1'--RISALAH PANS US KOREKSIAN MOHON DISAMPAIKAN KEPADA PIMPINAN PANJA RAPAT SEMENTARA 4 R.UU TENTANG
PERUBAHAN ATAS UU PERPAJAKAN
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
RAP AT PANJA I KE 4*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
SEKRETARIAT JENDERAL DPR RI J A K A R T A 1 9 9 4DAN ATAS UQ N0.12 TAHUN 1985 TENTANG PAJAK BUMI DAN ---~--- ---~---Masa Persidangan Tahun Sidang Rapat Jenis Rapat
s
i f a t Hari/tanggal p u k u 1T
e m p a t Ketua Rapat Sekretaris Rapat A c a r a H a d i r I . ANGGOTA PANJA I F.ABRI 1 • OEDIYANTO~ HS 2. DRS. SOETIKNO 3. KARSONO 4. DJOKO SANTOSO 5. HAD! SUTRISNO 6. DARYANTO I 1994-1995 Ke-8Rapat Panitia Kerja I, Ke-4 Tertutup
Jum'at, 30 September 1994
08.00 WIB
Java Ball Room I
Drs. H. Awang Faroek Ishak Drs. Mahmudi
Melanjutkan pemb~hasan materi.
1. Drs. H. Awang Faroek Ishak 2. DRS. H. ASNAWI HUSIN
3. drs. INRIA ASIKIN NATANEGARA · 4. NY. SRI REJEKI SUMARYOTO, SH 5. DEWI PARAMATASARI YUNUS
6. DRS. SARWOKO SURJOHOEDOJO 7. R. ATU NARANO, SE
8. H. HUSNI THAMRIN, SH
9. DRA.NY. NANNY DADING KALBUADI
10. ANDI MATALATA, SH
11. DRS. THOM~S SUYATNO
12. H. JUSUF TALIB, SH
2
1. DRS. JUSUF SYAKIR 2. ALIMARWAN HANAN, SH
3. DRA. H.A. CHOZIN CHUMAIDY 4. H. BACTIAR CHAMSYAH F.PDI 1. SETYADJI LAW!, BA 2. DRS. IGN. SUWARDI 3. DJUPRI. SH II. PEMERINTAH 1. DR. MANSURY 2. DRS. ABRON! NASUTION 3. DRS. IMAN SAMARYO 4. DRS. ROESDIJONO
5. DRS. NURYADI. MA~ MPA 6. DRS. AIE SOELENDRO, MA 7. MACHFUD SIDIK~ SE, MSc 8. MAKMUN GUMAY, SH
9. DRS. M. SOEBAKIR 10. DRS. RUSLI TAIB
11. WIDAYATNO SASTROHARDJONO. SH, MA 12. DJADJA ZAKARIA, SH, MSc
13. IR. SERIRAMA BUTAR BUTAR 14. DRS. DJAZOELI SADHANI 15. DRS. SOENARI
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
1.1.11
.. .,J.~)·•tlh~~~~.'~\~h]~i~i:
h):'j'ih·'!I'Jtd~:r::/,\lr,: Dengan mengucapkan Ass a 1 amua 1 a i kum wr. wb ::h:!~;;{J.;;') i1'.)d,t•r:.~:
Rapat Panitia Kerja Pertama kelompok KUP yang keempat.!~:f:~:ami
i~· .• ;;t,·· ,;;;
nyatakan dimu1ai. Sesuai dengan jadwa1 yang telah kita se~.~.K~ti :l_>l"'l-1.1' .. ,·;
bersama pada hari ini ~ita akan memu1ai Rapat Panja in1 mu1~~~~am
1-:•b!,,,,; ,.!of
oa.
30 wi b sampa i dengan jam 11 • 00 nant i . Kemud ian set e 1 •nti~:;:j t u~~~ .. !,f~:·v:·.y,·
J·r-kita istirahat untuk memberikan kesempatan kepada Sal(1
4_;~".~a-. q·,::ll';>: .. ,j
saudara yang be ragama Islam unt u k menuna i k an i bad ah ~r~9~e~J at· Jumat. Kemudian nanti sete1ah jam 13.30 kita mulai lagi ~:~W~rai jam 17.00 wi b. It u 1 ah Saudara-saudara seka 1 ian j adwa 1 kit a:t;}·:r;».;'da
:·,,1,''' :·1
har i in i dan dar i cat at an kit a t e 1 ah be rhas i 1 menye 1 esa i kan;(/~~:iJas
~~:I :-.. ~ r: .1· ~ .i I .. , :. :;
Pan j a in i sampa i dengan Pas a 1 ke 19 ayat ( 1 ) , ( 2), ( 3). H'{9~.1 am
I "j '•:';;· '~· ' : : ., \' :~' !
keterangannya tetap dan untuk pagi ini kita akan mulai pada:,·:i·_p.ada Pasa1 20.
Saudara-saudara sekalian, sebagaimana mekanisme yang telah kita tempuh selama dua hari ini dan hari ini juga kita· akan lakukan yang sama, kita akan memberikan dulu kepada Pemerintah untuk memberikan penjela~an tentang perubahan-perubahan Pasal 20 ini. Kepada Pemerintah kami persi1akan.
PEMERINTAH, (DRS. IMAM SAMARYO) Assa1amua1aikum Wr.Wb.
SelAmat pagi. Pasa1 20 sebetu1nya kemarin sudah saya becakan t et ap1 kam1 u 1 ang 1 1 ag 1 • Bahwa perubahannya in i ada 1 ah menegaskan bahwa surat keputusan pembetu1an, surat keputusan keberatan dan surat putusan banding termasuk yang dapat ditagih seketika dan sekaligus. Seperti ha1nya surat tagihan paj ak, ket eta pan paj ak dan menegas kan bahwa yang bert anggung
j awab t e rhadap pe 1 unasan hut ang paj ak ada 1 ah penanggung paj ak. Jadi dengan adanya pengertian penanggung pajak maka WP dan wakil-wakilnya kita cakup dengan satu kata; penanggung pajak. Jadi dengan demi k 1 an d i maksudkan bahwa undang-undang pe rubahan in i akan menjadi 1ebih jelas. jadi itulah isinya daripada Pasa1 20 terima kaaih.
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
Demikiar' Saudara-saudara sekalian. Jadi setelah mend·el')gar
penjelasan dari Pemerintah tentunya telah sama t~di
4
kita maklumi jadi Pasal 20 ini menegaskan bahwa surat keputusan pembeatulan, surat keputusan keberatan dan surat putusan banding termasuk yang dapat ditagih seketika dan sekaligus seperti halnya surat tagihan pajak dan ketetapan pajak. dan juga me rupakan penegasan bahwa yang bert anggung j awab t e rhaadap
pe 1 unasan hut ang paj ak ada 1 ah penanggung paj ak. Si 1 akan yang pertama F.ABRI
JURU BICARA F.ABRI (DRS. SOETIKNO)"
Bapak ketua, masalah Pasal 20 ini kemarin sudah ditanggapi oleh masing-masing fraksi termasuk fraksi ,ABRI. Hanya mungkin masih ada jawaban Pemerintah yang belum lengkap barangkali kemarin. saya kira kami usulkan untuk melengkapi jawaban atas tanggapan dari fraksi-fraksi. Saya kira demikian Pak.
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
Baik kalau demikian halnya kami berikan kesempatan kepada Pemerintah untuk
oleh F.ABRI.
memberikan penjelasan sebagaimana diharapkan
PEMERINTAH (DR. MANSURY)
Kemarin sudah semuanya kami tanggapi Pak. Cuma kemungkinan sekarang apa masih ada pertanyaan lanjutan atau pendapat lain.
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK) Terima kasih Pak Mansury. Silakan F.ABRI
JURU BICARA F.ABRI (KARSONO)
Terima kasih bapak Pimpinan. Kemarin pada sore hari telah dijelaskan bahwa yang mengecil adalah usaha, tapi pada konsep ini adalah kegiatan. Kami berpendapat bahwa usaha lebih luas daripada kegiatan. Karena pada waktu penjelasan lisan oleh Pak Abroni d i j e 1 ask an bahwa usaha-usaha yang mengec i 1 dan sebaga i nya kami bi sa mengert i tapi kal au kami per hat i kan pada konsep pada b misalnya secara nyata mengecilkan kegiatan. padahal kemarin bertahan kami jelaskan bahwa kegiatan misalnya kalau pada tahun tersebut kebetulan pada tahun tersebut perusahaan tidak mendapat proyek ...•.. /
proyek atau tender pasti kegiatannya kecil. Kalau usaha saya bisa mengerti tetapi kalau kegiatan mungkin dalam tahun tersebut
kegiatannya relatif kecil hanya overhead saja apakah itu dikenakan, tapi kalau usaha kami bisa mengerti. Terima kasih.
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
Terima kasih Fraksi ABRI, silakan Fraksi POI.
JURU BICARA F.PDI (SETYADJI LAWI, BA)
Barangkali setelah saya mungkin nanti Pak Wardi akan menambahkan. Ada hal yang kemarin giliran saya mengacung tetapi karena sudah sore. Jadi didalam Pasal 20 ini yang akan ditagih seketika dan sekaligus adalah tentang tagihan pajak, ketetapan pajak kurang bayar, ketetapan pajak kurang bayar tambahan, surat kaput us an pembet u 1 an dan sebaga i nya dan sebaga i nya tad i yang menambah j uml ah paj ak. Sepert 1 yang d i sebut kan dis in i " yang manyebabkan j uml ah paj ak yang harus d i bayar bert ambah. Ka 1 au a penanggung pajak meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya justru. saat dimana surat yang tidak menambah ... itu terjadi. Apakah tidak akan ditagih seketika dan sekaligus. Jadi kalau orang mau pergi justru pada awal mendapat SPT, jadi tidak ditagih dan sekaligus. pengertian demikian berarti hanya peristiwa yang menjadikan jumlah pajak bertambah itu saja yang akan ditagih seketika dan sekaligus.
Kemudian yang kedua, apabila dilihat terjadi hal penyitaan atas barang-barang. Menurut tanggapan pikiran saya berarti bahwa fiskus melihat barang-barang dari wajib pajak disita oleh orang lain atau pihak lain baru mengadakan langkah-langkah yang seketika dan sekaligus. Contoh yang demikian ini Pak barangkali bisa diberikan. Apa saja yang kira-kira terjadi fiskus terpaksa mengajukan tagihan seketika dan sekaligus setelah fiskus melihat penyitaan oleh bank dan sebagainya sebab ini nanti berhubungan de.ngan pas a 1-pasa 1 yang akan dat ang
mendahului tadi. Demikian Pak . Terima kasih
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK) Silakan Pa~ Wardi.
6
JURU BICARA F.PDI (DRS. IGN SUWARDI)
Menyambung masalah yang c kemarin ada pertanyaan dari Pak Yatmo tentang perusahaan yang diakuisisi tidak kena pemakaian s ei k a 1 i k e t i g a d a n s e k a 1 i g u s • P e r t an y a a n k am i ; b a g a i m an a
i
s e ~ n d a i n y a a k u i s i s i at au peru sa h a a_n i t u d i 9 a bung k an a p a k a h secara horizontal maupun vertikal dimana _status hukumnya itu sud a h be rub a h • J ad i peru sa h a an yang 1 am a . : d i gab u n g k an at au di fusi kan tetapi status hukum yang baru digabungkan itu sudah
la1
in ·dari yang lama. Pertanyaaan kami apakah dalam hal
i ···,
I
b a g a i m a n a p a j a k y a n g t e r h u t a n g i t ·u _- a p a k a h t e r b a w a d a 1 am perusahaan yang baru ataukah dise-lesaikan lebih dahu1u. Ini
I
pert any a an kami , karen a t e rnyat a sekarang mas a 1 ah cukup ban yak apakah itu anak perusahaan atau perusahaan ~ain yang karena suatu a 1 a san d i gabungkan seh i ngga stat us hukum yang 1 ama i t u sudah tidak!nampak lagi. Sekian terima kasih.
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK) Selanjutnya kami persi1akan F.KP
JURU BICARA F.KP (H. JUS~F TALIB, SH)
Terima kasih pada Pasal 20 yang merupakan perobahan materi dar i undang-undang nomor 6 t ahun 1993 yang menegaskan bahwa su rat keput us an dan sebaga i nya in i kami me 1 i hat sudah cukup,
r
namun pertanyaan yang sudah disampaikan oleh fraksi karya kemarin, kami ingin melihat Pasal 20 ini pada menyimpang saja Pak. Sedangkan pasal terdahulu kemarin kita sudah memakai kata pengecualian. Jadi kami mohon perobahan kata menyimpang ini diganti dengan pengecualian. Jadi " pengecualian dari ketentuan sebagaimana dimaksud Pasa1 9 dan seterusnya •• Karena yang kemarin pas a 1-pasa 1 t e 1 ah kami koreks i kit a sependapat t i dak ada yang memaka i kat a meny i mpang tap i se 1 u ruhnya pengecua 1 ian. Demikian tambahan fraksi karya, terima kasih.KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
Terima kasih fraksi Karya, selanjutnya kami persilakan ke-pada Pemerintah tadi ada pertanyaan dari Fraksi ABRI, POI dan F.KP kami persilakan.
Terima kasih Pak. Pertma mengenai mengecilkan kegiatan. Sebanrnya disini bukan mengecilkan kegiatan saja, tetapi mengecilkan kegiatan perusahaannya barangkali sudah memenuhi
juga itu Pak. Kedua ada pertanyaan yang disebut terakhir surat keputusan pembetulan, surat keputusan pembatalan, surat putusan banding yang menyebabkan jumlah yang harus dibayar bertambah. Itu kaitannya dengan hurup a dalam kaitannya penanggung pajak meninggalkan Indonesia unt uk se 1 ama-1 amanya. Sebenarnya da 1 am hurup a ini bukan saja yang disebut surat keputusan pembetulan, surat keputusan pembatalan, surat putusan banding yang menyebabkan j uml ah paj ak yang harus d i bayar bert am bah yang ditagih seketika dan sekaligus, tetapi juga SKPKB, SKPKBT kalau ada. Jadi sepanjang hutang pajaknya ada dan penanggung pajak akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya itu ditagih sekaligus asal ada hutang pajaknya dan yang bersangkutan akan meninggalkan Indonesia untuk selamanya, itu akan ditagih seketika dan seka 1. i gus.
Selanjutnya yang ditanya tadi penyitaan atas barang gerak atau barang tidak bergerak milik Pemerintah. Jadi penagihan seketika dan sekaligus juga dilakukan dalam hal terjadi penyitaan atas barang bergerak atau barang tidak bergerak milik penanggung pajak. Ini sebenarnya berkaitan dengan hak mendahulu. Siapa saja itu punya hal mendahulu. Jadi kalau ada penyitaan seperti ini ~leh pihak lain, oleh direktorat jenderal pajak juga akan menagih utang itu sekaligus numpa_ng di penyitaan yang tadi sepertinya karen a puny a hak mendahu 1 u. nant i kit a akan sampa; kepada Pas a 1
yang bersangkutan.
Selanjutnya kemar in memang d it anyakan apakah penag i han seketika dan sekaligus itu dilakukan dalam hal terjadi akuisisi. Barangkali lebih baik dicontohkan saja. Saya punya satu juta lembar saham diakuisisi oleh PT lain. Atau PT.X punya saham diakuisisi oleh PT.J. Jadi PT.X itukan masih hidup bukan itu saja punyanya. Sebabnya kemarin dijawab tidak dilakukan penagihan seketika dan sekaligus. Tapi dalam hal terjadi merger atau terjadi konsolidasi ada perusahaan, kalau merger empat perusahaan tiga perusahaan ini hilang, tiga badan hukum hilang. Jadi keberadaanya ~ebagai WP hilang berakhir, oleh karena itu yang tiga ini bubar. Masuk di butir c, demikian juga konsolidasi.
8
dalam hal i tu terhadap yang tiga ini dilakukan penagihan dan ditagih sekaligus.
Selanjutnya tadi ada pertanyaan dari fraksi karya; yaitu kata mepyimpang diusulkan menjadi "pengecualian" ini barangkali memang kurang enak kedengarannya kok menyimpang. Konotasinya kurang bagus. Dan kebetulan memang yang lama juga begi tu. Yang lama j ad i kur an g j e 1 i I pad aha l in i ad a. per o bah an · mater i . Us u l in i
nampaknya s esuai tapi barangkal i buka.n pengecual ian Pak 1
dikecualikan dari1 itu mungkin. Demikian ~erima ka,ih. KETUA RAPAT (DRS.
H. AWANG FAROEK ISHAK)'
Terima kasih Pak Abroni. Silakan· Fraksi ABRI memberikan tanggapan setelah Pemerintah memberikan'jawaban.
JURU BICARA F.ABRI (KARSONO)
Kalau itu yang dimaksud bahwa kegiatan perusahaan1 kemarin
yang kami tanyakan kalau perusahaan itu pad tahun tersebut sebagaian tendernya tidak diterima tentunya aktivitas perusahaan itu agak mengecil. Yang kami tanyakan adalah kegiatan perusahaan itu tentunya tidak aktif 1 tidak besar sebagaimana kalau
proyeknya jalan. Kalau itu toh yang dimaksud tentunya dalam pelaksanaannya perlu dipilah-pilah orang yang tidak berniat secara sengaja mengecilkan kegiatannya tentunyan tidak sekaligus karena kalau sekaligus dan seketika tentunya tahun berikutnya dia akan bankrut. Terima kasih.
JURU BICARA F.PDI (DRS. IGN SUWARDI)
Terima kasih. Karena jawaban sudah jelas. Sekarang dalam konsepsi istilahnya penanggung jawab i tu masih sama misalnya saja dari Firma atau komanditer dirubah menjadi PT dalam kedudukan yang sama1 orangnya masih tetap sama dan mengenai
modalnya dirubah berupa saham 1 apakah ini juga termasuk dalam
arti perusahaan yang lama itu dibubarkan. Beda yang tadi itu empat digabungkan dimerger tiga lebur menjadi satu berarti yang lain ... Sekarang ini apakah dikatagorikan seperti itu1 hanya
minta penjelasan. Terima kasih.
KETUA RAPAT (DRS. AWANG FAROEK ISHAK)
'
Terima kasih Pak. jadi untuk yang c sudah jelas bahwa maksud penyi taan dar i pihak la~n, bukan dar i f i skus. F iskus numpang dari pihk lain tersebut. Kemudian yang diatas Pasal 20
ini, kalau kita membaca secara keseluruhan dan kebetulan kemarin sudah diberikan tanda koma dibelakang dibelakang banding, maka yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Jadi semua tagihan-tagihan yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar itu bertambah. Jadi kalau tidak bertambah rnenurut kalimat ini ya tidak akan di tagih seketika. Oleh karena i tu andaikata orang ini misalnya seseorang atau badan mendapatkan tagihan surat ketetapan pajak atau mendapat tagihan pajak, begitu dia menerima besok hari dia pergi meninggalkan Indonesia selama-lamanya. Tagihan itu tidak menambah jurnlah pajak, ya ·memang tidak bisa kalau menurut kalimat disini. Karena itu pertanyaan saya; apakah ini kemudian membatasi kepada fiskus terhadap itu, kenapa kok mesti menyebutkan yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Padahal konsep yang lama lebih enak. Sebab disana menambah atau tidak menambah tetap ditagih karena disana tidak ada kalimat yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah. Mungkin yang perlu ditambahkan adalah Surat Pembetulan, keputusan pembetulan, putusan banding dan sebagainya. Barangkali demikian pak. Terima kasih.
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
Terima kasih Pak Lawi. Kami kembalikan kepada Pemerintah, tadi ada pertanyaan dari Pak Wardi yang saya kira perlu diberikan tambahan penjelasan. Silakan.
PEMERINTAH (DRS. ABRONI NASUTION)
Fraksi ABRI saya kira sudah jelas kalau tak dapat tender itu kan bukan tidak ada kemauan, dia bukan mengecilkan cuma belum dapat proyek. Selanjutnya Firma menjadi PT ini memang firmanya bubar. Badannya kan berubah akte pendir ian PT ada, kewaj iban firma lain dengan kewajiban badan yang baru. Dalam hal ini seketika sekaligus terhadap firma. Selanjutnya tadi dari fraksi
POI meman~ dibelakang banding kalau kita ikuti kemarin mesti ada
koma. Selanjutnya kita harus membaca itu harus dipilah dua. Pertama surat tagihan pajak, surat ketetapan pajak kurang bayar,
I
I i i
I < ! '~ / < 1 1
. , ·;.·! i'l:•,' , . ·~;.., , ,, , .. :· .J~. '·', •:.·i :.r. ;· ·; ·) ! i;j ;
'I I '
:! ':' .·:::·,;.:,,
•I ·l;_'·:r~>::.~, i'. ,,, ':.Jl
l i .':>:::\10.· •1.':' l::\';::·,:·;' .<!· '·1: ..
1
I·
: ·.:··.:.··
:·:'<:r::::."l:.:::?·.~::!'
sur1t ttetapan pajak
kur~n/l;!a'i~r::'iJ~;~~~h~j;:\itU
satu. Yang·~ I , 11 ~;:111 ~~ ,'·,:·J~ ~:~r·.1~ •• 1,~t1,,,i 1 , l l j1!
ked~a; [dan surat keputusan pe~~~~~l~~t;· ·~~~~~::_,~e~Ftus~n ~eberatan1 put'fsatt, banding yang menyeba~.~.~n;;J .. :·:<j~~l':~ i·;~~~P~~~:·,,~~~!l~: ~aru.s dibayar
b~rtram~ah. Jadi ka.limat yan.?i?ll\~~!-~,~~.R~~~.~WJr·:~~~i~~.!:);~.ajak yang harus
dl.b~ya1J bertambah J. tu terbat•~ ·:p~.9.,~'[.· ~~·~~~:{.i·.~-~~.#rus().n p~mbetulan I
sur at
~eputusan
keberatan dalni:;·p·~~¥~~.P·:·;.·~~~~~~~~((;;'··.i;·:iH:~adi s~tu
napas II I . ''.• ··.· .' .'0' :·•: k:·11;·>c~·t•I·"~'''''\.L''~·>·\l''" ' : .
den9a~
demikian Kalautici~~·,;<·a~.~i~~~~~~~W~~.?·~k!
yang harusdibaya~
bertambah terhadapP1J~~i~fl ,~~~#~;~~nJ~~,~~'~fMi
ketetapannya it ukan 'berkur ang. •· j adi kakau );t;ad~i' ·S~~~~'i;*~~~~~'-'~g~ya kePeratan, ata~ k~
be rat an d ipu t USkan dan'1
i
et))
~.t,':.';.s ~:k:~~::~~:~~~~,~~~,s:~n'.
pe~gur
ang an 1; I . . . ·: ::·. .:_ r. _; :>·.:: ... <,_ .; <:: .. -.:.- ... ".·: ·: ,..: : .!~:-!_\_>::.:~ :·:\·:~}··:.!:_·. ~ ... ·_:~:::~ \;:_'_::;:.;~~·:;~·::·.:/_ -·~./J'·_.···~r. :::. r; ·, '".:·_:. , ·<
bukan :tagi 100 tapi 7 5 misa'lnya~~·· ;':.·.···At·a·1A.N?t;i:~~·J\ji:.;\~:O·O:.;:::perarti sur at
i 1
1
· • • · · : ; L-:; ·· .. -·: ·-~- .:'>.~ <: .. ; ·:_: ··:_·,_:_(··:~ ... · _:-: --~----{~!-):.:~:;~r~ft:;~;;::}r ~}):f~~):.'·:~::~/:t1:~;-~-.. tJ!::~>:~ I-~----.. ·:.·~~-: .. ·· ;:>\:
keptftu~an keberatan. 1 tu tJ.da~.,:'.~e·~:V:~,P:~P~~!i;1J!~):~!\~i~~~h~:~~ak ~:~ng harus
• I j : .· ~ .... • j:_ .. ; .• _: ... : <·:· .... f;· .: :-.. . l;· :~. · ... h ·.:1--•. -.~-r~~~i':<P-:·~-F~-~!/":-_·;,:-:·J .. I ·:·:.~::~ ·: t!'·· ~!~J;':· ·:·. !, -· . ;.·~·. . \ ~ .. j •
d1.baya:ri bertambah. It tu tetap: a tau ~-l.kU~:a~~~~';':;~':~f:ii1:il(•:P1l~t~san ,:Jteberatan
! 1 :> :: \~.,: .. ·.::: k '.:::·.:f~:·:.,~::.~:.<:·:~·~,.;'/~.=i/;·?\·{+:·.yt ... : ;_.~~::,r:.y.::· ... '.:-.,·~:·">· :·.:: ·.: .
ini 1 bukan dasar penag ihan I ·
yang .
merij:~~~,·i·i,' ~(l~:~.r1:.t: pe.nag ihan SKPKB pertama i tu. j adi tinggal kalau ada'·perigl.lr:angan ·'7s·
lagi i tu masuk diatas. Orangnya keluar negeri 75 itu:d.i:t~g{h
.sekaligus. Tapi surat keputusan keberatannya tidak ada.1tu mal~h mengurangi yang pertama. Itu kira-kira penjelasannya begitu1 mengenai pertanyaan yang ditanyakan oleh fraksi POI. jadi bukan membatasi kewenangan fiskus terhadap WP ini kalau dia tidak tambah. Kewenagan tetap ada tetapi bukan berdasar putusan keberatan atau banding. Tetapi terhadap SKPKB yang dipegang oleh orang itu. Yang notabene tidak ditambah malah tetap atau malah kurang. dan ada satu lagi barangkali masalah koma ini1 kemarin itu dibelakang banding itu ada koma1 dan kalau kita perhatikan yang lama di belakang Pasal 9 juga ada koma. Jadi dikecualikan sebagaimana dari ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 yang lama komal sebaiknya yang sekarang ini juga koma. Terima kasih Pak.KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
Terima kasih Pak Abroni. Fraksi POI setelah mendengar penjelasan Pemerintah ini bagaimana.
JURU BICARA F.PDI (SETYADJI LAWI1 BA) Cukup .
. KH'rUA HAPAT (DRS. H. AWANQ J.t,AROEK .ISl'{Al<)
Dengan demikian, oh .. ada lagi'; I Sila·kan·~
. c
, ....
Terima kasih Pimpinan. Mungkin ini masalah redaksional saja tapi untuk memberi kepastian. Sebelumnya kita sepaham bahwa sebetulnya undang-undang ini dibuat di Indonesia dan untuk masyarakat dan Pemerintah Indonesia. Dan segala kegiatan usaha yang dilakukan di Indonesia. Dalam konteks ini apakah Pasal 20 hurup b ini yang disitu dikatakan kegiatan perusahaan atau kegiatan y~ng dilakukan di Indonesia, apakah kata-kata di
Indonesia itu memang perlu dicantumkan disitu. Memang bagi kami sebenarnya tidak ada masalah, bisa dicantumkan san juga bisa tidak. Tapi menurut kami akan lebih baik kalau itu itdak perlu dicantumkan kok sepertinya kita tidak yakin kalau itu dilakukan di Indonesia. Jadi apakah itu bisa dihapuskan saja. Terima kasih.
KETUA RAPAT (DRS. AWANG FAROEK ISHAK)
Terima kasih Pak Hadi Sutrisno. Ini ada pertanyaan dari Fraksi ABRI, mungkin bisa ditambahkan oleh Pemerintah.
PEMERINTAH ( DRS. ABRON! NASUTION)
Barangkali kalau kita lihat dari awal penanggung pajak menghentikan atau secara nyata kegiatan perusahaan atau pekerjaan yang. dilakukannya di Indonesia. Karena ini secara nyata yang bisa kita lihat kan yang ada disini, yang ada di negara kita ini. Kira-kira begitu Pak.
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK} Bagaimana pak Hadi.
JURU BICARA F.ABRI (HAD! SUTRISNO)
1'itdi eebenarnya teltth kami sebutkan bahwa ~H:~bondrnya kand
tidak ada · masalah tetapi kalau memang itu tidak perlu mungkin lebih ba ik t idak dicantumkan. Karena tentunya yang pasti ki ta liha t i tukan dan hanya ini berlaku untuk segala kegiatan yang dilakukan di Indonesia saja. tidak mungkin kita mencampuri .kegiatan diluar Indonesia. Itu maksud kami. Sekiranya tidak d i P e r 1 u k an ·s a y a k i r a d i s a rank an kat a d i I n done s \:~ i a i t u dihapuskan. Atau memang ada maksud atau hal-hal yang lain seandainya kata di Indonesia itu dihapus atau dicabut. Mungkin mempengaruhi maksud Pemerintah merumuskan kalimat ini. Terima kasih Pak Ketua.
12
KETUA RAPAT (DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK)
Baiklah kalau demikian Saudara-saudara sekalian, kami
dapat mengambil kesimpulan ....
JURU BICARA F.PP (DRS. JUSUF SYAKIR)
Pak Ketua. Berdasarkan penjelasan tadi, koma-koma tadi itu
keterangan yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar
bertambah itu keterangan dari surat keputusan pembetulan,
putusan keberatan dan putusan banding. Ini apakah kalimat
selurunya tidak perlu ada perobahan, kalau maksudnya ini hanya
untuk yang tiga yang diatas, yang SPP,SKPKP, SKPKBT perlu diubah
tidak. Say a khawatir timbul pertanyaan seperti yang tadi sudah
dijelaskan padahal walapunpun diberi kama, ini keteranga yang
mana juga tidak jelas, bagaimana caranya nanti supaya tidak
masalah-masalah
yangmerumitkan, kami kira memang perlu ada upaya
untuk memperbaiki redaksional
in!, cUIIlaredaksional
bagai-mana kami juga belum punya.Terima kasih.
KETUA RAPAT :
1,·.· .,· '
I \ . . , ' . ,• • ' ~I
,_·,·.•',·. ·.,'-'· ,.
Terima kasih Pak
J~aut,·. ·.· ..
1,Jadi saya kira
begi:o1,
kala~.:bQl•~·.'ta~i
saya simpulkan
dari pendapat Fraks1-fraks·1.
sebe~afrlya:
..
d.~f1
segi substans!t' ·
al tidak ada masalah,
dansaya
.meugusulkall
1111 kita selesa.!,
I kan di Timus saja, apalagi tadi dikatakan oleh FPP ada
per-masalahan
yangmenyangkut
redaksional, perlu disempurnakan.
Bagaimana
Fraksi ABRI ? •. FPDI ? • FPP ? • FKP ? • Pemerintah ? •( semua setuju )
Baik, dengan deaikian Pasal 20 termasuk ayat a, b, c,
kitaserahkan kepada Tim Perumus.
( Palu diketok satu kali )
Baiksaudara-saudara
sekalian,
Kita akan
lanjutkan ke Pasal 21, disini ada 5 ayat dan
5
ayat 1n1
menyangkutpenegasan tentang hak mendahulu taglflh
an pajak, kemudian penegasan tentang pengecualian atas hak
pendahulu, dan seterusnya. Kalau begitu saya kira kita sil!.
kan kepada Pemerintah untuk terlebih dahulu memberikan
pen-jelasan. Kami persilakan.
PEMERINTAH (DRS. IMAM SANARYO) :
Terima kasih Bapak Pimpinan,
Pasal 21 ini jumlah ayatnya yang baru dan yang lama
t~tap 5,
yangdirubah 3 ayat yaitu ayat (1),
ayat
(3) dan
ayat
(4.),
sedang ayat
(2)dan ayat (5) masih tetap seperti
semu-la.
Ayat ( 1) sesungguhnya substansinya tete.p, hanya dengan ad&J~t·" :~.
nya
pengertian
penanggung pajak·yang meliputibaik
wajib p~jak maupun
wak!lnyaserta orang
atau
badan
yangmenurut
Pa-sal 32 ikut
bertanggung
jawab renteng secara pribadi, maka
kalimatnya menjadi lebih efisien
danlebih hemat, sedang
a~tinya tetap.
.3edang
•••••••
14
Sedans
ayat
(3)disamping
adahak-hak mendahulu
yang'm!~~-1~\·~.~·:1:~\..t-, ;:~:: ,;.
lahkan hak pendahulu dar! pajak,
Semula
dalam Pasal 21 , , .1, .t·:;1I ; . :•y•t
~ , , , ' , , , , ., . : . !(3)
yang lama termasuk juga Pasal 80 dan Pasal 81
d&ri{~(Kitab
Undang-Undang HukumDagang) setelah kita
teliti'j·.·:,.:-.h·:?i·
nyata
itu adalahhak
daripada komisioner yang ternyata.;;;)::': 4::~akI'' ll!• •:f··':'
lebih dahulu daripada, jadi
preverensinya
kalah dengan>·~"~"'-·• '·,;ri . !f(l'r
tang
pajak. Sehillgga
di dalam ayat (3)yang
baru yang M:.····,··a : ' !:\.:lt~~'~·.<~~~}~lahkan hak mendahulu1 pajak hanya tiga yaitu Pasal 113,:;:,r··· .& ~ _1.:;: i-:.'
ka
1
dan
4,
Pasal 1149angka
1 dar! KitabUndang-Und~:rif:t~·;:~-kum Perdata yaitu biaya perkara yang semata-mata
d!s!b~~f kaarenasuatu
penghukuman untukmelelang
barangberger!~~i~:•-.• l;',\:l\'ii(\ii!1i
tau barang
tidakbergerak
yang 1139yang pertama,
1139..1~/t~1;.~,-~:~i~:~:? ~\4 .1. ~ :l.·
ke 4
adalah biaya yang dikeluarkan untuk menye181Datkan'.t(~(~·i:~'-. ··~. '.·~·T fi .·rang
sebelum
dilelaD&• ./''::};'·Yang
ketiga,
1149 yangpertama
adalah biaya-biayaperkara
yang
aemata-11ata
diaebabkankarena penyelesaian lelang .
danpenyelesaian warisan.
Sedangayat
(4) in! ada perubahanse-d1k1t bahwa hilangnya hak mendahului tersebut setelah
lam-pau 2 tahun termasuk juga terhadap hutang pajak
dalamsurat
keputusan pembetulan, aurat keputusan keberatan, putusan
banding. Jadi 1n1 karena ada produk baru yangkita masukkan
karena ketiga surat keputusan tersebut memuat
jumlahpajak
yang
harus dibayar, jadi dengancatatan
yang harusdibayar.
Sedangkan bag1an akhirdaripada
ayat (4) yang lamaitu kita
hilangkaD
karenasudah tercakup dalam ayat
(5).
Jadi sebe
-tulnya kalau menurut Pak
Thomas
enpice
overbodeg.
Demikianlah
penjelasan a!ngkat
mengena1
perubahan
Pa
-sal21. Terima
kasih.KETUA RAPAT :
Terima kasih
kepada
Pemerintah,Jadi jelaa, Pasal 21
1n1
yang
berubahhanya
11);(3); dan (4),
sedangkan
ayat (2) dan (5)tetap.
Kami
persilakandari Fraks1-frakai untuk menanggapi perubah
an
ini. Pertama silakan
kepadaFKP.
JURY
BikARA
FJSP(DRS, H,
A~NAWIHUSIN)-... : ' .. ~
Bapak Pimpinan clan Ibu Bapak eokalian.
'
Menanggapi Pasal 21 ayat (1)
(3),
dan
(4)
yang per~am!.tama kami ingin mengusulkan hak dahulu, istilah pendahulu
-nya. Istilah pendahulu kalau menurut kamus bahasa Indonesia
tidak ada, yang ada mendahului,
tetapimemang terdengar
is-tilah mendahulu itu di hukum adat, jadi oleh karenanya
mo-hon dapat dipertimbangkan pendahulu ditukar dengan
mendahu~lui. Itu
yangterdapat di ayat (1),_ ayat (2), ayat
(3)dan
ayat (4).
Yang kedua, hak mendahulukan
yangdimaksud dengan ayat
(3)memang masih ada hak-hak lain yang
m~mpunyaiketetapan
hukum
yangtetap, kita mengakui bahwa Pemerintah itu seba
-gal krediturfeveren
(?)memang mempunyai
kedudukansebagal
mempunyai hak
mendahuluidaripada kreditur lainnya, tetapi
di dalam ayat ini yang disebutkan Pasal
1139 angka 1dan
angka
4.
Kami menyarankan supaya tidak
usah
digunakan pasal
ini baik di dalam batang tubuh maupun di penjelasan. Kita
khawatir kalau nanti pasal-pasal hukum perdata in1 ditukar
maka ini perlu dilakukan perubahan lagi.
Kemudian juga di Pasal 4 istilah hlla.nghak mendahului 1 tu h.!
lang, rasanya istilah hilang dalam hukum itu tidak ada.
Jad1 kami menyarankan istilah hilang itu diganti dengan
ha-pus.
Inilah tiga hal
yangkami ajukan untuk sementara.
KETUA RAPAT :
Terima kasih
PakAsnawi, ada tambahan silakan
PakJu
-suf.
JURU BICARA
FKP (H.
JUSUF TALIB, SH) :Terima kasih Pimpinan,
Seperti dikemukakan rekan saya tad!, jadi lebih kong
-kritnya saran dari FKP adalah sesuai dengan jawaban Pemerin
tab
bahwa Pemerintah sependapat dengan saran Fraksi Karya
untuk menghilangkah pengutipan pasal-pasal dari Kitab Undang
Undang Hukum Perdata karena dikhawatirkan pada waktunya
n~ti
kemungkinan itu berubah, sehingga substansinya saja yang
diangkat tanpa menyebutkan pasalnya. Sehingga lengkapnya
k~mi sarankan berbunyi demikian, jadi
yanga, b, c kecuali
(
16
temadap a bia,... :perkara 1'aDC e.-t---.ta diaebabka. auatu pe~•n
untuk aelelar.ag auatu 'barang berp.rak UllJRD'l tid&\t berprak •
..,.-
l.emud!a.n
yang b bia.ya yang telah d1kelu.rkau lUltukma~el-ttan auatubarang.
Kemud.ian o biaya perkara yug s-.ta . . . ta dia'Mblam pelelanga dan
pe-l'l\Jelesai&n eu.tu varisan.
' 1 • ' , I
Jadi a, •• c 1n1 eubstanaial itu apa 7UJ.C. te~ U dalaa
paaal-pa-• ; ; ,..· I '
eal JCUH Perdata :rang ·lalai aarakan dih&pukaD tadi PD7•butu pae•lrv-a tetapi eubataui~Qra diangkat aepert1 iai. ·. ' ·,
' . ', ~· :
KeD~UdiaD. 41 dalam taababan beriku.tJQ"a, didalaa p-.Jelaaaa Paaal 21
~t·
(3) k.ut1·~
ouk:up ditv.lia .cuiap.:jelu,kareu.
pn.jelUUlini 8Udah teroakup di dalaa batug tubuh, aeperti ... , .. keaakatu ta.di
yaitu ~~a, b, c tadi. Jad1 ticlak. perlu
aaa
pencW.angaa d1 dalaa penj.! laean. Sebab i i dalam penjelasan ap.t ( 3) iD.1 au'batauiiQ'a adalab 8Ub -atansi dalam batarag tubuh yang kami aarantaa tadi, a, 'b, o. Dengaa deJa!ld.aD penjelaaa.n Pasal 21 ayat (3) itu hanya berbllD,Yi cukv.p jelas.
Demikian dan terima. kasih.
KRI'UA RAPAT :
Terima kasih Pale Jusu.f' .,dari Frakai Karya. Silalcan dari Fralcsi ABRI.
JURU :BICARA FAJ3RI (DRS • SOEriKNO) :
Ter~ kasih,
Kami sependapat· deDgan Frakai Karya yaitu y~mg pertaaa meBgeu.i kat&
mendahulu di ayat v( 1) barangkali dari ahli bahasa yang tepat yang mana, istllah itu.
XeDIUdian di dalu a.yat ( 3) kit a juga aependapat dengan Frakai Karya bah-va kita tidalt aencantUIIk:an produk undang-undang dari jama.n kolonial,
ja.-di kit.a balik, 181 di peajelasan itu ltita aa.eulcka.u di8ini, kemudian di d.alaa penjelaa&D aebai.kny& perlu dioantWIIlam aengenai pa.sal-paaal terse-but' . Mksudnya ialab aga.r para ya:ag mempelajari 1ni tabu daea:r mJku~
atau aeal ueul daripada penjelasaD atau.pw1 yang dioantwak&n dalam ayat
(3) itu. Jadi tadi eudab disebutka ada tiga aeatl&i dagan arti ataupun
iai dari paeal-pasal 1ni, lni disebutlca:a., aed8-l'lgkan d1 penjelasan diee-butkan b&hwa apa ya:og ditulie itu adalab berdasarlam paaal-paaal dari K!
tab Undang-undeng Hulalm Perd&ta ini. Saya ktra demi.ld.an dari Fralcai ABRI.
(
ICmUA RAPAT 1
TariM kaaih Pale !ikno, Silakan dari Frakai PDI.
JURU BicAlu. FPDI ( SftYADJI LAWI I B.l) '
Ter:la kaaih Pak,
Saya
••du1nmc
pikiran d.ari,'lftkan J'ratailCa.x7a,
~ inginMDgU-aulkaD. b&llva di dala batana tubuh iD1 tent&DB apa yaq ••••••• biqa -biqa dan aebagainya henclaltD7& cl1ka1tkaa deqan paaal-paaal yang dipa -kai dalam UJlda.Dc-undug perdata di penJelasannya, aehingga pada ayat (3)
itu akan dihapuakan eeJIIWl perkataaD ayat-e.yat daD pasal-paeal, aehiDgga
lnm7i bak aendahulu clan aeterw~Jl7& p1bak-pihak aebagaialna dimaksud
Ki-tab Undanc-tJDd.~mg Bllkwl Pe:r:data. Selebi.bnya keaudiaD dalaa penjelaaan aeperti
,-eng
dikebendald. relam dari J'rakai Xa17& diaaua diaebutkaa pa-ea1 aekian apa -~·· paaal 1n1 apa eaja. Den&an demild.an andaikata ter-Jadi pe:rubahaal.-pembahu kelak, .aka batang tubub itu tidalc perlu
tare-D& Hulala Perdata banra aatu
u.a,
aedangkan Y&DI kita ubala kemudianha-nya penjelaaan aaja.
K•udi&D YaDC kedua, untuk MJWl7aka kepacla. pibak Peaerintah, hak
1181lclahului itu dipertahanku abD gucur aetelah 2 tahun. Di dalaa k&IQ'.! taan apakah itu ou.kup dalaa p8Dprti8D 2 tahtaa 1111 8Udah aemadai. Jadi latar bel~ •mpert,abankan hak mendahului itu sugur setelah 2
ta-hurl ini kira-kira bapiu.Da di dalaa pmktek. Terilla kaaih.
XETUA RAPAT 1
Terima ku.1h d.ui Fratai PDI, aUaka dari J'PP.
JURU BI~P (DRS. J'OSUJ' SY.AlCIR)
a
MeaUftt UDd811C-Wldac 78DC 1 - ayat ( 3) itu aaaih dimasukk&D Pasal 80 dan Paaal 81 JCUBD. Menurui penjelaaan Peaerintah tadi d~atakall bah-va aemaaukke•~a 1ni cii dalu taha
83
7ang lalu ternyata ada keaalalwlada ketidaktepatan.
~
U1 iDgill MDAQJ8ba, apaltah audah 'be\ul-bet.ul betul atau juagan-juagan unt1 aalah lagi~ JaDC begini-be&inikan aeba~a tidak terjadi, valau
-pm aalah, kita jup. tidak tabu kalau ·itu salah, DPR jlJCG. tidalc tahu
k:a-lau itu aalah, bukt~a aaapai aetaraDc tidak seoraugpun aenyatakan itu ealab aajak tahUD
83,
pemerJntah jqa tabu bahwa itu eala.h, dan ya:og d_!! lu rancancu uncian&-undans dari P•erint&h jup.18
Jadi yang kami mohonkan aupaya in$. betul-betul haqul yakin bahwa tidak salah lag!.
Yang ltedua, istilah mendahulu. Ini karena undang-undang tahun 83
istilahnya juga hale mendahulu, jangan sampai sekarang tidak ada, keli-batannya juga tidak ada semacam keberatan, dari ahli bahasa juga keli-hatazmya belum pemah ada. Memang kalau mau direlcan hale mendahulu atau halt untult didahulukan, tetapi inikan terlalu panjang. Hak untuk
didahu-lukan, terlalu panjang, ya diaingkat· saja hak yang mendahulu. Kalau
um-pamanya tidak tepat, lama-lama kalau sering kita dengar jadi tepat juga
jadi bagws j\lga.
Jadi suatu bahasa yang memang karen& tidak pernah diucapkan JD8B78.rakat eeolah-olah asing kedenga.ralleya bagi k1ta tetapi kalau sudah diucapkan terua menerus, a.lchixnya tidalc asi.Dg lagi. Jadi saya k1ra istllah bale mendahulu ya sudablah karena undang-undang yang lama iatilahnya juga
bale aendahulu dan kelihatannya itu audah menjad.i bahasa baku ya tetap saja bahasa baku.
Yang ketiga, ietUah barang-barang milik penanggung pajak. Xalau · undang-undang yang lama ayat ( 1) itu barang-barang wajib pajak, begitu
juga atas barang-barang milik valt~a, artinya wajib pajaknya itu dis.!
butlcan, bukan banya penangguDg pajaknya.
Yamg ingin kami memperoleh kejelasan adalah apakah istilah penanggung
pajak, ltami lupa apakah di depan di ketentuan WIWil diJDasukkan atau tidak
kalau itu ada tidak maaalah, karen& yang dahulu ada wajib pajak dan
pe-nanggung pajak kan begitu, tetapi kalau di dalam ketentuan WDWI di depan
eudah dikatakan penanggung pajak itu adalah gini gini gini, sudah cukup. Itu aaja Pak Ketua,
KETUA RAPAT :
Terima kaeih Pale Jusut.
Jadi kalau demik:ian halnya, tanggapan Fraksi-!ra.ksi ada beberapa yg
perlu dijavab oleb Pemerintah, diberi penjelasan.
A.aai
persilakan kepada Pemerintah untuk memberikan penjelasan terhada.ptaDggapan dari F:ralcsi-tra.ksi. SUakan.
PEMERINTAH .~. ABRON I NASUTION) :
Terima kasih Pale,
Pertama mengenai istUah yang banyak dipertaeyaltan, yang aebenarnya
t idak dirubah dari rwauaan lama.
r
r
I
mendahului itu sudah kata kerja, tetapi kalau kata amendahulu adalah kata keadaan atau kata sifat. Jadi yang berkaitan dengan hak ini itu sifatnya bagaiamana, sifatnya mendahulu. Dan karena ini banyak dipertanyakan ada yang setuju kaiena ini kedengarannya sudah enak, abagaimanapun nanti kalau.ahli bahasa datang barangkali kita tanya.
Selanjutnya amengenai usul dari · Frak$i 'Karya nomor pasal itu tidak usah, dan juga PDI tadi nomo:rnya tidak usah, tetapi usul
ini ada beda.
, Nomor pasal tidak usah karena nanti murtgkin tidak lama lagi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata itu sendiri dirubah, dari Fraksi Karya. Dan selanjutnya itu diusulkan supaya konfirmasi jawaban Pemerintah. Diuraikan kandungan daripada atau muatan daripada Pasal 1139 angka 1 dan 4 serta Pasal 1149 angka 1 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, tadi sudah dijelaskan bahwa jawaban Pemerintah mengenai itu ada. Kalau sudah kandungannya itu dimuat,
ini dari Pemerintah ini setuju kandungannya saja sebab memang yang perlu itu.
Jadi kalau nomor pasal dan angka ini diganti dengan kandungannya pasal
kalau jadi Jadi nanti
itu sendiri, ini sudah bagus, memang itu yang dimaksud. Dan sudah muatannya dimuat di batang tubuh tentu penjelasannya jelas sekali.
nampaknya ini sesuai kalau sudah kandungannya itu dimuat, kita akan formulasikan, apa muatan atau kandungan dari nomor ke pasal yang dua itu diangkat di batang tubuh, dan kembali tadi dapat disetujui, di penjelasannya ya cukup jelas saja, karena toh muatannya sudah termuat semua disitu, dan kira-kira tadi seperti yang dibacakan itu dipilah-pilah apa saja itu yang dimuat di kedua pasal itu dalam batang tubuh.
Selanjutnya mengenai ayat (3) tadi cukup jelas, di batang tubuh sudah dijawab. Dan dalam penjelasan tidak aperlu alagi barangkali nomor pasal itu, yang perlu bagi kita kan substansinya kalau substansinya sudah diangkat, tidak usah dia menunjuk apa-apa, malah penjelasannya tidak ada lagi. Tadi juga ada usul dari Fraksi ABRI, sudah substansi diangkat setuju tetapi di penjelasan disebut lagi nomor pasal, atau dari Fraksi PDI disebut lagikitab-kitab, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata bahwa diambil substansi itu dari Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, tanpa menyebut pasal.
20
Kembali ke tadi kalau substansinya sudah jelas dan memang yang kita inginkan iut, ini nampaknya ya tidak perlu baik nomornya maupun amenyebut Ki tab Undang-Undang Hukum Perdata i tu di penjelasan, karena segala sesuatu sudah jelas substansinya.
Nanti rumusannya barangkali dengan rinci akan dirumuskan kemudian akan disampaikan.
Selanjutnya dipertanyakan bahwa waktu 2 tahun itu sudah cukup, m~ngenai ini dapat dijelaskan sebagai berikut, 2 tahun ini sudah dipandang memadai karena dalam RUU ini sangsi administrasi juga pada umumnya paling tinggi atau sebanyak-banyaknya dihitung 2 tahun kali sekian persen. Demikian juga undang-undang lama. Jadi mengenai waktu ini tidak ada perubahan. Undang-undang lama 2
tahun yang sekarang juga 2 tahun, dan dalam penerapan sangsi ame-mang maksimal 2 tahun.
Selanjutnya kata-kata hilang tadi diusulkan menjadi hapus, hak mendahulu ai tu hi lang. Ini amemang ke 1 ihatan per sis sekal i apa yang diusulkan, ini lebih cocok dengan hapus. Hak amendahulu itu hapus setelah lampau waktu 2 tahun.
Jadi Pemerintah dapat menerima usulan ini.
Selanjutnya Pasal 80, Pasal 81 KUHD itu, dalam tahun 83 itu uda scdang dulam RUU ini tidak ada, karena tadi dipandang
isti-lahnya itu kurang tepat itu dicantumkan. Memang ini sudah dipe-riksa apa isi dari Pasal 80, Pasal 81 itu seperti nampak dalam kolom 8 Persandingan. Bahwa Pasal 80 dan Pasal 81 KUHD itu isinya itu bertipa hak-hak dari komisioner yang sekarang barangkali komisioner itu sendiri keberadaannya tidak ada seperti komisioner yang ada dahulu, dan kalau kita lihat siapa sebenarnya yang mem-punyai hak mendahulu, komisionerkah atau negara, dengan sendirinya barangkali kita sepakat negaralah yang mempunyai hak mendahulu daripada seorang komisioner. Kira-kira begitu Pak. Mukunya dalam RUU ini Pasal 80 dan Pasal 81 kita usulkan hilang.
Selanjutnya, kembali mengenai hak pendahulu itu diuraikan dalam penjetasan, artinya mendahului itu, disebut terlebih dahulp mempunyai hak terlebih dahulu.
Selanjutnya mengenai istilah penanggung pajak, sebenarnya tadi sudah terjawab sendiri, di Pasal 1 itu sudah jelas penang-gung pajak termasuk wakil.
Demikian terima kasih.
KETUA RAPAT :
Baik, terima kasih kepada Pemerintah,
Mungkin dari FKP setelah mendapatkan penjelasan dari Pemerintah.
JURU BICARA FKP (H. JUSUF TALIB, SH) Terima kasih Pimpinan,
22
FRAKSI KARYA PEMBANGUNAN : H. JUSUF THALIB, SH
Terima kasih Pimpinan setelah mendengarkan penjelasan dari Pemerintah dengan tidak mengurangi nanti' ditanyakan 1 a g i, pad a a h 1 i bah as a s e t e 1 a h k am i cob a . k i t a b u k a K i t a b
Unda~g-Undarig Hukum Dagang memang terminelogi yang diapakai
ini 1itu adalah hak mendahulu, jadi bisa saya bacakan pasal
80,8.1 yang dihapus tadi mengenai komisioner disitu ada kata-kata: yang disebutkan maka sesorang komisioner mempunyai hak mendahulu dan ini juga diulang didalam pasal 81 di Kitab Undang Hukum dagang, hak mendahu 1 u, · mendahu 1 u i sega 1 a hak lainnya dan seterusnya, dan seterusnya jadi tanpa mengurangi, nanti kita tanya pada ahli bahasa kami bisa menerima penjelasan dari Pemerintah untuk tetap mempergunakan terminologi hak mendahulu.
Demikian pemimpin Rapat.
KETUA PANJA KUPT DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK
Terima kasih Pak Jusuf, silakan Fraksi ABRI.
FRAKSI ABRI DSR. SOETIKNO
Saya kira cukup jelas.
KETUA PANJA KUTP DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK
Fraksi PDI.
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA SETYADJI LAWI, BA
Pada dasarnya substansia! tidak ada problem hanya
masalahnya begini kita ini akan membuat suatu ketentuan tersendiri apakah kita ini ingin menganalogkan dengan Undang-Undang yang sudah ada hak mendahulu dari negara ini melebihi dari segala-galanya dengan pengertian mendahului dari yang 1 a in . . . .
lain itu ditetapkan didalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, andaikan ki ta akan membuat sendiri hak mendahului itu melebihi dari yang lain ini bisa saja kenyataannya hukum dagang juga membuat kita akan membuat saya sependapat dengan itu hingga kalimat nanti akan diputuskan lebih baik hanya kita harus menjelaskan hak mendahulu yang ingin kita lakukan apa saja kalau didalam batang tubuh kemudian diurai biaya perkara itu biaya perkara yang bagaimana, biaya lelang itu bagaiman biaya pemindahan untuk keselamatan barang itu bagaimana, kalau itu dimuat didalam batang tubuh apakah itu tidak merupakan suatu pasal atau ayat yang begitu panjang sedangkan biasanya didalam batang tubuh itu diambil substansinya, kemudian uraiannya berada di dalam penjelasan saya ambi lkan contoh didalam penjelasan i tu sendiri, kalau didalam batang tubuh akan disebutkan hak mendahului adalah biaya perkara yang semata-mata disebabkan karena suatu penghukuman untuk melelang atau barang bergerak maupun tak begerak, biaya ini dibayar dari pendapatan wah ini jelas . . . batang tubuh berisi hal semacam itu jadi saya pikir kalau kita ingin membuat sendiri ya sebaiknya diserahkan ke Timus supaya batang tubuhnya itu sunstansial
terpenuhi lalu'diurai didalam penjelasan begitu Pak. Terima kasih.
KETUA PANJA KUPT DRS.H. AWANO FAROEK ISHAK
Terima kasih dari FPP.
FRAKSI PERSATUAN PEMBANGUNAN DSR. JUSUF SYAKIR
Cukup pak.
KETUA PANJA KUPT : DRS. H. AWANO FAROEK ISHAK
Baik Saudara~saudara sekalian jadi kalau saya simpulkan dari segi substansial sebenarnya semua Fraksi bisa menerima ini tinggal tadi ada beberapa hal, tinggal tadi ada beberapa hal yang terutama terakhir dari Fraksi PDI mungkin kita serahkan pada Timus saj untuk menyempurnakan termasuk tentang
katu-kata mendahului tadi, kita dengarkan bagaimana tentu pendapat ...•
?.4
pendapat dari pada ahli bahasa tentang hal itu dimana kita
r--
harapkan pada rapat-rapat Timus ahl i bahasa yang kemarin ki ta minta untuk dihadirkan dapat hadir, jadi dengan demikian Saudara-Saudara sekalian ini kita serahkan kepada Timus untuk menyempurnakan bagaimana setuju saudara-saudara.r
Ketua mengetuk Palu 1 X
Baik selanjutnya beranjak ke pasal 22, pasal 22 itu ada dua ayat dan terdiri dari suatu perubahan materi yang satunya adalah ketentuan baru untuk ini kami mohonkan penjelasan terlebih dahulu dari Pemerintah.
INTERUPSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA SETYADJI LAWI, BA
Maaf Saudara Pimpinan, jadi kami ada catatan untuk yang ayat (5) hanya karena tetap jadi kami tidak menyampaikan saat sekarang ini, jadi masih dibicarakan sampai ayat (4) Pak, kalau masuk ke ayat (5) kami ada catatan-catatan dan tak ada pada kesepakatan ki ta, karena ini masalah tetap maka kami, pertanyaan-pertanyaannya dan sebagainya akan kami mintakan nanti setelah semua yang dimintakan perubahan selesai.
Terima kasih.
KETUA PANJA KUPT DRS. H. AWANG FAROEK ISHAK
Kita catat itu, silakan dari Pemerintah untuk memberikan penjelasan terlebih dahulu.
PEMERINTAH DRS. IMAM SUNARYO
Terima kasih Bapak Pimpinan Rapat Pasal 22 ini mula-mula tidak ada ayatnya sekarang menjadi dua ayat ini dalam bentuk fisiknya yang diatur disini adalah mengenai daluwarsa daripada penagihan yang dulu lima tahun sekarang menjadi sepuluh tahun disesuikan dengan daluwarsa penetapan jadi ada dua macam daluwarsa, daluwarsa penetapan disini daluwarsa daripada penagihannya, kemudian ayat (2) itu sebetulnya merupakan ketentuan baru tapi juga tidak betul-betul baru karena yang huruf a dan b kita ambil daripada penjelasan
Undang-Undang No.6 Tahun 1983 kita angkat ke pada batang -- tubuh dan yang c i tu sebetulnya dari bagian akhir daripada pasal 22 yang lama dan keseluruhan dari ayat (2) itu adalah berisi kapan .daluwarsa yang sepuluh tahun tadi dapat dicegah stanting... kalau bahasa jawanya, jadi dalam hal tiga itu a,b itu sebetulnya tadinya ada dalam penjelasan dan c
tadinya pada bagian akhir daripada pasal 22 yang lama kiranya inilah pengantar cukup.
Terima kasih Pimpinan.
KETUA PANJA'KUPT DRS.H. AWANO FAROEK ISHAK
Baik terima kasih kepada Pemerintah, kami persilakan pada FPDI.
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA SETYADJI LAWI, BA
Jadi mesti ~da persepsi yang sama bahwa pada hakekatnya dengan sistim self asament itu tidak ada daluwarsa pada dasarnya itu sehingga membicarakan tentang sesuatu waktu dalam pengertian ini apa sepuluh tahun, apa lima tahun itu hanya sekedar sebagai satu t indakan tehnis untuk t idak menyulitkan semua pihak baik Piskus maupun baik kepada wajib pajak, kalau selama itu harus menyirnpan semua dokumen barangkali ini sudah sangat-sangat tidak manusiawi rumahnya nanti dia tidur didipan kecil, kemudian ruangan yang lain isinya buku nah oleh karena itu dengan dibatasi sepuluh tahun kelihatannya itu sepertiga dari ketentuan penyimpanan arsip kami sependapat bahwa itu sepuluh tahun dengan pertimbangan bahwa karena kemungkinan lebih dari itu sudah bagaimana mencari dokumennya bagaimana kita sendiri dirumah kalau naskah-naskah s idang dan sebagainya i tu men car i tahun yang
1991 mungkin sudah sungkan, malas begitu ya pak, ini apa lagi
sepuluh tahun, oleh karena itu karena batas waktu ini akan ada kaittannya dengan gugurnya apa penyidikan, gugurnya penelitian dan sebagainya maka kami sepakat dengan sepuluh tahun.
Terima kasih.
KETUA PANJA KUPT FPP silakan.
26
DRS.H. AWANO FAROEK ISHAK
FRAKSI PERSATUAN PEMBANGUNAN : DRS. JUSUF SYAKIR
Yang pertama maengenai masalah lima tahun menjadi sepeuluh tahun saya kira itu terkait dengan pending yang lain jadi nanti kita bicarakan menjadi satu kesatuan karena ini toh tidak bisa berdiri sendiri-sendiri karena juga ada kaittannya. dengan penindakan terhadap pidana pajak itu menurut Undang-Undang yang lama sepuluh tahun tapi RUU nya tidak juga merubah tetap sepuluh tahun, jadi saya kira satu kcsatunn yang perlu di rernbug ini yang pertama. yanR kedua yang ayat (2) kalau kita baca penjelasan pasal 22 ayat (2) b dihalaman dua buku putih itu daluwarsa penagihan pajak dapat melampaui sepuluh tahun masalah waktu apabila disini kata-katanya tercegah, apabila a begitu, lalu b wajib pajak menyatakan pengakuan tukang pajak dengan cara waj ib pajak mengajukan permohonan angsuran atau penundaan pembayaran hutang pajak sebelum jatuh tempo pembayaran dalam hal seperti itu daluawarsa penagihan itu sejak tanggal permohonan angsuran yan·g diterima Direktur Jenderal pajak, jadi ini penjelasan dari istilah pengakuan hutang baik secara langsung maupun tidak langsung terjemahaannya artinya disana termasuk didalamnya permohonan untuk rnenunda pembayaran, jadi bagi WP
yang telah mengajukan permohonan u~tuk menunda pembayaran itu tidak terkena daluwarsa sepuluh tahun menurut penjelasan itu
diterj~maahkan breakdoning dari istilah pengakuan hutang
pajak dari Wajib Pajak baik langsung maupun tidak langsung, ka1au interpretasi kami ini benar apakah tidak lebih baik tercegahnya itu ditambah a,b,c,d yaitu bagi wajib pajak yang mengajukan permohonan penundaan pembayaran dan dikabulkan oleh Dirjen Pajak, jadi breakdoning lebih langsung, lebih lanjut daripada yang b itu dimasukkan didalam diktum supaya jelas saja, jadi mengangkat penjelasan ini dimasukkan dalam diktum supaya orang membaca sekaligus menjadi lebih jelas, ini yang kami usulkan kalau memang persepsi yang kami sampaikan itu betul dari segi penjelasan yan<~ disampaikan oleh pihak Pemerintah ini halaman 32 buku p . . n itu saja Pak
Ketua.
KETUA PANJA KUPT DRS.H. AWANG FAROEK ISHAK
Silakan Fraksi ABRI.
FRAKSI ABRI K A R S 0 N 0
Terima kasih Pimpinan, mengenai daluwarsa khususnya pada ayat (2) kami sebetulnya belum jelas, karenaayat (2) disebutkan daluwarsa penagihan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercegah apabila diterbitkan surat teguran dan surat paksa, kemudia b ada pengakuan hutang pajak dari wajib pajak baik langsung maupun tidak langsung, kami ingin mengetahui apakah setelah ada surat teguran dan surat paksa itu berapa lama masih bisa perpanjang, apakah dari surat teguran tersebut masih sepuluh tahun lagi atau bagaimana, atau ada batas waktunya karena kalau dipenjelasan dikatakan
lebih dari sepuluh tahun, tetapi andaikata seseorang wajib pajak sudah sembilan tahun misalnya kemudian dapat surat teguran dan surat paksa pada tahun 9, apakah surat daluwarsa ini bisa sampai tahun ke 19 atau bagaimana itu kami masih belum jelas, kami mohon dapat penjelasan demikian pula kalau misalnya ada pengakuan hutang dari wajib pajak langsung maupun tidak langsung waktunya kira-kira bagaimana karena nanti kalau persepsi kami ini seperti itu kira-kira pada waktunya minta saja supaya mundur dan lain sebagainya meskipun itu merugikan bagi wajib pajak, kami mohon
penjelasan mengenai maksud ayat (2). Terima kasih.
KETUA PANJA KUPT DRS, H AWANO FAROEK ISHAK
Silakan Pak Soetikno.
FRAKSI ABRI DRS. SOETINO
Sedikit saja Pak Ketua, jadi didalam ayat (2) ini saya bacakan daluwarsa penagihan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercegah apabila titik dua (:) nah ini saya memang waktu membaca disini menafsirkan karena ada kata tercegah, tercegah itu punya arti tidak jadi begitu, setelah saya
?8
membaca penjelasan baru mengetahui bahwa bukan tidak jadi tapi melampaui, untuk supaya lebih jelasnya barangkali kata tercegah itu diganti disesuaikan dengan penjelasan ini, daluarsa penagihan dapat melampaui sepu.luh tahun jadi lebih
j e 1 as i t u dar i pad a k a t a t e
r
c e g a h ka
r·e 'riaa
r t i t er c e g a h i t u berart i enggak jadi , saya kira begi t\l:,t~mb~ha·n.
. . . ~~-•, : .li : . :'" 1 t '·. '
Te r i rna kas i h. ;~ .. ~ · ·
.-:::·x~:~ . ;-.-::;->·:· ·· .:·.·
KETUA PANJA KUPT : DRS.H.AWANG. f'ARO~K>X;sHAJC·
·
Terima kasih Pak tikno, Pembangunan.
' ~
.
FRAKSI KARYA PEMBANGUNAN : HUSNI :··THAMRl.N
Karya
Terima kasih, Fraksi Karya Pembangunan pada pasal 22 ini untuk ayat pertama karena masalah daluarsanya masih pending, kami mclihat pada ayat (2) sebagaimana juga yang dikemukakan oleh Fraksi ABRI bahwa daluarsa penagihan pajak sebagaimana dimaksud ayat (1) tercegah apa~ila ini tercegah, ini kata perkataan ter itu kami .juga ingin merubah ini nanti ahli bahasanya bagaimana karena ini dengan tercegah tiga alasan dibawah ini juga bagaimana, kami secara konkrit umpanya entah bagaimana ahli bahasa nanti juga perlu dipertimbangkan tercegah ini saran kami diganti dengan tidak diberlakukan, jadi kami konkritnya daluarsa kepentingan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak diberlakukan apabila itu. bunyinya, kemudian pada sub huruf a diterbitkan surat teguran jadi hurup o bulat itu ya, itu yang benar itu yang mana apakah surat teguran o pecah ini yang mana yang benar Pak, enggak terserah apakah perlu didatangkan ahli bahasa, cuma untuk lebih, kalau kita daripada ayat (2) itu tegoran sama tercegah, demikian pak usul kami •
Terima kasih.
KETUA PANJA KUPT DRS. H. AWANO FAROEK ISHAK
Terima kasih Pak Husn, jadi kami persilakan kepada Pemerintah, jadi banyak pertanyaan tadi dari FPP, FPDI kemudian juga dari F ABRI dan FKP, kami persilakan untuk memberikan jawabannya. ·
PEMERINTAH DRS. ABRONY NASUTION
Terima kasih pak, pertama mengenai daluarsa sepuluh tahun tadi ada yang setuju dari FPFI ya terima kasih, namun ada juga dari Fraksi PP mengusulkan akan dibicarakan menyeluruh karena ada kaittan dengan yang lain, nanti ini mungkin di Timus terserah pada sidang ini. Selanjutnya bunyi ayat (2) permohonan angsuran itu sebenarnya tercangkup disini itu merupakan pengakuan hutang pajak, jadi kalau ada hutang pajak sejumlah seratus Wajib Pajak, kemudian minta supaya itu diangsur dan permohonan ini diajukan sesuai ketentuan sebelum j at uh tempo dengan send i r i nya in i me rupakan pengakuan dar i yang bersangkutan bahwa hutangnya itu ada sejumlah seratus cuma ingin diangsur jadi dia tercakup di pengakuan hutang dem i k ian juga pe rmohonan penundaan, j ad i ke be r ada an hut ang itu yang bersangkutan sebenarnya hakekatnya mengakui cuma ya di tunda dulu atau ini diangsur dulu pembayarannya jadi hanya masalah pelunasan saja dengan demikian hakekatnya i tu dua-duanya apakah itu permohonan angsuran atau permohonan penundaan itu adalah pengakuan hutang dari wajib pajak, jadi dengan dcmikian kalau ada usul tadi dari Fraksi PP, yang mengusu I kan supaya pe rmohonan angsuran it u dan d it ambahkan permohonan itu dikabulkan oleh Direktorat jenderal pajak barangkali kurang mengena sebab tadi keberadaan pengakuannya de ngan adanya pe rmohonan maka ada pengakuan t e r 1 e pas dar i permohonan itu disetujui atau di tolak namun pengakuannya itu sudah ada,· jadi kalau ada permohonan penundaan atau ada permohonan angsuran pengakuannya sudah ada itu daluarsa tercegah kalau menurut istilah ini sepuluh tahun sejak
permohon~n itu diajukan demikian juga kalau ada surat te&uran
dan surat paksa ini menjadi satu kesatuan sebab itu rangkaian itu tercegah daluarsa itu sepuluh tahun sejak surat tegoran dan surat paksa itu, jadi bergeser dia sepuluh tahunnya itu kebelakang. Selanjutnya bergesernya itu berapa tahun, bergesernya itu sepuluh tahun sejak itu, ya namanya bergeser
sepuluh tahun
sejakitu.
mengenai art i tercegah ada yang mengusulkan i tL iigant i,
sebenarnya kalau kita melihat asal katanya ini asal katanya cegah dengan demikian tercegah itu dapat mencegah atau menjadi cegah dengan adanya surat tegoran, surat paksa, pengakuan . • . . . ••••
30
pengakuan hutang dan sebagainya ini, itu sebenarnya maksudnya namun karena tadi usul, ya sekalian nanti ke ahli bahasa bvarangkali ya, bisa saja bagus saja sehingga kita mantap dalam hal ini demikian juga tegoran kah atau teguran kalau kita ini barangkali contohkan ada kata tegur sapa bukan tegor sapa, jadi kalau tegur sapa nampaknya yang benar itu teguran bukan tegoran barangkali dalam bahasa sehari-hari khusunya di jawa ini tegor, tapi kalau tegur sapa belum pernah kita dengar enggak ada ya jadi demikian barangkali sekedar jawaban.
Terima kasih pak.
KETUA PANJA KUPT : DRS.H. AWANO FAROEK ISHAK
Terima kasih, tapi kalau di kalsel itu ada Pak, perbedaan u dan o ada bedanya,baik bapak-bapak sekalian dari penjelasan Pemerintah dapat kami simpulkan, ada beberapa hal yang saya kira kesamaan-kesamaan dari pendapat Fraksi-Frkasi tadi dan tadi juga oleh Bapak Jusuf Syakir sudah ditanggapi, memang pasal 22 ini juga banyak terkait dengan pasal-pasal lain yang kita pending, memang ada jadi satu kesatuan dengan beberapa hal yang termasuk misalnya masalah daluarsa lima samapai sepuluh tahun itu walu begitu supay konsisten dengan keputusan sebelumnya ini kita pending, kita serahkan dengan Timus tidak di pending sebab yang lain itu juga disertahkan ke Timus. Setuju Saudara-saudara
INTERUPSI FRAKSI PERSATUAN PEMBANGUNAN SYAKIR
DRS, JUSUF yang ke Timus yang mana Pak, termasuk sepuluh tahun, kalau sepuluh atau lima tahun itu saya kira pending.
INTERUPSI PEMERINTAH : DRS. ABRONY NASUTION
Mohon Pak Ketua ada sedikit Pak, mengenai redaksi barangkali supaya konsisten juga penyebutan bunga denda dan sebagainya barangkali Timus akan lebih cepat kalau dibenahi misalnya 'begini ha~ untuk melakukan penagihan pajak termasuk sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikkan serta biaya penagihan, saya kira begitu dan selanjutnya sehingga konsisten dengan redaksi yang sebelumny~.
Terima kasih.
•
r
KETUA PANJA KUPT DRS.R. AWANG FAROEK ISHAK
Baik itu termasuk yang nanti kita serahkan kepada Timus untuk disempurn~kan redaksionalnya. baik saudara-saudara sekalian jadi untuk pasal 22 ini yang m~nyangkut redaksional
i tu ki ta serahkan kepada Timus khususnya mengenai mas a daluarsa lima sampai sepuluh tahun itu kita pending, bisa disetujui saudara-saudara sekalian. Baik selanjutnya kita
beranjak ke pasal 23, Saudara-saudara sekalian kami ingin
mengingatkan kita semua terhadap jawaban Pemerintah pada
tanggal 23 September yang lalu khusus untuk pasal 23 a, 2Jb,23c ini Peemrintah setuju dan telah menyepakati untuk dicabut. Enggak begini Pasal 23 a,23b,23c itu dicabut dengan diganti dengan tiga ayat, jadi kalau, kami persilakan
bRpak-bapak sekalian, bisa melihat dari jawaban Pemerintah disitu
ada usulan baru khusus untuk pasal 23 ini. dan kami persilakan kepada Pemerintah untuk memberikan penjelasan
t e r 1 e b i h d a h u 1 u tent an g us u 1 bar u yang d ius u 1 k an , k ami persilakan.
PEMERINTAH DRS. ABRONY NASUTION
•
32
KETUA (DRS. AWANG FAROEK) : Kalau ada silahkan dibagi.
PEMERINTAH (DRS.
IMAM
SUNARYQ)Ada baiknya saya bacakan juga teks daripada jawaban Bapak Menteri Keuangan, mengenai permasalahan yang disampaikan FABRI dan FPP tentang usul pencabutan ketentuan UU Nomor 19 Tahun 1959 dari Pasal 23, Pasal 23 a, Pasal 23 b, dan Pasal 23 c. Kemarin telah kami beritahukan penegasan bahwa kami tidak keberatan pada usul ini. RUU ini yang telah kami tanggapi secara langsung dapat ditambahkan rumusan baru Pasal 23 diusulkan sebagai berikut yang bapak-bapak telah terima teksnya. Ini semuanya tadinya adalah keinginan daripada Pemerintah untuk memasukkan ketentuan-ketentuan yang perlu daripada UU Nomor 19, walaupun UU Nomor 19 sendiri masih ada~ ini tadinya hanya demikian. Jadi ada didalam
uu
maupun tidak sebetulnya masih ada materinya maksudnya tadi supaya lebih jelas.Kemudian dalam rumusan baru Pasal 23 yang terdiri dari
3 ayat, ini juga barangkali ringkasan daripada semua yang panting daripada pasal yang keempat tadi, yang dalam ayatnya banyak. Jadi saya bacakan rumusannya yang dari Pemerintah, usul rumusa, Pasal 23 diusulkan diubah menjadi sebagai barikut :
- Ayat
(1)
Jumlah pajak yang terhutang berdasarkan surat tagihan pajak, surat ketetapan pajak kurang bayar, surat ketetapan pajak kurang bayar tambahan dan surat keputusan pembetulan, surat keputusan keberatan, utusan banding yang menyebabkan jumlah pajak yang harus dibayar bertambah yang tidak dibayar.penanggung pajak pada waktunya dapat ditagih dengan surat paksa.- Ayat
(2)
Sanggahan dan atau gugatan penanggung pajak terhadap pelaksanaan surat paksa, sita atau lelang hanya dapat diajukan.kepada badan peradilan pajak.- Ayat (3) Pelaksanaan penagihan pajak .dengan sur at paksa berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Itulah saya rasa tidak perlu penjelasan, karena ini juga sudah jelas. Terima kasih.
r
Peradilan Pajak yang dibahas bersarna antara Pemerintah dengan DPR, makin cepat makin baik sehingga para pencari keadilan dibidang pajak akan mendapatkan kepasat~an hukum, itu yang pertama.
Yang kedua, kata-kata hanya di dalam ayat (2) bisa diartikan oleh FKP, bahwa sebelum badan peradilan khusus dibidang perpajakan yang merujuk atau rnengacu pada Pasal 13 UU 14 Tahun 1970 itu ada nantinya dengan UU rnaka sementara menunggu itu harus ada jaminan bagi wajib pajak dalam melakukan upaya mencari keadilan. Nah saya berarti kita merujuk nantinya kepada Peratuarn Perundang-undangan
•
yang sudah ada dulu, yang selama ini sudah berjalan. Itu yang pertarna .
•
Yang kedua dengan ayat (2) ini, kami menapsirkan kalau itu benar supaya tidak terjadi penggugatan ulang di dua badan peradilan yang dilakukan oleh wajib pajak sehingga misalnya katakanlah kalau bisa saya sebutkan yang lama itu Majelis Pertimbangan Pajak dan juga mengajukan ke PPUN dengan mempergunakan dalih penjelasan Pasal 48 uu Nomor 5 Tahun 1986 yang menempatakan, maaf didalam penjelasan Pasal 48 UU Nomor 5 Tahun 1986 itu Hajelis Pertimbangan Pajak itu
•
sebagai Badan Tcfta Usaha Negara, jadi posisinya disamakan dengan Badan Pertimbangan Kepegawaian dan sebagainya. Kalau itu yang dipakai maka aka_n terjadi satu proses pengadilan ganda, dalam arti bahwa putusan dari MPP digugat lagi pada suatu Badan Peradilan lain dan itu jangga~ dan itu saya kira tidak dimungkinkan kecuali dalam jenjang vertikal. Itu pengertian kami terhadap ayat (2) dari Pasal 23 yang diajukan.
Kemudian yang ketiga, pelakasanaan penagihan pajak dengan surat paksa pedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, kami sependapat dengan pengertian demikian, surat paksa itu sementara ini ada di dalam uu No.19 Tahun 1959 yaitu surat penagihan pajak negara dengan surat paksa. Sementera 19 Tahun 1959 ini beluin diganti ia posisi tetap masih sebagai hukum positip, jadi masih berlaku. Hanya didalam pengantar musyawarah pemandangan umum dan pengantar_ musyawarah dan Pemerintah sudah menjawab agar secara langsung pada waktu itu Menteri Keuangan ada kesepak\tan pad waktunya UU yang menyangkut peradilan pajak ini yang awalnya