• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOLOID KIMIA KELAS 11

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KOLOID KIMIA KELAS 11"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Sistem Dispersi Berdasarkan

Ukurannya

Kestabilan (jika

didiamkan)

Mudah terpisah (mengendap)

Sukar terpisah (relatif stabil)

Tidak terpisah (sangat stabil)

Cara

pemisahan (penyaringan)Filtrasi Tidak dapat disaring Tidak dapat disaring

Dipersi Molekuler

(larutan) Dispersi halus

(koloid) Disperi kasar

(suspensi)

(5)
(6)
(7)

Sifat-Sifat

Koloid

optik

efek Tyndal gerak Brown.

kelistrikan

Koagulasi

Elektroforesis dialisis

gejala

permukaan

Adsorbsi

Sifat yang lain

Opalesensi Koligatif yang

(8)

Efek Tyndall

Peristiwa partikel koloid dapat

menghamburkan cahaya.

Penyebab : ukuran partikel koloid agak

besar (dibanding larutan)

(9)

efek tyndall

dalam

kehidupan

sehari-hari

1. sorot lampu pada

malam yang berkabut 2. sorot lampu proyektor

dalam gedung bioskop yang berasap/berdebu 3. dan berkas sinar

matagari melalui celah daun pohon-pohon

(10)

Gerak Brown

Partikel koloid

senantiasa

bergerak secara

acak dan patah

patah di bawah

mikroskop ultra

Penyebab : adanya

tolak menolak

muatan dan

(11)

Gerak Brown

Partikel koloid

senantiasa

bergerak secara

acak dan patah

patah di bawah

mikroskop ultra

Penyebab : adanya

tolak menolak

muatan dan

(12)

Elektro

foresis

gerakan

partikel koloid

di bawah

pengaruh

medan listrik.

+

Sumber listrik Ion negatif Ion positif

(13)

penyerapan terhadap partikel atau

ion atau senyawa yang lain sehingga

partikel koloid bermuatan.

Contoh :

Koloid Fe(OH)

3

bermuatan positif

karena permukaannya menyerap ion

H

+

.

Adsorpsi

(14)

Koagulas

i

penggumpalan

partikel koloid

sehingga

membentuk

endapan karena

(15)

Beberapa contoh koagulasi dalam kehidupan sehari-hari dan industri :

1. Pembentukan delta di muara sungai

2. Karet dalam lateks dengan menambahkan asam format

3. Lumpur koloidal dalam air sungai dapat digumpalkan dengan menambahkan tawas

4. Asap dan debu dari pabrik dapat digumpalkan dengan alat koagulasi listrik dari Cottrel

+

-+

Zat padat yang diendapkan

Gas-gas bebas asap

(16)

Koloid liofil & koloid liofob

Koloid yang memiliki medium

dispersi cair dibedakan atas koloid

liofil dan koloid liofob.

koloid liofil : koloid yang gaya tarik menariknya cukup besar antara zat terdispersi dengan mediumnya.

Koloid liofob : koloid yang gaya tarik menariknya tersebut tidak ada atau sangat lemah.

koloid hdrofil

koloid hidrofob.

Jika

mediumdisper si yang dipakai

(17)

Perbandingan Sifat Sol Hidrofil dengan Sol Hidrofob

Sol Hidrofil

Sol Hidrofob

Mengadsorbsi mediumnya

Tidak mengadsorbsi mediumnya

Dapat dibuat

dengan konsentrasi yang relatif besar

Tidak mudah digumpalkan

dengan

penambahan elektrolit

Viskositas lebih besar daripada

mediumnya

Bersifat reversible

Efek tyndall lemah

Hanya stabil pada konsentrasi kecil

Mudah menggumpal pada penambahan

elktrolit

Viskositas hampir sama dengan

mediumnya Tidak reversible

(18)

PEMBU

ATAN

KOLOI

D

kondensasi

(19)

Cara Dispersi

Memperkecil partikel -> partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid.

a.Cara Mekanik

Penghalusan dengan menggunakan gilingan koloid

Contoh : campuran semen dengan air dan pembuatan bahan cat

b. Cara Peptisasi

Penambahan zat ketiga dalam suatu presipitat/endapan

contoh : Endapan AgCl + larutan NH3 akan menjadi koloid, Agar-agar dipeptisasi dg air

c.Cara Busur Bredig (Membuat sol logam)

(20)

Cara Dispersi

Memperkecil partikel -> partikel kasar

dipecah menjadi partikel koloid.

Homogenisasi

Pembuatan susu kental manis

bebas kasein

(21)

Cara Kondensasi

Pembentukan partikel-partikel koloid dari larutan

a. Reaksi Redoks

reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi

Contoh : Pembuatan sol belerang yaitu dengan mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2.

(22)

Cara Kondensasi

Pembentukan partikel-partikel koloid dari larutan

b. Hidrolisis

reaksi suatu zat dengan air.

Contoh : Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3 akan terbentuk sol Fe(OH)3.

(23)

Cara Kondensasi

Pembentukan partikel-partikel koloid dari larutan

c.Dekomposisi Rangkap

Contoh : Sol As

2

S

3

dapat dibuat dari

reaksi antara larutan H

3

AsO

3

dengan

larutan H

2

S.

2H

3

AsO

3(aq)

+ 3H

2

S

(aq)

As

2

S

3

(koloid) + 6H

2

O

(l)

d.

Pergantian Pelarut

(24)

Pemisahan dan Pemurnian

Koloid

1

. Dialisis Pemurnian koloid dari bahan pengotornya (ion-ion dengan menggunakan selaput

semipermiabel) 2

. elektrodialisis Proses dialisis yang dipercepat dengan menggunakan arus listrik searah

3

. ultrafiltrasi Pemurnian koloid dengan menggunakan tekanan udara agar medium melewati selaput berpori 4

. . elektrofore sis

(25)

Beberapa Koloid yang

penting

AEROSOL

Sistem koloid dari partikel padat atau cair

yang terdispersi dalam gas.

(26)

Beberapa Koloid yang

penting

EMULSI

Syarat kedua jenis zat cair itu tidak saling

melarutkan. Emulsi dapat digolongkan ke

dalam 2 bagian, yaitu emulsi minyak

dalam air (M/A) atau emulsi air dalam

minyak (A/M).

CONTOH M/A : santan, susu, lateks,

minyak ikan

(27)

SOL

Sistem koloid dari partikel padat yang terdipersi dalam zat cair

CONTOH SOL : air sungai (sungai dari

lempung dalam air), sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis, dan

cat.

Beberapa Koloid yang

penting

GEL

Koloid yang

setengah kaku

(28)

Beberapa Koloid yang

penting

Koloid Asosiasi

Molekul sabun atau detergen terdiri atas bagian

yang polar (kepala) dan bagian yang nonpolar (ekor).

Daya pengemulsi dari sabun dan detergen disebabkan gugus nonpolar

dari sabun akan menarik partikel kotoran (lemak) dari bahan cucian kemudian mendispersikannya ke dalam air.

kai n

kotora n

(a) Kotoran atau bercak lemak pada bahan cucian

(b) Molekul sabun menarik kotoran dengan gugus nonpolarnya

(c) Kotoran mulai terangkat

(29)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

(A) Adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid (B) Adsorpsi elektron oleh partikel koloid (C) Partikel koloid mengalami ionisasi (D) Pelepasan elektron oleh paartikel koloid (E)

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat dua zat atau lebih partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi atau atau lebih

Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih dimana partikel-  partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi) tersebar merata dalam

Buih sabun atau detergen merupakan jenis koloid dengan fase terdispersi gas dalam medium pendispersi cair sehingga disebut buih. Limbah akibat detergen sulit diuraikan

Koloid merupakan sistem dispersi yang terdiri dari partikel-partikel kecil dari suatu zat yang disebut fase terdispersi dalam fase lainnya yang disebut medium pendispersi.. Baik

i. &azimnya, istilah sol digunakan untuk menyatakan sistem koloid yang terbentuk dari fase terdispersi berupa zat padat di dalam medium pendispersi berupa zat 'air

Kestabilan koloid dapat disebabkan oleh: adanya muatan listrik pada permukaan partikel koloid dan adanya fase terdispersi yang afinitasnya lebih tinggi daripada medium

Sol gas atau biasa disebut aerosol padat adalah jenis koloid dengan zat fase padat terdispersi dalam zat fase gas. Contoh: asap dan debu. Berdasarkan sifat