1G / SRI MULYANI/ 14311125
2014
A. Pengertian Puasa
Puasa secara etimologi atau bahasa adalah menahan, sedangkan menurut istilah adalah menahan hawa nafsu dari yang membatalkan puasa dari terbit fajar (imsak) sampai terbenamnya matahari(magrib).
B. Wajib Bagi yang Beriman
Manusia sejak di ciptakan mempunyai dua potensi yaitu : 1. Potensi taqwa (baik)
2. Potensi fujur(jahat)
Dalam hal tersebut manusia bebas mengembangkan dua potensi tersebut, jika ia memilih mengembangkan potensi taqwa, maka kalbu dan akal sehat akan sangat berperan dalam menerima bisikan dan ajakan malaikat kealam kebaikan, maka dia berada pada posisi “akhsannu taqwim” (sebaik- baiknya kejadian)1 dan dia pasti akan bahagia2,
sebaliknya kalau dia membiarkan potensi jahatnya meluncur, maka hawa nafsu akan menguasai gerak hidupnya dan terus menerus akan di bujuk setan yang terus menyeret manusia kejalan keburukan, maka diapun berada pada posisi “asfala safilin” (serendah-rendahnya yang paling rendah)3 dan pasti akan celaka4, hanya manusia yang berimanlah
yang mengakui kebenaran informasi tersebut. Maka hanya yang beriman pulalah yang dapat menjalaninya, karena itu kewajiban puasa hanya ditunjukkan kepada mereka.
Dengan demikian, maka untuk mencapai kebahagiaannya manusia beriman berhadapan pada dua tantangan yaitu, tantangan dari dalam berupa hawa nafsu dan dari luar yang berupa ajakan dan godaan setan, tentu saja keduanya harus diatasi, hawa nafsu harus dikendalikan dan setan harus ditahan, maka untuk itu manusia yang beriman wajib puasa.
1 QS. AT-Tin : 4 2 QS. ASY-Syams : 9 3 QS. AT-Tin :5 4 QS. ASY-Syams : 10
IBADAH
1G / SRI MULYANI/ 14311125
2014
Media hawa nafsu adalah perut, yang berupa nafsu makan dan minum bahwa perut berupa nafsu setan, maka ketika puasa makan dan minum yang semula halal ketika puasa harus di tahan. Demikian juga hubungan sex suami istri yang semula halal begitu puasa maka harus ditahan sampai datangnya malam hari5. Diluar puasa agama
mengizinkan membalas kejahatan pihak lain asal persis sama6, namun ketoka puasa jika
dimaki orang maka kita harus berkata ” maaf saya sedang puasa” hal-hal tersebut itulahperan hawa nafsudan setan yang harus di kendalikan dalam puasa.
C. Sasaran Puasa
Sasaran atau target puasa adalah sebagai mana difirmankan Allad dalam Alquranyaitu agar manusia bertaqwa7.Taqwa secara bahasa artinya terpelihara diri dari
kehinaan dinia da azab akhirat dengan cara melaksankan segala perintah Allah dan menjaui segala larangannya, samata karena Allah. Dengan demikian, jika puasa dalam pelaksanaannya menahan setan dan mengendalikan hawa nafsu itu dalm rangka mencapai sasaan taqwa, karena hanya dengan keduanya itu taqwa dapat diwujudkan. Demikian sebaliknya, jika hawa nafsu diperturutkan maka manusia akan binasa bahkan langit, bumi dan segala isinya pun akan hancur8.
D. Keutamaan Ibaah Puasa
Setiap amal manusia yang diperintahkan Allah pasti ada keutamaan yang di peruntukkan bagi pelakunya yang telah di janjika baik langsung maupun lewat lisan Rasulnya. Demikian pula dengan puasa seperti dalil-dalil di bawah :
a. Allah berfirman “ Semua amal manusia di kerjakan karena untuk-Nya, kecuali puasa, sesungguhnya dia di kerjakan hanya karena Aku, karena itu maka Aku pula yang akan membalasnya 9 .
b. Nabi Muhammad bersabdah : “ Demi Allah! Sesungguhnya bau mulutnya orang yang berpuasa (karena puasanya) maka lebih harum disisi Allah pada hari kiamat dari pada minyak kasturi10.
c. Rasulullah saw bersabdah “ Bagi yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang akan dia dapatkan, ketika berbuka dia bahgia dengan bukanyadan ketika bertemu dengan Tuhannya dia akan bahagia dengan puasanya11.
d. Suatu ketika Abu Umamah mendatangi rasul dan berkata” Ya rasul ! Suruhlah aku dengan amal yang dapat memasukkanku kesurga.” Nabi menjawab “ Tetaplah
5 QS. Al baqarah :187 6 QS. An-Nahl : 126 7 QS. Al baqarah: 183 8 QS. Al-Mu’minun : 71
9 Hadits Qudsi, riwayat Ahmad, Muslim dan Nasai, dari Abu Hurairah 10 HR. Ahmad dan Muslim
1G / SRI MULYANI/ 14311125
2014
berpuasa karena puasa itu tiada bandingnya” lalu aku datang yang kedua kalinya, beliaupun tetap menjawab “ Tetaplah engkau berpuasa.”12
e. Al jamaah meriwayatkan dari Abi Said Al Khudri ra, bahwa rasul bersabdah “ Tiada berpuasa seorang hamba satu hari di jalan Allah kecuali Allah akan menjauhkan dia dari neraka 70 musim.
6. Hadhar yaitu berada di tempat atau tidak sedang berpergian jauh, bagi musyafir boleh berbuka dan wajib mengqodo’ sebanyak hari yang ditinggalkan
F. Syarat Sah Puasa
1. Suci dari haid dan nifas, keduanya tidak sah berpuasa, dan wajib mengganti pada bulan di luar ramadhan dan sebelum daang Ramadan berikutnya.
2. Pada hari yang boleh berpuasa 3. Hari tasyrik
G. Rukun Puasa
1. Niat, di malam hari
2. Menghindarkan diri ari sesuatu yang membatalkan puasa dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
H. Hal-hal yang Membatalkan Puasa a. Sengaja makan dan minum.
b. Sengaja muntah, tetapi tidak batal jika muntahnya bukan ulah yang bersangkutan. c. Haid.
d. Istimna’.
e. Memasukkan benda berwujud kedalam rongga tubuh.
f. Berminat membatalkan puasa, jika membatalkan puasa dengan perkiraan sudah magrib, mengira masih belum subuh tapi ternyata sudah, maka puasanya masih bisa di lanjutkan tapi wajib qodo’ atau mengganti.
I. Sunah Puasa a. Makan sahur
b. Mengakhirkan waktu sahur mendekati waktu imsak c. Menyegerakan berbuka
d. Berbuka dengan yang manis-manis e. Berdoa ketika berbuka
f. Memelihara lisan,pandangan, dan perbuatan yang dilarang agama g. Bersiwak
h. Bersedekah i. Tadarus Alquran
j. Qiam ramadhan (shalat tarawih) dan witir
1G / SRI MULYANI/ 14311125
2014
k. Banyak membaca dzikir yang ma’surod
l. Meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah pada sepuluh malam terakhir ramadhan dengan iktikaf dan berdzikir
m. Menjemput malam lailatul qodar.
1G / SRI MULYANI/ 14311125
2014
Diperoleh data pendaftaran mahasiswa baru fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan IAIN Surakarta berdasarkan tahun masuk dan kota asal sebagai berikut:
a. Tahun 2012 dari Jateng 250, Jabar 50, Jatim200, Yogya 20 b. Tahun 2013 dari Jateng 320, Jabar 40, Jatim220, Yogya 30 c. Tahun 2014 dari Jateng 250, Jabar 30, Jatim320, Yogya 45
JATENG JABAR JATIM YOGYA 0
50 100 150 200 250 300 350