• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Surabaya, 09 Pebruari 2018 KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Surabaya, 09 Pebruari 2018 KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan limpahan rakhmat dan hidayah-Nya sehingga dapat terselesaikannya buku Pedoman Teknis (Domnis) Pelaksanaan Ujian Akhir SMK yang meliputi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Uji Kompetensi Keahlian (UKK), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan Ujian Sekolah (US) Tahun Pelajaran 2017/2018 Provinsi Jawa Timur.

Buku Domnis disusun dengan tujuan agar pihak-pihak terkait dalam pelaksanaan Ujian Akhir SMK, baik di tingkat Dinas Pendidikan Provinsi, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah maupun Satuan Pendidikan, dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pedoman Teknis ini merupakan pendamping POS UN dan USBN yang diterbitkan oleh BSNP dan Juknis Pelaksanaan Uji Kompetensi keahlian (UKK) yang diterbitkan oleh DitPSMK.

Domnis ini diharapkan mampu mengakomodir semua permasalahan terkait dengan pelaksanaan Ujian Akhir SMK yang tentu sangat dinamis dan beragam. Namun, apabila masih ada permasalahan ujian yang belum terakomodasi, diharapkan saran dan masukan untuk penyempurnaannya. Besar harapan, buku Domnis Ujian Akhir SMK ini menjadi pedoman demi keberhasilan pelaksanaan Ujian Akhir SMK Tahun Pelajaran 2017/2018 di Provinsi Jawa Timur.

Surabaya, 09 Pebruari 2018 KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR

Dr. SAIFUL RACHMAN, M.M., M.Pd. Pembina Utama Madya

(3)

DAFTAR ISI Kata Pengantar ... i Daftar Isi ... ii BAB I : PENDAHULUAN 1 A. Latar Belakang ... 1 B. Dasar ... 1 C. Tujuan ... 3 BAB II PERSIAPAN, DAN PELAPORAN 4 A. Tahap Persiapan ... 4

1. Panitia Tingkat Rayon / Tingkat Cabang Dinas Pendidikan ... 4

2. Panitia Tingkat Sub Rayon ... 6

3. Panitia Tingkat Satuan Pendidikan ... 7

B. Persyaratan Peserta Ujian Akhir SMK (UN, UKK, USBN, dan US) ... 8

C. Tahap Pelaksanaan UNBK, USBN ... 9

1. Panitia Tingkat Rayon / Tingkat Cabang Dinas Pendidikan ... 9

2. Panitia Tingkat Sub Rayon ... 10

3. Panitia Tingkat Satuan Pendidikan ... 11

D. Tahap Pelaporan ... 12

BAB III UJIAN NASIONAL (UN) 13 A. Bahan Ujian Nasional (UN) ... 13

B. Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ... 13

1. Penyiapan Sistem UNBK ... 13

2. Penetapan Tim Teknis UNBK ... 14

3. Penetapan Sekolah Pelaksana UNBK ... 14

4. Penerapan Resource Sharing (Berbagi Sumber Daya) UNBK ... 14

5. Penetapan Tim Help Desk (Tim Layanan Bantuan) ... 15

6. Kriteria dan Persyaratan Proktor, Teknisi dan Pengawas UNBK ... 16

7. Penetapan Proktor, Teknisi dan Pengawas UNBK ... 16

8. Pelatihan Teknis Pelaksanaan UNBK ... 17

(4)

10. Prosedur Pelaksanaan UNBK ... 17

11. Pengawas Ruang UNBK, Proktor, dan Teknisi ... 18

12. Tata Tertib Pengawas Ruang Ujian, Proktor, dan Teknisi ... 19

13. Tata Tertib Peserta UNBK ... 20

14. Jadwal UNBK ... 21

BAB IV UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK) 22 A. Bentuk Uji Kompetensi (UKK) ... 22

B. Perangkat Uji Kompetensi (UKK) ... 22

C. Model Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) ... 23

D. Verifikasi Tempat Uji Kompetensi... 23

E. Asesor / Penguji... 24

F. Mekanisme Pelaksanaan UKK ... 25

G. Pelaksanaan Uji Praktik Kejuruan (UPK) ... 25

H. Penilaian dan Penskoran Uji Kompetensi Keahlian ... 27

I. Kriteria Kelulusan dan Penerbitan Sertifikat ... 28

BAB V Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US) 30 A. Ketentuan Umum………... 30

B. Penyelenggaraan USBN dan US ………... 30

C. Bahan dan Mata Pelajaran USBN/US ……….. 30

D. Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)/ Ujian Sekolah (US) ……... 36 E. Pelaksanaan USBN/US Praktik ... 38

F. Pemeriksaan dan Pengolahan Hasil USBN/US 39 BAB VI. PENGAWASAN, PEMERIKSAAN DAN KELULUSAN 41

A. Pengawasan UNBK ... 41

B. Pengawasan USBN dan US ………... 41

C. Pemeriksaan Hasil UN ... 42

D. Kelulusan ... 43

1. Daftar Kumpulan Nilai (DKN) ………... 43

(5)

3. Kelulusan Dari Satuan Pendidikan………... 44

4. Pencapaian Kompetensi Lulusan Berdasarkan Hasil UN ... 45

BAB VII PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN ………... 46

(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Sebagai bagian akhir dari seluruh proses pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pelaksanaan Ujian Akhir yang meliputi : Ujian Nasional (UN), Uji Kompetensi Keahlian (UKK), Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US). Kemajemukan SMK sudah barang tentu menjadi perhatian tersendiri dalam berbagai pelaksaan rangkaian Ujian Akhir tersebut.

Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan. Ujian Nasional untuk jenjang SMK di Jawa Timur secara keseluruhan sudah dilaksanakan dengan model Berbasis Komputer yang selanjutnya disebut UNBK.

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang terdiri dari Ujian Praktik Kejuruan (UPK) dan Ujian Teori Kejuruan yang dilaksanakan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) merupakan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik SMK yang telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai kompetensi keahlian yang ditempuh. Proses pelaksanaan UPK dalam pelaksanaannya memerlukan waktu yang sangat panjang khususnya pada SMK yang terdiri dari berbagai Kompetensi Keahlian.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) adalah pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan sekolah dan dilaksanakan sesuai dengan POS USBN.

Demi keberhasilan pelaksanaan keseluruhan Ujian Akhir tersebut diatas maka diperlukan Pedoman Teknis (Domnis) agar pelaksanaan UN, UKK, USBN dan US dapat berjalan lancar, efektif, dan efisien. Domnis penyelenggaraan UN, UKK, USBN dan US SMK ini perlu dibuat, sebagai acuan sebagaimana ketentuan-ketentuan peraturan yang ada.

B. Dasar

Domnis Pelaksanaan Ujian Akhir SMK (UN, UKK, USBN dan US) Tahun pelajaran 2017/2018 ini didasarkan pada :

(7)

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5105) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Nomor 5157);

4. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 7 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Keagamaan Kristen;

5. Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2014 tentang Pendidikan keagamaan Islam;

6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2012 tentang Badan Akreditasi Nasional;

7. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Pendidikan Dasar dan Menengah;

8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;

9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan Dasar dan Menengah;

10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentnag Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar;

11. Surat Keputusan Direktur Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 251/C/KEP/MN/2008 tanggal 22 Agustus 2008 tentang Spektrum keahlian

(8)

Pendidikan Menengah Kejuruan dan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Nomor 7013/D/KP/2013 tentang Spektrum keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan;

12. Peraturan BNSP Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi bagi lulusan SMK;

13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 tahun 2018 tentang Penilaian Hasil Belajar Oleh Pemerintah dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan;

14. Peraturan BSNP Nomor 0044/P/BNSP/XI/2017 tengan Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2017/2018;

15. Keputusan Badan Standar Nasional Pendidikan No. 0283/SKEP/BSNP/I/2018, tentang KISI-KISI Ujian Ssekolah Berstandar Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018; 16. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor : 0045/BSNP/II/2018 Tanggal 7 Februari 2018 tentang Prosedur Operasional Standar Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) Tahun Pelajaran 2017/2018;

17. Surat BSNP Nomor : 0088/SDAR/BSNP/I/2018 tanggal 22 Januari 2018 tentang Revisi POS UN Tahun Pelajaran 2017/2018

18. Panduan Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun Pelajaran 2017/2018 Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

C. Tujuan

Tujuan Domnis ini adalah :

1. Memberikan pedoman kepada Ketua Rayon/Subrayon/Kepala SMK dalam Pelaksanaan Ujian Akhir SMK Tahun Pelajaran 2017/2018 yang meliputi :

a. Ujian Nasional (UN);

b. Uji Kompetensi Keahlian (UKK);

c. Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), dan d. Ujian Sekolah (US);

2. Membantu tercapainya tujuan dan fungsi Ujian Akhir SMK (UN, UKK, USBN, dan US).

(9)

BAB II

PERSIAPAN DAN PELAPORAN

A. Tahap Persiapan

1. Panitia Tingkat Rayon / Tingkat Cabang Dinas Pendidikan

1.1. Panitia Rayon / Tingkat Cabang Dinas ditetapkan dengan keputusan Kepala

Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur, terdiri atas unsur-unsur : a. Cabang Dinas Pendidikan Wilayah;

b. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota (Seksi yang menangani pendidikan madrasah, pendidikan keagamaan, dan seksi yang menangani pendidikan nonformal: Program Paket B/Wustha, dan Program Paket C/Ulya).

1.2. Panitia UN Tingkat Rayon / Tingkat Cabang Dinas Pendidikan memiliki tugas

dan tanggung jawab sebagai berikut :

Persiapan Ujian:

Langkah-langkah persiapan ujian dilakukan sebagai berikut : a. Merencanakan pelaksanaan UN di wilayahnya;

b. Melakukan sosialisasi dan mendistribusikan berbagai peraturan yang berkaitan dengan Ujian Akhir SMK (UN, UKK, USBN, dan US) ke Sub Rayon dan atau ke Satuan Pendidikan di wilayahnya;

c. Melakukan penandatanganan pakta integritas dengan kepala Satuan Pendidikan;

d. Melakukan koordinasi dengan PLN dan penyedia layanan koneksi internet untuk memastikan tidak ada gangguan menjelang dan selama pelaksanaan UNBK;

e. Menetapkan petugas operator sebagai Help Desk UNBK dan diusulkan ke panitia provinsi;

f. Menetapkan Satuan Pendidikan pelaksana UNBK, dengan prosedur sebagai berikut :

1) Melakukan pendataan Satuan Pendidikan yang memiliki kelas/tingkat tertinggi;

(10)

2) Mengidentifikasi Satuan Pendidikan berdasarkan status dan jenjang akreditasi serta aspek-aspek yang dipergunakan sebagai bahan penetapan Satuan Pendidikan pelaksana UN;

3) Menetapkan Satuan Pendidikan Penyelenggara UN, Penggabung, Pelaksana UN di Sekolah lain, alokasi peserta UN, yang dituangkan dalam Surat Keputusan dan mengirimkannya ke Sub Rayon dan atau ke Satuan Pendidikan Penyelenggara/Pelaksana UN;

g. Mengkoordinasikan Operator tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah dalam hal pendataan Calon Peserta Ujian melalui aplikasi online https://biounsmk.kemdikbud.go.id dan https://unbk.kemdikbud.go.id/ ; h. Menetapkan Satuan Pendidikan yang melaksanakan UN dengan model

Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) jika belum memenuhi persyaratan teknis/non teknis sebagai pelaksana UNBK dengan terlebih dahulu koordinasi dengan Panitia tingkat provinsi;

i. Menetapkan satuan pendidikan penyelanggara USBN;

j. Mengoordinasikan pelatihan penulisan soal, perakitan soal, dan penskoran bagi guru-guru dari setiap Kabupaten/Kota dengan melibatkan ahli penilaian dari Kementerian.

k. Melakukan koordinasi dengan Kantor Kementerian Agama

Kabupaten/Kota.

l. Menerima master soal USBN mata pelajaran Pendidikan Agama serta Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dari Kantor Wilayah Kementerian Agama;

m. Menerima 20%-25% paket soal anchor USBN SD dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui laman USBN dan diteruskan kepada KKG.

n. Menerima 20%-25% soal anchor USBN dari Panitia Tingkat Propinsi melalui laman USBN dan diteruskan kepada Kepala Satuan Pendidikan. o. Menetapkan MGMP/Forum Tutor di tingkat Kabupaten/Kota yang akan

dilibatkan dalam pelaksanaan USBN.

p. Melakukan koordinasi dengan Sub Rayon dan Satuan Pendidikan dalam hal :

1) Penetapan Satuan Pendidikan pelaksana UNBK;

(11)

3) Pengumpulan dan pengelolaan database nilai rapor dan nilai USBN; 4) Pengiriman nilai rapor untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN

semester pertama sampai semester 5 (lima) ke Panitia UN Tingkat Pusat dengan menggunakan aplikasi dari Kemdikbud;

5) Menetapkan dan mengesahkan kepanitiaan dan pengawas UNBK tingkat Sub Rayon;

Pelaksanaan Ujian:

Langkah-langkah pelaksanaan ujian dilakukan sebagai berikut :

a. Menyampaikan daftar pengawas ruang ujian ke Panitia UNBK tingkat provinsi;

b. Melakukan koordinasi keterlibatan Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota dalam pemantauan pelaksanaan UNBK;

c. Dalam hal terdapat SMK yang melaksanakan Ujian Nasiaonal Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP), menyerahkan LJUN dari Satuan Pendidikan pelaksana UN sesuai dengan kewenangannya ke Dinas Pendidikan Provinsi;

d. Menerima Nilai UN dari Dinas Pendidikan Provinsi;

e. Mengirimkan Nilai UN ke Sub Rayon dan atau ke Satuan Pendidikan; f. Menerima DKHUN dan SHUN untuk diteruskan ke Sub Rayon dan atau ke

Satuan Pendidikan;

g. Mendistribusikan blangko ijazah ke Sub Rayon dan atau ke Satuan Pendidikan;

h. Mengevaluasi pelaksanaan UN, UKK, dan USBN dan US di wilayahnya; dan

i. Membuat laporan pelaksanaan UN, UKK, dan USBN Tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah untuk disampaikan kepada Panitia Tingkat Provinsi yang berisi tentang persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilengkapi dengan :

1) Surat keputusan Panitia UN, dan USBN Tingkat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah;

2) Data peserta UN, UKK, USBN, dan US; 3) Data pengawas ruang UN;

(12)

5) Laporan kelulusan Satuan Pendidikan.

2. Panitia Tingkat Sub Rayon

2.1. Panitia Rayon ditetapkan dengan keputusan Kepala Cabang Dinas

Pendidikan Wilayah Propinsi Jawa Timur, terdiri atas unsur-unsur : a. Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah;

b. Sekolah Penyelenggara UN; c. Sekolah Penggabung;

2.2. Panitia UN Tingkat Sub Rayon memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai

berikut :

a. Menerima dari panitia Rayon berbagai peraturan yang berkaitan dengan UN, UKK, USBN, dan US serta bahan sosialisasinya dan selanjutnya menyerahkan ke Satuan Pendidikan yang menjadi anggotanya;

b. Menenerima daftar usulan guru/pengawas ruang UNBK dari sekolah penyelenggara dan selanjutnya menuangkan dalam SK Ketua Sub Rayon tentang Kepanitiaan dan Kepengawasan UNBK pada tingkat Sub Rayon c. Menerima dan mendistribusikan DNS/DNT dari rayon;

d. Menerima DNS/DNT yang telah dikoreksi dari sekolah penyelenggara dan selanjutnya menyerahkan ke rayon;

e. Dalam hal terdapat sekolah penyelenggara UNKP, mengambil dan menyimpan bahan UNKP dari Panitia Rayon dan selanjutnya mendistribusikan ke Satuan Pendidikan;

f. Menerima dan menghimpun Dokumen UNBK dari sekolah penyelenggara yang meliputi :

1) Daftar Hadir Peserta; 2) Berita Acara Pelaksanaan; 3) Pakta Integritas;

4) Lembar Hasil UNBK .

3. Panitia Tingkat Satuan Pendidikan

3.1. Panitia Tingkat Satuan Pendidikan ditetapkan dengan keputusan Kepala

Sekolah sesuai dengan kewenangannya;

3.2. Panitia tingkat Satuan Pendidikan memiliki tugas dan tanggung jawab

(13)

a. Menerima berbagai bahan peraturan dan bahan sosialisasi tentang Ujian Akhir SMK (UN, UKK, USBN, dan US) dan mensosialisasikan kepada warga sekolah;

b. Merencanakan pelaksanaan Ujian Akhir SMK yang meliputi UN, UKK, USBN, dan US;

c. Menyusun POS US sesuai pedoman teknis untuk selanjutnya ditetapkan oleh Kepala Sekolah;

d. Melakukan pendataan calon peserta Ujian Akhir; e. Menerima DNS dan DNT dari panitia Sub Rayon;

f. Melakukan verifikasi DNS dan mengirimkan hasil verifikasi ke Sub Rayon; g. Menyerahkan daftar usulan guru/calon pengawas ruang kepada Panitia

Sub Rayon/Cabang DInas Pendidikan;

h. Menyerahkan daftar usulan Proktor dan Teknisi UNBK kepada Panitia tingkat Rayon dan/ atau tingkat provinsi sesuai dengan persyaratan dalam POS UN;

i. Menyiapkan ruang dan perlengkapannya untuk pelaksanakan UNBK, UKK, USBN, dan US;

j. Melaksanakan Ujian Akhir SMK (UN, UKK, USBN, dan US) sesuai dengan peraturan yang berlaku (Permendikbud, POS UN, Juknis UKK, POS USBN, dan POS US;

k. Mengirim Dokumen UNBK dan USBN kepada panitia Sub rayon, yang meliputi :

1. Berita acara pelaksanaan UNBK; 2. Daftar Hadir Peserta UNBK;

3. Pakta Integritas (Proktor, Pengawas, dan Teknisi); 4. Lembar Hasil UNBK.

B. Persyaratan Peserta Ujian Akhir SMK (UN, UKK, USBN, dan US) 1. Persyaratan Peserta

a. Peserta didik telah atau pernah berada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di Satuan Pendidikan SMK.

(14)

b. Peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang pendidikan di Satuan Pendidikan mulai semester 1 tahun pertama sampai dengan semester 1 pada tahun terakhir.

c. Peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada Pendidikan Kesetaraan.

d. Peserta didik terdaftar SMK/MAK.

e. Peserta didik SMK/MAK Program 4 (empat) tahun yang telah menyelesaikan proses pembelajaran selama 3 (tiga) tahun.

f. Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari Satuan Pendidikan yang setingkat lebih rendah. Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun pelajaran sebelum mengikuti UN, atau sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun pelajaran untuk peserta program SKS.

g. Peserta UN dari program SKS harus berasal dari Satuan Pendidikan formal yang terakreditasi A dan memiliki izin penyelenggaraan program SKS.

h. Peserta UKK yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan Institusi Pasangan harus memenuhi persyaratan :

1) Terdaftar pada tahun terakhir (kelas 12 untuk program 3 tahun dan kelas 13 untuk program 4 tahun) sebagai siswa SMK;

2) Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar mulai semester 1 (satu) tahun pertama sampai dengan semester 1 (satu) tahun terakhir.

i. Peserta UKK yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan LSP harus memenuhi persyaratan :

1) Telah menyelesaikan proses pembelajaran sesuai skema klaster atau okupasi yang akan diujikan;

2) Memenuhi persyaratan uji kompetensi sebagaimana tercantum dalam dokumen skema sertifikasi.

C. Tahap Pelaksanaan UNBK, USBN

1. Panitia Tingkat Rayon / Tingkat Cabang Dinas Pendidikan :

a. Mendistribusikan Master soal USBN ke Panitia Sub Rayon dan / atau ke Sekolah Penyelenggara USBN;

b. Menjaga kerahasiaan dan keamanan bahan USBN; c. Menjaga keamanan pelaksanaan UNBK dan USBN;

(15)

d. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan UNBK dan USBN di daerahnya;

e. Menerima Laporan Pelaksanaan UNBK dari Panitia Sub Rayon dan mengirimkannya kepada Panitia UN Tingkat Provinsi yang berisi :

1. Berita acara pelaksanaan UNBK; 2. Daftar Hadir Peserta UNBK;

3. Pakta Integritas (Proktor, Pengawas, dan Teknisi); 4. Lembar Hasil UNBK.

f. Mengkoordinasikan pengumpulan Nilai Sekolah (NS) yang telah diisi dalam bentuk blanko digital (soft copy) dan cetak nilai sekolah dari Panitia Sub Rayon selanjutnya mengirimkannya kepada Pelaksana UN Tingkat Provinsi.

g. Menerima DKHUN dan SHUN dari pelaksana UN Tingkat Provinsi dan mengirimkannya ke sekolah penyelenggara melalui Panitia Sub Rayon.

h. Mendistribusikan blanko ijazah ke Sekolah Penyelenggara.

i. Mengkoordinasikan keterlibatan Dewan Pendidikan Kab/Kota dalam

pemantauan pelaksanaan UNBK.

j. Semua penyerahan dokumen yang berkaitan dengan UN dan USBN selalu disertai berita acara.

k. Menerapkan prinsip kejujuran, objektivitas, dan akuntabilitas pada semua proses pelaksanaan UNBK dan USBN.

l. Membuat laporan pelaksanaan UNBK dan USBN Tingkat Kab/Kota untuk disampaikan kepada Panitia UN Tingkat Provinsi yang berisi tentang persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dilengkapi dengan :

1. Surat keputusan panitia UN Tingkat Rayon; 2. Data peserta UN;

3. Data pengawas ruang;

4. Data Satuan Pendidikan pelaksana UN; dan

5. Laporan kelulusan Satuan Pendidikan.

2. Panitia Tingkat Sub Rayon

a. Memberi pengarahan kepada Sekolah Penyelenggara, Panitia Tingkat Sekolah Penyelenggara, Pengawas, dan Proktor tentang tugas, dan tanggung jawab Sekolah Penyelenggara, Pengawas Ruang UNBK, pengaturan tempat duduk, serta tata cara pelaksanaan UNBK.

(16)

b. Mengumpulkan Daftar Kumpulan Nilai (DKN) yang telah diisi dan ditandatangani Kepala Sekolah dan Pengawas Pembina, dalam bentuk cetak dari Sekolah Penyelenggara selanjutnya mengirimkannya kepada Panitia Rayon.

c. Pada saat pelaksanaan UNBK (hari H) menerima Laporan Pelaksanaan UNBK dari Sekolah Penyelenggara dan mengirimkannya kepada Panitia Rayon yang berisi :

1. Berita acara pelaksanaan UNBK; 2. Daftar Hadir Peserta UNBK;

3. Pakta Integritas (Proktor, Pengawas, dan Teknisi); 4. Lembar Hasil UNBK.

d. Memantau pelaksanaan UNBK di sekolah pelaksana.

e. Menerima DKHUN dan SHUN dari panitia rayon dan mengirimkannya ke Sekolah Penyelenggara.

f. Semua penyerahan dokumen selalu disertai berita acara. g. Menjaga keamanan penyelenggaraan UNBK.

h. Membuat laporan pelaksanaan UN Tingkat Sub Rayon untuk disampaikan

kepada Panitia Rayon.

3. Panitia Tingkat Satuan Pendidikan

a. Melaksanakan UN dan memastikan kesesuaian pelaksanaan UN dengan POS UN;

b. Mencatat dan melaporkan kejadian yang tidak sesuai dengan POS UN; c. Mengesahkan berita acara pelaksanaan UN di satuan pendidikan;

d. Mengirimkan nilai rapor per semester dan nilai USBN sesuai dengan kewenangannya ke Kementerian melalui Dapodik;

e. Menjamin keamanan dan ketertiban pelaksanaan UN;

f. Menjelaskan tata tertib pengawasan ruang ujian kepada pengawas ruang;

g. Mencetak, menerbitkan, menandatangani, dan membagikan SHUN kepada peserta UN; dan

h. Membuat Daftar Kumpulan Nilai (DKN) sebagaimana contoh terlampir dalam Pedoman Teknis ini dan selanjutnya mengirimkannya kepada Panitia Rayon. i. Pada saat pelaksanaan UNBK (hari H) menyusun Laporan Pelaksanaan UNBK

dan mengirimkannya kepada Panitia Sub Rayon yang berisi : 1. Berita acara pelaksanaan UNBK;

(17)

2. Daftar Hadir Peserta UNBK;

3. Pakta Integritas (Proktor, Pengawas, dan Teknisi); 4. Lembar Hasil UNBK.

j. Semua penyerahan dokumen selalu disertai berita acara.

k. Membuat laporan pelaksanaan UN Tingkat Sekolah untuk disampaikan kepada

Panitia Sub Rayon.

D. Tahap Pelaporan

Tugas Panitia UN pada Tahap Pelaporan :

1. Sekolah Penyelenggara membuat laporan tertulis rangkap 2 (dua) disampaikan pada Sub Rayon, satu hari setelah pengumuman kelulusan dari Satuan Pendidikan tentang pelaksanaan UN di sekolahnya.

2. Setelah 2 (dua) hari Sub Rayon menerima laporan pelaksanaan UN dari sekolah penyelenggara, Sub Rayon segera menyusun laporan dan disampaikan kepada Rayon rangkap 2 (dua), terdiri dari :

a. Surat pengantar;

b. Rekapitulasi laporan dari sekolah penyelenggara; dan

c. Permasalahan penting yang timbul sebelum, saat dan setelah pelaksanaan UN/USBN.

3. Setelah lima hari Rayon menerima laporan dari Sub Rayon. Selanjutnya, Rayon menyampaikan laporan rangkap 2 (dua) kepada Panitia Tingkat Provinsi melalui Seksi Kurikulum Bidang SMK, yang diserahkan adalah :

a. Surat pengantar;

b. Rekapitulasi laporan dari Sub Rayon dengan menggunakan format yang sama dengan format Sub Rayon; dan

c. Permasalahan penting yang timbul sebelum, saat dan setelah pelaksanaan UN/USBN pada tingkat Rayon.

(18)

BAB III

UJIAN NASIONAL (UN)

A. Bahan Ujian Nasional

1. Kisi-kisi UN tahun pelajaran 2017/2018 disusun berdasarkan kriteria pencapaian kompetensi lulusan, standar isi, dan lingkup materi pada kurikulum yang berlaku. 2. Kisi-kisi UN memuat level kognitif dan lingkup materi.

3. Jumlah butir soal dan alokasi waktu UN sebagai berikut: a. Jumlah butir soal adalah 40 sampai dengan 50;

b. Alokasi waktu untuk setiap mata ujian adalah 120 menit;

c. Rincian jumlah butir soal dan alokasi waktu dan mata ujian adalah sebagaimana terlampir dalam POS UN.

B. Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Kompter (UNBK)

Pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2017/2018 untuk SMK di Jawa Timur menggunakan moda utama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Penerapan moda UNBK dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, mutu, reliabilitas, kredibilitas, dan integritas ujian.

Pelaksanaan UNBK mengacu kepada POS UN yang diterbitkan oleh BSNP.

1. Penyiapan Sistem UNBK

a. Panitia UN Tingkat Pusat mengembangkan sistem yang mencakup desain, program aplikasi, dan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan UNBK.

b. Panitia UN Tingkat Pusat berkoordinasi dengan lembaga lain yang terkait untuk melakukan evaluasi program aplikasi dan sistem UNBK.

c. Panitia UN Tingkat Pusat menyusun petunjuk teknis penggunaan (user manual) dan bahan pelatihan bagi tim teknis provinsi, tim teknis kabupaten/kota, proktor, teknisi, dan peserta UNBK.

d. Panitia UN Tingkat Pusat, Panitia UN Tingkat Provinsi, dan Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), penyedia layanan koneksi internet, dan berbagai lembaga terkait lainnya untuk memastikan tidak ada gangguan menjelang dan selama pelaksanaan UNBK.

(19)

2. Penetapan Tim Teknis UNBK

a. Panitia UN Tingkat Pusat membentuk Tim Teknis UNBK Pusat, terdiri dari unsur Puspendik, Pustekkom, PDSPK, Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Pendidikan Kesetaraan, Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Pembinaan SMK/MAK, Kemenag, dan Perguruan Tinggi Negeri.

b. Panitia UN Tingkat Provinsi membentuk Tim Teknis UNBK Provinsi, dan menyampaikan ke Panitia UN Tingkat Pusat.

c. Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota membentuk Tim Teknis UNBK Kabupaten/Kota dan menyampaikan ke Tim Teknis UNBK Provinsi, dan ke Tim Teknis UNBK Pusat di dalam Panitia UN Tingkat Pusat melalui Provinsi.

d. Tim Teknis UNBK Pusat memasukkan data Tim Teknis UNBK Provinsi dan Kabupaten/Kota ke situs web UNBK, dan menyampaikan username dan password ke Tim Teknis UNBK Provinsi dan Kabupaten/Kota.

3. Penetapan Sekolah Pelaksana UNBK

a. Tim Teknis UNBK Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya, melakukan verifikasi dan menetapkan sekolah/madrasah pelaksana UNBK dan sekolah yang bergabung, dan sekolah yang mengikuti UN di sekolah lain pelaksana UNBK (menumpang).

b. Sekolah yang dapat ditetapkan sebagai pelaksana UNBK telah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

1) Telah terakreditasi;

2) Tersedia sejumlah komputer dan server sesuai kebutuhan; dan

3) Memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan oleh Panitia UN Tingkat pusat; c. Tim Teknis UNBK Provinsi dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya,

memasukkan data sekolah/madrasah pelaksana UNBK ke situs web UNBK. d. Sekolah/madrasah yang sudah ditetapkan sebagai pelaksana UNBK diberi

username dan password.

4. Penerapan Resource Sharing (Berbagi Sumber Daya) UNBK

a. Sumber daya meliputi, sarana dan prasarana UNBK (server, komputer client, dan jaringan), sumber daya manusia untuk pelaksanaan UNBK (proktor dan teknisi). b. Berbagi sumber daya dapat dilakukan lintas Satuan Pendidikan dan lintas jenjang

(20)

c. Berbagi sumber daya lintas Satuan Pendidikan dapat dilakukan antar sekolah dan madrasah, antar Satuan Pendidikan negeri dan swasta, antar Satuan Pendidikan formal dan nonformal.

d. Berbagi sumber daya lintas jenjang pendidikan dapat dilakukan antar SMP/MTs/Program Paket B/Wustha dan antar SMA/MA/SMK/ Program Paket C/Ulya.

e. Berbagi sumber daya dapat dilakukan dengan menggunakan sumber daya milik perguruan tinggi atau instansi/lembaga pemerintah/swasta lainnya.

f. Berbagi sumber daya diatur dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya.

g. Biaya yang timbul dari pelaksanaan berbagi sumber daya menjadi tanggung jawab bersama antara Satuan Pendidikan yang menginduk dan Satuan Pendidikan Pelaksana UNBK, dengan mengacu kepada ketentuan biaya yang berlaku dalam Bantuan Operasional Sekolah (BOS) atau Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), atau kesepakatan bersama sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

5. Penetapan Tim Help Desk (Tim Layanan Bantuan)

a. Panitia UN Tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya membentuk tim help desk dengan kriteria sebagai berikut.

1) Memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan.

2) Dalam keadaan sehat dan sanggup melaksanakan tugas dengan baik. 3) Memahami POS penyelenggaraan UN.

b. Tugas tim help desk adalah:

1) Memberikan informasi dan penjelasan terhadap pertanyaan atau pengaduan yang diterima dari pengawas, proktor, teknisi, atau panitia ujian;

2) Menerima, merekap, dan memberikan solusi terhadap pertanyaan, permasalahan dan/atau pengaduan yang terkait dengan pelaksanaan ujian sesuai petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan oleh Pelaksana UNBK Tingkat Pusat; dan

3) Berkoordinasi dengan tim help desk di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat sesuai dengan kewenangannya.

(21)

6. Kriteria dan Persyaratan Proktor, Teknisi, dan Pengawas UNBK

a. Proktor adalah guru atau tenaga kependidikan sekolah/madrasah dengan kriteria dan persyaratan :

1) Memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi komunikasi (TIK); 2) Pernah mengikuti pelatihan atau bertindak sebagai proktor UNBK;

3) Bersedia ditugaskan sebagai proktor di sekolah/madrasah penyelenggara UNBK; dan

4) Bersedia menandatangani pakta integritas.

b. Teknisi adalah guru atau tenaga kependidikan sekolah/ madrasah dengan kriteria dan persyaratan:

1) Memiliki pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam mengelola LAN sekolah/madrasah;

2) Pernah mengikuti pembekalan atau bertindak sebagai teknisi UNBK; dan 3) Bersedia menandatangani pakta integritas.

c. Pengawas adalah guru dengan kriteria dan persyaratan:

1) Memiliki sikap dan perilaku disiplin, jujur, bertanggung jawab, teliti, dan memegang teguh kerahasiaan;

2) Dalam keadaan sehat dan sanggup mengawasi UN dengan baik; 3) Bukan guru mata pelajaran yang sedang diujikan;

4) Tidak berasal dari sekolah yang sama dari peserta UN; dan 5) Bersedia menandatangani pakta integritas.

7. Penetapan Proktor, Teknisi, dan Pengawas UNBK a. Penetapan Proktor dan Teknisi

1) Sekolah mengirimkan usulan calon proktor dan teknisi ke Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota.

2) Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota melakukan verifikasi usulan calon proktor dan teknisi berdasarkan kriteria dan persyaratan yang ditetapkan.

3) Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota menetapkan proktor dan teknisi yang telah memenuhi kriteria dan persyaratan.

4) Panitia UN Tingkat Provinsi atau Kabupaten/Kota menyampaikan surat penetapan kepada Panitia UN Tingkat Provinsi untuk diteruskan ke Panitia UN Tingkat Pusat.

(22)

b. Penetapan Pengawas

1) Sekolah mengirimkan usulan calon pengawas ke Panitia UN Tingkat Sub Rayon dan /atau Tingkat Rayon.

2) Panitia UN Tingkat Sub Rayon dan /atau Rayon sesuai dengan kewenangannya menetapkan pengawas ruang ujian.

3) Penempatan pengawas ditentukan dengan sistem silang dalam Sub Rayon (pengawas tidak mengawas peserta didiknya sendiri).

8. Pelatihan Teknis Pelaksanaan UNBK

a. Panitia UN Tingkat Pusat melakukan pelatihan teknis pelaksanaan UNBK untuk Tim Teknis UNBK Provinsi dan Tim Teknis UNBK Kabupaten/Kota.

b. Tim Teknis UNBK Provinsi atau Kabupaten/Kota melakukan pelatihan kepada proktor dan teknisi sekolah/madrasah.

9. Penyiapan Sistem UNBK di Sekolah Pelaksana UNBK

a. Penyiapan server lokal, client, jaringan LAN, jaringan WAN, instalasi sistem, dan instalasi aplikasi: H-21 sampai dengan H-15.

b. Simulasi ujian dan gladi bersih sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh Tim Teknis UNBK Pusat.

c. Sinkronisasi data: H-7 sampai dengan H-2.

d. Pencetakan Berita Acara, Daftar Hadir, dan Kartu Login: H-2 sampai dengan H-1.

10. Prosedur Pelaksanaan UNBK a. Ruang UNBK

Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan menetapkan ruang UNBK dengan persyaratan sebagai berikut.

1) Ruang ujian aman dan layak untuk pelaksanaan UNBK;

2) Sekolah pelaksana UNBK menetapkan pembagian sesi untuk setiap peserta ujian beserta komputer client yang akan digunakan selama ujian.

3) Penetapan proktor, pengawas, dan teknisi UNBK; ▪ Setiap server ditangani oleh seorang proktor;

(23)

▪ Setiap sekolah pelaksana UNBK ditangani minimal satu orang teknisi dan setiap teknisi menangani sebanyak-banyaknya dua ruang UNBK atau 40 (empat puluh) komputer client;

4) Setiap ruang UNBK ditempel pengumuman yang bertuliskan

”DILARANG MASUK RUANGAN SELAIN PESERTA UJIAN, PENGAWAS, PROKTOR, ATAU TEKNISI.

TIDAK DIPERKENANKAN MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI DAN/ATAU KAMERA DALAM RUANG UJIAN.”

5) Setiap ruang ujian dilengkapi denah tempat duduk peserta ujian dengan disertai foto peserta yang ditempel di pintu masuk ruang ujian;

6) Setiap ruang ujian memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup;

7) Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi UN dikeluarkan dari ruang ujian;

8) Tempat duduk peserta UNBK diatur sebagai berikut :

a. Satu komputer untuk satu orang peserta ujian untuk satu sesi ujian; b. Jarak antara komputer yang satu dengan komputer yang lain disusun agar

antar peserta tidak dapat saling melihat layar komputer dan berkomunikasi; dan

c. Penempatan peserta ujian sesuai dengan nomor peserta untuk setiap sesi ujian;

d. Ruang, perangkat komputer, nomor peserta untuk setiap sesi ujian sudah dipersiapkan paling lambat 1 (satu) hari sebelum UN dimulai.

11. Pengawas Ruang UNBK, Proktor, dan Teknisi

a. Pengawas ruang, proktor, dan teknisi harus menandatangani surat pernyataan bersedia menjadi pengawas ruang, proktor, dan teknisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

b. Pengawas ruang, proktor, dan teknisi tidak diperkenankan membawa dan/atau menggunakan perangkat komunikasi elektronik, kamera, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian.

c. Proktor dan teknisi dapat berasal dari Sekolah Penyelenggara UNBK.

d. Proktor mengunduh password untuk setiap peserta dari server pusat atau perguruan tinggi yang menjadi tim teknis provinsi.

(24)

f. Proktor memastikan peserta ujian adalah peserta yang terdaftar dan menempati tempat masing-masing.

g. Proktor membagikan password kepada setiap peserta pada awal sesi ujian. h. Proktor mengumumkan token yang akan digunakan untuk sesi ujian setelah

semua peserta berhasil login ke dalam sistem.

i. Proktor melaporkan/mengunggah hasil ujian ke server pusat.

j. Proktor mencatat hal-hal yang tidak sesuai dengan POS dalam berita acara pelaksanaan UNBK.

k. Proktor membuat dan menyerahkan berita acara pelaksanaan dan daftar hadir ke Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan serta mengunggah ke web UNBK.

12. Tata Tertib Pengawas Ruang Ujian, Proktor, dan Teknisi a. Di Ruang Sekretariat UN

1) Pengawas ruang, proktor, dan teknisi harus hadir di lokasi pelaksanaan ujian 45 menit sebelum ujian dimulai;

2) Pengawas ruang, proktor, dan teknisi menerima penjelasan dan pengarahan dari Ketua Panitia UN Tingkat Satuan Pendidikan;

3) Pengawas ruang, proktor, dan teknisi mengisi dan menandatangani pakta integritas;

b. Di Ruang Ujian

Pengawas ruang, proktor, dan teknisi masuk ke dalam ruangan 20 menit sebelum waktu pelaksanaan ujian untuk melakukan secara berurutan :

1) Memeriksa kesiapan ruang ujian;

2) Mempersilakan peserta ujian untuk memasuki ruangan dengan menunjukkan kartu peserta ujian dan meletakkan tas di bagian depan ruang ujian, serta menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;

3) Membacakan tata tertib peserta ujian;

4) Memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan jujur; 5) Mempersilakan peserta ujian untuk mulai mengerjakan soal;

c. Selama ujian berlangsung, pengawas ruang ujian wajib : 1) Menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar; 2) Ruang ujian;

3) Memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan; 4) Melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang;

(25)

5) Ujian selain peserta ujian; dan

6) Mematuhi tata tertib pengawas, di antaranya tidak merokok di ruang ujian, tidak membawa dan/atau menggunakan alat komunikasi dan/atau kamera, tidak mengobrol, tidak membaca, tidak memberi isyarat, petunjuk, dan/atau bantuan apapun kepada peserta berkaitan dengan jawaban dari soal ujian yang diujikan;

7) Lima (5) menit sebelum waktu ujian selesai, pengawas ruang memberi peringatan kepada peserta ujian bahwa waktu tinggal lima menit; dan

8) Setelah waktu ujian selesai, pengawas mempersilakan peserta ujian untuk berhenti mengerjakan soal;

9) Pengawas ruang ujian tidak diperkenankan membawa perangkat komunikasi elektronik, kamera, dan sejenisnya serta membawa bahan bacaan lain ke dalam ruang ujian.

13. Tata Tertib Peserta UNBK Peserta ujian :

a. Memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum ujian dimulai;

b. Memasuki ruang ujian sesuai dengan sesi dan menempati tempat duduk yang telah ditentukan;

c. Yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti ujian setelah mendapatkan izin dari Ketua Panitia UN Tingkat Sekolah, tanpa diberikan perpanjangan waktu; d. Dilarang membawa dan/atau menggunakan perangkat komunikasi elektronik dan

optik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian;

e. Mengumpulkan tas, buku, dan catatan dalam bentuk apapun di bagian depan di dalam ruang kelas;

f. Mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas ruangan;

g. Masuk ke dalam (login) sistem menggunakan username dan password yang diterima dari proktor;

(26)

14. Jadwal UNBK

Sesuai dengan POS UN diatur sebagai berikut : Jadwal UNBK SMK Utama

Hari, Tanggal Sesi Waktu Mata Pelajaran

Senin, 2 April 2018 1 07.30 – 09.30 Bahasa Indonesia 2 10.30 – 12.30 3 14.00 – 16.00 Selasa, 3 April 2018 1 07.30 – 09.30 Matematika 2 10.30 – 12.30 3 14.00 – 16.00 Rabu, 4 April 2018 1 07.30 – 09.30 Bahasa Inggris 2 10.30 – 12.30 3 14.00 – 16.00 Kamis, 5 April 2018 1 07.30 – 09.30 Teori Kejuruan 2 10.30 – 12.30 3 14.00 – 16.00

Jadwal UNBK SMK Susulan

Hari, Tanggal Sesi Waktu Mata Pelajaran

Selasa, 17 April 2018 1 07.30 – 09.30 Bahasa Indonesia 2 10.30 – 12.30 Matematika Rabu, 18 April 2018 1 07.30 – 09.30 Bahasa Inggris 2 10.30 – 12.30 Teori Kejuruan

(27)

BAB IV

UJI KOMPETENSI KEAHLIAN (UKK)

A. Bentuk Uji Kompetensi Keahlian

Bentuk UKK tahun pelajaran 2017/2018 untuk kelas 12 dan 13, ditetapkan sebagai berikut :

1. Ujian Praktik kejuruan berbentuk proyek/penugasan yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan Institusi Pasangan;

2. Uji Kompetensi dengan ruang lingkup skema sertifikasi yang diselenggarakan SMK bekerjasama dengan LSP yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP;

3. Ujian Teori Kejuruan berbentuk tes tertulis yang dilaksanakan dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang pelaksanaanya mengacu pada Prosedur Operasional Standar Ujian Nasional (POS UN) tahun Pelajaran 2017/2018.

B. Perangkat Uji Kompetensi keahlian 1. Kisi-kisi Soal Praktik Kejuruan (KSP)

Merupakan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan spesifik, operasional dasar, dan pengendalian mutu yang harus dikuasai peserta uji sesuai kompetensi keahliannya masing-masing.

2. Soal Praktik Kejuruan (SPK)

Soal Praktik Kejuruan adalah tes berbentuk penugasan untuk mengerjakan satu atau beberapa pekerjaan untuk menghasilkan suatu produk/jasa.

3. Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik (PPsp)

Lembar Pedoman Penilaian Soal Praktik adalah deskripsi kompetensi/rubrik yang digunakan sebagai acuan untuk pemberian skor setiap komponen penilaian. Lembar penilaian memuat komponen penilaian, sub-komponen penilaian, pencapaian kompetensi, dan kriteria penilaian.

4. Instrumen Verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik Kejuruan (InV)

Instrumen verifikasi Penyelenggara Ujian Praktik kejuruan adalah instrumen yang digunakan untuk menilai kelayakan Satuan Pendidikan atau institusi lain sebagai tempat penyelenggaraan ujian Praktik Kejuruan. Instrumen verifikasi memuat standar persyaratan peralatan utama, standar persyaratan peralatan pendukung, standar persyaratan tempat/ruang serta memuat persyaratan penguji yang terdiri atas penguji internal dan eksternal.

(28)

5. Materi Uji Kompetensi (MUK)

Materi Uji Kompetensi (MUK) adalah Perangkat Asesmen Kompetensi yang digunakan dalam pelaksanaan asesmen kompetensi. Perangkat tersebut disusun dengan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja yang dikembangkan dan digunakan oleh LSP terlisensi BNSP yang menyelenggarakan uji kompetensi bekerjasama dengan SMK.

C. Model Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian UKK)

Dalam pelaksanaan UKK, peserta Didik SMK dan /atau Satuan Pendidikan dapat memilih salah satu atau minimal 1 (satu) dari 4 (empat) model ujian berikut :

1. UKK yang diselenggarakan bekerjasama dengan Institusi Pasangan, dalam hal ini Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) atau Asosiasi Profesi.

2. UKK yang diselenggarakan oleh LSPP1-SMK yang telah terlisensi BNSP bagi peserta didik SMK induknya dan SMK lain yang termasuk dalam jejaring LSPP1-SMK tersebut.

3. UKK yang diselenggarakan oleh LSPP2 yang didirikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi yang telah terlisensi oleh BNSP yang mempunyai skema sertifikasi untuk SMK.

4. UKK yang diselenggarakan oleh LSPP3 yang terlisensi BNSP serta mempunyai skema sertifikasi untuk SMK. LSP ini didirikan oleh asosiasi industri dan/atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor dan atau profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.

D. Verifikasi Tempat Uji Kompetensi Keahlian (UKK) 1. Verifikasi TUK dilakukan oleh :

a. Tim yang ditunjuk Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi cabang kabupaten/kota /UPTD dengan menggunakan instrumen verifikasi yang telah disiapkan oleh Pelaksana Ujian Tingkat Pusat, atau instrumen verifikasi yang dikembangkan oleh TUK-SMK bekerjasama dengan industri, atau

b. Tim yang ditugaskan oleh Ketua LSP terlisensi, dengan menggunakan instrumen sertifikasi yang telah ditetapkan oleh LSP.

(29)

a. Personil yang ditetapkan Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi cabang kabupaten/kota/UPTD dengan melibatkan unsur asesor/penguji dari dunia usaha/dunia industri atau institusi pasangan yang memahami substansi, atau b. Personil yang ditetapkan oleh LSP yakni asesor yang memahami skema

sertifikasi yang akan diujikan.

3. Penetapan kelayakan TUK-SMK dibuktikan dengan :

a. Penerbitan Surat Keputusan Pejabat Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi setelah mendapatkan rekomendasi Tim Verifikasi TUK, atau

b. Penerbitan Surat Keputusan Ketua LSP terlisensi berdasarkan skema sertifikasi yang akan diujikan setelah mendapatkan rekomendasi Tim Verifikasi TUK

4. TUK yang telah diverifikasi dan dinyatakan layak, tidak boleh digunakan untuk kegiatan pembelajaran hingga pelaksanaan uji kompetensi dinyatakan selesei.

E. Asesor / Penguji 1. Penguji terdiri dari :

a. Penguji yang berasal dari industri / guru produktif sesuai persyaratan penyelenggaraan UKK, atau

b. Asesor Kompetensi bersertifikat BNSP,

2. Bagi UKK yang diselenggarakan oleh LSPP1-SMK, maka persyaratan Asesor Kompetensi merujuk pada Pedoman BNSP.

3. Bagi UKK yang diselenggarakan oleh LSPP2 dan LSPP3, Asesor ditentukan oleh LSP yang bersangkitan berdasarkan pedoman BNSP.

4. Bagi UKK yang diselenggarakan bekerjasama dengan Institusi Pasangan, maka penguji terdiri atas penguji internal dan eksternal :

a. Penguji Internal adalah guru produktif yang relevan dengan pengalaman mengajar minimal 3 tahun dan diutamakan memiliki pengalaman kerja/magang di dunia usaha/industri atau pemegang sertifikasi kompetensi keahlian dan asesor.

b. Penguji Eksternal adalah personil dari dunia usaha/industri/asosiasi

profesi/institusi pasangan yang menguasai metodologi pengujian atau memiliki latar belakang pendidikan dan/atau asesor yang memiliki sertifikat kompetensi dan pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi keahlian yang akan diujikan.

(30)

F. Mekanisme Pelaksanaan UKK

1. UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan Institusi pasangan berlaku mekanisme sebagai berikut :

a. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi melakukan pendataan peserta didik yang berhak mengukuti UKK;

b. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat bersama unsur pendidika, unsur dunia usaha/industri, dan unsur perguruan tinggi menyusun pedoman dan perangkat uji pada tahun pelajaran 2017/2018;

c. Pelaksana Ujian Tingkat Pusat melaksanakan sosialisasis dan menyerahkan pedoman dan perangkat uji kepada Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi;

d. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi melaksanakan sosialisasi pedoman UKK tahun 2018 kepada Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan (SMK);

e. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi menugaskan tim untuk melakukan verifikasi dan menetapkan SMK yang layak menjadi TUK;

f. Pelaksana Ujian Tingkat Provinsi menetapkan dan/atau menugskan asesor sesuai kriteria yang telah ditentukan;

g. SMK yang ditetapkan sebafai pelaksana UKK melaksanakan ujian sesuai paket yang dipilih dan dalam rentang jadwal yang ditetapkan;

h. Penguji melakukan uji kompetensi dengan menggunakan perangkat uji yang telah ditetapkan;

i. Penguji memberikan hasil penilaian berupa deskripsi capaian kompetensi dan bentuk angka untuk diserahkan kepada Satuan Pendidikan;

j. SMK bekerjasama dengan isntitusi pasangan menerbitkan sertifikat

keikutsertaan dalam uji kompetensi keahlian untuk diserahkan kepada peserta uji yang memenuhi syarat kelulusan dengan mencantumkan judul penugasan dan nilai yang diperoleh;

2. Dalam UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan LSP berlaku mekanisme sebagaimana diatur dalam pedoman pelaksanaan Uji Kompetensi yang diterbitkan oleh BNSP.

G. Pelaksanaan Uji Praktik Kejuruan (UPK)

Mengacu kepada Pedoman Uji Kompetensi Kejuruan (UKK), UPK dilaksanakan pada rentang waktu 19 Maret sampai dengan 28 April 2018, dengan pengaturan sebagai berikut :

(31)

1. Pelaksanaan UKK dilaksanakan oleh SMK bekerjsama dengan institusi pasangan a) UKK dapat dilaksanakan di industri dan /atau di SMK yang telah dinyatakan

layak sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK).

b) Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan menyiapkan bahan, peralatan, penguji, dan alat/komponen penunjang Ujian Praktik Kejuruan.

c) Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan bersama-sama dengan institusi pasangan dapat menambah atau memodifikasi soal dengan kriteria/spesifikasi yang lebih tinggi dari soal yang telah disiapkan.

d) Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan dapat menggunakan 4 (empat) paket soal UKK yang tersedia atau memilih diantara keempat paker yang sesuai dengan ketersediaan peralatan dan bahan, sedangkan yang ditugaskan atau dikerjakan oleh peserta uji hanya satu paket dari keempat paket tersebut. e) Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan dapat memberikan soal Praktik

kejuruan kepada peserta uji sebelum pelaksanaan ujian untuk latihan.

f) Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan memberikan kesempatan kepada peserta uji untuk melakukan orientasi tempat ujian Praktik kejuruan, berlatih dan menggunakan peralatan Praktik kejuruan sesuai dengan metode pelaksanaan ujian Praktik Kejuruan yang akan ditempuh.

2. Pelaksanaan UKK melalui LSP

a) Pelaksanaan sertifikasi (MMA, MPA, MAK) yang dilaksanakan oleh LSP berdasarkan Pedoman BNSP 301. Khusus Pelaksanaan sertifikasi yang dilaksanakan oleh LSPP1-SMK, mengacu pada peraturan tambahan berupa Peraturan BNSP no. 1 tahun 2017 tentang Pedoman Pelaksanaan Sertifikasi

Kompetensi Bagi Lulusan SMK (dapat di-unduh di website

http://psmk.kemdikbud.go.id).

b) Pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik kelas 10 dan 11 dilaksanakan sesuai dengan skema sertifikasi kemasan klaster atau okupasi berdasarkan capaian pembelajaran yang telah ditempuh di sekolah.

c) Pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik kelas 12/kelas 13 dengan skema kemasan klaster atau okupasi atau kualifikasi level II/III dilaksanakan dalam rangka kelulusan dari Satuan Pendidikan.

(32)

H. Penilaian dan Penskoran Uji Kompetensi Keahlian

Mengacu kepada Pedoman Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) Penilaian dan Penskoran Uji Kompetensi keahlian ditentukan sebagai berikut :

1. Dalam pelaksanaan UKK yang dilaksanakan bekerjasama dengan Institusi Paangan berlaku mekanisme penilaian dan penskoran sebagai berikut :

a) Penguji melakukan penilaian dengan menggunakan lembar penilaian yang telah disediakan;

b) Penguji melakukan penilaian sesuai karakteristik Kompetensi Keahlian didasarkan atas unjuk kerja/kinerja/produk yang dihasilkan oleh peserta uji; c) Penguji dapat menambahkan indikator dan komponen penilaian lebih tinggi dari

yang telah ditetapkan oleh Pelaksana Ujian Tingkat Pusat;

d) Penguji memberikan skor untuk setiap sub komponen penilaian dalam bentuk angka mulai 0 sampai 10;

e) Penguji menentukan nilai akhir, berdsarkan perhitungan bobot masing-masing komponen kedalam skala 0 sampai 100;

f) Penguji menyerahkan nilai hasil ujian peserta uji kepada Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan dan menjaga kerahasiaannya;

g) Penguji dapat melaksanakan ujian remidial bagi peserta didik untuk komponen yang belum mencapai standar sampai batas tanggal ujian terakhir.

2. Dalam pelaksanaan UKK yang dilaksanakan oleh LSP berlaku mekanisme penilaian dan penskoran sebagai berikut :

a) Asesor melakukan penilaian dengan perangkat asesmen atau MUK yang telah disediakan;

b) Asesor memutuskan apakah peserta uji dinyatakan kompeten berdasarkan kemampuan peserta uji dalam memenuhi kriteria-kriteria unjuk kerja yang diujikan;

c) LSP berkoordinasi dengan BNSP untuk menerbitkan sertifikat kompetensi berdasarkan skema yang diujikan sesuai ketentuan yang berlaku;

d) Pelaksanan Ujian Tingat Satuan Pendidikan dapat menunjuk salah seorang guru produktif dan /atau asesor untuk melakukan konversi nilai dari sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta didikan melalui sertifikasi di LSP,

(33)

I. Kriteria Kelulusan dan Penerbitan Sertifikat 1. Kriteria Kelulusan

a) Pada UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan institusi pasangan, penguji memberikan skor untuk setiap komponen penilaian dalam bentuk angka dari 0 sampai 10 yang kemudian dikonversi kedalam skala 0 sampai 100 berdasarkan bobot setiap komponen penilaian;

b) Pada UKK yang dilaksanakan SMK bekerjasama dengan LSP, guru produktif dan /atau asesor melakukan konversi dari sertifikat kompetensi yang diperoleh peserta didik malalui sertifikasi di LSP ke dalam nilai skala 70 dampai 100; c) Pelaksana Ujian tingkat Satuan Pendidikan menghitung nilai Uji Kompetensi

Keahlian dengan menggabungkan nilai Teori Kejuruan dan Praktik Kejuruan dengan komposisi 30% Teori kejuruan dan 70% nilai Praktik Kejuruan;

d) Peserta uji dinyatakan Lulus UKK jika gabungan nilai Teori Kejuruand an Praktik Kejuruan minimal 70;

e) Pelaksana Ujian tingkat Satuan Pendidikan mengumumkan kelulusan UKK sesuai jadwal yang telah ditetapkan;

f) Dalam hal Satuan Pendidikan mengadakan UKK lebih dari 1 (satu) model, misalkan UKK dengan Institusi pasangan dan juga UKK dengan LSP, maka nilai yang digunakan sebagai nilai Ujian Praktik Kejuruan (UPK) adalah nilai salah satu model (tidak dirata-rata).

2. Penerbitan Sertifikat

a) Secara umum bentuk sertifikat dalam uji kompetensi dibagi menjadi 4 yaitu : 1) Sertifikat kompetensi untuk skala kualifikasi nasional diterbitkan dengan logo

Garuda Pancasila;

2) Sertifikat kompetensi untuk skema okupasi nasional diterbitkan dengan logo Garuda Pancasila;

3) Sertifikat kompetensi untuk skema klaster diterbitkan dengan logo BNSP; 4) Sertifikat uji kompetensi oleh SMK terakreditasi menggunakan logo kombinasi

logo Tut Wuri Handayani dan /atau logo institusi pasangan penyelenggara uji kompetensi.

b) Pelaksana Ujian Tingkat Satuan Pendidikan berkoordinasi dengan Dunia Usaha/Industri/Asosiasi Profesi atau institusi pasangan yang terlibat dalam Ujian Praktik Kejuruan menyiapkan penerbitan sertifikasi uji kompetensi.

(34)

c) Format, redaksi dan substansi yang tertuang dalam blangko sertifikat

kompetensi dapat diseuaikan berdasarkan masukan dari Dunia

Usaha/Industri/Asosiasi atau institusi pasangan.

d) Isi sertifikat kompetensi minimal memuat identitas peserta uji, nama kompetensi keahlian, dan daftar kompetensi / unit-unit kompetensi yang telah diujikan dan dinyatakan kompeten.

e) Sertifikat uji kompetensi hanya diberikan kepada peserta uji yang lulus.

f) Sertifikat uji kompetensiditerbitkan oleh Dunia Usaha/Industri/Asosiasi profesi atau institusi pasangan yang terlibat dalam ujian UKK atau Satuan Pendidikan terakreditasi dan ditandatangani oleh penguji.

g) Bagi peserta uji melalui LSP yang terlisensi, maka penerbitan sertifikat dilakukan oleh LSP yang bersangkutan.

h) Setiap sertifikat yang diterbitkan harus memnuhi kaidah mampu telusur.

(35)

BAB V

Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Sekolah (US)

A. Ketentuan Umum

1. Ujian Sekolah Berstandar Nasional selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi siswa yang dilakukan oleh sekolah untuk semua mata pelajaran dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

2. Ujian Sekolah selanjutnya disebut US adalah kegiatan pengukuran dan penilaian capaian kompetensi siswa terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN dilakukan oleh sekolah sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku di sekolah.

3. Prosedur Pelaksanaan USBN mengacu kepada POS USBN.

4. Prosedur Pelaksanaan US mengacu kepada POS US / Pedoman Penyelenggaraan US yang ditetapkan oleh Satuan Pendidikan dan Pengawas Sekolah mengetahui Kepala Cabang Dinas Wilayah Kab/Kota.

B. Penyelenggaraan USBN dan US

1. USBN diselenggarakan oleh sekolah yang terakreditasi dan dikoordinasikan oleh DInas Pendidikan Provinsi dan /atau Cabang Dinas Wilayah Kab/Kota sesuai dengan kewenangannya.

2. Sekolah membentuk panitia USBN sekaligus sebagai Panitia US yang ditetapkan dengan Keputusan Kepala Sekolah dan dilaporkan kepada Cabang Dinas Wilayah Kab/Kota.

3. Panitia USBN dan US bertanggung jawab penuh atas kerahasiaan, keamanan dan kelancaran penyelenggaraan USBN dan US mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai dengan pelaporan.

4. Ketentuan lebih lanjut tentang US diatur dalam POS US/Pedoman Penyelenggaraan US yang ditetapkan oleh sekolah.

C. Bahan dan Mata Pelajaran USBN/US

1. Kisi-kisi

a) Kisi-kisi USBN ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). b) Penyusunan kisi-kisi USBN berdasarkan kriteria pencapaian kompetensi

(36)

lulusan, standar isi, dan lingkup materi pada kurikulum yang berlaku. c) Kisi-kisi USBN memuat level kognitif dan lingkup materi.

d) Kisi-kisi USBN disusun berdasarkan Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013. e) Kisi-kisi USBN disusun oleh Kementerian.

f) Khusus kisi-kisi USBN untuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta mata pelajaran pendidikan keagamaan disusun oleh

Kementerian Agama.. 2. Naskah Soal USBN

a) Soal USBN disusun mengacu pada kisi-kisi USBN.

b) Bentuk soal USBN terdiri atas Pilihan Ganda (PG) dan uraian.

c) Sebanyak 20%-25% butir soal USBN disiapkan oleh Kementerian, kecualiuntuk

mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta mata pelajaran pendidikan keagamaan disiapkan oleh Kementerian Agama.

d) Sebanyak 75%-80% butir soal disiapkan oleh guru-guru atau yang dikonsolidasikan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

e) Khusus soal mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta mata pelajaran pendidikan keagamaan penyusunan 75%-80% butir soal dan perakitannya (100%), dilakukan oleh MGMP atau para guru mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta mata pelajaran pendidikan keagamaan yang relevan di bawah koordinasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.

f) Naskah soal USBN dirakit oleh guru di MGMP atau di satuan pendidikan, minimal 2 (dua) paket terdiri atas 1 (satu) paket utama dan 1 (satu) paket susulan yang ditentukan untuk masing-masing mata pelajaran.

g) Penggandaan naskah soal USBN beserta kelengkapannya dilakukan oleh satuan pendidikan masing-masing.

h) Master soal digandakan dengan menggunakan sumber dana dari APBD atau Biaya Operasional Sekolah (BOS) atau sumber lainnya.

i) Jumlah butir soal USBN (USBN-KP dan USBN-BK) dan alokasi waktu sebagai berikut :

(37)

Mata Pelajaran Kurikulum 2006 : No Mata Pelajaran Bentuk & Jml Soal Alokasi Waktu PG Uraian Kelompok Normatif : 1. Pendidikan Agama 40 5 120” 2. Pendidikan Kewarganegaraan 40 5 120” 3. Bahasa Indonesia 40 5 120” Kelompok Adaptif * : 4. Bahasa Inggris 40 5 120” 5. Matematika *

- Kelompok Teknologi, Kesehatan, dan Pertanian

- Kelompok Pariwisata, Seni dan

Kerajinan, Kerumahtanggaan,

Pekerjaan Sosial dan Administrasi Perkantoran

- Kelompok Akuntansi dan Penjualan /Pemasaran

35 5 120”

6. Fisika 40 5 120”

7. Kimia 40 5 120”

8. Biologi 40 5 120”

9. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 40 5 120”

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

10. Seni Budaya 40 5 120”

11. Pendidikan jasmani Olahraga dan

Kesehatan

40 5 120”

12. KKPI 40 5 120”

13. Kewirausahaan 40 5 120”

Dasar Kejuruan * : 40 5 120”

Dasar-dasar Teknik Bangunan Dasar-dasar Teknik Plambing dan Sanitasi

Dasar-dasar Teknik Survei dan Pemetaan Dasar-dasar Teknik Ketenagalistrikan Dasar-dasar Teknik Kimia

Dasar-dasar Teknik Pendingin dan Tata Udara

Dasar-dasar Teknik Mesin Dasar-dasar Teknik Otomotif

Dasar-dasar Teknologi Pesawat Udara Dasar-dasar Teknik Perkapalan

Dasar-dasar Teknologi Tekstil Dasar-dasar Teknik Grafika

Dasar-dasar Geologi Pertambangan Dasar-dasar Instrumentasi Industri Dasar-dasar Pelayaran

(38)

Dasar-dasar Teknik Perminyakan Dasar-dasar Teknik Elektronika Dasar-dasar Teknik Telekomunikasi Dasar-dasar Teknik Komputer dan Informatika

Dasar-dasar Teknik Broadcasting Dasar-dasar Kesehatan

Dasar-dasar Perawatan Sosial Dasar-dasar Seni Rupa

Dasar-dasar Desain dan Produksi Kria Dasar-dasar Seni Pertunjukan

Dasar-dasar Seni Musik Dasar-dasar Seni Tari

Dasar-dasar Seni Pedalangan Dasar-dasar Seni Karawitan Dasar-dasar Seni Teater Dasar-dasar Pariwisata Dasar-dasar Tata Boga Dasar-dasar Tata Kecantikan Dasar-dasar Tata Busana

Dasar-dasar Agribisnis Produksi Tanaman

Dasar-dasar Agribisnis Produksi Ternak Dasar-dasar Agribisnis Produksi

Sumberdaya Perairan

Dasar-dasar Mekanisme Pertanian Dasar-dasar Agribisnis Hasil Pertanian Dasar-dasar Penyuluhan Pertanian Dasar-dasar Kehutanan

Dasar-dasar Keuangan Dasar-dasar Tata Niaga

15. Kompetensi Keahlian *** 40 5 120”

➢ * sesuai Program Keahlian ➢ *** sesuai Kompetensi keahlian

Mata Pelajaran Kurikulum 2013 :

No Mata Pelajaran Bentuk & Jml Soal Alokasi Waktu PG Uraian Kelompok A (Wajib)

1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 40 5 120”

2. Pendidikan Pancasila dan

Kewarganegaraan

40 5 120”

3. Bahasa Indonesia 40 5 120”

4. Matematika * :

- Kelompok Teknologi, Kesehatan, dan

(39)

Pertanian)

- Kelompok Pariwisata, Seni dan Kerajinan, Kerumahtanggaan, Pekerjaan Sosial, dan Administrasi Perkantoran)

- Kelompok Akuntansi dan Penjualan/Pemasaran)

5. Sejarah Indonesia 40 5 120”

6. Bahasa Inggris 40 5 120”

Kelompok B (Wajib)

7. Seni Budaya (rupa/musik/tari/teater) 40 5 120”

8. Prakarya dan Kewirausahaan 40 5 120”

9. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 40 5 120”

Kelompok C (Peminatan)

C1. Dasar Bidang Keahlian ** 40 5 120”

10 Fisika 11 Kimia 12 Biologi 13 IPA Terapan

C2. Dasar Program keahlian ** 40 5 120”

14 Simulasi Digital 15 Gambar Teknik 16 Pemrograman Dasar 17 Sistem Komputer

18 Pengantar Ekonomi dan Bisnis 19 Pengantar Administrasi Perkantoran 20 Pengantar Akuntansi

21 Pengantar Pariwisata 22 Dasar-Dasar Desain 23 Pengetahuan Bahan

24 Dasar-dasar Teknik Bangunan 25 Dasar-dasar Teknik Plambing 26 Dasar-dasar Geomatika

27 Dasar-dasar Teknik Ketenagalistrikan 28 Dasar-dasar Teknik Kimia

29 Dasar-dasar Teknik Mesin 30 Dasar-dasar Teknik Otomotif

31 Dasar-dasar Teknik Pesawat Udara 32 Dasar-dasar Teknik Perkapalan 33 Dasar-dasar Teknologi Tekstil 34 Dasar-dasar Teknik Grafika

35 Dasar-dasar Geologi Pertambangan 36 Dasar-dasar Teknik Instrumentasi Industri

Dasar-dasar Pelayaran 37 Dasar-dasar Teknik Industri 38 Dasar-dasar Teknik Perminyakan 39 Dasar-dasar Teknik Elektronika

(40)

41 Dasar-dasar Teknik Furniture

42 Dasar-dasar Teknik Telekomunikasi

43 Dasar-dasar Teknik Komputer dan

Informatika

44 Dasar-dasar Broadcasting 45 Dasar-dasar Kesehatan

46 Dasar-dasar Perawatan Sosial 47 Dasar-dasar Seni Rupa

48 Dasar-dasar Desain dan Produksi Kriya 49 Dasar-dasar Seni Musik

50 Dasar-dasar Seni Tari

51 Dasar-dasar Seni Kedalangan 52 Dasar-dasar Seni Kerawitan 53 Dasar-dasar Seni Teater 54 Dasar-dasar Kepariwisataan 55 Dasar-dasar Tata Boga 56 Dasar-dasar Tata Kecantikan 57 Dasar-dasar Tata Busana

Dasar-dasar Agrobisnis Produksi Tanaman

58 Dasar-dasar Agrobisnis Produksi Ternak 59 Dasar-dasar Teknologi dan Produksi

Perikanan Budidaya

60 Dasar-dasar Mekanisme Pertanian

61 Dasar-dasar Pengolahan Hasil Pertanian dan Perikanan

62 Dasar-dasar Kehutanan 63 Dasar-dasar Administrasi 64 Dasar-dasar Keuangan 65 Dasar-dasar Tata Niaga

66 Dasar-dasar Kesehatan Hewan

67 Dasar-dasar Teknologi Penangkapan Ikan

C3. Kompetensi Keahlian *** 40 5 120”

➢ * sesuai kelompok

➢ ** sesuai struktur kurikulum stiap paket/kompetensi keahlian

➢ *** meliputi seluruh mata pelajaran Paket/Kompetensi Keahlian (C3)

3. Mekanisme Penyusunan Soal USBN

a. Penyusunan soal USBN dari pusat (20%-25%) dilakukan dengan mekanisme sebagai berikut.

1) BSNP menetapkan kisi-kisi USBN yang mencakup lingkup materi dan tingkat kognitif.

2) Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) mengoordinir penyusunan soal USBN sebanyak 20%-25% untuk mata pelajaran tertentu yang disiapkan

(41)

dalam sejumlah 2 paket soal.

3) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan 20%-25% soal USBN kepada Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya.

4) Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya, menyerahkan soal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada MGMP/KKG/Forum Tutor.

5) Kementerian Agama menyerahkan 20%-25% soal dari pusat mata pelajaran Pendidikan Agama, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, serta pendidikan keagamaan kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota sesuai dengan kewenangannya untuk selanjutnya dirakit oleh MGMP/KKG/Forum Tutor menjadi master soal USBN sesuai dengan ketentuan penyusunan soal

b. Penyusunan soal USBN oleh guru di satuan pendidikan dilakukan dengan mekanisme dan ketentuan sebagai berikut.

1) Menyusun soal USBN sebanyak 75%-80% berdasarkan indikator soal dari MGMP berikut kelengkapannya berupa format lembar jawaban, pedoman penskoran untuk soal uraian, dan kunci jawaban untuk pilihan ganda.

2) Merakit soal USBN lengkap yang terdiri dari 20%-25% soal dari pusat dan 75%-80% soal yang disusun oleh guru dan telah ditelaah oleh MGMP berikut kelengkapannya berupa format lembar jawaban, pedoman penskoran untuk soal uraian, dan kunci jawaban untuk pilihan ganda.

3) Menyusun soal USBN minimal 2 (dua) paket soal terdiri atas 1 (satu) paket soal utama dan 1 (satu) paket soal susulan.

c. Setiap personel yang menyusun, menggandakan, mengemas, mendistribusikan, dan menerima naskah soal USBN, harus menandatangani pakta integritas, serta bertanggungjawab terhadap kerahasiaan naskah soal USBN

D. Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)/Ujian Sekolah (US) USBN dapat dilaksanakan oleh Satuan Pendidikan dengan berbasis Kertas dan Pensil (USBN-KP) atau bagi sekolah yang memiliki fasilitas memadai dan memiliki aplikasi serta operator, dapat melaksanakan USBN dengan berbasis Komputer (USBN-BK).

(42)

Jadwal USBN/US SMK Jawa Timur : USBN-BK :

Hari,

Tanggal Sesi Waktu

Mata Pelajaran KTSP 2006 Kurikulum 2013 Senin, 12 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Dasar Kompetensi Kejuruan * 2. Fisika * 1. C2 (Dasar Program Keahlian) 2. C1-1 (Fisika) * 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Selasa, 13 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Kompetensi Kejuruan * 2. Kimia/Biologi * 1. C3 (Paket Keahlian) 2. C1.-2 (Kimia/ Biologi)* 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Rabu, 14 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Muatan Lokal ** 2. Muatan Lokal ** 1. Muatan Lokal ** 2. Muatan Lokal ** 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Kamis, 15 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) 2. Seni Budaya 1. C1-3 * 2. Seni Budaya 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Jumat, 16 Maret 2018

1 07.00 – 09.00 1. Kewirausahaan 1. Prakarya dan Kewira

usahaan 2 09.15 – 11.15 3 13.00 – 15.00 Senin, 19 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Pendidikan Agama 2. Pendd. Kewargane garaan

1. Pendd. Agama dan Budi Pekerti 2. Pendd. Pancasila dan Kewarganegara an 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Selasa, 20 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Bahasa Indonesia 2. Pendd. Jasmani Olahraga dan Kesehatan 1. Bahasa Indonesia 2. Pendd. Jasmani Olahraga dan Kesehatan 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Rabu, 21 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Bahasa Inggris 2. KKPI 1. Bahasa Inggris 2. Simulasi Digital 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Kamis, 22 Maret 2018 1 07.00 – 10.00 1. Matematika 2. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) 1. Matematika 2. Sejarah Indonesia 2 10.15 – 13.15 3 13.30 - 16.30 Keterangan :

➢ * Sesuai Struktur Kurikulum pada Paket/Kompetensi Keahlian

➢ ** Sesuai dengan ketetapan Satuan Pendidikan (Bahasa Jawa/Bahasa Madura/Bahasa Asing lainya/Peminatan/Kejuruan)

➢ Untuk Pengerjaan soal uraian dilaksanakan di ruang tersendiri dengan pengaturan jadual oleh satuan pendidikan

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Mulai saat ini pemerintah harus kerja ektra untuk berupaya mewujudkan swa sembada garam agar kebutuhan garam nasional bisa terpenuhi, karena belajar dari kebijakan impor

[r]

terintegrasi yang berbentuk kotak ataupun disesuaikan dengan desain dan ruang yang tersedia di dalam kapal. Proses pembuatannya dimulai dari tahap desain, fabrikasi dan

Pada pengukuran laju paparan radiasi hambur pada posisi surveymeter disebelah kiri anoda (tabel.B’) didapatkan hasil tertinggi 0,93 mR/jam pada penggunaan

No Nama Peserta Peminatan Prodi Asal Sekolah Asal Daerah 1 Anhar Arief Hukum Ekonomi Syariah SMK Al-Fiqoriyah Tangerang 2 Erna Nur Liza Hukum Ekonomi Syariah PP Al-madani

Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi madu memberikan pengaruh nyata pada sifat fisikokimia (warna, pH, total asam, dan kekeruhan), dan sifat organoleptik (warna,

Berdasarkan pemaparan tersebut di atas, maka peneliti memandang perlu mengkaji lebih lanjut berbagai masalah dalam kebijakan barang yang diatur tata niaga importnya