• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hubungan Kadar Hepcidin dan Soluble Transferrin Receptor (sTfR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Hubungan Kadar Hepcidin dan Soluble Transferrin Receptor (sTfR)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN KADAR HEPCIDIN DAN

SOLUBLE TRANSFERRIN RESEPTOR

(sTfR) PADA

β

-THALASSEMIA TRAIT

TESIS

ANITAWATI

NIM. 117111015

PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK - SPESIALIS

PATOLOGI KLINIK

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA / RSUP-H. ADAM MALIK

MEDAN

(2)

HUBUNGAN KADAR

HEPCIDIN

DAN

SOLUBLE

TRANSFERRIN RESEPTOR (sTfR)

PADA

β

-THALASSEMIA TRAIT

TESIS

Untuk memperoleh gelar Megister Kedokteran Klinik

di Bidang Patologi Klinik / M. Ked ( Clin. Path)

pada Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

ANITAWATI

NIM. 117111015

PROGRAM MAGISTER KEDOKTERAN KLINIK - SPESIALIS

PATOLOGI KLINIK

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA / RSUP-H. ADAM MALIK

MEDAN

(3)

Judul Penelitian : Hubungan Kadar Hepcidin dan Soluble Transferrin Receptor (sTfR)

padaβ-thalassemiatrait

Nama Mahasiswi : dr. Anitawati

Nomor Induk Mahasiswi : 11711015

Program Megister : Megister Kedokteran Klinik

Konsentrasi : Patologi Klinik Menyetujui Komisi Pembimbing :

Pembimbing I

Prof. dr. Adi Koesoema Aman, SpPK-KH

Pembimbing II

Prof.DR.dr. Ratna Akbari Ganie,SpPK-KH

Disahkan oleh :

Ketua Departemen Patologi Klinik Ketua Program Studi Departemen Patologi Klinik

FK-USU/RSUP H.Adam Malik Medan FK-USU/RSUP H.Adam Malik Medan

Prof. dr. Adi Koesoema Aman, SpPK-KHProf.DR.dr. Ratna Akbari Ganie,SpPK-KH NIP.19491011 1979 01 1 001 NIP. 19480711 1979 03 2 001

(4)

DAFTAR ISI

Lembar Persetujuan Pembimbing ……….…...i

Daftar ...ii

BAB I . PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang...1

1.2. Rumusan Masalah...4

1.3. Hipotesa Penelitian ………..……….. ……...4

1.4. TujuanPenelitian...5

1.4.1. Tujuan Umum...5

1.4.2. Tujuan Khusus...5

1.5. Manfaat Penelitian.……...………...………...5

BAB II . TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Thalassemia 2.1.1. Definisi...6

2.1.2. Struktur dan Sintesis Hemoglobin...6

2.1.2.1. Eritropoiesis di sumsum tulang………...9

(5)

2.1.3.1. Thalassemia-α

2.2.1. Struktur dan Sintesis hepcidin………...21

2.2.2. Hepcidin dan metabolism besi...…..………..21

2.3. sTfR …………...………..24

2.4. Diagnosis Thalassemia…..………26

2.5. Kerangka Konsep ………....………29

BAB III. METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian ...30

3.2. Tempat dan Waktu Penelitian ...30

3.3. Populasi dan Subjek Penelitian ...30

3.4. Cara Pengambilan Sampel Penelitian………...31

3.3.1. Populasi Penelitia 3.3.2. Subjek Penelitian 3.4.1. Rumus Besar Sampel 3.5.VariabelPenelitian...33

3.5.1. Variabel Bebas 3.5.2. Variabel Terikat 3.6.Ethical Clearance dan Informed Consent……..………...…...33

3.7.Analisa Data ...33

3.8.Bahan dan Cara Kerja ………...34

(6)

3.10.BatasanDefinisi Operasional ...43

3.11.Kerangka Kerja ...44

BAB IV. HASIL PENELITIAN 4.1. Karakteristik Subjek Penelitian………….………..….45

4.2. Hasil Pemeriksaan Laboratorium Skrining Thalassemia……...46

4.3. Hubungan antara kadar hepcidin dan kadar sTfR pada β-thalassemiatrait………....……..46

BAB V.PEMBAHASAN………...………...…...48

BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN …………..………..…...51

DAFTARUSTAKA...52

(7)

Daftar Tabel

Tabel.3.1. Kontrol kualitas Pemeriksaan Hematologi XN-1000-1-A

Tabel 4.1. Karakteristik subjek berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur

Tabel 4.2. Hasil Pemeriksaan Indeks Eritrosit Penderita

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Molekul Hemoglobin dan Rantai Globin

Gambar 2.2. Struktur Normal dan regulasipada gen globin manusia

Gambar 2.3. Sintesa rantai globin

Gambar 2.4. Skema penurunan gen β-Thalassemia

Gambar 2.5. Distribusi dan frekuensi (%) β-Thalassemia trait di Indonesia Gambar 2.6. Patofisiologi

Gambar 2.7. Mekanisme terjadi iron-overload pada NTDT

Gambar 3.1. Grafik kalibrasi hepcidin

Gambar 3.2. Grafik kalibrasi sTfR

Gambar 3.3. Skema Prosedur Kerja

(9)

DAFTAR SINGKATAN

CZE : Zona Capiler Elektroforesis

EDTA : Ethylene Diamine Tetra Acetate Hb : hemoglobin

HPLC : high performance liquid chromathography kDa : kilo dalton

MCV : mean corpuscular volume

MCH : mean corpuscular hemoglobin MPV : mean platelet volume

RBC : red blood cell

(10)

SPSS : statistical package for sicial sciences

TI : thalassemia intermedia

WHO : world health organization

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Lembar Penjelasan Kepada Calon Subjek Penelitian

Lampiran 2. Formulir Persetujuan Setelah Penjelasan Lampiran 3. Status Pasien

Lampiran 4. Surat Persetujuan Komisi Etik

(12)

HUBUNGAN ANTARA KADAR HEPCIDIN DAN KADAR SOLUBLE

TRANSFERRIN RECEPTOR PADA � − ����������� �����

Anitawati, Adi Koesoema Aman , Ratna Akbari Ganie

Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran USU/ RSUP.H.Adam Malik Medan

ABSTRAK

Latar belakang:

Tujuan: Mengetahui hubungan antara kadarhepcidin dan kadar sTfR

pada penderita β-thalassemia trait

Hepcidin mempunyai peran penting dalam regulasi dan mengatur metabolisme besi. Pada panderita β-thalassemia trait kadar hepcidin menurun.Soluble transferrin receptor(sTfR) merupakan parameter eritropoiesis inefektif yang lebih akurat.

Metode dan cara: Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan

rancangan penelitian potong lintang, yang dilakukan pada 28 penderita β -thalassemia trait yang datang memeriksakan darah ke Departemen Patologi Klinik RSUP-Haji Adam Malik Medan pada bulan Maret 2016 – Mei 2016. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan Darah Lengkap, Hb Elektroforesis, kadar hepcidin dan sTfR.

Hasil Penelitian: Terdapat hubungan hepcidin dan sTfR pada penderita

β-thalassemia trait dengan (r = 0,613). Hasil uji statistik di dapatkan korelasi yang signifikan antara hepcidin dan sTfR ( p = 0,001).

Kesimpulan: Pada penelitian ini terdapat hubungan positif kuat antara

kadarhepcidin dan sTfRpada penderita β-thalassemia trait.

(13)

CORRELATION BETWEEN HEPCIDIN LEVEL AND SOLUBLE

TRANSFERRIN RECEPTOR IN � − ����������� �����

Anitawati, Adi Koesoema Aman , Ratna Akbari Ganie

Clinical Pathology Department, Faculty of Medicine Universitas Sumatera Utara/RSUP.H.Adam Malik Medan

ABSTRACT

Background:

Objective: to find out correlation between Hepcidin and sTfR in β

-thalassemia trait patient

Hepcidin plays important role in regulating ferrum circulation and ferrum toxicity in thalassemia patient. Soluble transferrin receptor(sTfR) is an ineffective eritropoetic measurement parameter which is more accurate .

Methods: This is a cross sectional study which conducted on 28 patient

withβ-thalassemia trait who consulting in RSUP Haji Adam Malik Medan in March-May 2016. Analysis included full blood count, electrophoresis Hb, Hepcidin,andsTfR serum.

Results : There was correlation between Hepcidin and sTfR serum level

in β-thalassemia trait patient, this study showed strong correlation (r= 0,613). Statistical analysis found significant correlation between Hepcidin

and sTfR level ( p = 0,001).

Conclusion:This study showed strong correlation between Hepcidin and

sTfR level in β-thalassemia traitpatient.

Referensi

Dokumen terkait

Dilakukan pengumpulan data penderita fibrosarkoma tahun 2008 – 2012 dari rekam medik Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran USU dan RSUP Haji Adam Malik

Dilakukan pengumpulan data penderita fibrosarkoma tahun 2008 – 2012 dari rekam medik Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran USU dan RSUP Haji Adam Malik

Dilakukan pengumpulan data penderita fibrosarkoma tahun 2008 – 2012 dari rekam medik Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran USU dan RSUP Haji Adam Malik

Untuk mengetahui ekspresi p53 mutan dalam menentukan derajat differensiasi dan prognosa adenokarsinoma kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Haji Adam

Fakultas Kedokteran USU dan RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2011-2013. Untuk mengetahui jumlah kasus tumor nasofaring di

Metode : Studi potong lintang dengan total 64 subjek penderita migren dan CTTH di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan dan jejaring.sesuai dengan

Untuk mengetahui ekspresi p53 mutan dalam menentukan derajat differensiasi dan prognosa adenokarsinoma kolorektal di Laboratorium Patologi Anatomi RSUP Haji Adam

Metode dan cara penelitian :Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat analitik observasional dengan pendekatan potong lintang,dilakukan di Departemen Patologi Klinik