• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

FREQUENTLY ASKED QUESTIONS

SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO. 10/15/DASP

PERIHAL PERUBAHAN KETIGA ATAS SURAT EDARAN BANK INDONESIA NO. 7/26/DASP TANGGAL 22 JULI 2005 PERIHAL SISTEM KLIRING

NASIONAL BANK INDONESIA (SKNBI)

---

1. Materi yang diubah dalam SEBI perubahan ketiga SEBI No. 7/26/DASP tanggal 22 Juli 2005 tentang SKNBI tersebut?

Materi yang diubah adalah beberapa bab pada lampiran SE No. 7/26/DASP

sebagaimana telah diubah terakhir dengan SE No. 9/15/DASP, yaitu bab yang

mengatur mengenai Pendahuluan, Kepesertaan, Kewajiban Peserta, Warkat Debet dan

Dokumen Kliring, Penyelenggaraan Kliring Debet, Penyelenggaraan Kliring Kredit,

Perusahaan Jasa Kurir dan Tanda Pengenal Peserta Kliring (TPPK), serta penyesuaian

beberapa lampiran yang terkait dengan alasan penolakan, TPPK dan penggantian

istilah ”private key” menjadi ”security key”. Selain itu, ditambahkan pula ketentuan

terkait dengan beberapa proses dan/atau tahapan dalam kepesertaan SKNBI yang harus

dilakukan oleh peserta SKNBI jika terjadi perubahan nama atau sebutan bank, terjadi

merger atau konsolidasi. Meskipun materi perubahan pada bab-bab lampiran SE

dimaksud bersifat parsial, namun untuk mempermudah dalam penggunaan dan proses

pemahamannya maka Lampiran Surat Edaran dimaksud diganti seluruhnya.

2. Apa latar belakang perubahan ketentuan tersebut?

Latar belakang diterbitkannya perubahan ketiga SE SKNBI tersebut adalah untuk lebih

meningkatkan penerapan aspek keamanan dalam proses penyelenggaraan SKNBI,

antara lain terkait dengan adanya penyesuaian proses yang dilakukan di kantor PKL,

penyesuaian TPPK dengan penghapusan proximity, penyesuaian ketentuan alasan

penolakan dengan alasan sebagaimana diatur dalam ketentuan mengenai daftar hitam

nasional penarik cek dan/atau bilyet giro, serta beberapa penyesuaian kecil lainnya

terkait dengan penggunaan beberapa istilah. Untuk lebih memberikan guidances yang

jelas, ditambahkan pula proses yang harus dilakukan oleh peserta dalam hal terjadi

(2)

3. Dengan diimplementasikannya SEBI mengenai perubahan ketiga atas SEBI SKNBI tersebut, apa yang harus dilakukan oleh bank-bank sebagai peserta SKNBI?

Terkait dengan proses penyelenggaraan SKNBI, tidak ada perubahan besar yang

mendasar selain sedikit penyesuaian dalam penggunaan dan pengelolaan TPPK,

khususnya apabila terdapat penggantian TPPK oleh peserta. Selain itu, dalam hal

peserta akan merubah nama atau sebutan, melakukan merger atau konsolidasi, maka

telah terdapat guidances yang lebih rinci menyangkut proses yang harus dilakukan oleh

Referensi

Dokumen terkait

Dalam rangka pelaksanaan butir ketiga atau terkait koordinasi pemantauan dan pengendalian harga di Jawa Tengah, melalui Peraturan Bersama antara Pemimpin Bank Indonesia Semarang

Laporan apa saja yang harus disampaikan kepada Bank Indonesia Laporan apa saja yang harus disampaikan kepada Bank Indonesia Laporan apa saja yang harus disampaikan

Memenuhi persyaratan berdasarkan jenis Peserta (antara lain bagi bank harus telah menjadi Peserta langsung dalam Sistem BI-RTGS dan/atau telah mengajukan permohonan

(2) Bank wajib menyampaikan kepada Bank Indonesia laporan lain yang terkait dengan penerapan Manajemen Risiko dan/atau terkait dengan penerbitan produk atau pelaksanaan

mempunyai waktu yang cukup untuk mengumumkan kepada Peserta di Wilayah Kliring yang bersangkutan apabila terdapat Bank yang tidak ikut SKNBI karena tidak memenuhi ketentuan

Disamping itu Bank Indonesia dapat meminta informasi secara tertulis mengenai setiap perubahan yang bersifat material, antara lain perubahan struktur organisasi atau

at the beginning of the day prior to the commencement of Debit Clearing in accordance with the stipulations of Bank Indonesia concerning the National Clearing System (SKNBI).

1) Calon Peserta Sub-Registry harus menunjuk 1 (satu) Bank Pembayar dalam rangka pembebanan biaya BI-SSSS, pelaksanaan Setelmen Dana atas transaksi Surat Berharga,