• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan antar Agama Islam Katholik Kris

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Hubungan antar Agama Islam Katholik Kris"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia, negara kita tercinta yang terbentang dari Sabang hingga Merauke dibawah garis lintang katulistiwa dan pancasila sebagai dasar negara, dipenuhi keperbedaan akan bahasa dan budaya. Tidak sebatas itu, dalam beragamapun Indonesia kian memberikan warna pelangi dalam sejarah dunia. Melaui pancasila sebagai dasar negara yang dianggap mampu menyatukan lima agama besar dunia dan ditambah Konghuchu pada periode pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, menjadikan mana Indonesia disebut-sebut sebagai negara damai.

Keperbedaan iman yang diyakini, acap kali menghasilkan kontra bahkan tak jarang hingga berujung pada konflik yang berkepanjangan. Bagi mayoritas masyarakat awam berbeda bisa dianggap hal yang tabu dan tak layak diperbicarakan. Namun, dibalik itu perbedaan juga akan memperkaya budaya, dan itulah yang kini menghiasi Indonesia.

Namun, bukan hal tersebut diatas yang akan kita bahas dalam makalah ini. Melainkan unsur-unsur atau keimanan macam apa yang terkandung dalam berbagai agama, khususnya lima agama besar di dunia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu dan Budha). Sebagaimana telah kita ketahui, kelima agama tersebut telah mampu menjawab ribuan bahkan milyaran tantang zaman yang silih berganti mulai dari kelahirannya hingga saat ini.

B. Tujuan

1. Menjelaskan pengertian iman.

(2)

2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Iman

Iman (bahasa Arab:

نﺎﻤﯾﻻا

) secara etimologis berarti percaya. Perkataan iman (

نﺎﻤﯾا

) diambil dari kata kerja aamama (

ﻦﻣا

)-yukminu (

ﻦﻣﺆﯾ

) yang berarti percaya atau membenarkan.1 Secara mutlak orientasi pembahasan iman dititik

beratkan pada jiwa seseorang yang lazimnya di sebut qalbu atau hati. Hati merupakan pusat dari satu keyakinan. Kita tahu bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur pokok, yakni jazad dan rohani. Apabila keduanya pincang atau salah satu di antaranya kurang, maka secara mutlak tidak mungkin terbentuk makhluk yang bernama manusia.

Disisi lain dapat dikatakan bahwa iman adalah keyakinan yang kuat dan kepercayaan penuh terhadap suatu subjek, gagasan dan doktrin. Dengan kata lain, tidaklah sempurna iman seseorang kalau hanya menyakini dengan hati tanpa dibarengi dengan amal perbuatan.2 Keberdaan iman dalam ajaran agama merupakan tanda kepercayaan bagi pemeluknya. Setiap agama yang ada di dunia pastilah memiliki unsur-unsur keimanan yang terkandung didalamnya. Acapkali keimanan tersebut terwujudkan dalam suatu tindakan yang bisa disebut dengan ibadah.

B. Unsur-Unsur Keimanan dalam Agama Islam, Kristen, Hindu dan Budha

Sebagaimana dijelaskan diatas bahwa setiap agama yang di dunia pastilah memiliki unsur-unsur keimanan yang terkandung didalamnya. Berikut pemaparan iman yang terkandung atau yang diyakini dalam empat agama besar di dunia (Islam, Kristen, Hindu dan Budha):

1. Islam

Keimanan dalam Islam diawali dengan usaha-usaha memahami kejadian dan kondisi alam sehingga timbul dari sana pengetahuan akan adanya Yang Mengatur alam semesta ini, dari pengetahuan tersebut kemudian akal akan berusaha memahami esensi dari

1 http://Iman - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas/diakses pada: 22/10/2014/08:42 2 http://Keimanan dalam agama Islam - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia

(3)

3

pengetahuan yang didapatkan. Keimanan dalam ajaran Islam tidak sama dengan dogma atau persangkaan tapi harus melalui ilmu dan pemahaman.3

Implementasi dari sebuah keimanan seseorang adalah ia mampu berakhlak terpuji. Allah sangat menyukai hambanya yang mempunyai akhlak terpuji. Akhlak terpuji dalam Islam disebut sebagai akhlak mahmudah. Beberapa contoh akhlak terpuji antara lain adalah bersikap jujur, bertanggung jawab, amanah, baik hati, tawadhu, istiqomah dll. Adapun sebutan orang yang beriman adalah mu'min.4

Disamping itu, ada semacam tahap-tahap atau tingkatan dalam iman. Tahap-tahap ini berupa stratifikasi yang diukur berdasarkan letak keimanan tersebut, yakni:

a. Dibenarkan di dalam qalbu (keyakinan mendalam akan Kebenaran yang disampaikan).

b. Diikrarkan dengan lisan (menyebarkan kebenaran).

c. Diamalkan (merealisasikan iman dengan mengikuti contoh rasul).5

Adapaun macam atau jenis keimana yang harus dipercayai oleh mu’min ada enam adanya. Dimana keenam jenis tersebut diambil dari sebuah hadits yang acapkali dipanggil dengan nama hadits jibril. Yang mana pada kala itu memang malaikat Jibril datang sebagai sosok manusia dan mengajarkan agama Islam melalui dialog tanya jawab dengan Nabi Muhammad SAW.

....

ِﻪِﻠُﺳُرَو ِﻪِﺒُﺘُﻛَو ِﻪِﺘَﻜِﺋ َﻼَﻣَو ِﻪﱠﻠﻟﺎِﺑ َﻦِﻣْﺆُـﺗ ْنَأ َلﺎَﻗ ِنﺎَﳝِْﻹا ْﻦَﻋ ِﱐِْﱪْﺧَﺄَﻓ َلﺎَﻗ

ِﻩﱢﺮَﺷَو ِﻩِْﲑَﺧ ِرَﺪَﻘْﻟﺎِﺑ َﻦِﻣْﺆُـﺗَو ِﺮِﺧ ْﻵا ِمْﻮَـﻴْﻟاَو

...

Artinya: Kabarkanlah kepadaku tentang iman itu? ' Beliau menjawab: Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya,

(4)

4

kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk.6

Dari hadits tersebut dapat dipetik keenam keimanan tersebut adalah:

a. Iman kepada Allah b. Iman kepada malaikat

c. Iman kepada kiab-kitab Allah d. Iman kepada rasul-rasul Allah e. Iman kepada hari akhir

f. Iman kepada takdir baik buruk 2. Kristen

Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru. Umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias (utusan Allah) yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi Tuhan atau Tritunggal.7

1.1 Konsep Tritunggal8

6 Shahih Muslim no. 9

7 http:// Kekristenan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas0952/diakses pada:

22/10/09:52

(5)

5

Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus Kristus adalah pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (Injil Matius 16: 18-19). Kata Kristen sendiri memiliki arti pengikut Kristus atau pengikut Yesus.9

3. Hindu

Pokok-pokok keimanan dalam agama Hindu dibagi menjadi lima bagian yang disebut dengan Panca Sradha, yaitu:

a. Percaya adanya Tuhan (Brahman/Hyang Widhi) Tuhan Yang Maha Esa

Yang Maha Kuasa, yang tak terjangkau oleh pikiran, yang gaib dipanggil dengan berbagai nama sesuai dengan jangkauan pikiran. Namun Ia hanya satu, Tunggal adanya. Sebagaimana yang agama ini yakini yaitu:

1) Ekam eva adwityam Brahma (Tuhan hanya satu tidak ada yang kedua).

2) Eko Narayanad na dityo ‘sti kascit (Hanya satu Tuhan sama sekali tidak ada duanya).

3) Bhineka Tunggal Ika, tan hana Dharma mangrwa (Berbeda-beda tetapi satu tidak ada Dharma yang kedua).

Karena Tuhan tidak terjangkau oleh pikiran, maka orang

membayangkan bermacam-macam sesuai dengan

kemampuannya. Tuhan yang tunggal (Esa) itu dipanggilnya dengan banyak nama sesuai dengan fungsinya. Ia dipanggil Brahma sebagai pencipta, Wisnu sebagai pemelihara dan Shiwa sebagai perusak.

b. Percaya adanya Atma

Atman adalah percikan kecil dari Paramatman (Hyang Widhi/ Brahman). Atman di dalam badan manusia disebut

9 http:// Kekristenan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas0952/diakses pada:

(6)

6

Jiwatman, yang menyebabkan manusia itu hidup. Atman dengan badan adalah laksana kusir dengan kereta. Kusir adalah Atman yang mengemudikan dan kereta adalah badan. Demikian Atman itu menghidupi sarwa prani (makhluk) di alam semesta ini Angusthamatrah Purusa ntaratman Sada Jananam hrdaya samnivish thah Hrada mnisi manasbhiklrto Yaetad, viduramrtaste bhavanti. Ia adalah jiwa yang paling sempurna (Purusa), Ia adalah yang paling kecil, yang menguasai pengetahuan, yang bersembunyi dalam hati dan pikiran, mereka yang mengetahuinya menjadi abadi.

c. Percaya adanya Hukum Karma Phala

Di dalam Weda disebutkan Karma phala ngaran ika palaning gawe hala ayu artinya karma phala adalah akibat phala dari baik buruk suatu perbuatan atau karma. Karma phala dapat digolongkan menjadi tiga macam sesuai dengan saat dan kesempatan dalam menerima hasilnya, yaitu:

1) Sancita Karma Phala : hasil perbuatan kita dalam kehidupan terdahulu yang belum habis dinikmati dan masih merupakan benih yang menentukan kehidupan kita sekarang.

2) Prarabda Karma Phala: hasil perbuatan kita pada kehidupan saat ini tanpa ada sisanya lagi.

3) Kriyamana Karma Phala: hasil perbuatan yang tidak sempat dinikmati pada saat berbuat, sehingga harus diterima pada kehidupan yang akan datang.

d. Percaya adanya Punarbhawa/ Reinkarnasi/ Samsara

(7)

7

e. Percaya Adanya Moksa

Sebagaimana tujuan agama Hindu yang tersurat di dalam Weda, yakni Moksartham jagadhitaya ca iti dharma, maka moksa merupakan tujuan yang tertinggi. Moksa adalah kebebasan dari keterikatan benda-benda yang bersifat duniawi dan terlepasnya Atman dari pengaruh maya serta bersatu kembali dengan sumber-Nya, yaitu Brahman (Hyang Widhi) dan mencapai kebenaran tertinggi, mengalami kesadaran dan kebahagiaan yang kekal abadi yang disebut Sat Cit Ananda.10

4. Budha

Ketahuilah para bhikkhu bahwa ada sesuatu Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak. Duhai para Bhikkhu, apabila tidak ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Diciptakan, Yang Mutlak, maka tidak akan mungkin kita dapat bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu. Tetapi para bhikkhu, karena ada Yang Tidak Dilahirkan, Yang Tidak Menjelma, Yang Tidak Tercipta, Yang Mutlak, maka ada kemungkinan untuk bebas dari kelahiran, penjelmaan, pembentukan, pemunculan dari sebab yang lalu.11

Ungkapan ini adalah pernyataan dari Buddha yang terdapat dalam Sutta Pitaka, Udana VIII : 3, yang merupakan konsep ”Pemilik dan Penguasa Tunggal Alam semesta ini”. Dalam agama Buddha yang berbahasa pali adalah Atthi Ajatang Abhutang Akatang Asamkhatang yang artinya “Suatu Yang Tidak Dilahirkan, Tidak Dijelmakan, Tidak Diciptakan dan Yang Mutlak”.12

Adapun pokok-pokok ajaran Budha ada enam, yaitu: a. Tri Ratna (tiga mustika/mutiara)

b. Tilakkhana (tiga corak umum), meliputi:

1) Sabbhe Sankhara Annicca (segala sesuatu yang berbentuk dan bersyarat tidak akan kekal)

10 Power point, Muhammad Jazeri, Sejarah Agama-Agama

11

http://ahmadsamantho.wordpress.com/2011/10/07/dasar-keimanan-agama-agama-sangkan-paraning-dumadi/diakses pada: 21/10/2014/9:50

(8)

8

2) Sabbe Sankhara Dukkha (segala sesuatu yang berbentuk dan bersyarat tidak akan kekal)

3) Sabbe Sankhara Anatta (segala sesuatu yang berbentuk dan bersyarat tidak akan kekal)

c. Cattari Arya Saccani (Empat Kasunyatan mulia), meliputi: 1) Kasunyatan Mulia tentang Dukkha (kelahiran, usia tua,

dan kematian adalah dukkha; kesakitan, keluh-kesah, ratap-tangis, kesedihan dan putus asa adalah dukkha; berpisah dengan yang dicintai, berkumpul dengan yang tidak disukai dan tidak memperoleh apa yang diinginkan adalah dukkha.

2) Kesunyatan Mulia tentang sebab dukkha (tanha).

3) Kesunyatan Mulia tentang Lenyapnya Dukkha (padamnya nafsu).

4) Kesunyatan Mulia tentang Jalan Menuju Lenyapnya Dukkha (8 jalan tengah).

d. Kamma dan Punabbhava (hukum karma dan tumimba lahir). e. Paticca Samupadha (hukum sebab-musabab yang saling

bergantungan).

f. Nibbana (kebahagiaan tertinggi).13

(9)

9

BAB III KESIMPULAN

Iman yang berarti percaya atau meyakini, secara mutlak berorientasi pada qalbu atau hati. Yang mana hati merupakan pusat keyakinan. Semua agama yang ada di dunia ini tidak hadir dengan tangan kosong, maksudnya tiap-tiap agama tersebut pastilah membawa risalh kebaikan bagi pemeluknya. Sebagaimana dengan iman, keimanan dalam tiap-tiap agama memang berbeda dalam tampilan ataupun tafsiran, namun acapkali sama dalam tujuan.

Macam-macam keimanan dalan empat agama besar di dunia, antara lain: 1. Islam

Ajaran Islam meyakini atau mengimani enam hal yang bisa disebut dengan nama Rukun Iman, yakni:

a. Iman kepada Allah. b. Iman kepada malaikat.

c. Iman kepada kitab-kitab Allah. d. Iman kepada rasul-rasul Allah. e. Iman kepada hari akhir.

f. Iman kepada takdir baik dan buruk. 2. Kristen

Dalam agama Kristen meyakini Tritunggal yang meliputi: a. God is the father.

b. God is the son.

c. God is the holly spirit. 3. Hindu

Keimana dalam hindu disebut dengan Panca Sradha, yakni: a. Percaya adanya Tuhan (Brahman Hyang Whidhi) b. Percaya adanya Atma.

c. Percaya adanya Karma Phala.

d. Percaya adanya Punarbhawa/reinkarnasi/samsara. e. Percaya adanya moksa.

4. Budha

(10)

10

b. Tilakkhana (tiga corak umum).

c. Cattari Arya Saccani (Empat Kasunyatan mulia).

d. Kamma dan Punabbhava (hukum karma dan tumimba lahir).

(11)

11

DAFTAR PUSTAKA

http:// Kekristenan - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas0952/diakses pada: 22/10/09:52

http://aahmadsamantho.wordpress.com/dasar-keimanan-agama-agama-sangkan-paraning-dumadi/diakses pada: 21/10/2014/9:50

http://Iman - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas/diakses pada: 22/10/2014/08:42

http://Keimanan dalam agama Islam - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas0951/diakses pada: 22/10/2014/09:51

Referensi

Dokumen terkait

Mungkin memang benar apabila matahari memancar, langit biru , tetapi kita tentu tidak mau kesimpulan ini bahwa kebiruan langit merupakan syarat tunggal yang menjamin kebenaran

Mungkin memang benar apabila matahari memancar, langit biru , tetapi kita tentu tidak mau kesimpulan ini bahwa kebiruan langit merupakan syarat tunggal yang menjamin kebenaran

sifat Islam di Timur Tengah yang dikatakan lebih bersifat sejati dan murni yang perlu dipelajari dan dicontohi secara mutlak (Azyumardi Azra, 1999, h. Atas dasar ini,

Iman tidak cukup disimpan didalam hati. Iman harus dilahirkan dalam bentuk perbuatan yang nyata dan dalam bentuk amal sholeh atau perilaku yang baik. Disamping itu, pengertian

Inilah empat rukun beriman kepada qada dan qadar yang harus diyakini setiap muslim. Maka, apabila salah satu di antara empat rukun ini diabaikan atau didustakan, niscaya kita tidak

Apabila kita memahami Islam secara komprehensif, maka kita akan menemukan wajah Islam yang sejuk, damai, toleran, dan kasih sayang. Nabi Muhammad s.a.w. sebagai tokoh sentral

Untuk itulah apabila kita menginginkan anak-anak kita beraqidah/berkeyakinan kuat dalam sanubarinya, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad SAW

Dalil aqli, jika kita meminta bantuan kepada orang lain, itu bisa berarti bahwa kita lemah, kita tidak menguasai hal yang kita mintakan pertolongan kepada orang lain. Jika Allah