Distribusi dan Karakterisasi Populasi Sintrong (Crassocephalum crepidioides. Benth) Gulma Resisten Parakuat pada Lahan Tanaman Jagung (Zea Mays) di Kabupaten Dairi
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Herbisida atrazin dan mesotrion pada dosis (500+50) g/ha hingga (1500+150) g/ha dapat mengendalikan pertumbuhan gulma total, gulma
Sedangkan aplikasi parakuat berpengaruh nyata terhadap jumlah gulma bertahan hidup dan bobot kering pada populasi sensitif-parakuat tetapi berpengauh tidak nyata terhadap bobot
Sedangkan aplikasi parakuat berpengaruh nyata terhadap jumlah gulma bertahan hidup dan bobot kering pada populasi sensitif-parakuat tetapi berpengauh tidak nyata terhadap bobot
menunjukan pada 3 MSA seluruh perlakuan herbisida atrazin mampu memberikan penekanan hingga 100% hal ini karena pada 3 MSA pada keseluruhan petak percobaan, gulma
Dosis herbisida Mesotrion yang efektif dalam mengendalikan gulma adalah 480 g.ha-1 sedangkan herbisida Atrazin adalah 570 g.ha-1 dan pemberian kedua jenis herbisida menunjukkan
Sedangkan aplikasi parakuat berpengaruh nyata terhadap jumlah gulma bertahan hidup dan bobot kering pada populasi sensitif-parakuat tetapi berpengauh tidak nyata terhadap bobot
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas berbagai dosis herbisida campuran Topramezon dan Atrazin dalam mengendalikan gulma terhadap gulma dan
Campuran herbisida Atrazin + Nicosulfuron dosis 1.5 – 3.0 l/ha efektif mengendalikan gulma daun lebar seperti Richardia brasiliensis dan Synedrella nodiflora, gulma rumput