HIRARKI TUJUAN PEMBELAJARAN SEBAGAI PERANGKAT CAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK
Riva Ayuningtyas (1504257) PGSD FIP UPI
Tujuan pembelajaran merupakan suatu target yang ingin dicapai oleh kegiatan pembelajaran. Tujuan pembelajaran ini merupakan perantara dalam mencapai tujuan pendidikan dan tujuan pembangunan nasional. Tujuan pembelajaran berakumulasi dan bersinergi dari umum ke khusus (Global ke spesifik).
Menurut Henry Ellington (1984) menjelaskan bahwa tujuan instruksional adalah suatu pernyataan yang jelas menunjukkan penampilan/keterampilan yang diharapkan sebagai hasil dari proses belajar. Tujuan instruksional/tujuan pembelajaran umum merupakan tujuan pembelajaran yang sifatnya masih umum dan belum menggambarkan tingkah laku yang spesifik. Tujuan umum ini dapat dilihat dari tujuan setiap pokok bahasan suatu bidang studi yang ada di dalam GBPP. Penjabaran dari tujuan instruksional umum disebut dengan tujuan instruksional khusus, yakni merupakan tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh guru sehingga dapat diukur ketercapaiannya.
Karakteristik pembelajaran pada setiap satuan pendidikan terkait erat pada standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi. Standar Kompetensi Lulusan memberikan kerangka konseptual tentang sasaran pembelajaran yang harus dicapai (Indikator Capaian Kompetensi). Standar Isi memberikan kerangka konseptual tentang kegiatan belajar dan pembelajaran yang diturunkan dari tingkat kompetensi dan ruang lingkup materi (Kompetensi Dasar). Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Berdasarkan teori taksonomi tersebut capaian pembelajaran dapat dikelompokkan dalam tiga ranah yakni: ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan ketiga ranah tersebut secara utuh/holistik, artinya pengembangan ranah yang satu tidak bisa dipisahkan dengan ranah lainnya. Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Daftar Pustaka:
UU No. 20 Tahun 2003. [Online] diakses dari sindikker.dikti.go.id/dok/UU/UU20-2003-Sisdiknas.pdf
Fathoni, T. & Riyana, C. (2009). Komponen – Komponen Pembelajaran. [Online]. Diakses dari file.upi.edu/Direktori/FIP/.../Komponen_Pembelajaran.pdf