PROPOSAL PENELITIAN
PROPOSAL PENELITIAN
PENGARUH TINGKAT PENGUASAAN PROGRAM MYOB OLEH
PENGARUH TINGKAT PENGUASAAN PROGRAM MYOB OLEH
GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA
GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS II SEKOLAH MENENGAH
PELAJARAN AKUNTANSI DI KELAS II SEKOLAH MENENGAH
KEJURUAN NEGERI (SMKN) 1 MATARAM TAHUN PELAJARAN
KEJURUAN NEGERI (SMKN) 1 MATARAM TAHUN PELAJARAN
2009/2010
2009/2010
A
A.. LLaattaar r BBeellaakkaanngg Da
Dalalam m UU UU RI RI nonomomor r 20 20 tatahuhun n 202003 03 BABAB B IIII, , memenynyatatakakan an babahwhwaa “Pend
“Pendidikan idikan nasionasional nal berfunberfungsi gsi mengmengembanembangkan gkan kemamkemampuan puan dan dan membemembentuk ntuk wata
watak k serserta ta perperadaadaban ban banbangsa gsa yanyang g berbermarmartabtabat at daldalam am ranrangka gka menmencerdcerdaskaskanan bangsa. Pendidikan nasional juga bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta bangsa. Pendidikan nasional juga bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, didik agar menjadi manusia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara
yang demo
yang demokratis serta bertankratis serta bertanggunggung jawab. ”Tetapi g jawab. ”Tetapi pada kenypada kenyataannataannya, sistemya, sistem pendidikan yang ada di Indonesia belum mampu menunjukan sistem pendidikan pendidikan yang ada di Indonesia belum mampu menunjukan sistem pendidikan
yang sesuai dengan UU”. yang sesuai dengan UU”.
Proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan secara umum melibatkan Proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan secara umum melibatkan empat buah komponen utama, yaitu murid, "guru", lingkungan belajar dan materi empat buah komponen utama, yaitu murid, "guru", lingkungan belajar dan materi pela
pelajaranjaran. . KeemKeempat kompopat komponen ini mempennen ini mempengarugaruhi hi murimurid d daladalam mencapai tujum mencapai tujuanan belajarnya. Tentunya setiap murid mempunyai berbagai tingkat kemampuan yang belajarnya. Tentunya setiap murid mempunyai berbagai tingkat kemampuan yang berl
berlainaainan n ditiditinjau njau dari dari aspeaspek k daya daya tangtangkapkap, , penpengetagetahuan huan yanyang g dimdimilikilikinya inya daladalamm bidang yang akan dipelajari (
bidang yang akan dipelajari ( prior knowledge prior knowledge), motivasi belajar, ketrampilan belajar ), motivasi belajar, ketrampilan belajar ((learning skill learning skill ), tujuan untuk belajar dan lain-lain.), tujuan untuk belajar dan lain-lain.
Bel
Belajar ajar padpada a hakhakekaekatnytnya a adaadalah lah suasuatu tu aktaktiviivitas tas yanyang g dildilakuakukan kan oleolehh ses
belajar. Perubahan tingkah laku tersebut disebabkan oleh usaha individu yang belajar. Perubahan tingkah laku tersebut disebabkan oleh usaha individu yang
merup
merupakan akan pengapengalaman laman yang dibangunyang dibangunnya nya sendisendiri ri dalam berinteraksdalam berinteraksi i dengadengann lingkungan disekitarnya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di lingkungan disekitarnya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Proses belajar yang dilaksanakan secara formal di sekolah-sekolah mana saja. Proses belajar yang dilaksanakan secara formal di sekolah-sekolah dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan tingkah laku pada diri siswa secara dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan tingkah laku pada diri siswa secara terencana baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Interaksi terencana baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan maupun sikap. Interaksi yang terjadi selama proses belajar dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara yang terjadi selama proses belajar dipengaruhi oleh lingkungannya, yang antara lain adalah alat bantu atau media teknologi modern yang dipergunakan untuk lain adalah alat bantu atau media teknologi modern yang dipergunakan untuk membantu tercapainya perubahan tersebut.
membantu tercapainya perubahan tersebut.
Perkembangan IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya Perkembangan IPTEK terhadap proses pembelajaran adalah diperkayanya sumber belajar dan media pembelajaran. Media komputer dimanfaatkan dalam sumber belajar dan media pembelajaran. Media komputer dimanfaatkan dalam pemb
pembelajaran elajaran karenkarena a membmemberikan erikan keunkeuntungatungan-keunn-keuntungatungan n yang yang tidak tidak dimildimilikiiki oleh media pembelajaran lainnya yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi oleh media pembelajaran lainnya yaitu kemampuan komputer untuk berinteraksi secara i
secara indivindividu dendu dengan magan mahasishasiswa. Modwa. Model el pembepembelajaran lajaran yang yang diteraditerapkanpkan dalam
dalam pembelajaran pembelajaran berbantuan berbantuan komputer komputer secara secara umum umum dapat dapat diklasifikasikandiklasifikasikan menjadi
menjadi empat empat model, model, yaitu yaitu : : 1)1) tutorial,tutorial, 2)2) drill and practicedrill and practice , , 3)3) simulation simulation,, dan 4)
dan 4) problem-solving. problem-solving. Dalam Dalam modemodel l 1 1 dan dan 2, 2, kompkomputer uter berperberperan an sebagsebagaiai pe
pengangajarjar, , sedsedangangkan kan modmodel el 3 3 dan dan 4, 4, untuntuk uk menmengemgembanbangkagkan n penpengguggunaanaann kemampuan memecahkan masalah melalui pendekatan
kemampuan memecahkan masalah melalui pendekatan discoverydiscovery atauatau exploratory
exploratory. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran ini dapat. Beberapa hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran ini dapat meningkatkan motifasi belajar, media pembelajaran yang efektif, tidak adanya meningkatkan motifasi belajar, media pembelajaran yang efektif, tidak adanya batas ruang dan waktu belajar.
batas ruang dan waktu belajar. Sudj
Sudjana dan ana dan Rivai dalam Rivai dalam Agus Suyadi (2008:Agus Suyadi (2008:3) 3) terdapterdapat at beberabeberapa pa modelmodel pembelajaran berbantuan komputer, yaitu model latihan dan praktek (drill pembelajaran berbantuan komputer, yaitu model latihan dan praktek (drill
an
and d prpracactitice)ce), , momodedel l tututotoririal al (t(tututororiaialsls), ), momodedel l pepenenemumuan an (p(proroblblemem solving), model simulasi (simulations) dan model permainan
solving), model simulasi (simulations) dan model permainan (game).(game).
Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan Media merupakan alat yang harus ada apabila kita ingin memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat Bantu yang dapat memudahkan sesuatu dalam pekerjaan. Media merupakan alat Bantu yang dapat memudahkan pekerjaan. Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan pekerjaan. Setiap orang pasti ingin pekerjaan yang dibuatnya dapat diselesaikan
dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan. dengan baik dan dengan hasil yang memuaskan.
Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk Kata media itu sendiri berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk ja
jamak mak dardari i katkata a “me“mediudium“ m“ yanyang g berberarti arti “pe“pengangantantar r ataatau u perperantantara“ara“, , dendengangan demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi demikian dapat diartikan bahwa media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau penyalur pesan.
belajar atau penyalur pesan. Ki
Kit t LaLay y BoBoururne ne ddalalam am AAggus us SuSuyyadadi i (2(2000808:4:4) ) mmenenyyatatakakan an babahwhwaa “penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, siswa “penggunaan media tidak harus membawa bungkusan berita-berita semua, siswa cukup dapat mengawasi suatu berita. ”Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan cukup dapat mengawasi suatu berita. ”Dari pendapat tersebut dapat dihubungkan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan bahwa penyampaian materi pelajaran dengan cara komunikasi masih dirasakan
adanya penyimpangan
adanya penyimpangan pemahaman oleh siswa”. Mpemahaman oleh siswa”. Masalahnya adalah asalahnya adalah bahwa siswabahwa siswa terlalu banyak menerima sesuatu ilmu
terlalu banyak menerima sesuatu ilmu dengadengan n verbalverbalisme. Apalagi dalam isme. Apalagi dalam proseprosess belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi siswa tidak siap, belajar mengajar yang tidak menggunakan media dimana kondisi siswa tidak siap,
akan memperbesar peluang terjadinya verbalisme. akan memperbesar peluang terjadinya verbalisme.
Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian Media yang difungsikan sebagai sumber belajar bila dilihat dari pengertian harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya, benda, ataupun segala sesuatu yang harfiahnya juga terdapat manusia didalamnya, benda, ataupun segala sesuatu yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang memungkinkan untuk anak didik memperoleh informasi dan pengetahuan yang be
bergurguna na bagbagi i anaanak k diddidik ik daldalam am pempembelbelajarajaran, an, dan dan bagbagaimaimana ana dendengan gan adaadanyanya media berbasis TIK tersebut, khususnya menggunakan presentasi power point media berbasis TIK tersebut, khususnya menggunakan presentasi power point dim
kreatifitas yang tinggi dan memuaskan dalam perkembangan mereka di kehidupan kelak.
Sasaran penggunaan media adalah agar anak didik mampu menciptakan sesuatu yang baru dan mampu memanfaatkan sesuatu yang telah ada untuk dipergunakan dengan bentuk dan variasi lain yang berguna dalam kehidupannya. Dengan demikian mereka dengan mudah mengerti dan memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru kepada mereka.
Dari pandangan yang ada di atas dapat dikatakan bahwa media merupakan alat yang memungkinkan anak muda untuk mengerti dan memahami sesuatu dengan mudah dan dapat untuk mengingatnya dalam waktu yang lama dibangdingkan dengan penyampaian materi pelajaran dengan cara tatap muka dan ceramah tanpa alat bantuan.
Menurut Soeparno dalam Agus Suyadi (2008:6) menyebutkan ada beberapa alasan memilih media dalam proses belajar mengajar, yakni :
1. Ada berbagai macam media yang mempunyai kemungkinan dapat kita pakai di dalam proses belajar mengajar.
2. Ada media yang mempunyai kecocokan untuk menyampaikan informasi tertentu.
3. Ada perbedaan karakteristik setiap media. 4. Ada perbedaan pemakai media tersebut.
5. Ada perbedaan situasi dan kondisi tempat media dipergunakan.
6. Media pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Penggunaannya.
Bertitik tolak dari pendapat tersebut, jelaslah bahwa memilih media tidak mudah. Media yang akan digunakan harus memperhatikan beberapa ketentuan dengan pertimbangan bahwa penggunaan media harus benar-benar berhasil guna dan berdaya guna untuk meningkatkan dan memperjelas pemahaman siswa.
Dengan semakin canggihnya dunia teknologi mikroelektronika, peran komputer tidak mungkin diabaikan begitu saja. Tentunya komputer bukan tanpa masalah untuk dapat diterima oleh masyarakat. Masalah seperti buta komputer (komputer illiterate), kesiapan mental dan juga harga yang relatif masih cukup mahal perlu ditanggulangi. Walaupun demikian keuntungan yang dapat diperoleh dengan adanya komputer juga cukup banyak. Sebagai contoh, hal ini dapat meliputi sumber informasi yang berlimpah dengan adanya fasilitas basis data (data base), perpustakaan elektronis, perpustakaan soal dan kisi-kisi, membantu penyampaian atau pemahaman materi, membantu latihan soal dan pemahanan materi (drill & practice, tutorial ), simulasi hukum-hukum alam, membantu proses pengolahan & analisa data atau informasi dan membantu proses penurunan rumus-rumus matematika.
Komputer merupakan satu alat elektronik yang kompleks dan mempunyai banyak kelebihan. Komputer didapati sesuai untuk dijadikan alat bagi membantu guru dalam proses pengajaran pembelajaran dimana komputer berkemampuan untuk menerima dan memproses data. Jadi seseorang guru yang
menggunakan komputer dalam pengajaran pembelajaran dapat dikategorikan sebagai guru yang memiliki bakat dan kebolehan tambahan yang dapat dianggap sebagai nilai lebih dari guru yang bersangkuta. Pengajaran yang disertakan dengan bahan bantu belajar yang terkini akan dapat menambahkan minat pelajar mempelajari sesuatu bidang pelajaran. Di samping itu jika komputer dapat digunakan secara sistematik dan berkesan oleh guru ia akan mampu menyelesaikan sebarang masalah pengajaran pembelajaran. Komputer adalah
pelengkap kepada penyampaian pengajaran yang berkesan.
Guru dan siswa SMK saat ini dituntut harus mampu menguasai program akuntansi MYOB yang merupakan salah satu dari program aplikasi computer untuk bidang akuntansi karena berdasarkan pada peraturan dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) tahun 2010 yang telah mewajibkan uji kompetensi akuntansi MYOB diselenggarakan di sekolah-sekolah khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK). (Tetty Juliaty Direktur Lembaga Pendidikan Profesi (LDP) Indonesia; 2010).
Penguasaan akuntansi MYOB sangat diperlukan guna menunjang kinerja di perusahaan-perusahaan besar serta peningkatan sumberdaya manusia (SMK) khususnya yang bergerak di bidang akuntansi seperti SMK. Oleh karena itu, siswa lulusan SMK diharapkan sudah dapat menguasai program tersebut sehingga diharapkan ketika mereka lulus dari SMK mereka sudah dapat langsung diserap oleh lapangan kerja dengan bekal kemampuan mengoperasikan program Myob tersebut.
Namun, di NTB, khususnya di Kota Mataram penerapan program ini baru dilaksanakan oleh beberapa sekolah kejuruan saja termasuk salah satunya
adalah SMKN 1 Mataram. Rendahnya penerapan disebabkan minimnya tenaga pendidik yang ahli dan menguasai program ini. Bahkan di Kota Mataram belum ada pemegang sertifikat MYOB dari pusat. Disamping itu, SMK-SMK yang ada di NTB hanya mengajar secara manual tentang akuntansi. Untuk itu, guru, dan siswa yang bertaut di bidang akuntansi diharapkan dapat menguasai program MYOB Accounting tersebut.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah di atas, rumusan masalah penelitian ini adalah: ”Apakah Terdapat Pengaruh antara Tingkat Penguasaan Program MYOB oleh Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas II SMKN 1 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010”.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian adalah :
1. Untuk mengetahui Pengaruh antara Tingkat Penguasaan Program MYOB oleh Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas II SMKN 1 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010.
2. Mengetahui kemampuan siswa pada mata pelajaran akuntansi dengan penerapan teknologi informasi komputer (TIK) khususnya program MYOB
oleh guru.
3. Mengetahui hasil belajar siswa kelas II SMKN 1 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010 pada mata pelajaran Akuntansi.
D. Kegunaan Penelitian
Penelitian diharapkan dapat berguna bagi:
1. Guru, sebagai bahan dalam menambah wawasan pengetahuan tentang pentingnya memiliki kemampuan dalam bidang program aplikasi komputer pada mata pelajaran akuntansi.
2. Sebagai salah satu alternatif pemilihan model pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa.
E. Hipotesis
Hipotesis adalah merupakan dugaan sementara terhadap suatu pernyataan yang belum terbukti kebenarannya. Untuk mengarahkan pada proses pelaksanaan penelitian maka diajukan sebuah dugaan sementara (hipotesa) yaitu: “Terdapat Pengaruh yang Signifikan antara Tingkat Penguasaan Program MYOB oleh Guru terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Akuntansi Kelas II SMKN 1 Mataram Tahun Pelajaran 2009/2010”.
F. Kajian Pustaka
a. Deskripsi Teori dan Batasan Istilah
Berdasarkan berbagai hasil penelitian, diyakini bahwa suatu materi pembelajaran harus didesain sedemikian rupa sehingga mengakomodasi tipe pembelajar, dan gaya belajar, bukan hanya menunjukkan gaya mengajar
instrukturnya. Salah satu metode yang efektif untuk mencapai hal ini adalah melalui penggunaan berbagai media yang disesuaikan dengan gaya belajar si pembelajar.
Untuk mempermudah pembaca, maka berikut ini penulis sampaikan batasan-batasan pada istilah yang akan dipakai dalam penelitian ini.
a.1 Belajar
Belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu. Perubahan ini terjadi terus-menerus dalam diri individu yang tidak banyak ditentukan oleh faktor turunan atau genetik. Perubahan ini mungkin terjadi dalam pengetahuan, keterampilan, sikap, kepribadian, pandangan hidup, persepsi, norma-norma, motivasi, atau gabungan dari unsur-unsur itu. Tentu saja perubahan itu terjadi sebagai dampak dan pengalaman yang diperoleh dalam situasi khusus. Penyebab terjadinya perubahan itu mungkin dengan sengaja dan sistematis, mungkin meniru perbuatan orang lain, atau mungkin juga tanpa sengaja dirancang terlebih dahulu.
a.2 Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah
Nana Sudjana dan Daeng Arifin (1989. h. 19) mengemukakan bahwa, “Mengajar adalah membimbing kegiatan siswa belajar, mengajar adalah mengatur dan mengorganisasikan lingkungan yang ada disekitar siswa, sehingga dapat mendorong dan menumbuhkan siswa melakukan kegiatan belajar”.
Tujuan belajar yang termuat Garis Besar Program Pengajaran (GBPP), pada dasarnya pembelajaran kontekstual bermaksud menata nalar, membentuk
sikap siswa, dan menumbuhkan kemampuan menggunakan atau menerapakan. Ini berarti dalam proses pembelajaran tidak cukup bila hanya memberi tekanan pada terampil menghitung dan mengerjakan soal. Perhatian khusus juga harus diberikan pada bagaimana nalar dan sikap siswa dapat terbentuk serta kemampuan
menerapkan pembelajaran akan merupakan penopang penting terbentuknya kemampuan siswa untuk memecahkan masalah yang mungkin dihadapinya.
“Belajar menurut Slameto (2003:2) adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang
baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku yang positif pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan atau sikapnya
Sedangkan menurut Vygotsky (2001) dalam Bobbi. dkk. 2004 mengatakan bahwa terdapat hubungan yang erat antata pengalaman sehari-hari dengan konsep
keilmuan, tetapi ada perbedaan secara kualitatif antara berpikir kompleks dan berpikir konseptual. Berpikir kompleks didasarkan atas kategorisasi objek berdasarkan suatu situasi, sedangkan berpikir konseptual berbasis pada pengertian
yang lebih abstrak.
Menurut Ausubel (1969) dalam Bobbi. dkk. 2004, pengalaman belajar baru akan masuk ke dalam memori jangka panjang dan akan menjadi pengetahuan baru apabila memiliki makna. Pengalaman belajar adalah interaksi antara subjek belajar dengan objek belajar. Sedangkan mengajar menurut Joyce, Weil & Showers (1992) menyatakan bahwa mengajar pada hakekatnya adalah membantu siswa memperoleh informasi, ide, keterampilan, nilai, cara berpikir, sarana untuk mengekspresikan dirinya, dan belajar bagaimana belajar. Hasil akhir atau hasil jangka panjang dari proses mengajar adalah kemampuan siswa yang tinggi untuk
dapat belajar dengan mudah dan efektif di masa mendatang. a.3 Strategi Belajar Mengajar
Strategi belajar mengacu pada prilaku dan proses berpikir yang digunakan siswa. Tujuan utama strategi pembelajaran adalah mendorong siswa untuk belajar
atas kemauan dan kemampuan diri sendiri. Guru yang merupakan komponen utama dalam pembelajaran hendaknya dapat menyiapkan strategi belajar mengajar yang tepat untuk mendorong siswa dapat belajar dengan baik. Nana Sudjana dan Daeng Arifin (1987) mengemukakan, ”Strategi mengajar adalah taktik yang digunakan guru dalam melaksnakan proses belajar mengajar agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pengajaran (TIK) secara lebih efektif dan efisien”.
Pendapat Hasibuan (1988), ”Strategi belajar mengajar adalah pola umum perbuatan guru-murid didalam perwujudan kegiatan belajar mengajar”.
Sedangkan menurut Ruseffendi (1991) menyatakan, “Strategi belajar mengajar adalah seperangkat kebijaksanaan terpilih mengenai material, yang bila bersama-sama dengan tujuan, bahan pelajaran, metode mengajar, dan media pengajaran dikembangkan dalam bentuk saian seperti satuan pelajaran, modul, atau pengajaran terprogram menjadi rancangan pelajaran (desain instruksional)”.
b. Definisi Komputer
Menurut denifisi yang terdapat dalam kamus besar Bahasa Indonesia,
“Komputer adalah alat elektornik yang dapat menghitung atai mengolah data secara cermat menurut yang diinstrusikan dan memberikan hasil pengolahan, biasanya terdiri atas unit pemasukan, unit pengeluaran, unit penyimpanan serta unit pengontrolan. (Depdikbud RI, 1988).
b.1 Komputer sebagai Media Pembelajaran
Aplikasi komputer dalam bidang pembelajaran memungkinkan berlangsungnya proses belajar secara individual (individual learning ). Pemakai komputer atau user dapat melakukan interaksi langsung dengan sumber informasi. Perkembangan teknologi komputer jaringan (computer network/Internert ) saat ini
telah memungkinkan pemakainya melakukan interaksi dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang diinginkan. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya medium komputer. Beberapa
lembaga pendidikan jarak jauh di sejumlah negara yang telah maju memanfaatkan medium ini sebagai sarana interaksi.
Pemanfaatan ini didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik ( feedback ) yang segera kepada pemakainya. Contoh penggunaan internet ini adalah digunakan oleh Universitas terbuka dalam penyelenggaraan Universitas Terbuka Jarak Jauh disamping mahasiswa mendapat modul untuk proses belajar mengajar dia juga dapat mengakses informasi melalui internet. Kuliah lewat Internet oleh IBUteledukasi.com. Universitas virtual IBUteledukasi ini didirikan oleh Adi sasono, Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) bekerjasama dengan Universitas Tun Abdul Razak (Unitar) Malaysia yang sudah lebih dulu menyelenggarakan perkuliahan online.
b.2 Penggunaan Komputer dalam Pengajaran Pembelajaran
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa stategi belajar mengajar merupakan teknik atau cara yang digunakan atau dilakukan
dalam pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Komputer merupakan satu alat elektronik yang kompleks dan mempunyai banyak kelebihan. Komputer didapati sesuai untuk dijadikan alat bagi membantu guru dalam proses pengajaran pembelajaran kerana komputer berkemampuan untuk menerima dan memproses data. Jadi seseorang guru yang menggunakan komputer dalam pengajaran pembelajaran boleh dikategorikan sebagai
mempunyai bakat dan kebolehan tambahan. Pengajaran yang disertakan dengan bahan bantu belajar yang terkini akan dapat menambahkan minat pelajar
mempelajari sesuatu bidang pelajaran. Di samping itu jika komputer dapat digunakan secara sistematik dan berkesan oleh guru ia akan mampu menyelesaikan sebarang masalah pengajaran pembelajaran. Komputer dapat memperkayakan teknik pengajaran. Komputer adalah pelengkap kepada penyampaian pengajaran yang berkesan.
b.3 Komputer Alat Bantu Proses Pendidikan
Penggunaan komputer dalam pendidikan di AS antara lain disebabkan oleh adanya kebutuhan AS utk mengajar murid yang jumlahnya besar dalam waktu yang singkat. Komputer pertama kali dipakai sebagai media pendidikan di pabrik-pabrik, bukan disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah secara gencar menggunakan
media TV utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak seperti yang diinginkan.
Mula-mula program belajar dengan komputer (courseware) tampil dalam bentuk latihan soal, tutorial , dan simulasi hukum-hukum alam. Dengan makin berkembangnya kemampuan komputer (misalnya dalam menampilkan gambar), perangkat lunak latihan soal dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan
sesungguhnya yang ada pada komputer. Keadaan bertambah runcing dengan perkembangan pengetahuan di bidang kognitif, seperti munculnya teori-teori tentang human information processing . Akibatnya para ahli dibidang komputer dan kognitif melihat bahwa komputer untuk pendidikan dapat berfungsi lebih dari sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran. Komputer harus dapat meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini dapat dicapai misalnya dengan bantuan bidang AI
(artificial intelligence ). "peningkatan cara berfikir" ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk
mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk
membangun pengetahuan yang baru.
Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead , tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini
sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing
murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang
memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.
Melihat luasnya kemungkinan penggunaan komputer untuk pendidikan, berikut akan dibahas beberapa tahapan yang dapat digunakan untuk meningkatkan cara berfikir seseorang. Di samping itu, diharapkan pula sesorang tersebut mampu bekerja secara leluasa dengan menggunakan komputer.
Accelerated artinya dipercepat dan learning artinya pembelajaran. Jadi, the accelerated learning artinya pembelajaran yang dipercepat. Konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat,
kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan Somatic, Auditory, Visual dan Intellectual (SAVI) . Somatic dimaksudkan sebagai learning
by moving and doing (belajar dengan bergerak dan berbuat). Auditory adalah learning by talking and bearing (belajar dengan berbicara dan mendengarkan). Visual diartikan learning by observing and picturing (belajar dengan mengamati dan menggambarkan). Intellectual maksudnya adalah learning by problem solving and reflecting (belajar dengan pemecahan masalah dan melakukan refleksi).
b.4. Program MYOB
Perangkat lunak akuntansi merupakan perangkat lunak ( software) yang dibuat untuk memudahkan aktivitas dan pencatatan akuntansi dengan memanfaatkan konsep modularitas atas serangkaian aktivitas yang serupa ke dalam modul-modul spesifik seperti pembelian (Account payable), penjualan (Account receivable), penggajian, buku besar, dan lain-lain. Perangkat lunak ini bisa merupakan perangkat lunak yang dikembangkan sendiri oleh perusahaan,
atau dibeli dari pihak ketiga yang menyediakannya, atau dapat pula merupakan kombinasi dari keduanya. Karena hal tersebut, kompleksitas dan kapabilitas perangkat lunak akuntansi menjadi sangat beragam bergantung pada kondisi lingkungan perusahaan yang akan menggunakannya. Ada banyak perangkat lunak akuntansi baik buatan lokal maupun luar negeri dengan fitur-fitur seperti:
• Multi User • Multi Company • Berbagai Bahasa • Database
• Multi Cabang • Multi Currency
• Modul AR, AP, GL, Stock, Payroll, dll
Pada prinsipnya program akuntansi (keuangan) ditujukan untuk menghasilkan laporan akuntansi keuangan, yaitu Neraca (Balance Sheet) - Rugi laba (Profit Lost Statement) - Laporan Perubahan Posisi Keuangan (Cash Flow). Untuk dapat menghasilkan laporan tersebut, langkah mendasar adalah menyusun perkiraan atau account atau ledger atau Buku Besar. Dimana setiap ledger
memiliki kode dan nama (yang lazim digunakan) serta memiliki pos-pos yang jelas dalam posisi laporan keuangan, sepert ledger untuk Neraca, Ledger untuk
rugi Laba, Ledger untuk Biaya Pabrikasi dan Ledger untuk Manufaktur (pabrik). Program MYOB dibuat bukan sekedar untuk membuat laporan keuangan saja., tetapi juga untuk seluruh kegiatan administrasi yang secara umum yang dimiliki oleh setiap perusahaan, apapun jenis usahanya. Dengan demikian, program MYOB ini sangat bermanfat bagi para siswa baik SMA ataupun SMK,
yang berkeinginan bekerja sebagai tenaga administrasi di perusahaan, seperti administrasi penjualan, administrasi pembelian, administrasi gudang, administrasi keuangan, kasir, stagf akuntansi dan sebagainya.
Myob Accounting adalah aplikasi akuntansi yang populer saat ini. MYOB Accounting memfokuskan pada perusahaan jasa dan dagang disamping jenis perusahaan yang lain pun bisa juga diterapkan. Paling cocok aplikasi ini
diterapkan pada perusahaan menengah kebawah, untuk perusahaan besar rasanya tidak memadai, karena biasanya perusahaan besar jumlah transaksinya sangat
komplek sehingga biasanya mempunyai program yang dirancang sendiri sesuai dengan kebutuhan perusahaan tersebut.
Ada beberapa alasan kenapa kita harus menggunakan software ini dalam perusahaan, antara lain :
1. Mempunyai tampilan yang user friendly, karena transaksinya berfiat sederhana dan berupa gambar-gambar sehingga untuk pemula pun akan sangat mudah untuk memahaminya.
2. Mempunyai kemampuan export data ke program excel, sehingga laporan nya bisa juga di cetak di program excel.
3. Dapat diterapkan untuk 105 jenis perusahaan yang disediakan.
4. Mempunyai laporan keuangan yang sangat banyak termasuk setting pajak serta menampilkan analisa dalam bentuk grafik.
c. Prestasi Belajar
c.1 Definisi Prestasi Belajar
Rangkaian kata prestasi belajar merupakan salah satu istilahdalam dunia pendidikan, khususnya dalam bidang pengajaran. Istilah tersebut pada umumnya selalu berhubungan dengan kemampuan seorang siswa dalam menguasai suatu mata pelajaran. Hal ini senada dengan kata prestasi itu sendiri yakni seperti dalam kutipan berikut “Kata prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatis, kemudia dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha” (Zaenal Arifin, 1988:2).
Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar diperlukan adanya evaluasi yang nantinya akan dijadikan sebagai tolok ukur maksimal yang telah
dicapai siswa setelah melakukan kegiatan belajar selama waktu yang telah ditentukan. Apabila pemberian materi telah dirasa cukup, guru dapat melakukan tes yang hasilnya akan digunakan sebagai ukuran dari prestasi belajar yang bukan hanya terdiri dari nilai mata pelajaran saja tetapi juga mencakup nilai
tingkah laku siswa selama berlangsungnya proses belajar mengajar.
Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu.” Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru” (Tulus Tu`u, 2004:75).
Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa prestasi belajar adalah hasil kemampuan seseorang pada bidang tertentu dalam mencapai tingkat kedewasaan yang langsung dapat diukur dengan tes. Penilaian dapat berupa angka atau huruf.
Keberhasilan siswa dalam mencapai prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat kecerdasan yang baik, pelajaran sesuai dengan bakat yang dimiliki, ada minat dan perhatian yang tinggi dalam pembelajaran, motivasi yang baik dalam belajar, cara belajar yang baik dan
strategi pembelajaran yang dikembangkan guru. Suasana keluarga yang mendorong anak untuk maju, selain itu lingkungan sekolah yang tertib, teratur dan disiplin merupakan pendorong dalam proses pencapaian prestasi belajar (Tulus Tu`u, 2004: 81).
c.2 Kegunaan dan Fungsi Prestasi Belajar
Menurut Eddy Soewarni Kartawidjaja, dalam Muhajir (2009:26) prestasi belajar dalam lembaga pendidikan mempunyai arti yang strategis jika ditinjau dari
kegunaannya, antara lain sebagaimana yang tertera di bawah ini.
a. Prestasi belajar siswa dapat meramalkan dan memproyeksikan perkembangan kemajuan siswa secara individual maupun kelompok. b. Sebagai bahan laporan tentang kemajuan siswa yang bersangkutan
kepada orang tuanya tentang kemampuannya, disamping sebagai keterangan mengenai diri siswa itu selama mengikuti pendidikan pada suatu lembaga tertentu.
c. Bahan informasi tentang keberhasilan studi seseorang bagi suatu sekolah dimana ia berkedudukan sebagai murid baru pada jenjang atau tingkat pendidikan tertentu.
d. Sebagai bahan masukan bagi bimbingan dan penyuluhan. Dengan prestasi belajar yang ada, siswa dapat diberi nasehat agar dapat
mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya, serta dapat mengembangkan adaptasi pribadinya.
e. Prestasi belajar siswa dapat dijadikan sebagai bahan bandingan tentang metode dan yang diberikan oleh guru dalam pelaksanaan supervisi.
f. Prestasi belajar siswa dapat dijadikan sebagai bahan untuk menentukan status siswa dalam berbagai mata pelajaran.
g. Keperluan penelitian, terutama mengenai penyelenggaraan pengajaran yang meliputi penelitian tentang metode yang digunakan pada waktu mengajar, kurikulum yang berlaku dan efisiensi lulusannya.
Dengan ungkapan teori tentang kegunaan dari prestasi belajar siswa yang terlukis di atas, maka dapat dipahami bahwa prestasi belajar itu meliputi beberapa kegunaan dan oleh karena itu, prestasi belajar siswa menjadi penting dipahami.
Siswa dan proses belajar mengajar merupakan nafas dari kehidupan sekolah. Kelemahan dari segi ini merupakan kegagalan dari fungsi sekolah yang bersangkutan. Dengan demikian, keberhasilan suatu sekolah salah satu
indikasinya adalah kemampuan dari para pengelola sekolah untuk menciptakan situasi dan kondisi yang dapat memotivasi peserta didiknya untuk meraih prestasi
yang maskimal, dengan kata lain bahwa lembaga pendidikan formal harus mampu mengaktualisasikan potensi menjadi prestasi aktual, sebab prestasi itu adalah sebuah petunjuk yang dapat dijadikan parameter tentang keberhasilan dari seorang siswa.
Disamping kegunaan prestasi belajar sebagaimana yang dinyatakan di atas, maka keberadaan prestasi belajar juga memiliki fungsi seperti terungkap dalam kutipan di bawah ini.
a. Untuk memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memberikan proses belajar mengajar dan mengadakan remedial bagi murid.
b. Untuk menentukan angka kemajuan atau hasil belajar siswa. c. Untuk menempatkan murid dalam simulasi belajar yang tepat.
d. Untuk mengenal latar belakang murid yang mengalami kesulitan-kesulitan belajar. (Tabrani Rusyam, Zainal Arifin, 1982:210)
Prestasi belajar bukan saja ditunjukkan dan difungsikan seperti yang telah dijelaskan di atas, namun secara kodrati prestasi belajar khususnya merupakan perwujudan dari bentuk-bentuk kepribadian manusia. Seperti yang dikemukakan
Sumadi Suryabrata di bawah ini.
Fenomena-fenomena yang mendorong seseorang untuk melakukan aktifitas belajar dapat dinyatakan sebagai berikut:
a. Adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelediki dunia yang lebih luas. b. Adanya sifat yang kreatif yang terdapat pada manusia dan keinganan
untuk selalu maju.
c. Adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua, guru dan teman-temannya.
d. Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru, baik dengan cara kooperatif maupun kompetisi.
e. Adanya ganjaran dan hukuman sebagai akhir dari pada kegiatan belajar. (Sumadi Suryabrata, 1984:257)
Dengan pemahaman tentang tujuan dan fungsi prestasi belajar dalam proses (pembelajaran) pendidikan di sekolah, maka selanjutnya perlu dibahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan prestasi belajar itu sendiri dalam kaitannya dengan individu yang melakukan aktivitas belajar tersebut.
c.3 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Eksistensi prestasi belajar yang dihasilkan oleh seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh sebuah variabel saja, akan tetapi merupakan akumulasi dari beberapa faktor yakni aspek intern dan ekstern. Faktor intern atau kadang-kadang disebut juga aspek indogen adalah berbagai faktor yang terdapat pada individu yang bersangkutan misalnya intelegensia (IQ), minat, motif, dan sebagainya. Sedangkan faktor ekstern atau aspek eksogen merupakan faktor-faktor yang berada diluar diri individu itu, namun secara langsung mempengaruhi dalam
melakukan aktifitas belajar tersebut. Umpamanya lingkungan rumah, masyarakat sekitar, sekolah, masing-masing lingkungan ini masih dapat dibagi-bagi menjadi bagian yang terkecil. Oleh karena itu optimalisasi prestasi belajar adalah perpaduan yang ideal dari berbagai faktor yang dimaksud.
Sebagaimana disinggung bahwa keberadaan prestasi belajar itu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang pada dasarnya hanya dikelompokkan menjadi dua hal, yakni faktor internal ialah faktor yang tumbuh dari dalam diri anak itu sendiri. Seperti kesehatan, rasa aman, kemampuan, minat dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal ialah faktor yang datang dari luar diri si anak itu sendiri, seperti kebersihan rumah, udara yang panas, lingkungan dan sebagainya.
Secara lebih rinci, dua faktor yang disebutkan secara umum di atas dapat diekspolarasikan sebagai berikut:
1. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu. Faktor ini juga merupakan atribut atau aspek-aspek yang melekat secara individual pada kepribadian anak didik. Baik yang bersifat rohaniah maupun yang bersifat jasmaniah, dimana pada umumnya ada yang bersifat rohaniah tersebut merupakan sifat-sifat yang terbatas sejak lahir, umpamanya intelegensia, bakat, minat motif lain dan lain-lain, namun demikian faktor-faktor dimaksud ada yangd apat mempengaruhi dari luar, tetapi ada pula yang bersifat konstant (tetap) tanpa dapat dibimbing oleh faktor lingkungan, misalnya intelegensi dan bakat. Lingkungan dalam arena ini pada umumnya hanya berperan untuk mengoptimalkan aspek-aspek tersebut. Tanpa adanya bakat yang dibawa sejak lahir, lingkungan tidak dapat menciptakan seseorang untuk dapat berbuat baik sesuai dengan kualitas karateristik tindakan-tindakan dimaksud.
Hal pertama dan yang paling penting dalam adanya kesadaran dari peserta didik itu sendiri akan makna yang terkandung dari kegiatannya untuk melakukan belajar tersebut. Oleh karena itu, pendidikan yang relevan dalam gejala-gejala ini
adalah menanamkan nilai-nilai dari sifat-sifat dan sikap terpuji sebagaimana yang dikemukakan Fauzan Naif (1992) dalam Muhajir (2009:29).
Dalam kegaitan belajar, seorang siswa dituntut untuk dapat memiliki sifat-sifat yang baik antara lain:
a. Rajin, cermat, tekun dan teliti.
b. Tabah, ulet dan percaya pada diri sendiri. c. Disiplin, tahu tugas dan kewajiban.
e. Tak mudah putus asa dan patah hati serta selalu berusaha ingin maju. f. Lincah, cekatan dan gemar membaca.
g. Bersih, rapi, hemat sederhana.
h. Tegas, berprinsip dan tidak mudah terombang ambing. i. Sabar, jujur dan sportif.
j. Tidak egois, simpatik dan suka menolong.
k. Berani tapi sopan, tidak sombong dan tidak congkak serta hormat sesama teman.
l. Optimis serta riang gembira, manis suka dan ramah. m. Tahu diri, dan bersusila.
n. Tidak pemalu dan rendah diri.
o. Bisa dipercaya dan bertanggung jawab. (Fauzan Naif, 1992:2-3).
Faktor jasmaniah memiliki kontibusi yang cukup besar dalam proses belajar. Dengan terjaganya kesehatan dan atau terpenuhinya unsur-unsur zat yang dibutuhkan badan merupakan salah satu indikasi untuk dapat tercapainya prestasi belajar yang baik. Faktor jasmaniah ini berhubungan erat dengan panca indra yang dipergunakan dalam proses belajar mengajar. Oleh karena itu, fungsi panca indra yang optimal merupakan syarat yang pertama dalam aktivitas belajar. Kenyataan ini sebagaimana yang dinyatakan oleh seorang ahli pendidikan sebagai berikut.
Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca indranya. Baik fungsi panca indra merupakan syarat belajar untuk dapat berlangsung dengan baik pula. Dengan sistem persekolahan dewasa ini antara panca indra itu yang paling memegang peranan dalam belajar adalah mata dan
telinga. (Sumadi Suryabrata, 1984:156)
Khusus dunia kedokteran telah mampu membuktikan bahwa gizi dan atau zat-zat yang lain berperan dalam proses pembangunan tubuh yang sehat bagi upaya menjalani hidup dan kehidupan yang bergairah. Dengan demikian proses belajar yang berhasil akan sangat tergantung dari unsur-unsur lain yang cukup untuk membangun vitalitas tubuh, maka dapat dipastikan bahwa orang-orang
tersebut akan mengalami gangguan fisik, misalnya lemah, tidak bergairah, suka mengantuk dan lain-lain.
Dengan tubuh sedemikian ini, maka tidak dapat didarapkan kegiatan belajar dapat berlangsung secara baik. Disamping itu pula untuk dapat
menghasilkan prestasi belajar yang baik harus diperhatikan pula faktor-faktor yang lain, misalnya dengan selalu berolah raga secara teratur, menjaga waktu tidur, dapat meluangkan waktu untuk rekreasi bagi penyegaran jiwa dan sebagainya. Dengan menjaga ketentuan-ketentuan tersebut secara konsisten dan berkesinambungan, maka dapat diharapkan prestasi belajar yang baik sesuai
dengan harapan orang tua, lembaga dan masyarakat. Sesuai dengan fakta-fakta yang dimaksud, maka tidak sedikit para ahli yang memberikan saran-sarannya kea rah tersebut dan salah satunya menyatakan bahwa “Agar seseorang dapat belajar dengan baik harus mengusahakan kesehatan yang prima dengan mengidahkan ketentuan-ketentuan seperti bekerja, olahraga, makan dan rekreasi”. (Slamet, 1985:57)
Oleh karena itu dalam kegiatan belajar, maka kesegaran, kegairahan, memiliki semangat yang tinggi menjadi kunci untuk dapat menyerap materi yang sedang dipelajari secara optimal. Semua itu dapat dicapai manakala seorang siswa dapat mengatur irama kegaitannya dengan baik, seperti rekreasi, tidur, bekerja dan olahraga yang teratur. Sehubungan dengan masalah makanan yang memiliki potensi yang baik untuk melakukan kegiatan belajar adalah sebagai berikut:
1. Susu atau susu kental, kita masih ingat bahwa seluruh tubuh dan otak di tahun-tahun pertama dari kehidupan kita dibangun oleh susu. Seumur hidup, susu tetap merupakan makanan yang sempurna.
2. Buah-buahan, ia mengandung garam makanan yang berharga dan diperlukan sekali oleh otak yang aktif.
3. Sayur-sayuran yang muda dan segar lebih baik. Sayur-sayuran yang muda dan segar banyak sedikitnya bisa menjadi obat. Sayur-sayuran itu menjaga kesehatan tubuh.
4. Telur, telur jenis apapun penuh mengandung zat makanan.
5. Ikan, semua ahli gizi sepaham bahwa ikan merupakan makanan yang baik bagi otak, dan ikan mudah dicerna.
6. Daging, ada beberapa pendapat mengenai daging, ada yang menunjukkan bahwa daging tidak perlu, akan tetapi kenyataan menunjukkan bahwa banyak pemikir makan daging, yang perlu diperhatikan ialah bahwa pemikir tidak terlalu sedikit memerlukan daging. (Fauzan Naif, dalam Muhajir (2009:32)
2. Faktor Eksternal
Faktor ekseternal adalah faktor yang berasal dari luar individu. Faktor eksternal juga dapat dipahami sebagai unsur-unsur yang terdapat di sekitar subjek yang sedang belajar dan karenanya dalam faktor ekseternal ini terdapat berbagai variabel yang dapat dikategorikan pada masalah ini, hal ini dapat berbentuk fisik dan tidak sedikit yang bersifat non fisik. Aktualisasi faktor eskternal dalam belajar dapat dikelompokkan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, sekolah dan faktor masyarakat.
Keluarga sebagai salah satu aspek yang dapat mempengaruhi prestasi belajar tidak dapat diabaikan peranannya dalam meningkatkan prestasi anak
didiknya, sebab keluarga itu merupakan lembaga pertama dan utama bagi anak didik untuk mengenal dunianya. Oleh karena itu, suasana yang harmonis dalam rumah tangga dengan suasana yang damai akan memberikan andil yang tidak kecil artinya bagi kelahiran prestasi yang baik. Demikian pula hubungan yang mesra antara anggota keluarga baik antara anak dengan anak atau lebih-lebih
hubungan orang tua dengan anak akan memberikan corak tersendiri bagi prestasi anak di sekolah.
Di sekolah juga terdapat banyak sekali gejala yang memberikan sumbangan bagi tercapainya prestasi belajar yang optimal, dimana pada masalah ini pun terdapat unsur-unsur yang baik bersifat fisik maupun nin fisik. Oleh karena itu, dalam rangka menciptakan prestasi belajar yang baik dari seorang siswa, tidak sedikit yang harus mendapatkan perhatian terutama dari guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan itu sendiri, sehingga dengan demikian ia dapat melaksanakan tugas-tugas keguruannya secara efektif dan efisien. Komponen-komponen yang layak mendapatkan perhatian dari seorang guru, khususnya dalam proses belajar mengajar itu sebagaimana yang dikemukakan Djaja Djadjuri (1988) bahwa di dalam proses pengajaran memiliki lima variabel, yakni perencanaan, pengembangan, pelaksanaan, pengelolaan dan e valuasi.
Sedangkan masyarakat sebagai salah satu unsur yang dapat mempengaruhi prestasi belajar anak sebagaimana yang dikemukakan oleh Ny. Roestiyah NK
(1986) bahwa yang datang dari masyarakat faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar anak adalah mass media, teman bergaul, kegiatan-kegiatan yang
lain, dan cara-cara hidup lingkungan. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan yang baik dalam rangka memberikan pengaruh yang baik kepada anak yang pada dasarnya berada dalam taraf perkembangan tersebut menjadi kunci pokok menggelimintir atau meminimalisasi pengaruh-pengaruh negatif dimaksud.
Dari penjelasan di atas, faktor eksternal meliputi faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.
a. Faktor Lingkungan Sosial
Yang termasuk faktor lingkungan sosial adalah masyarakat dan tetangga juga teman sepermainan. Lingkungan sosial masyarakat dapat dibagi menjadi dua yaitu lingkungan sosial masyarakat tempat siswa tinggal seperti orang tua, adik, kakak, dan lain-lain dan lingkungan sosial masyarakat tempat siswa belajar seperti guru, teman belajar, dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi prestasi belajar siswa.
Apabila masyarakat/tetangga dan teman-temannya adalah orang yang berprestasi, maka sangat berpengaruh terhadap kodrat manusia ialah meniru orang
lain. Jadi, apabila lingkungan sosialnya baik, maka ia pun akan menjadi baik, begitu pula sebaliknya.
b. Faktor Lingkungan Non Sosial
Faktor yang termasuk non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya, rumah tempat tinggal keluarga dan letaknya, alat belajar, keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan.
Gedung sekolah dan rumah yang luas, indah dan rapi, nyaman dan tenang akan menunjang semangat belajar siswa. Begitu pula alat-alat belajar jika alat belajar memadai akan mempengaruhi tingkat prestasi belajar.
Berpangkal dari kenyataan di atas, maka untuk mendapatkan hasil yang baik dalam kegiatan belajar, maka terdapat beberapa masalah yang sepatutnya
dicermati, sebab masalah-masalah tersebut baik yang langsung maupun tidak langsung memiliki korelasi yang positif terhadap prestasi belajar. Dengan kata lainm bahwa aktivitas belajar itu tidak semata-mata ditentukan oleh sebuah
variabel saja, akan tetapi merupakan akumulasi dari berbagai faktor, dimana pada dasarnya faktor-faktor dimaksud dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian pokok, seperti juga yang dijelaskan pada pembahasan sebelumnya yaitu faktor
internal dan faktor eksternal.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa menurut para ahli pendidikan, faktor keluarga sebagai faktor eksternal dalam lingkungan sosial memiliki pengaruh dalam membentuk prestasi anak. Keadaan rumah tangga, situasi rumah, bentuk dan cara komunikasi antar anggota keluarga, serta hubungan keluarga dengan masyarakat sosial mungkin akan mempengaruhi cara, frekuensi, lama, ataupun konsistensi belajar pada anak-anak.
G. Metode Penelitian
Untuk menyelesaikan permasalahan penelitian ini, pendekatan yang diterapakan adalah pendekatan kuantitatif yang dapat menjelaskan secara korelasional dan sistematis tentang variabel penelitian. Penelitian ini mempergunakan data kuantitatif karena data kuantitatif merupakan data yang dapat diukur secara langsung atau dapat dihitung. Pendekatan kuantitatif merupakan korelasional. Pendekatan korelasional adalah jenis penelitian yang mengkaji hubungan antara dua hal atau lebih” (Suharsimi Arikunto, 1995:126). Selanjutnya dalam karya lain disebutkan bahwa “Tujuan penelitian korelasional adalah mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi. (Sumadi Suryabrata, 1989:26)
Pendekatan korelasional tersebut di atas, dapat mengetahui arah korelasi kedua variabel yang diteliti sebagaimana yang terungkap dalam kutipan berikut:
“Arah korelasi itu digolongkan menjadi tiga bagian, yaitu arah korelasi positif, arah korelasi negative dan arah korelasi nihil. Arah korelasi positif
dapat dijelaskan bahwa apabila variabel X meningkat akan diikuti dengan meningkatnya variabel Y dan sebaliknya jika variabel X menurun akan diikuti secara sejajar dengan menurunnya variabel Y. Sedang arah korelasi negatif berarti apabila variabel X meningkat maka diikuti dengan menurunnya variabel Y, demikian pula sebaliknya, apabila variabel Y meningkat, maka akan diikuti dengan menurunnya variabel X. arah korelasi nihil mengandung arti bahwa kedua variabel tidak memiliki hubungan sama sekali. (Sutrisno Hadi, 1980:243)
Pendekatan korelasional bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan antara variabel-variabel tersebut dan apabila ada, berapa eratnya hubungan serta berarti atau tidak hubungan tersebut. Berdasarkan hal tersebut, maka pada penelitian ini akan diketahui apakah ada tidaknya korelasi atau hubungan dan bagaimana arah korelasi tersebut. Sehingga dapat diketahui bahwa “Terdapat peningkatan pada prestasi belajar siswa kelas II SMKN 1 Kuripan Kabupaten Lombok Barat terhadap meningkatnya pemahaman guru dalam bidang komputer pada tahun pelajaran 2008/2009”.
a. Desain Penelitian
Desain penelitian merupakan rencana yang akan dilakukan tentang tata cara baik mulai dari perencanaan, perlakuan, mengumpulkan dan menganalisa data agar dapat dilaksanakan secara serasi dan sesuai dengan tujuan penelitian. “Desain adalah semua proses yang diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan penelitian” (Nazir, 1988). Desain yang akan dipakai penulis dalam penelitian ini adalah desain penelitian kualitatif deskriptif.
Ciri dalam penelitian ini adalah pada tujuan untuk memperoleh suatu penemuan yang signifikan secara operasional. Pada akhirnya hasil penelitian
tersebut dapat digunakan pada saat yang tepat. .b Teknik Penentuan Subjek Penelitian
Populasi dapat diartikan sebagai “Keseluruhan objek penelitian baik terdiri dari benda nyata, abstrak, peristiwa maupun gejala yang merupakan sumber data dan memiliki karakter tertentu dan sama” (Sukandarrumidi, 2002:47). Sedangkan dalam penelitian ini populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek yang mempunyai kuantitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” (Sugiyono, 2001:57).
Berdasarkan dari pengertian populasi di atas, maka populasi dalam penelitian ini adalah Guru dan Siswa Kelas II SMKN 1 Mataram tahun pelajaran 2009/2010, dan mengingat jumlah populasi relatif terbatas, yaitu sebanyak 15 orang guru kelas II dan 62 orang siswa, maka penelitian ini diarahkan pada penelitian populasi dengan berpangkal dari sebuah pendapat yang menjelaskan bahwa “Untuk sekedar ancar-ancar maka apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi.
Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih” (Suharsimi Arikunto, 1995:120).
Populasi dapat dibatasi sebagai “Sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai satu sifat yang sama” (Sutrisno Hadi, 1980:220). Ahli lain mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek dari objek masalah
yang akan diteliti. Sehingga dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah Guru dan Siswa Kelas II SMKN 1 Kuripan Kabupaten Lombok Barat tahun pelajaran 2008/2009 yang berjumlah 15 orang guru dan 25 orang siswa kelas IIA.
c. Instrument Penelitian
Instrumen penelitian adalah segala sesuatu yang digunakan oleh peneliti sebagai alat bantu dalam kegiatan penelitiannya sehingga menjadi sistematis dan mempermudah penelitiannya (Suharsimi Arikunto, 1995)
Berdasarkan hal di atas, maka penulis akan menggunakan beberapa instrumen pada penelitian ini antara lain :
1) Angket
Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk mengambil data yang aktual dari sumber informasi secara langsung. Angket atau alat pengumpul data dengan mengharapkan para responden dapat memberikan data-data tertulis. Dalam hal ini 20 item angket akan diberikan dengan memperhatikan komponen-komponen yang diteliti, yaitu tentang peranan pemahaman guru dalam bidang komputer terhadap peningkatan prestasi belajar siswa kelas II di SMKN 1 Kuripan selama tahun pelajaran 2008/2009.
Data angket adalah berupa hasil yang berisi tentang seberapa besar pemahaman guru dalam bidang komputer jika diterapkan pada mata pelajaran
yang diajarkan.
2) Hasil Nilai Raport Siswa
Adalah merupakan hasil nilai yang diperoleh siswa pada tahun ajaran 2008/2009.
3) Lembar Observasi
Lembar observasi diisi dengan hasil pengamatan proses KBM oleh asisten peneliti atau orang lain yang ditunjuk untuk itu secara independen. Berguna
untuk mengetahui perbedaan proses KBM sebelum guru memiliki pemahaman dalam bidang komputer dan pada saat guru telah memiliki pemahaman dalam bidang komputer.
4) Dokumentasi
Dokumetasi digunakan sebagai alat verifikasi kegiatan yang telah dilakukan. Dokumen bisa berupa catatan, RPP, hasil kerja siswa, laporan observasi, dan lain-lain.
d. Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu: data kualitatif dan data kuantitatif.
Data kualitatif diambil dari bahan ajar, RPP dan lembar observasi. Data ini nantinya akan dianalisa dengan metode kualitatif deskriptif.
Pengambilan data kuantitatif yang berupa nilai awal dan nilai akhir akan dilakukan dengan urutan sebagai berikut:
1) Data hasil belajar siswa diambil dari hasil nilai raport siswa pada semester II tahun pelajaran 2009/2010.
2) Data tentang pemahaman guru dalam bidang aplikasi program komputer MYOB yang diperoleh dari hasil angket yang disebar kepada guru yang menjadi responden penelitian.
e. Teknik Analisa Data
Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuatitatif. Metode analisis ini digunakan untuk mendeskripsikan situasi dan kejadian yang terjadi saat pelaksanaan tindakan.
Dari data-data tersebut di atas, maka akan diperoleh hasil angket yang akan berguna sebagai nilai variabel pada masing-masing responden. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, jumlah soal angket yang digunakan adalah 20 dengan 4 pilihan jawaban. Sehingga nilai minimal untuk masing-masing responden pada
setiap variabel adalah 40, dan 160 untuk nilai maksimal.
Untuk dapat menarik kesimpulan data yang diperoleh, maka teknik yang diterapkan adalah metode statistika dengan koefisien korelasi. Koefisien korelasi adalah alat statistik yang dapat digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran dua variabel yang berbeda agar dapat menentukan tingkat hubungan
antara variabel-variabel yang diteliti.
Pengujian yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan pada prestasi belajar siswa kelas II SMKN 1 Mataram terhadap meningkatnya pemahaman guru dalam program aplikasi komputer (MYOB) pada tahun pelajaran 2009/2010 dapat dilakukan dengan uji kriteria dengan:
1. Uji Signifikansi Individual (Uji Statistik t)
Uji yang menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variase variabel terikat.
2) Ha : bi≠ 0
3) Rumus t hitung:
Keterangan:
1. Hipotesis nol (Ho) yang hendak diuji adalah apakah suatu parameter (bi)
sama dengan nol,
2. Hipotesis alternatifnya (Ha), parameter suatu variabel tidak sama dengan nol,
2. Uji Koefisien Determinasi
Perangkat yang mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Formulanya adalah:
Selain itu, banyak juga peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai Adjusted R2 pada saat mengevaluasi mana model regresi yang terbaik.
3. Regresi Linier Sederhana
Analisis ini menggunakan model probabilitas linier sebagaimana model regresi yang lain, di mana parameternya dapat ditaksir dengan prosedur kuadrat terkecil biasa
(OLS) yang umum (Gujarati dalam Wahyudin dan Narimo, 2005). Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (Tingkat
Penguasaan Program MYOB Guru Akuntansi) terhadap variabel dependen (Prestasi Belajar Siswa).
Persamaan regresi berganda adalah sebagai berikut (Sugiyono dan Wibowo, 2002:347):
Keterangan:
Y = Variabel Prestasi Belajar Siswa. a = Konstanta regresi berganda. b1, b2 = Koefisien regresi.
X1 = Variabel Tingkat Penguasaan Program MYOB Guru Akuntansi.
X2 = Variabel Disiplin Kerja.
e = Error (variabel bebas lain diluar model regresi) 4. Uji Simultan
Uji ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independent yang terdapat di dalam model secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependent.
Oleh karena itu, untuk membuktikan kebenaran hipotesis digunakan uji F, yaitu untuk mengetahui sejauh mana variabel-variabel bebas yang digunakan mampu menjelaskan variabel terikat.
Apabila dari perhitungan Fhitung > Ftabel maka HO tidak diterima, sehingga dapat dikatakan bahwa variabel bebas dari model regresi dapat menerangkan variabel terikat secara serentak. Sebaliknya Fhitung < Ftabel maka HO diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa variabel bebas