BU
PATI PONTIANAT(
PERATTJRAN BTJPATIPONTIANAK
NoMoR
BrasrrN
zoozTENTANG
PE,MBENTUKAN, SUSUNAN ORGANISASI
DAN TATA
KERJA
BALAI PENYULUHAN
PERTANIAN SEBAGAI
UNIT
PELAKSANA TEKNIS
DINAS PERTANIAN
DAN
PETERNAKAN
BUPATI PONTIANAK.
Menimbang
:
a.
bahwa
dalam
rangka
meningkatkan pelayanan
dibidang Pertanian kepada masyarakat dan sebagai tindak lanjut Pasal 23ayat
(l)
PeraturanDaerah
Kabupaten PontianakNomor
02Tahun 2005
tentang
Pembentukandan
Susunan OrganisasiPerangkat Daerah Kabupaten Pontianak,
maka pada
DinasPertanian
dan
Peternakanperlu dibentuk
Balai
Penyuluhan Pertanian sebagaiUnit
Pelaksana Teknis Dinas;b. bahwa
untuk
maksud
sebagaimanahuruf
a di
atas
perluditetapkan
dengan
Peraturan
Bupati
Pontianak
tentangPembentukan, Susunan
Organisasi
dan Tata Kerja
Balai Penyuluhan Pertanian;Mengingat
:
1.Undang-Undang
Nomor
27
Tahun
1959 tentang
PenetapanUndang-Undang
Darurat
Nomor
3
Tahun
1953
tentang PembentukanDaerah
Tingkat
II
di
Kalimantan
(LembaranNegara
Tahun
1953
Nomor
9)
sebagai
Undang-Undang(Lembaran Negara
Tahun
1959
Nomor
72,
Tambahan Lembaran NegaraNomor
1820);2.
Undang-UndangNomor
8
Tahun
1974 tentang Pokok-pokokKepegawaian (Lembaran
Negara
Tahun
1974
Nomor
55, Tambahan Lembaran NegaraNomor-3041)
sebagaimana telahdiubah
dengan
Undang-Undang
Nomor
43
Tahun
1999(Lembaran Negara
Tahun
1999
Nomor
169,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3890);3. Undang-Undang
Nomor
17 Tahun 2003
tentang
Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003Nomor 48,
Tambahan Lembaran NegaraNomor
4287);4.
Undang-Undang
Nomor I
Tahun
2004
tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004Nomor
5, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355);
5.
Undang-Undang
Nomor 10
Tahun
2004
tentangPembentukan Peraturan
Perundang-undangan
(Lembaran NegaraTahun 2004
Nomor
53,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389):6.
Undang-UndangNomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004Nomor
125, TambahanLembaran
Negara
Nomor
4437)
sebagaimanatelah
diubahdengan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-UndangNomor 3
Tahun 2005(
Lembaran Negara Tahun 2005 Nomorditetapkan dengan
Undang-UndangNomor
8
Tahun
2005(Lembaran Negara
Tahun 2005
Nomor
108,
Tambahan Lembaran NegaraNomor
4548):Undang-Undang
Nomor 33
Tahun
2004
tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusatdan
Daerah(Lembaran Negara
Tahun 2004
Nomor
126,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438);Peraturan Pemerintah
Nomor
08
Tahun
2003 tentangPedoman Organisasi Perangkat
Daerah
(Lembaran
NegaraTahun
2003Nomor
14. Tambahan Lembaran Nesara Nomor 4262\:Peraturan
Daerah
Nomor
02
Tahun
2005
tentangPembentukan
dan
Susunan Organisasi Perangkat
Daerah Kabupaten Pontianak (Lembaran DaerahTahun 2005 Nomor
02 Seri D Nomor 01).
MITMUTUSKAN:
MCNCtApKan
:
PERATURAN
BUPATI
TENTANG
PEMBENTUKAN.
SUSUNANORGANISASI
DAN TATA
KERJA
BALAI
PENYULUH
PERTANIAN
SEBAGAI
LINIT
PELAKSANA
TEKNIS DINAS
PERTANIAN
DAN
PETERNAKAN.
BABI
.KETENTUAN UMUM
Pasal IDalam Peraturan
ini
yang dimaksud dengan :a.
Daerah adalah Kabupaten Pontianak;b.
PemerintahDaerah, adalah
Bupati dan
PerangkatDaerah
sebagai penyelenggara unsur Pemerintahan Daerah;c.
Bupati adalah Bupati Pontianak;d.
Dinas
Pertanian
dan
Peternakan,adalah
Dinas
Pertanian
dan
Peternakan Kabupaten Pontianak:e.
Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pontianak;f.
Unit
Pelaksana Teknis Dinas(UPTD)
adalah Unsur Pelaksana Operasional Dinas Pertanian dan Peternakan;g.
Balai
PenyuluhanPertanian
(BPP)
adalah
Unit
PelaksanaTeknis Dinas
Pertanian dan Peternakan;Kepala Balai Penyuluhan Pertanian adalah Kepala Balai Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pontianak:
Kelompok Jabatan F-ungsional adalah sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional pada Dinas Pertanian dan Peternakan;
Perlanian adalah mencakup tanaman pangan,
holtikultura
dan peternakan;Pelaku utama kegiatan pertanian adalah
masyarakatdi
dalam dan
di
sekitar
kawasan pertanian beserta keluarga intinya;l.
Pelaku
usaha adalah peroranganwarga
negara Indonesiaatau korporasi
yang
dibentuk menurut hukum Indonesia yang mengelola usaha pertanian;m.
Penyuluh PegawaiNegeri Sipil
adalah PegawaiNegeri
Sipil
yang diberi
tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwenang pada satuan organisasilingkup pertanian untuk melakukan kegiatan penyuluhan;
ll.
Penyuluh swadaya adalah pelaku utama yang berhasil dalam usahanya dan warga masyarakatlainnya yang dengan kesadarannya sendiri mau dan mampu menjadi penyuluh;
o.
Penyuluh swasta adalahpenyuluh yang
berasaldari
dunia
usaha dan/atau lembaga yang mempunyai kompetensi dalam bidang penyuluhan.1 8. 9. h. J. k.
BAB
II
PEMBENTUKAN
Pasal 2
Dengan Peraturan
ini
dibentuk
Balai
Penyuluhan PertanianDinas
Pertaniandan
PetemakanKabupaten
Pontianak.
.BAB
III
KEDUDUKAN,
TUGAS POKOK
DAN
FUNGSI Pasal 3(l)
Balai
Penyuluhan
Pertanian
adalah
unsur
pelaksanaoperasional
Dinas
Pertanian
danPeternakan.
(2) Balai
Penyuluhan Pertaniandipimpin
oleh seorang KepalaBalai
Penyuluhan Pertanian yang beradadi
bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan dansecara operasional dikoordinasikan oleh Camat.
Pasal 4
Tugas Pokok
Balai
Penyuluhan Pertanian adalah melaksanakan sebagian tugas Dinas Pertanian dan Peternakan di bidang penyuluhan pertanian.Pasal 5
Untuk
melaksanakan
tugas
dimaksud
pada
Pasal
4,
Balai
Penyuluhan
Pertanian menyelenggarakan fungsi :a.
Penyusunan program penyuluhan pertanian pada tingkat Kecamatan;b.
Penyusunan rencanaprogram intensifikasi
di
bidang
tanaman pangan,holtikultura
dan peternakan;c.
Pelaksanaan kegiatan intensifikasidi
bidang tanaman pangan,holtikultura
dan peternakan;d.
Pelaksanaan penyuluhan pertanian;e.
Pelaksanaan pelayanandi
bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner;f.
Penyediaan dan penyebaran informasi teknologi, sarana produksi, pembiayaan dan pasar;g.
Pelaksanaanfasilitasi
pengembangan kelembagaan dan kemitraan pelaku utama dan pelakuusaha;
h.
Pelaksanaanfasilitasi
peningkatan
kapasitaspenyuluh
Pegawai
Negeri
Sipil,
penyuluh swadaya dan penyuluh swasta;i.
Pelaksanaan proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha;j.
Penyampaianlaporan
kegiatan,
potensi dan produksi
serta
masalah-masalahdi
bidang tanaman pangan,holtikultura
dan peternakan;k.
Pengelolaan Ketatausahaandi
lingkungan Balai Penyuluhan pertanian;l.
Pelaksanaan tugas lain yang diberikan. oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya;BAB IV
SUSUNAN ORGANISASI
Pasal 6
Susunan Organisasi Balai Penyuluhan Pertanian
terdiri dari
:a.
Kepala; danb.
Kelompok Jabatan Fungsional.Pasal 7
Kepala
Balai
Penyuluhan Pertanian sebagaimana dimaksud Pasal6
huruf
a
mempunyai tugaspokok memimpin
Balai
Penyuluhan Pertanian dalam menyelenggarakan urusan ketatausahaan,pelaksanaan
dan
pengawasan
bidang
Penyuluhan Pertanian
meliputi
tanaman. pangan,Pasal 8
Kelompok
Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal6 huruf
b
mempunyai tugaspokok
melaksanakan sebagian kegiatanBalai
Penyuluhan Pertanian secaraprofesional
sesuaikebutuhan.
Pasal 9
(1)
Kelompok Jabatan Fungsionalterdiri
atas Penyuluh Pertanian Terampil, Penyuluh PertanianAhli
dan
JabatanFungsional
lainnya
berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.(2)
Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat(1)
dipimpin
oleh seorang tenaga fungsional senior yangditunjuk
oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian.(3)
Kelompok
Jabatan Fungsional dalam melaksanakan tugasnya bertanggungjawab
Kepada Kepala Balai Penyuluhan Pertanian.(4)
Jumlah jabatan fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 6huruf
b
disesuaikan dengan kebutuhan dan beban kerja.(5)
Jenis danjenjang jabatan fungsional
sebagaimana dimaksud padaayat
(1)
berdasarkan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.(6)
Pembinaan terhadap tenaga fungsional dilaksanakan sesuai Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.Pasal 1 0
Bagan Susunan Organisasi
Balai
PenyuluhanPertanian
sebagaimana tercantum dalam lampiran dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan ini.BAI]
V
WII-AYAH
KERJAPasal 1 I
Balai Penyuluhan Pertanian berkedudukan dan wilayah kerjanya sebagai berikut :
a.
Balai Penyuluhan Pertanian MempawahHilir
berkedudukandi
Mempawah dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan MempawahHilir
dan MempawahTimur;
b.
Balai Penyuluhan Pertanian SungaiKunyit
berkedudukandi
SungaiKunyit
dengan wilayah kerjahyameliputi
Kecamatan SungaiKunyit;
c.
Balai Penyuluhan Pertanian Sungai Pinyuh berkedudukandi
Sungai Pinyuh dengap wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Sungai Pinyuh;d.
Balai Penyuluhan Pertanian Toho berkedudukan di Kecamatan Toho dan Sadaniang;Toho dengan wilayah kerjanya
meliputi
e.
Balai
Penyuluhan Pertanian Siantan berkedudukandi
Jungkat denganwilayah
kerjanyameliputi
Kecamatan Siantan;f.
Balai
Penyuluhan Pertanian Sungai
Ambawang
berkedudukandi
Sungai
Ambawang dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Sungai Ambawang;g.
Balai
Penyuluhan PertanianKuala Mandor
B
berkedudukandi
Kuala Mandor
B
clenganwilayah kerjanya
meliputi
Kecamatan Kuala Mandor B;h.
Balai
Penyuluhan Pertanian Sungai Raya berkedudukandi
Sungai Raya dengan wilayahkerjanya
meliputi
Kecamatan Sungai Raya;i'
Balai
Penyuluhan Pertanian RasauJaya
berkedudukandi
RasauJaya
dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Rasau Jaya;j'
Balai Penyuluhan Pertanian Kubu berkedudukandi
Kubu dengan wilayah kerjanya meliputi Kecamatan Kubu;k.
Balai Penyuluhan Pertanian Terentang berkedudukan di Terentang dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Terentang;l.
Balai
Penyuluhan PertanianBatu Ampar
berkedudukandi
PadangTikar
dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Batu Ampar;m.
Balai Penyuluhan Pertanian Sungai Kakap berkedudukandi
Sungai Kakap dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Sungai Kakap;n.
Balai Penyuluhan PertanianTeluk
Pakedai berkedudukandi Teluk
Pakedai dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Teluk Pakedai;o.
Balai Penyuluhan Pertanian Anjongan berkedudukandi
Anjongan dengan wilayah kerjanyameliputi
Kecamatan Anjongan;p.
Balai
PenyuluhanPertanian
Segedong berkedudukandi
Parit Bugis
dengan
wilayahkerj anya
meliputi
Kecamatan Segedong.BAB VI
TATA
KERJADAN
PELAPORAN Bagian PertamaTata Keria Pasal 12
(1)
Dalam
melaksanakan tugasnya, pemegangjabatan
struktural, jabatan
non
struktural
danjabatan fungsional
wajib
melaksanakankoordinasi, integrasi dan
sinkronisasi,baik
dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan kerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.(2)
KepalaBalai
Penyuluhan Pertanianwajib
melaksanakan tugasmemimpin
dan memberikan kebijakan kepada bawahan.(3)
Kepala Balai Penyuluhan Pertanianwajib
melaksanakan fungsi pengawasan melekat (waskat)di
lingkungannya
dan
mengambil
langkah-langkahyang
diperlukan
untuk
penyelesaian masalah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Bagian Kedua Pelaporan
Pasal 13
(l)
KepalaBalai
Penyuluhan Pertanianwajib
menyampaikan laporan pelaksanaan tugas secaraperiodik maupun sewaktu-waktu dan tepat waktu kepada Kepala Dinas.
(2)
Kepala
Balai
Penyuluhan Pertanian
wajib
menyampaikan laporan akuntabilitas
kinerja instansi kepada KepalaDinas
secara tepatwaktu yang
disusun berdasarkan ketentuan dan pedoman yang berlaku.(3)
Kepala Balai Penyuluhan Pertanianwajib
mengolah laporan yang diterima dari bawahan danmenggunakannya
sebagai
bahan evaluasi
dan
bahan laporan
dalam
memberikan pertimbangan guna perumusan lebih lanjut.r]AB
VII
KETENTUAN LAIN
-
LAIN
Pasall4
(1).
Jenjangjabatan
dan
kepangkatan
serta
susunan kepegawaiandiatur
sesuai
Peraturan Perundang-undangan yang berlaku.(2)'
Kepala Balai Penyuluhan Pertanian diangkat dan diberhentikan oleh Bupati atas usul Kepala Dinas.Pasal I 5
Belanja kegiatan
Balai
Penyuluhan Pertanian disediakandari
danaAPBD
Kabupaten pontianak serta sutnber dana lainnya yang sah dantidak
niengikatbaik dari
pemerintah maupun lembaga lain diluar pemerintah.BAB
VIII
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal
l6
Pada
saat berlakunya
Peraturan
ini,
Peraturan
Bupati Nomor
22
Tahun
2005
tentang Pembentukan, Susunan Organisasi dan TataKerja
Unit
PelaksanaTeknis
Dinas Pertanian dan Peternakan dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.BAB IX
KETENI'UAN
PENUTUP Pasall7
Dengan berlakunya Peraturan
ini,
maka segala ketentuanlain
yang mengatur materi yang samadan bertentangan dengan Peraturan
ini
dinyatakan tidak berlaku.Pasal
i8
(1).
Pelaksanaan PeraturanBupati
ini
selambat-lambatnyaI
(satu)
tahun sejak Peraturan Bupatiini
diundangkan.(2).
Hal-hal
yangbelum diatur
ataubelum
cukupdiatur
dalam Peraturanini,
akandiatur
lebih lanjut dengan Peraturan Bupati sepanjang mengenai pelaksanaannya.Pasal 19
Peraturan
ini
mulai berlaku pada tanggal diundangkan.Agar
setiap orang
mengetahuinya, memerintahkan
pengundanganPeraturan
ini
dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Pontianak.Ditetapkan
di
Mempawahpadatanggall-32007
BUPATI PONTIANAK,
0lundanglan dl Mompawah
prda
tanggal,-?.;.3 -
zooT
prt
.*xnrnniS
oarnnH ilABUPATEN poHTuilAl:DAg\IG SYARTTUDDIId
BERITA OAERAH KABUPATEN PONTIANAK TAr{Ur ...?,a.a./.., N0 M0 R ..,..