• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATUS HUKUM ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURAN ANTARA WARGA NEGARA INDONESIA DENGAN WARGA NEGARA ASING - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "STATUS HUKUM ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURAN ANTARA WARGA NEGARA INDONESIA DENGAN WARGA NEGARA ASING - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Media Hukum/Vol.IX/No2/April-Juni/ 2009 No ISSN 1411-3759

STATUS HUKUM ANAK DALAM PERKAWINAN CAMPURAN

ANTARA WARGA NEGARA INDONESIA

DENGAN WARGA NEGARA ASING

Herni Widanarti *

Abstrak

Perkawinan Campuran telah merambah seluruh pelosok tanah air dan lapisan masyarakat . Globalisasi informasi , ekonomi , trasportasi telah meningkatkan mobilitas manusia dengan jalan migrasidari satu negara ke negara lain,menyebabkan seseorang bertemu dan berkomunikasi dengan berbagai macam suku bangsa yang berbeda buaya ,agama maupun kebiasaan. Pertemuan dan komunikasi tersebut memungkinkan penduduk suatu negara melangsungkan perkawinan dengan orang asing yang berdomisili sementara ataupun tetap, sehingga timbullah apa yang dinamakan dengan Perkawinan Campuran. Perempuan WNI adalah pelaku mayoritas perkawinan campuran, tetapi hukum di Indonesia yang berkitan perkawinan campuran justru tidak memihak perempuan WNI. UU Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan telah menempatkan perempuan sebagai pihak yang harus kehilangan kewarganegaraan akibat kawin campur (Pasal 8 ayat 1 ) dan kehilangan hak atas pemberian kewarganegaraan pada keturunannya. Salah satu akibat hukum dari perkawinan campuran adalah status hukum anak dalam Perkwinan campuran. Sebelum UU Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan , status anak dihubungkan dengan hukum sang Ayah , dia tidak mempunyai hubungan hukum dengan Ibunya. Status hukum anak tersebut mengikuti kewarganegaraan Ayahnya. Status hukum anak dengan dikeluarkannya UU Nomor 12 Tahun 2006

dalam perkawinan campuran antara WNI dengan WNA mengikuti kewarganegaraan Ayah dan Ibunya. Status hukum anak tersebut akan berkewarganegaraan ganda terbatas sampai umur 18 tahun. Setelah mencapai usia tersebut ditambah waktu 3 tahun untuk mempersiapkannya, barulah si anak diwajibkan memilih salah satu kewarganegaraannya.

Kata Kunci : Perkawinan Campuran , Status Hukum Anak

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian dalam skripsi ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena bahwa Pembiayaan Usaha Mikro adalah produk yang lebih diminati daripada Pembiayaan Serbaguna Mikro

Pada waktu itu permukaan bumi yang ada di atas muka laut merupakan gurun, yang tidak disebabkan karena kekurangan air yang sangat besar (Sahara), tetapi karena pada waktu itu

Penelitian ini dirancang untuk menguji pengaruh antar variabel independen yaitu karakteristik auditor dan kompetensi auditor terhadap variabel dependen yaitu kemampuan

Dimana perasaan memilki (sense of belonging) untuk turut serta berpartisipasi dalam kemajuan organisasi dapat diwujudkan dengan menjaga sikap dari hal-hal yang

Rendahnya cakupan desa yang belum ODF sampai dengan bulan Oktober 2014 sebesar 21,4% dari target 100% 2.. Rendahnya cakupan Hygiene sanitasi makanan dan minuman bulan Oktober

Sasaran Meningkatnya kompetensi Aparatur Pemerintah Daerah dengan 3 indikator, 2 indikator terdapat efisiensi masing masing 36,68% dan 24,17% sedangkan indicator

Salah satu kegiatan yang mempengaruhi dan terpengaruh oleh pengelolaan SDA yang tidak tepat tersebut adalah sektor pertanian, baik dalam kegiatan budidaya (on

Berdasarkan hasil pengolahan data dan pembahasan secara umum penelitian “penerapan model pembelajaran reciprocal teaching terhadap kemampuan pemecahan masalah ditinjau