• Tidak ada hasil yang ditemukan

xT1 652006014 Daftar Pustaka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "xT1 652006014 Daftar Pustaka"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

27

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2008. Kedelai Lokal Lebih Baik Daripada Kedelai Impor. http://nasional.kompas.com/read/2008/01/17/21250034/Kedelai.Lokal.Le bih.Baik.Daripada.Kedelai.Impor. (diakses pada tanggal 3 Maret 2011).

Anonim. 2010. Manfaat Kedelai.

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2010/09/26/1627/manfaat kedelai/. (diakses pada tanggal 23 Februari 2011).

Anonim2), 2010. Kedelai. http://bataviase.co.id/node/371510. (diakses pada tanggal 23 Februari 2011 )

Ali, I. 2008. Buat Tempe yuuuk. http://iqbalali.com/2008/05/07/buat-tempe-yuuuk/.(Diakses pada tanggal 30 Mei 2011).

Alrasyid Harun. 2007. Peranan Isoflavon Tempe Kedelai, Fokus Pada Obesitas dan Komorbid. Majalah Kedokteran. Nusantara Volume 40 Nomor 3 Hal :203-210.

Andayani Regina., Yovita Lisawati., dan Maimunah. 2008. Penentuan Aktivitas Antioksidan, Kadar Fenolat Total dan Likopen Pada Buah Tomat (Solanum lycopersicum L). Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Volume 13 Nomor 1 Hal : 1-9.

Ardiansyah. 2007. Antioksidan dan Peranannya Bagi Kesehatan. http://ardiansyah.multiply.com/journal. (Diakses pada tanggal 2 Juni 2009)

Arthur, S. 2009. Fermentasi Tempe.

http://sutikno.staff.uns.ac.id/2009/04/28/fermentasi-tempe/. (Diakses pada tanggal 30 Maret 2011)

Astawan M. 2004. Tetap Sehat dengan Produk Makanan Olahan. Solo : Tiga Serangkai

Astuti Nurita Puji. 2009. Sifat Organoleptik Tempe Kedelai Yang Dibungkus Plastik, Daun Pisang dan Daun Jati. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Bintari Siti Harnina, Anisa Dyah P, Veronika Ika J, dan Rivana Citra R. 2008. Efek Inokulasi Bakteri Micrococcus luteus Terhadap Pertumbuhan Jamur Benang dan Kandungan Isoflavon pada Proses Pengolahan Tempe. Biosaintifika Volume 1 Nomor 1 Hal: 1-9.

Cahyadi, W. 2006. Analisis dan Aspek Kesehatan Bahan Tambahan Makanan. Jakarata: Bumi Aksara.

Cahyadi W. 2007. Kedelai : Khasiat dan Teknologi. Jakarta: PT bumi Aksara.

Dewi Intan Wahyu Ristisa. 2010. Karakteristik Sensorik, Nilai Gizi dan Aktivitas Antioksidan Tempe Kacang Gude (Cajanus cajan (L.) Millsp.) dan Tempe Kacang Tunggak (Vigna unguiculata (L.) Walp.) Dengan Berbagai Variasi Waktu Fermentasi. Skripsi.Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta

(2)

28

DAFTAR PUSTAKA (lanjutan)

Ernawati Teni & Yetti Mulyati Iskandar. 2008. Pengaruh Isolat Rhizopus

oliogosporus Terhadap Aktivitas Antioksidatif Minyak Tempe Yang

Dihasilkan. Prosiding Seminar Tantangan Penelitian Kimia. Bandung. Fauziyah Nurul. 2008. Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Petai Cina

(Leucaena glauca, Benth) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Haliza Winda., Endang Y.Purwani., dan Ridwan Tharir. 2010. Pemanfaatan Kacang-Kacangan Lokal Mendukung Diversifikasi Pangan. Pengembangan Inovasi Pertanian. Volume 3 Nomor 3 Hal : 238-245.

Hidayat Nur. 2006. Mikrobiologi Industri. Penerbit Andi : Yogyakarta.

Hidayat, N. 2009. Tahapan Proses Pembuatan Tempe. http://lecture.brawijaya.ac.id/nurhidayat/. (Diakses pada tanggal 30 Maret 2011)

Jayaprakasha, G.K, T. Selvi dan K.K. Sakariah. 2003. Antibacterial and Antioxidant of Grape (Vitis vinifera) Seed Extract. Food Research international 36, 117-122.

Kasmidjo R.B,. 1990. Tempe : Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahannya Serta Pemanfaatannya. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. UGM : Yogyakarta.

Lestario Lydia Ninan, Stefanli Sugiarto & K.H.Timotius. 2008. Aktivitas Antioksidan dan Kadar Fenolik Total Dari Ganggang Merah

(Gracilaria verrucosa L.). Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Volume

XIX Nomor 2 Hal :131-138.

Muchlis MM,A. Krisnawati AA. 2007.Peluang Perbaikan Kualitas Biji Kedelai.

http://www.puslittan.bogor.net/webbaru/downloads/Sem223311MMuchli s Adie.zip (diakses pada tanggal 27 Maret 2011)

Nurhidayat. 2009. Kedelai. http://nurhidayat.lecture.ub.ac.id/2009/04/kedelai/. (Diakses pada tanggal 3 Maret 2011)

Pratimasari Diah. 2009. Uji Aktivitas Penangkap Radikal Buah Carica papaya

L. Dengan Metode DPPH dan Penetapan Kadar Fenolik Serta Flavonoid Totalnya. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah : Surakarta.

Prihatman Kemal. 2000. Kedelai ( Glycine max ( L ) ) . Sistem Informasi Manajemen Pembangunan di Pedesaan, Proyek BAPPENAS. Jakarta Purwanti Fitri. 2010. Dampak Impor Pangan Bagi Kehidupan Masyarakat

Indonesia.http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:2yLa zJlkjAsJ:balipaper.wordpress.com/2010/06/07/dampak-impor-pangan-bagi-kehidupan-masyarakat

indonesia/+%22negara+impor+kedelai+bagi+indonesia+adalah%22&cd= 1&hl=id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-a&source=www.google.co.id. (Diakses pada tanggal 13 maret 2011).

(3)

29

DAFTAR PUSTAKA (lanjutan)

Ridwan Endi. 1997. Tempe Mampu Menghambat Proses Ketuaan. Cermin Dunia Kedokteran Nomor 120 Hal : 13-16.

Rinawati, Latifah K.Daruslam dan Purwantiningsih. 1995. Efisiensi Ekstraksi Senyawa Isoflavon Dari Akar Kedelai ( Glycine max (L.) Merr.). Laporan Penelitian. Jurusan Kimia IPB : Bogor.

Safrida. 2008. Perubahan Kadar Hormon Estrogen Pada Tikus Yang Diberi Tepung Kedelai dan Tepung Tempe. Tesis.Pasca Sarjana IPB : Bogor. Santoso H.B. 1993. Pembuatan Tempe dan Tahu Kedelai : Bahan Makanan Bergizi

Tinggi. Penerbit Kanisius : Yogyakarta

Sarwono. 2005. Membuat Tempe dan Oncom. Penebar Swadaya : Jakarta. Silvia Ika. 2009. Pengaruh Penambahan Variasi Berat Inokulum Terhadap

Kualitas Tempe Biji Durian (Durio zibethinus). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara : Medan.

Suarsana I Nyoman, Ni Nyoman Werdi Susari, Tutik Wresdiyati, dan Agik Suprayogi. 2006. Penggunaan Ekstrak Tempe Terhadap Fungsi Hati Tikus dalam Kondisi Stres. Jurnal Veteriner. Vol. 7 No.2 Hal : 54-61.

Supadi. 2009. Dampak Impor Kedelai Berkelanjutan Terhadap Ketahanan Pangan. Analisis Kebijakan Pertanian Vol 7 No 1 Hal 87-102

Suryaningrum Th.Dwi., Thamrin Wikanta., dan Hendy Kristiana. 2006. Uji Aktivitas Senyawa Antioksidan Dari Rumput Laut Halymenia harveyana dan Eucheuma cottonii. Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Volume 1 Nomor 1 Hal : 51-63.

Suzery Meiny dan Iswora Rukmi. 2002. Upaya Peningkatan Senyawa Bioaktif Isoflavon Aglikon Dari Tauco. Laporan Penelitian. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Diponegoro. Semarang.

Steel,R.G.D., and J.H. Torie. Principle and Procedures of Statistic A Biometrical Aprroach, 2nd Ed. Mc Grow-Hill International Book Co, Kugakusha, Japan. Trilaksani, W. 2003. Antioksidan: Jenis, Sumber, Mekanisme Kerja dan

Peran Terhadap Kesehatan. http://www.tripod..com.sem02-023/wini_trilaksani (Diakses pada tanggal 31 Maret 2011).

Widianto, Eka. 2009. Bibit Kedelai Unggulan, Atasi ketergantungan kedelai impor.

http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa/2009/06/11/brk,20090611-181408,id.html. (Diakses pada tanggal 3 Maret 2011).

Widyastuti. 2010. Perbandingan Nilai Gizi ( Protein dan Serat Kasar ) Tempe Berdasarkan Bahan Mentah Kedelai Lokal (Glicine max) dan Kedelai Impor. Skripsi. Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana. Salatiga

Winarno, F.G., 1980. Enzim Pangan, Pusbangtepa / FTDC-IPB. Bogor.

Yohana. 2010. Pangan Transgenik.

http://yohanaa07.student.ipb.ac.id/2010/06/20/pangan-transgenik/. (Diakses pada tanggal 13 maret 2011).

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengaruh Pemupukan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai Hitam (Glycine soja)

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Pengaruh Pemupukan Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai Hitam ( Glycine Soja )

Penggunaan Na 2 HCO 3 untuk Mengurangi Kandungan Asam Sianida (HCN) Koro Benguk pada Pembuatan Tempe Koro Benguk pada Pembuatan Koro Benguk Goreng.. Universitas

Pemanfaatan Kacang Koro Pedang (Canavalia ensiformis) Sebagai Bahan Subtitusi Dalam Pembuatan Tempe Kedelai.. Fakultas Teknologi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak kacang kedelai hitam (Glycine soja) dan mengetahui dosis optimal terhadap jumlah kelenjar dan ketebalan lapisan

Astawan (2008) menyatakan bahwa pada tempe, selain terdapat ketiga jenis isoflavon tersebut, terdapat juga antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai

Karakterisasi kandungan vitamin B12, folat dan isoflavon tempe kedelai dengan isolat murni Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, dan Rhizopus stolonifer sebagai bahan pangan

Proses Pembuatan Tempe Industri Rumahan Berbahan Dasar Kedelai (Glycine max L. Merr) Di Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten