• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user 258

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. SIMPULAN

Dari hasil penelitian tentang keterampilan mengajar aspek menjelaskan mahasiswa dalam mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching) ditinjau dari teori metakognitif, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Keterampilan menjelaskan mahasiswa pada mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching) jika ditinjau dari komponen pengetahuan metakognitif menurut John Hurly Flavell adalah sebagai berikut:

a. Kelompok mahasiswa yang meninjau kembali ke dalam dirinya dan merasa tidak ada masalah terkait dengan penguasaan materi (A) dan kelompok mahasiswa yang meninjau kembali ke dalam dirinya dan merasa ada masalah terkait dengan penguasaan materi (B) telah menggunakan pengetahuan metakognitif sub kemampuan declarative knowledge. Yang membedakan antar mahasiswa dalam kelompok A dan kelompok B dalam menggunakan pengetahuan metakognitif untuk menjelaskan materi adalah motivasi mahasiswa tersebut ingin menjadi guru ataukan tidak. Mahasiswa yang mempunyai motivasi tinggi untuk menjadi guru akan lebih bekerja keras dalam berusaha lebih untuk menggunakan pengatahuan metakognitif dalam menjelaskan materi dalam mata kuliah pengajaran mikro.

b. Kelompok mahasiswa yang tidak meninjau terlebih dahulu ke dalam dirinya terkait penguasaan materi (C) belum menggunakan pengetahuan metakognitif sub kemampuan declarative knowledge. Mahasiswa kelompok C tidak dapat menggunakan pengetahuan metakognitif dalam menjelaskan materi.

2. Keterampilan menjelaskan mahasiswa pada mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching) jika ditinjau dari pengalaman/regulasi metakognitif adalah sebagai berikut:

a. Kelompok mahasiswa yang meninjau kembali ke dalam dirinya dan merasa tidak ada masalah terkait dengan penguasaan materi (A) dan

(2)

commit to user

kelompok mahasiswa yang meninjau kembali ke dalam dirinya dan merasa ada masalah terkait dengan penguasaan materi (B) dalam menggunakan pengalaman/regulasi metakognitif berbeda-beda. Yang membedakan antar mahasiswa dalam kelompok A dan kelompok B dalam menggunakan pengalaman/regulasi metakognitif untuk menjelaskan materi adalah motivasi mahasiswa tersebut ingin menjadi guru ataukan tidak. Jika mahasiswa mempunyai motivasi yang tinggi untuk menjadi guru, maka mahasiswa akan bekerja keras dalam menggunakan pengalaman/regulasi metakognitif dalam menjelaskan materi.

b. Kelompok mahasiswa yang tidak meninjau terlebih dahulu ke dalam dirinya terkait penguasaan materi (C) tidak dapat menggunakan pengalaman/regulasi metakognitif dalam menjelaskan materi secara optimal. Mahasiswa yang tidak menyadari bagaimana penguasaan materi yang telah dikuasai akan kesulitan merencanakan apa yang harus dipersiapkan dan dilakukan untuk dapat menjelaskan materi dengan tepat. Perencanaan yang tidak optimal akan menyebabkan penyajian materi yang juga tidak optimal. Evaluasi yang dilakukan tidak akan mengubah penampilan subjek menjadi lebih baik jika subjek tidak meninjau kembali pengalaman apa yang telah dialami sebelumnya. Begitupun seterusnya yang terjadi pada mahasiswa kelompok C.

B. IMPLIKASI

Berdasarkan hasil penelitian mengenai keterampilan mengajar aspek menjelaskan mahasiswa ditinjau dari teori metakognitif yang telah dilakukan maka dapat dikemukakan implikasi secara teoritis dan praktis sebagai berikut:

1. Implikasi Teoritis

Secara teoritis dapat diungkapkan bahwa penelitian ini menggambarkan keterampilan megajar aspek menjelaskan mahasiswa ditinjau dari teori metakognitif. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan

(3)

commit to user

penelitian selanjutnya dan dapat digunakan untuk mengadakan upaya bersama antara dosen pengampu mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching) dan pihak program studi agar mahasiswa memiliki keterampilan mengajar khususnya keterampilan menjelaskan yang lebih baik dari saat kini hingga dicapainya keterampilan menjelaskan yang optimal dengan menggunakan pengetahuan dan pengalaman/regulasi metakognitif yang dimilikinya.

2. Implikasi Praktis

Secara praktis berdasarkan hasil penelitian, dapat dilakukan hal sebagai berikut:

1. Mengingat kelompok mahasiswa dalam menjelaskan ditinjau dari teori metakognitif berbeda-beda, ternyata diperoleh pencapaian keterampilan menjelaskan yang berbeda-beda pada masing-masing kelompok mahasiswa. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah motivasi mahasiswa ingin menjadi guru. Hal yang bisa dosen lakukan untuk mendorong mahasiswa untuk menggunakan pengetahuan metakognitif dan pengalaman metakognitif adalah dengan memberikan direksi atau arah agar mahasiswa dalam kelompok pengajaran mikro (micro teaching) mau bersemangat dan bekerja keras untuk membuat perencanaan dan strategi yang tepat dalam menjelaskan materi. Paling tidak, mahasiswa diberi pengertian untuk dapat tampil maksimal pada mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching), untuk selanjutnya mahasiswa ingin menjadi guru atau tidak diserahkan kembali kepada mahasiswa.

2. Untuk kelompok mahasiswa A yang memiliki karakteristik meninjau kembali ke dalam dirinya dan merasa tidak ada masalah terkait dengan materi yang akan dijelaskan. Hal yang bisa dosen lakukan untuk memaksimalkan mahasiswa dalam menggunakan pengetahuan dan pengalaman metakognitif adalah dengan mengecek materi yang akan dijelaskan kepada kelompok mahasiswa tersebut. Dosen dapat melakukan diskusi dalam kelompok yang diampu terkait dengan materi yang akan dijelaskan mahasiswa. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk

(4)

commit to user

mempersentasikan materi yang akan dijelaskan. Dengan begitu, dosen dan teman 1 kelompok mahasiswa dalam pengajaran mikro dapat memberi masukan dan dapat memberi pertanyaan. Mahasiswa dapat belajar mempresentasikan materi sekaligus dapat memperdalam konsep materi yang akan dijelaskan. Selanjutnya, mahasiswa juga dapat mendiskusikan kesulitan yang dialami terkait dengan perencanaan alat peraga, langkah pembelajaran, pembuatan lembar kerja maupun kesulitan lain dengan dosen pengampu dan teman 1 kelompoknya.

3. Untuk kelompok mahasiswa B yang memiliki karakteristik meninjau kembali ke dalam dirinya dan merasa ada masalah terkait dengan materi yang akan dijelaskan. Hal yang bisa dosen lakukan untuk memaksimalkan mahasiswa kelompok ini dalam menggunakan pengetahuan dan pengalaman metakognitif adalah dengan memfasilitasi mahasiswa untuk dapat berdiskusi sebelum mahasiswa tampil. Mahasiswa dapat berdiskusi terkait materi yang akan dijelaskan, perencanaan alat peraga, langkah pembelajaran, pembuatan lembar kerja maupun kesulitan lain dengan dosen pengampu dan teman 1 kelompoknya.

4. Untuk kelompok C yang memiliki karakteristik tidak meninjau kembali ke dalam dirinya terkait dengan materi yang akan dijelaskan. Hal yang bisa dosen lakukan adalah dengan memfasilitasi mahasiswa untuk dapat berdiskusi sebelum mahasiswa tampil. Dengan adanya diskusi, mahasiswa mau tidak mau akan mempresentasikan materi yang akan dijelaskan. Dosen dapat melihat bagaimana penguasaan mahasiswa pada kelompok ini. Sehingga, mahasiswa akan dituntut untuk meninjau penguasaan materi yang dimiliki. Selanjutnya, jika mahasiswa sudah sadar akan penguasaan materi yang dimiliki akan lebih mudah dalam membuat perencanaan terkait dengan alat peraga, langkah pembelajaran, pembuatan lembar kerja maupun kesulitan yang lain.

5. Secara umum untuk mahasiswa kelompok A, B, dan C adanya diskusi yang dilakukan bersama dosen pengampu dan teman 1 kelompok pengajaran mikro (micro teaching), akan memfasilitasi mahasiswa dalam

(5)

commit to user

menggali potensi dan ide yang dimiliki dalam mengembangkan keterampilan menjelaskan mereka

C. SARAN

Berdasarkan hasil penelitian tentang keterampilan mengajar aspek menjelaskan mahasiswa pendidikan matematika dalam mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching) ditinjau dari teori metakognitif dapat dikemukakan saran sebagai berikut:

1. Merujuk pada kelompok mahasiswa dalam keterampilan menjelaskan materi ditinjau dari teori metakognitif yang berbeda-beda. Dosen hendaknya dapat memfasilitasi: Diskusi kelompok yang dilakukan sebelum tampil dan evaluasi pada akhir penampilan mahasiswa. Dengan adanya diskusi yang dilakukan sebelum mahasiswa tampil, mahasiswa dapat menyampaikan ide dan gagasan dalam membuat perencanaan. Yang meliputi, penguasaan materi, pemilihan alat peraga, perencanaan langkah pembelajaran maupun perencanaan yang lainnya. Apabila mahasiswa merasa ada kesulitan, dapat disampaikan dalam diskusi ini.

2. Bagi mahasiswa, diharapkan untuk:

a. Meninjau terlebih dahulu ke dalam dirinya bagaimana penguasaan materi yang dimiliki agar dapat membuat perencanaan untuk menjelaskan materi dengan optimal.

b. Berperan aktif dalam mata kuliah pengajaran mikro (micro teaching) dan mau bekerja sama dengan teman satu kelompoknya untuk dapat meningkatkan keterampilan mengajar terutama aspek menjelaskan materi.

3. Bagi peneliti lain yang berminat dapat mencoba untuk menggali lebih lanjut mengenai keterampilan mengajar aspek menjelaskan mahasiswa yang lebih tinggi atau menggali lebih lanjut keterampilan mengajar aspek menjelaskan menurut dari ahli yang lain atau dapat melakukan penelitian pada materi yang berbeda dengan sudut pandang peninjauan yang sama atau sudut pandang peninjauan yang lain.

Referensi

Dokumen terkait

Kedu- dukan dan status perpustakaan khusus bergantung pada eselon dan kebijakan organisasi induk, peran perpustakaan terutama dalam memberikan dukungan informasi, serta tugas dan

Relevansi cerita rakyat Andhe-andhe Lumut karya Sunjaya sebagai materi ajar memahami cerita rakyat siswa kelas VII SMP, yaitu (1) terdapat kesesuaian isi cerita

Dengan hasil penelitian yang ada masih banyak ruangan yang memiliki kelebihan furnitur seperti meja, sehingga diharapkan dapat meminta para pegawai untuk mengeluarkan

Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi mengenai keterampilan metakognitif siswa dalam menyelesaikan masalah matematika tipe HOTS pada materi

hipotesis secara simultan (uji F) membuktikan bahwa ada pengaruh Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turnover), Perputaran Total Aset (Total Asset Turnover), dan

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, bersama ini kami sampaikan pengumuman nama-nama guru peserta PLPG yang dinyatakan (a) LULUS, (b) MENGIKUTI UJIAN ULANG, dan (c)

Untuk siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert akan lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar Ekonomi siswa jika menggunakan strategi pembelajaran kooperatif

Berdasarkan hasil penelitian diatas bahwa layanan konseling kelompok memberikan pengaruh terhadap upaya peningkatan perilaku prososial siswa, dengan demikian saya