DESKRIPSI USAHA
Bisnis laundry merupakan bisnis yang mengandalkan jasa. Sehingga sangat penting untuk berorientasi pada kepuasan pelanggan. Mendapatkan pelanggan yang loyal merupakan suatu keberhasilan bagi bisnis ini . Perlu untuk di ketahui fundamental dari bisnis ini secara professional. Apa saja jasa yang akan diberikan, siapa saja target customernya, siapa saja yang menjadi pemilik, berapa biaya yang dibutuhkan.
VISI, MISI, dan STRUKTUR ORGANISASI “Nayaka Syahidah Laundry” Visi : Menjadi Franchise Laundry terbesar di Padang Bulan dan sekitarnya.
Misi : Mendapatkan pelanggan yang loyal khususnya daerah padang bulan dan sekitarnya. Struktur Organisasi :
Tugas tiap Divisi/Struktur :
1. Owner = Pemilik/ Pemodal dari usaha laundry nayaka
2. Bagian Keuangan = Mengatur segala aktivitas keluar masuknya uang di usaha ini. 3. Bagian Pengiriman = Mengantar dan mengirim pakaian yang akan di laundry dan
yang sudah selesai dikerjakan.
4. Pengelola Outlet = Mengatur segala aktivitas yang berhubungan dengan hal-hal operasional laundry, sebagai Pengawas sekaligus pelaksana usaha
5. Karyawan = pelaksana usaha yang terdiri dari bagian cuci, bagian setrika, bagian penamaan.
OWNER
Pengelola Outlet
Bagian Keuangan Bagian Pengiriman
ANALISIS OPERASIONAL BISNIS
Prosedur operasional laundry kiloan terdiri dari penerimaan order, pembuatan label, proses pencucian dan penyerahan order kepada pelanggan.
1. Penerimaan order.
Dalam menerima order harus mengikuti langkah-langkah berikut :
a. Order dari pelanggan langsung ditimbang dan dibuatkan nota penerimaan order.
b. Jika baju kotor yang dibawa konsumen menggunakan kantong plastik, langsung diikat agar pakaian tidak tumpah.
c. Setiap baju ditandai dengan alat yang disebut tag gun, yang sudah di isi dengan tag pin dan kain keras.
d. Gunakan spidol tahan air untuk menandai potongan kain keras (label) sesuai dengan nomor notanya. Jumlah label harus sesuai dengan jumlah baju setiap notanya.
e. Tembakkan tag gun 2 kali ke setiap baju untuk menghindari putusnya tag pin akibat putaran mesin cuci.
2. Pembuatan label.
Label adalah tanda untuk pakaian yang dicuci. Harus mempersiapkan skema supaya order yang dicuci tidak tertukar. Oleh karena itu dibuat label atau tanda untuk pakaian yang dicuci. Salah satu cara memberi label adalah dengan menggunakan alat yang disebut tag gun yang sudah diisi dengan tag pin dan kain keras. Tag gun berbentuk seperti pistol dengan ujung jarum. Tag pin adalah isi tag gun yang terbuat dari plastik sebesar lidi. Tag pin biasanya digunakan untuk label harga pada baju-baju baru.
3. Proses pencucian.
Ada beberapa tahap pencucian yaitu tahap pengumpulan, pemilahan, pencucian, perendaman dalam pelembut dan pewangi pakaian, pengeringan, penyetrikaan dan pengepakan atau finishing.
a. Tahap pengumpulan.
Order cucian tidak boleh tertukar satu sama lain. Pisahkan antara pakaian yang belum dicuci dengan yang sudah dicuci.
b. Tahap pemilahan.
Kain yang berwarna putih sudah pasti harus dipisah dari kain yang berwarna untuk menghindari lunturnya pakaian berwarna ke pakaian putih. Panduan pemilahan berdasarkan kategori berikut :
Berdasarkan jenis kotoran. Pakaian dengan tingkat kotoran yang tinggi (sangat kotor) harus dipisahkan karena memerlukan proses khusus agar mendapatkan hasil yang optimal. Sedangkan jenis dengan kotoran ringan dan sedang hanya diproses secara singkat.
Berdasarkan jenis kain (serat dan warna). Penyortiran berdasarkan jenis kain penting karena ada beberapa jenis kain yang sensitif, umumnya wol dan sutra. Penyucian dengan deterjen dan suhu rendah akan membantu jenis kain ini awet. Tingkat air yang tinggi selama penyucian juga mampu menghindarkan kerusakan kain jenis ini. Jenis kain tenun memerlukan tingkat air yang tinggi untuk menghindari kerusakan. Linen yang berwarna dipisahkan untuk menghindari kelunturan.
Berdasarkan proses (sesuai alat yang digunakan). Untuk efisiensi, penyortiran berdasarkan pengeringan perlu dilakukan. Misalnya handuk dikeringkan dengan mesin pengering, sedangkan sprei, sarung bantal, serta taplak meja dikeringkan dengan setrika khusus (steamer).
c. Tahap pencucian.
Beberapa tehnik penyucian yang bisa dilakukan adalah :
Perendaman. Jika kotoran pada pakaian masuk ke dalam kategori berat, bisa jadi perendaman dilakukan lebih dari satu kali. Sebab perendaman ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang larut dalam air, selain untuk mendapatkan suhu yg pas sebelum dilakukan penyabunan. Perendaman biasanya dilakukan antara 3 – 5 menit. Perendaman pakaian bisa juga dilakukan dengan sabun atau deterjen. Namun perlakuan ini biasanya dilakukan pada pakaian untuk noda yang membandel.
Penyabunan. Tahap ini merupakan tahap pencucian yang sebenarnya. Umumnya dilakukan selama 8 – 15 menit. Pembilasan awal dilakukan untuk menurunkan suhu dan kadar deterjen. Proses menghilangkan noda (bleaching) dilakukan selama 8 – 10 menit. Pembilasan dilakukan 2 atau 3 kali, bergantung kotoran yang masih menempel pada pakaian.
Pembersihan akhir. Pembersihan akhir dilakukan untuk perawatan kain agar tidak cepat rusak atau warnanya cepat pudar. Lakukan pembersihan akhir ini dengan menggunakan air hangat selama 3 – 5 menit.
Pemerasan. Pemerasan dilakukan untuk mengurangi kadar air di pakaian sebelum akhirnya memasuki proses pengeringan. Biasanya tahapan ini memerlukan waktu antara 2 – 12 menit, bergantung jenis dan ketebalan kain.
d. Tahap pemberian pewangi dan pelembut pakaian.
Tahap perendaman ini biasanya bersatu dengan tahap pencucian. Jumlah pewangi dan pelembut pakaian yang dipakai umumnya adalah 30ml dicampurkan dengan 10 liter air. Jadi tidak berdasarkan jumlah kilogram cucian. Perendaman bisa dilakukan selama 10 – 15 menit. e. Tahap pengeringan.
Tahap pengeringan pakaian dilakukan dengan menggunakan mesin pengering. Setelah kering, pakaian tersebut dapat langsung disetrika, lalu dikemas. Namun ada beberapa pakaian yang setelah dikeringkan dengan pengering masih harus dijemur atau diangin-anginkan. Perbedaan jenis pakaian membuat proses pengeringan menjadi berbeda-beda.
f. Tahap penyetrikaan.
Sebelum akhirnya dilipat dan dibungkus, pakaian kering terlebih dahulu disetrika. Waktu yang digunakan untuk satu potong pakaian sekitar 2 – 3 menit. Pada saat penyetrikaan, karyawan bisa menyeleksi hasil cucian karena secara detil, noda yang masih tertinggal bisa segera dipisahkan. Untuk mempercepat penyetrikaan dan pakaian tidak kusut digunakan semprotan air. Pada beberapa laundry yang tidak menggunakan pewangi dan pelembut, air yang disemprotkan biasanya dicampur dengan pewangi dan pelembut.
g. Tahap pengepakan atau finishing.
Pengepakan yang dimaksud disini adalah bagaimana supaya pengemasan hasil cucian saat dikembalikan kepada pelanggan dalam keadaan rapi. Untuk pengepakan sekitar 1 -3 menit saja. Pengepakan standar yang biasa dilakukan adalah dengan menggunakan plastik transparan dengan kapasitas maksimal 5 kg. Setelah dikemas, hasil pengepakan tadi diletakkan pada rak. Bukti penomoran yang tertera pada kuitansi atau bukti pencucian bisa menjadi patokan, misalnya hari, tanggal, dan jam masuk.
4. Penyerahan order ke pelanggan.
Usahakan semuanya dikerjakan tepat waktu. Penyerahan cucian kepada pelanggan bisa dikatakan sebagai finishing touch. Hal ini juga tidak kalah penting dengan tahap-tahap sebelumnya. Bahkan, jika terjadi keteledoran sedikit bisa membuat jasa laundry akan tidak dipercaya lagi oleh pelanggan. Karena pada tahap inilah kepuasan dan kenyamanan pelanggan akan tersempurnakan.
ANALISIS KEKUATAN, KELEMAHAN, ANCAMAN, DAN PELUANG (SWOT) Berikut analisis SWOT berdasarkan Matriks IFAS dan EFAS.
MATRIKS IFAS dan EFAS NAYAKA SYAHIDAH LAUNDRY
Internal Factor Analysis Summary (IFAS)
Faktor Strategis Internal Bobot Peringkat Terbobot Keterangan Strenght (Kekuatan)
Harga Laundry yang murah hanya
Rp.5000,-/kg. 0,17 4 0,68
Harga murah menarik minat konsumen.
Lokasi berada didalam gang,
berada dilingkungan anak kost. 0,15 2 0,30
Lokasi yang dekat dengan calon konsumen.
Menerima Pakaian dari Muslimin
dan Muslimah. 0,18 3 0,54 Ciri khas laundry nayaka. Adanya usaha lain seperti setrika
pakaian Rp.3000/kg dan menjual madu.
0,10 2 0,20 Alternatif usaha lain.
TOTAL SKOR KEKUATAN 0,60 1,72
Weakness (Kelemahan)
Lamanya proses laundry yang
memakan waktu 3 hari. 0,10 2 0,20
Proses dari pencucian, pengeringan, dan setrika. Masih sedikitnya cabang usaha. 0,20 4 0,80
Tidak adanya tempat parkir bagi
kendaraaan bermotor. 0,05 1 0,05
Sulitnya bagi konsumen memarkirkan kendaraan. Terbatasnya jumlah karyawan. 0,05 1 0,05 Hanya 1-2 karyawan ditiap
toko.
TOTAL SKOR KELEMAHAN 0,40 1.10
SELISIH KEKUATAN -
External Factor Analysis Summary (EFAS)
Faktor Strategis Eksternal Bobot Peringkat Terbobot Keterangan Opportunity (Peluang)
Banyaknya anak kost disekitar
lokasi usaha. 0,15 3 0,45 Banyaknya calon konsumen. Belum banyaknya usaha laundry
lain yang membuat jasa setrika pakaian.
0,07 2 0,14 Belum ada saingan dalam hal ini.
Tingkat keinginan konsumen untuk pelayanan yang lebih instan.
0,15 2 0,30
Konsumen tidak mau mengantar dan mengambil laundry.
Calon konsumen disekitar lokasi
rata-rata beragama islam. 0,13 3 0,39
Sekitar 65% dari calon konsumen disekitar lokasi.
TOTAL SKOR PELUANG 0,50 1,28
Threats (Ancaman)
Banyaknya Pesaing diluar yang
membuat harga lebih murah. 0,14 3 0,42
Memungkinkan terjadinya perang harga.
Munculnya pesaing-pesaing baru. 0,13 4 0,52 Ketertarikan konsumen untuk jasa
laundry masih rendah. 0,12 3 0,36
Konsumen lebih memilih mencuci baju sendiri.
Tingkat kepuasan konsumen atas
hasil laundry yang berubah-ubah. 0,11 2 0,22
Hasil laundry yang kurang rapi membuat kepuasan konsumen berkurang.
TOTAL SKOR ANCAMAN 0,50 1,52
SELISIH PELUANG -
Berdasarkan Matriks IFAS dan EFAS didapatkan skor Internal adalah 0,62 dan skor eksternal adalah -0,24.
Karena kekuatan lebih besar dari pada kelemahan dan ancaman lebih besar dari pada peluang, Nayaka Laundry terletak pada Kuadran II. Karena Usaha ini hendaknya lebih memfokuskan strateginya pada kegiatan-kegiatan yang meminimalkan ancaman serta memfokuskan pada hal kekuatan serta strategi difersifikasi produk atau pasar.
SARAN
Berikut saran menurut saya dibuat berdasarkan analisis Matriks SWOT.
MATRIKS SWOT NAYAKA SYAHIDAH LAUNDRY EKSTERNAL
INTERNAL
KEKUATAN (S) 1. Harga Laundry yang
murah hanya Rp.5000,-/kg.
2. Lokasi berada didalam gang, berada
dilingkungan anak kost. 3. Menerima Pakaian dari
Muslimin dan Muslimah. 4. Adanya usaha lain seperti
setrika pakaian
Rp.3000/kg dan menjual madu.
KELEMAHAN (W) 1. Lamanya proses laundry
yang memakan waktu 3 hari.
2. Masih sedikitnya cabang usaha.
3. Tidak adanya tempat parkir bagi kendaraaan bermotor. 4. Terbatasnya jumlah karyawan. P osis i I n ternal Posisi Eksternal Kuadran III
Mendukung Strategi Turn-Aroud
Kuadran I
Mendukung Strategi Agresif Kuadran II
Mendukung Strategi Difersifikasi Kuadran IV
Mendukung Strategi Defensif
(+)
(+) (-)
PELUANG (O) 1. Banyaknya anak kost
disekitar lokasi usaha. 2. Belum banyaknya usaha
laundry lain yang membuat jasa setrika pakaian.
3. Tingkat keinginan konsumen untuk pelayanan yang lebih instan.
4. Calon konsumen
disekitar lokasi rata-rata beragama islam.
Strategi SO: 1. Membuat promo
pencucian bagi member laundry nayaka.(S1,O1) 2. Membuat brosur
menerima setrika pakaian.(S4,O2)
3. Membuat brosur laundry yang bisa menerima pakaian muslimin dan muslimah.(S3,O4) 4. Menyediakan layanan
antar jemput laundry.(S2,O3)
Strategi WO: 1. Membuka cabang baru
disekitar kost-kostan.(W2,01) 2. Menyediakan layanan
antar jemput laundry.(W3,03) 3. Merekrut lebih banyak
lagi karyawan.(W4,02) 4. Memberikan kompensasi
yang baik kepada karyawan agar mau bekerja lebih baik.(W1,04) ANCAMAN (T)
1. Banyaknya Pesaing diluar yang membuat harga lebih murah. 2. Munculnya
pesaing-pesaing baru.
3. Ketertarikan konsumen untuk jasa laundry masih rendah.
4. Tingkat kepuasan konsumen atas hasil laundry yang berubah-ubah.
Strategi ST: 1. Membuat promo
pencucian bagi member laundry nayaka.
(S1,T1,T2)
2. Membuat promo bagi jasa setrika. (S4, T3)
3. Memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen khususnya muslimin dan muslimah. 4. Lewat pelayanan yang
terbaik menarik minat konsumen untuk menjadi pelanggan tetap.
Strategi WT: 1. Membuka cabang baru
dimana belum ada/masih sedikit pesaing.
(T1,T2,W2)
2. Menyediakan layanan cuci ekspress 1 hari
selesai.(W1,T3)
3. Membuka cabang-cabang baru dengan lokasi yang strategis.
4. Mempertahankan harga namun tidak mengurangi hasil pekerjaan terutama kebersihan pakaian.