• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pembahasan Fisika HOTS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pembahasan Fisika HOTS"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

Hotel Onih Bogor

Hotel Onih Bogor

12

12 –

 – 15 Agustus 2018

15 Agustus 2018

BOGOR

(2)

LATAR BELAKANG

LATAR BELAKANG

1.

1.

Hasil UN dan

Hasil UN dan

persentase masuk PTN

persentase masuk PTN

menjadi tolok

menjadi tolok

ukur keberhasilan SMA

ukur keberhasilan SMA

2.

2.

 Hasil UN 2018 mengalami penurunan

 Hasil UN 2018 mengalami penurunan

3.

3.

Salah satu

Salah satu

penyebabnya adalah bert

penyebabnya adalah bert

ambahnya soal

ambahnya soal

kategori HOTS dan

kategori HOTS dan

amanat Perm

amanat Perm

endiknas No.

endiknas No.

16/2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

16/2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan

Kompetensi Guru

Kompetensi Guru

4.

4.

Perlu

Perlu

diterbit

diterbit

kan P

kan P

anduan P

anduan P

embaha

embaha

san Materi

san Materi

Sulit

Sulit

P

P

asca EHB sebagai salah

asca EHB sebagai salah

satu pedoman dalam Bimtek

satu pedoman dalam Bimtek

Pembinaan Pasca EHB

(3)

TUJUAN

TUJUAN

P

Panduan ini

anduan ini disusun dengan tujuan,

disusun dengan tujuan,

1.

1.

Membantu guru

Membantu

guru untuk

untuk menganalisis

menganalisis

materi-mate

materi-materi

ri sulit pada setiap mata

sulit pada setiap mata

pelajaran;

pelajaran;

2.

2. Memb

Membantu

antu guru

guru meni

meningkat

ngkatkan

kan

pemahaman tentang materi sulit pada

pemahaman tentang materi sulit pada

Ujian Nasional;

Ujian Nasional;

3.

3. Memb

Memberik

erikan

an solu

solusi

si alter

alternati

natif

f yang

yang

dap

(4)

LINGKUP MATERI

LINGKUP MATERI

DENGAN DAYA CAPAI RENDAH

DENGAN DAYA CAPAI RENDAH

1

1..

U

US

SA

AH

HA

A D

DA

AN E

N EN

NE

ER

RG

GII

2

2..

M

MO

OM

ME

EN

NT

TU

UM

M

3

3..

H

HU

UK

KU

UM

M N

NE

EW

WT

TO

ON

N

4

4..

IN

IND

DUK

UKSI

SI E

ELE

LEKT

KTR

ROM

OMA

AGN

GNE

ET

TIK

IK

5

5..

F

FIIS

SIIK

KA

A IIN

NT

TII

6

6..

GE

GELLOM

OMB

BAN

ANG

G BU

BUNY

NYI (

I (PI

PIP

PA O

A OR

RGA

GANA

NA))

7

7..

P

PE

ER

RA

AM

MB

BA

AT

TA

AN K

N KA

ALLO

OR

R

8

8..

M

MO

OM

ME

EN

N G

GA

AY

YA

A

9

9..

LLIIS

ST

TR

RIIK

K A

AR

RU

US

S S

SE

EA

AR

RA

AH

H

1

(5)

USAHA DAN ENERGI

USAHA DAN ENERGI

(6)

SOAL

SOAL

Benda m dit

Benda m ditarik dengan g

arik dengan gaya

aya F pada bidang datar y

F pada bidang datar yang licin

ang licin seperti

seperti

gambar berikut.

gambar berikut. Benda mula-m

Benda mula-mula dalam keadaan

ula dalam keadaan diam di posisi (1)

diam di posisi (1)

setelah t sekon sampai di posisi (2).

(7)

PILIHAN JAWABAN

PILIHAN JAWABAN

Didapatkan tabel pada data berikut :

Didapatkan tabel pada data berikut :

Usaha yang dilakukan benda dari yang terbesar ke yang terkecil adalah ....

Usaha yang dilakukan benda dari yang terbesar ke yang terkecil adalah ....

A

A.. ((1

1)),

, ((2

2)), (

, (3

3)), (

, (4

4))

B

B.. ((1

1)),

, ((3

3)),

, ((4

4)),

, ((2

2))

C

C.. ((2

2)),

, ((1

1)),

, ((4

4)),

, ((3

3))

D

D.. ((2

2)),

, ((4

4)),

, ((1

1)),

, ((3

3))

E

E.. ((3

3)),

, ((4

4)),

, ((2

2)),

, ((1

1))

(8)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

1

(9)
(10)
(11)

3

3)).

. C

Ca

arrii u

usa

sah

ha

a sse

eti

tia

ap

p be

ben

nd

da

a

• •

Benda 1

Benda 1



W

W =

= F

F.s

.s =

= 12

12 .

. 32

32 =

= 384

384 JJ

• •

Benda 2

Benda 2



W

W =

= F

F.s

.s =

= 16

16 .

. 18

18 =

= 288

288 JJ

• •

Benda 3

Benda 3



W

W =

= F

F.s

.s =

= 20

20 .

. 8

8 =

= 160 J

160 J

• •

Benda 4

Benda 4



W

W =

= F

F.s

.s =

= 24

24 .

. 2

2 =

= 48

48 JJ

Sehi

Sehingg

ngga

a urut

urutan

an usah

usaha

a ya

yang

ng dil

dilak

akuk

ukan

an bend

benda

a

dari ya

dari yang terbes

ng terbesar k

ar ke yang t

e yang terk

erkecil adal

ecil adalah

ah benda

benda

1

(12)
(13)
(14)
(15)

MOMENTUM

MOMENTUM

(16)

SOAL

SOAL

Sebuah bola bilyar merah (M)

Sebuah bola bilyar merah (M) ditempatkan di tengah meja dalam

ditempatkan di tengah meja dalam

keadaan diam. Bola bilyar putih (P) disiapkan untuk menum

keadaan diam. Bola bilyar putih (P) disiapkan untuk menumbuk bola

buk bola

bilyar merah yang di

bilyar merah yang di tengah dengan kecepat

tengah dengan kecepatan 24 ms

an 24 ms

-1-1

. Kedua bola

. Kedua bola

bilyar bertumbukan, setelah tumbukan

(17)

PILIHAN JAWABAN

PILIHAN JAWABAN

K

Kec

ecep

epa

attan

an bo

bola

la bi

billyyar

ar pu

puttih

ih se

settel

elah

ah tu

tum

mbu

bukkan

an

adalah

adalah….

….

A. 12 m.s

A. 12 m.s

-1

-1

B. 12

B. 12 √2 m.s

√2 m.s

-1

-1

C. 12

C. 12 √3 m.s

√3 m.s

-1

-1

D. 24 m.s

D. 24 m.s

-1

-1

E. 24

E. 24 √2 m.s

√2 m.s

-1

-1

(18)

Secara matema

Secara matematis m

tis momentum da

omentum dapat ditentukan

pat ditentukan

dengan persamaan,

dengan persamaan,

p = m.v

p = m.v

m

m =

= massa

massa benda

benda (kg)

(kg)

v

v =

= kecepatan

kecepatan benda

benda (m/s)

(m/s)

p

p =

= mometum

mometum benda

benda (kg.m/s)

(kg.m/s)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(19)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

Huk

Hukum

um Ke

Kek

keka

ekalan

lan Mome

Momentu

ntum

m

P

Pada

ada per

peris

istiw

tiwa

a tum

tumbuk

bukan, t

an, terj

erjadi

adi huk

hukum

um kkek

ekek

ekala

alan

n mom

momen

entum

tum, den

, dengan

gan

kkel

elen

enti

ting

ngan

an tu

tubu

buka

kan

n se

sesu

suai

ai el

elas

asti

tisi

sita

tass be

bend

nda.

a. ti

ting

ngka

katt kkel

elen

enti

ting

ngan

an in

inii di

dihi

hitu

tung

ng

de

(20)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(21)

TUMBUKAN DUA DIMENSI

TUMBUKAN DUA DIMENSI

Dalam Gambar , bola A

Dalam Gambar , bola A

bermassa

bermassa

mm A A

pada mulanya bergerak

pada mulanya bergerak

ke kanan dengan kecepatan

ke kanan dengan kecepatan

v v  A1 A1

. Bola

. Bola

itu kemudian bertumbukkan dengan

itu kemudian bertumbukkan dengan

bola B yang sedang diam. Setelah

bola B yang sedang diam. Setelah

tumbukkan kedua bola itu berpisah

tumbukkan kedua bola itu berpisah

dan bergerak dengan

dan bergerak dengan

kecepatan

kecepatan

v v  A2 A2

dan

dan

v v B2B2

. Tidak ada gaya

. Tidak ada gaya

yang bekerja pada sistem itu kecuali

yang bekerja pada sistem itu kecuali

gay

gaya yang timbul

a yang timbul dalam proses

dalam proses

tumbukkan itu. Komponen-x dan

tumbukkan itu. Komponen-x dan

komponen-y momentum keduanya

komponen-y momentum keduanya

kekal. Jika diasumsikan sumbu-x

kekal. Jika diasumsikan sumbu-x

positif adalah dalam arah

(22)

TUMBUKAN DUA DIMENSI

TUMBUKAN DUA DIMENSI

(23)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

1.

1. Iden

Identif

tifik

ikasi

asika

kan ar

n arah

ah ger

gerak

ak masi

masing-m

ng-masin

asing

g

bola sebelum dan sesudah tumbukan.

bola sebelum dan sesudah tumbukan.

2.

2. Pr

Proy

oyek

eksik

sikan

an ar

arah k

ah kece

ecepat

patan m

an masi

asing-m

ng-masin

asing

g

bola pada sumbu x dan sumbu y

(24)

3.

3. Se

Sebel

belum tu

um tumb

mbuk

ukan k

an kec

ecep

epat

atan bo

an bola pu

la puti

tih

h

pada sumbu x sebesar 24 m/s, dan bola

pada sumbu x sebesar 24 m/s, dan bola

merah diam.

merah diam.

4.

4. Set

Setela

elah

h tum

tumbuk

bukan k

an kece

ecepat

patan

an bol

bola p

a puti

utih da

h dan

n

bola merah membentuk sudut masing

bola merah membentuk sudut masing –

 –

masing besarnya sama 45

masing besarnya sama 45

0

0

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(25)

5.

5. R

Res

esul

ulttan m

an mom

omen

entum

tum pa

pada s

da sum

umbu y

bu y seb

sebesa

esarr

nol, karena arah k

nol, karena arah kecepatan bola putih

ecepatan bola putih dan

dan

bola merah saling berlawanan

bola merah saling berlawanan

6.

6. R

Res

esul

ulttan

an mom

momen

entum

tum pad

pada

a sum

sumbu

bu x

x sam

sama

a

dengan 2 kali kecepatan bola cosinus 45

dengan 2 kali kecepatan bola cosinus 45

0

0

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(26)

Penyelesaian:

Penyelesaian:

Sesuai hukum

Sesuai hukum kek

kekekalan momentum berlaku:

ekalan momentum berlaku:

Momentum

Momentum

sebelumsebelum

= Momentum

= Momentum

sesudahsesudah

m

m

PP

..vv

PP

+ m

+ m

MM

.v

.v

MM

=

= m

m

PP

..vv

P’P’

+ m

+ m

MM

..vv

M’M’

 pada sumbu y berlaku:

 pada sumbu y berlaku:

0 = m.v

0 = m.v

P’P’

.

. si

sin

n 45

45

oo

-- m

m..vv

M’

M’

sin45

sin45

oo

vv

P’P’

. = v

. = v

M’M’

= v’ ……(1)

= v’ ……(1)

 pada sumbu x berlaku:

 pada sumbu x berlaku:

m.

m. 24

24 +

+ m.

m. 0

0

=

= m.

m. v’

v’.cos

.cos 45

45

oo

+ m.v’cos 45

+ m.v’cos 45

oo

24 = 2v’. ½ √2

24 = 2v’. ½ √2

v’ = 24 / √2 = 12 √2 m/s

v’ = 24 / √2 = 12 √2 m/s

22

Jawab: B. 12 √2 m.s

Jawab: B. 12 √2 m.s

-2-2

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(27)

HUKUM NEWTON

HUKUM NEWTON

(28)

SOAL

SOAL

Perhatikan gambar dibawah ini ! Perhatikan gambar dibawah ini !

Terdapat 4 macam barang belanjaan dan sebuah keranjang yang terletak Terdapat 4 macam barang belanjaan dan sebuah keranjang yang terletak

di lantai

di lantai keranjang tersekeranjang tersebut ditarik dengan gaya 3but ditarik dengan gaya 30 N pada lanta0 N pada lantai kasari kasar

(( μμ = 0,25).= 0,25). Agar keranjang  Agar keranjang tersebut tepat akatersebut tepat akan bergerak, maka barang yangn bergerak, maka barang yang harus dim

harus dimasukkan asukkan kedalam kerakedalam keranjang adalanjang adalah ….h ….  A. buku dan bola basket

 A. buku dan bola basket B. bola basket dan jus B. bola basket dan jus

C. buku,bola basket dan jus C. buku,bola basket dan jus D. jus dan cat

D. jus dan cat

E. bola basket dan cat E. bola basket dan cat

(29)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

Gambar gaya pada benda

Gambar gaya pada benda

 sa

 saa

at

t tte

ep

pa

at

t a

aka

kan

n b

be

errge

gerra

akk

::

Gaya

Gaya dorong

dorong pada

pada benda

benda =

= gaya

gaya gesek

gesek benda

benda dengan

dengan lantai

lantai

F

F

=

= f

f gesek 

gesek 

F

F

=

= μ

μ N

N

F

F

=

= μ

μ m.g

m.g

(30)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

Syarat keranjang tepat akan bergerak adalah : Syarat keranjang tepat akan bergerak adalah : Gaya tarik ker

Gaya tarik keranjang anjang = gaya g= gaya gesek keranjang esek keranjang dengan lantaidengan lantai F F = = fsfs 30 30 = = μμ NN 30 30 = = μ μ (m.g)(m.g) 30 30 = = 0,25 0,25 (m.10)(m.10) 30 30 = = 2,5 2,5 mm m m = = 30/2,530/2,5 m m = = 12 12 kgkg Jadi

(31)

GGL INDUKSI

GGL INDUKSI

(32)

SOAL

SOAL

(33)

PILIHAN JAWABAN

PILIHAN JAWABAN

(34)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

Kumparan dengan luas penampang A dan N jumlah lilitan diputar memotong Kumparan dengan luas penampang A dan N jumlah lilitan diputar memotong medan magnet B dengan kecepatan sudut ω, akan menghasilkan GGL Induksi medan magnet B dengan kecepatan sudut ω, akan menghasilkan GGL Induksi di ujung-ujung kawat kumparan sebesar :

(35)

Perioda dan

Perioda dan Frekuensi

Frekuensi

Perioda adalah waktu yang diperlukan untuk membentuk satu buah getaran. Perioda adalah waktu yang diperlukan untuk membentuk satu buah getaran. Sedangkan frekuensi adalah banyaknya getaran yang dibentuk selama satu detik. Sedangkan frekuensi adalah banyaknya getaran yang dibentuk selama satu detik. Adapun hubungan kecepatan putar dengan perioda dan frekuensi adalah sebagai Adapun hubungan kecepatan putar dengan perioda dan frekuensi adalah sebagai berikut :

berikut :

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(36)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

Besar Amplitudo GGL Induksi yang

Besar Amplitudo GGL Induksi yang didapatkan pada generator sebanding dengandidapatkan pada generator sebanding dengan  jumlah lilitan, medan magnet, dan kecepat

 jumlah lilitan, medan magnet, dan kecepatan putar kumparan. Besar perian putar kumparan. Besar periodeode berbanding terbalik dengan

berbanding terbalik dengan kecepatkecepatan putarnya.an putarnya.  Jika k

 Jika kecepatan putar jadi ½ necepatan putar jadi ½ nya, dan lilitan kawat jadi 4 kya, dan lilitan kawat jadi 4 kalinya, makalinya, maka besar Amplitudoa besar Amplitudo GGL (ε) menjadi = ½ x 4 = 2 kalinya, sedangkan periodanya jadi 2 kalinya

GGL (ε) menjadi = ½ x 4 = 2 kalinya, sedangkan periodanya jadi 2 kalinya Semula Amplitudo GGL Induksi

Semula Amplitudo GGL Induksi sebesar 1 Volt, menjadi 2 volt. Perioda semula 2 detiksebesar 1 Volt, menjadi 2 volt. Perioda semula 2 detik menjadi 4 detik

menjadi 4 detik

Jawaban : C Jawaban : C

(37)

FISIKA INTI

FISIKA INTI

(38)

SOAL

SOAL

A

Ak

kttiiv

viittaass iin

nttii d

daarrii ssu

uaattu

u zzaatt ra

rad

diio

oaak

kttiiff y

yaan

ng

g m

maasssa

san

ny

yaa m

m

m

mem

emil

iliiki

ki w

wak

akttu

u pa

paru

ruh

h 8

8 ja

jam

m ad

adal

alah

ah 10

10 C

Ci.

i. Ji

Jika

ka zzaatt

ra

radi

dioa

oakt

ktif

if te

ters

rseb

ebut

ut me

memi

mili

liki

ki m

mas

assa

sa 2

2 m

m,

, m

mak

akaa ak

akti

tivi

vita

tass

d

daan

n w

waak

kttu

u p

paarru

uh

h aad

daallaah

h

….

….

A

A.. 5

5 C

Cii d

daan

n 4

4 jjaam

m

B

B.. 5

5 C

Cii d

daan

n 8

8 jjaam

m

C

C.. 1

10

0 C

Cii d

daan

n 8

8 jjaam

m

D

D.. 2

20

0 C

Cii d

daan

n 4

4 jjaam

m

E

(39)

Dasar teori

Dasar teori

Hukum Peluruhan : Hukum Peluruhan :

Jumlah inti atom ( N ) untuk meluruh setiap saat bergantung pada jumlah inti Jumlah inti atom ( N ) untuk meluruh setiap saat bergantung pada jumlah inti mula-mula N

mula-mula NOO untuk selang waktu peluruhan t.untuk selang waktu peluruhan t. Persamaan

Persamaan : : N N = = NNOOee – – λtλt

λ merupakan

λ merupakan kontanta kontanta peluruhan yang nilainya berbeda untuk tiap unsurpeluruhan yang nilainya berbeda untuk tiap unsur..

Aktivitas Radioaktif : Aktivitas Radioaktif :

Aktivitas radioaktif ( A ) merupakan laju peluruhan dan didefinisikan sebagai Aktivitas radioaktif ( A ) merupakan laju peluruhan dan didefinisikan sebagai  jumlah pelur

 jumlah peluruhan tiap satuan wuhan tiap satuan waktu.aktu. Persamaan : A = A

Persamaan : A = AOO ee – – λtλt

Satuan SI untuk aktivitas radioaktif dinyatakan dalam bercquerel ( Bq ). Satuan SI untuk aktivitas radioaktif dinyatakan dalam bercquerel ( Bq ). 1 Bq = 1 peluruhan/sekon

1 Bq = 1 peluruhan/sekon Satuan yang lain : curie ( Ci ) Satuan yang lain : curie ( Ci ) 1 Ci = 3,7 x 10

(40)

Dasar teori

Dasar teori

(41)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(42)

GELOMB

GELOMBANG BU

ANG BUNYI

NYI

(PIPA ORGANA)

(43)

SOAL

SOAL

T

Terdapat

erdapat dua pipa organa yang satu terbuk

dua pipa organa yang satu terbuka dan yang lain tertutup

a dan yang lain tertutup

masing-masing

masing-masing panjangny

panjangnya

a sama. Ce

sama. Cepat

pat rambat

rambat bunyi

bunyi di

di udara

udara 340

340

m/s, maka perbandingan frekuensi nada atas kedua pipa organa

m/s, maka perbandingan frekuensi nada atas kedua pipa organa

tertutup dengan ferkuensi nada atas kedua pipa organa terbuka adalah

tertutup dengan ferkuensi nada atas kedua pipa organa terbuka adalah

....

....

A. 2 : 1

A. 2 : 1

B. 3 : 2

B. 3 : 2

C. 4 : 5

C. 4 : 5

D. 5 : 6

D. 5 : 6

E. 6 : 5

E. 6 : 5

(44)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(45)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(46)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

Perbandingan frekuensi nada atas ke n pipa

Perbandingan frekuensi nada atas ke n pipa

tertutup dan

(47)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

Dua pipa organa terbuka dan tertutup

Dua pipa organa terbuka dan tertutup

LL

terbukaterbuka

= L

= L

tertutuptertutup

V = 340 m/s

V = 340 m/s

Perbanding

Perbandingan frekuensi n

an frekuensi nada atas k

ada atas kedua

edua ( n = 2)

( n = 2) pipa

pipa

tertutup : terbuka

(48)

PERAMBATAN KALOR

PERAMBATAN KALOR

(49)

SOAL

SOAL

Perhatikan gambar sambungan 3 balok logam P, Q, dan R.

Perhatikan gambar sambungan 3 balok logam P, Q, dan R.

Balok logam P, Q, dan R berukuran sama, tetapi jenis logamnya

Balok logam P, Q, dan R berukuran sama, tetapi jenis logamnya

berbeda. Jika koefisien k

berbeda. Jika koefisien konduksi termal balok Q

onduksi termal balok Q adalah dua kali

adalah dua kali

koefisien konduksi termal balok P dan koefisien konduksi termal

koefisien konduksi termal balok P dan koefisien konduksi termal

balok R adalah dua

balok R adalah dua kali k

kali koefisien termal balok Q

oefisien termal balok Q, maka suhu

, maka suhu

pada sambungan T

pada sambungan T

22

adalah ....

adalah ....

A

(50)

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dan selama

Konduksi adalah perpindahan kalor melalui zat perantara dan selama

terjadi perpindahan kalor tidak disertai dengan

terjadi perpindahan kalor tidak disertai dengan perpindahan partikel-

perpindahan

partikel- partikel zat

 partikel zat perantaranya.

perantaranya. Perpindahan

Perpindahan kalor secara k

kalor secara konduksi per

onduksi per satuan

satuan

waktu adalah :

waktu adalah :

2 2 11

T

T

T

T

 H

 H

kA

kA

kA

kA

PERPINDAHAN KALOR SECARA KONDUKSI

PERPINDAHAN KALOR SECARA KONDUKSI

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(51)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(52)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(53)

MOMEN GAYA

MOMEN GAYA

(54)

LLiim

ma

a g

ga

ayya

a b

be

ekke

errjja

a p

pa

ad

da

a b

bu

ujju

urr ssa

an

ng

gkka

arr d

de

en

ng

ga

an

n ssiissii 1

10

0 ccm

m

sse

ep

pe

errttii d

diittu

un

njju

ukkkka

an

n p

pa

ad

da

a g

ga

am

mb

ba

arr b

be

erriikku

utt.. R

Re

essu

ulltta

an

n m

mo

om

me

en

n

g

ga

ayya

a d

den

eng

gan

an po

porros

os di

di ti

titi

tikk pe

perp

rpot

oton

ong

gan

an di

diag

agon

onal

al bu

buju

jurrsa

sang

ngkkar

ar

ad

adal

alah

ah ..

....

..

A

A.. 0

0,,1

12

2 N

Nm

m..

B

B.. 0

0,,5

50

0 N

Nm

m..

C

C.. 0

0,,7

75

5 N

Nm

m..

D

D.. 1,

1,25

25 Nm

Nm..

E

E.. 1

1,,7

75

5 N

Nm

m..

SOAL

SOAL

(55)

Agar lebih cepat menyelesaikan soal seperti di atas yang paling penting diperhatikan Agar lebih cepat menyelesaikan soal seperti di atas yang paling penting diperhatikan adalah kita t

adalah kita tentukan mana Tentukan mana Torsi yang arah rotasi orsi yang arah rotasi searah jarum jasearah jarum jam dan mana Torsi yangm dan mana Torsi yang  berlawanan arah jarum jam.

 berlawanan arah jarum jam. Momen gaya (Tors

Momen gaya (Torsi) adalah sebuah i) adalah sebuah besaran yang menyatakan besarnya gaya besaran yang menyatakan besarnya gaya yangyang  bekerja pada sebuah ben

 bekerja pada sebuah benda sehingga mengakibatkan bda sehingga mengakibatkan benda tersebut berotasi.enda tersebut berotasi.

Besar momen gaya (torsi) adalah besar lengan gaya kali besar gaya, dengan lengan gaya Besar momen gaya (torsi) adalah besar lengan gaya kali besar gaya, dengan lengan gaya tegak lurus.

tegak lurus.

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(56)

Dik

Dik :

: F

F

11

= 10 N;

= 10 N;

F

F

22

= 10 N;

= 10 N;

F

F

33

= 10 N;

= 10 N;

F

F

44

= 5√2 N;

= 5√2 N;

F

F

55

= 5 N;

= 5 N;

d

d

11

= d

= d

22

= d

= d

33

= d

= d

55

= 5 cm

= 5 cm

d

d

44

= 5 √2 cm

= 5 √2 cm

Dit : Στ = …… ?

Dit : Στ = …… ?

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(57)

Στ = τ

Στ = τ

11

+ τ

+ τ

22

+ τ

+ τ

33

+ τ

+ τ

44

+ τ

+ τ

55

Στ = (10.0,05

Στ = (10.0,05 -- 10

10.0

.0,0

,05 -

5 - 10

10.0

.0,0

,05 -

5 - 5√2 .0,05 √2 + 5.0,05

5√2 .0,05 √2 + 5.0,05

Στ = (0,5

Στ = (0,5 -- 0,

0,5 -

5 - 0,

0,5 -

5 - 0,

0,5 +

5 + 0,

0,25

25)

) mN

mN

Στ =

(58)

LISTRIK ARUS SEARAH

LISTRIK ARUS SEARAH

(59)

Dua buah lampu masing-masing bertuliskan 20 watt 220 volt dan 40

Dua buah lampu masing-masing bertuliskan 20 watt 220 volt dan 40

watt 220 volt

watt 220 volt dipasang seri

dipasang seri pada tegangan

pada tegangan 220 volt.

220 volt. Dapat

Dapat

disimpulkan bahwa:

disimpulkan bahwa:

(1) Arus yang mengalir pada kedua

(1) Arus yang mengalir pada kedua lampu sama

lampu sama

(2) Hambatan pada lampu pertama lebih besar

(2) Hambatan pada lampu pertama lebih besar dari lampu kedua

dari lampu kedua

(3) lampu kedua lebih terang

(3) lampu kedua lebih terang dari lampu pertama

dari lampu pertama

(4) T

(4) Teganga

egangan

n kedua lam

kedua lampu sama

pu sama

Pernyataaan yang benar adalah ...

Pernyataaan yang benar adalah ...

A

A.. ((1

1)

) d

daan

n ((2

2))

B

B.. ((1

1)

) d

daan

n ((3

3))

C

C.. ((2

2)

) d

daan

n ((3

3))

D

D.. ((3

3)

) d

daan

n ((4

4))

E

E.. ((1

1)),

, ((2

2)),

, d

daan

n ((3

3))

SOAL

SOAL

(60)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(RANGK

(61)

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(DAYA LISTRIK)

(DAYA LISTRIK)

(62)

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

1)

1) Ar

Arus

us ya

yang

ng me

meng

ngal

alir

ir pa

pada

da ke

kedua

dua la

lamp

mpu s

u sam

ama I

a I

11

=

= II

22

( benar )

( benar )

2)

2) Ham

Hambat

batan

an lam

lampu

pu per

pertam

tama l

a lebi

ebih

h bes

besar

ar dar

dari l

i lam

ampu

pu ked

kedua

ua

(

( benar

benar ))

Gun

Gunaka

akan

n per

persam

samaan

aan R

R =

= V

V

22

/ P

/ P

3)

3) La

Lamp

mpu ke

u kedu

duaa (4

(40 W

0 W/2

/220

20V)

V) le

lebi

bih te

h tera

rang d

ng dar

ari la

i lamp

mpu pe

u pert

rtam

amaa

(20 W/

(20 W/220

220V)-

V)---

-- (sa

(salah

lah))

G

Gun

unak

akan

an ru

rum

mus

us P

P = i

= i

22

.R

.R,

, te

tera

rang

ngny

nyaa la

lamp

mpu

u te

terrga

gant

ntun

ung

g da

dari

ri

 besarnya

 besarnya daya

daya (P) yang diserap

(P) yang diserap lampu

lampu

4)

4) T

Teg

egan

anga

gan

n ke

kedu

dua

a la

lamp

mpu

u sa

sama

ma (

( sa

sala

lah

h ))

Gunakan

(63)

TITIK BERAT

TITIK BERAT

(64)

Be

Berrikikuutt iinnii ddiissaajjikikaann 55 ppeerrnnyyatataaaann tteennttanangg ppeerrcocobbaaanan mmeennenenttuukkaann ttititikik bbeerratat  benda

 benda taktak beraturanberaturan

((11)) GGaannttuunnggkkaann bbeennddaa ttaakk bbeerraattuurraann ppaaddaa tteeppii yyaanngg llaaiinn hhiinnggggaa tteerrccaappaaii kesetimbangan

kesetimbangan (2

(2)) LLukukisis gagaririss yayanngg seseggararisis bebennanangg pepenngggagantntuungng ppadadaa bbenenddaa tatakk bbereratatuurarann

((33)) LLuukkiiss ggaarriiss yyaanngg sseeggaarriiss bbeennaanngg ppeennggggaannttuunngg ddaann tteennttuukkaann ttiittiik  k    perpotongan

 perpotongan garisgaris sebagaisebagai titiktitik beratberat bendabenda (4

(4)) SSedediaiakkanan bbenenanangg,, mimiststarar dadann bbenenddaa tatakk bbereratatuurarann

((55)) GGaanntutunnggkkanan bbeennddaa ttakak bbeerraatuturraann ppaaddaa ssaallahah ssaatutu teteppininyyaa sseehhiinnggggaa ttererjajaddii kesetimbangan

kesetimbangan U

Urruuttaann llaannggkkaahh yyaanngg bbeennaarr uunnttuukk mmeenneennttuukkaann lleettaakk ttiittiikk bbeerraatt bbeennddaa ttaak k   beraturan

 beraturan adalahadalah :: A A.. ((44)) -- ((33)) -- ((11)) -- ((55)) -- ((22)) B B.. ((44)) -- ((55)) -- ((22)) -- ((11)) -- ((33)) C C.. ((44)) -- ((33)) -- ((55)) -- ((11)) -- ((22)) D D.. ((44)) -- ((22)) -- ((55)) -- ((11)) -- ((33)) E E.. ((44)) -- ((11)) -- ((22)) -- ((55)) -- ((33))

SOAL

SOAL

(65)

w w55 w w33 w w11 w w44 w w22 w w  x  x  y  y  y  y11  x  x11 Se

Setitiapap bebendndaa teterrdidiriri atatasas papartrtikikelel-- papartrtikikelel ppenenyuyususunn mamassssaa bebendndaa tetersrsebebutut.. S

Seettiaiapp ppaarrttikikelel--ppaarrttikikeell ppenenyyuussuunn aakkanan mmeennggaallamamii ppeennggararuuhh ggrraavviitatassii  bumi.

 bumi. SehinggaSehingga setiapsetiap partikelpartikel tersebuttersebut akanakan memilikimemiliki gayagaya gravitasigravitasi atauatau ga

garrisis bbereratat yayanngg ararahahnnyaya kkee babawwahah.. Be

Beraratt kekeseselulururuhahann bebendndaa memerurupapakakann reresusultltanan d

daarrii sseemmuuaa ggaayyaa ggrraavviittaassii yyaanngg ddiiaallaammii  partikel-partikel.

 partikel-partikel. SehinggaSehingga titiktitik beratberat dapatdapat di

didedefifininisisikakann sesebabagagaii :: 1

1.. TTiititikk kkeedduudduukkaann ppaaddaa ssuuaattuu bbeennddaa ddimimananaa ga

gayaya beberaratt sesecacarara efefekektitiff bebekekerjrjaa 2

2.. TTiittiikk ttaannggkkaapp ggaayyaa ggrraavviittaassii ssuuaattuu bbeennddaa,, d

diimmaannaa ppaaddaa ttiittiikk tteerrsseebbuutt bbeennddaa ddaallaamm k

keeaaddaaaann sseettiimmbbaanngg ssttaattiiss.. JJiikkaa bbeennddaa  berupa

 berupa bidang,bidang, makamaka titiktitik beratberat me

merurupapakakann peperprpototonongagann gagaririss beberarat.t.

nol 

nol 

       

DASAR TEORI

DASAR TEORI

(66)
(67)

U

Unnttukuk mmeellaakkukukaann ppeerrccobobaaaann mmeenneennttuukakann ttiittiik k   berat

 berat dapatdapat mengikutimengikuti langkah-langkahlangkah-langkah berikutberikut :: 1

1.. SSiiaappkkaann kkaarrttoonn tteebbaall,, bbeennaanngg,, ppeemmbbeerraatt ddaann  jarum

 jarum pentulpentul besarbesar untukuntuk menancamenancapkanpkan kartonkarton 2

2.. BBuuaattllaahh bbeennttuukk sseemmbbaarraanngg ppaaddaa kkaarrttoonn tteebbaall da

dann guguntntinging,, kekemmudiudianan titimmbabangng mmasassasanynya.a. 3

3.. BBuuaattllaahh lluubbaanngg AA,, BB ddaann CC ppaaddaa kkaarrttoonn.. 4

4.. JJeeppiittkkaann jjaarrumum ppeennttuull bbeessaarr ppaaddaa ppeennjjeeppiitt yyaanngg di

di papasasangng papadada ststatatif if  5

5.. GGaannttuunnggkkaann kkaarrttoonn ppaaddaa lluubbaanngg AA llaalluu ttaannddaaii  bagian

 bagian kartonkarton yangyang dilaluidilalui benang,benang, sepertiseperti gambar 

gambar  6

6.. UUllaannggii ppeerrccoobbaaaann nnoo..44 uunnttuukk lluubbaanngg BB ddaann CC 7

7.. GGaarriiss  AA  AA’, ’, BB’BB’ dandan CC’CC’ didisesebutbut sesebabagagaii  garis  garis berat 

berat .. PPeerrppoottoonnggaann kkeettiiggaa ggaarriiss bbeerraatt tteerrsseebbuutt aadadallaahh ttiittiikk bbeerraatt,, bbeerrii nnaammaa ZZ..

PEMBAHASAN

PEMBAHASAN

(68)

TERIMA KASIH

TERIMA KASIH

Gambar

gambar berikut. Benda mula-m Benda mula-mula dalam keadaan  ula dalam keadaan diam di posisi (1) diam di posisi (1) setelah t sekon sampai di posisi (2).

Referensi

Dokumen terkait

Judul : Relevansi Pemikiran Abu A’la Al-Maududi Terhadap Penerapan Sistem Presidential Threshold Di Indonesia (Analisis UU No. 7 Tahun 2017)”, Pertama, setelah

Berdasarkan penjelasaan yang telah diuraikan diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1) Sistem yang ada pada BP2IP Tangerang saat ini masih belum efektif dan memiliki

yang di koordinir Camat Kuantan Cerenti supaya dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam pengawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) sesuai dengan Surat Keputusan Bupati

Pyometra, yang telah dilaporkan dalam satu kasus setelah jahitan Teknik Squaredimana teknik ini menghilangkan rongga uterus Jahitan kompresi uterus tepat untuk perdarahan

Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 Tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor

Merupakan metode penilaian yang digunakan untuk menilai jenis-jenis aset yang dimiliki oleh bank, agar sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dengan

Pemanfaatan cahaya alami serta sirkulasi udara dapat menjadi solusi terhadap kenyamanan thermal yang merupakan salah satu aspek penting dalam sebuah kantor sewa

Rancangan dalam penelitian dan pengembangan model pembelajaran ini menggunakan pendekatan model penelitian dan pengembangan (Research & Development) dari Brog dan