• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1. LATAR BELAKANG, STRATEGI, dan TAKTIK PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1. LATAR BELAKANG, STRATEGI, dan TAKTIK PERUSAHAAN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 1

LATAR BELAKANG, STRATEGI, dan TAKTIK PERUSAHAAN

a. Latar Belakang

Perubahan-perubahan pola pendidikan yang begitu cepat, silih berganti serta globalisasi di segala bidang termasuk bidang pendidikan, memunculkan persaingan yang sangat ketat di bidang bisnis jasa pendidikan. Lembaga non formal seperti bimbingan belajar harus selalu siap dengan perubahan-perubahan yang dikeluarkan pemerintah di bidang pendidikan, juga harus siap bersaing tidak hanya bimbingan belajar sejenis, tetapi sekolah yang menyelenggarakan bimbingan belajar juga merupakan saingan.

Sebuah lembaga pendidikan harus memberikan layanan pendidikan yang memuaskan konsumennya. Kemampuan suatu lembaga pendidikan dalam memberikan pelayanan yang memuaskan pengguna jasanya akan memberikan kesuksesan dalam proses pemasaran jasa pendidikan di suatu lembaga pendidikan tersebut di tengah-tengah publik.

Sony Sugema College (SSC), sebagai sebuah bimbingan belajar telah hadir dua dasawarsa yang lalu di Bandung, SSC lahir tahun 1990 dan sudah mengantarkan ribuan siswa ke PTN favorit. Sejak berdirinya sampai sekarang SSC telah hadir di kota-kota seluruh Indonesia. Dengan bertambahnya usia, sudah saatnya SSC memerlukan suatu perubahan yang baru melalui New Corporate Identity yang akan mempersatukan visi dan misi yang bersifat global.

(2)

LBB SSC (Sony Sugema College) adalah komunitas belajar untuk siswa SD, SMP, SMA dan Alumni. Di sini siswa akan dimotivasi untuk melakukan yang terbaik dalam hidup mereka. Dengan dukungan guru yang berpengalaman dan staf yang melayani siswa dengan sepenuh hati, maka SSC diharapkan menjadi rumah kedua bagi siswa.

Komitmen LBB SSC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswanya telah membuahkan reputasi dan citra positif di mata masyarakat. Demi menjaga kualitas, LBB SSC selalu menyediakan guru-guru berkualitas. Setiap siswa diberi keleluasaan untuk memanfaatkan fasilitas internet secara gratis, mereka dapat pula mengikuti perkembangan pendidikan melalui situs LBB SSC (http://www.bimbelssc.com/) yang selalu diperbaharui secara rutin.

b. Strategi dan Taktik Perusahaan

Strategi

Definisi strategi bagi dunia usaha yang terkenal adalah dari Chandler (1962) dalam Sistianto (2003) yakni strategi adalah penentuan tujuan dan sasaran jangka panjang suatu enterprise dan adopsi tindakan-tindakan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut. Diperjelas lagi oleh Sidik (2000) dalam Sistianto (2003) bahwa strategi adalah konsep multi dimensi yang mencakup semua kegiatan kritikal suatu perusahaan yang diperlukan yang dipacu oleh lingkungan perusahaan.

(3)

Strategi yang baik adalah mampu memenangkan persaingan tanpa harus berkonfrontasi dan melakukan pengorbanan yang terlalu besar atau mengeluarkan cost yang besar.

Taktik

Taktik (operasi) adalah menentukan bagaimana kita mengerjakan sesuatu agar memenangkan persaingan ( bagaimana kita mengimplementasikan strategi yang sudah dirumuskan ).

Taktik adalah tahap-tahap atau langkah-langkah tertentu yang dipakai untuk melaksanakan strategi. Jika manajemen sudah merumuskan tujuan dan strateginya, maka ia berada dalam posisi untuk menentukan taktik.

Perbedaan yang paling mendasar antara taktik dan strategi, yaitu :

Strategi mempunyai ruang lingkup yang lebih luas dibandingkan dengan taktik Strategi pemasaran memerlukan keputusan dari manajemen tentang elemen-elemen marketing mix perusahaan, sedangkan taktik merupakan program tertentu untuk jangka pendek.

Strategi bersifat permanen sehingga sulit dan memakan biaya besar jika diadakan perubahan, sedangkan taktik dapat diubah dengan mudah.

(4)

Taktik & Strategi LBB SSC

Untuk mengenali dan mengembangkan potensi siswa secara berkesinambungan dan seimbang, serta untuk mengantarkan para siswa untuk meraih kesuksesan, SSC mempunyai strategi khas dalam mengembangkan dan mengoptimalkan 3 kecerdasan. LBB SSC yakin dengan mengoptimalkan 3 kecerdasan secara holistik (IQ,SQ,& EQ), siswa akan dapat mencapai kesuksesan yang membahagiakan.

Filosofi dasar dari Sony Sugema College adalah “The fastest solution” yang selalu kembali pada prinsip-prinsip sederhana guna memecahkan soal dalam berbagai variasi soal. The Fastest Solution, merupakan hasil pencarian terus menerus dari Tim SSC sehingga berbagai persoalan dapat dipandang dengan cara yang sangat simpel. The Fastest Solution, bukanlah hafalan rumus-rumus yang banyak dan berbeda dengan rumus-rumus umum.

Learning is fun merupakan metode pengajaran yang digunakan untuk menjembatani pemindahan konsep-konsep ilmu yang rumit dengan pedekatan-pendekatan konsep sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan, sistem evaluasi terpadu adalah metode evaluasi yang mengukur faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi kelulusan dan prestasi.

Learning is Fun – Belajar itu indah Mengapa? Karena SSC dengan staff pengajarnya yang berkualitas siap memberikan materi pelajaran yang dibantu oleh peralatan Multimedia yang menampilkan presentasi grafik dan gambar. Teknologi pendidikan yang dikembangkan SSC yaitu Komputer Multimedia, Audio Visual, MIS (Management Information System ).Namun demikian kami tetap berprinsip bahwa teknologi pendidikan bukanlah fasilitas utama yang dapat menggantikan manusia, dia hanyalah sebuah pelengkap penunjang.

(5)

BAB II

PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN STRATEGI BISNIS

a. Menguji Strategi Bisnis Terbaik

Kriteria apa yang digunakan untuk memilih strategi terbaik? Apa standar yang dapat digunakan untuk menentukan apakah strategi berhasil atau tidak? Tiga pengujian dapat digunakan untuk mengevaluasi pilihan strategi terbaik, yakni :

1. Goodness of Fit Test— Strategi yang baik harus benar-benar cocok terhadap kondisi industri dan kompetisi, peluang dan ancaman pasar, dan aspek lain dari lingkungan eksternal perusahaan. Pada sisi lain, ia juga harus selaras dengan kekuatan dan kelemahan sumber daya, kompetensi, dan kemampuan kompetitif perusahaan .

2. Competitive Advantage Test— Strategi yang baik harus mampu meningkatkan daya saing perusahaan.

3. Performance Test— Strategi yang baik harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan. Dua jenis peningkatan kinerja yang paling sering dikatakan mengenai kemampuan strategi adalah : meningkatkan profitabilitas serta meningkatkan kekuatan kompetitif perusahaan dan posisi pasar dalam jangka panjang.

b. Proses perumusan strategi dan pelaksanaannya berisi lima tahapan kunci yang saling berhubungan, yaitu :

1. Membentuk visi strategis mengenai ke mana organisasi akan bergerak

Visi ini menerangkan tujuan perusahaan jangka panjang dan membentuk identitas organisasi. Strategic vision menunjukkan arah organisasi ke arah tertentu dan grafik jalur strategis yang harus diikuti organisasi.

2. Menetapkan tujuan — mengubah pandangan strategis menjadi hasil kinerja spesifik yang harus dicapai perusahaan.

(6)

Maksud dari menetapkan tujuan adalah untuk mengkonversi pernyataan visi dan misi managerial menjadi target kinerja spesifik – hasil dan keluaran yang ingin dicapai organisasi. Menetapkan tujuan dan kemudian mengukur apakah mereka telah mencapainya atau belum dapat membantu manajer untuk mengikuti perkembangan organisasi.

3. Merumuskan pilihan strategi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Strategi membawa kepada isu penting tentang bagaimana cara mencapai

target hasil sesuai dengan situasi organisasi dan prospeknya. Tujuan adalah “hasil akhirnya” dan strategi adalah “alat” untuk mencapainya.

4. Melaksanakan dan mengeksekusi strategi yang dipilih secara efisien dan efektif.

Visi dan strategi tak akan ada atinya apa-apa tanpa bisa di-eksekusi secara tuntas dan optimal. Untuk membantu agar strategi dapat diimplementasikan dengan baik, dibutuhkan sejumlah hal, antara lain : pada semua level muncul kepemimpinan yang kuat dan berorientasi pada tindakan (action oriented leadership), kapabilitas organisasi yang adaptif, dan juga keterkaitan antara strategi dan kebijakan remunerasi para karyawan. Selain itu, keberhasilan pelaksanaan strategi juga akan ditopang oleh dukungan sistem IT yang kuat dan juga adanya keterkaitan alokasi anggaran dengan strategi.

5. Mengevaluasi efektivitas strategi dan dampaknya terhadap kinerja bisnis Proses pelaksaaan strategi harus dievaluasi secara reguler. Dalam fase evaluasi ini dapat dilihat apakah segalanya sudah berjalan dengan baik, dan elemen apa saja yang masih belum sempurna pelaksanaannya dan meleset dari target yang telah ditetapkan. Terhadap elemen ini perlu segera dilakukan tindakan korektif (coorective action and responses) agar arah dan pelaksanaan strategi dapat berjalan sesuai dengan rencana.

(7)

Dari keterangan diatas, menurut kami, LBB SSC (Sony Sugema College ) sudah melalui proses perumusan strategi dan pelaksanaannya yang berisi 5 tahapan, diantaranya :

1. Membentuk visi strategis, dimana visi LBB SSC adalah Menjadi Institusi Pendidikan Luar Sekolah yang Utama dan Terbaik di Indonesia.

2. Menetapkan tujuan , Tujuan didirikannya LBB SSC adalah LBB Sony Sugema berkomitmen untuk menjadi mitra terbaik siswa dengan memberikan sistem belajar non-formal terbaik yang dipadukan dengan teknologi untuk masa depan siswa yang lebih baik ; Membantu setiap insan SSC mengembangkan kualitas diri dan mewujudkan kesejahteraan dan sebagai Mitra kerja yang dapat membantu menjawab kebutuhan relasi dalam pengembangan pendidikan.

3. Merumuskan pilihan strategi, Seiring dengan perjalanan waktu SSC terus melakukan inovasi-inovasi pembelajaran mulai dari The Fastest Solution, Learning is Fun, dan sekarang Learning Revolution yakni mengembangkan 3 kecerdasan holistik siswa (IQ, SQ, dan EQ). Sehingga diharapkan siswa akan dapat meraih kesuksesan yang membahagiakan.

4. Melaksanakan dan mengeksekusi strategi, Komitmen LBB SSC untuk memberikan pelayanan terbaik kepada siswanya telah membuahkan reputasi dan citra positif di mata masyarakat. Demi menjaga kualitas, LBB SSC selalu menyediakan guru-guru berkualitas.Seminar-seminar dan kegiatan motivasi untuk mengimplementasikan teknik kerja otak kiri dan kanan yang sangat penting buat siswa. Materi pelajaran di LBB SSC dibantu oleh peralatan Multimedia yang menampilkan presentasi grafik dan gambar. Teknologi pendidikan yang dikembangkan SSC yaitu Komputer Multimedia, Audio Visual, MIS (Management Information System ). Dan untuk mengenali dan mengembangkan potensi siswa secara berkesinambungan dan seimbang, SSC menyediakan klinik konsultasi siswa oleh konselor-konselor lulusan terbaik di universitas terkemuka. Selain itu, untuk melaksanakan strategi yang telah dirumuskan, LBB SSC juga melakukan promosi dan kerjasama dengan sekolah-sekolah negeri terbaik dengan mengadakan tryout kerjasama, seminar kerjasama

(8)

ke sekolah-sekolah, sebar brosur dengan promo diskon besar-besaran, dan memberikan beasiswa les gratis buat siswa berprestasi di sekolah yang kurang mampu.

5. Mengevaluasi efektivitas strategi, Dari Strategi yang diterapkan, LBB SSC selalu melakukan evaluasi yang biasa diagendakan tiap minggu (rapat mingguan) dengan pihak-pihak yang terkait, apa saja kekurangan-kekurangan yang perlu ditambahi dalam melaksanakan strategi tersebut. Selain itu, evaluasi anggaran juga diperlukan agar strategi tersebut dapat terlaksana dengan baik, efektif, dan efisien dengan hasil yang sesuai harapan.

(9)

BAB III

PROSES PERUSAHAAN DALAM MENYUSUN VISI, MISI, DAN TUJUAN

Visi, Misi dan tujuan dari sebuah perusahaan tidak muncul begitu saja. Ketiganya didasarkan pada pengetahuan tentang apa yang diinginkan pasar, serta analisis tentang kekuatan perusahaan, yang bergerak di bisnis tersebut. Secara bervariasi, baik visi, misi maupun tujuan dari sebuah perusahaan akan menentukan bisnis yang akan digeluti dan arah yang akan ditempuh.

a. VISI

Visi merupakan gambaran tentang masa depan (future) yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu. Visi adalah pernyataan yang diucapkan atau ditulis hari ini, yang merupakan proses manajemen saat ini yang menjangkau masa yang akan datang (Akdon, 2006:94).

b. MISI

Misi adalah pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai organisasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan di masa datang. Pernyataan misi mencerminkan tentang penjelasan produk atau pelayanan yang ditawarkan. Secara umum misi perusahaan adalah suatu tindakan untuk mewujudkan atau merealisasikan apa yang menjadi visi dari perusahaan

c. TUJUAN

Tujuan merupakan pernyataan tentang keadaan yang diinginkan di mana organisasi atau perusahaan bermaksud untuk mewujudkannya dan sebagai pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektivitas mencoba untuk menimbulkannya

(10)

Proses LBB SSC dalam Menyusun Visi, Misi dan Tujuan

Beberapa perubahan dan inovasi terus digulirkan untuk memperbaiki visi dan misi kedepan yang sesuai dan tentunya kearah yang lebih baik. Setelah melalui beberapa tahapan proses, SSC pada akhirnya menemukan suatu visi yang baru yaitu “Future education, today”, sekaligus perubahan logo yang lebih dinamis, suatu visi yang jelas ke masa yang akan datang.

Visi tersebut harus jelas dijabarkan dengan tindakan yang bersifat fundamental dan mengakar, oleh karena itu SSC selalu melakukan hal-hal yang bersifat dasar terutama dalam hal materi pembelajaran kepada siswa-siswi SSC yaitu dengan kuda-kuda yang kuat. Semua dilakukan dengan cara yang terindah yaitu “the finest thing” yang terindah bukan berarti “The Best”. The best selalu ingin mengalahkan orang lain, sementara “the finest” adalah mengalahkan diri sendiri.

Salah satu inovasi yang mencerminkan visi “Future education, today”adalah Sony Sugema Digital Learning System (S2DLS) yaitu teknologi digital SSC yang memudahkan siswa/siswi untuk belajar secara mandiri untuk menunjang keberhasilan belajar siswa. Disamping itu pula S2DLS ini dapat dijadikan pula sebagai materi pembinaan untuk para tentor baru di cabang-cabang SSC baik cabang-cabang yang lama maupun cabang-cabang yang baru. Semoga dengan lahirnya “Corporate Identity” yang baru SSC akan menjadi Bimbingan Belajar yang diharapkan oleh semua komponen baik pihak intern maupun eksetrn.

“Setelah melalui beberapa tahapan proses, SSC pada akhirnya menemukan suatu visi yang baru yaitu “Future education, today”, sekaligus perubahan logo yang lebih dinamis, suatu visi yang jelas ke masa yang akan datang.”

Corporate Value :

a. CARE In Our Action / Peduli Dalam Tindakan

b. CREATIVE In Our Work / Kreatif dan Cerdas Dalam Bekerja c. CONSIDERATE In Our Culture / Pengertian Dalam Perilaku d. COMMITED In Our Behaviour / Komitmen Dalam Berperilaku

(11)

Visi SSC

Menjadi Institusi Pendidikan Luar Sekolah yang Utama dan Terbaik di Indonesia.

Misi SSC

1. LBB Sony Sugema berkomitmen untuk menjadi mitra terbaik siswa dengan memberikan sistem belajar non-formal terbaik yang dipadukan dengan teknologi untuk masa depan siswa yang lebih baik.

2. Membantu setiap insan SSC mengembangkan kualitas diri dan mewujudkan kesejahteraan.

3. Mitra kerja yang dapat membantu menjawab kebutuhan relasi dalam pengembangan pendidikan.

TUJUAN

Tujuan didirikan nya LBB SSC adalah untuk menjadi institusi pendidikan luar sekolah yang utama dan terbaik sehingga mampu mencetak siswa-siswi berprestasi dengan lulusan terbaik, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, dan selalu berinovasi menciptakan strategi –strategi terbaru untuk menghadapi perubahan-perubahan yang kerapkali terjadi di dunia pendidikan. SSC harus dibangun dan dikembangkan atas niat baik dan untuk kebaikan. Kebaikan yang didalamnya terdapat nilai-nilai kebersihan, kejernihan, dan kemurnian. SSC akan terus berkembang dan bergerak secara berani, bijaksana, dan dinamis ke arah yang lebih baik. Sebuah arah yang tercermin dalam Tindakan-Tindakan Kebaikan yang Terencana di LBB SSC.

(12)

BAB IV ANALISA SWOT

STRENGHT, WEAKNESS, OPPORTUNITY Dan THREAT

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats). Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. Metode ini paling sering digunakan dalam metode evaluasi bisnis untuk mencari strategi yang akan dilakukan. Analisis SWOT hanya menggambarkan situasi yang terjadi bukan sebagai pemecah masalah.

Analisis SWOT terdiri dari empat faktor, yaitu:

1. Strengths (kekuatan)

merupakan kondisi kekuatan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada. Kekuatan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

Analisis Strengths LBB SSC :

 LBB Sony Sugema College sudah dikenal di Indonesia karena sudah mempunyai ratusan cabang

 Ribuan siswa LBB SSC sudah terbukti lulus dengan nilai terbaik dan tembus PTN favorit

 Metode yang digunakan adalah Learning revolution yakni mengoptimalkan kecerdasan IQ, SQ, dan EQ.

(13)

Pengembangan IQ :

- Teknik belajar Revolusioner (otak kiri & kanan)

- Layanan Akademik SSC

o Power Reading, Quantum Learning, Klinik bidang studi, Praktikum, Road to Success, Cafe Genius, Strategi dapat nilai 100, Video pembelajaran S2 DLS

Pengembangan EQ dan SQ :

o Layanan Kesiswaan  Konselor

o Outbound, Tour De Campus, Study tour, motivation camp, dan do’a bersama

 Pembelajaran multimedia dan tentor serta konselor yang berpengalaman, berkualitas dan lulusan dari universitas terbaik

 Program - program yang ditawarkan di LBB SSC lebih lengkap dan bervariasi, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA dan alumni

 Fasilitas lengkap

 LBB SSC mempelopori Audio Visual System dengan menggunakan computer. LBB SSC memperbaharui Audio Visual Systemnya dengan menggunakan  teknologi Flash, sehingga lebih mudah diakses dan dapat di tonton kapan saja.

2. Weakness (kelemahan)

merupakan kondisi kelemahan yang terdapat dalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada.Kelemahan yang dianalisis merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

(14)

Analisa Weakness LBB SSC :

 Biaya bimbingan yang sedikit lebih mahal dibandingkan pesaing (Ganesha Operation)

 Strategi pemasaran yang hampir sama dengan pesaing  Program yang ditawarkan kurang lebih sama dengan pesaing

 Gedung SSC yang kurang luas, dan tampilan fisik gedung SSC masih kurang kelihatan menarik jika dibandingkan dengan Ganesha Operation.

3. Opportunities (peluang)

merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi. Kondisi yang terjadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri. misalnya kompetitor, kebijakan pemerintah, kondisi lingkungan sekitar.

Analisa Opportunities LBB SSC :

Lokasi yang strategis dan dekat dengan sekolah-sekolah favorit, Adanya kenaikan standar kelulusan nasional dari pemerintah

Diberlakukannya peraturan baru dari pemerintah dimana untuk masuk sekolah RSBI tidak hanya memakai nilai UNAS tapi masih ada tes lanjutan (TPA, dan pengetahuan umum)

Adanya kerjasama dengan guru-guru sekolah negeri maupun favorit sehingga memudahkan promosi ke sekolah tersebut.

(15)

4. Threats (ancaman)

merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

Analisa Threats LBB SSC

Banyaknya Bimbingan Belajar lain

Banyaknya sekolah yang sudah mengadakan bimbingan belajar sendiri Kebijakan Standar Kelulusan Siswa yang wacana nya ditiadakan

(16)

VALUE CHAIN model M.Porter

Value Chain adalah model yang digunakan untuk membantu menganalisa aktifitas-aktifitas spesifik bisnis yang terjadi, yang dapat menciptakan nilai dan keuntungan kompetitif bagi organisasi. Analisa yang dilakukan berdasarkan efisiensi dan efektifitas. Tiap langkah yang diambil pada suatu segmen, akan berdampak pada keseluruhan proses. Jadi dapat dikatakan bahwa semua segmen saling bergantungan.

Value Chain atau Rantai Nilai adalah pendekatan sistematik untuk mengembangkan keunggulan kompetitif sebuah perusahaan. Pendekatan ini diciptakan oleh Michael E. Porter yang berisi sekumpulan aktivitas yang membuat dan membangun nilai marjin atau nilai tambah (added value). Aktivitas tersebut dibagi menjadi Aktivitas Utama (Primary Activity) dan Aktivitas Pendukung (Support Activity).

Rantai Nilai Porter

Pusat dari teori Michael E. Porter adalah marjin

Marjin = nilai produk dan jasa – biaya

Perusahaan menciptakan nilai dengan melaksanakan aktivitas, yang disebut Porter dgn Aktivitas Nilai (value activity).

(17)

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kekuatan (Strength)

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor

1. Memiliki ratusan cabang yang 4 0.2 4 0.8 tersebar di Indonesia

2. Brand LBB SSC sudah dikenal di 4 0.2 4 0.8 Indonesia dengan fasilitas dan kualitas

terbaiknya

3. Program yang ditawarkan lebih 4 0.2 3 0.6 lengkap dan bervariasi

4. Menggunakan Metode pembelajaran 4 0.2 4 0.8 Learning Revolution (pengoptimalan

otak kiri & kanan)

5. Pembelajaran multimedia dan tentor 2 0.1 3 0.3 serta konselor yang berpengalaman,

berkualitas dan lulusan dari universitas terbaik

6. LBB SSC mempelopori Audio Visual 2 0.1 2 0.2 System dengan menggunakan

computer.

7. LBB SSC memperbaharui Audio Visual 2 0.1 1 0.1 Systemnya dengan menggunakan

teknologi Flash, sehingga lebih mudah diakses dan dapat di tonton kapan

saja. TOTAL 20 0.11 21 3.6 Ukuran pembobotan : 1 = sedikit penting 2 = Agak penting 3 = penting 4 = sangat penting Ukuran Rating Kekuatan :

1 = Sedikit kuat 2 = Agak kuat 3 = kuat

(18)

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Kelemahan (Weaknes)

Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor

1. Biaya bimbingan yang relatif lebih 3 0.3 -3 -0.9 mahal dibandingkan pesaing

2. Strategi pemasaran masih kurang 3 0.3 -2 -0.6 meluas, dan hampir sama dengan

pesaing

3. Fasilitas gedung LBB SSC masih 2 0.2 -2 -0.4 kurang luas dan kurang menarik

4. Ada beberapa divisi dimana loyalitas 1 0.1 -1 -0.1 karyawan rendah dan kerapkali

tidak mengikuti aturan yang sudah

ditetapkan

5. Job disk karyawan terlalu luas,kurang 1 0.1 -1 -0.1

spesifik

6. Kerapkali melakukan kegiatan secara 2 0.2 -2 -0.4 mendadak, sehingga terkesan kurang

persiapan (manajemen waktu

kurang) TOTAL 12 1.2 -11 -2.5 Ukuran pembobotan : 1 = sedikit penting 2 = Agak penting 3 = penting 4 = sangat penting Ukuran Rating Kelemahan :

1 = Sedikit lemah 2 = Agak lemah 3 = lemah

4 = Sangat lemah

(19)

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang (Opportunities) Ukuran pembobotan : 1 = sedikit penting 2 = Agak penting 3 = penting 4 = sangat penting Ukuran Rating Peluang :

1= sedikit peluang 2 = agak peluang 3 = peluang 4 = sangat peluang

19

No. Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor

1 Lokasi yang strategis dan dekat dengan sekolah-sekolah favorit 4 0.3 4 1.2 2 Adanya kenaikan standar kelulusan nasional 3 0.2 3 0.6 3 Adanya kerjasama dengan guru-guru di sekolah favorit sehingga memudahkan

promosi di sekolah-sekolah tersebut 2 0.1 2 0.2 4 Diberlakukannya kebijakan baru dari pemerintah untuk masuk sekolah RSBI 2 0.1 2 0.2 5

Brand SSC sudah dikenal sebagai satu-satunya LBB yang memakai metode

belajarLearning Revolution (pengoptimalan otak kiri dan kanan)

4 0.3 4 1.2

(20)

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman (Threat)

Ukuran pembobotan : 1 = sedikit penting 2 = agak penting 3 = sangat penting Ukuran Rating Ancaman :

-1 = sedikit Ancaman -2 = agak ancaman -3 = Ancaman -4 = sangat ancaman

No. Faktor Strategis Nilai Bobot Rating Skor

1 Banyak didirikannya lembaga bimbingan belajar lain sebagai pesaing 2 0.2 -4 -0.8 2 Program-program yang ditawarkan dan strategi pemasaran hampir sama dengan

bimbel lain 1 0.1 -2 -0.2

3 Mulai banyak sekolah-sekolah yang sudah mengadakan bimbingan belajar sendiri 1 0.1 -1 -0.1 4 Kebijakan standar kelulusan siswa yang wacananya ditiadakan 2 0.2 -3 -0.6 5

Adanya wacana dari pemerintah yang menyatakan bahwa lembaga bimbingan belajar akan ditutup dikarenakan fungsi sekolah terganggu

2 0.2 -3 -0.6

6 Biaya bimbel yang ditawarkan relatif lebih mahal dibandingkan Pesaing 2 0.2 -2 -0.4

(21)

KESIMPULAN

Dari data yang sudah diuraikan di atas, hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut :  Skor Total Kekuatan : 3.6

 Skor Total Kelemahan : -2.5  Skor Total Peluang : 3.4  Skor Total Ancaman : -2.7

Dari Total skor diatas, maka penentuan posisi LBB SSC dapat digambar sebagai Matrik SWOT yang dapat dilihat pada Gambar di bawah.

Untuk mencari koordinatnya, dapat dicari dengan cara sebagai berikut: Koordinat analiisis Internal:

(skor total kekuatan - skor total kelemahan) : 2 = (3.6 – (-2.5)) : 2 = 3.1

Koordinat analiisis Eksternal:

(skor total peluang - skor total ancaman) : 2 = (3.4 - (-2.7)) : 2 = 3.1

(22)

DIAGRAM SWOT POSISI PERUSAHAAN

Kuadran Posisi Titik Luas Matrik Ranking Prioritas Strategi

Kuadran Posisi Titik Luas Matrik Rangkikng Prioritas Strategi

I (3.6 ; 3.4) 12.24 1 Growth

II (-2.5 ; 3.4) -8.5 3 Stability

III (-2.5 ; -2.7) 6.75 2 Retrenchment

IV (3.6 ; -2.7) -9.72 4 Kombination

Dari Diagram diatas, dapat diketahui bahwa posisi perusahaan pada saat ini berada di kuadran I (Growth) , bahwa strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan yang ada. )

Gambar

DIAGRAM SWOT   POSISI PERUSAHAAN

Referensi

Dokumen terkait

Kategori isi pesan dakwah yang terkandung dalam Channel YouTubeHobby Makan meliputi masalah keimanan (Akidah) dari 20 unggahan terdapat 26 pesan dakwah 3 pesan dakwah mengenai

Berdasarkan pemaparan latar belakang di atas, maka judul yang dipilih dalam penelitian ini adalah “Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance, Modal Intelektual, dan

Tinjauan Hukum Islam terhadap Passive Income di Mulia Artha Qives Bisnis MLM dalam kajian fiqih kontemporer dapat ditinjau dari dua aspek yaitu produk barang atau jasa

Kemiskinan dan ketimpangan yang terkait dengan aspek ekonomistik, kita akan menuju pada debat klasik mana yang menjadi... penyebab dan mana

Untuk metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, penulis menggunakan analisis berganda yang diperkuat dengan Uji Normalitas, Uji Multikolonieritas, Uji

Karena manajer memainkan peranan sentral dalam keberhasilan suatu organisasi melalui perencanaan, koordinasi dan memperlancar kegiatan yang ditujuan ke arah sasaran. Kebijakan

Berdasarkan hasil analisis data terhadap kesalahan penulisan汉字 (Hànzì) dalam pembelajaran bahasa Mandarin siswa kelas VIII SMP Islam Athirah II Makassar berjumlah 96

STMIK BNJ merupakan lembaga pendidikan tinggi di bidang ICT dimana internet adalah salah satu fasilitas yang harus ada dalam proses pengembangan pendidikan di