• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

PERATURAN BANK INDONESIA NO. 12/13/PBI/2010

TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 10/29/PBI/2008 TENTANG FASILITAS LIKUIDITAS INTRAHARI BAGI BANK UMUM

---

1. Apa yang baru dari perubahan Peraturan Bank Indonesia ini?

Dengan terbitnya peraturan yang baru ini maka bank umum dapat menggunakan surat berharga syariah negara (SBSN) sebagai underlying untuk memperoleh fasilitas likuiditas intrahari (FLI). Perubahan ini merupakan dari ketentuan lama yang hanya memperkenankan perolehan FLI atas dasar surat berharga konvensional.

2. Apa alasan dibukanya kesempatan bagi bank umum menggunakan SBSN? Dibukanya kesempatan bagi bank umum untuk menggunakan surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah tersebut dengan harapan dapat semakin mendukung kelancaran sistem pembayaran dan juga mendukung pengembangan pasar keuangan di Indonesia.

3. Apakah masih dimungkinkan untuk melaksanakan transaksi repo dalam hal bank tidak dapat menyelesaikan penggunaan FLI sampai dengan batas waktu yang telah ditetapkan?

Bagi bank yang tidak dapat melunasi penggunaan FLI pada waktu yang telah ditentukan dapat menyelesaikannya melalui transaksi repo. Ketentuan penggunaan FLI akan diatur lebih lanjut dengan memperhatikan bahwa penggunaannya akan lebih diutamakan untuk kepentingan kelancaran sistem pembayaran.

Referensi

Dokumen terkait

SBSN ini merupakan surat berharga dalam mata uang rupiah maupun valuta asing berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia, baik

Yang dimaksud dengan “agunan yang berkualitas tinggi” meliputi surat berharga dan/atau tagihan yang diterbitkan oleh Pemerintah atau badan hukum lain yang mempunyai peringkat

Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta Pelayanan Jasa Bank Syariah.. Question

A : Perubahan ketentuan tentang OMS ini diterbitkan dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengendalian moneter berdasarkan prinsip syariah serta dalam

Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/12/DPD tanggal 8 April 2010.. perihal Transaksi Repurchase Agreement Chinese Yuan terhadap Surat

(5) Aset kredit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b hanya dapat digunakan sebagai agunan FPJP dalam hal Bank tidak memiliki surat berharga atau surat berharga

Penempatan Dana Pada Bank Lain adalah penanaman dana pada Bank Syariah atau BPRS lainnya berdasarkan prinsip Syariah antara lain dalam bentuk bentuk giro dan/atau tabungan

Harga atas Surat Berharga yang digunakan dalam perhitungan penjualan Surat Berharga pada tanggal transaksi Repo (first leg) sama dengan harga atas Surat