DASAR.DASAR
NUTRISI
KLINIK
PADA
PROSES
PENYEMBUHAN
PENYAKIT
Daldiyono,
Ari
Fahrial SyamDEFINISI
Nutrisi klinik
merupakan
bidang
ilmu
kombinasi
(Integrasi)
antarailmu
gizi
danilmu
tentang penyakit,terutama yang bersangkutan dengan proses penyembuhan.
Ilmu
gizi
adalahilmu
yang mempelajari zat
makanan (nutrisi) dalam kaitannya dengan pemeliharaan kes ehatan, pencegahan dan penyembuhan penyakit, beserta proses pengolahan dan penyajian makanan. Berbagai terminologisejenis.
Gambar 1. Kaitan antara ilmu gizi, gizi medik dan nutrisi klinik
NUTRISI KLINIK DALAM BIDANG PENYAKIT
DAI-AM
Nutrisi
klinik
dalam bidang penyakit dalam adalahnutrisi
untuk orang sakit khususnya dalam bidangilmu
penyakityang berkaitan
dengan proses penyembuhan,
lebih
tegasnya
nutrisi
berperan sebagai dasar
proses
penyembuhan.
Pada suatu proses penyembuhan dibutuhkan berbagai
rangkaian reaksi
kimiawi
dan enzimatik.
Agar
proses penyembuhan tersebut dapat berjalan sesuai dengan apayang diharapkan
tergantungpula
pada asupan makantermasuk asupan mineral, vitamin dan air. Oleh karena
itu
49
apablla asupan makan dan minum
tidak
terpenuhi makaproses penyembuhan
yang
diharapkan
tidak
berjalan optimal seperti yang diharapkan(Gambar
2).l\y'etabolisme n u trisi
t
I Digesti absorbsi P atofisiolo g i P a tobio logis Penyembuhan endogen dari Tuhan Ptoses recovery Proses Penyembuhan dan la n- lain P sik is Rekonstruksi Jaflngan Reqenerasi Proses defensi Proses Energi HormonProses lmun Enzimatik + - neuroiransmitel
elim inasi
Ka rd iova sku le r Respirasi
E ritro s it
Gambar
2. Kesatuan ilmu nutrisi klinik (Sclenflflc Entity ot Clinical Nutrition)PROSES METABOLISME ZAT GIZI
Metabolisme zat
grzi
secaragaris
besar dapatdibagi
menjadi3
bagian besaryaitu
pemecahanzat gizi
wfiuk
utilisasi,
proses pembentukan energi dan regenerasi sel.(Gambar3)
gizi untuk
energi
regenerasi enzim dan jaringanGambar 3. Garis besar metabolisme zat gizi = nutrisi
320
NUTRISIIUntuk memahami metabolisme produksi jaringan dan proses regenerasi dapat dapat disimak perubahan dari telur ke anak ayam. Dalam proses perubahan telur menjadi aayam
dibutuhkan energi
CO,
danO,
dan proses pengeraman.Melalui proses metabolisme dalam telur putih dan kuning
telur
sertafaktor
genetik membentuk bagian-bagian dariorgan tubuh dari anak ayam.
+ Cor+ 0, Anak Ayam Em brio rival (gen) + Putih Telur + Kuning Telur
Gambar 4. Problematik keilmuan produksi jaringan dan
regenerasi dari zat gizi
Karbohidrat. Metabolisme
karbohidrat
meliputi:
1).Pembentukan
ATP melalui glukosa, galaktosa,
danfruktosa; 2).
Membentuk
Karboprotein;
3).
Glukosamembentuk
ribosa untuk sintesis
asamnukleat;
4). Konservasi karbohidrat glikogen.Emden
lV eyerhoff Pathway
0 ksid a tif
F osfo rila si Asam ribonukleat
ATP+CO,+H,O
Gambar 5. Garis besar metabolisme karbohidrat
Protein, terdiri
dari molekul-molekul besar de'rgan beratmolekul
yang bervariasi
dari
1000 sampailebih
dari1.000.000. Protein dapat dipecah melalui proses
hidrolisis
kedalam bentuk-bentuk yanglebih
sederhana yangkita
kenal sebagai asam amino. Protein dipecah menjadi asam amino dan sebaliknya asam amino bergabung membentuk
protein. Ada 20 asam amino yang ditemukan dialam. Asam amino
berikatan
satu samalain
dalammolekul
proteinmelalui
ikatan Peptida (dipeptida), dimana gugus aminodari
satu asam amino berikatan dengan gugus karboksildari
asam aminoyang
lain.
Dipeptida
saling berikatanmembentuk polipeptida dan selanjutnya menjadi struktur proteln.
Lipid.
Lipid
selain berperan sebagai sumber energi jugamempunyai
peran
sebagai reglolator metabolic.
Metabolisme Lipid untuk Energi dari Makanan. Trigliserida terdiri dari gliserol dan asam lemak. Gliserol akan dipecahmenjadi gliserophosfat kemudian
piruvat
dan benrukakhirnya asetil
CoA
yang
masuk proses metabolismemelalui
Siklus Krebs. Sedang asam lemak sendiriterdiri
dari
asam
lemak esensial (Omega3, omega
6
danArakhidonat),
sedang asamlemak
essensial dipecahmenjadi Asetil CoA untuk
memproduksi kolesterol.
Kolesterol sendiri mempunyai peran untuk pembentukanmembran sel, sebagai bagian
dari
garam empedu untukproses digesti lemak (emulsi lemak) dan peran kolesterol lain untuk membnetuk berbagai hormon yang dibutuhkan oleh tubuh seperti
kortisol,
aldosteron, testosterone sertaestrogen dan progesterone.
Air :
Pembentuk tubuh terpenting dalam bentukcair
.6|%oberatbadan terdiri dari air.
Airyang
ada didalam rubuh terdapat pada intravascular, intraselular, cairan interstitial. Air juga berperan sebagai pelarut untuk eliminasi zat sisa yangtak
berguna (end product).Mineral.
Kalium
dalam sel
berperanuntuk
menjagahomeostasis keseimbangan elektorlit dan asam basa, Posfat berperan dalam pembentukan membrane pospolipid, sulfat
untuk membentuk protein. Natrium sendiri merupakan salah satu elektrolit utama dalam tubuh berperan sebagai kation
dan agen osmotic dari cairan ekstraseluler.
Trace
Elemenr
Sejumlah elemen denganjumlah
sangatkecil
dapat sangat dibutuhkan oleh tubuh karena sangatpenting untuk
proses
tmbuh
kembang dan
menjaga kesehatan secaraumum.
Beberapazal
elemen pentingantara
lain
Fe, Sulfur,Mn,
Zn,
Se danI.
Fe dibutuhkanuntuk
pembentukan hemoglobin. Trace element
lain
mempunyai peran pada reaksi enzimatik,
sebagai antioksidan dan sebagai donor dan reseptor elektron.Vitamin.
Vitamin bekerja dalam proses enzimatik dalamsemua
metabolisme
dantiap vitamin
berperan secaraspesifik.
Enzim adalah katalisator dalam
semua
prosesmetabolisme
yang terpenting
adalahdonor dan/
atau reseptor elektron.Serat. Terdapat 2
jenis
serat yang berperan dalam tubuh manusia, yaitu:1). Serat kasar, panjang dan
kuat
(RoughFiber).
Tidak berubah selama pencernaan hanya hancur dalam prosespengunyahan, berguna:
a).
Menahanair,
b).
Memberi
volume
feses
agar
berbentuk
padat
dan
lunak
menyebabkan peregangan usus dan
merangsang
321
DASi,AR-DASAR NUTRISI KLINIKPAT'A PROSES PENYEMBUTIAN PENYAKIT
peristalsis, Contoh: selulose pada salur dan buah; 2). Serat halus larut dalam air
(finefibre
water soluble).Terdapat pada sa1'ur dan buah yang
lunak.
Macam-macalnnya: pektin,
lignin
dan laktulosa.Berfungsi sebagai prebiotik memberi makanan bakteri
yang
baik
dalamintestine
dankolon.
Bakteri
tersebutdisebut
probiotik yaitu
Laktobasilus spp,pifidobakteria
spp, Enterobacteri cae spp.Probiotik
tersebut membentukvitamin
K, Biotin
dan merangsang terbentuk zat imun. Selain itu serat halus dalamkolon
difermentasi olehprobiosik menjadi
asam lemakrantai
pendek
(short
chain
fatty
acid) yaitu
asetat,propionat dan
butirat.
Asam lemak rantai
pendek
dikomsumsi kolonosit sebagai substrat energi yang utama.
Jadi, hidupnya
kolonosit
tergantung padaprebiotik
danprobiotik.
INTERAKSI DAN INTERRELASI
Interaksi dan interrelasi terjadi antara karbohidrat, lemak dan protein. Ada 2 jenis Interaksi dan Interrelasi : a). Saling
menjadi; b). Konversi membentuk energi (Glukoneogenesis).
Metabolisme energi berpusatpada siklus
Krebb
atausiklus
asamSitrat.
Sebagaiawal metabolisme
adalah masuknya piruvat kedalam mitokondria oleh enzim piruvat karboksilase menj adi Acetyl COA + CO2.Apabila persediaan
piruvat
(dari glukosa:
I
glukosa+
2 piruvat)
atau kekurangan glukosa misalnya waktu puasa, starvesi/kelaparan),terjadilah
apayang
disebut glukoneogenesis. Sebenarnya glukoneogenesis kurangtepat karena
lipid
dan asam amino untuk di rubah ke proses energi melalui berbagai jalur.Keterkaitan ketiga unsur
gizi
utama
ini
yaitu
karbohidrat, lemak dan
protein
tampak lebihjelas
padaproses glukoneogenesis
dan
siklus
Krebs.
Penjabaran peristiwa tersebut adalah sebagai berikut:Gambar 6. lnteraksi dan interrelasi
Karbohidrat
Molekul
karbohidrat awal adalah amilum yangdi
dalamusus
dipecah menjadi glukosa-fruktosa-
galaktosa'
Fruktosa
menjadi fruktosa
6
fosfat
masuk dalam rantai glukolisis. Galaktosa dalam hati diubah menjadi glukosa'Sehingga akhirnya dapat dipahami bahwa subtrat energi
yang terpenting adalah glukosa.
lT-ArPl I - ArPl Fumarat Suks nl CoA
2H\
Flavoprotein Koenzim 6\
..,"
AIP + CO.+ H,O
Gambar 7. Siklus Krebs + oksidatif fosforilasi perhatikan produksi
CO, dan masuknya Oksigen
Asam lemak bebas (Free FattY
Acrd(FAA) & oksidasi Asam Lemak
Gambar 8. Garis besar interaksi karbohidrat
--
protein--lipid dalam metabolisme energiLipid
Lipid
berasal darikilomikron
yangterdiri
atasTrigliserid,
fosfolipid dan apoprotein sebagai pembawa dalam plasma'Trigliseride yang berasal dari
kilomikron
oleh enzim lipo-protein lipase dari endothel di pecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas.Gliserol
masukke rantai
glukolisis menjadi glisero fosfat kemudian menjadi piruvat.Asam
lemak
bebas(FreeFaltyAcid=FM)
masukke sel setelah diaktifkanmenjadiAsil
CoA, kemudian masuk kemitokondira
dengan pembawanya
carnitine'
Dalam
mitokondria asam lemakyang telah aktif berkat Co enzimA
(Co
A)
dipotong
secara
berturut-turut
dengan322
NUTRISI
Jadi ada 2 jahtr lipid menjadi energi, yang pertama melalui
gliserol
masukke rantai glukolisis
danke
dua melaluioksidasi asam lemak membentuk
Asetil
CoA.
Protein
Protein disusun dengan asam amino.
Ada
2jenis
asam amino yaitu esensil (10 AsamAmino)
yang harus di dapatdari makanan dan asam amino non esensiel yang dapat
di
buat oleh tubuh dari asam amino yang lain (12 asam amino). Masuknya asam amino kedalam metabolisme energi melalui
3
tahap,yaif.t
l.
Deaminasi--i-.<
+R-c-o<o,
*n-c-.(1,
NH,
NH,
lVolekulAsam
Amino
Asam LemakDegradasi menjadi karbohidrat. Ada 3 Jurusan, yaitu: glukogenik, lipogenik, keto genik
Masukkedalam salah saturantai glukolisis atauke dalam
siklus Krebbs.
KONSERVASI
ENERGIKonservasi energi dalam badan hanya ada 2
jenis,
yaitu: 1). Glikogen. Disimpan dalam sel hati dan otot, karenaitu
ada gerukan glikogen
hati
dan glikogen rantai otot, yang merupakan rantai glukosa. Dalam keadaan puasa dimanatidak ada asupan karbohidrat, maka glikogen dimobilisasi.
Peristiwa
ini
disebut Gluneo glikogeneoisis
atau glukoneogenesis.2).
Jaringan adikosa yang
tidak lain
adalah molekul
trigliserid.Glikogen
dalam keadaan normal mampu mencukupikebutuhan
kalori
selama
13
jam,
sedangkanjaringan
adiposa bisa sampai 40 hari baru habis. Tetapibila
berat badan turun sebanyak2}oh akan terjadi banyakperubahan strukturjaringan
dan membran sel. Jadi batasan st6rvasiyang masih dapat ditolerir oleh badan adalah berkurangnya berat badan dalam waktu singkat sebanyak2}% dari berat badan.
KESIMPULAN
Nutrisi merupakan dasarbagi proses penyembuhan. Dalam
proses penyembuhan tersebut berbagai reaksi ensimatik terjadi dan hal ini membutuhkan asupan nutrisi yang baik.
Reaksi
biokimiawi
zat-zat rrtttrisi utama yaitu karbohidrat,protein dan asam amino dan lipid berlangsung sangat rumit.
Ketiga
unsur
gizi
utama tersebut dalam
tubuh
salingGambar 9. Masuknya asam amino dalam metabolisme energi
berinteraksi dan berinterelasi dalam rangka menghasilkan
energi yang dibutuhkan oleh tubuh.
REFERENSI
Carpentier. Energy. In: Sobotka L, Allison SP, Furst P, Meier R,
Pertkiewicz M, Soeters PB et al, eds. Basics in clinical nutrition.
2nd ed. Prague: Galen; 2000. p.37-9.
Carpentier. Carbohydrate. In: Sobotka L, Allison SP, Furst P, Meier
R, Pertkiewicz
M,
Soeters PB et al, eds. Basicsin
clinical nutrition. 2nd ed. Prague: Galen; 2000. p. 39-41.Carpentier. Lipids. In: Sobotka L, Allison SP, Furst P, Meier R,
Pertkiewicz M, Soeters PB et al, eds. Basics in clinical nuEition.
2nd ed. Prague: Galen; 2000. p. 4l-4.
Furst P. Protein and amino acids. In: Sobotka L, Allison SB Furst P, Meier R, Pertkiewicz M, Soeters PB et al, eds. Basics in clinical nutrition. 2nd ed. Prague: Galen; 2000. p. 44-50.
Greenberger NJ, Isselbacher KJ. Disorders of absorbtion. In: Fauci
AS, Braunwald E, Isselbacher KJ et al, eds. Harrison's principle of internal medicine. 14,b ed. USA: McGraw
Hill;
1998. p.1616-32. H id ro ks ip ro Iin S erin S iste in Threoninil G lisin Fruktosa G Fasfat Triose Fosfat
Asetil CoA + Co,
Fu m arat
50
NUTRISI
ENTERAL
Marcellus
Simadibrata
Kkepustakaan tergantung pada
fungsi
saluran
gastro-intestinal.
Nutrisi
enteral
dapatdiberikan
bila
salurangastrointestinal
berfungsi.
Bila
fungsinyanormal
dapatdiberikan nutrien
lengkap,
sedangkanbila
fungsinya
kurang baik diberikan formula khusus.
Nutrisi
parenteraldianjurkan diberikan
bila
saluran gastrointestinaltidak
berfungsi.Pemberian melalui selang nasoenterik dianjurkan
bila
nutrisi
enteral hanya diberikan kurang atau sama dengan6 minggu
(Gambar
1).
Bila
nutrisi
enteraltidak
dapat diberikan melalui mulut selama lebih dari 6 minggu, makadianjurkan pemberian melalui selang enterostomi (gastro
duodenostomi). Pemilihan pemberian
melalui
selang nasoenterik tergantung pada apakah pasienmemiliki risiko
aspirasi atautidak. Waktu 6 minggu sebenamyarelatif danmasih kontroversial karena ada yang menyatakan bahwa
selang nasogastrik
poliuretan
dapatdipakai
sampai 6 bulan.Dalam memberikan
nutrisi
enteral harus
selalu
diperhatikanjumlah kalori,
karbohidrat,protein,
lemak,elektrolit, air, dan vitamin yang dibutuhkan pasien per hari.
Kebutuhan
kalori
pasien dapat dihitung dengan rumus:l.
Harris-BenedictKebutuhan kalori
:
BBEx
1,2-
1,5 BEE (B as al Energt ExP enditure): Perempuan: 655,10 +9,56W+
1,85H-4,68A
Pria: 66,47 + 13,75W+
5,00H-
6,7A
W:
berat badan (kg)H:tinggi(cm)
A:umur(tahun)
2.
Rumus kebutuhan kalori sub bagian metabolik endokrin FKUURSUPNCM. Kebutuhan kalori dasar :.
pria3Okkal4<gBBideal.
perempuan25kkaVkgBBidealPENDAHULUAN
Saluran cerna bertugas mempertahdnkan
nutrisi
yangadekuat sejak masuknya makanan, mencemakan (digesti)'
hingga
mengabsorpsi makanan besertaair elektrolit.
Beberapa penelitian
di
luar
negeri menunjukkannutrisi
enteraljauh lebih unggul dibanding nutrisi parenteral dalam
mempertahankan
fungsi
gastro-intestinal, kelangsunganhidup
enterosit, dan kolonosit. Berdasarkanhal
tersebut, maka setiap manusia sangat memerlukannutrisi enteral padasaat sehat atau sakit. Padabeberapapenyakit, fungsi saluran cema menjadi kacau sehingga
nutrisi
enteral hanya dapatdiberikan sebagian atau tidak dapat diberikan sama sekali.
DEFINISI
Yang dimaksud
dengan
nutrisi
enteral
yaitu
semua makanancair yang
dimasukkanke
dalamtubuh
lewatsaluran cema, baikmelalui mulut (oral), selang nasogastrik,
maupun selang melalui lubang stoma gaster (gastrotomi)
atau lubang stoma
jejunum (
ejunostomi).Tujuar/indikasi pemberian nutrisi enteral: 1). Tambahan
(suplementasi);
2).
Digunakan pada pasien yang masihdapat makan/minum tetapi
tidak
dapat
mencukupi
kebutuhan energi
dan
protein; 3). Pengobatar,;4).
Digunakan untuk mencukupi seluruh kebutuhan zatgizi
bila pasien tidak dapat makan sama sekali.Kontra indikasi pemberian nutrisi enteral: 1). Potensial mengalami pneumonia aspirasi; 2). Peritonitis; 3). Obstnrksi
saluran cema;
4).Ileus
paralitik;
5). Perdarahangastro-intestinal; 6).
Intractable vomiting
PRINSIP NUTRISI ENTERAL
Keputusan
penggunaan
nutrisi
enteral
sesuai324
NUTRISIPen ilaian (assessment) n utrisi
Saluran gastrointestinal berfungsi
N utrisi parenteral
N utrisi enteral
Keputusan memulai nutrisi (pemeliharaan/replesi) Jangka panjang (>6 G astrosto m i Jejunostomi Toleransi nutrien Fungsi gastroin'testin tidak adekuat
Lanjut ke makanan enteral oral
l-^.--*-1
Lanjut ke diet Iebih kompleks dan makanan oral
Gambar 1. Bagan keputusan penggunaan nutrisi enteral
Kebutuhan
kalori
dasarini
harus ditambah dengan kalori tambahan bila ada komplikasi lain, misalnya infeksi20-30%, kurang gizi 20-30oh,panas/ demam
l\oh
tiap
naik 1"C, aktivitas (ringan, sedang, berat).3.
Secara mudah, untuk pasien penyakit saluran cernadi
Indonesia diusulkan pemberian nutrisi dengan
jumlah
kalori
1 200- 1 500 kalori dengan nutrien lengkap.JEN IS
MAKANAN/N
UTRISIENTERAL
Jenis makanarVnutrisi enteral
yatg
adayaitu:
1.
Makanan/nutrisi
enteral formula rumah
sakit
(blenderized): Makananini
dibuat dari beberapa bahanmakanan
yang diracik
dan
dibuat sendiri
dengan menggunakan blender. Konsistensi larutan, kandungan zat-zatgizi,
dan osmolaritas dapat berubah pada setiap kali pembuatan dan dapat terkontaminasi. Formulaini
dapat diberikan melalui pipa sonde yang besar, rasanya enak, dan harganya relatif murah.Contoh
:
a).
Makanancair
tinggi
energi dantinggi
protein. Bahan: susttfull crearu, susu skim, susu rendah laktosa, telur, glukosa, gula pasir, tepung beras, minyak
kacang, dan sari buah; b). Makanan cair rendah laktosa.
Sesuai toleransi
Bahan: susu rendah laktosa, telur gula pasir, maizena, dan minyak kacang; c). Makanan cair tanpa susu (bebas laktosa). Bahan: telur, kacang hijau, wortel.
jeruk
tepungberas,
dan gula
pasir; d).
Makanan khusus:
untukpenyakit hati,
rendahprotein untuk penyakit
ginjal,rendah purin untuk penyakit gout, diet diabetes.
2.
Makanan/nutrisi enteral formula komersial : Formula komersialini
berupa bubuk yang siap dicairkan atau berupa cairan yang dapat segera diberikan.Nilai
gizinyabermacam-macam sesuai kebutuhan, konsistensi dan
o smo laritasny a tetap, pr al<tis menyi apkarmya, dan tidak
mudah terkontaminasi.
Jenis makanan/nutrisi enteral komersial
yang
ada diIndonesia
antaralain: a). Polimerik:
mengandungprotein utuh untuk
pasien
denganfungsi
saluran gastrointestinal normal atau hampirnolmal.
Contoh: Panenteral, Fresubin; b). Pradigesti: diet dibuat denganformula khusus dalam bentuk susu elemental. Diet
ini
mengandung asam amino/peptida dan lemak medium
chain tryglyceride
(MCT)
yang langsung diserap usus(contoh: Pepti 2000), digunakan untuk pasien dengan
gangguan
fungsi
saluran gastrointestinal;
c).
Diet
enteral khusus untuk: sirosis (contoh: Aminoleban EN, Falkamin), diabetes (contoh: diabetasol), gagal
ginjal
Nutrisi lengkap Form ula khusus
Suplementasi nutrisi parenteral
325
NUTRISIENTERAL(contoh: nefrisol), dan tinggi protein (contoh: peptisol);
d).
Diet
enteraltinggi
serat (contoh: indovita).SISTEM PEMBERIAN NUTRIS! ENTERAL
DAN
ATATNYANutrisi
enteral dapatdiberikan
langsungmelalui mulut
(oral)
ataumelalui
selang makananbila
pasien tak dapat makan atau tidak boleh per oral.Selang makanan yang ada yaitu:
1.
Selang nasogastrik. a). Selang nasogastrik biasa yang terbuat dari plastik, karet, dan polietilen. Ukuran selang ini bermacam-macam tergantung kebutuhan. Selangini
hanya tahan
dipakai maksimal 7 hari;
b).
Selangnasogastrik yang terbuat dari
polivinil
(Flocarehljart
Nutricia). Selang ini benrkuran 7 french, kecil sekali dapat mencegah terjadinya aspirasi pneumonia makanan dan tidak terlalu mengganggu pemapasan atau kenyamanan pasien. Selang
ini
tahan dipakai maksimal 14 hari; c). Selang nasogastrik yang terbuatdari silikon.
Ukuran selangini
bermacam-macam tergantung kebutuhan. Selang ini tahan dipakai maksimal6 minggu; d). Selang nasogastrikyang terbuat dari poliuretan. Ukuran selangini
7 french (Flocarebiru Nutricia).
Selangini
dapat dipakai sampai 6 bulan.2.
Selang nasoduodenaVnasojejunal.Ukuran
selangini
bermacam-macam, namun lebih panj ang daripada selangnasogastrik.
Pemakaian selangini
tergantung
dari bahan dasarnya. Selang yang terbuatdari
poliuretandan silikon dapat lebih lama dipakai sebelum diganti.
3.
Selang dan setuntuk
gastrostomi atau jejunostomi.Gastro/jejuno-stomi dapat di-buat dengan cara operasi
atau paren-doskopi. Selang dan set alat ini masih sangat
mahal
untuk
orang Indonesia,tetapi
di
luar
negerimerupakan alat yang
rutin
dipakai untuk pasien yangtidak
dapat makanper
oral
atau terdapat obstruksiesofagus/gaster. Biasanya alat ini terbuat dari campuran
silikon.
Pemberian
nutrisi
enteralkomersial
dapatmelalui
selang yang berukuran
kecil
(minimal
7 french) dibantucatheter
tip/spuil
besar secarabolus atau dengat
drip
seperti infus intravena yang
dapat
diatur
kecepatanpemberiannya. Pemberian drip seperti infus
ini
lebihbaik
dari-pada sistem bolus karena dapat mencegah muntah, aspirasi pneumonia, atau diare.Beberapa perusahaan komersial telah membuat pompa
makanan enteral khusus (memakai
listrik
atau baterai)sehingga kecepatan masuknya
nutrisi
dapatdiatur
lebih tepat dan kontinyu. Pompaini
lebih
diperuntukkan pada pemberian nutrisi enteral hiperosmolar pada pasien dengan gangguan gastrointestinal, mencegah muntah atau aspirasi pneumonia, atau diare.Indikasi
selang nasoenterik (nasogastrik
ataunasoduodenal atau nasojejunal (Tabet 1).
NeurologikdanPsikiatrik
Gastrointestinal Kecelakaan serebrovaskular Neoplasma Trauma lnflamasi Penyakit demielinisasi Depresi berat Anoreksia nervosa Gaoal tumbuhOrofaringeal dan Esofageal Lain-lain
Neoplasma lnflambsi Trauma Luka bakar Kemoterapi Radioterapi AIDS Transplantasi organ * dikutip dari Guenter P et al
MONITOR EFEKTIVITAS NUTRISI ENTERAL
Untuk memonitor efektivitas pemberian nutrisi enteral pada
status nutrisi pasien dapat dilakukan beberapamacam carai
.
Penimbangan berat badan, body mass index(BMI)
.
Pemeriksaanlingkar
pinggang dan panggul,lingkar
lengan atas, tebal lipat
kulit
trisep..
Pemeriksaan keseimbangan nitrogen.
Pemeriksaanalbumin,
prealbumin serum, kolesteroldarah, kadar besi, transferin darah.
.
Anamnesisgizi
KOMPLIKASI
NUTRISI ENTERAL
Komplikasi
y ang terladikarena nutrisi enteral dibagi atas 4 macam, y aittgastrointestinal, metabolik, disebabkan atauberhubungan dengan selang makanan,
dan infeksi.
Komplikasi
ini
dapat dilihat pada Tabel 2.NUTRISI ENTERAL PADA PENYAKIT SALURAN
CERNA
Pada penyakit saluran cerna di mana makanan tidak dapat
masuk
ke dalam
saluran cerna atau memang
harusdipuasakan per oraVenteral (misalnya pada disfagia, ileus,
pankretitis akut, operasi usus),
nutrisi
diberikan melaluiparenteral. Sedangkan pada penyakit saluran cerna di mana
nutrisi per
oral/enteral masih dapat
diberikan
(misal
dispepsia, sindrom usus
iritatif,
diare), sebaiknya diberikanper oral atau enteral atau dapat diberikan kombinasi oral/
enteral
denganparenteral pada tahap
awal'
Sedapatmungkin
bila
usus berfungsi, lebih baik diberikannutrisi
enteral dibanding parenteral.
Nutrisi
enteral peroral lebihdipilih
dibanding per selang makanan. Pada pankreatitisakut,
selain
nutrisi
parenteral
sebenarnya dapatjuga
diberikan nutrisi enteral per jejunostomi atau kombinasi.Pankreatitis
Penyakit usus inflamatorik Sindrom usus pendek Penyakit usus neonatal Malabsorpsi
Persiapan usus Preoperatif Fistula
326
NUTRISINutrisi
enteral per oral diberikan bila makanan masihdapat
melalui mulut
dan esofagus.Nutrisi
enteral per selang makanan diberikan bila makanan tak dapat diberikanmelalui mulut
dan
esofagus(misalnya
pada stenosis/striktur
esofagus) atau
melalui
gastrostomi
(pada stenosis/striktur esofagus,kanker
esofagusdistal,
atau tumor proksimal lambung) atau melalui jejunostomi (padatumor distal
lambung, obstruksi/stenosis pilorus,
pankreatitis akut).
Nutrisi
peroraVenteral sangat pentingunflrk saluran cerna, karena dapat mencegah atrofi
vili
usus serta tetap menjaga kelangsungan fungsi usus, enterosit, dan kolonosit.Pada
penyakit
atau
gangguan saluran
cerna
(gastrointestinal) direkomendasikan
diet
oral/enteral
dengan sumber protein asam amino atau peptida, sumber
karbohidrat
glukosapolimer,
sumberlemak
trigliserid
dengan rantai asam lemak sedang dan asam linoleat,I
kcaV ml, osmoloaritas 450-650 mOsmoU kg, total energi bertahap (kombinasi parenteral), elekholit 70-90 mmol/l (natrium30-70
mmoll
dan kalium 70-90 mmoyl), vitamin 1,5 x kebutuhanmineral minum,4rari. Pemberian
nutrisi
enteral sebaiknya diberikan perdrip dengan botol 500 cc, tidak bolus langsung.NUTRISI ENTERAL PADAPASIEN
KANKER
Penggunaan
saluran gastrointestinal
yang utuh
bagi
pemberian
nutrisi
merupakan
pilihan
pertama
pada pemberian nuhisi pasien kanker. Pasien kanker yang akanmendapat suplementasi enteral dapat
diberikan
melaluisalah satu dari 3
jalur
pemberian yang umum,yaitu
oral, nasoenterik, atau enterik (gastrostomi atau j ejunostomi).Pemilihan
jalur
pemberian tergantung pada
indikasi
pemberian nutrisi. Pada umumnya, pasien kanker denganmasukan makanan yang terganggu
ringan
harus
disuplementasi oral. Jikajalur ini
tidak mungkin, karenapenyakit atau kebuh:han nutrien yang
lebih tinggi
makaperlu
dipertimbangkan
selangmakanan.
Pada pasienmalnutrisi
sedang (kehilangan berat badan antara6
danl2o/oberatbad"n biasa, albumin serum lebih besar dari 3,5
gldl,
dan kadar transferin serum lebih besardari
220 mg/dl),
metode
yang
dipilih yaitu
selang
makanan
nasointestinal.
Jika
diperlukan
nutrisi
enteral
suportif
preoperatifjangka panjang, cairan nutrien dapat diinfuskan melalui gastrostomi atau jejunostomi. Pemberian makanan
melalui
selang sebaiknya dibantudrip
gravitasikontinu
atau pompa
infus.
Kecepataninfus
yang amanyaitu
30mVj am dan dapat ditingkatkan kecepatan tiap I 2 j am dalam 48
jam
dengan kenaikan 15 mVjam. Target yang dicapaiyaitu
pemberiankalori
35kalorilkgBB
perhari
dengan sedikitnya protein 1,5 gram/kgBB/hari.NUTRISI
ENTERAL
PADAPASIEN"IMMUNO
COM.
PROMISED"
Nutrisi
enteral yang mengandung asam amino glutamindianjurkan,
karenaglutamin
merupakan sumber energi utama bagi usus halus dan sumber oksidan selamakeadaankatabolik. Nutrisi enteral yang diberikan sebaiknya rendah
kuman
mikrobial
atausteril
dengan bantuan isolasi ultradan antibiotika tidak diabsorpsi.
NUTRISI ENTERAL PADA
PASIENGERIATRI
Pasien
geriatri
(berusia 60 tahun ataulebih) lebih
sering mengalami malnutisi, karena itunutisi
merupakan hal yangpenting diperhatikan dalam pengobatan pasien tersebut.
RDA
kebutuhankalori
energi disesuaikan dengan beratKomplikasi Pen]rebab yang mungkin Gastronintestinal
.
Nausea atau vomitus.
Diare.
Konstipasi.
Kembung dan kram abdomenMetabolik
.
Dehidrasi.
Peningkatan elektrolit serum.
Penurunan elektrolit serum.
HiperglikemiaMekanik (disebabkan atau berhubungan dengan selang nasoenterik)
.
Selang makanan tersumbat.
lritasi atau erosi nasal.
Perubahan posisi selang.
Patologi esofagus: esofagitis, erosi esofagus, ulkus esofagus, dengan/ tanpa perdarahan dan striktur.
Fistulatrakeoesofagus.
Tidak enak nasofaring.
Laring: serak, ulserasi, stenosis.
Ruptus varises esofagus.
Aspirasi saluran napas lnfeksi.
Pneumonia aspirasi.
Kontaminasi bakterial dari makanan enteralAnsietas, residu gaster yang banyak, formula "malodorous", obat, letak selang, posisi penderita yang tidak tepat. pemberian makanan dingin, kecepatan infus yang cepat
Kecepatan infus yang cepat, makanan atau obat hiperosmolar, intoleransi laktosa, terapi antibiotike, hipoalbuminemia, formula yang terkontaminasi bakteri, formula rendah residu Formula rendah residu, dehidrasi, obat
Gangguan motilitas usus halus dan usus besar
Demam atau infeksi, masukan cairan tidak adekuat, kehilangan cairan berlebihan
Peningkatan elektrolit dalam formula, masukan cairan yang tidak adekuat, kehilangan cairan berlebihan
Pemberian atau retensi air berlebihan, elektrolit tidak adekuat dalam formula
Stres metabolik, riwayat diabetes, pemberian glukosa berlebihan Residu formula berlebihan di selang Pemberian obat melalui selang Penderita batuk atau muntah Efek lokal selang nasoenterik Tekanan berat yang menimbulkan nekrosis
Efek lokal Efek lokal Efek lokal
Salah posisi penempatan selang nasoenterik
Regurgitasi, salah posisi penempatan selang nasoenterik Kontaminasi eksogen di rumah (waktu pembuatan), tempat nutrisi, dan alat-alat pemberian nutrisi.
NUTRISIENTERAL
327
badan ideal dengan rumus yang ada. Kebutuhan protein
yang
disepakati sekitar0,8 gramlkgBB/hari,
sedangkankonsumsi lemak antara 10-15% kebutuhan energi total.
Kebutuhan vitamin-mineral pada geriatri dapat dilihat pada Tabel 3. Kebutuhan serutyangdianjurkan sekitar 25 gram per hari.
Vitamin-Mineral RDA Usia
Lanjut
NUTRIS! ENTERAL PADA PENYAKIT
GINJAL
Pasien penyakit ginjal akuU kronik atau gagal ginjal sering mengalami penyakit katabolik yang membutuhkan
nutrisi
suportif
khusus.Pada gagal
ginjal
akut,
harus
diberikan diet
bebasprotein
atau rendahprotein,
mengandung energi-kaloriatau gula.
Pada
penyakit ginjal
kronik
tidak terkomplikasi,
untukmencegah uremia, protein yang diberikan dalam bentuk
protein nilai biologi tinggi (asam amino esensial) 20
gam/
hari.
Pada gagal
ginjal
kronik
tidak terkomplikasi (termasuk
yangmenjalani
dialisis), kebutuhan energi tidakberbeda dengan orang dewasanormal.
Keseimbangan nitrogennetral
dicapai
dengan pemasukan
nutrisi
yang
mengandung protein
nilai biologi tinggi
0,55-0,60 gram/kgBB/hari dan kalori- energi 3 5 kkallkgBB/hari.
Pada gagal
ginjal
kronik
danpenyakit katabolik berat,
kebutuhankalori-energi
dan nitrogenlebih tinggi, tidak
berbeda dengan pasien yang tidak menderita gagal ginjal. Pada
pasien
gagal
ginjal
dengan
hiperkalemia
atav
hipofosfatemia dilakukan pembatasan kalium atau diberikan
fosfor. Pada pasien gagal
ginjal
dengan hipomagnesemiaperlu
diberikan
magnesium. Padapasien gagal ginjal
dengan hipokalsemia diberikan kalsium.
KESIMPULAN
Nutrisi
enteral
memiliki
kelebihan
dan keuntungan
dibanding nutrisi parenteral. Dalam pemilihanjenis nutrisi
yang
baik,
harus dipertimbangkan bagaimana fungsi
saluran gastrointestinal danfungsi
organ tubuh pasien.REFERENSI
Betzhold J, Howard
L.
Enteral nutrition and gastrointestinaldiseases. In: Rombeau JL, Caldwell MD, editors. Enteral dan
tube feeding. Clinical nutrition. Volume
l.
Philadelphia-London-Toronto: WB Saunders; 1984. p. 338-61.
Dobrilla
G, AmplatzS.
Dietetic approachto
patients with functional dyspepsia. ln: Barbara L-Porro B-Cheli R-Lipkin M, editors. Nutrition in gastrointestinal disease. New York: RavenPress; 1987. 9.27-39.
Guidlines for the use of parenteral and enteral nutrition in adult and
paediatrics patients. JPEN. 1993:17.
RDA Dewasa Normal Vitamin A (ug/RE) 81 (ms) 86 (ms) 812 (mg)
c
(ms) D (us) E (ms x TE) K (Usr) Mineral Zn (mg) ca (mg) P (ms) Ms (ms) Fe (mg) Se (ug) Na (mg) K (ms) Cl(mg) 500-
600 1,2 2,0 1,0 50-60 5-1 0 8-10 65-80 12-15 800-1 000 500 280 10 50-60 1 1 00-3300 1875-5625 1 700-51 00 800-1 000 1,0-1,5 1,8-2,2 3,0 50-60 5-1 0 8-10 70-140 15 800-1 200 800-1 200 300-400 10-18 50-200 1 100-3300 1875-5625 1700-5100- dikutip dari Soejono CH & Weinsier RL et al
NUTRISI ENTERAL PADA PENYAKIT
HATIPada penyakit gagal
hati
protein yang diberikandikuangi
kadarnya (rendah protein)untuk
mencegah peningkatankadar amonia dalam darah yang masuk ke otak, sehingga
dapat
mencegah
timbulnya ensefalopati dan
koma
hepatikum.
Dewasa
ini
ada
nutrisi
enteral komersial
yang
mengandungprotein
dalambentuk
asamamino
rantaicabang/"BCAA"
(contoh: Falkamin danAminolebanEN)
yang
dapat mencegah dan mengobati ensefalopati ataukomahepatikum.
Yang termasuk asam amino rantai cabang antara
lain
valin, leusin, isoleusin, alanin.Nukisi
enteral asam aminorantai
cabangini
dapatdiberikan tunggal
atau sebagai suplementasi dengan diet hati buatan rumah sakit. Padapenyakit
sirosis hati, kebutuhan protein minimal yaitu 50gram/hari, tergantung fungsi
liver
apakah terkompensasi atautidak.
Pada pasien yang terkompensasi, kebutuhan51
NUTRISI
PARENTERAL:
CARA
PEMILIHAN,
KAPAN,
DAI\
BAGAIMANA
Imam
SubektiPENDAHULUAN
Salah satu aspek pengelolaan yang penting untuk proses
pemeliharaan dan penyembuhan penyakit adalah
nutrisi
pasien.Tubuh
manusia membutuhkan makananuntuk
hidup danaktivitas.
Zatkimia
yang menyusun makanan manusia dalam jumlah besar adalah karbohidrat, lemak, dan protein, dikenal dengan istilah makronutrien. Makronutrien dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi dan pembentukan serta perbaikan struktur tubuh hingga dapatberfungsi
semestinya.Kebutuhan energi
tubuh
dapatdibagi menjadi kebutuhan untuk memenuhi metabolisme
basal; untuk
aktivitas
dan specific dynamic effect. Kebutuhan nutrisi untuk orang sakit sering lebih besar, karena pada saat sakit terdapat peningkatan hormon stres yang memerlukan tambahan energi, misalnya pada keadaaninfeksi
atau keadaan
yang memerlukan
pengaturan
makanan secarakhusus. Di lainpihak, banyakkendala atau kesulitan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi karena pasien tidak mau makan (selera makan kurang) atau tidak mampu makan akibat penyakitnya.
Pada keadaan-keadaan tersebut, untuk dapat memenuhi
kebutuhan
nutrisi,
pasien harus tetap mendapat makananbaik
secaranutrisi
enteral
Q.{E)yaitu melalui
selangnasogastrik atau
secara
nutrisi
parenteral (NPE).
Walaupun manfaatklinik
yang didapat baik melalui NPEmaupun NE boleh dikatakan setara, tetapi mengingat teknik
NE
kurang
invasif
danlebih
murah,
makabila
masihmemungkinkan teknik yang dipilih adalahNE. Tetapi dalam
kondisi tertentu, di mana
teknikNE
tidak memungkinkan,NPE menjadi pilihan.
Pemberian
nutrisi
dengan cara parenteraltidak
dapatmenggantikan fungsi alamiah usus, karena
hanya
merupakanjalan
pintas
sementara sampai usus dapatberfungsi normal kembali. Disadari bahwa harga NPE
relatif
mahal, tetapijika
digunakan dengan benar pada pasien yang tepat, pada akhimya akan dapat dihematbanyakbiayayang
semestinyakeluar
untuk
obat-obatan danwaktu
tinggal di rumah sakit.Mengingat teknik NPE yang tidak mudah, makalah
ini
akan
membahastentang
cara
pemilihan,
kapan
dan bagaimanaNPE itu.PENGERTIAN
Yang dimaksud dengan terapi nutrisi parenteral ialah semua upaya
pembeian
zat nutrienmelalui infus.
Tujuan NPE tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan energi basal dan pemeliharaan kerja organ, tetapi juga menambah konsumsinutrisi untuk kondisi tertentu, seperti keadaan stres (sakit
berat, trauma), untuk perkembangan dan pertumbuhan.3 Dengan pengertian tersebut, maka terapi nutrisi parenteral dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu :
1.
Terapi
nutrisi
parenteral parsial
(suportif
atausuplemen), diberikan bila:
.
Dalamwaktu
5-7hari
pasien diharapkan mampu menerima nutrisi enteral kembali.
Masih ada nutrisi enteral yang dapat diterima pasien NPE parsial ini diberikan dengan indikasi relatif.2.
Terapinutrisi
parenteraltotal,
diberikanjika
batasanjumlah kalori
ataupun batasan waktu tidak terpenuhi. NPE totalini
diberikan atas indikasi absolut.INDIKASI
Pada terapi NPE, yang perlu ditentukan terlebih dulu ialah
37:9 NUTRISTPARENTERAL
apakah memang ada indikasi atau tidak.
Secara umum,
NPE diindikasikan
pada pasien yangmengalami kesulitan mencukupi kebutuhan nutrisi
untuk
waktu
tertenfu. Tanpa bantuannutrisi,
tubuh memenuhikebuhrhan energi basal rata-rata 25
kkal/kgBB/hari.
Jikacadangan habis, kebutuhan glukosa selanjutnya dipenuhi
melalui
proses glukoneogenesis, antara
lain
dengan lipolisis dan proteolisis I 25 - 1 5 0 g/hari. Puasa I eblhdai
24jam
menghabiskan
glukosa
darah
(20 g),
cadanganglikogen
di
hati (70 g)
dan
otot (a00 g).
Sedangkancadangan energi lairurya, lemak (12.000
g),
dan protein(6.000 g) habis dalam waktu kira-kira 60 hari.
Keadaan-keadaan yang memerlukan NPE adalah sebagai
berikut:
.
Pasien tidak dapat makan (obstnrksi saluran pencemaanseperti
striktur
atau
keganasan
esofagus,
ataugangguan absorbsi makanan)
.
Pasien tidak boleh makan (seperti fistula intestinal danpankreatitis)
.
Pasientidak
maumakan (seperti akibat
pemberiankemoterapi)
Meskipun terdapat ketiga hal tersebut, NPE tidak langsung
diberikan pada keadaan:
.
Pasien24
jam pascabedahyang
masih
dalam Ebb phase,masa di mana kadar hormon stres masihtinggi.
Sel-sel resisten terhadap
insulin
dan kadar gula darahmeningkat.
Padafase
ini
cukup diberikan
caitan
elektrolit dan dekstrosa 5olo. Jika keadaan sudah tenangyaitu
demam,nyeri,
renjatan, dan gagal napas sudahdapat diatasi,
krisis
metabolisme sudah lewat, makaNPE
dapat diberikan dengan lancar dan bermanfaat.Makin
berat kondisi pasien, makin lambat dosis NPEtotal
(dosis penuh) dapatdimulai.
Sebelum keadaantenang (flow phase) tercapai, NPE
total
hanya
menambah stres
bagi tubuh
pasien. Fase tenangini
ditandai
dengan menurunnya
kadar kortisol,
katekolamin, dan glukagon.
.
Pasien gagal napas (pO2 <80 dan pCO2 >50) kecualidengan
respirator.
Pada pemberian
NPE
penuh,metabolisme karbohidrat akan meningkatkan produksi CO2 dan berakibat memperberat gagalnapasnya.
.
Pasien renjatan dengan kekurangan cairan ekstraselular.
Pasien penyakit terminal, dengan pertimbatgancost-benefit
STRATEGIPEMBERIAN
NPESebelum'memulai NPE, tahapan yang perlu dilakukan ialah:
I ). identifikasi status giz|' 2).menentukan problem nutrisi;
3).
menghubungkan tujuan NPE dengan penyakit
primernya; 4). menghitung kebutuhan nutrien per hari; 5). menyusun kebutuhan nutrien dengan preparat cairan yang tersedia; 6). menentukan cara pemasangan infus
ldentifikasi
Status Gizi
Identifftasi
status gizi harus dilalcukan sebelum memulaiterapi NPE. Dengan mengetahui status gizi pasien,
lebih-cukup
ataukurang, dapat diputuskan
saatmulai
dan komposisi nutrisi yang akan diberikan. Pada pasien dengangizi cukup, NPE baru dimulai pada hari ketiga, setelah fase
Ebb
dilewati.
Bila
gizi
pasien kurang, NPE bisadimulai
lebih awal yaitu setelah 24-48 jam.
Menentukan Masalah Nutrisi
Pada tahap
ini
ditentukan sifat dukungan NPE yang akan diberikan, apakah untuk suportif (parsial) dan berap alarrra, atauNPE total.
Keputusanini
bergantung pada kondisipasien:
.
apakah bisa menerima makanan per oral penuh, sebagian atau sama sekali tidak bisa/tidak diperbolehkan,.
berapa
lama kondisi
tersebut
diperkirakan
akan berlangsung.Menghubungkan
Tuiuan Nutrisi
Parenteral
dengan Penyakit Primer
Keadaan-keadaan seperti status
gizi,
proses katabolismedan
penyakit
pasien mempengaruhitujuan,
saatmulai'
dosis,jenis
dan susunannutrisi
yang
akan digunakan. Pasien dengan masalah khusus(gizi
kurang,
diabetesmelitus,
gangguanginjal
danhati),
makaNPE
dapat diberikan lebih dini, yaitu s etelah24'48 iam.3,8 Juga, jenispenyakit, seperti gangguanhati atau ginjal misalnya, akari menentukan pilihan jenis formula maupun dosis yang akan
dipakai.1,8
Beberapa pertimbanganNPE
pada pasiendengan gangguan khusus, seperti tersebut
di
bawahini:
Gangguan hati.
Pasien dengan gangguanhati
akut ataukronik
mengalami penurunan kadar asamamino
rantaicabang
(AARC)
dan peningkatan asam amino aromatik(AAA)
di
plasma
dan otak.
Laporan penelitian
menyebutkan bahwa
nutrisi
parenteral denganformula
tinggi AARC
dan rendahAAA
memberikan imbangan nitrogen yang lebih baik, mengurangirisiko
ensefalopati dan memperbaiki angka kelangsungan hidup pasien'Peradangan
hati akut
dengan sebab apapun, akandidahului
stadiumpreikterik
yangditandai
dengan rasa mual yang sangat, nafsu makan menurun dan nyeri daerah epigastrium, sehingga memerlukan nutrisi parenteral. I Padasaat
awal di
manapasien
menampakkan tanda-tandadehidrasi, sebaiknya diberikan infus kristaloid, selanjutrya
diberikan infus dekstrose 5-10%. Bila perlu dapat diselingi
dengan cairan
infus yang
mengandung
asamamino
esensial yang cukup.
Pada gangguan
hati
kronik,
seperti sirosis hati,
umunnya nutrisi
parenteral baru diberikanbila
disertaikomplikasi,
misalnya asites masif, hematemesis melena, ensefalopati, dan formula cairan yang diberikan disesuaikan dengan masalahklinik
yang dihadapi. Pada ensefalopati330
NUTRISIpemberian dekstrosa
llYo
atat
maltosa 10%
sebagai sumber kalori, koreksi gangguan keseimbangan elektrolit, dan langkah berikutnya ialah pemberian cairan kayaAARC.Tujuan pemberian
AARC
ialah mencegah masuknyaAAA
ke
dalamjaringan otak,
di
sampinguntuk
menurunkan katabolisme protein dan mengurangi konsentrasi amonia darah.Gangguan
ginjal.
Pada pasien gagal girrjal, kekuranganair
(dehidrasi) dan kekurangan garam adalah2kelainan
yang sering ditemukan. Kelainan ini bersifat reversibel dan apabila koreksi tidak segera dilaksanakan, akan merupakantahap pertama dari
gangkaian
kelainan yang
akanmenurunkan faal ginjal.
Di
samping itu, pada pasien gagalginjal
terdapat
gangguanekskresi
nitrogen,
sehinggapengurangan masukan protein akan memperbaiki keadaan.
Yang harus diperhatikan ialah bagaimata
caranya
memberikan kalori yang cukup dengan diet rendah protein
tanpa membuat pasien mengalami malnutrisi kalori-protein.
Pemberian nutrisi parenteral yang mengandung asam
amino
esensial dan
glukosa
pada
gagal
ginjal
akut
memberikan
angka kelangsungan
hidup lebih baik
dibanding glukosa saja.
Diabetes
melitus.
Padaorang normal, NPE
biasanyadiberikan pada hari ketiga. Sedang pada pasien DM, karena umumnya mudah jatuh dalam keadaan hipokalorik, maka
NPE padapasien
DM
dimulai lebih dini. SyaratNPE padaDM
ialah setelah kadar glukosa darahkurangdan250
mgl dl.Bila
kadar glukosa darah masihdi
atas angka tersebutdan harus segera
mulai NPE, untuk
menurunkan kadarglukosa dapat dilakukan regulasi cepat dengan insulin.
Menghitung Kebutuhan Nutrien Per hari
Dalam menghitung kebutuhan nutrien,
di
samping
kebutuhan untuk keadaan sehat, juga perlu diperhitungkan kondisi penyakit yang mepdasarinya.
Kalori
adalah unsuryang mutlak harus diberikan cukup. Sumber
kalori
yang utama dan harusselalu
ada adalahglukosa. Otak
daneritrosit mutlak memerlukan glukosa
ini
setiap saat. Jikatidak
tersedia cukup, tubuh melakukan glukoneogenesisdari substrat
lain.
Selain karbohidrat, sumberkalori
yanglain
ialahlipid.
Untuk
keperluan regenerasi sel, sintesis enzim dan protein diperlukan sumber protein, yaitu asamamino. Komponen
nutrisi
penting lainnya ialahvitamin
yanglarut
lemak danlarut air, elekholit,
trace element.Albumin, insulin, dan obat-obatan lain mungkin diperlukan
sesuai
kondisi
tertentu.Cairan.
Pemenuhan kebutuhan cairan dipengaruhi oleh adanyapenyakit yang
mendasarinya,
seperti
gagal
jantung,
gangguan respirasi,ginjal
danhati.
Kebutuhan cairan pasien dewasa pada umumnya berkisarl-2,2
mUtr<kal atau 20-50
ml/kgBB/hari,
atatrata-rata35 ml{<gBB.6,7Bila terdapat kehilangan cairan yang abnormal, seperti diare
atau
muntah,
cairanperlu
ditambahkan sejumlah yanghilang
tersebut.Bila
terdapat demam,cairan
ditambahsebanyak I 50 mllpeningkatan 1'C.(1) Dalam hal hilangnya cairan lambung, berarti juga hilangnyakomponen mineraV
elektrolit,
maka perlu diperhitungkan dalam menentukanformulaNPE.6
Kalori.
Kebutuhan
kalori
secara sederhana
dapat diperkirakan dari berat badan. Untukmenghitungresting
metabolic expenditure
(RME),
rumus yang
biasa
digunakan ialah rumus
Harris-Benedict:
Pria:
RME(kkal/hari):66,5+13,8xBB
(kg)+5xTB (cm) -6,SxUmu(ttr)Perempuan: RME (kkal/hri)
:
655+9,6xBB(kgltl,8xTB (un)-4,7xUmur(th)
Di
samping kebutuhan basal tersebut, tambahankalori
diperhitungkan
bila
menghadapi stres atau aktivitas,
sebagai berikut:
.
1,2 x RME, untuk kondisi tanpa stres.
1,5x
RME, untuk kondisi stres sedang seperti traumadan operasi
.
2,0 x RME, untuk kondisi stres berat seperti sepsis danlukabakar > 40% permukaan tubuh
Dalam pemberian NPE, tambahan kalori yang
nntuk aktivitas (energt expenditure of
activitylEEA) tidak
perlu lagi, karena dalamRME
kebutrfianuntuk
spesifik dinamikaction
sudah diperhitungkan.Untuk
kepentingan
praktis,
mengingat
rumus
Haris
Benedict
rumit,
Howard
Lyn6
menyederhanakan
perhitungan menjadi:
.
25lrkaWgBB, untukkondisi
tanpa stres.
30 kkaVkgBB, untuk stres ringan.
35 kkal/kgBB, untuk stres sedang.
40 kkal/kgBB, untuk stres beratSUMBERKALORI
Dua sumber utama
kalori
adalah karbohidrat dan lemak.Tetapi
bila
kebutuhan
NPE hanya dipenuhi
oleh
karbohidrat, ada beberapahal
yang harus diperhatikan,terutama bila cairan dekstrosenya bersifat hipertonis, yaitu:
.
trombosis.
meningkatkan kebutuhan insulin.
bahayahipoglikemia
bila
infus
dekstrose hipertonisdihentikan mendadak
.
meningkatkanBMR.
meningkatkanproduksiCO2Untuk mengatasi keadaan
ini,
setengah sumberkalori
nonprotein dapat digantikan dengan emulsi lemak karenaproduksi CO2 akan ditekan. Jangan menggunakan protein sebagai sumber
energi,
karenaprotein
penting untuk
regenerasi sel dan sintesis protein viseral seperti enzim,
NUTRISI PARENTERAL
331
Karbohidrat
Glukosa. Glukosa adalah karbohidrat pilihan untuk
nutrisi
parenteral, karenaglukosa
merupakan substratpaling
fisiologis,
secaranatural
ada
dalam
darah, banyak
persediaan,
murah,
dapat
diberikan
dalam
berbagai konsentrasi, dengannilai kalori 4
ld<al/g.Untuk
dapat memberikan pengaruh maksimum terhadap keseimbangan nitrogen, minimal diperlukan 100-150 g glukosa. Kebutuhantersebut
juga
digunakanuntuk
memenuhi energi yang diperlukan oleh susunan sarafpusat dan perifer, eritrosit,leukosit, fibroblas yang
aktif
danfagosit
tertentu yangmenggunakan
glukosa
sebagai satu-satunya
sumberenergl.
Untuk menghindari hiperglikemi yang tiba-tiba,
peningkatan konsentrasi glukosa,
misalnya dari
5o/omenuju
20Yo harus bertahap,(start slow
@go
slow). Kecepataninfus
yang dianjurkan ialah
6-7
mglkgBBl
menit. Beban glukosa akan
merangsang pankreas
mengeluarkaninsulin.
Pada keadaanproduksi insulin
menurun, seperti pada sepsis,
infus
glukosa
yang
berlebihan atau kecepatan infus lebih dari yang dianjurkan berakibat meningkatnya konsumsi oksigen, produksi dan
konsumsi
energi akibat
lipogenesis,
yang
akan
memperburuk keadaan.Bila
terjadi hiperglikemia,untuk
selanjutnya lebih baik
mengurangi kecepatan
infus
glukosa dibanding dengan pemberian insulin. Jika larutan glukosadiselingi
cairanlain,
besar kemungkinan kadar glukosa darah berfluktuasi karena overshoot insulin dariwaktu ke waktu. Agar fluktuasi
seminimal mungkin,
larutan karbohidrat dibagi rata sepanjang24jam.
Fruktosa.
Fruktosa merupakan sumber
kalori
yangpotensial karena tidak memerlukan insulin untuk masuk ke
dalam sel,
lebih
sedikitiritasi
vena, dimetabolisasi lebihcepat
di
hati
dan mempunyai efek hemat nitrogen lebihbaik.
Tetapi
kebanyakanjaringan tidak
menggunakanfruktosa
secara langsung. Perubahanmenjadi
glukosa terutamaterjadi
dalamhati,
danjaringan
hanya dapat menggunakan glukosa sebagai sumber energi. Kerugianlain penggunaan fruktosa ialah bila infus terlalu cepat atau
berlebihan dapat
menyebabkan
asidosis
laktat,
hipoposfatemia,
penurunan
nukleotida
adenin
hati,
peningkatanbilirubin
dan asam urat.Gula alkohol (sorbitol
danxylitol).
Jenis karbohidratini
juga
tidak memerlukan insulin untuk menembus dindingsel. Keduanya
tidak
dapat digunakan langsung sebelum diubah menjadi glukosa di hati. Mengingat adanyarisiko
asidosis laktat, peningkatan asam urat darah dan diuresis
osmotik, gula alkohol
ini
tidak
mempunyai keunggulan dibanding glukosa. Untuk mendapatkan efek positif,xyli-tol
diberikan dalam kemasan kombinasi dengan glukosadan
fruktosa
(GFX:Glukosa-Fruktosa-Xylitol)
dengan perbandingan4:2:l
yangdianggap ideal secara metabolik.Maltosa.
Maltosamemiliki
beberapa keuntungan sebagaikarbohidrat alternatif, terutama pada pasien
DM,
karena:.
mengandung 2 molekul glukosa.
tidak memerlukan insulin saat menembus dinding sel.
Isotonis, sehingga dapat diberikan melalui venaperifer,dan dapat dicampur dengan cairan lain yang hipertonis (untuk menurunkan osmolaritas)
Meskipun tidak memerlukan insulin untuk masuk sel,
tetapi proses intraselular
mutlak
masih memerlukannya. Pemberian dosis yang aman dan efisien adalah 1,5 g/kgtsB/hari.
Infus yang
berlebihan menyebabkan pemborosan melalui urin, bisa sampai ekskresi melebihi 25ohdaimaltosa
yang diinfuskan.Lemak
Selain karbohidrat, lemak juga berfungsi sebagai sumber
energi dengan
nilai
9 kkaVg, lebihtinggi
nilai
energinya per unit volume dibanding karbohidrat. I ,8 Hati merupakan organ terpenting dalam metabolisme lemak, karena hatidapat menggunakan asam lemak sebagai sumber energi,
sekaligus mensintesis asam lemak
untuk
penyimpananenergi. Lemak penting unflrk integritas dinding sel, sintesis prostaglandin dan sebagai pelarut vitamin yang larut lemak.
Nutrisi
parenteral
dengan kemasan bebas lemak untuk jangka lama menyebabkan defisiensi asam lemak esensial yang terlihat sebagai alopesia, dermatitis, perlemakan hatidan gangguan
fungsi imunitas.
Berbagai
penelitian
menunjukkan bahwa pemberian emulsi lemak sebesar 30-40ohdaikaloitotal
merupakan jumlah yang optimal. Untukmencegah defisiensi asam lemak esensial, perlu diberikan
asam lemak esensial sebanyak 4-8%o
daikalori
total sehari. Emulsi lemak l0%dat2l%tidak
hipertonis, dapat diberikanmelalui vena perifer. Kecepatan infus emulsi lemak
tidak
melebihi 0,5glkgBB/jam,
sesuai dengan batas maksimalkemampuan ambilan lemak. Tiap 500 mL diberikan dalam
waktu 6-8
jam,
dapal diteteskan bersama karbohidrat danasam amino. Sebagai sumber kalori, lemak perlu dikombinasi
dengan
kalori karbohidrat
dalam perbandingan
l:1.
Misalnyaunhrk 1200 kkal, diberikan 150 g glukosa dan70
g lemak.5,S Kermtungankombinasi sumberkalori ini adalah dihindarkannya penyulit hiperosmolar dan hiperglikemia. Mengingat harga emulsi lemak mahal
untuk
digunakan secararutin,
emulsi cukup diberikan sekali tiap minggu.Sumber Protein
Asam amino yang menyusun protein hampir seluruhnya tergolong asam amino-a. Asam amino yangtidak disintesis
tubuh disebut
asam
amino esensial. Asam
amino
diperlukan untuk regenerasi sel, pembentukan enzim dan sintesis protein somatik dan viseral, hormon peptida(in-sulin dan glukagon). Pemberiannya harus dilindungi
kalori
agar asam amino tersebuttidak
dibakarmenjadi
energi (glukoneogenesis). Jangan memberikan asam aminobila
332
NUTRIIIItiap gram nitrogen diperlukan 80- I 50 kkal karbohidrat (25 kkal per gram asam amino).
Kalori
yang berasal dari asamamino
tidak
ikut
diperhitungkan sebagai sumber proteinunhrk kalori. Kebutuhan nitrogen berkisar 0,2
gkgBBlhai,
setara dengan protein 1,25 glkgBBlhari, atau 1,5g/kgBB/
hari
asamamino. Kebutuhan
ini
akan berkurang pada keadaan gangguanfungsi ginjal
danhati
dan meningkat pada keadaankatabolik. 1,6 Kebutuhan
protein
pada keadaankatabolik bisa sampai
1,5g/kgBB/hari untuk
menginduksi keseimbangan
nitrogen
positif
danmembangun kembali massa tubuh yang normal.
Kebutuhan
asamamino
pada keadaan sepsislebih
tinggi lagi, 2-3 glkgBBlhari.
Jika pasien
sepsistidak
mendapat
kalori
eksogen, akanterjadi
destruksijaringan
otot 75 0- I 000 gram sehari. Namun pemberian protein yangdianjurkan
cukup
l-1,5
g/kgBB/hari.
Proteolisis
akan mengganggu dan menghabat sintesis protein viseral waktuparuh pendek, tervtama enzim-enzim di hati.
Elektrolit
Elektrolit
merupakan komponen
esensial pada NPE.Kebutuhan
elektrolit
padaNPE bervariasi
tergantungkeadaan
klinik.
Umumnya kebutuhan dasarelektrolit
perkgBB/hari pada dewasa adalah:
.
natrium(Na).
kaliurn(K)1,0-2,0 mmol atau 1 00-200 mEq/hari
0,7-l mmol atau 50-100 mEq/hari
komponen
nutrisi.
Defisiensi
vitamin
yang
sering
dilaporkan pada NPE Total 1-2 minggu sampai 3 bulan ialah
defisiensi
asamfolat
dengan gambaran pansitopenia,defisiensi tiamin dengan gambaran ensefalopati, defisiensi
vitamin
K
dengan gambaran hipoprotrombinemi.
Kebutuhan vitamin yang diberikan melalui intravena lebih besardibanding
melalui oral,
diduga
akibat
ekskresimelalui ginjal yang
lebihbesar.
Sedangkankelebihan
vitamin
A
dan
D
dapat menyebabkan
berturut-turut
dermatitis eksfoliativa dan hiperkalsemia.
Kebuhrhan
vitamin
yang direkomendasikan: VitaminAmg (ILI) 1(3300)
Vitamin D ug 5 (200)ru
MtaminEug(ILD
10(10)
Vitaminc
l00mg
AsamFolat
400ug
Nikotinamid40mg
Riboflavin3,6mgPiridoksin
4mg
Tiamin3mg
Sianokobalamin
5 ug AsamPantotenat 15mg
Biotin
60ug
TRACE ELEMENT
Seng (Zn) merupakan unsur esensial dari berbagai enzim. Defisiensi Zn menyebabkan dermatitis dan penyembuhan
luka
lambat yang dapatterjadi
dalam beberapa minggu. Defisiensiini
dapat dicegah dengan pemberian 3 mg Znperhari, dan ada diare perlu tambahan 12 mg per hari setiap
1
liter
cairan yangkeluar.l,2,7 Besi
(Fe) penting unflrksintesis hemoglobin
(Hb)
sedang cadangan dalam tubuh sedikit. Tembaga (Cu) diperlukan untuk maturasieritrosit
dan metabolisme
lipid.
Mangan
(Mg) penting
untuk
metabolisme
Kalsium/Fosfor,
prosesreproduksi
danpertumbuhan.
Kobalt (Co)
merupakan unsur penting
vitaminB-12.Trace elemenr yang direkomendasikan (uglhari):
Seng
2500{000Tembaga
500-1500Iodine
130-910Mangan
150-800Florid
950Kromium
1G15Selenium
2mMolibdenum
20MENYUSUN KEBUTUHAN NUTRIEN DENGAN
KEMASAN CAIRAN
YANGTERSEDIA
Setelah berhasil menentukan kebutuhan nutrien per-hari,
kita
dapatmemilih
kemasaninfus yang
sesuai dengankebutuhan tersebut.
Nutrisi parenteral komersial yang dapat dipakai antara lain:
.
mengandung kalori karbohidrat saja,Dekstrose 5%; Dekstrose l0o/o; Dekstrose 40o%
.
mengandung karbohidrat danelektrolit
. kalsium(Ca)
0,lmmolatau7,5-10mEq/hari.
magnesium(Mg)
0,1 mmolatau10-12mEq/hari.
fosfor (P) 0,4 mmol atau 12- I 6 rnEqlhaflKalium
merupakanelektrolit
esensialuntuk
sintesisprotein. Kebutuhan
K
biasanya lebih banyak padaawal-awal NPE(Total), diduga karena disimpan dalam hati dan
masuk
ke
dalam sel. KebutuhanK
meningkat pada saat terj adi masukan glukosa.Kalsium
diperlukan pada NPE jangka lama,di
manabiasanya terdapat
kehilangan Ca endogen akibat
imobilisasi.
Kalsiumjuga
diperlukan lebih banyak padapankreatitis.
Fosfor diperlukan unhrk metabolisme tulang, sintesis
jaringan dan
fosforilasiAlP.
Hipopospatemia dapat terjadisegerapada kemasanNPE tanpa P. Akibat yang berbahaya
ialah
menurunnya
kadar
eritrosit
yang berakibat
berkurangnya suplai
02
kejaringan,
otot menjadi lemah dan berpengaruh pada respirasi.Magnesium penting dalam anabolisme dan pada sistem
erzim, khususnya enzim yang berkaitan dengan aktivitas
metabolik
di
otak
danhati.
Kebutuhan meningkat padakeadaan
diare,
poliuria,
pankreatitis dan
keadaan
hiperkatabolik. Kehilangan
Mg
paling banyak melalui
cairan gastrointestinal.Vitamin
komponen-333
NUTRISI PARENTERAL
Triparen I ; Triparen 2;
KA-EN
1B;KA-EN 3A/B
.
mengandung asam aminoAminovel 600; Aminofusin I 000; PanAmin G
.
mengandung lemakIntralipid
I 0%o ; lrfir alipid 20YoMENENTUKAN CARA PEMASANGAN
INFUSProgram
nutrisi
parenteral parsial untukjangka
pendek dapat diberikan melalui vena perifer, karena sebagian besarlarutannya
bersifat isotonis
(osmolaritas<800
mOsm/kgBB).6
Vena perifer dapat menerima osmolaritas cairan sampai maksimal 900 mOsm.5Makin tinggi
osmolaritas (makin hipertonis) makin mudah terjadi kerusakan dindingvena
perifer
seperlitromboflebitis
atautromboemboli'
SedangkanNPE total yang diprogram untuk jangka
panjang, harus diberikan
melalui
vena sentral
karena larutannyabersifat hipertonis
dengan osmolaritas >900 mOsm.Melalui
vena sentral, aliran darah menjadi lebihcepat sehingga
tidak
sampai merusak dinding vena.KOMPLIKASI
Dari berbagai komplikasi y ang ada, dapat dikelompokkan
menjadi 3, yaitu:
Mekanik
Komplikasi
mekanik
yang
sering
terjadi ialah
akibat
pemasangan kateter
vena
sentral,yaitu
pneumototaks,hidrotoraks, tromboflebitis, dan emboli udara. Oleh karena
itu pemasangan vena sentral harus dikerjakan oleh dokter
yang terampil untuk itu.
Metabolik
Komplikasi metabolik yang terjadi antara lain gagal jantung
akibat kelebihan cairan, hiperglikemia, hipoglikemia,
hiperosmolar, ketidakseimbangan elektrolit, defisiensi asam
lemak esensial. Untuk mengatasi masalah
ini,
terapi NPEharus dimulai
dengan
dosis
rendah
(start
low)
dan dinaikkan secara perlahan (go slow), dengan pemantauanyang ketat.
Keputusan untuk memulai
nutrisi khususdukungan peritonitis, (O bstru ks i,ileus, pankreatitis,
shoti bowel syndrome, munrah refrakter)
Penilaian Nutrisi
Fungsi saluran pencernaan
N utrisi Parental Penilaian N utrisi atau pembatasan ca tra n Jangka Pendak nasoduodenal, nasoiejunal G a stro sto m i, je.junostomi parenteral e rife r
Fungsi saluran cerna
Kurang formula khusus
Normal nutrisi lengkap
Fungsi saluran cerna
Adekuat lanjut ke
diet lebih
kom pleks dan
mekanan SESUAI penelmaan Tidak adekuat NPE sebagai suplemen Adekuat lanjut ke kanan oral Dilanjutkan ke nutrisi enteral total