1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perubahan perundang-undangan tentang desentralisasi yang berkesimbangan pada UU No. 32 Tahun 2004 merubah paradigma pelayanan publik dalam fungsi utama Pemerintah Daerah yang semula sebagai “Promotor Pembangunan” berubah menjadi “Pelayan Masyarakat”. Perubahan ini sejalan paradigma good governance yang menekankan pada manajemen pemerintahan, termasuk manajemen pelayanan publik. Pemerintah tidak lagi berposisi sebagai penguasa dengan sifat hubungan hierarkis dengan masyarakat, melainkan sebagai mitra yang berkedudukan heterarkis dengan komponen lainnya (sektor swasta dan masyarakat). Sebagai daerah otonom, sistem manajemen pemerintah selama ini merupakan sistem hierarki kewenangan dengan dan komando sektoral yang mengerucut dan panjang, untuk memuaskan kebutuhan masyarakat yang semakin menganeka ragam perlu dikembangkan sistem manajemen organisasi jaringan yang dapat memperpendek lini pengambilan keputusan yang memperluas rentang kendali dan pemerintah juga perlu melonggarkan dinding pemisah yang membatasi interaksi dengan sektor swasta untuk membuka kemitraan dengan dunia usaha (public-private partnership) [1][2].
E-government menjadi proses pemanfaatan teknologi informasi sebagai
media untuk membantu menjalankan sistem pemerintahan secara lebih efektif dan efisien. Salah satu wujud dari penerapan e-government di Indonesia adalah dengan pembuatan situs web pemerintah daerah. Pembuatan situs web pemerintah daerah di Indonesia merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 yang isinya adalah memanfaatan teknologi informasi dalam menunjang aktivitas pemerintahannya, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah menuju terwujudnya e-government di Indonesia. Inpres tersebut memiliki beberapa tingkatan yaitu tingkat persiapan: pembuatan situs web di setiap lembaga pemerintah; pendidikan SDM, penyediaan sarana akses publik, sosialisasi keberadaan layanan informasi elektronik untuk publik dan internal, pengembangan e-leadership dan awareness building, serta penyiapan peraturan.
2
Tingkat pematangan yaitu pembuatan situs informasi layanan publik interaktif; dan pembuatan hyperlink. Tingkat pemantapan : penyediaan fasilitas transaksi elektronik dan penyatuan aplikasi dan data dengan lembaga lain (interoperabilitas). Tingkat pemanfaatan : pembuatan program layanan dengan segmentasi G2G, G2B dan G2C yang terintegrasi; pengembangan proses untuk layanan e-government yang efektif dan efisien, dan penyempurnaan menuju kualitas best practice [3].
Situs web pemerintah daerah di Indonesia belum sepenuhnya optimal, sebagian dari pengelola situs web belum memaksimalkan kunjungan warga ke situs web yang dibuat pemerintah. Situs web pemerintah daerah diharapkan mengikuti perkembangan informasi dalam bentuk sharing knowledge dari pemerintah kepada masyarakat maupun sebaliknya, dan juga sebagian dari situs web pemerintah belum sepenuhnya memperhatikan partisipasi dan kebutuhan dari warga. Pemakaian teknologi digital dalam organisasi publik merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari lagi, harus disadari bahwa implementasi e-government perlu dipersiapkan dengan baik agar tidak terjadi kegagalan dan penurunan kinerja pelayanan kepada masyarakat [4].
Pengelolaan pelayanan informasi publik berbasis TI di Indonesia memiliki karakteristik palsu, kurang koordinasi, tidak peduli dan cendrung menolak inovasi dalam mengotomatisasi proses pelayanan, tanpa memperbaiki hubungan secara langsung antar pemerintah dan industri. Pelayanan informasi publik cenderung menghindari proses ketegangan meski seharusnya dua entitas ini saling berkaitan dan lebih dinamis. Pemerintah lebih nyaman menggunakan kerangka yang formal yang sudah mereka buat dan resisten dengan tekanan dan pengawasan publik.
Citizen centric merupakan sebuah pendekatan dalam hal perancangan sebuah
layanan berdasarkan sudut pandang dari pengguna atau masyarakat dari pada berdasarkan pada sudut pandang pemerintahan. Hal ini berbeda dengan pendekatan government centric, masyarakat dituntut menyesuaikan dengan apa yang diinginkan pemerintah [5][6].
Penelitian Albinson dkk. [7] pelayanan dengan citizen centric sangat relevan, efektif dan efisien dibandingkan model government centric. Pendekatan
3
sudut pandang dari konsep layanan elektronik yang seharusnya menjadi nilai lebih bagi warga negara dalam setiap individu sehingga harus ada intrepretasi baru terhadap layanan tertentu.
Salah satu tantangan dalam mewujudkan keberhasilan implementasi
e-government adalah bagaimana menyediakan informasi dan layanan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat [8]. Peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses bisnis membuat banyak lembaga berlomba mengimplementasikan TIK untuk proses terintegrasi. Salah satunya adalah melalui pengembangan e-
Government, implementasi idealnya e-Gov diharapkan dapat membantu
meningkatkan interaksi antara pemerintah, masyarakat, dan bisnis sehingga mendorong perkembangan politik dan ekonomi [9].
Pemerintah Kota Singkawang sejak tahun 2008 membuat situs web resmi dengan alamat http://singkawangkota.go.id/. Dengan semangat keterbukaan kehadiran situs web ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Singkawang untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan layanan publik secara elektronik dari Pemerintah Kota Singkawang. Situs web ini menjadi domain untuk beberapa sub domain SKPD yang memuat informasi pemerintahan seperti visi-misi, selayang pandang, peraturan daerah, database, transparansi anggaran, struktur organisasi dan aplikasi pelayanan seperti LPSE, SIRUP, SIPKD, JDIH, Simaya, dan berita-berita seremonial terkait penyelenggaraaan dan kebijakan pemerintahan. Dari statistik joomla extention yang terpasang pada situs web Pemkot Singkawang menampilkan jumlah pengunjung sejak 2008 hingga tahun 2014 dikunjungi 590.638 kali. Rata-rata pertahun dikunjungi sebanyak 501,1 kali, rata-rata perbulan dikunjungi 41,75 kali, dan rata-rata perhari dikunjungi hanya sebanyak 1,3 kali [10].
Layanan informasi yang ada pada situs web Pemkot Singkawang yang ada baru sekedar menampilkan apa dari sudut pandang Pemkot Singkawang sendiri seperti berita rapat-rapat, kunjungan kerja, foto-foto pimpinan dan PNS pada suatu seremonial peresmian, upacara dll (web presence), belum ada ruang interaksi antar pemerintah dengan masyarakat dalam pelayanan kebutuhan seperti
4
kriteria yang ditetapkan untuk pembangunan e-government yang ditetapkan Kementerian Kominfo [1].
Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang SPM Pemerintah Daerah, urusan wajib adalah urusan pemerintahan yang berkaitan dengan hak dan pelayanan dasar warga negara yang penyelenggaraannya diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan kepada daerah untuk perlindungan hak konstitusional, kepentingan nasional, kesejahteraan masyarakat, serta ketenteraman dan ketertiban umum dalam rangka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemenuhan komitmen nasional yang berhubungan dengan perjanjian dan konvensi internasional. Pada pasal 11, SPM serta realisasinya diinformasikan kepada masyarakat sesuai peraturan perundang-undangan dan pasal 12, pemda mengakomodasikan pengelolaan data dan informasi penerapan SPM ke dalam sistem informasi daerah yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan [11][12].
Dari 13 SPM yang memuat perumahan rakyat, pemerintahan dalam negeri, sosial, kesehatan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, lingkungan hidup, keluarga berencana dan sejahtera, ketenagakerjaan, pendidikan, pekerjaan umum, ketahanan pangan, kesenian, dan komunikasi dan informatika yang dimuat dalam situs web Pemkot Singkawang pada Tabel 1.1 :
Tabel 1.1 SPM Pemda Pada Existing Website Pemkot Singkawang
No SPM SKPD Letak Keterangan
1. Perumahan Rakyat Dinas kebersihan dan Perumahan - - 2. Pemerintahan Dalam Negeri Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Subdomain Tidak update
Satpol PP - -
BPBD - -
3. Sosial Dinas Sosial Tenaga
Kerja dan
Transmigrasi
- -
5
Sambungan Tabel 1.1 SPM Pemda Pada Existing Website Pemkot Singkawang
No SPM SKPD Letak Keterangan
5 Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Disosnakertrans - - Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan KB - -
5. Ketenagakerjaan Dinas Sosial Tenaga
Kerja dan
Transmigrasi
Sub Domain Error
6. Pendidikan Dinas Pendidikan - -
7. Pekerjaan Umum - Dinas Bina Marga Sumber Daya Air dan Energi Smber Daya Mineral - Dinas Tata Kota
Sub Domain Error
8. Ketahanan Pangan - Dinas Pertanian dan Kehutanan - Kantor Penyuluh Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan - -
9. Kesenian Dinas Kebudayaan
Pariwisata Pemuda dan Olahraga - - 10. Komunikasi dan Informatika Dinas Perhubungan dan Kominfo Domain PDE Sub Domain Dishubkominfo Sub Domain Humas Tidak update
Dari 13 SPM yang ditetapkan Pemerintah Pusat untuk pelayanan dasar pemda yang mengakomodir pengelolaan data dan informasi penerapan SPM ke dalam sistem informasi daerah, Pemkot Singkawang baru mengakomodir 30,76% penyediaan informasi dengan kondisi tidak update dan sub domain yang tidak bisa diakses.
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) menerangkan informasi merupakan kebutuhan pokok setiap orang bagi pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta merupakan bagian penting bagi ketahanan nasional. Hak memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia dan merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan Negara
6
yang baik. KIP merupakan sarana dalam mengoptimalkan pengawasan publik terhadap penyelenggaraan negara dan badan publik lainnya dan segala sesuatu yang berakibat pada kepentingan publik dan pengelolaan informasi publik merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan masyarakat informasi. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala .
Ketersediaan Informasi pada existing website Pemkot Singkawang sesuai dengan UU KIP pada Tabel 1.2 :
Tabel 1.2 Keterbukaan Informasi Publik pada Existing Website Pemkot Singkawang
No Jenis Informasi Bentuk Informasi Letak Ket
1. Informasi tentang badan publik
Alamat Beranda
visi-misi Beranda
Struktur organisasi Beranda
2. Program/kegiatan yang sedang dijalankan
Daftar program/kegiatan Beranda
Rencana pelaksaan Program/Kegiatan Beranda 3. Kinerja Realisasi program/kegiatan Transparansi
Anggaran
Tidak
Update
4. Laporan Keuangan
Rencana dan realisasi anggaran Transparansi anggaran
Tidak
update
5. Ringkasan informasi publik
Jumlah permohonan informasi yang diterima
- -
Waktu yang diperlukan dalam memenuhi setiap permohonan informasi
- -
Jumlah permohonan informasi yang dikabulkan sebagian/seluruh/ditelok
- -
Alasan penolakan permohonan - -
6. Ringkasan peraturan, keputusan dan/atau kebiakan
Daftar rancangan dan tahap pembentukan JDIH Daftar peraturan perundang/undangan, keputusan dan/atau kebiakan yang disahkan
JDIH
7. Informasi yang dapat mengancam hajat hidup orang banyak dan ketertiban umum - - - 8. Daftar informasi publik - - - 9. Informasi tentang peraturan, keputusan dan/atau kebijakan badan publik JDIH -
7
Sambungan Tabel 1.2 Keterbukaan Informasi Publik pada Existing Website Pemkot Singkawang
No Jenis Informasi Bentuk Informasi Letak Ket
10. Perjanjian badan publik dengan pihak ketiga
- - -
11. Rencana kerja RUP update
12. Informasi dan kebijakan yang disampaikan pejabat publik dalam pertemuan terbuka
Berita kegiatan pemerintah Beranda Tidak
update 13. Prosedur kerja pelayanan masyarakat -Perumahan rakyat - - -Dokumen Kependudukan - - -Perlindungan Masyarakat - - -Bencana Kebakaran - - -Sosial - - -Kesehatan - -
-Tindak pidana perdagangan orang - - -Perempuan dan anak korban kekerasan - -
-Lingkungan hidup - -
-Keluarga Berencana - -
-Pendidikan dasar - -
-Ketenagakerjaan - -
-Pekerjaan umum dan penataan ruang Sub domain Error
-Ketahanan pangan - -
-Kesenian - -
-Komunikasi dan informatika Sub domain Error
-Perhubungan Sub domain Error
Ketersedian informasi yang dibuka Pemkot Singkawang pada existing
website baru disediakan 61,53%. Belum semua dilakukan secara e-government
pada layanan informasi pada situs web Pemkot Singkawang untuk warganya, sejak pembuatan situs web belum ada sub domain dari tiap SKPD yang memberikan layanan informasi seperti pendidikan, kesehatan, infrasturktur, sipil, sosial, dunia usaha dll. Pemberian layanan yang belum optimal tersebut hanya sekedar diberikan dari sudut pandang Pemkot Singkawang tersebut itulah yang menyebabkan dimana informasi yang diberikan belum mengakomodir kebutuhan untuk masyarakat secara elektronik pada situs web Pemkot Singkawang yang
8
berdampak pada jumlah kunjungan untuk mencari informasi di situs web Pemkot Singkawang [10].
Interoperabilitas menjadi tuntutan mendesak dalam pengembangan
e-government di Indonesia saat ini. Hal ini disebabkan oleh adanya kebutuhan data
multisektoral yang semakin meningkat dalam rangka pengambilan kebijakan untuk mengatasi problem yang melibatkan data dari antar sektor terkait. Sementara kondisi aplikasi di lingkungan pemerintah saat ini, umumnya masih bersifat sektoral, terpisah-pisah, tidak dapat saling berkomunikasi dan heterogen [9].
Masalah integrasi e-government dalam hal pengelolaan layanan informasi ini terjadi di Pemkot Singkawang, dengan rumpun kewenangan pengelolaan informasi pada Bagian Pengolahan Data Elektronik (PDE) dan Humas Protokol di Sekretariat Daerah dengan Bidang Kominfo di Dinas Perhubungan dan Kominfo di Pemkot Singkawang belum bisa bekerja sama untuk berkolaborasi memberikan layanan informasi untuk mengisi situs pemkot Singkawang, hal ini bisa dilihat dengan tidak diisinya sub-sub domain kependudukan, berita dari humas dan kominfo, pajak, perizinan dsb.
Layanan berita dari humas pada situs web Pemkot Singkawang pada Gambar 1.1 :
Gambar 1.1. Sub Domain Humas [10]
Layanan diseminasi informasi dari kominfo pada situs web Pemkot Singkawang pada Gambar 1.2 :
9
Gambar 1.2 Sub Domain kominfo [10]
Layanan perizinan dan peluang investasi pada situs web Pemkot Singkawang pada Gambar 1.3 :
Gambar 1.3 Sub Domain Layanan Perizinan [10]
Layanan kependudukan pada situs web Pemkot Singkawang pada Gambar 1.4 :
10
Gambar 1.4 Sub domain layanan kependudukan [10]
Dengan jumlah kunjungan situs web yang sepi, belum optimalnya pemberian layanan berdasarkan pelayanan minimal dan keterbukaan informasi, belum tersegmentasi dan terkoordinasinya pemberian layanan untuk warga, bukan warga dan pebisnis, dan belum adanya ruang interaksi antara pemberi layanan dengan pengguna layanan, maka situs web Pemkot Singkawang perlu mengembangkan layanan situs web dengan memetakan kebutuhan masyarakat atau berbasiskan citizen centric agar informasi yang diberikan kepada masyarakat memberikan manfaat. Cara memberikan layanan informasi dari berbasiskan
citizen centric menjadi dasar pengembangan desain situs web Pemerintah Kota
Singkawang, dengan pengembangan situs web ini juga akan terjadi perubahan pemberian layanan dari pemerintah kepada masyarakat. Pengembangan desain situs web dituangkan dalam sebuah desain yang baru sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat Kota Singkawang.
1.2 Perumusan masalah
Dari uraian latar belakang di atas perumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut :
1. Layanan informasi situs web Pemkot Singkawang belum tersegmentasi untuk pengguna layanan (G2C dan G2B).
11
dengan pengguna yang terintegrasi dengan situs web Pemerintah Kota Singkawang.
3. Penyediaan informasi belum menjangkau Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Standar Pelayanan Maksimal (SPM) dari Pemkot Singkawang (kolaborasi SKPD).
1.3 Keaslian penelitian
Penelitian tentang citizen centric sudah banyak dilakukan, seperti yang dilakukan di bawah ini yang menjadi rujukan penulis untuk mengembangkan situs web Pemkot Singkawang.
Penelitian Gupta [13] yang membuat framework e-governance dengan pendekatan citizen centric, sangat berguna dalam meningkatkan efisiensi fungsi pemerintah dan meningkatkan pelayanan publik, seperti juga di menjembatani kesenjangan geografis. Pendekatan ini akan memungkinkan pemerintah untuk mencapai keuntungan efisiensi penting dan meningkatkan tingkat pelayanan, meningkatkan kepuasan warga dengan layanan pemerintah, dan meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini menyediakan kerangka kerja untuk sistem
e-governance citizen centric dan juga menyajikan studi kasus tentang studi
kebutuhan warga yang dapat memberikan wawasan untuk merancang proyek
e-governance.
Penelitian Egravanda [14] yang memodelkan layanan portal web dengan pendekatan citizen centric. Peneliti melakukan analisis existing portal web yang cara penyajian informasi belum melirik segmentasi pengguna situs web DIY. Penelitian ini menjelaskan perubahan pendekatan layanan didasarkan pada hasil evaluasi existing website dengan metode FGD (Forum Discussion Group), Pengembangan layanan informasi warga dikembangkan dengan life event. Hasil penelitian adalah prototipe offline citizen centric yang dapat diimplementasikan sesuai dengan karakteristik DIY.
Penelitian Farokhah [15] yang mendesain prototipe Dinas Pendidikan Provinsi DIY dengan berbasiskan citizen centric. Penelitian memberikan variasi
12
desain kerangka e-goverment di bidang pendidikan berbasis citizen centric untuk meningkatkan knowledge user (masyarakat) dalam pencarian sebuah informasi publik bidang pendidikan. Layanan informasi publik education centric ini akan membantu user (masyarakat) dalam pengambilan keputusan dalam pencarian informasi.
Penelitian Hidayati [16] penelitian ini mengevaluasi kualitas dimensi
usability, kualitas informasi dan kualitas interaksi website Pemerintah Kota Tegal.
Selanjutnya mengusulkan rancangan antarmuka website baru menggunakan prinsip-prinsip gestalt, delapan aturan emas Shneiderman, dan teori warna untuk mendapatkan antarmuka website yang usable. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner WebQual 4.0 dengan 5 skala Likert untuk melakukan evaluasi antarmuka existing website dan pengujian rancangan antarmuka website.
Penelitian Dais dkk. [17] menawarkan solusi model interaksi
citizen-centric untuk memberikan kategori pelayanan interaksi antara warga, bisnis
dengan pemerintah. Pendekatan ini bergantung pada kebutuhan warga, pemerintah menyediakan dan berbagi informasi tertentu dengan lembaga-lembaga publik dan partisipasi aktifnya dalam pelaksanaan alur kerja tugas lintas organisasi yang kompleks.
Keaslian penelitian diterangkan pada Tabel 1.3 : Tabel 1.3 Keaslian Penelitian
Judul dan Tahun Peneliti Tujuan Metode Hasil Perbedaan
Citizen Centric Aprproach for e-Governance (2007) Gupta Membuat framework untuk tata kelola informasi berbasis citizen centric Conseptual Model Framework tata kelola Citizen Centric Hasil Penelitian Transformasi Pelayanan Publik Pemprov DIY Dengan Pendekatan Citizen Centric (2008) Egaravanda Memodelkan portal web Pemprov DIY berbasis citizen centric Life event Model Citizen Centric, FGD Desain prototipe offline website Metode dan hasil penelitian
13
Sambungan Tabel 1.3 Keaslian Penelitian
Judul dan Tahun Peneliti Tujuan Metode Hasil Perbedaan
Facilitating Business to Government Interaction Using Citizen Centric Web 2 Model (2009) Dais, Nikolaidou, Anagnosto polous Membuat model interaksi citizen centric yang memfasilitasi warga dan bisnis Conseptual model Model Interaksi Citizen Centric Hasil Penelitian Perancangan Prototype Public Information Service Bidang Pendidikan Berbasis Citizen Centric (2015) Farokhah Membuat prototipe pelayanan pendidikan berbasis citizen centric UCD, Quesioneir, interview Prototipe pendidikan citizen centric Metode dan hasil penelitian Perancangan Antarmuka Website Pemerintah Kota Dengan Pendekatan Usability (2015) Hidayati Mendesain antarmuka website Pemkot Tegal yang usable Life event model citizen centric, prinsip gestalt, delapan aturan emas Shneiderm an, dan teori warna Desain Website usable Metode dan hasil penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis difokuskan pada cara pengembangan desain situs web Pemerintah Kota Singkawang yang berbasiskan citizen centric yang akan berbeda pada konsepsi pengembangan pada model yang digunakan, obyek dan hasil penelitian.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini antara lain :
1. Mendesain rancangan prototipe situs web Pemkot Singkawang dengan memperhatikan kebutuhan warga dan pebisnis yang berbasiskan citizen
14
centric.
2. Memberikan ruang interaksi antara pengguna situs web Pemerintah Kota Singkawang dengan penyedia layanan.
3. Menyediakan informasi dengan segmentasi layanan dan pemetaan kolaborasi SKPD Pemerintah Kota Singkawang untuk penyediaan layanan.
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini yaitu ; 1. Bagi masyarakat ;
a) Mendapatkan desain layanan informasi publik sesuai dengan kebutuhan.
b) Meningkatkan efektivitas dan efeisiensi pencarian layanan informasi publik.
c) Menambah pengetahuan masyarakat dalam pengambilan keputusan dari layanan informasi yang diberikan.
2. Bagi pihak yang diteliti, sebagai rekomendasi dari outcome penyelenggaraan layanan e-government di Pemerintah Kota Singkawang dan secara praktis, hasil dari penelitian ini dapat menjadi rekomendasi situs web yang sesuai dengan kebutuhan pengguna situs web resmi Pemerintah Kota Singkawang.
1.6 Batasan Penelitian
Batasan masalah dalam penelitian ini tidak mencakup membahas tentang proses pengamanan sistem (security system).