengan perempuan ataupun laki-laki menikah dengan laki-laki. Jelas fenomena ini merupakan

penyimpangan seksual dan hakikatnya menikah ini menciptakan generasi selanjutnya. Jika k orang melakukan penyimpangan diatas maka tidak akan bertambah ummat didunia ini. Lantas bagaimanakah jika para pelaku penyimpangan seksual ini menuntut hak mereka dengan isu hak asasi manusia, mereka punya hak untuk dihormati dan dilindungi secara hukum mereka juga berhak mengatur hidup mereka sendiri dari diskriminasi lingkungan yang mengucilkan mereka dari orang-orang yang menghina mereka dari orang-orang yang melakukan kekerasan pada mereka.

Sebenarnya jika berpikir dari pikiran yang jernih mari kita hindarkan lagi tentang produk hak asasi manusia yang dibuat oleh Amerika ini, kita tilik sebentar tentang ideologi kita yang pertama yaitu Ketuhanan Yang maha Esa. Dalam agama manapun di Indonesia ini tidak ada tuhan mengatakan bahwa homoseksual dan lesbian itu legal justru ini perbuatan haram dan merusak kaidah-kaidah yang diatur oleh agama. Jika ada kekerasan yang dilakukan oleh khalayak ramai kepada kaum LGBT mungkin sah-sah saja mereka diberi perlindungan atas dasar hak asasi manusia.Namun, jika mereka meminta negara untuk melegalkan perbuatan menyimpang mereka dan negara

(3)

4. Pada tanggal 30 Desember 2015 dilaksanakannya persidangan atas gugatan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan yang menggugat PT Bumi Mekar Hijau dalam perkara keterlibatan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan. Pada saat itu Majelis Hakim yang diketuai oleh Parlas Nababan memutuskan bahwa PT Bumi Mekar Hijau tidak bersalah dalam kebakaran lahan dan hutan, yang bersalah adalah api dan kebakaran lahan dan hutan tersebut tidak menimbulkan pencemaran

lingkungan karena lahan yang terbakar masih tetap bisa ditanami dan tanaman tetap tumbuh subur. Kejadian ini jelas-jelas merupakan hal yang diluar kewajaran dan Tentu saja dapaat merusak citra seorang hakim. Dari peristiwa kebakaran yang terjadi dengan sendirinya kita bisa menilai tidak akan ada api jikalau tidak ada yang

membakar atau yang memancingnya. Api tidak akan datang dengan sendirinya tanpa perantara dari manusia. Jika seorang hakim memutuskan bahwa api yang bersalah maka menurut saya tidak pantas ia dikatakan seorang hakim dan sudah layak ia dicopot dari jabatannya. Pasal 49 Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa pemegang hak atau izin bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan di areal kerjanya. Dengan Undang-Undang ini dengan jelas menyatakan bahwa PT Bumi Mekar Hijau yang memiliki izin dalam operasi didaerah lahan dan hutan tersebut jelas sudah bersalah dimata Hukum. Jika hakim menilai bahwa tidak ada kerusakan lingkungan dan tanaman bisa tumbuh lagi lantas bagaimana dengan pencemaran udara yang diakibatkan dari peristiwa ini. Seharusnya yang dikatakan seorang hakim itu harus bertindak dalam prosedur yang telah diatur dalam hukum dan bukan berulah diluar logika manusia.

5. Fenomena praktik jual beli nilai, praktik pelecehan seksual dalam proses

pembimbingan, praktik pembuatan tugas akhir oleh mafia, praktik manipulasi tugas atau plagiat telah menjadi tradisi dikalangan mahasiswa di Indonesia. Mereka yang tak mau pikir panjang dan ingin mempermudah pekerjaannya sebagai mahasiswa memilih menggunakan jalan pintas dalam menyelesaikan studi nya. Praktik jual beli nilai dalam dunia pendidikan sudah menjamur. Ada sebagian dosen-dosen yang menaikkan nilai mahasiswanya dengan alasan hubungan kekerabatan, hubungan lain yang menimbulkan keinginan untuk memperbaiki nilai mahasiswa. Mahasiswa yang berada digolonga ini mungkin adalah mahasiswa yang memiliki hubungan dekat dengan dosen dan mahasiswa yang memiliki cukup uang untuk melakkukan ini. Tidak sampai disitu, dalam pembuatan tugas-tugas skripsi banyak mahasiswa yang

(4)

kegiatan pembodohan terhadap generasi bangsa. Meraka yang selalu ingin mencari jalan pintas dan mendapatkan gelar yang tinggi hanya mengandalka gelarnyasaja tanpa adanya kualitas yang mempuni sesuai gelar yang diembannya. Jika fenomena seperti ini semakin bertambah, maka juga bertambahla orang-orang bodoh

diindonesia yang hanya mengandalkan jalan pintas dan uang untuk mendapatkan gelar. Mungkin hal ini bisa terhindar jika mahasiswa benar-bebar bertindak pada kapasitasnya dan dosen juga bertindak sesuai tugasnya. Hal ini juga menjadi acuan bahwa niai yang tinggi bukan berarti mengambarkan kapasitas pemikiran seseorang mahasiswa tapi usaha yang tinggi tentu menampakkan karekter pribadi seseorang. 6. Doponering adalah suatu wewenang yang dimiliki oleh Jaksa Agung untuk

mengesampingkan suatu perkara demi kepentingan umum. Deponering ini megakibatkan bahwa seorang yang melakukan tindak pidana bebas dari jeratan hukum yang menimpa dirinya. Namun orang yang dapat dilakukan deponering ini adalah orang yang lebih memiliki tugas untuk kepentingan umum atau ia dibebaskan dari tindak pidana karena keterampilan yang ia dimili berguna dalam kepentingan negara. Pada kasus ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar keputusan deponering itu tidak diberikan oleh hakim. Antazari yang pada saat itu diduga melakukan perancanaan pembunuhan atas seorang pengusaha Nazrudin Zulkarnain beberpa minggu setelah kasusnya dilaporkan ke pengadilan ia langsung mendekam didalam penjara. Berbeda dengan ketua KPK yang lainnya seperti Bambang

Wijayanto dan Antazari Azhar, deponering ini diberlakukan oleh Jaksa Agung dengan alasan kedua ketua KPK tersebut sangant penting dalam penyelidikan kasus suap dan tindak pidana di Indonesia. Tentu saja kedua ketua KPK ini tidak akan melanjutkan kasusnya ke pengadialn karena ia merasa terselamatkan deponering ini karea pada saat itu bukti-bukti tidak pidana yang dilakukan oleh kedua ketua KP ini sangat kuat. Kembali menyimak kasus Antazari Azhar yang mendapatkan perlakuan yang berbeda oleh Jaksa Agung yang menjebloskan AZ ke penjara padahal saat itu KPK pada masa kepemimpinan AZ sangat dibutuhkan oleh pemerintah guna menindak lanjuti dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia terhadap bank swasta di Indonesia. Banyak nama-nama yang yang akan diperiksa yang juga melibatkan nama beberapa tokoh KAPOLRI. Dalam kasus ini ada 3 aspek yang menjadi sorotan utama saya yang pertama lembaga KPK, lembaga peradilan dan kapolri. Pada kasus dugaan

perancanaan yang dilakukan oleh AZ, Beberapa saksi dan bukti begitu cepat

(5)

hukum itu bermain dimana-mana dan sangat sulit sekali bagi kita sebagai penonton peristiwa politik untuk berasumsi mana yang hitam mana yang putih.

7. Berita Hacker dari Cina yang tertangkap mengotak-atik server komisi pemilihan umum indonesia pada pilpres 2014 kemarin menandakan bahwa lemahnya keamanan yang ada di Indonesia. Lemahnya sistem KPU ini bukan berati menyimpulkan bahwaa pemerintah kurang giat dalam meningkatkan teknologi didalam negeri tapi juga bisa dikatakan adanya kesengajaan yang dilakuka pemerintah terhadap hasil pilpres 2014. Jika banyak pejabat negara yang mengatakan akan mengungkapkan kejahahatan dan menegakkan keadilan mungkin itu hanya sebagai langkah politik untuk mendapatkan citra yang baik dimata masyarakat. Jika pemerintah benar-benar berniat

mengungkapkan kejahatan apakah pemerintah sudah siap kehilangan jabatan atas kasus yang ingin ia ungkapkan yang dimana mungkin saja ia terlibat daalam kasus itu.lanyas timbul pertanyaan mengapa hukum kalah oleh politik? Jawabannya ialah hukum itu merupakan produk dari politik dan hukum itu dibuat untuk melanggengkan kekuasaan. Rakyat sebagai kekuasaan di negara indonesia menyerahkan

kekuasaannya kepada wakil rakyat yang kita sebut dengan DPR. Kemudian aktor-aktor politik yang terpilih menduduki kursi legislatif merancang undang-undang atau hukum untuk masa depan rakyat. Dalam membuat suatu rumusan hukum tentu saja pasti terdapat isi-isi yang berbau kepentingan-kepentingan pribadi anggota DPR kemudian setelah dirumuskan undang-undang ini menjadi acuan dalam menjalankan kekuasaan. Dalam merumuskan undang-undang atau hukum tadi tidak semua nya berasal dari rakyat dan tidak semuanya diciptakan untuk rakyat bayak peraturan-peraturan yang juga mengantungkan masa depan rakyat. Presiden yang juga dipilih oleh rakyat sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan juga menjadi harapan rakyat untuk menghadirkan masa depan sejahtera bersama. Dalam menentukan kebijakan atau keputusan presiden tak semua hal dapat kita nilai itu semua demi kepentingan bersama. Karena hukum diciptakan oleh aktor-aktor politik yang melibatkan parlemen dan pemerintah maka hukum juga tak sarat akan kepentingan pribadi. Hukum itu bisa lemah jika aparat negara menghendaki itu sebaliknya hukum itu akan kuat jika aparat negara menginginkannya karean hukum itu adalah rumusan dari aktor-aktor politik yang menjelma menjadi aparat negara. Sebenarnya politik itu baik jika hukum itu baik dan hukum itu baik jika politik itu baik jadi untuk

menguatkan peran hukum dari politik maka perlu ada kesadaran dari aktor politik untuk merubah hukum tadi karena yang menciptakan hukum adalah para aktor politik kecuali hukum adat dan hukum agama yang lahir dari peradaban manusia yang selalu ditaati dan jarang terjadi penyelewengan pada zaman berlakunya.

(6)

dengan apa yang kita ketahui bersama umat Islam selalu menjadi kambing hitam dalam aksi teroris dunia padahal tidak semua peristiwa teroris didunia itu melibatkan umat Islam. Sesuai dengan apa yang kita lihat saat ini, tim Densus 88 selalu

menangkap pelaku teroris di Indonesia yang mayoritas pelakunya adalah beragama Islam yang tergabung didalam organisasi-organisasi Islam yang diduga merupakan organisasi terlarang. Sering kali kita lihat di media, Tim densus 88 pelaku dengan tuduhanyang seakan-akan belum kuat untuk mengindentifikasikan bahwa orang itu teroris. Tim Densus 88 jarang terlihat menangkap korban-korban yang juga

mengancam kedaulatan NKRI Seperti Pasukan Papua Merdeka dan Pasukan Republik Maluku Selatan. Dalam banyak kasus teroris di Indonesia kita melihat bahwa tim Densus 88 ini hanya menangkap pelaku-pelaku beragama muslim dengan bukti yang kurang kuat dan sering diberlakukannya kekerasan kepada korban yang terduga teroris. Dalam kasus Siyono yang diduga merupakan jaringan terorisme Tim Densus 88 Langsung menangkap pelaku tanpa meminta izin terhadap keluarga pelaku dan menyuruh orang tua pelaku unuk menandatangani sebuah surat dimana orang tua pelaku tersebut juga tidak bisa membaca alias buta huruf. Setelah ditangkapnya Suyono, setelah beberapa jam kemudian didalam perjalanan Suyono dikabarkan meninggal karena mencoba memberontak dan melawan Tim Densus 88 didalam mobil penangkapan. Suyono yang pada saat itu tangannya diborgol dan dijaga ketat oleh anggota Densus 88 diklaim melakukan perlawanan didalam mobil tahanan oleh sebab itu ia meninggal karena ulahnya sendiri. Namun dalam hasil pemeriksaan tim kedokteraan tidak mengindikasikan bahwa Suyono melakkukan perlawanan justru ada semacam dugaan kekerasan yang dilakukan oleh tim Densus 88 yang menyebabkan Suyono meninggal dunia. Keesokan harinya tim Densus 88 menemui korban dan memberikan korban uang sebagai tebusan bahwa sang istri tidak menuntut ata kejadian tewasnya sang suami dalam penangkapan yang dilakukan oleh Densus 88 kemudian sang istri melapoorkan uang itu kepada salah satu lembaga Islam didaerah terkait. Peristiwa ini membuktikan bahwa ada unsur Densus 88 untuk menutup kasu ini dan mengadakan perlindungan dari tragedi kematian Suyono. Hingga saat ini belum ada kabarkabar lanjut tentang kasus dugaan penyiksaan terhadap Suyono oleh Densus 88 padahal POLRI berjanji akan mengusut tuntas kasus ini secepatnya dan akan menghukum anggotanya yang terbukti melakukan penyiksaan kepada Suyono yang tadinya sebagai pelaku teroris berubah kondisinya menjadi korban penyiksaan. Namun menurut pandangan saya kasus ini akan diulurkan oleh POLRI selagi tidak ada lembaga yang mendesak karena kita ketahui sendiri Densus 88 ialah pasukan khusus yang dibentuk oleh polri. Kecil kemungkinan POLRI untuk tidak mem back-up anak asuhnya.

(7)

dari lemahnya etika para profesional hukum. Menggejalanya perbuatan profesional yang mengabaikan kode etik profesi karena beberapa alasan yang mendasar, baik secara individu anggota masyarakat maupun karena hubungan kerja dalam organisasi profesi, disamping sifat manusia yang tamak dan nilai imbalan jasa yang tidak

Referensi

Dokumen terkait