• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SISA HASIL USAHA BAGI KEPUASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH SISA HASIL USAHA BAGI KEPUASAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH SISA HASIL USAHA BAGI KEPUASAN ANGGOTA ABSTRAK

Koperasi merupakan kekuatan ekonomi yang akhir-akhir ini berkembang cukup pesat di masyarakat Indonesia. Perkembangan tersebut sangat dirasakan sekali manfaatnya baik bagi anggotanya maupun bagi perkembangan ekonomi saat ini. Keberadaan koperasi berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sedang terpuruk, hal ini terbukti dengan munculnya para wirausaha-wirausaha baru yang menciptakan lapangan pekerjaan baru yang menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu koperasi dijadikan soko guru perekonomian di Indonesia.

Dalam kehidupan ekonomi masyarakat saat ini, koperasi terbukti sangat diperlukan dan turut berperan penting terutama dalam rangka mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil dan menengah. Dengan adanya koperasi para pelaku ekonomi kalangan mikro kecil menengah terbantu sekali baik dalam segi permodalan, kebutuhan bahan baku maupun pemasaran produk yang dihasilkan. Pada kesempatan ini peneliti melakukan penelitian pada koperasi yang ada saat ini.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk : 1) menggambarkan perkembangan koperasi, 2) mengetahui pengaruh sisa hasil usaha terhadap koperasi dan anggotanya, 3) mengetahui kepuasan anggota koperasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif teori. Temuan yang diperoleh antara lain: selama periode penelitian koperasi, Sisa Hasil Usaha mengalami perkembangan yang sangat signifikan. Besar kecilnya transaksi anggota dengan koperasi akan sangat mempengaruhi Sisa Hasil Usaha (SHU) yang diperoleh anggotanya. Sisa Hasil Usaha suatu koperasi juga dipengaruhi oleh besarnya pendapatan jasa dari para anggotanya juga besarnya biaya yang dikeluarkan oleh koperasi.

(2)

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang

Keberadaan koperasi di Indonesia saat ini memang dirasakan sangat membantu dalam meningkatkan atau mendorong pertumbuhan perekonomian saat ini. Kegiatan koperasi yang dilakukan ini bertujuan untuk mensejahterakan para anggotanya berlandaskan asas kekeluargaan. Manfaat besar yang dirasakan oleh anggotanya adalah mereka mendapatkan fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh koperasi diantaranya penyediaan kebutuhan bahan baku, jasa memasarkan produk dari anggotanya dan juga pemberian kredit dengan prosentase jasa yang sangat bersaing dengan lembaga perbankan lainnya. Dengan fasilitas-fasilitas yang diberikan koperasi inilah para anggota dapat melakukan kegiatan ekonomi untuk meningkatakan taraf hidup mereka.

Jenis koperasi di Indonesia itu banyak diantaranya adalah koperasi konsumen, koperasi produsen, koperasi pemasar, koperasi jasa dan juga koperasi simpan pinjam. Pada kesempatan ini peneliti melakukan penelitian pada koperasi simpan pinjam. Koperasi simpan pinjam merupakan lembaga keuangan non bank yang menghimpun dana dari anggota yang kemudian menyalurkan kembali dalam bentuk pinjaman kepada para anggotanya. Volume kegiatan koperasi tergantung dari keaktifan para anggotanya, jika anggotanya aktif menggunakan fasilitas jasa yang diberikan tentunya perkembangan koperasi sangat signifikan. Modal yang diperoleh koperasi itu bersumber dari simpanan para anggotanya, simpanan tersebut diantaranya simpanan pokok yang merupakan simpanan wajib yang harus dibayar oleh anggota ketika mendaftar sebagai anggota koperasi, simpanan ini hanya dibayarkan sekali yaitu pada saat masuk menjadi anggota saja. Kemudian ada simpanan wajib, simpanan ini wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi setiap bulannya selama menjadi anggota koperasi. Kedua jenis simpanan tersebut tidak dapat diambil selama menjadi anggota dan besarnya kedua jenis simpanan tersebut ditentukan terlebih dahulu dalam Anggaran Rumah Tangga Koperasi. Selain simpanan pokok dan simpanan wajib, modal koperasi yang bersumber dari koperasi itu sendiri adalah dana cadangan. Selain itu ada juga modal lain yang berasal dari anggota yang merupakan simpanan sukarela, simpanan ini merupakan simpanan anggota yang disimpan anggota yang dapat diambil sewaktu-waktu. Selain itu ada juga modal pinjaman pihak luar baik koperasi maupun lembaga keuangan.

(3)

merupakan instansi atau lembaga yang bersandar pada jenis usaha jasa. Peningkatan Volume ataupun tingkat perputaran keuangan koperasi berasal dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada anggotanya. Peran karyawan koperasi dalam pelaksanaan yang baik, tutur kata yang sopan, keandalan pelayanan dan ketanggapan terhadap keluhan anggota, dapat menjadi kepuasan tersendiri bagi anggota.

Kepuasan yang dirasakan anggota tergantung dari persepsi mereka terhadap harapan dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh koperasi. Kualitas layanan merupakan suatu bentuk penilaian anggota terhadap tingkat layanan yang diterima (perceived service) dengan tingkat layanan yang diharapkan (expected service). Apabila harapan pelanggan lebih besar dari tingkat layanan yang diterima, maka anggota tidak puas. Demikian pula sebaliknya, apabila harapan sama atau lebih kecil dari tingkat layanan yang diterima, maka anggota akan puas. Koperasi yang gagal memuaskan anggotanya akan menghadapi masalah yang komplek, dikarenakan dampak bad word of mouth. Umumnya anggota yang tidak puas akan menyampaikan pengalaman buruknya kepada orang lain dan bisa dibayangkan betapa besarnya kerugian dari kegagalan memuaskan pelanggan. Oleh karena itu, setiap koperasi jasa wajib merencanakan, mengorganisasikan, mengimplementasikan dan mengendalikan sistem kualitas sedemikian rupa, sehingga pelayanan dapat memuaskan para anggotanya. Salah satu tolak ukur keberhasilan koperasi yang bergerak di bidang jasa ini adalah banyak sedikitnya anggota. Hal ini dipengaruhi oleh sejauh mana koperasi dapat memenuhi keinginan dan kepuasan anggotanya. Apabila kinerja pelayanan yang diberikan dapat memenuhi atau bahkan melampuai harapan anggota maka kepuasan anggota akan tercapai dan semakin banyak jumlah anggota yang terjaring.

Kotler (1995: 42) mengemukakan bahwa kepuasan merupakan tingkat perasaan setelah membandingan kinerja yang ia rasakan dengan harapan- harapannya. Jadi, tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan dan harapan. Jika kinerja dibawah harapan, nasabah tidak puas. Kalau kinerja sesuai harapan, nasabah akan sangat puas. Serta apabila kinerja melampaui harapan, nasabah akan sangat senang atau sangat puas. Dimensi kualitas pelayanan dalam penelitian ini adalah Responsiveness (ketanggapan), Reliability (keandalan), Assurance (Jaminan) , Empathy (perhatian), dan Tangibles (tampilan fisik).

(4)

yang kemudian akan dibagikan kepada para anggotanya sesuai dengan kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya. Sisa hasil usaha ini tidak semuanya dibagikan kepada para anggotanya sebagiannya disimpan ke dalam dana cadangan untuk menambah modal koperasi,dan juga dialokasikan ke dalam dana sosial, dana pedidikan, dana pembangunan daerah kerja, dana pengurus, dan juga dana kesejahteraan karyawan.

Besar kecilnya sisa hasil usaha yang diperoleh anggota itu tergantung dari partisipasi dari anggotanya, semakin besar partisipasi yang masuk ke koperasi maka akan semakin besar pula SHU yang diperolehnya. Pembagian SHU ini merupakan wujud pelayanan koperasi sebagai pemuasan anggotanya.Koperasi merupakan kekuatan ekonomi yang akhir-akhir ini berkembang cukup pesat di masyarakat Indonesia. Perkembangan tersebut sangat dirasakan sekali manfaatnya baik bagi anggotanya maupun bagi perkembangan ekonomi saat ini. Keberadaan koperasi berguna untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sedang terpuruk, hal ini terbukti dengan munculnya para wirausaha-wirausaha baru yang menciptakan lapangan pekerjaan baru yang menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu koperasi dijadikan soko guru perekonomian di Indonesia.

Kemajuan koperasi tersebut juga tidak lepas dari peran aktif para anggotanya. Volume usaha koperasi yang besar memperlihatkan bahwa keberadaan koperasi sangat membantu para anggotanya. Volume usaha koperasi ini juga yang mempengaruhi jumlah sisa hasil usaha koperasi yang diperoleh. Besarnya sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota itu tergantung kepada partisipasi anggota yang diberikan kepada koperasinya. Semakin besar partisipasi anggota maka sisa hasil usaha yang mereka terima juga akan semakin besar. Dalam hal ini perbandingan antara partisipasi anggota dengan sisa hasil usaha yang diperoleh yang signifikan akan menimbulkan kepusaan tersendiri bagi anggota tersebut.

Menurut Sitio (2001:142) usaha atau kegiatan yang dilakukan koperasi dapat dilihat dari besarnya volume usaha koperasi itu sendiri. Volume usaha inilah yang nantinya akan berpengaruh terhadap perolehan SHU koperasi.

2. Rumusan Masalah 1. Apakah koperasi itu?

2. Apakah pengaruh sisa hasil usaha koperasi?

(5)

Tujuan dari penelitian ini adalah :

a. Untuk mengambarkan perkembangan koperasi di Indonesia,

b. Untuk mengetahui pengaruh sisa hasil usaha terhadap koperasi dan anggotanya, c. Untuk mengetahui kepuasan anggota koperasi.

4. Landasan Teori

a. Pengertian dan Fungsi Koperasi

Koperasi Indonesia menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum dengan melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip koperasi, sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Fungsi dan Peran Koperasi yang tertuang dalam UU No. 25 Tahun 1992 pasal 4yaitu : a. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada

khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya,

b. Berperanserta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat,

c. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya,

d. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

b. Volume Usaha

Volume Usaha adalah total nilai penjualan atau penerimaan dari barang dan jasa pada suatu periode atau tahun buku yang bersangkutan (Sitio,2001:141). Dengan demikian volume usaha koperasi adalah akumulasi nilai penerimaan barang dan jasa sejak awal tahun buku sampai dengan akhir tahun buku. Aktivitas ekonomi koperasi pada hakekatnya dapat dilihat dari besarnya volume usaha koperasi tersebut. Kegiatan atau usaha yang dilakukan oleh koperasi bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya terutama bagi anggota koperasi dan masyarakat pada umumnya.

c. Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi

(6)

Ditinjau dari aspek ekonomi manajerial, sisa hasil usaha koperasi adalah selisih dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (Total Revenue) dengan biaya-biaya atau biaya total (Total Cost) dalam satu tahun buku (Sitio, 2001: 87).

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa SHU adalah pendapatan yang diperoleh koperasi dikurangi dengan biaya-biaya serta kewajiban finansial lainnya. Setelah dikurangi dengan cadangan, SHU akan dibagikan kepada anggota sesuai dengan jasa yang diberikan masing-masing anggota koperasi.

Berdasarkan pasal 45 ayat (1) UU No. 25 Tahun 1992 formula SHU adalah sebagai berikut :

SHU = Pendapatan – (biaya + penyusutan + Kewajiban lain + Pajak)

Dengan demikian SHU tergantung pada dua hal, yaitu volume usaha yang dicapai dan biaya-biaya operasional yang dikeluarkan.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, maka akan ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi : a. Jumlah pendapatan koperasi lebih besar dari jumlah biaya-biaya koperasi sehingga

terdapat selisih yang disebut SHU positif. SHU positif berarti konstribusi anggota koperasi pada pendapatan koperasi melebihi kebutuhan akan biaya riil koperasi. Kelebihan tersebut dikembalikan oleh koperasi kepada para anggotanya hal ini sesuai dengan pasal 45 ayat 2 UU No. 25 Tahun 1992,

b. Jumlah pendapatan anggota koperasi lebih kecil dari pada jumlah biaya-biaya koperasi sehingga terdapat selisih yang disebut SHU negatif atau SHU minus. SHU negatif berarti konstribusi anggota koperasi terhadap pengeluaran untuk biaya koperasi lebih kecil dari pendapatan koperasi. Kekurangan konstribusi anggota tersebut ditutup dengan dana cadangan. Dana cadangan diperoleh dari penyisihan SHU yang digunakan untuk memupuk modal sendiri dan untuk menutup kerugian koperasi bila diperlukan sebagaimana tertuang dalam UU No. 25 tahun 1992 pasal 45 ayat 2,

c. Jumlah pendapatan koperasi sama dengan jumlah biaya-biaya koperasi sehingga terjadi SHU nihil atau berimbang. SHU nihil atau berimbang, dimana pengeluaran biaya dan pendapatan koperasi seimbang. Dalam hal ini koperasi harus memperbaiki kinerjanya agar dapat meningkatkan pendapatannya untuk memperoleh SHU positif. Koperasi harus bekerja dan melaksanakan kegiatannya secara efisien baik internal maupun alokasi sumber dayanya.

(7)

Kepuasan pelanggan menurut ahli

1. Menurut Kotler dan Armstrong (2001:9) : Kepuasan konsumen adalah sejauh mana anggapan kinerja produk memenuhi harapan pembeli. Bila kinerja produk lebih rendah ketimbang harapan pelanggan, maka pembelinya merasa puas atau amat gembira.

2. Menurut Zeithaml dan Bitner (2000:75) definisi kepuasan adalah Respon atau tanggapan konsumen mengenai pemenuhan kebutuhan. Kepuasan merupakan penilaian mengenai ciri atau keistimewaan prduk atau jasa, atau produk itu sendiri, yang menyediakan tingkat kesenangan konsumen berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi konsumen.

3. Menurut Pasuraman, Zeithami dan Berry (6) mengemukakan bahwa kepuasan pelanggan adalah perasaan pelanggan terhadap satu jenis pelayanan yang didapatkannya.

4. Menurut Umar (2002:42) kepuasan konsumen adalah tingkat perasaan konsumen setelah membandingkan antara apa yang dia diterima dan harapannya. Seorang pelanggan, jika merasa puas dengan nilai yang diberikan oleh produk atau jasa, sangat besar kemungkinannya menjadi pelanggan dalam waktu yang lama.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepuasan Pelanggan menurut ahli

Zeithmal dan Bitner (2003) mengemukakan bahwa kepuasan adalah konsep yang jauh lebih luas dari hanya sekedar penilaian kkualitas pelayanan, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainyang dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Kualitas pelayanan atau jasa, yaitu konsumen akan merasa puas apabila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau sesuai dengan yang diharapkan,

2. Kualitas produk, yaitu konsumen akan merasa puas apabila hasil mereka menunjukan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas,

3. Harga, yaitu produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang relatif murah akan memberikan nilai yang lebih tinggi kepada konsumen, 4. Faktor situasi, yaitu keadaan atau kondisi yang dialami oleh konsumen,

(8)

PEMBAHASAN

(9)

pendapatan jasa dengan biaya tersebut akan menghasilkan Sisa Hasil Usah (SHU) yang nantinya akan dikembalikan kepada anggota sebagai prestasi dari partisipasi anggota tersebut.

Pemberian SHU kepada anggota itu tidak hanya asal membagi saja, dasar pehitungan SHU untuk anggota itu berdasarkan besarnya jumlah simpanan dan jumlah jasa yang masuk ke koperasi. Sebagai contoh penulis memberikan perhitungan SHU kepada anggotanya.

Data keuangan periode 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut :

Pendapatan jasa anggota Rp 1.980.000.000 Pendapatan lain-lain dari non anggota Rp 20.000.000 +

Total pendapatan Rp 2.000.000.000

Biaya operasi dan administrasi umum Rp 980.000.000 -SHU sebelum pajak Rp 1.020.000.000

Pajak final atas pendapatan Rp 20.000.000 -SHU setelah pajak Rp 1.000.000.000

Ibu sinta dan ibu Ratna adalah anggota yang mempunyai partisipasi dalam koperasi sebagai berikut :

Ibu Sinta mempunyai simpanan sebesar Rp 8.000.000 dan akumulasi jasa yang masuk ke koperasi atas pinjamannya adalah Rp 6.000.000

Ibu Ratna mempunyai simpanan sebesar Rp 10.000.000 dan akumulasi jasa yang masuk ke koperasi atas pinjamannya adalah Rp 2.000.000

Total simpanan per 31 Desember 2014 adalah Rp 3.000.000.000

Total pendapatan jasa dari anggota per 31 Desember 2014 sebesar Rp 1.980.000.000 Prosentase pembagian SHU berdasarkan AD/ART koperasi tersebut adalah : Jasa Anggota 60% x Rp 1.000.000.000 = Rp 600.000.000

Cadangan 25% x Rp 1.000.000.000 = Rp 250.000.000 Dana Pengurus 5% x Rp 1.000.000.000 = Rp 50.000.000

Dana Karyawan 2% x Rp 1.000.000.000 = Rp 20.000.000

Dana Pendidikan 3% x Rp 1.000.000.000 = Rp 30.000.000 Dana Sosial 3% x Rp 1.000.000.000 = Rp 30.000.000

Dana Pembangunan 2% x Rp 1.000.000.000 = Rp 20.000.000

Dari Jasa anggota tersebut juga dibagi menurut jasa simpanan dan jasa pinjaman Jasa simpanan 40% x Rp 600.000.000 = Rp 240.000.000

(10)

Dari data tersebut diatas dapat diketahui besarnya SHU yang akan diperoleh oleh ibu Sinta dan ibu Ratna,

Ibu Sinta

Jasa SimpananRp 8.000.000 x Rp 240.000.000 = Rp 640.000 Rp 3.000.000.000

Jasa Pinjaman Rp 6.000.000 x Rp 360.000.000 = Rp 1.090.909 + Rp 1.980.000.000

Total SHU yang diperoleh Rp 1.730.909 Ibu Ratna

Jasa SimpananRp 10.000.000 x Rp 240.000.000 = Rp 800.000 Rp 3.000.000.000

Jasa Pinjaman Rp 2.000.000 x Rp 360.000.000 = Rp 363.636 + Rp 1.980.000.000

Total SHU yang diperoleh Rp 1.163.636

Dari uraian perhitungan pembagian SHU tersebut dapat disimpulkan bahwa partisipasi anggota menentukan jumlah SHU yang diterima.

Pengaruh SHU yang diperoleh anggota itu dapat menunjukan kepuasan tersendiri bagi para anggotanya karena :

a. Pembagian SHU berdasarkan besarnya simpanan dan jasa yang masuk ke koperasi, b. Simpanan mereka dapat membantu anggota lain yang memerlukan dana pinjaman,ini

merupakan suatu kepuasan tersendiri karena uang mereka aman dikelola oleh koperasi dan mendapatkan SHU di akhir tahunnya,

c. Bagi anggota peminjam juga merasa puas walaupun mereka setiap bulan membayar jasa atas pinjaman tetapi di akhir tahun mereka mendapat cashback dari pembayaran mereka hal ini mendorong anggota untuk lancar dalam membayar angsuran pinjaman mereka d. Harga yang ditawarkan koperasi juga bersaing dengan lembaga perbankan sehingga

(11)

KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN

(12)

SARAN

Implikasi dari hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa setiap koperasi diharapkan untuk selalu meningkatkan pelayanan terhadap anggota-anggotanya agar merasa puas dan dari kepuasan inilah peningkatan volume usaha akan meningkatkan perolehan SHU. Dengan demikian tujuan dari koperasi mensejaterakan anggotanya dapat terwujud.

A. DAFTAR PUSTAKA

Undang-undangRepublik Indonesia No.25 Tahun 1992 Hukum.unsrat.ac.id/uu/uu_25_92.htm

Adityolaksono26.blogspot.com

Muhammadsolihin8.blogspot.com/…/materi-bab-5-sisa-hasil-usaha-shu www.kajianpustaka.com

http://eprints.ums.ac.id/8046/2/B100060103.pdf

(13)
(14)

DISUSUN OLEH:

1. Ade Rahman

2. Agung Imam Solihin

3. Damayanti

4. DewiNurliana

5. M. LukmanFadillah

6. Sati’ah

7. WiwinWidayani

8. Mia M

9. MusyafaGilang R

10. Rita

11. Yuliawati

12. Yusuf H

13. HarisPrasetiawan

UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945

Jl. Perjuangan No. 17 Telp. (0231) 481945 Fax. (0231) 485435

Referensi

Dokumen terkait

Bekasi, Telusurnews.com – Perusahaan pembuang limbah PT Millenium Laundry yang berlokasi di Pangkalan 3, Narogong Kecamatan Rawalumbu di segel Pemerintah Kota

Setelah melakukan analisa sistem, perancangan sistem dan berakhir dengan pembuatan program yang sesungguhnya, maka hasil yang dicapai oleh penulis adalah dua buah

Frasa dan ayat pengaruh Arab terutama dalam kitab-kitab klasik Melayu seperti frasa ketahuilah olehmu, maka kemudian daripada itu, atau pada ayat.. sunat

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja, respon alat, faktor konversi besaran arus ke aktivitas dan ketidakpastian pengukuran dari Detektor Merlin Gerin pada

Pada penelitian ini dengan judul Penentuan Umur Simpan Ekstrak Antosianin Dari Ekstrak Kulit Melinjo Merah (Gnetum gnemon L) Pada Berbagai Suhu Simpan dapat di

Hasil analis menunjukan bahwa kelompok kontrol negatif memiliki perbedaan jumlah geliat yang bermakna

Berdasarkan justifikasi tersebut, muncul pertanyaan penelitian, “Bagaimana dampak aktivitas komersial terhadap penawaran harga pasar dan penetapan njop lahan di koridor

Dalam menganalisis data akan dijabarkan jumlah penanda fungsi dan media promosi yang tersebar di sepanjang koridor Jalan Wage Rudolf Supratman, Kota Denpasar beserta titik